8-CELLENT! Book Zero : Special Class!

cast (Now) :

-Kim Jinwoo (Element Master)

-Byun Baekhyun (Weapon Man)

-Kwon Mina (Dangerous Fairy)

-Park Jimin (Beast Boy)

-Choi YoungJae (Kekkaishi / Priest guardian)

- Kim Namjoon (as guide teacher)

genre : FANTASY, SCHOOL LIFE, ROMANCE, YAOI AND STRAIGHT, HUMOR NGGA LUCU :")

author's note : Hello! ini part nol dari cerita ini. semoga suka. yaaaa bisa dibilang ngga seru sama sekali, tapi semoga terhibur. lalu… mungkin di book ini kalian ngga bakal nemuin romance, karena fokus sama perkenalan tokoh tokohnya HAHAHA. anyway selamat menikmati yaaa maaf kalo ngga seru. RnR jangan lupa ^^

Disclaimer : CAST PUNYA TUHAN! TWIST PLOT, TWIST AGE, YAOI, Khayalan tingkat zeus. ALUR CERITA, JIMIN, WOOHYUN PUNYA GUEEEEHHHH! /digeplak readers/

BOOK ZERO, BEGIN NOW.

2012, St. Evelyn, awal pertama masuk sekolah.

-author pov-

seorang namja muda terlihat mengendap-endap di belakang siswa baru yang sedang mengikuti upacara siswa baru. dari wajahnya ia tampak sangat menyesal.

"huh. coba mama dan baba membangunkanku dengan sedikit elit, aku tidak akan terlambat. huaaaaa menyebalkan sekali…" gerutu anak itu sambil menunduk nunduk menghindari tatapan para guru. nama anak itu… kim jinwoo. dari arah koridor sebelahnya, nampak seorang yeoja merangkak sambil menunduk dan…

BRUKK!

,

…menabrak kim jinwoo.

"Aduh!" keluh mereka bersamaan dengan keras dan…

semua guru… menatap mereka…

ups ralat. seluruh peserta upacara.

"sial" ucap keduanya lagi. lebih pelan. seorang guru wanita berkacamata menghampiri mereka lalu berjongkok depan mereka, menatap dengan tatapan aku-akan-menelanmu-hidup-hidup.

"terlambat, anak muda?" sapa guru tersebut sambil menjewer jinwoo dan anak wanita itu sampai mereka kesakitan. "jadi… tentu kalian memiliki nama, bukan? siapa nama kalian?" lanjutnya sambil tidak melepaskan jeweran di telinga mereka.

"a-adududuuuh sakit songsaenim" keluh si anak perempuan sambil memegang tangan songsae wanita tua galak. tapi beliau malah semakin menguatkan jewerannya.

"kwon mina, kim jinwoo! kalian disana rupanya" teriak seorang guru sambil berlari kearah mereka diikuti 3 siswa laki-laki. keempatnya sampai didepan mereka sambil menghela nafas lelah. lalu melepaskan tangan songsae itu dari telinga jinwoo dan mina, yang langsung mengelus telinga mereka yang memerah.

"kenapa kamu melepaskannya, guru muda? mereka terlambat, wajib terkena hukuman!" marah songsae tua kepada songsae yang baru datang itu. songsae muda yang baru datang itu hanya tersenyum sambil menarik tangan mina dan jinwoo.

"maaf, kepala pengajar hwang, tapi mereka adalah 'anak terpilih' itu." terang si guru muda. dan kepala pengajar hwang terperangah kaget. "kepala pengajar tidak ingin tangannya terbakar oleh api dari jinwoo atau termakan monster ciptaan mina, kan? jadi lebih baik kepala pengajar hwang melepaskan mereka, iyakan, jimin, baekhyun, youngjae?" tanya guru muda itu sambil tersenyum manis, dan 3 siswa dibelakangnya hanya mengangguk acuh, plus siswa blonde (yang diketahui bernama youngjae) mengetukkan jari jarinya pada tabnya. sedang bermain sudoku 18 x 18, siswa berbadan kekar (yang bernama jimin) sambil mendengarkan musik, dan… siswa pucat (yang bernama baekhyun) yang sibuk membetulkan polesan eyelinernya. hwang songsaengnim tampak menelan kasar ludahnya. "aku tidak mau mati dalam keadaan seperti ini" pikirnya.

"kepala pengajar tidak perlu takut. mereka baik. aku janji." kata guru muda tersebut. setelah mengecek penampilannya, ia tersenyum tampan pada pengajar huang sambil membungkuk, kelima siswa inipun ikut menunduk, memberi hormat dan beranjak pergi dari hadapan pengajar huang.

