A/N :
Devany : Hello~ Yesung wife's comeback XD jangan gampar aku karena uplat, gampar yang ngetik aja oke?! XD Yosh! Selamat membaca~! Setelah ini nantikan fic lainnya~ jangan bosen ya XD !
Afifa : jangan salahkan aku juga kalua ini telat. Salahkan saja si pengusung ide ff ini #NunjukDevany :D Ne? Ne? Ne? Yeoreobun~ jangan bilang Yesung jahat, salahkan saja si setan tengil itu #NunjukKyuEvil #DitendangKyu :3 yuahhh, ini chapter akhir. Hihihi. Dunno what to say! Gomawo buat kalian semua yang sudah menyempatkan review, fav dan foll.
_-_Happy Reading_-_
Hari telah beranjak sore saat Siwon dengan Daniel kembali ke rumah. Siwon mengernyitkan dahinya heran saat tahu jika keadaan rumah masih gelap. 'ini hampir malam dan rumah masih dalam keadaan gelap' batin Siwon.
Dengan langkah yang hati-hati-karena tangan kanannya tengah menggendong Daniel yang tertidur lelap, sedangkan tangan kirinya tengah menggenggam satu kantung plastik besar berwarna putih-Siwon menidurkan Daniel di kamarnya setelah terlebih dahulu menyimpan kantung yang Ia bawa di dapur.
Setelah yakin Daniel dalam keadaan nyaman, Siwon segera masuk ke kamarnya. Matanya bergerak dengan liar mencari keberadaan istrinya-Yesung-dan telinganya menangkap suara gemericik air dari arah kamar mandinya. Seketika dadanya terasa lega dengan alasan yang Ia sendiri tak tahu apa. Mungkin karena Siwon berpikir jika Yesung akan pergi jauh darinya dan Daniel.
Setelah memastikan Yesung berada di kamar mandi, dengan segera Siwon berjalan keluar menuju dapur. Ia harus memasak makan malam yang istimewa untuknya dan Yesung. Dengan lihai Siwon membuka, memilih dan mengolah bahan yang telah di belinya tadi di departemen store bersama Daniel.
Siwon tersenyum hingga menampakkan 2 dimple indahnya saat pikirannya melayang, mengkhayalkan makam malam yang romantis bersama Yesung. Siwon bahkan sengaja membeli Red Wine yang begitu Yesung sukai. Heol, bukankah kalian lihat sendiri? Betapa Siwon mencintai Yesung, Ia tak sanggup terlalu lama marah pada yeoja cantik yang berstatus sebagai istrinya tersebut.
Ia terus bersenandung dengan lirih sambil menyiapkan malamnya, saat sebuah langkah menghentikan kegiatannya. Menoleh kebelakang, apa yang di lihatnya membuat matanya terbelalak lebar.
"Yesung-ie~ baby, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Siwon dengan khawatir saat melihat keadaan Yesung yang basah kuyup dan masih memakai pakaian yang sama saat Siwon dan Daniel pergi meninggalkannya tadi siang. Tak lupa sebuah kotak yang Siwon tahu persis kotak apa itu. Kotak yang menyimpan semua kenangan tentang Kyuhyun.
"Siwon, sorry..." lirih Yesung seraya menggelengkan kepalanya, airmatanya masih bercucuran dengan deras tak mempedulikan keadaan matanya yang sudah bengkak. Yesung lalu berlari pergi keluar, menghiraukan teriakan Siwon yang terus memanggilnya kembali serta bayangan Kyuhyun yang tersenyum mengira Yesung akan menyusulnya karena membawa kotak penuh kenangan tentang mereka berdua. Namun, Kyuhyun juga mendapatkan sebuah gelengan frustasi dari seorang Kim Yesung.
.
.
.
.
.
"am so lonely, broken angel. am so lonely listen to ma heart..." lirih Yesung dibawah guyuran air shower. Airmatanya masih bercucuran namun tersamarkan oleh air shower.
Setelah merasa terlalu lama di bawah guyuran air shower, Yesung beranjak keluar. Lampu di kamar menyala berarti Siwon telah pulang pikir Yesung. Dengan segera Yesung beranjak keluar dari kamar dengan keadaan basah kuyup, saat Yesung hendak pergi menuju garasi Yesung harus melewati ruang makan. Bisa Yesung lihat punggung tegap Siwon yang sepenuhnya miliknya kini tengah berkutat dengan masakan yang telah siap untuk di hidangkan.
Yesung berharap Siwon tak melihatnya, namun... harapan hanya tinggal harapan. Saat Yesung berjalan semakin dekat, Siwon dengan refleks menengokkan kepalanya pada Yesung. Bisa Yesung lihat dengan jelas jika Siwon saat ini terkejut dengan penampilannya.
