DISCLAIMER : WHO OWN NARUTO?NOT THIS PERSON


Derap langkah menghantui

Mengisi relung sepi dalam hatiku

Aku tau ketakutan itu apa

Napas beratmu mengisi jiwa kosong

Mengait jemari lemah yang menggapai

Dan aku mengerti ketakutan itu apa

Seperti aku mengerti bagaimana takdir bekerja


Hinata memasuki perpustakaan besar di sekolahnya. Memutar gagang pintunya dan mendorongnya ke dalam. Bias sinar matahari menerpa wajahnya. Saat ini adalah saat pertama Hinata memasuki perpustakaan sekolahnya dan dia sangat menyukainya.

Perpustakaan luas yang berada di lantai empat gedung sekolahnya merupakan perpustakaan terbesar di provinsinya dengan luas enam kali ruang kelas normal. Hinata masih terpana dengan pemandangan senja dihadapanya. Perpustakaan ini berdindingkan kaca dibagian luar yang juga dilengkapi dengan balkon membaca di depan dinding kaca.

Hinata menatap matahari yang perlahan turun membiaskan warna oranye indah. Hinata dapat melihat pemandangan pepohonan pinus dihadapanya,berbaris rapih beriringan dengan jalan setapak.

Hari ini sangat cerah biasanya di daerah ini awan selalu menutupi matahari dan kabut mulai menyelimuti. Hinata mengalihkan pandanganya ke arah kanan menatap sudut salah satu ruangan perpustakaan tersebut.

Melihat kedatangan Hinata penjaga perpustakaan tersenyum ramah padanya. Dengan gugup Hinata membukukan sedikit badanya dan terseyum membalas. Hinata membalikkan badan ke arah sebaliknya dia melihat deretan panjang rak yang jauh lebih gelap sehingga hinata tidak bisa melihat ujungnya. Perlahan hinata menggerakan tubuhnya berjalan ke lorong ke-2 dari empat lorong rak yang ada.

Hinata mengambil salah satu buku yang ternyata buku sejarah abad pertengahan lalu meletakkanya kembali.

'Jadi lorong ini adalah rak buku sejarah,ya' pikir Hinata.

Hinata memasuki lorong lebih dalam dan mulai tenggelam ke dalam judul buku-buku yang sangat membangkitkan minatnya. Ia merasakan semakin sedikit cahaya yang ia dapatkan karena semakin lama rak semakin menjulang tinggi sehingga sinar matahari tertutup.

Menyadari semakin gelapnya ruangan ini,Hinata melihat jam di ponselnya dan menyadari hari sudah semakin sore.

"Mungkin,aku bisa kembali besok. Otou-san akan cemas." Gumamnya pada diri sendiri.

Menutup ponselnya dan memasukanya ke dalam sakunya. Hinata berpaling ke arah kanan dan kiri melihat tanda-tanda murid lain yang semakin lama semakin berkurang.

Ia menghela napas perlahan dan bersiap untuk pergi ketika ia merasakan sebuah tangan menahanya. Kepanikan melanda Hinata ketika tangan itu menariknya mendekat. Tangan itu mengaitkan jemarinya ke jemari Hinata. ia merasakan tangan kuat itu menggemnya erat.

Hinata memberanikan diri dan perlahan memalingkan wajahnya ke arah kiri dan disitulah dia berdiri. tubuhnya bersandar pada rak dibelakangnya. Tatapanya berfokus membaca buku yang digenggamnya . namun,tangan satunya tak melepaskan tangan Hinata.

Rasa takut yang sempat menjalari tubuh Hinata menghilang ketika ia melihat sosok yang menahanya.

"U-uchiha-san." Bisik Hinata pelan.

Sasuke yang mendengar suara lembut Hinata menurunkan menutup buku yang ia genggam dan menatapnya lama sebelum menyeringai kecil.

"Hai."

"J-jadi Sasuke-san,kenapa kau belum pulang?" tanya Hinata saat mereka berjalan beriringan menuruni gedung sekolah.

"Aku menunggumu." Jawabnya singkat. Hinata terhenti ketika mendengar jawaban Sasuke dan memalingkan wajahnya ke arah Sasuke.


"Kenapa berhenti?" tanya Sasuke,saat menyadari Hinata berhenti lalu,menarik tangan Hinata dan menariknya untuk kembali berjalan.

Hinata menatap kedua tangan mereka yang bertaut dan merasakan panas di wajahnya ketika ia sadar Sasukekembali menggengam tanganya. Tanganya begitu hangat dan menggengamnya erat. Wajah Sasuke masih berfokus ke depan mengacuhkan rona yang kini menghiasi wajah Hinata.

Mereka berhenti di luar gerbang sekolah.

"Mm,kau mau aku antar pulang?" tanya Sasuke pendek.

"A-ano tidak usah Sasuke-san." Ucapnya pelan sambil menarik tanganya dari Sasuke dan tersenyum kecil sebelum berbalik dan pergi.

Tiga langkah menjauh Hinata membalikkan tubuhnya, menatap ke tempat Sasuke yang sekarang telah kosong. Hinata menatapnya lama dan mengedipkan matanya bingung.

"Sasuke-san cepat sekali." Ucapnya bergumam dan kembali berjalan ke rumahnya.

'Mungkin dia ada urusan sehingga harus buru-buru,padahal aku belum mengucapkan terima kasih,bagaimana ini?bukankah itu tidak sopan.' Batin Hinata bingung.


