~~~DISCLAIMER~~~
Naruto milik Masashi Kishimoto
Cerita dan OC milik ku sendiri
~~Warning~~
For T semi M (for this chapter),Typo,OC,Maybe OOC,Bahasa Translate Google(Jepang),Properti kadang-kadang nggak nyambung,Jalan pemikiran sendiri,Fantasi terlalu tinggi,Nyempil hewan kuchiyose pokemon,Hasil dari impian sang Author.
Main Chara:OC.
Summary: 'Aku harap, Aku tinggal di dunia ninja'/"Siapa kau?"/"Dimensi lain eh?"/Aku tinggal di Tokyo abad 21, selebihnya tidak usah di bicarakan. Seperti yang kalian tau, aku penggemar acara TV Naruto dan mengimpikan tinggal di sana. Bagaimana jika mimpi itu jadi kenyataan?/[Warning Inside]/R&R Please~~
.
.
.
No!, Unbelivable!
.
Chap 1:'m here, but my memory
.
-Yuki POV Start-
'Aku harap, Aku tinggal di dunia ninja'
'Wush'
.
.
.
Lalu aku tertidur di balkon kamarku. Tapi, sepertinya bukan tidur yang biasanya, sebelum tertidur sepertinya aku mendengar seseuatu.
-Yuki POV End-
.
.
.
-Normal POV-
Di suatu daerah, di dunia ninja, di hutan belantara. Ada empat orang ninja yang sepertinya sedang melaksanakan misi.
"Lukamu tidak terlalu dalam tapi, jangan banyak bergerak" Seorang gadis berambut coklat, sedang mengobati seorang pemuda berambut Raven, berkacamata atau bisa di katakan pelindung mata berwarna Orange.
"Terima kasih, Rin" Jawab pemuda tersebut.
"Ya, sama-sama Obito, kita kan teman satu tim" Jawab gadis itu yang bernama Rin, Nohara Rin.
"Hehehe" Tawa pahit Obito sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kau terlalu memanjakannya, Rin" Kalimat yang tiba-tiba di lontarkan oleh pemuda bersurai perak, siapa lagi kalau bukan si Hatake Kakashi.
"Hmm!" Gumam Obito sambil membuang mukanya.
"Sudahlah kalian berdua, jangan membuat keributan. Ingat kerja sama adalah inti dari kekuatan tim" Dia sepertinya Sensei mereka, yang tidak lain dan tidak bukan dia adalah Minato Namikaze.
"Baik Sensei!" Seru mereka bertiga, lalu.
'Krak' 'Krsk' 'Krtk' 'Bugh'
"Suara apa itu?" Obito terlihat waspada dan tiga dari mereka juga melakukan hal yang sama.
"Biarkan aku yang memeriksanya" Kakashi berjalan menuju ke sumber suara tersebut.
"..." Kakashi menyiapkan pedang perkanya, lalu.
"Hmm!" Ia terkejut atas apa yang dia lihat, seorang gadis yang sepertinya dalam keadaan pingsan, di sebelahnya ada sebuah ransel yang berukuran medium dan kacamata berwarna biru. Yang mengejutkan Kakashi, gadis itu dalam keadaan...telajang.
"Aghh!" Kakashi melompat dari tempat itu, lalu menuju tempat teman-temannya.
"Ada apa Kakashi?" Tanya Senseinya kepada pemuda bersurai perak yang sedang mengatur nafas dengan wajah memerah.
"Ada-hah-ada-hah yang pingsan-hah" Ucap Kakashi di sela nafasnya yang 'teratur'.
"Baiklah aku periksa" Ucap Minato lalu di hadang Kakashi.
"Sensei di sini saja biar Rin yang ke sana" Selat Kakashi yang sedang gelisah (sepertinya).
"Kenapa?" Tanya si 'Kilat kuning'
"Karena...karena dia...telanjang" Blush, semua pria yang ada di sana wajah mereka memerah.