"uhm… songsaeng. jujur ya. dari tadi awal aku bertemu songsaeng sampai sekarang, aku belum mengenal anda dan jabatan anda. dan kenapa kami dipisahkan, dan kenapa kami disebut anak terpilih. dan kenapa… hmpft!" ucapan youngjae terputus oleh ulah jimin yang seenaknya "menutup" mulut dan mengakhiri game-sudoku- nya. "YAK! PARK JIMIN!" Geram youngjae sambil melepas headphone yang bertengger manis di telinga jimin. baekhyun yang ada di belakang mereka hanya tersenyum geli sambil mengemut permen. jinwoo berjalan di depan mereka tampak berhenti dan berfikir.

"kurasa pertanyaan youngjae benar, songsaengnim." seakan bisa membaca pikiran jinwoo, mina bersuara. songsaeng tampan itu menoleh kebelakang tepat di sebuah ruangan semacam aula bertuliskan "special do-jo"

"namaku Kim Namjoon, aku pembimbing kelas "istimewa ini", kenapa kalian dipilih? karena kemampuan kalian. lalu… apalagi tadi?" katanya sambil memilah milah kunci gedung itu. "ah ini dia." ucapnya sambil memasukkan kunci ke lubangnya, lalu membuka pintunya. "kenapa kami dipisahkan dari siswa lain, songsaeng? kami tahu kami istimewa, bahkan waktu SMP teman teman kami memanggilnya kutukan. tapi…" ucapan jimin terpotong karena melihat ruangan yang baru saja dibuka namjoon songsaengnim…

"wow kerennya… bahkan kebun sayuran appa kalah luas" Jimin

"lebih canggih dari laboratorium ayah…" mina

"ini terlalu luas. aku takut tubuhku berkeringat dan merusak make up ku." baekhyun

"bahkan 100 ekor gajah dimasukkan ke sini tempat ini akan tetap luas" youngjae

"hey ini akan menyenangkan…" jinwoo

"karena kalian sebenarnya disekolahkan disini bukan untuk belajar, kalian disini untuk menjadi "pahlawan"… dan oops. aku lupa. lepaskan sepatu kalian, taruh di loker dan gunakan sendal rumah. anggap saja rumah sendiri karena ini akan menjadi rumah kalian, pakaian dan kamar sudah kami sesuaikan dengan keadaan kamar di rumah kalian." jelas namjoon songsaengnim sambil masuk, diikuti oleh kelima anak itu. "jangan hanya melamun, ayo masuk!" ajak namjoon songsaengnim. dan seakan tersadar dari lamunan mereka, mereka masuk.

"selamat datang di speci-6, siswa terpilih." senyum namjoon songsaengnim.

sekarang sudah pukul 1 siang. sudah 2 jam namjoon meninggalkan mereka di lantai 1 special dojo untuk mengobrol dan mengakrabkan diri. mereka akan menjadi rekan satu tim, nantinya.

"HUWAAAAA JIMIN BOSAN!" teriak jimin sambil bergulingan di lantai kayu, diiringi oleh anggukan youngjae yang sedang tiduran santai di ayunan jaring, mina yang memakan potato chips sambil menonton TV, jinwoo yang sedang menggambar, dan baekhyun yang sedang membaca majalah fashion.

"bagaimana kalau kita berkenalan?" usul baekhyun.

"kita sudah melakukan itu prince charming" jawab youngjae

"maksudku… berkenalan semuanya, ayah, ibu, kemampuan, dan lain lain. ayolaaaah kita akan menjadi satu team dan kita belum mengetahui kemampuan teman kita sendiri? memalukan." cerocos namja pemakai eyeliner itu. semua tampak berfikir dan kemudian menganggguk.

"mari lakukan di ruang latihan, biar bebas." usul jinwoo sambil berjalan ke ruang latihan di dojo itu diikuti yang lain.

mereka duduk melingkar di tengah ruang latihan yang luas itu. tampak saling pandang tidak mengerti.

"jadi… jinwoo hyung terlebih dulu" usul youngjae. jinwoo memasang ekspresi bodoh, dan menatap youngjae.

"kenapa aku dulu? kau kan ketua disini, youngjae." elak jinwoo sambil melipat tangannya dan berekspresi seperti orang marah. jimin dan baekhyun melihatnya sambil tersenyum.

"karena hyung paling tua" kata baekhyun.

"setuju." kali ini jimin merasa bangga telah memukul telak jinwoo. jinwoo mendengus sambil berdiri.

