EXTACY to Central Park Zoo
Chapter 2 - Tour dan Simpatisan
Note : Cerita ini dibuat oleh saya sendiri. Namun karakter, tempat kejadian dan komponen cerita yang berhubungan dengan cerita asli Penguin of Madagascar bukan milik saya. Melainkan Dreamworks and Nickelodeon. Karakter asli, tempat kejadian asli, dan hal-hal yang bersifat asli dan nyata disamarkan walau tidak semua karena ini hanyalah fiksi. Saya mohon maaf jika cerita ini kurang jelas. tidak penting dan ada kesalahan dalam penulisan, baik kosa kata maupun tata bahasa dalam cerita ini. Peringatan! Banyak sekali bahasa campuran, liar, dan gaul disini. Dan beberapa unsur kehidupan remaja. Hanya untuk umur remaja keatas!
Semua murid Smantic terkagum-kagum melihat tempat kebun binatang yang mereka kunjungi, yaitu Central Park Zoo. Lebih bagus dari Kebun Binatang Safari, itulah yang dikatakan oleh salah satu murid kelas 10 Smantic. Banyak sekali fasilitas yang mereka lihat dan dapat mereka gunakan. Seperti papan deskripsi, dan teropong. Solidaritas semua kelas masing-masing tidak membuat salah satu diantara mereka berpencar kemana-mana melainkan berjalan bersama keliling Central Park Zoo sesuai kelas mereka masing-masing.
Kelas EXTACY, merupakan kelas yang meiliki kepanjangan Exact Two Community, mereka berjalan bersama sambil bercanda ria seperti biasanya. Hanya saja, Mohawk dan Kadek masih tetap bertengkar karena perbedaan pendapat mengenai Segitiga Bermuda selama mereka berjalan sebelumnya. Mereka berjalan seperti biasa, walaupun mereka tidak berbaris beraturan seperti kelas SPATULA yang berkepanjangan Sebelas IPA Satu Menggila dan kelas NASIOTY yang berkepanjangan Natural Science of Three Comunnity. Sejajar mereka seperti dengan murid-murid kelas 10. Dwi sedikit merasa aneh dengan kelasannya, walau kompak tapi kompak dalam keberantakan.
Dari pertama murid-murid EXTACY masuk, mereka melihat sebuah air mancur. Letak air mancur tersebut terletak didepan pintu gerbang masuk Central Park Zoo. Diatas air pancuran itu terdapat patung seorang penyihir. Takjub mereka, melihat patung penyihir di sebuah air pancoran sudah membuat mereka kagum dan senang melihat artisitik di tempat yang mereka kunjungi itu. Bernard merasa mengantuk dan dia mencuci muka di air pancoran itu. Namun, hal tersebut dilihat dan dicegah oleh pengurus Central Park Zoo bahwa tidak boleh mencemari lingkungan yang ada ditempat itu. Akhirnya, guru PLH mereka, Bu Eneng, datang dan memberikan khotbah untuk Bernard agar dia tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Kemudian, mereka berjalan menuju ke arah barat Central Park Zoo. Mereka menemukan sebuah kandang yang berisikan 2 ekor Gorilla. Mereka bersamaan dengan kelas SESAT yang berkepanjangan dengan Sepuluh Satu. Dwi dan Bapake sempat melihat deskripsi bahwa Gorilla-Gorilla tersebut bernama Bada dan Bing. Gorilla yang berasal dari hutan belantara. Gorilla tersebut menyukai perkelahian satu sama lainnya sehingga tak heran jika Gorilla tersebut kadang akur kadang pula tidak. Salah satu murid kelas EXTACY mulai bertingkah aneh dan meledek satu sama lainnya.
"Bapake, kok gak masuk situ sih? Haha" kata Mohawk
"Apaan? Gua bukan spesiesnya." jawab Bapake
"Mendingan lu masuk Bapake. Nanti nambah spesies baru. Gorilla Berjambul. Hahaha" ucap Engkus
"Nanti biar jambulnya berotot bapake. Gua mau. Mwahahahaha." tawa Rifdut.