"Kau tidak melihat..." Tanya Rin yang wajahnya merona.
"Tidak, kebetulan di terpelungkup" Wajah Kakashi masih memerah.
"Baiklah, kebetulan aku juga membawa baju cadangan" Rin mulai melangkah menuju tempat yang di katakan Kakashi.
"..." Semua terdiam.
.
.
.
-Yuki? POV Start-
"Hmm~~" Aku mulai bangun.
"Kau tidak apa-apa" Ucap seseorang di depanku.
"Kau..." Sharingan itu, rambut berwarna Raven, dia Uchiha.
"Kau sepertinya bukan ninja biasa, kau memiliki kekuatan Kekkei genkai dan chakramu tidak biasa" Apa yang di katakannya?, Ninja?, Kekkei genkai?,Chakra?. Kami-sama apa ini mimpi?!.
"Apa maksudmu?"
"Kau akan menjadi penuntung sebuah cahaya di konoha" Konoha!?, apa lagi ini!.
"Sebelum itu..." Di mengeluarkan Sharingan lalu menatapku, lalu... Aku pinsan.
-Yuki? POV End-
.
.
.
-Normal POV-
"Itu dia!" Kaat Rin lalu mendekati gadis yang pingsan itu.
"Baiklah, kaitkan pakaian di badannya" Rin memakaikan pakaian gantinya, sebuah blus berlengan pendek sampai siku berwarna biru bergaris merah, celana pendek sampai lutut berwarna abu-abu.
Setelah beberapa saat memakaikan pakaiannya kepada si gadis misterius itu, Hitai-ate gadis misterius itu jatuh, membuat Rin kaget.
"Hitai-ate Konohagakure" Rin mengambil Hitai-ate itu dan kacamatanya lalu memasukkan ke dalam ransel gadis itu, lalu memapahnya menuju ke tempat teman-temannya.
"Teman-teman tolong bantu aku!" Rin berteriak membuat semua orang yang di sana langsung menghampiri Rin dan membantu memampah gadis itu dan ranselnya.
"Kenapa kau bawa dia ke sini Rin?" Tanya Kakashi bersambut tatapan dari dua orang lainnya.
"Iya, apa kau tidak berpikir dia itu musuh?" Tanya Minato kepada Rin.
"Karena ini..." Rin merabah ransel itu dan mengeluarkan bukti.
"Dia dari Konoha" Menunjukkan Hitai-ate gadis itu yang menunjukkan dia dari Konoha.
"Tapi, aku tidak pernah melihatnya di desa" Obito mulai angkat bicara membuat Kakashi untuk pertama kalinya menyetujui perkataannya.
"Iya, tapi aku tidak rela dia pingsan dalam keadaan telanjang dan meninggalkan dia terkena masalahnya lagi, walapun kami tidak memiliki ikatan darah atau teman tapi, kami sama-sama kunoichi" Jelas Rin dengan mantap sambil mengalirkan chakra hijaunya ke gadis itu.
"Dia tidak apa-apa tapi chakranya aneh" Rin menghentikan chakranya lalu menatap gadis itu.
"Chakra?" Obito tampak penasaran.
"Chakranya bergerak sangat cepat dan regenerasinya juga cepat sekali" Rin tampak berpikir.
"Tapi, sepertinya ada sesuatu di dalam dirinya" Lanjut Rin.
"Maksudmu dia Jinchūriki?" Tanya Kakashi dan mendekat kepada sang pemilik chakra tersebut.
"Aku ragu..."
"Baiklah, sekarang kita kembali ke desa dan merawat gadis ini" Kata calon Yondaime itu.
"Tapi, apakah kita tidak menunggunya sadar saja?" Tanya Obito.
"Tidak, dia tidak akan sadar" Balas Kakashi dengan pandangan malas.
"Kenapa?"
"Sepertinya dia terkena genjutsunya sendiri" Timpal Minato kepada muridnya lalu menggendong gadis itu ala Bridal Style.
