FROM BULLY TO LOVE
By : Natsu D. Luffy
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Pair : NaruFemKyuubi
Warning : AU, OOC, GaJe, Abal-abal, etc.
.
.
Chapter 2 : Feels
A/N : Hh.. capeknya.. gomen gak bisa update kilat. Soalnya ada beberapa alas an tertentu yang hanya akan buang-buang waktu jika di jelaskan. Oh iya, 2 minggu kedepan mungkin saya gak bakal update fict ini. Kenapa? Karena saya mau UAS = 11 hari (16 mapel) dan Ujian RSBI – SBI = 3 Hari (5 mapel). Dan.. terimakasih banyak untuk para reviewers tercinta. Ini dia balasan untuk para reviewers tercinta :
Nefetaria vivia : Shishishi.. Kyuubi emang sifatnya gitu kan.. kalo Kyuubi sifatnya lembut, rasanya gimanaaaa gitu. Tapi saya gk tega kalau Kyuubi terlalu sadis, Shishishi. Umm… adegan Romance ya? Kapan ya? Kapan hayoo? *PLAK* Shishishi.. Just kidding. Saya juga gk tahu, ikutin aja ceritanya, ntar juga tahu sendiri. Gomen ya..
Katskrom : Terimakasih pujiannya. Padahal saya kira ini cerita abal-abal.. shishishi. Gomen gk bisa update asap-?-
Namikazewa : YUP! Saya setuju! Saya juga lebih suka pair ini daripada pair *Teeeetttt*. MinaKushi versi 2 ya? Shishishi. Saya masih newbie masa di panggil kak? Jadi gk enak sama yang senior.. gomen baru update sekarang.
Chappy Siegrain Fernandes 09 : Arigatou atas sarannya. Ya, akan saya usahakan untuk belajar pemilihan diksi. Mohon bantuannya senpai..^^
ako : ini sudah dilanjut^^
OK, now, let's back to the story. Happy Reading,Minna~!
.
.
Kini di koridor KSHS ,terlihat seorang wanita berambut oranye kemerahan tengah memegang tangan atau tepatnya menyeret sorang pemuda berambut pirang berantakan yang terlihat pasrah diseret-seret oleh sang wanita. Kalian pasti sudah tahu siapa kedua orang ini kan? Ya, tepat sekali. Mereka adalah pasangan baru kita, NaruKyuubi.
"Nah, sudah sampai." Ujar Kyuubi saat ia-dan Naruto- telah sampai di kelas Kyuubi. "Kyuubi-sen, eh, maksudku Kyuubi-c-chan.. kenapa kita ke kelasmu?" Tanya Naruto ragu-ragu, takut kalau-kalau pertanyaan itu adalah pertanyaan terakhir yang dapat ia keluarkan di dunia ini. Kyuubi yang mendengar pertanyaan Narutopun langsung berbalik menghadap Naruto dan memamerkan evil smirknya, membuat Naruto harus menelan ludahnya berkali-kali.
"Kau, masuklah kedalam kelasku. Gandeng tanganku layaknya seorang kekasih dan umumkan di depan kelas bahwa sekarang kau adalah kekasihku." Jawab Kyuubi dengan nada santai, tapi tetap tidak menghilangkan senyum iblis dari wajah cantiknya. "Atau kepalamu akan kujadikan soufenir untuk gantungan dinding di rumahku." Lanjut Kyuubi dengan nada mengancam setelah melihat Naruto akan memprotes perintahnya tersebut. Setelah mendapat ancaman dari Kyuubi, Narutopun hanya bisa memasang wajah 'aku-tidak-ingin-mati-muda'.
"Bagus, sekarang, cepat masuk ke kelas dan gandeng tanganku!" titah Kyuubi dengan nada yang tidak bisa lagi ditolak oleh Naruto. Setelah menelan ludah gugup dan menghela nafas pendek, Naruto akhirnya menggandeng tangan Kyuubi dan berjalan masuk kedalam kelas Kyuubi dengan jalan seperti robot, alias kaku setengah mati. Dan saat sampai di dalam kelas dan berdiri di depan papan tulis, dengan masih menggandeng tangan Kyuubi, Naruto mengedarkan pandangannya ke penjuru kelas. Melihat ekspresi mereka datar-datar saja, Narutopun menghela nafas lega. 'ternyata memang aku tidak perlu menyamar. Anak-anak disini ketinggalan informasi semua! Ngakunya sih pinter, masa' nggak kenal sama seorang Naruto Namikaze' batin Naruto sedikit narsis.
"Ehm,ehm.." Narutopun berdehem untuk sedikit menarik perhatian para kakak kelasnya itu. Dan.. itu berhasil dengan sukses. Kini semua penghuni kelas tersebut memperhatikan Naruto dengan tatapan seakan mengatakan –katakan-atau-mati-. Dan kini Naruto menyesali perbuatannya barusan. "Cepat katakana,bodoh.." desis Kyuubi tepat di telinga Naruto, membuat Naruto sedikit merinding.
