sekali lagi minna-san hounto ni gomenasai...akira telat sangat update nya...biasa akira sibuk...apa lagi kurang 4 bulan lagi akira ada ujian...#alasandoank..

Yang punya Naruto itu om Masasi. Akira Cuma pinjem chara doank. Misalnya Akira yang punya pasti bukan Naruto lagi judulnya tapi SasuGaaHina. ... hahahaha...udah ah...

Note: mungkin ini agag geje? Kuarang kretive. Banyak tipo. N bahasa aneh.

Cor Heres

"Kinshi"

禁止

Pepatah lama mengatakan bila peraturan ada untuk di langgar.

Dengan kecepatan standart dan langkah kaki yang standart pula, Sasuke memasuki ruang tidur yang lumayan besar dengan ranjang ukuran king size berwarna biru gelap, sebuah lemari kecil antik dengan warna senada dan ada yang aneh dalam kamar ini.

'Kenapa kelambu ini tebal sekali? Bahkan cahaya matahari pun tak akan dapat masuk. Aneh' pikir Sasuke.

Entah memang Sasuke belum pernah dengar atau baca ya, kalau yang namanya vampire itu benci banget dengan sinar matahari.

Sasuke berbaring di ranjangnya, tangannya mengelus-elus permukaan nakas yang lembut, dengan kain satin sebagai selimutnya. Matanya perlahan-lahan terlelap, meski tak mengerti, sudah naluriah ia mangantuk dan merasa lemah pada saat hari mulai beranjak dari gelapnya sang malam. Kilas kenangan mulai terlintas dalam mimpi Sasuke, seakan ia berada dalam adegan-adegan kenangan itu.

Sasuke's dream

Seorang wanita berambut indigo segelap malam, tangannya yang mungil dan gemetar. Poninya menutupi sebagaian wajahnya, mulutnya yang mungil dan merah mudah bergetar seperti menahan tangis yang akan meledak bila ia bergerak lebih dari ini, Sasuke tahu dia adalah Hinata. Di depannya terdapat seorang yang sangat mirip dengannya, namun berambut coklat gelap dan berwajah stoic dan seorang wanita yang tengah berbaring di sebuah ranjang tenang tak begerak. Wanita itu mirip sekali dengan Hinata. Mungkin ibunya. Kemudian datang seorang berambut merah muda dengan jas putih panjang mungkin dia dokter.

"Tenangkan dirimu dan bersabarlah Hinata-sama."

"Sakura-san. Bagaimana?" tanya pria itu kepada wanita berambut merah mudah yang diketahui bernama Sakura.

"Maaf Hiasi-sama, mungkin malam ini, beliau tidak akan dapat melewatinya. Tabahkan diri anda. Maaf juga karena Tsunade-sama tidak dapat membantu."

"Tidak apa-apa, aku tahu, dia sibuk dan perjalanannya tidak mungkin juga sampai ke sini minggu ini."

Wanita yang terbaring itu membuka mata dan tersenyum untuk terakhir kalinya, walau yang bisa melihat hanya Hinata dan Sasuke sendiri. Hanya maaf yang terdengar dari mulut wanita itu. Seketika itu juga Hinata tak sadarkan diri.

End of sasuke's dream

Sasuke membuka mata, menatap kelambu ranjangnya yang lembut dengan bahan beledu terbaik yang pernah dilihatnya.

'Ah.. kenapa lagi aku, kenapa mimpi itu begitu nyata, sepertinya itu bukan kenanganku. Sial, andai saja ada yang mau menjelaskan semua ini. Ah...brengsek.'

Dengan lagkah pelan namun pasti Sasuke turun dari ranjang menuju kamar mandi yang berada dekat dengan laci kecil sebelah ranjang. Dinyalakannya shower, air dingin keluar dan membasahi tubuhnya. Pikiran yang semula merupakan gumpalan benang tak jelas kini mulai teratur dan menghilang bersama basahnya tiap inchi tubuh Sasuke. Setelah merasa ringan, ia berjalan menuju laci, mencari baju yang mungkin cocok dengannya. Kaos biru indigo, dengan celana panjang warna senada. Biarlah yang penting muat. Memang ukuran tubuh Sasuke standart tubuh ukuran M.