Setelah membersihkan diri, Hinata naik ke kamarnya dan merebahkan dirinya disana. Hinata membalikkan badanya dan menopangkan wajahnya pada tangan sambil menatap malam dari balik jendela kamarnya.

"Apakah Sasuke-san selalu seperti itu ya dengan gadis lain?" gumamnya.

Ia kembali mengingat saat Sasuke menggengam tanganya erat ,menyentuh wajahnya. Mengingat hal itu menghangatkan wajah Hinata dan membuatnya tersenyum malu.

"Tapi,aku baru saja mengenalnya. Seharusnya, dia tidak boleh langsung menyentuh tanganku seperti itu."jawab Hinata sambil menganggukan kepalanya setuju.

"T-tapi tanganya hangat." Gumamnya malu lalu membenamkan wajahnya ke bantal menutupi rona merah yang menutupi wajahnya.

'Aa .. bagaimana ini?' batinya malu.


"Hinata..hinata.." suara itu mendekat .

Aku merasakan tangan hangat nya merengkuh wajahku perlahan. Kegelapan masih menyelimuti di sekitarku. Aku ingin berteriak,ingin mendorongnya menjauh tapi ..

"Sst.. hinata aku tak akan menyakitimu." aku membuka mata perlahan dan menatap mata hitamnya menelanku dalam. Aku dapat merasakan napasnya dibibirku menderu hangat.

Aku dapat merasakan tubuhnya menghimpitku dalam kegelapan. Tanganya menyentuh bibirku perlahan dan membelainya lembut.

"Aku bisa menyakitimu hinata.. aku bisa .. aku ingin .. sangat menginginkanya."

Perlahan tanganya menyentuh tengkuk wajahku dan menariknya mendekat. Sekarang aku dapat melihatnya lebih jelas. Wajah yang kukenal

Mata tajam itu ..

Bibir penuh yang sangat ringan ..

Kulitnya yang hangat ..

"Kau tidak tau seberapa lama aku menunggumu,Hinata."

Ia membelai wajahku dengan bibirnya pelahan. Denyut jantungku berdetak berhamburan. Aku merasakan takut tapi .. ada hal lain yang tidak aku mengerti, suatu perasaan bahwa dia ..dia ..

"Aku ingin menarikmu,Hinata. menarikmu bersamaku." Ucapnya sambil mengusapkan hidungnya ke rahang wajahku. Aku menutup mataku erat. Tubuhku tak bisa bergerak, tak bisa menolak.

"Karena kau milikku,Hinata. ya, kau milikku." Ucapnya sambil mendekatkan bibirnya ke bibirku.

"SASUKE!" jerit hinata.

Napas Hinata terengah-engah mimpi buruk itu kembali menghantuinya. Setiap malamnya semakin jelas. Peluh keringat menuruni wajahnya, Hinata masih mengingat mimpi-mimpi itu dengan jelas.

Napasnya masih memburu panik,merasakan dinginya mimpi-mimpi tersebut.

Setiap mimpinya dengan berkerja dengan cara yang sama,kegelapan yang sama dan dengan orang yang sama mengahtui hinata setiap harinya.

Tetapi kali ini mereka lebih jelas. Dia lebih jelas

"S-sasuke." Gumam Hinata lirih perlahan.

...

...

...

"ya?"

TBC


hhhh.. oke tenang tenang gomen ne

saya sudah lama banget ga upload! tapi itu ga akan terulang lagi

kasih review yang banyak ya!kalo reviewnya mau dilanjutin akan saya lanjutin

maaf kalo ceritanya kualitasnya menurun!karena mood saya lagi romance hehe

tapi,selama reader masih mau baca saya akan berusaha menyelesaikanya sekali lagi!

maaf buat keterlamabatanya!jangan kutuk saya please

oke review review so I know you want it!

please review

uchihyuu nagisa : oke makasi saranya hehe keep reading :-)

KatesCalifornia : whoa rate M? hehehe makasi keep reading

hyuuchiha : iya masih TBC makasi yah udah diengetting, keep reading ^ ^

Shin Ri Young: makasi semangatnya ^ ^ maaf ya telat! diusahakan ga telat lagi

Yanagi Xenophellish Hinagiku : yugi oh?yang mana?hehe maklum rada lemot - -" makasi udah baca kekeke ^ ^

sasuhina : iblis atau malaikat? hemm masih belum kebayang, asiknya apa ya?

ryu uchiha : siap maaf updatenya lama! hehehe gommen*bow*

akemi-chan : okeeeeeeeh! doakan saya ya ^ ^

Sasuhina-caem : iya ya nga mungkin hehe *elus-elus janggut eh dagu deng* hehehe

Mikky-sama: terima kasih !siap laksanakan ^ ^

sasuhin-caem : wah makasi banget udah mau baca lagi hehe

maaf ya telat *bow*

iyuunchan : terima kasih udah mau baca lagi! maaf ya lama updatenya *bow*

reader jangan kapok ya baca, saya mungkin update fic ini lama karena dapetin mood dark gini jarang banget

hehehe saya post fic romance baru! mudah-mudahan suka! kalo yang itu mudah2an seminggu dua kali bisa update!atau nga seminggu sekali daah ^ ^

jangan kapok datang lagi ya

terimakasih semua*bow*