"Se-selamat s-siang s-senpai-senpai..!" Seru Naruto meniru gaya Hinata diiringi cengiran canggungnya. Dan.. kelas itu tidak tetap sunyi seperti sebelumnya. Mereka tidak ada satupun yang menjawab. 'Hh.. baiklah Naruto! Katakan saja 'aku pacar Kyuubi-chan' dan selesai! Segera keluar dari kelas kuburan ini' batin Naruto menyemangati. Narutopun mengambil nafas dalam-dalam, bersiap berteriak sekencang mungkin bahwa ia adalah pacar dari Kyuubi, sebelum seseorang datang dan menggagalkan niatnya.
Dan.. orang yang baru saja datang ternyata… 'I-Itachi Uchiha!' batin Naruto shock. Saking shock-nya, Naruto hanya bisa mematung saat Kyuubi yang sedari tadi memegang lengannya kini sudah diseret-seret oleh Itachi. "Lepaskan aku brengsek!" teriak Kyuubi jengkel. Namun bukannya melepaskan, Itachi malah menguatkan cengkraman tangannya pada tangan Kyuubi yang saat ini sedang ia tarik keluar dari kelas. "Tidak sebelum kau memaafkanku." Ucap Itachi dengan nada dingin.
"Enak saja kau meminta maaf! Kau kira bagaimana perasaanku saat mengetahui bahwa kau ternyata… hiks.." dan pemandangan yang sungguh langka pun terjadi. Kyuubi yang sedari tadi berusaha melawan kini hanya menangis sesenggukan sambil menundukkan kepalanya. Mendengar suara tangis yang sungguh menyayat hati, Narutopun sadar dari shock-nya. 'Hah? Apa? Apa?' batin Naruto sambil , tengak-tengok seperti orang hilang. Dan saat matanya melihat kearah pintu, tatapannya pun berhenti di kedua sosok yang dikenalnya. Itachi dan Kyuubi.
"Lepaskan aku Itachi! Hiks.." seru Kyuubi, namun lebih terdengar seperti sebuah permohonan. "Tidak" jawab Itachi dingin sambil tetap berusaha menarik Kyuubi keluar dari kelas itu. Karena perbedaan fisik yang terlalu mendasar, Kyuubi-pun hanya bisa pasrah ditarik-tarik oleh Itachi sambil tetap menangis sesenggukan dan sesekali berusaha melepaskan cengkraman tangan Itachi, meski ia tahu itu sia-sia.
Melihat itu, entah kenapa Naruto menjadi geram sendiri. Ini bukanlah perasaan dendam dari seorang Namikaze pada Uchiha, namun ini adalah perasaan marah yang disebabkan oleh.. entahlah. Perlahan., Naruto mendekat kearah pintu tersebut. Dan saat dirasa jaraknya sudah cukup dekat dengan pintu, ia pun menghentikan langkahnya. "Hentikan!" seru Naruto pada Itachi dengan nada menantang, entah ia mendapat keberanian darimana.
Merasa ada seseorang yang berseru kepadanya, Itachi-pun menolehkan kepalanya kebelakang diikuti dengan Kyuubi yang juga ikut menolehkan kepalanya kebelakang. Kyuubi cukup terkejut dengan sosok yang telah berani berteriak kepada sang Uchiha tersebut. *DUAK* Tanpa diduga-duga, dengan sekejap mata, Naruto memukul wajah dingin sang Uchiha, menyebabkan Itachi melepaskan cengkraman tangannya pada Kyuubi dan jatuh terpelanting ke belakang.
"Kyaaaa…!" seketika itu juga terdengar teriakan kaget dari siswi-siswi kelas tersebut. Itachi yang telah terjatuh, bangkit kembali sambil mengusap darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya. Ia tak menyangka ada orang yang bisa melukai seorang juara karate tingkat Nasional beberapa tahun yang lalu. Setelah ia bangkit dan melihat siapa yang telah menyebabkannya terluka, ia sedikit kaget karena yang telah melakukannya ternyata adalah seorang pemuda yang sepertinya ia kenal, tapi ia lupa. Jika dilihat dari seragamnya, bisa dipastikan ia masih kelas sebelas.
"Ck, cari mati kau rupanya." Desis Itachi geram. Baru saja ia akan melayangkan pukulannya, tindakannya langsung terhenti saat tiba-tiba terdengar suara Kyuubi berteriak. "Hentikan!" teriak Kyuubi sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kedua pemuda itupun –NarutoItachi- langsung menghentikan kegiatan mereka dan mengalihkan perhatian mereka pada Kyuubi.
"Ck, dasar anak idiot. Sembarangan saja memukul wajah orang. Akan aku ampuni kau kali ini. Sekarang ayo kita pergi Kyuubi." Ucap Itachi sambil kembali mencengkram tangan Kyuubi. Kyuubi yang sedah terdesakpun hanya pasrah, tidak mau melawan lagi. Tapi tiba-tiba saja langkah Kyuubi terhenti saat dirasakannya ada tangan lain yang memegang tangan satunya lagi. Tangan ini… tidak ada kekasaran sama sekali saat menggenggam tangan Kyuubi. Yang ada hanya kelembutan dan ketegasan.