Dengan kecepatan konstan ia menuju pintu dan melangkah ke kamar ujung. Kamar diujung lantai ini begitu berbeda. Yah.. bagaimana tidak ukiran dipintu saja sudah sangat indah dengan sulur-sulur tumbuhan dan beberapa bunga lavender yang membingkai. Dibukanya kamar itu. Begitu kagetnya Sasuke. Ia melihat sesosok tubuh mungil Hinata yang terbalut selimut lembut dengan wajahnya yang imut sedang tidur. Entah kenapa begitu mendekat dan melihat leher jenjang putih mulus Hinata, perut Sasuke bergejolak seperti ada sesuatu yang bergelenyar didalamnya.

Hinata POV

Tangan kekar itu mulai mendekat, mimpikah ini? Ah mungkin saja. Tidak. Ini bukan mimpi. Sentuhannya yang lembut itu begitu nyata di leherku. Perlahan namun jelas orang itu. Sasuke. Sasuke yang kulihat, sedang apa dia? Berani-beraninya ia masuk kamar ini. Wajahnya semakin dekat, bagaimana ini? Kenapa harus begini? Ah, sial tubuhku masih lemas. Tinggal sehelai rambut saja maka hidung kami akan bertemu. Bibirnya tersenyum.

Normal POV

Sasuke semakin mendekat dan akhirnya menyatukan mulut mereka. Sapuan-sapuan ringan bibir Sasuke membuat Hinata terlena dan melupakan logikanya. Dengan sedikit desakan dari Saseke, bibir Hinata terbuka. Bibir bertemu bibir. Lidah bertemu lidah. Sesaat hanya belai-belai ringan yang dilancarkan Sasuke, namun semakin lama semakin menjadi gairah yang menyesatkan. Dengan keahlian yang mungkin sudah Sasuke miliki sejak lama walau ia tak tahu. Lidahnya semakin berani mengeksplorasi ruang dalam mulut Hinata. Desah kenikmatan. Itulah yang keluar dari mulut mungil Hinata bukan protes seperti yang diperintahkan otaknya. Tangannya yang mungil mulai meraba badan indah Sasuke walau tujuan utamanya adalah mendorong Sasuke agar manjauh dan menghentikan aktifitasnya sekarang, entah mengapa tangan itu mulai memberontak perintahnya, malah dengan keyakinan yang dapat mempertegun Hinata sendiri, ia mendekap Sasuke agar lebih dekat dan menciumnya lebih dalam lagi.

Entah dari mana hasrat untuk lebih dekat dan lebih erat memeluk dan meraba tubuh Hinata ada. Namun Sasuke menyakinkan diri lagi bahwa ini hanya ketertarikan tubuh saja dan ia sedang dipengaruhi hormon.

Dengan mata yang menggelap sayu. Sasuke menatap mata Hinata, mencoba menerka bagaimana reaksi Hinata atas ciumannya. Entah bagaimana Sasuke peduli bagaimana reaksi Hinata, yang Sasuke pikirkan ia harus tahu apa ciumannya disukai Hinata atau tidak. Dan ia merasa harus tahu.

Bibir Hinata melengkung membentuk senyum menawan. Rona merah mulai merekah di lesung pipinya.

"Em, an-no, kenapa kau di sini?"

"Menurutmu?"

"Entahlah, tidak pernah ada orang yang kesini selain aku yang memanggilnya."

"Hn"

"Kenapa?" Hinata masih bingung dengan Sasuke yang hanya menatapnya lurus dengan senyum kecil di wajahnya.

"Aku hanya merasa aku membutuhkanmu dan kau membutuhkanku. Apa kau keberatan chara*? (arti chara, sayang)

Ketika kegelapan mulai menapaki singgasana sang matahari. Dengan pasti kagiatan malam juga turut hadir sebagai pengawal sang malam. Seorang vampire berambut coklat panjang sehalus beledu malam berjalan menyusuri lorong panjang castle. Diprediksikan menuju kamar yang paling ujung di lantai dua tersebut.