"Bapake-Bapake.. Kapan jantannya sih. Cewek-cewek menunggu nih." kata Tante
"Cie Bapake... cewek-cewek lu noh. Lagi pada nungguin lo" ucap Dono
Sementara itu, Bada dan Bing merasa aneh dengan pembicaraan mereka. Mereka berdua pun mulai bertanya-tanya.
"Itu manusia kenapa ya?" tanya Bing
"Mereka kan pada melihat keindahan diri kita. Tak ada yang perlu dikahwatirin kok" kata Bada
"Maksudku yang pada saling ngejekin itu." kata Bing sambil mengarahkan jarinya ke kelas EXTACY
"Aku tidak tau, kayanya mereka stress." kata Bada
"Kasian ya mereka, obatnya sudah habis." kata Bing sambil garuk-garuk kepala
"Yeah... pengujung teraneh yang baru pertama kali kita lihat." kata Bada
Kemudian, EXTACY mulai melakukan perjalanan mereka masing-masing. Mereka menuju ke arah utara dari tempat Gorilla itu. Sedikit perjalanan mereka, mereka menemukan sebuah kandang yang berisikan 2 ekor Simpanse. Ditempat itu, mereka bersamaan dengan kelas SEDIH yang berkepanjangan Sepuluh Dua Indah. EXTACY melihat tingkah laku 2 simpanse yang seperti bermain bulu tangkis dengan bolanya yaitu sebuah pisang. Karena kelas SEDIH dan EXTACY tidak mau meninggalkan kejadian langka ini. Akhirnya mereka mengambil foto aksi mereka itu via Camera Call yang mereka bawa masing-masing. Limbad dan seorang perempuan yang berasal dari EXTACY yang bernama Buaji melihat papan deskripsi di kandang itu bahwa Simpanse-Simpanse tersebut bernama Mason dan Phil. Simpanse merupakan asal dari keluarga Monyet. Simpanse tersebut merupakan simpanse jenis langka karena kemampuan dan keahlian yang dimilikinya berbeda-beda sehingga simpanse tersebut mempunyai sifat yang disebut dengan komunikasi bahasa isyarat. Mason memiliki kemampuan berbicara tetapi tidak bisa membaca. Sementara Phil memiliki kemampuan membaca namun umumnya tidak bisa berbicara.
"Wow, baru kali ini ya gua liat simpanse kaya ginian, biasanya kagak ada di Indonesia." kata Limbad kepada Buaji
"Iya nih, Simpanse kaya gini mendingan bawa pulang ke rumah gua aja." kata Buaji
"Emang bisa lu bawa mereka ke rumah lu?" tanya Limbad
"Kagak bisa, hehehe." jawab Buaji
"Gak usah ngemeng deh lo kalau lu sendiri kagak bisa." tegas Limbad
"Tumben, Limbad sekarang serem amat." ucap Buaji
Kemudian setelah kelas EXTACY melihat atraksi yang dilakukan oleh Mason dan Phil. Mereka mulai berjalan ke arah timur laut dari tempat simpanse-simpanse itu. Mereka berjalan dan menuruni sebuah tangga. Mereka menemukan sebuah kandang yang berisikan 3 ekor Lemur. Seperti biasa, mereka bersamaan dengan kelas SEGALA yang berkepanjangan Sepuluh Tiga Laga. Ditempat itu, Dwi berpas-pasan dengan salah satu adik kelasnya yang bernama Alip.
"Hei ka Dwi, ngapin ka disini?" tanya Alip kepada Dwi
"Sama temen-temen kakak de. Kakak ikut-ikut mereka aja de. Kalau kamu de?" kata Dwi
"Sama kaya kakak. Ka, lihat deh ka. Lemur-lemurnya lucu banget tau ka. Rasanya pingin banget bawa mereka pulang ke rumah aku ka." kata Alip sambil menunjukkan ke Lemur di kandang dekat mereka
"Emang lemurnya kaya gimana de?" tanya Dwi
"Liat deh ka, kaya begitu lemurnya. Imut banget!" kata Alip sambil menarik tangan Dwi dan menunjukan ke arah Lemur.
