BOYS NEXT DOOR

.

.

.

HUNHAN and CHANBAEK fanfiction

Genre : Hurt/Comfort, Humor (gagal), Romance (maybe), YAOI

CAST :

Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Kai, Kyungsoo and another EXO members (demi kenyamanan, marga Baekhyun diganti dulu jadi Xi ya)

Maap kalau typonya banyak ya :" maklum tangan keriting semua/?

.

.

IF YOU DON'T LIKE IT, JUST CLOSE THIS TAB^^

.

.

Jangan jadi plagiat readersnim^^ karna diplagiatin itu sakit lohh /yasowat/?

.

.

Chapter 1

"Luhannie! Baekhyunnie! Ireonaaa!"

Yah diluar masih tergolong sangat pagi sekali untuk berangkat bekerja. Tapi memang atas dasarnya mereka adalah 2 pemuda cantik pemalas jadi harus masih sangat pagi dibangunkannya. Serta satu fakta bahwa eomma mereka ingin mereka disiplin. Jadi tiap pagi beginilah keadaannya. Jangan terlalu kaget ya.

"Yakkk! Ireonnaaa!"

'Sentuhan' manis dipagi hari memang selalu dua pemuda itu dapatkan dari eommanya. Tapi cara itu paling manjur untuk membuat mereka terbangun. Oh yang benar saja?! Setiap pagi seperti ini?! Menyebalkan –dengus kedua namja itu. Yah memang author juga seperti itu. Merasakan kesal tentunya. /berbagi pengalaman/?

"Ishh eomma~" dengus salah satu namja manis itu dengan mata yang masih terlihat terpejam dan ia melebarkan mulut mungil dengan bibir tipis itu. Oh pemandangan yang manis dipagi hari /plak/

"Tidak bisakah eomma tidak seperti ini disetiap paginya?" Tanya sang namja manis yang satunya sambil mengusap ngusap mata kanannya yang masih terpejam. Oh astaga wajahnya seperti puppy! Dan itu lucu sekali!

Ayolah ini tidak berlebihan. Mereka memang terlihat seperti bocah berumur 5 dan 4 tahun. Yang tertua itu adalah Luhan. Namja yang menggunakan piyama bercorak rusa yang lucu. Ngomong-ngomong itu piyama favoritenya kkk. Dan namja yang satunya Baekhyun. Namja yang duduk dengan mata tertutup lucu itu menggunakan piyama motif puppy yang menggemaskan sekali.

"eomma bingung apakah kalian eomma didik dengan benar? Kenapa kalian jadinya seperti anak kecil" itu omelan eommanya beberapa minggu yang lalu. Pernah kedua anak namja itu disuruh untuk mengikuti wajib militer tapi mereka tidak mau. Luhan beralasan kalau nanti ia kembali dengan otot yang besar besar ia akan takut sendiri dengan ukuran tubuhnya. Sedangkan Baekhyun beralasan nanti dimatanya akan ada lingkaran hitam pekat yang menakutkan. Aish ada ada saja mereka ini.

"Yakk! Kalian sudah beranjak dewasa seharusnya kalian membantu eomma mencari uang tau. Apalagi kau Luhan, cepatlah cari pekerjaan, dan kau Baekhyun cepat bantu kakakmu!"

Aku lupa memberitahu mu bukan? Namja manis ini adalah sepasang kakak beradik. Yang paling tua tentu saja si 'Manly' Luhannie, dan adiknya yang sangat berisik Baekhyun. Mereka hanya terpaut umur 11 bulan. Salahkan ayahnya yang menginginkan anak kembar yang tidak tercapai. Jadi mereka terpaut umur hampir 1 tahun. Meski begitu banyak yang menyangkal kalau mereka tidak kembar. Oh ayolah wajah keduanya sangatlah imut dan mirip.

"biarkanlah kami istiarahat eomma, kami baru lulus sekolah tahun lalu" dengus namja pemilik mata rusa. Dan tak lama yang satunya mengangguk angguk setuju atas saran sang kakak.

Si eomma hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil sesekali memijat keningnya lembut.