"kalian tidak boleh seperti ini padaku. akan kuadukan kalian pada baba" ucapnya kesal. "baiklah. namaku Kim Jinwoo, seperti yang sudah kalian tau. babaku bernama Kim Yang Suk dan ibuku Jeon Na Hyeon. mereka presiden dan ibu negara." cerita jinwoo enteng, jimin yang minum sampai tersedak dan menyemburkan minumannya pada seragam youngjae. "PARK JIMIN!" teriak youngjae

"a-ah maafkan kami, tuan muda kim" kata baekhyun sambil tertawa lucu saat melihat pertengkaran kecil jimin dan youngjae. mina hanya menggendikkan kepalanya pada mereka berdua.

"jimin sangat menjijikan." keluh mina."lalu, apa kemampuanmu, jinwoo-ah?" lanjutnya sambil kembali menatap jinwoo. jinwoo tampak tersenyum, lalu memutarkan jari telunjuknya dan…

whuss…

terciptalah angin puyuh kecil untuk memisahkan youngjae dan jimin. kemudian menggunakan angin itu untuk mengeringkan baju youngjae. youngjae menatap jinwoo, menggumamkan terimakasih.

"aku… element-master." tegas jinwoo. iya tampak tersenyum bangga. "ternyata baba memasukkanku ke sekolah ini bukan karena dia takut. aku bertemu orang-orang yang sama denganku."lanjutnya. baekhyun mengangkat tangannya. "ini sangat menarik, jinwoo-ah" teriaknya semangat. "element apa saja yang bisa kamu kendalikan?" lanjutnya. jinwoo tampak sedikit tersenyum.

"kata "mereka", aku masih level 1, atau awal. aku baru bisa mengendalikan air, angin, api, tanah. oh iya dan baja, dan es juga" jelas jinwoo, lalu memulai memperlihatkan kemampuannya. mengeluarkan air dari botol jus jimin, lalu membuatnya membeku dan membelahnya menjadi 5 bagian. "ice stick, chingu?" tawar jinwoo sambil membagikan ice stick itu pada semua orang, dan jangan lupakan wajah merajuk jimin yang berkata "itu minumanku babo T_T" tapi yang lain malah tertawa senang sambil memakan es itu. jinwoo duduk, lalu baekhyun berdiri. "giliranku" ucapnya.

baekhyun berdiri menjauhi mereka sedikit. "Namaku BYUN BAEKHYUN! aku putra perdana menteri korea selatan dan ibuku seorang pemilik maskapai penerbangan! cita citaku menjadi Aktor ternama tapi ayah bahkan tidak mengizinkanku ikut sekolah teather!" teriaknya. "oh iya, aku WEAPONMAN! aku MENGUBAH PERMEN menjadi SENJATA YANG AKU INGINKAN SELAMA 15 MENIT. SEPERTI INI!" teriaknya sambil menyeringai, lalu mengeluarkan permen dari sakunya dan mengubahnya menjadi…

Pedang.

'dia cantik dan imut tapi menyeramkan sekali ' pikir mereka ber4 sambil bergidik. lalu ia mengeluarkan candy jelly dari sakunya dan mengubahnya menjadi… handgun. "kata mereka kemampuan transformasi permen ini masih level 1. tapi kemampuan menembakku sempurna. ada yang mau mencoba?"tawarnya sambil berekspresi imut. membuat yang lain terperangah kaget "dasar bipolar" gumam jimin. baekhyun mendekat pada mereka dan merubah kembali senjatanya menjadi permen, lalu memakannya.

"berikutnya aku saja, bagaimana?" tanya mina sambil berdiri menjauh dari mereka sedikit. "aku, Kwon Mina. kedua ayah dan ibuku adalah peneliti." ungkap gadis bermata doe itu. ia lalu mengikat rambutnya ke samping bawah dan memejamkan matanya. lalu…

whusss…

muncul sepasang sayap peri dari punggungnya. "aku, FAIRY. saat ini aku masih tahap awal, aku hanya bisa terbang, menyembuhkan luka, dan membuat ramuan yang bisa menciptakan monster, seperti ini…" ia terbang menuju ke arah mereka dan mengambil botol minum jimin yang tergeletak mengenaskan disamping baekhyun.

"kau benar benar seperti malaikat" puji baekhyun dan mina hanya tersenyum. ia mengambil sesuatu dari saku seragamnya dan meneteskannya pada botol jimin itu… dan botol itu…

"GROOAAAAAARRRR" berubah jadi monster setinggi 4 kaki, namun tampak seperti botol (terlihat dari tulisan merek jus yang terdapat di punggungnya) yang lain kaget, dan bersiap menyerang monster botol itu,tapi mina menggeleng pelan.

"monster ini jinak, karena tau kalian temanku^^" kata mina sambil duduk di kepala monster itu. "next?" lanjut mina.

'yang cantik semua menyeramkan, yang satu bipolar yang satu… ibu monster' keluh jimin dalam hati, kemudian ia berdiri berikutnya, lalu sedikit menjauh dari mereka.