"Baiklah, berangkat!" Lalu semua orang di sana menghilang.
.
.
.
-Yuki? POV Start-
"Hmm~~" Aku mulai membuka mataku, aku tersentak kaget. Aku ada dimana?, langit-langit ruangan ini berwarna putih.
"Dimana aku?, siapa aku?, kenapa aku di sini?" Tanyaku kepada diri sendiri.
Aku melihat sekeliling, di kiri ada sebuah tirai, di kanan ada jendela, ternyata sudah malam.
"Kau sudah sadar?" Tanya seseorang membuatku kaget.
"Siapa kau?" Tanyaku kepada sosok perempuan yang duduk di tepi jendela.
"Panggil aku Akun" Jawabnya.
"Akun?" Aku heran dengan orang ini.
"Ya, Namamu adalah Yuki Aruha" Apa dia tau namaku?.
"Lalu, apakah kau tau dimana aku sekarang?" Tanyaku kepada orang itu.
"Konoha, desa dari negara Api salah satu dari lima negara besar" Jelasnya semakin membuatku bingung. Tapi, aku bersyukur aku tahu sekarang ada dimana.
"Lalu, kenapa aku ada di sini?" Tanyaku lagi.
"Sudah dengan pertanyaan sekarang aku yang akan bertanya"
"Apa?"
"Maukah kau ku ajari mengendalikan chakra?" Tanyanya, aku memang tidak mengingat siapa diriku. Tapi, aku mengingat apa itu Shinobi, chakra dan jutsu dsb.
"Apa itu energi yang ada di dalam tubuh?" Tanyaku lagi.
"Iya"
"Baiklah"
"Tapi, kau harus merahasiakan kekuatan yang kuajarkan sampai saatnya kau tunjukkan" Aku tidak tau apa yang dia bicarakan. Tapi, aku menyetujuinya. Lalu kami berteleportasi ke suatu tempat katanya.
.
.
.
"Baiklah hanya itu saja yang kuajarkan" Dia wanita berambut Ruby bermata Onyx, dan baiklah sekarang aku bisa mengendalikan chakra, chakraku berelemen air dan api.
"Simpan tenaga matamu, jangan menggunakannya kalau bukan di situasi darurat" Kekkei genkai dan Doujutsu, kekuatan mataku adalah yang kanan bisa melihat kenyataan dan keadaan yang sebenarnya atau bisa di bilang kebal dengan genjutsu, dan yang kiri bisa mengetahui pikiran sesorang, hanya dengan memandang obyek tersebut dengan satu mata atau kedua-duanya. Aku juga bisa meningkatkan chakraku atau orang lain hanya dengan bernyanyi.
"Terima kasih atas bimbingannya Akun-sensei" Aku membungkuk dan memberi hormat.
"Ingat, jangan menggunakan kekuatan yang kuajarkan sampai saatnya tiba"
"Baiklah"
"Kita akan kembali dimana kita pertama kali bertemu, dan kau hanya merasa meninggalkan tempat itu selama satu menit" Jelasny panjang lebar, lalu berteleportasi menuju rumah sakit itu.
.
.
.
Sudah semalaman aku tidak bisa tidur, aku memakai kacamataku dan kuputuskan untuk berjalan-jalan sedikit lalu aku mencapai atap.
"Ah~~, bintangnya banyak sekali" Aku merasa nyaman melihat bintang-bintang itu.
"Kau sudah sembuh?" Ada yang bertanya di belakangku, lantas menoleh dan melihat seseorang bersurai perak.
"Namaku Kakashi, dan kau?" Tanyanya sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Aku Yuki Aruha" Aku ragu dengan dia lalu menyambut tangannya dan berjabat tangan sesaat.
"Aruha-san, apa kau benar-benar pulih?" Tanyanya padaku sambil mengadahkan wajahnya ke arah yang ku lihat saat ini.
"Kenapa kau begitu memperhatikanku?" Aku memandang wajahnya.
