Langsung aja ya hehe enjoy~
.
.
.
"Bagaimana keadaan mu, hm?"
Chanyeol menghampiri Baekhyun yang sedang memasak di dapur. Terlihat sekali wajah nya yang menahan nikmat. Bibir nya ia tutup rapat - rapat, sesekali mengigit bibir bawah nya agar desahan penuh nikmat itu tidak lolos dari mulut nya.
"Menikmati nya, eh?"
Dengan sengaja Chanyeol menyentuh lubang berkerut itu, sedikit menekan dildo yang tertanam untuk menggoda sang empu.
"Akhhh"
Sia - sia sudah usaha nya menahan desahan.
"Heiii ku kira kau akan kuat menahan nya"
Chanyeol hanya terkekeh ringan menanggapi nya. Melihat sang istri yang dalam mode sangat menggoda saat ini.
"C-chanyeol tolonghhh le-lepaskan mmh"
Chanyeol semakin gencar menggoda tubuh istri nya yang merengek. Jangan harap kau akan dilepas walau merengek sekalipun, malah akan ditambah penyiksaan nya. Chanyeol menelusupkan tangan nya ke arah junior Baekhyun yang sudah menggembung akibat klimaks nya yang tertahan oleh cock ring.
"Ch-chaniieh"
Baekhyun meremat pisau yang ada digenggaman nya sembari menunduk, memperhatikan tangan Chanyeol yang bermain dibawah sana sembari menggigit bibir nya menahan desahan agar tak lolos 'lagi'.
Baiklah mungkin kalian bertanya - tanya bagaimana Baekhyun bisa berakhir memasak dengan segala macam peralatan laknat yang tertanam di tubuh nya.
— 15 menit yang lalu —
"Baiklah tunggu Eomma disini oke? Jangan kemana - mana Eomma akan membuatkan kalian makanan"
Ujar Baekhyun yang hanya ditanggapi anggukan oleh anak nya. Tersenyum menatap buah hati nya, lalu beranjak keluar kamar anak nya untuk membuatkan makanan.
Belum sempat melangkah kan kaki nya kearah dapur, ia sudah ditarik menuju kamar nya, bahkan hampir terjungkal jika ia tidak bisa menjaga keseimbangan nya. Siapa lagi kalau bukan Park yoda mesum itu. Menarik Baekhyun ke kamar dan melempar tubuh sintal itu ke atas ranjang dengan tidak ber-pe-ri-ke-baekhyun-an.
"Chanyeol please, aku harus memasak untuk anak - anak"
Chanyeol tidak mengindahkan perkataan yang keluar dari mulut mungil itu. Ia langsung berjalan menuju lemari nya dan mengambil sebuah kotak hitam dengan tulisan 'Just Baekhyunie' diatas nya.
Baekhyun membolakan mata nya melihat Chanyeol yang berjalan kearah nya dengan smirk yang terpatri indah diwajah nya. Oh jangan lupakan kotak hitam yang ia bawa juga. Itu malapetaka untuk Baekhyun.
"H-hei Chanie apa yang mau kau lakukan?"
Baekhyun sedikit mundur diatas ranjang nya menjauhi Chanyeol. Chanyeol hanya terkekeh ringan melihat reaksi istri mungil nya ini.
" Ayolah kita sudah jarang bermain dengan 'mereka' "
Baekhyun menelan saliva nya susah payah. Banyak pikiran negatif tentang apa yang akan terjadi kedepan nya pada tubuh nya itu. Semua bayangan yang pernah terjadi pada tubuh nya langsung terputar tanpa aba - aba.
"Chan please"
Chanyeol langsung menindih Baekhyun, melumat bibir nya satu persatu, mengabsen seluruh isi mulut Baekhyun. Tangan nya ia gunakan untuk menggoda tubuh bagian bawah Baekhyun. Mengelus lubang berkerut itu dan memasuk kan jari nya.
"Akhh Chanmmph"
Desahan itu tertahan oleh bibir Chanyeol. Terus menggoda lubang dan junior milik Baekhyun. Tangan nya yang tidak mengerjakan apapun ia gunakan untuk mengeluarkan sebuah dildo dan cock ring untuk ia pasang pada Baekhyun.
Chanyeol turun ke leher Baekhyun, membuat beberapa tanda kepemilikan disana. Lalu turun lagi ke dada, menghisap nipple Baekhyun bergantian.
"Akhh Chan a-aku mau mmpph"
Mendengar ocehan tersebut, Chanyeol langsung menghentikan semua kegiatan nya. Lalu memasang cock ring dan memasukkan dildo pada anal Baekhyun dengan tempo sedang. Dan memakaikan seluruh pakaian Baekhyun dengan rapih kembali dan membantu Baekhyun berdiri dari tidur nya.
"Selesai. Sekarang kembali lah ke dapur, masak lah untuk anak - anak"
"T-tapi mmph C-chanh tolong l-lepashh semua inihh"
"Kau ingat dengan hukuman mu? Sekarang pergi lah"
Chanyeol menggiring tubuh Baekhyun keluar dari kamar mereka. Lalu meninggalkan Baekhyun begitu saja di depan kamar dan melenggang menuju kamar anak nya. Baekhyun mati -matian menahan semua yang ada pada diri nya. Rasa sakit dan nikmat menjadi satu. Berusaha tetap berdiri dan berjalan ke dapur untuk membuat masakan.