"sudahlah eomma tunggu kalian dibawah untuk sarapan, sedetik saja kalian terlambat akan eomma potong sarapan kalian setengah piring!" ujar sang eomma tegas, sambil berjalan menuju ruang makan dirumah minimalis itu.

"setengah.." wajah Luhan memucat mengulangi kalimat tadi yang diucapkan eommanya.

"piring.." Baekhyun menatap Luhan dengan pandangan yang sulit dimengerti.

Setelah itu…

"ANDWAEEEEEEEE!"

.

.

~BOYS NEXT DOOR~

.

.

Disebuah ruangan –sepertinya itu adalah ruang untuk latihan. Terlihat tujuh orang namja yang sepertinya kelelahan. Yah mau bagaimana lagi mereka baru saja selesai latihan untuk comeback mereka nanti.

"aku ingin berbicara dengan Park Chanyeol dan Oh Sehun" ucap salah satu namja tersebut.

Setelah itu namja yang namanya tidak dipanggil memilih pergi ke kamar masing masing. Toh ini bukan urusan mereka, mana mungkin mereka ikut ikutan kan?

"ada apa hyung?" Tanya namja berkulit seputih susu dan lebih sering dipanggil albino itu dengan wajah datarnya seperti biasa.

"dengar dulu. Park Chanyeol kau diijinkan oleh manager untuk tinggal beberapa minggu dirumah kakekmu" jelas sang namja yang terlihat paling pendek diantara mereka bertiga.

"kau serius hyung?" namja jangkung yang dipanggil Park Chanyeol itu membulatkan matanya dan menatap hyung-nya tidak percaya. Sedangkan yang ditatap hanya menganggukkan kepalanya pelan. Yang berarti dia benar benar serius.

"lalu apa hubungannya denganku?" lagi lagi namja berkulit putih bertanya dengan wajah datarnya.

"kau yang ditugaskan menemani dia, Sehunna" lanjut Suho si namja pendek /okeauthordigebukin/?

"mwo?! Kau bercanda hyung? Aniya, andwae aku tidak mau tinggal berdua dengan dia" dengan tidak sopannya namja tampan ini menunjuk hyungnya tepat didepan wajahnya-_-

"oh ayolah Sehunna kau tidak kasihan padaku? Kalau aku sendirian, mungkin saja para sasaeng mengejarku dan memaksaku untuk tidur dengan mereka, lalu mereka merobek semua pakaianku, lalu.."

"ck cukup hyung, kau berlebihan sekali" dengus Sehun sakratis.

Chanyeol tidak peduli dengan omelan Sehun dan ia malah mengeluarkan jurus puppy eyes yang menurutnya lucu. Padahal sama sekali tidak. Oh ayolah Park Chanyeol! Dimana sisi manly mu!

"dengar Oh Sehun, karna hanya jadwalmu yang paling sedikit, jadi manajer memintamu untuk ikut dengan Chanyeol" lanjut Suho seraya memijat kepalanya yang terasa pusing.

Melihat hyung kesayangannya yang seperti frustasi itu membuat Sehun tidak tega untuk menolaknya. Ia menghela nafas panjang lalu..

"yah baiklah, hanya beberapa minggu saja ne?" Sehun menatap hyung hiperaktifnya dengan tatapan malas.

"yeay! Kau yang terbaik Sehunna" Chanyeol tersenyum lebar, ah ani itu cengiran bodohnya.

Sehun dan Suho hanya manatap datar aksi Chanyeol dihadapan mereka.

"ah dan satu lagi, persiapkan perlengkapan kalian sekarang. Karna sebuah van akan menjemput kalian malam ini"

"baiklah hyung" seru kedua namja jangkung itu.

.

.

~BOYS NEXT DOOR~

.

.

Baekhyun terdiam didepan sebuah supermarket. Tak lama terlihat mulutnya yang seperti mengomel. Setelah itu ia berhenti dan kembali manatap datar plang supermarket yang tidak berdaya itu. Semenit kemudian ia memasangkan keimutannya, dengan mengerucutkan bibirnya lucu. Ayolah Baekhyun kau ingin semua orang yang melihatmu menciummu begitu?

Ingin tau kenapa Baekhyun ada disini?