Ditempat itu, King Julien sedang asyik main trampolan dibalon bantal miliknya. Sementara itu, Mort dan Maurice menarik dan mendorong balon bantalan sehingga seperti balon batal yang sedang berjalan kesana dan kemari. King Julien melakukan atraksi lompatannya seperti salto dan tarian mesir. Atraksi tersebut membuat kelas SEGALA dan kelas EXTACY terkagum-kagum melihat keindahan lompatan King Julien.
"Hayolah para pengujung semuanya. Berlututlah kepadaku, lihatlah keagungan dari Raja Julien." ucap King Julien sambil dia melakukan akrobat dan atraksi melompatnya di sebuah bantalan balon yang dijalani oleh Mort dan Maurice. King Julien berkata, "Teruslah teman-teman, biarkan aku beratraksi disini.". Maurice berkata, "Tenang saja, semaunya sudah di atur kok.". Dan Mort berkata, "Hidup Raja Julien."
"Wow lemur-lemurnya hebat-hebat ya de... bisa dorong-dorong mainan balon sebesar itu." kata Dwi kepada Alip
"Iya ka. Ih gemes banget ka! Pengen banget ngeremes mereka!" ucap Alip sambil tak bisa menahan rasa keinginan dia
"Ya ampun de, ampe segitunya, nanti juga kamu dapat narsis bersama dengan lemur-lemur itu." kata Dwi
"Duh ka aku gak sabaran ka, pengennya juga sama kakak fotonya, hehehe." kata Alip sambil memegang tangan Dwi dan merayu Dwi
"Err... yea nanti deh kita foto-foto kalau ada waktunya. Okeh?" ucap Dwi sambil ragu-ragu dan tersenyum
"Sip deh ka." jawab Alip dan diapun bahagia
King Julien melihat dan mendengar percakapan mereka
"Hey teman, lihat , kita nanti dinarsiskan sama mereka." kata King Julien kepada Maurice kepada Mort.
"Narsis itu apa?" tanya Mort
"Aku tidak tau, mungkin bahasa mereka buat foto-foto bersama" jelas King Julien
"Waow... Narsis..." ucap Mort sambil membayangkan dia sedang foto bersama King Julien. Karena perasaan ambisinya terus mengelilingi diri Mort, akhirnya Mort menginginkannya namun Mort langsung memeluk kaki King Julien ketika King Julien sedang beratraksi lompat melompat.
"Mort, lepaskan dari kakiku. Kau menganggu atraksiku!" seru King Julien
"Aku mau di foto sama raja Julien..." kata Mort
"Hey lihat, ada Lemur yang lagi megang kaki Lemur yang loncat-loncat." kata Uwiie kepada semua kelas EXTACY dan SEGALA. Semuanya langsung bertepok tangan dan memotret atraksi yang dilakukan King Julien dan Mort. Semua kelas yang menonton memberikan sorakan karena kehebatan atraksi lemur-lemur itu.
"Lepasin Mort, kau sudah menganggu atraksi kita yang agung dan mulia ini." tegas King Julien kepada
"Tapi aku suka di foto sama Raja Julien." ucap Mort. Maurice hanya tepok jidat mendengar ucapan Mort.
Setelah EXTACY melihat atraksi yang dilakukan oleh para Lemur. Mereka mulai berjalan menuju ke arah tenggara dari kandang para Lemur. Ditempat itu, mereka menemukan sebuah kandang yang berisikan seekor berang-berang. Mereka berpas-pasan dengan kelas SEMPAK yang berkepanjangan Sepuluh Empat Kamikaze. Dwi melihat papan deskripsi. