" Tadaima Ino…"

Deg….

Semua mata memandang tidak percaya pada sosok Sakura cilik hasil cloning, bagaimanapun juga ia tidak dimasuki memori Sakura Haruno. Namun bagaimana bisa dia langsung mengenali Ino dihadapannya?

The Different Sakura

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Genre : Romance/Tragedi

Pairing : Uchiha Sasuke/Uchiha Sakura/ Noctis

Don't like, Don't read

Enjoy Reading 0 0

Chapter 2

Ino memandang Sakura dengan mata biru berkaca–kaca.

" Sakura … hiks… hiks… akhirnya kau kembali," dipeluknya tubuh mungil Sakura. Hinata dan Tenten tidak mau ketinggalan momen paling ditunggunya selama inipun ikut menghambur memeluk Ino serta Sakura.

" Sakura tadaima…" ujar Hinata dan Tenten bersamaan .

" Ss..sessaakkkk….. " suara kecil mengintrupsi acara berpelukan ala gadis Konoha tersebut. Sakura yang tubuhnya paling kecil dan paling ditengah merasakan terhimpit dan susah bernafas.

"Bwha… ha.. ha…" pecahlah semua tawa shinobi yang ada di situ kecuali sang Uchiha yang hanya menampilkan senyuman di bibir tipisnya.

"Sudah kalian minggir semua aku juga mau pelukan sama Sakura-chan!" si kepala kuning Hokage berkata sambil mengusir para kunoichi tersebut.

"Sakura-chan kau jadi imut sekali sih, pingin tak makan bulat-bulat pipimu itu!" pipi ranum bak bakpao milik Sakura memang menggemaskan, maka tak heran bila Naruto berkata seperti itu.

Mendengar kalimat Naruto sontak para rookie 12 mendeath glarenya. Ino, Hinata dan Tenten yang kebetulan masih dekat langsung pasang kuda- kuda siap menyerang Naruto kapanpun jika berani macam-macam dengan Sakura.

Cuu…, belum sempat Naruto mendaratkan kecupan kecil di pipi chabi Sakura sudah ada pandangan menusuk di belakang dengan aura suram nan menyeramkan.

"Hm …. beraninya kau dobe?!" ujar Sasuke sembari telah mempersiapkan chidori di tangannya.

"Ha..ha..ha…" tawa garing Naruto keluarkan untuk mengatasi rasa gugupnya dari Sasuke, sedang yang lain hanya menghela nafas. Sejak dulu Sasuke selalu over protektif terhadap Sakura. Sasuke yang merupakan tunangan dari Sakura Haruno selalu mengawasi dimanapun kekasihnya itu berada. Pun dengan sekarang, sepertinya Sakura versi 5th harus mendapatkan pengawasan extra darinya untuk mengatasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti sekarang ini Naruto seenak jidatnya mau mencium Cerry nya, jangan harap bahkan untuk sekedar kecupan kecil di pipi tidak akan Sasuke biarkan.

"Ma…ma.. tidak usah sekejam itu teme, Sakura masih utuh kok!"

"Gila padahal Sakura juga masih anak-anak, kan tidak papa jika dapat cium dariku!" gumam Naruto dalam hati, dia masih sayang nyawanya jika tidak mau merasakan chidori lagi dari rivalnya.

"…"

"Sudahlah kalian berdua, sekarang yang terpenting dengan siapa Sakura akan tinggal..?" suara Tsunande mengembalikan kosentrasi para jonin yang berada di situ.

"Nah teme…. Sesuai kesepakatan yang kukatakan dulu, Sakura akan tinggal bersamamu dan menganggapmu sebagai ayahnya. Kau setuju kan?"

"Hm, tentu!"

"Ne, Sakura apa kau mengingat kami semua?"

"Eemm… hanya namanya saja!" ujar Sakura ragu, "Yang pirang ini bibi Ino,trus bibi Hinata, yang rambutnya aneh ini bibi Tenten."

Tuing..

Perempatan siku muncul di kening Tenten.

"Model rambut kerennya dibilang aneh? Ini limited edision kau tau? dan ini masih mending daripada model rambut Sasuke!" batin Tenten kesal.

Namun Teten tidak terlalu peduli yang terpenting Sakura bisa kembali lagi bersama mereka. Yang lain hanya bisa menahan tawa melihat perubahan di wajah oriental Tenten. Mereka sudah kapok merasakan tancapan kunai yang terbang dari segala arah jika berani menertawakannya. Sedang Neji tunangannya hanya mampu mengelus lengan Tenten bermaksud menenangkan.

Sakura kembali mengabsen satu persatu sinobi yang ada disitu. Mulai dari Lee yang dikatakan rambut aneh kedua dengan model rambut mangkuk terbaliknya, trus Shino si kaca mata, Shikamaru paman yang malas, Neji paman rambut indah, Kiba paman bertaring, Chouji paman imut karena Sakura melihat ada lingkaran spiral di pipi yang menurutnya lucu. Lainnya hanya menganga. Chouji yang gedhe itu dibilang imuuuttt… kalau gendhut iya. Cuma semuanya sekali lagi menggerutu dalam hati, mereka bukannya takut atau apa hanya saja tidak mau pegal linu keesokan harinya karena mendapatkan bogeman dari Chouji kalo dibilang gendhut.

Trus bergulir lagi tepat kehadapan Sasuke dan Naruto, ada perasaan sesak di dada Sakura kala melihat mata biru dan onik tersebut. Seakan perasaan rindu yang sudah lama tidak tersalurkan. Pertama Sakura memeluk tubuh kekar Sasuke dengan erat. Menyalurkan kerinduan yang mendalam yang Sakura pun tidak tahu apa sebabnya. Sasuke membalas pelukan dari Sakura kecilnya dengan sesekali mengecup rambut merah mudanya. Ada genangan bening di sudut mata yang ditahan Sasuke matian-matian supaya tidak jatuh, bisa turun imagenya bila Uchiha menangis. Puji syukur dia ucapkan pada Kami-sama yang telah mengembalikan Sakuranya.

"Sakura tidak tau kenapa di dalam sini ( sambil memegang dadanya ) rindu sekali.."ujar Sakura sambil mendongak menatap wajah tampan diatasnya. Sasuke yang masih memeluk Sakura pun menyejajarkan wajahnya untuk melihat mata giok itu. "Aku juga rindu padamu Sakura, sangat rindu…"

Pun dengan Naruto yang dipeluk tak kalah erat dari Sasuke. Bahkan dengan tubuhnya yang mungil Sakura sudah bisa mencengkram tubuh Naruto dengan pelukannya.

"Sakura aku kanggeeeen banget sama kamu!" ujar Naruto lebay.

Sedang yang lain menjatuhkan rahangnya dengan kelebay an Naruto, apa dia tidak sadar diri dengan jabatannya sekarang. Naruto memang tegas dan berwibawa bila dalam menhandel tugas-tugasnya sebagai Hokage Konoha, tapi bila sudah urusan santai seperti ini tidak ada sama sekali ketegasan dan kewibawaan. Bahkan lebih berisik dari sebelumnya.

"Walau aku sudah menjadi Hokage aku tetaplah Naruto Uzumaki teman kalian, jadi semuanya masih sama dengan diriku yang dulu!" katanya suatu saat ketika mereka makan bareng.

Kembali ke Naruto dan Sakura.

Akhirnya pelukan maut dari Sakura itu terlepas.

"Ehem…!" deheman dari satu-satunya manusia yang terlupakan alias belum diabsen. Senju Tsunande.

"Kau lupa denganku Sakura?"

"Shisou… Sakura kangen banget!"

Pelukan dari Tsunande menyongsong tubuh kecilnya. Kembali terulang pelukan maut, kali ini Sakura lah yang terhimpit antara dada besar Tsunande mencoba meronta melepaskan diri, namun Tsunande tetap bergeming bahkan semakin memeluknya erat.

" Bachan lepaskan Sakura dia tidak bisa bernafas!" seruan Naruto menyadarkan Tsunande.

" Bwah… Sakura mau mati!" kalimat pertama yang diucapkan setelah pelukan maut dari Tsunande terlepas.

" Maaf Sakura-chan, mang Tsunande dadanya besar makanya kamu tidak bisa naf.."

BLETAK..

Kata-kata Naruto terpotong karena bogem mentah dari Tsunande melayang di kepala durennya.

"Tutup mulutmu Naruto, kalau kau masih sayang nyawamu!" Tsunande melipat jari lentiknya satu persatu mencengkram kuat di hadapan Naruto ala preman siap menghanjar.

Glek … susah payah Naruto menelan salifanya.

"A..aku ti..tidak macam-macam bachan!" dengan kata patah-patah dia menjawab. Memang bogeman dari sanin legendaris itu paling segalanya. Paling keras, paling kuat, paling sakit dan mematikan bila kena. Pain akatsuki yang pernah dia lawan saat invansi Konoha beberapa tahun silam masih tidak ada apa-apanya bila dibandingkan bogem mentah dari Tsunande. Pokoknya seperti begitulah rasanya!

