Chapter 2
.
.
.
godaan ?
.
.
.
Sore menjelang malam terlihat dari sang mega yg menghiasi langit senja hari ini, terlihat seorang namja mungil bereyeliner cantik yg seperti baru pulang dari sekolahnya dan memasuki rumah.
"aku pulang..." ucapnya saat memasuki rumah dan melepas sepatu sekolahnya.
"eoh, baru pulang?" tak lama terdengar suara bariton seseorang yg tak asing bagi si namja mungil dgn tag nama Byun Baekhyun diseragam sekolahnya.
"hn..." balas Baekhyun seadanya.
"AAAAAAAA..." jerit Baekhyun saat menolehkan pandangannya pada seseorang yg rupanya Sehun, bukan karna keberadaan Sehun namun karna sesuatu yg ia lihat di Sehun.
"KENAPA KAU TAK MEMAKAI BAJU!" pekik Baekhyun langsung menutup matanya dgn kedua tangan saat melihat Sehun si namja albino itu hanya mengenakan handuk dipinggangnya sehingga tubuh atletisnya terekspos sempurna.
"aish, membuat tuli saja" decit Sehun sambil mengorek telinganya yg hampir tuli permanen karna pekikan menggelegar milik Baekhyun.
"YA! CEPAT PAKAI BAJUMU ATAU SETIDAKNYA NAIK KEATAS!" omel Baekhyun lagi tanpa menurunkan se-oktaf pun suaranya.
"..." Sehun hanya mampu menutup telinganya rapat-rapat mendapati teriakan yg kedua kalinya dari si mungil, namun seketika pandangannya teralih pada wajah Baekhyun yg terlihat memerah dibalik telapak tangan mungil itu.
"..." seringai jahil pun kembali terpatri diwajah tampan itu.
"BUUKK..." Sehun pun memenjarakan tubuh mungil Baekhyun dgn kedua tangannya, menghimpit si mungil diantara tubuhnya dan dinding.
"hmm...bukankah hal biasa bila seorang istri melihat tubuh sang suami, apa lagi jika suaminya memiliki tubuh sebagus diriku" ucap Sehun menggoda dgn sedikit bumbu kesombongan.
"KYAAAAA...DASAR MESUUUMMM" pekik heboh Baekhyun.
"BUUKK..." dan tanpa disadari Baekhyun malah menendang bagian terpenting tubuh Sehun dgn lututnya membuat namja albino itu merintih kesakitan.
"akh..." ringisnya, kesempatan! Pikir Baekhyun, tanpa berperasaan Baekhyun pun melarikan diri dari kungkungan Sehun menuju lantai dua.
"YA, BACOOONN" teriak Sehun masih dgn sedikit nada rintihan.
"..." sementara Baekhyun kini tengah menenangkan detak jantungnya yg menggila karna ulah si albino sialan yg baginya menyebalkan itu.
"dasar albino gila, apa saking jeniusnya dia sehingga otaknya bergeser 30 derajat, eoh?" umpat Baekhyun lalu beranjak menuju kasurnya.
"haaahh~...lelahnya, karna albino itu aku harus menghabiskan tenaga untuk berlari menuju kamar" umpat Baekhyun lagi, sepintas gambaran tubuh Sehun yg bertelanjang dada tadi terlintas sejenak dibenak Baekhyun.
"tubuhnya keren..." gumam Baekhyun tanpa sadar.
"eeehh? Aku bilang apa tadi? Keren? Aku pasti sudah tak waras" rutuknya lagi.
'ngh...kenapa pipiku panas' bisik hati baekhyun sambil menangkup kedua pipinya.
'ah!? Kenapa pipiku panas? Aaaahhh...kenapa?' heboh hati Baekhyun sampai guling-guling dikasur (?).
"mandi..." ucapnya tiba-tiba.
"yah, aku harus mandi agar kepalaku kembali dingin dan pipiku tak akan panas" ucap Baekhyun pada dirinya sendiri dan langsung melesat menuju kamar mandi.
"..." sementara itu Sehun, terlihat namja albino ini rupanya sudah rapi dgn sebuah kaos lengan pendek dan celana santai sedang menyaksikan acara televisi entah apa (#eehh?).
"..." tanpa ia sadari seorang namja mungil berjalan menghampiri sofa disisi lain tempat itu dan mulai mendudukkan dirinya disofa singgel tak jauh dari tempat Sehun menatap bosan pada televisi.
"aish, rupanya kau memang orang yg membosan kan, eoh?" decak Baekhyun membuat Sehun sadar akan keberadaan makhluk lain (?) diruangan itu.
"eoh?" dan entah mengapa ia hanya dapat bertampang bodoh saat Baekhyun mendecit dan merebut paksa remote televisi itu lalu menggantinya dgn channel drama romantis.