"Hentikan." Ucap Naruto dingin. Itachi yang sudah terlanjur geram akhirnya menolehkan kepalanya kebelakang untuk bertatap muka dengan pemuda asing ini. "Kau yang lepaskan bodoh! Kau kira kau siapa,huh?" ucap Itachi dengan nada mengancam. Tapi itu sama sekali tidak membuat pemuda Namikaze ini takut sedikitpun. "Aku PACAR Kyuubi!" seru Naruto lantang, tanpa ada keraguan sedikitpun dalam setiap katanya.
Ucapan dari Narutopun berhasil membuat semua orang yang ada di situ membelalakkan matanya, tak terkeculi Itachi dan Kyuubi. Saking kagetnya, Itachipun melonggarkan cengkraman tangannya pada Kyuubi. Dan kesempatan itupun dimanfaatkan naruto untuk menarik Kyuubi dan tanpa sadar mendekapnya. Kyuubi yang sadar dengan tindakan Naruto, entah kenapa tidak bisa atau tepatnya tidak ingin melawan tindakan Naruto. Entah kenapa ia merasa ia akan aman jika bersama Naruto.
Dan saat dalam pelukan Naruto, Kyuubi merasakan kehangatan. Kehangatan yang berbeda dengan yang selama ini ia dapat dari Itachi. Sulit untuk diakui, tapi Kyuubi harus mengakui, ia tidak ingin pelukan Naruto berakhir, dan tanpa sadar Kyuubipun membalas pelukan Naruto. Kini giliran Naruto yang terkejut dengan reaksi Kyuubi yang balas memeluknya. Sulit mengakuinya, tapi harus diakui juga bahwa Naruto menikmati ini.
Itachi yang melihat adegan memuakkan-menurutnya- itupun langsung pergi dengan wajah muram. 'sialan! Jika begini aku tidak akan bisa mendapatkan Bijuu corp.! awas kau bocah pirang!' batin Itachi geram sambil tetap terus melangkahkan kaki menyusuri koridor.
Setelah merasakan banyak pasang mata yang terarah kepada mereka, Naruto dan Kyuubi-pun melepaskan pelukan mereka. Kini wajah mereka sama-sama semerah buah kesukaan adik Itachi. Untuk menghindari tatapan dari teman-teman sekelasnya, Kyuubipun langsung menarik Naruto ke taman belakang sekolah.
.
.
"Kau tahu.. tadi kau tidak perlu melakukan itu bodoh.." ucap Kyuubi dengan nada lirih pada Naruto sesampainya mereka di taman belakang KSHS. "G-gomen Kyuubi-senpai.. Aku tidak menyadari perbuatanku sendiri.." ucap Naruto dengan nada menyesal. "Hh.. tapi terimakasih. Setidaknya kau telah menyelamatkanku dari Itachi brengsek itu." Ucap Kyuubi datar. Naruto yang mendengarnya akhirnya menghela nafas lega.
"Tapi…" lanjut Kyuubi menggantungkan kata-katanya, membuat Naruto menahan nafas was-was. "kau tetap akan mendapat hukuman atas tindakanmu yang telah mempermalukan aku di depan teman-temanku." Ucap Kyuubi, membuat naruto harus menelan ludah ngeri. "kau tinggal sendirian di apartemen,bukan?" Tanya Kyuubi terlebih dahulu. "i-iya.." jawab Naruto gugup.
Mendengar jawaban Naruto, Kyuubipun langsung memperlihatkan cengiran iblisnya. "Baiklah, sudah kutetapkan hukuman untukmu." Ucam Kyuubi dengan diiringi senyum iblisnya, membuat bulu kuduk Naruto langsung berdiri seketika. "Kau harus melayaniku 24 jam selama 1 bulan penuh." Ucap Kyuubi membuat Naruto harus membelalakkan matanya.
"T-tapi K-Kyuubi-senpai.. rumah k-kita kan cukup jauh j-jaraknya.." ucap Naruto mencari alasan. "itu tidak masalah." Potong Kyuubi cepat. "Karena mulai hari ini, aku akan tinggal di apartemenmu!" seru Kyuubi dengan nada penuh kemenangan.
'tinggal bersama wanita siluman..'
'tinggal bersama wanita siluman..'
'tinggal bersama wanita siluman..'
'tinggal bersama wanita siluman..'
'tinggal bersama wanita siluman..'
Kata-kata itu terus terngiang di telinga Naruto. Sampai akhirnya, tiba-tiba penglihatannya meremang, dan akhirnya gelap total. Dan.. *BRUK*. "Naruto!" seru Kyuubi kaget.
.
.
To Be Continued
.
.
A/N : Hh.. sungguh chapter yang mengecewakan. Iya,kan? Sama seperti One piece chapter 646, mengecewakan.. *DUAK*
Yah, saya mulai berfikir untuk memasukkan beberapa tokoh wanita antagonis untuk mewarnai kisah NaruFemKyuubi ini. Tapi yang pasti jangan Hinata-Hime ya…. Uh… Hinata-chan…. Mwwuahh.. *PLAK*
Yah, tunggu aja chapter GaJe selanjutnya. Yaelah, apa masih ada yang mau nunggu?
Ok,sekian, See ya!