"Tidak, timku yang menemukanmu dan otomatis kami bertanggung jawab atas dirimu di desa Konoha ini" Sambil dia menggaruk kepalanya yang aku yakin tidak gatal itu, dia berjalan ke arahku lalu duduk di sebelah kanan ku.
"Apakah kau tau?, di sana ada banyak orang seperti kita?" Kataku sambil mengadahkan kepalaku lagi keal arah langit.
"Tidak, aku hanya berpikir 'Tempatku pulang adalah desaku' aku tidak memikirkan hal semacam itu" Jawabnya membuatku sedikit tertawa.
"Pikiranmu sederhana sekali ya, Hatake-san" Sambil melihat wajahnya yang di timpa sinar bulan.
"Aku memang suka kesederhanaan dan aku lebih memilih mematuhi aturan" Dia terlihat serius dan tangannya bergetar. Aku ingin tahu apa yang terjadi jelas saja aku mengaktifkan Doujutsu mata kiriku untuk melihat isi pikirannya.
'Maaf Sensei aku melangar janji. Tapi aku penasaran' Batinku lalu melihat masa lalunya yang dia pikirkan saat itulah aku tersenyum mengagumi ketegasannya terhadap aturan.
"Aku yakin, si 'Taring putih' pasti punya alasan untuk melanggar peraturan kan?, Hatake-san" Kataku sambil tersenyum dan melihat raut wajahnya kaget namun berubah menjadi tatapan lembut.
"Kau benar, dia ingin menyelamatkan temannya. Tapi, dia.." Kalimatnya menggantung, aku tahu apa yang ia pikirkan, lantas saja aku menepuk pundaknya.
"Pasti ayahmu yang ada di sana akan sedih melihatmu seperti ini Hatake-san" Jawabku sambil menunjuk ke arah langit yang berisi ribuan bintang dan sepertinya ia tersenyum di balik maskernya itu.
"Terima kasih, Aruha-san" Katanya tulus dan matanya menutup, menandakan dia sedang tersenyum di balik maskernya.
"Panggil saja Yuu, Hatake-san" Aku tersenyum balik ke arahnya.
"Kau juga Yuu-san, panggil saja aku Kakashi" Lalu kami menghabiskan malam dengan mengobrol, bercanda dan tertawa.
-Yuki POV End-
.
.
.
-Kakashi POV Start-
Pagi hari sudah datang, semalaman sudah aku berbincang dengan Yuki dan aku ada janji dengan Minato-sensei, berkumpul pagi ini di ruangan Hokage untuk melapor.
"Huft, dia memang mengerti perasaanku" Senyuman kecil tergantung di balik maskerku.
"Hey, Kakashi masih pagi jangan jadi gila" Seseorang di belakangku, Kurenai dan Asuma.
"Apa ini karena gadis itu hm?, Kakashi?" Kurenai memang seperti itu, selalu ingin tahu semuanya.
"Tidak" Jawaban jelas nan singkat mampu mendiamkan mereka berdua.
"Tapi, kenapa sejak gadis itu datang kau sepertinya sering tersenyum" Goda Kurenai sambil menyikut Asuma.
"Iya, Tidak-Kakashi-sama-sekali" Sekarang Asuma ledekkannya dengan nada yang dibuat-buat, aku berusaha menahan untuk tidak tertawa.
"Memang, aku pergi dulu" Lalu aku meninggalkan mereka yang masih meledekku.
Setelah beberapa saat aku sudah di ruangan Hokage.
"Sekarang kau yang terlambat, Kakashi" Obito sudah beberapa kali kau terlambat, sekarang aku terlambat satu kali dan kau sudah meledekku sampai begitu.
"Aku tersesat di jalan yang bernama kehidupan" Kataku bohong.
"Alasan yang konyol" Obito, kau lupa betapa sering terlambatnya dirimu?.
"Sudah-sudah jangan bertengakar" Lerai Minato-sensei.
"Sekarang kita mulai" 'Rapat' pun dimulai.