" menonton berita bagai orang dihipnotis" cibir Baekhyun sambil mengunyah keripik kentang ditangannya.
"NIT...NIT..." belum lama Baekhyun menikmati dramanya, ponsel namja mungil itu malah berdering heboh mengusik ketenangan namja Byun itu.
"yaboseo, dobi..." ucap Baekhyun pada orang diseberang sana melalui sambungan telepon.
'Baekkie-ya...apa kau sedang menonton drama itu' terdengar suara bass seorang namja dari speaker ponsel Baekhyun yg sengaja ia pasang agar tak repot2 meletakkan ponsel itu ditelinganya saat ia sedang menyaksikan drama dan mengunyah keripik (?)
"hn...aku penasaran, apa namja itu masih akan berpura-pura menjadi seorang oppa atau menerima cinta yeoja itu" oceh Baekhyun yg masih terfokus pada televisi, keripik, dan ponsel (?)
'aish...jangan terlalu naif, tentu saja ia lelah hanya menjadi oppa yeoja itu, pastinya ia akan menerima cinta si yeoja' ucap namja ditelepon itu.
"Chanyeol-ah, bagaimana kau tau?" tanya Baekhyun.
'eyy...semua drama pasti memiliki alur cerita yg sama Baekkie' namja yg rupanya bernama Chanyeol itu mendengus.
"..." sesekali Sehun yg dapat mendengar mereka berbicara pun melirik-lirik menatapa betapa asiknya Baekhyun bertelepon ria dgn namja lain didepannya.
"hahaha...jinjja? apa kau menonton semua drama?" tanya Baekhyun excited.
'aniya...eomma ku yg selalu mengganti channel musikku dgn channel drama favoritnya sehingga aku harus ikut menonton' sahut Chanyeol.
"bisa-bisanya dia begitu excited berbicara dgn namja lain, eoh?" cibir Sehun pelan.
'ng...Baekkie-ya, kudengar besok akan ada bazar disekitar Myeongdong...apa kau ingin kesana bersama?' ajak Chanyeol.
"ya~...apa kau sedang mengajakku berkencan?" ledek Baekhyun.
"UHHUUUKK...UHHUUKK..." mendengar kata kencan Sehun yg sedang meminum air putih langsung tersedak dgn mengenaskan (?)
"eoh, gwaenchanha?" tanya Baekhyun terkejut sambil menepuk-nepuk pelan punggung Sehun.
'eoh, nugu Baekkie-ya?' tanya Chanyeol.
"ng...itu..." Baekhyun pun diam sejenak.
"ah, harabeoji gwaenchanha?" ucap Baekhyun lagi membuat Sehun menoleh kaget padanya.
"mianhae Chanyeol-ah, ini harabeojiku ia tersedak kopinya saat minum dgn terburu-buru" ucap Baekhyun pada Chanyeol dari sambungan teleponnya, membuat Sehun melototkan matanya seram.
'eoh, kakek-kakek memang selalu ceroboh...harabeoji ku pun saat berkunjung ia hanya bisa merepotkanku saja dgn giginya yg selalu melucur keluar saat makan' oceh Chanyeol membuat Baekhyun terkekeh.
"hais, Chanyeol-ah jangan keras-keras nanti harabeoji ku mendengarnya" ucap Baekhyun sambil tersenyum jahil kearah Sehun.
'oh, hehhe...mian hae Bae-...' belum selesai Chanyeol melanjutkan ucapannya, ponsel Baekhyun sudah berpindah tangan secara paksa oleh Sehun dan memutuskan sambungan telepon itu.
"YA! KAU ITU APA-APAAN SIH!" sembur Baekhyun.
"harabeoji? Apa aku terlihat seperti namja renta yg memerlukan gigi palsu dan kursi roda?" decak Sehun tak senang.
"huhu~...rupanya albino ini bisa tersinggung juga, eoh? Kufikir hatimu itu dari es batu yg keras, dingin, beku dan menyebalkan" cibir Baekhyun.
"dan juga, apa itu...ajakan kencan? Aish...apa kau sedang berselingkuh dgn terang terangan?" sinis Sehun.
"selingkuh? Maksudmu apa?" balas Baekhyun sebal.
"hais...sudahlah lupakan" Sehun pun kesal sendiri dan langsung melempar ponsel Baekhyun keatas sofa lalu pergi menuju kamarnya.
"heol? Kenapa si albino itu?" gerutu bingung Baekhyun dan menghampiri ponselnya yg tergelak tak berdaya diatas sofa setelah menerima lemparan ganas si albino.
"eoh? Kenapa ponselku jadi bersandi?" Baekhyun pun mengaktifkan ponselnya dan mendapati ponselnya terkunci dgn kata sandi.
"YA, ALBINO SIALAN! KAPAN KAU MENGUNCI PONSELKU BRENGSEK!" pekik Baekhyun menggelegar mengguncang seisi rumah.