"Yesung-ie~ baby, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Siwon. Bisa Yesung dengar nada khawatir dari suara Siwon. Yesung tak bisa. Yesung merasa Ia harus melakukan sesuatu. Sekarang atau tidak sama sekali. Yesung mengeratkan pegangan pada kotak yang dibawanya.
"Siwon, sorry..." lirih Yesung lalu menggelengkan kepalanya. Yesung rasa Ia harus kuat, Ia harus pergi sekarang. Dengan itu Yesung berlari kecil menuju mobilnya yang terparkir rapi di garasi. Dengan kecepatan sedang Yesung memacu mobilnya menuju tempat yang Ia tahu pasti akan mengakhiri segalanya. Yesung sudah tak tahan. Yesung sudah tak kuat jika Ia harus menyakiti putranya lebih lama lagi. Terbawa emosi yang berkecamuk di benaknya membuat Yesung semakin menarik pedal gas meobilnya, membuat mobilnya berjalan dengan kecepatan di luar batas yang di tentukan. Jangan lupakan airmata yang menghalangi matanya sehingga memungkinkan pandangannya kabur.
Semua kenangan yang di milikinya bersama Kyuhyun bagaikan kaset rusak yang terus berputar-putar dalam benaknya. Saat mereka-Yesung dan Kyuhyun-tertawa bersama dengan riang. Saling menciptakan kenangan yang begitu indah nan romantis. Romantisme yang membuat Yesung sesak saat ini dan begitu sulit untuk melepaskannya. Membuat Yesung tak sadar akan kenyataan yang seharusnya menjadi takdirnya saat ini. takdirnya yang begitu nyata yaitu bersama Siwon dan putra mereka.
.
.
.
.
.
Siwon hanya bisa berdiri mematung menyaksikan Yesung meninggalkannya tepat di depan matanya.
"apa aku benar-benar kalah, sekarang?" tanya Siwon entah pada siapa. "aku merasa benar-benar sebagai seorang pecundang sekarang" lanjut Siwon. "aku benar-benar kalah. Anniya, dari awal aku memang sudah kalah..." lirih Siwon dengan sedih, tanpa Ia sadari setetes airmata jatuh dari pelupuk matanya.
Sejenak Siwon berpikir untuk pergi dari rumah ini bersama Daniel, namun... ntah mengapa hatinya merasa Ia harus mengikuti Yesung. Dengan hati yang telah sedikit Siwon tata, Siwon membuka aplikasi gps di smartphone or stupidphone-whatever u called it, I fuckin don't care-miliknya. Kecemasan menguasai dadanya saat bagaimana gps itu menunjukkan keberadaan Yesung. Tak mungkin Yesung pergi menuju tebing itu kan? Yesungnya tak mungkin bunuh dirikan? Dengan segera Siwon mengambil kunci mobilnya, menuju tempat dimana Yesung berada.
Perasaan gelisah dan khawatir terus menghinggapi benak Siwon, tak mungkin Yesungnya begitu. Tak mungkin Yesung mencoba bunuh dirikan? Lelah dengan semua prasangka buruk yang memenuhi benaknya, Siwon mencoba untuk tenang dengan menarik nafas dalam-dalam. Berpikiran posistif tentang Yesung yang mungkin hanya sedang menenangkan pikiran.
Oke, ntah kenapa semakin Siwon memikirkannya, semakin Siwon takut terjadi hal buruk pada Yesung. Atau mungkin saja Yesung melakukan hal menyeramkan yang takkan pernah Siwon bayangkan. Terjun ke jurang mungkin misalnya? Atau menjatuhkan mobil yang ada dirinya-Yesung-kedalam jurang hingga tak meninggalkan jejak apapun? Atau... oke, stop! Siwon sudah terlalu banyak berkhayal hal negatif serta berpikiran hal negatif.
Dengan menambah kecepatan mobilnya Siwon segera melaju menuju tebing di daerah sana. Dengan menggunakan jasa gps yang di pasang di mobilnya, Siwon tak perlu repot-repot berputar-putar untuk menemukan Yesung.
Saat jarak pandang mulai tersingkirkan, Siwon bisa melihat seorang yeoja mengenakan short dress putih tanpa alas kaki dengan rambut sepinggang agak curly di ujung. Yang Siwon lihat yeoja itu tengah menangis sesenggukan sambil berlutut di tepi tebing. Saat membuka pintu mobil, Siwon bisa mendengar dengan jelas yeoja tersebut yang tak lain adalah Yesung tengah menangis dengan memohon pada entah siapa.
"Yesung..." panggil Siwon dengan lirih namun yeoja tersebut tetap saja menangis dan mengacuhkan kehadiran Siwon. Sehingga Siwon menghampirinya dan membuka jaket yang di pakainya dengan lembut Siwon memakaikan jaketnya pada Yesung. Saat itulah Yesung melihat kearahnya dengan tatapan mata yang penuh dengan penyesalan.