Terdengar suara percakapan yang berasal dari dalam kamar.

"kenapa?" tanya seorang gadis, yang dapat di pastikan sebagai Hinata.

"Aku hanya merasa aku membutuhkanmu dan kau membutuhkanku. Apa kau keberatan chara?"

Mungkin itu adalah suara seorang laki-laki yang telah berubah menjadi vampire kemarin. Tapi yang dia bingungkan adalah mengapa dia ke kamar yang jelas-jelas terlarang baginya.

'sial. Dasar vampire ingusan. Beraninya masuk dalam kamar Hinata-hime.'

Dengan kemarahan yang sudah memuncak di kepalanya,

BRAAKKK

Pintu terbuka, manampakkan seorang pria yang tengah menindih Hinata. Siapa lagi kalau bukan si pantat ayam Sasuke.(Author: "piece Sasu-chan...upst..Sasu-kun...hehehe") Tangannya menyentuh pipi mulus nan lembut Hinata yang bahkan Neji saja masih belum berani menyentuhnya, tentu saja dilain kesempatan bila Hinata tidak sadar ia akan menyentuhnya. Sedang tangan satunya berada di...di...DADA HINATA –HIME.

'SIAL. Dasar brengsek. Ayam got itu berani-beraninya. Fuck' tentu saja pemirsa hal ini tidak terucap dalam mulut Neji namun terucap beribu kali dalam benak Vampire muda itu, yah walau tidak pasti Neji itu berumur berapa.

Dengan kemarahan yang sudah tidak ada pengehambatnya. Melayanglah tinju dan jurus 24 pukulan andalannya. Namun dengan insting yang entah Sasuke dapat darimana ia dapat menghindari semua pukulan Neji.

"Aku mohon jangan berkelahi di kamarku. Hargailah aku." Pinta Hinata tegas. Ada perintah yang tek terbantahkan menyertai suara merdunya.

"Tapi Hina-hime, ia telah menyentuhmu." Protes Neji, tak mau kalah.

"Neji-nii, aku yang akan mengurus Sasuke. Lagi pula ia adalah tanggung jawabku sekarang. Apakah Neji-nii tidak percaya padaku?" meski itu ucapan yang bisa saja dia hiraukan, namun ada nada berwibawa dan kepercayaan menyertainya yang bila ditolak akan menimbulkan luka di hati.

"Baiklah Hinata Hyuuga. Terserah."

'Baru kali ini Neji-nii memanggil nama lengkapku. Ah..dia benar-benar marah. Kami-sama bagaimana ini? Kalau Neji-nii bilang ke ayah. Ah...tamat sudah.' Batin Hinata

Dengan lagkah gontai Neji keluar dari kamar tersebut, hatinya perih tak tertahankan melihat orang yang sangat ia cintai begitu membela orang lain.

"Hinata"

Suara bariton itu mengembalikan Hinata pada dunia nyata saat ia melamun memandang punggung Neji yang keluar dari kamarnya, ia yakin bahwa Neji pasti sakit hati.

"Eh? Ada apa?"

"Aku lapar sekali. Tidak adakah sesuatu yang dapat ku makan di sini?" terang Sasuke. Bukanya menahan dengan tampang sok cool seperti biasanya, yah mungkin ini karena ia lelah dengan berkeliat menghindar dari pukulan neji tadi. Meski bisa menghindar karena Neji tidak sungguh-sungguh dalam memukulnya. Yah pukulan Neji hanya sebagai peringatan atas larangannya.

Hinata menuruni ranjang, menuju lemari es mini yang diletakkan di kamarnya. Mengambil sebotol penuh darah segar beku. Menyerahkannya pada Sasuke.

Dengan tetap sok cool Sasuke meminum darah botolan tersebut.

"Apa ini?"