Mata coklat madu Tsunande manatap tajam mata biru di depan seakan berkata, "Awas kau Naruto!" baru setelah memperingatkan Naruto lewat death glare nya Tsunande menurunkan kepalan tangan itu. Naruto bernafas lega paling tidak nyawanya masih selamat.

"Hebat… shisou memang hebat." celetuk Sakura membuat semua pasang mata menoleh kepadanya.

"Apanya yang hebat preman sepertinya?" batin Naruto masih kesal.

"Ne Sakura-chan ini Sasuke, dialah ayah yang akan tinggal bersamamu!"

"Taou-chan?" panggilan dari Sakura kepada Sasuke.

"Hm… ayo pulang Cerry!"

Ino, Hinata dan Tenten hanya menatap punggung Sasuke yang mulai berjalan mendekati pintu.

"Apa-apaan dia langsung ajak pulang saja, kitakan masih kangen sama Sakura!" kira-kira begitulah gumaman mereka.

"Sakura pamit ya obachan, ojichan dan shisou, kapan-kapan Sakura main lagi" ucapnya setelah berpamitan.

Haaaaa….

Mau apa coba main ke laboratorium? Memandang sekeliling mereka … Apa yang mau dipake buat mainan?

.

.

.

Sakura dan Sasuke berjalan menuju komplek perumahan Uchiha, dimana mereka akan tinggal.

"Otouchan… Sakura lapar!"

Ckiitt….

Sasuke yang menggandeng tangan Sakura langsung berhenti berjalan. Mereka sudah mau memasuki rumah. Bodohnya Sasuke yang tidak ingat bahwa Sakura belum makan apapun setelah siuman. Memejamkan mata sejenak Sasuke merutuki kebodohannya.

"Hm.. Cherry mau makan apa?" pangilan sayang Sasuke pada Sakura.

"Um …-mendongak keatas dengan pose berpikir- Sakura mau makan yang manis!"

"Baiklah .. ayo beli!"

.

.

"Enak..," Sakura memasukan kembali bola-bola manis ke dalam mulutnya yang masih penuh itu.

"Pelan-pelan makannya Cherry, nanti kau bisa tersedak!"

Sasuke tersemyum tipis melihat Sakura menikmati acara makan malamnya . Sisi kebapak an sekarang telah mendominasi. Sasuke sudah merelakan Sakura Haruno karena sekarang dia memiliki Sakura lain hasil cloning kekasihnya tercinta. Biarlah takdir menggariskan nasib seperti ini, merawat dan melindungi Cherry adalah hal yang terpenting.

"Otouchan apa namanya makanan ini?"

"Kau tidak tau.. -Sakura menggeleng-.. yang kau makan ini namanya kue dango Cherry"

"Kenapa otouchan tidak ikut makan padahal enak, Sakura suka!" kembali memasukkan dango ke dalam mulut yang masih penuh.

" Otouchan tidak suka makanan manis Cherry!" ujar Sasuke sambil mengelap mulut Sakura yang blepotan .

" Ya sudah.. -Sakura tidak ambil pusing mau Sasuke suka atau tidak-.. kalau begitu setiap hari Sakura mau makan kue dango trus!" jawabnya dengan suara riang.

Sasuke tersenyum lebar.

"Hm,tidak boleh Cherry! Nanti kau bisa sakit perut bila makan itu trus, kau harus makan makanan lainnya biar bisa tumbuh dengan baik!"

Sasuke maklum bila Sakura hanya menginginkan dango sebagai makanannya, karena selain manis ( anak kecil suka makan yang manis ) juga karena dango adalah makanan pertama yang dia makan.

"…."

"Kau sudah selesai? Ayo pulang!"

"Um..," jawaban Sakura tidak semangat karena tidak boleh makan dango sebagai makanan sehari-hari.

Malam ini Ayah-anak itu kembali berjalan pulang menuju rumah yang akan mereka tempati bersama. Mulai mengawali kisah berdua sebagai keluarga bahagia.

.

.

Tbc

A/n :

Hehehe sebelumnya maaf bila ada kesalahan disana-sini, mang gak gampang nulis fic.. sudah aku kerahkan semua kosentrasiku tapi ya… jadilah abal-abal seperti ini.. mau gimana lagi intensitas kreatifku cuma max sampai segini hehehe..

Balas repiu :

Guest : Thanks senpai dah merepiu ceritaku… semoga berkenan dengan update anku…

Neko 08 : hehehe… masih baru nih senpai jadi belum bisa terlalu banyak, n aku kayanya kouhai deh secara seminggu yang lalu baru bisa bikin account.

Sakura235 : nh dah lanjut senpai makasih y…

See u next time.