"hey mina-ah, kita jadikan dia monster pembersih rumah, bagaimana?" usul youngjae, yang lain nampak berfikir dan mengangguk. "SETUJU!" Teriak mina lain bertepuk tangan, kecuali jimin, ia merasa tak dihargai disini-_- ia berdeham agar mendapat perhatian kawan kawannya, yang seketika menoleh padanya.

"ah maaf jiminnie, haha okay giliranmu" kata jinwoo sambil memperhatikan jimin dan tersenyum manis. jimin menghela nafas berat, seperti… kecewa.

"namaku PARK JIMIN, aku putra dari pemilik PJC entertainment." katanya sambil menunduk. 'ah, pasti mereka tidak memperdulikan aku' pikirnya.

"kau… anak JinYoung Ahjussi? adik dari Chanyeol dari EXO itu?" tanya baekhyun memastikan. ia mengangguk sambil tetap menunduk. "aku BEASTBOY. aku mampu berubah menjadi binatang selama 15 menit -untuk saat ini- ketika aku mengecap darahku dan yaaa aku ahli pertarungan jarak dekat. aku lebih suka olahraga dibanding menjadi artis seperti channie hyung" jelas jimin, lalu ia menggigit bibirnya sampai berdarah dan menjikatnya lalu…

POFF!

Jimin berubah menjadi seekor anjing dan mengistirahatkan dirinya di pangkuan jinwoo. jinwoo hanya menurut lalu mengelusi jimin, yang nampak mulai terlelap. youngjae berdiri, lalu memperkenalkan diri.

"aku, Choi Youngjae. putra pemilik sekolah ini." katanya bangga. yang lain mengangguk mengerti. 'pantas saja ia besar kepala dan cerewet' pikir mina. "Aku KEKKAISHI. kemampuanku membuat pelindung sekaligus alat penyerangan transparan, mina, bisa minta tolong buatkan monster? aku mau mendemonstrasikannya" katanya. ia lalu membuat kekkai pelindung sekitar mereka. sedangkan mina membuat monster dari bungkus permen baekhyun. yang lain tampak memperhatikan dengan seksama.

"KEKKAI PENYERANG!" teriak youngjae sambil menunjuk ke arah monster bungkus plastik itu, dan seketika monster tersebut terbungkus kekkai, yang makin lama makin mengecil. "LEDAKKAN!" teriaknya lagi. dan…

DUARRR! seketika kekkai dan monster itu meledak, menyisakan tetesan ramuan yang kembali ke botol milik mina serta bungkus permen yang terbawa angin… bukan terbawa, tapi terhisap oleh lubang hitam mini.

"dan aku, kim namjoon, pembimbing keren kalian pemilik lubang hitam" kata namjoon songsaeng yang muncul dari balik pohon kecil di ruang latian. jinwoo langsung membangunkan jimin yang sudah kembali jadi manusia, lalu mereka serempak berdiri dan membungkuk. "oh iya, apa aku sudah berkata kenapa youngjae yang jadi ketua? dia adalah pemilik IQ 189, membuatnya bisa merencanakan strategi dengan cepat" lanjut namjoon songsaeng. "maaf mengganggu waktu istirahat kalian, tapi… ini darurat." lanjut namjoon songsaeng sambil mendekat pada mereka.

"sebenarnya ada apa songsaengnim?" tanya baekhyun, semua berjalan kearah songsaengnim tampan itu. namjoon tampak menimbang nimbang...

"uhm anu… Villeinz sudah kembali bergerak. mereka mengobrak abrik mokpo dan pelelangan ikannya. karena faktanya 'batu permata no 3' ada di sana. setadinya aku akam menerjunkan timku untuk kesana, tapi sepertinya mereka sedang sibuk, sedangkan kalian…" namjoon menggantungkan ucapannya, ragu. kelima remaja itu tampak tersenyum sambil menatap satu sama lain. "izinkan kami pergi kesana. kami berjanji membawa permata itu ke sini." yakin youngjae dan diangguki oleh keempat temannya. "kalian yakin? aku takut kalian kenapa-napa…" khawatir namjoon. sedangkan remaja yang dikhawatirkan hanya menggeleng pelan.

"percaya pada kami, songsaeng." yakin jinwoo. "jadi… dimana pelelangan ikan itu dan kami akan menggunakan apa untuk kesana?" lanjutnya. namjoon songsaeng tampak mengeluarkan kunci dari sakunya, lalu tersenyum bangga pada mereka.

"come on kids, biarkan namjoon tampan ini mengantarkan kalian ke sana, menggunakan JET PRIBADI." ungkapnya sambil berlalu, diikuti anak anak itu.

"PERANG BARU SAJA DIMULAI, VILLEINZ!"

TBC.

.

.

.

RNR? ^^