"Darah"

"Aku tahu"

"Lantas?"

"Ini tidak bisa menyatu dengan tubuhku. Sepertinya ada penolakan"

"jangan bilang..."

'ow, tidak Sasuke jangan katakan bahwa ini akan terjadi' batin Hinata cemas

"apa?"

"kau hanya dapat meminum darahku?"

"hn? Apa maksudmu? Bukanya vampire dapat meminum darah siapa saja?" nada heran. Yah itu dia. Heran. Bingung.

"um...dalam beberapa kasus tidak begitu. Kalau kau meminum darahku...maka..."

"Apa?"

"kau jadi pelayanku"

"Kau bercanda?" dengan tampang tetap datar. (Author: "Ah Sasuke kau benar-benar pintar menyembunyika perasaanmu. Sebernarnya kau senang ya kan? Ya kan?")

"Tidak, karena aku yang menyediakan pasokan makanan dan minuman untukmu jadi kau harus patuh padaku. Setidaknya bersikap yang layak."

"Um... satu lagi jangan datang ke kamar ini bila kau tidak diundang."

"jangan pernah malarangku. Itu hanya akan membuatku melanggarnya." Seringai kecil terbentuk pada ujung bibir Sasuke.

"sekarang aku ingin tahu bagaimana kau bisa menjadi vampire?"

"itu sangat pribadi sir. Saya menolak menceritakannya."

"Ha. Kau memang aneh. Kalau begitu bagaimana aku menjadi vampire? Kau tahu? Kenangan yang hanya sepotong-potong tidaklah baik untuk dirangkai menjadi suatu kenangan."

"Ah, Baiklah, tapi bisakah besok kita bertemu di taman?"

'ini akan sangat panjang bila diceritakan. Mungkin besok aku dapat menyingkat ceritanya.'

"Hn"

Seraya melangkah keluar dari tempat tidur. Sasuke menoleh ke arah Hinata. Begitu intens pandangannya. Kalau pandangan bisa menyentuh barang, mungkin sekarang hinata telah remuk oleh pandangan Sasuke. Bukan, bukan cengkaraman. Tapi seperti pelukan yang terlampau erat.

Avoir une suite

saatnya balas Review..

sebelumnya sankyu udah ngefave ini...buat Ms. Teewty dan cherrysakusasu...domo arigatou...

terus...

I-mobile : makasih...iya ne newbie...tapi udah lama jadi reader...saya juga paling seneng kalo sasu jadi vampir..dan fanfic vampir...lemonnya kurang tau bisa atau nggak tapi aku usahain...datang lagi yah...

n : yah kalau itu ditunggu saja, ...sankyu udah revew...

Bella Luna : Sankyu sense, iya, saya memang kurang mahir dalam penyusunan kata...mampir lagi beri saran yah...

buat yang ngerevie:

kaya pernah baca nih ff tapi di mana yaa? *mikir* ohya di fandom bleach
ichiruki. yg bikin icchy apa gitu *lupa* tapi bedanya, kalo si ichigonya emg
Vampir, tapi setvampir, dan rukia juga vampir tapi dy vampir murni. rukia
hanya minum darah ichigo, begitupun sebaliknya *setelah menikah, gara2 insiden
ichigo minum darah rukia, dan sebelum rukia nikah sama ichigo, rukia gk mau
minum darah manusia*. beda kan ceritanya? hahah *plak*

lanjut aja dehh.

akira jarang mampir ke fandom bleach...ini asli dari inspirasi akira (buku terjemahan yang suka kaira baca) disini nggak ada setengah atau vampire betulan, yang ada cuma vampire biasa ma pureblood...trus bocoran sedikit sau-chan bukanya tidak bisa minum darah yang lain, cuma dianya aja yang pengen ngejaili Hinata...

Moli kuadrat: ini sudah update...

Citrus : bukannya tidak bisa diminum tetapi terlalu berharga...yah ada sistem kasta disini,,pembagian kekuatan berdasarkan kasta dan kemurnian darah itu..