"Siwon, ku mohon... maafkan aku. A-ak...ku... ~"
.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di tempat yang Ia tuju. Yesung segera keluar dengan langkah yang lunglai. Airmata masih mengaliri pipi mulusnya. Dengan tangan gemetar, Yesung membuka kotak yang sedari tadi dipegangnya. Mengambil beberapa foto dan kalung yang begitu indah dari dalamnya.
"kyu..." lirih Yesung seraya mengusap wajah namja di foto tersebut. "ku mohon, aku tak ingin seperti ini... aku tak ingin-hiks-Daniel sakit. Ku mohon, pergilah kyu~ hiks... pergilah, hiks...!" isak Yesung dengan nada yang begitu menunjukkan jika Yesung telah lelah dengan semua ini. tak menyadari jika sesosok bayangan di sampingnya yang memandangnya dengan penuh luka, tersenyum dengan miris dan tak lupa airmata yang keluar dari mata bayangan tersebut.
'tapi, aku hanya menjadi bayangan dalam hidupmu. Tak lebih...' sahut bayangan itu dengan sama lirihnya dan dengan nada sedih yang dapat di dengar dengan jelas oleh Yesung.
"aku tak sanggup... pergilah...!" jerit Yesung seraya melemparkan semua foto dalam genggamannya beserta kalung tersebut.
"Yesungie/Yesung..." dua jenis suara yang berbeda memanggil nama Yesung dengan serempak. Membuat Yesung bergetar, karena merasa bersalah pada salah satu suara tersebut.
Sejenak Yesung merasa sebuah pakaian seperti jaket melindungi bahunya. Yesung melirik ke arah sampingnya dan menemukan Siwon yang tengah tersenyum dengan sendu dan tangan yang memakaikan jaket ke tubuhnya.
"Siwon, ku mohon... maafkan aku. A-ak...ku... ~" lirih Yesung dengan pelan. "ak-ku, mencintaimu..." lanjut Yesung dengan cicitan yang hampir tak di dengar Siwon jika Siwon tak mendengarkan dengan seksama.
Ucapan yang terlontar dari mulut Yesung membuat bayangan seorang Kyuhyun tersenyum dengan airmata yang mengalir di pipinya. Tak hanya Kyuhyun yang terkejut, tapi Siwon pun terkejut dengan pengakuan secara mendadak tersebut. Perlahan pancaran mata Siwon melembut dan bibir yang melengkung membentuk sebuah senyuman. "sttt...! kau tak perlu mengatakannya jika memang tak mencintaiku, Yesung." Ucap Siwon dengan pelan seraya menarik Yesung ke dalam pelukannya. Dapat Siwon rasakan Yesung menggeleng dengan keras di dadanya.
"tidak, Siwon. Aku sungguh, mencintaimu...! kalau pun aku tak mencintaimu, ajarkan aku untuk mencintaimu..." jawab Yesung dengan kekeh. Mendengar jawaban itu, membuat dua reaksi yang bertolak belakang dari 2 namja berbeda alam tersebut.
Dengan senyuman yang masih bertengger dengan tampan di bibirnya, Siwon semakin mendekap erat Yesung yang berada dalam pelukannya. "baiklah... pertama, ayo kita pulang. Ini sudah hampir malam, dan kita meninggalkan Niel di rumah dalam keadaan tertidur..." ajak Siwon dengan tangan yang menuntun Yesung menuju ke mobilnya-Siwon. Menempatkan Yesung di sampingnya dan memastikan Yesung duduk dengan nyaman, lalu Siwon segera berlari kecil ke arah kemudi, menjauh dari tebing tersebut dengan route menuju rumah. Dengan harapan yang begitu besar tumbuh berkembang di dadanya. Harapan untuk memilik kehidupan yang begitu bahagia bersama Yesung dengan putra tampan mereka-Choi Daniel.
Melupakan sosok bayangan yang semakin deras mengeluarkan airmatanya, meskipun tak ada suara isakan yang keluar. "aku kalah, Yesungie... aku, akan pergi. Goodbye..." lirih bayangan tersebut seraya terus memandang mobil Siwon yang semakin menjauh, meski tatapan matanya menyiratkan ketidak relaannya. Lalu bayangan tersebut melebur dan menghilang hingga menyisakan asap hitam yang begitu tipis.
.
.
.
.
.
.
.
.
And, It's The E.N.D
Afifa's Note : :D apa itu? Jangan salahkan saya dengan endingnya yang aneh. Ampun-ampun #SembunyiDiKetiakSiwon kkkkkk~
Devany's Note : ?