— Flashback end—
"C-channieh berhentihh menggoda kuh"
Sungguh Baekhyun sudah tidak kuat lagi. Kaki nya sudah seperti jelly saat ini. Langsung saja dia bersandar pada dada bidang milik Chanyeol dan ditangkap sempurna oleh sang empu.
Tapi tidak lama, Chanyeol menegakkan tubuh Baekhyun kembali dan berjalan ke rak piring. Baekhyun langsung bertumpu pada meja dapur karna kaki nya benar - benar sudah seperti jelly sekarang.
Chanyeol kembali menghampiri Baekhyun dengan sebuah gelas ditangan nya. Baekhyun sedikit melirik kearah Chanyeol. Menukik sebelah alisnya ke arah Chanyeol. 'apalagi yang akan dia lakukan, ya Tuhan'.
Chanyeol membawa tubuh Baekhyun kedalam dekapan nya, menyandarkan kepala Baekhyun pada dada nya. Baekhyun yang diperlakukan begitu hanya menurut dan menyenderkan punggung dan kepala nya pada Chanyeol.
"Kau ingin aku melepas ini kan?"
Sontak Baekhyun mengangguk kan kepala nya brutal. Ia hanya ingin semua benda laknat itu terlepas dari diri nya dan membiarkan ia mengeluarkan cairan nya yang tertahan akibat cock ring itu.
"Baiklah"
Mencuri kecupan di pipi Baekhyun, Chanyeol sedikit menurunkan celana yang dikenakan Baekhyun. Menambah kecepatan dildo yang masih bersarang di anal Baekhyun, membuat sang sempu terkesiap merasakan getaran yang lebih keras pada bagian selatan tubuh nya.
"Mmmpph Chanhhh kau bilangh k-kau mau akh melepas nya!"
"Ssssshhhhh don't fight"
Bisik Chanyeol tepat di sebelah telinga Baekhyun, meniup telinga itu dan mengecupnya singkat. Chanyeol mengarahkan gelas yang tadi ia bawa ke arah junior Baekhyun yang sudah menggembung. Melepas cock ring secara perlahan, membuat Baekhyun yang tidak sabar pun langsung menarik tangan Chanyeol dan melepas cock ring itu.
"Kau menantang ku hm?"
Baekhyun tidak mendengar perkataan Chanyeol. Terlena dengan rasa nikmat yang ia rasakan setelah semua cairan nya keluar yang sebelum nya tertahan, mengalir deras ke dalam gelas yang sudah disiapkan oleh Chanyeol.
Baekhyun mencoba menegakkan tubuh nya, masih merasa lemas akibat klimaks tertunda nya, oh jangan lupakan dildo yang masih bergetar di dalam nya. Chanyeol yang sudah merasa ditantang oleh Baekhyun langsung mematikan dildo tersebut. Membalikkan tubuh Baekhyun agar menghadap kearah nya.
"Habiskan"
Suara itu, nada tegas tersebut keluar dari tenggorokan Chanyeol sembari menyodorkan segelas sperma kearah Baekhyun, membuat hazel coklat itu membulat sempurna dan menatap horror segelas sperma yang ada di depan wajah nya.
"Kau menantang ku tadi, langsung menarik tangan ku yang melepas cock ring mu. Sudah baik aku mau melepas nya. Sekarang minum."
"T-tapi Chan—"
"Habiskan!"
Baekhyun menerima gelas yang disodorkan Chanyeol padanya dengan tetap mempertahankan tatapan horror pada gelas tak bersalah itu. Baekhyun mengendus sedikit bau cairan nya sendiri dan merasa mual akan hal itu. Demi Tuhan ia tak apa meminum sperma Chanyeol sebanyak apapun tapi tidak untuk sperma nya sendiri.
"Habiskan. Sekali tenggak"
Baekhyun melirik takut kearah Chanyeol. Menatap melas yang tidak diindahkan oleh yang ditatap. Baekhyun menatap kembali gelas berisi cairan nya tersebut dan langsung menenggak semua nya habis.
"Mmpph"
Mual. Itu yang dirasa Baekhyun. Membekap mulut nya dengan tangan dan bersiap ke wastafel untuk memuntahkan semua yang sudah ia telan. Chanyeol yang melihat itu langsung menarik tangan Baekhyun dan menyambar bibir mungil nan manis itu. Masih terasa sperma yang baru saja di tenggak Baekhyun. Chanyeol melumat dan mengobrak - abrik seluruh isi mulut Baekhyun. Mengajak lidah Baekhyun untuk bermain, bermaksud untuk menghilangkan rasa mual yang Baekhyun rasakan.
Berhasil. Baekhyun mulai menyamankan ciuman itu. Hilang sudah mual yang ia rasa. Mulai membalas permainan yang dimulai Chanyeol perlahan.
"Eomma Appa please, lakukan hal itu dikamar kalian sepuas nya tapi jangan di dapur"
Jackson. Bocah itu tiba - tiba saja memasuki dapur dan mengatakan hal itu sambil berjalan kearah dispenser, bermaksud untuk minum. Tidak mengindahkan kegiatan tidak senonoh yang dilakukan orang tua nya.
Baekhyun langsung mendorong Chanyeol menjauh dari tubuh nya. Membuat pinggang Chanyeol terantuk pinggiran meja.
"Akh pinggang ku, sakit"
"Makanya lakukan itu dikamar jangan seenak mu sendiri. Mending cuman terantuk meja dari pada ke jatuhan pisau yang ada di meja itu"
Jackson langsung berjalan santai menuju kamar nya dan sang adik meninggalkan dua insan yang masih ada di dapur.
"BOCAH SIALAN!"
.
.
.
TBC~