Flashback on

"Baekhyunna~" eomma memanggil anak bungsunya dengan jurus andalan penyembunyi suruhan(?). iyap biasanya dengan panggilan seperti itu Baekhyun akan disuruh suruh tentunya.

Baekhyun menghela nafas sebentar lalu menatap eommanya malas "wae eomma?" tanyanya.

"dengar, hari ini hari terakhir eomma datang bulan.."

"lalu..?"

"persediaan pembalut eomma habis, jadi tolong belikan disupermarket di depan nde?" eomma tersenyum manis menatap Baekhyun. Itu tanda dimana eommanya tidak ingin dibantah sebenarnya.

Baekhyun lupa! Ini gilirannya untuk membeli pembalut eomma. Astaga dia memiliki ibu yang gila! Mana ada seorang ibu memberi jadwal untuk dia dan hyungnya membeli pembalut, ke supermarket di dekat jalan besar pula! Lagi, mana ada seorang pria membeli sebuah pembalut?! Itu memalukan!

"ayolah eomma~ kenapa eomma tidak membelinya sendiri?" oke alasan apalagi hari ini hm? –batin Baekhyun.

"tadi pagi eomma lupa membelinya, setelah pulang kerja juga eomma lupa. Tolonglah Baekhyunna, badan eomma terasa sakit semua dari siang" ucap eommanya seraya memasang tampang bahwa ia benar benar sakit badan.

Sudalah, Baekhyun tau eommanya pemalas. Jadi jangan salahkan Baekhyun dan Luhan jika mereka juga pemalas. Hihihi.

"baiklah dimana uangnya?"

Flashback off

Karna itulah ia disini sekarang. Menatap sendu dan kesal supermarket dihadapannya.

"aku bisa!" ia menyemangati dirinya sendiri, kemudian ia masuk kedalam supermarket itu.

Baekhyun melangkahkan kaki mungilnya menuju salah satu corner yang menyimpan segala jenis pembalut. Ugh sial ini memalukan! Ia langsung mengambil salah satu bungkusannya, masa bodoh jika ia dimarahi karna tidak membeli pembalut dengan merk kesukaan eommanya! Sial, ia hanya ingin cepat cepat sampai rumah.

Setelah itu Baekhyun berlari kecil menuju kasir. Ia buru-buru memberikan pembalut itu pada si kasir.

'uwahh kasirnya pria!' jeritnya dalam hati.

"ini saja?" Tanya sang kasir.

"iyaa, bisakah anda lebih cepat?" Baekhyun khawatir teman semasa SHS-nya melihat ia sedang membeli pembalut. Sial! Ditaruh dimana nanti wajahnya?!

"tidak ada tambahan lain?"

"tidak!"

"kau tidak akan membeli dua? Jika membeli dua kau akan mendapat diskon satu lagi" ujar sang kasir, tidak merasa berdosa. Oh ayolah ini memang tugasnya.

"ini hari terakhir untuk eomma-ku!" teriak Baekhyun lantang.

Seorang ahjussi tua yang sedang mabuk menatap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Oh tuhan jangan tanya wajah Baekhyun sekarang seperti apa. Wajahnya memerah merona bak tomat busuk. Baekhyun melirik ahjussi tua itu. Tersadar sedang ditatap oleh seseorang yang cantik, ahjussi itu tersenyum mesum. Baekhyun bergidik ngeri dan lekas pergi membawa bungkusan yang berisi pembalut itu. Sang kasir dan ahjussi tua menatap Baekhyun heran. Setelah itu mereka bertatapan dan sama-sama kaget/?

.

.

~BOYS NEXT DOOR~

.

.

"sial mati saja aku!" rutuk Baekhyun ditengah perjalanan pulangnya. Ia memasuki gang sepi yang terlihat agak gelap.

'tunggu sepertinya ada beberapa orang mengikutiku..' batin Baekhyun.

"hyung kenapa kau membawa Matilda?! Dia sangat berat kau tau!" teriak salah satu namja dibelakang Baekhyun. Baekhyun mendengar lelaki itu mendengus.

'Ma-Matilda? Me-mereka segerombolan pembunuh?' tebak Baekhyun dalam hati.