"ALBINO! BERSIAP MATI KAU SIALAN!" maki heboh Baekhyun sambil menaik tangga menuju kamar si albino yg bagi Baekhyun sialan nan menyebalkan.
"BRAAKKK..." tanpa berperasaan Baekhyun mendobrak kasar pintu kamar itu dan menemukan makhluk albino yg siap ia lenyapkan jika tak menon-aktifkan sandi ponsle Baekhyun.
"bisa lebih pelan sedikit dgn pintu? Tak taukah kau pintu itu tak bergaransi dan masih dalam tahan pencicilan" ucap Sehun santai.
"aku tak tau, memangnya pintu bisa dikredit?" tanya Baekhyun polos.
"mana aku tau..." balas Sehun tak kalah polos.
"YA, ALBINO! Aku tak sedang membicarakan apakah pintu ini bisa dikredit atau bergarasi sialan!" sembur Baekhyun setelah sadar rupanya ia dibodohi si albino, membuat namja tampan itu menampilkan seringai menawannya menahan tawa akan kepolosan namja yg berstatus istri tuan Oh itu.
"a-a...akh! akh! Appo! Pelan-pelan! A-aawww...telinga...telingaku ini...awww" ringis Sehun karna tanpa prike-albino-an (?) namja mungil itu menarik ganas telinga Sehun hingga memerah.
"Ya! Kau fikir telingaku ini gagang cangkir apa?! Sehingga dapat kau tarik seenak jidat saja, eoh?!" omel Sehun sebal.
"buka! Non-aktifkan kuncinya! Seenak kulit pucatmu saja mengunci ponselku, memangnya kau siapa, eoh?!" omel Baekhyun balik.
"aku? Aku Oh Sehun, namja jenius dari kelas 2A dan suami dari Oh Baekhyun yg kini mengomel tak sopan didepan sang kepala keluarga tanpa berperasaan menarik telinga namja yg berstatus suaminya itu, puas!" decit Sehun, Baekhyun pun diam...pasalnya semua yg diucapkan sijenus albino itu benar adanya tanpa satu pun yg salah meski pengucapannya yg terdengar menyebalkan.
"..." Sehun pun menadahkan tangannya didepan Baekhyun, dan ponsel lipis Baekhyun sudah berada ditangan namja tinggi itu.
"haah...membuka kunci saja ribut" ucap Sehun enteng sambil membaringkan dirinya dikasur lalu melakukan apa yg Baekhyun inginkan yaitu menon-aktifkan sandi ponsel itu.
"sudah, kau kan bisa minta baik-baik dari pada harus berteriak membuat semua pohon dipekarangan rumah berguguran" decak Sehun sambil menyodorkan ponsel Baekhyun pada namja mungil disebelahnya itu.
"Greb..." sedetik setelah ponsel itu berpindah ketangan Baekhyun, Sehun dgn cekatan menarik pergelangan tangan namja mungil itu hingga tubuh kecilnya menindih tubuh tegap Sehun.
"s-sedang apa kau" kejut Baekhyun.
"memeluk tubuh kecil istriku..." jawab santai Sehun sambil memejamkan matanya.
"..." anehnya Baekhyun tak memberontak, perasaan nyaman dan hangat menjalari tubuhnya saat bersentuhan dgn Sehun membuatnya membiarkan apapun yg dilakukan si albino itu.
"tidurlah...ini sudah malah" ucap pelan Sehun sambil membaringkan Baekhyun disisi lain kasur yg kosong bersebelahan dgnnya dan tetap memeluk pinggang ramping namja cantik itu.
'tampan...' bisik hati Baekhyun saat mendongak dan mendapati wajah damai Sehun amat dekat darinya sehingga ia pun dapat merasakan deru nafas namja albino itu.
'haruskan...haruskan aku menjalaninya...' bisik gelisah hati Baekhyun sambil membelai lembut pipi kurus Sehun, merasakan betapa lembutnya wajah tampan didepannya itu.
'kuharap ini bukan mimpi...' bisik hati Baekhyun untuk yg terakhir kalinya sebelum alam mimpi menerjangnya hingga terlelap dgn tenang disamping si namja jenius albino brengsek nan sialan bagi Baekhyun itu.
.
.
.
TBC ~
.
.
.
annyeong ^^. HunBaek Shipper suaranya mana? ff ini masih berlanjut karna permintaan para readers ^^, thanks banget buat yg udh review di ff ini sebelumnya semoga gk bosen menunggu next chapnya ok ^^
untuk ff yg ini mungkin Niel akan menciptakan adegan2 yg romantis tapi untuk lebihnya kita lain nanti aja yah readerrs semua ^^
mohon dukungannya untuk kelanjutan ff ini dgn review dari para readers semua ^^
#salam ShinNiel ^^
Page | 9