-Kakashi POV End-
.
.
.
-Yuu(Yuki) POV Start-
"Huft, untung saja kau tidak ketahuan melakukannya" Akun-sensei dan aku sekarang ada di tempat biasa, di tengah hutan dengan jutsu teleportasinya.
"Maaf, aku hanya penasaran" Aku merunduk merutuki kesalahanku.
"Ya, tidak apa" Dia mengadahkan wajahnya menuju burung yang sudang berkicau.
"Aku harap kau bisa menggunakan jutsu itu dengan baik, Yuu-chan" Lalu dia menoleh ke arahku dan tersenyum.
"Aku akan usahakan Sensei" Lalu membalas senyumnya.
"Aku akan merestuimu dengan Kakashi" Sensei kenapa tiba-tiba..
"Kenapa aku tahu?, tentu saja aku tau kau kan muridku" Lalu berbalik arah ke arahku lalu mengacak rambutku dan membawa kami kembali.
.
.
.
-Normal POV-
Di ruang Hokage, masih terlihat yang di sebut Kakashi 'Rapat' yang 'menyenangkan'.
"Baiklah, hanya iti Hokage-sama" Minato menutup pembicaraan.
"Baiklah, sekarang aku ingin tau kenapa kau membawa seorang gadis itu?" Tanya Hiruzen a.k.a Hokage.
"Karena, dia memiliki Hitai-ate milik konoha" Balas Rin.
"Tapi aku tidak pernah melihatnya di desa" Jawab sang Hokage.
"Apa kalian tau namanya?" Tanya Hokage kepada tim Minato.
"Kami belum menanyakannya aku nanti-" Ucapan Minato terhenti karena Kakashi memotong pembicaraan.
"Namanya Yuki Aruha" Jawab Kakashi membuat sang Hokage kaget dan yang lain menatapnya bingung.
"Kenapa kau bisa tahu Kakashi?" Rin bertanya dengan rasa penasaran.
"Iya, apa kau sudah bertemu dengannya semalam?" Obito tertawa, ingin bercanda tapi itu kenyataannya.
"Iya, aku bertemu dengannya semalam dan sempat berbicara semalaman dengannya" Membuat Obito berhenti tertawa.
"Ar-aruha?" Hokage menegang tidak percaya.
"Kenapa Hokage-sama?" Tanya Minato.
"Klan Aruha adalah klan yang unik, klan tersebut memiliki kemampuan yang unik dan satu-satunya memiliki kekuatan tersebut-" Jelas Hokage.
"..." Semua terdiam dan ingin mendengar penjelasannya lebih lanjut.
"-Kekuatan tersebut adalah nyanyian dan suara dari alat musik" Sambung penjelasnya.
"Jadi, intinya klan Aruha mengandalkan kekuatan musik untuk meningkatkan chakra?" Tanya Rin kepada sang Hokage.
"Benar. Tapi, desa klan Aruha tiba-tiba kosong, tidak ada orang di desa tersebut. Tapi, ada seseorang yang mengaku mendengar suara tangisan bayi di sana, mungkin dia lah bayi itu" Jelas Hokage lagi dan menunjukkan raut wajah berpikir.
"Hmm, baiklah Kakashi panggil dan ajak dia untuk menemuiku" Perintah Hokage ke-tiga.
"Baik, akan kulaksanakan" Jawab Kakashi lalu pergi dari ruangan tersebut.
'Apakah, klan itu istimewa?' Batin Kakashi lalu menuju rumah sakit yang menampung Yuki di sana.
.
TBC
.
Sthef KURAWA : Udah lanjut Kurawa-san.
NurmalaPrieska : Kalau kepo terua ikut ceritaku ya!~~ udah lanjut nih~~
Note Author : Makasih ya yang udah membaca karya ku yang GaJe ini. Sudah ada yang baca saja sudah bikin semangat, terus baca karyaku ini ya. REVIEW PLEASE~~