"kau berisik sekali sih" satu lagi, suara baritone yang terdengar seksi memarahi pria yang satunya.

"kau bisa membuat semua orang bangun tau" lanjut suara baritone itu.

'MEREKA PEMBUNUH!' Baekhyun yakin! Bahkan sangat yakin, mereka pembunuh dan korbannya ada seseorang bernama 'Matilda' oh tidak! Dia harus cepat cepat pulang!

Baekhyun mempercepat langkahnya seperti tergesa gesa. Ia merapatkan jaket mantel berwarna coklatnya. Oh ayolah siapa yang tidak takut? Jika kau jadi Baekhyun, kau pasti merasa takut juga.

Tapi Dewi Fortuna sedang tidak berpihak padanya.

Beberapa langkah didepan Baekhyun, ada kulit pisang yang tergeletak dengan sempurna(?). Dan kau pasti tau apa yang terjadi berikutnya kan?

BRUKKK

Seperti adegan Jackie Chan saat menendang /korbanjackie-..-/ bungkusan pembalut itu melayang ke belakang, dengan gerakan slow motion/? dan terjatuh tepat disalah satu kaki lelaki dibelakangnya.

Baekhyun terjatuh dengan tidak elitnya(?). Bukan, bukan posisi menungging ataupun kepalanya yang berada dibawah, ia hanya terlentang di aspal.

'mati saja image manly-ku, huweeeeee eommaaaa~~' tangisnya dalam hati-_-

Namja yang kejatuhan pembalut(?) itu mengambilnya dan meneliti benda empuk berbentuk persegi itu. Namja yang satunya memperhatikan persegi yang dipegang hyungnya. Tanpa fikir panjang mereka menghampiri Baekhyun.

Baekhyun menutup matanya erat erat. Ia pandai berakting! Ia belajar berakting dari aktor Korea kesukaannya, Lee Minho-hyung! Oke ia akan berakting seperti orang mati karna terpeleset kulit pisang. Cih konyol sekali!

'demi pancake strawberry yang menggiurkan! Jangan mendekat duhai namja pembunuh!' ia merutuki dalam hatinya, kenapa mereka mendekati dia sih!

Baekhyun merasa seperti sedang diperhatikan, ugh dua namja itu memakai masker! Yang satu menggunakan topi bundar, dan yang satunya menggunakan hoodie yang –astaga hoodie-nya lucu sekali. Aish sadarlah Baekhyun, kau sedang ditatapi!

Setelah sadar Baekhyun segera berteriak "Kyaaaaaaaaaaaaa jangan bunuh aku!" dan setelah berteriak ia kabur tanpa ingat pembalut eommanya yang tertinggal. Biarkanlah, harga dirinya tercoreng sebagai lelaki tulen! Kau tau itu ishh-..-

"dia lelaki?" tanya Sehun pada Chanyeol disebelahnya.

"sepertinya.." Chanyeol menatap Baekhyun yang berlari. Setelah itu ia tersenyum lembut.

.

.

.

To Be Continued

Kyaaaaa jangan marahin author T^T oke maap ya. Ini memang remakenya EXO NEXT DOOR tapi nanti ada beberapa jalan cerita yang aku ubah, jadi tidak terlalu mirip hehe. Okee ini chapter pertamanya sudah update^^v dan chapter ini belum masuk ke EXO NEXT DOOR eps 1 loh haha xD, kepanjangan yah? Hehe padahal udah aku buat sependek mungkin T^T) maap ya chapter ini banyak pembalutnya /dibunuh/ maap maap maap /bungkuk berkali2/?. Dan hallo semua yang baru baca ff absurd ku^^ terus baca sampai akhir ya, dan jangan lupa ripiu bebeb :* insyaallah ntar athor balas hehe. Juga mohon bantuannya buat para senior^^ saya baru buat ff haha makanya absurd sangat :" makasih semua yang sempetin baca dan udah ripiu^^ oh iyaa kalian bisa panggil tamtam, gausah author :"

Udah ah capek haha xD

Sampai jumpa di chapter selanjutnya^^v

ps: masih bingung mau nambahin SeKwang atau engga :" jadi maafin tamtam ya kalau ga ada mereka :" - keabisan ide /?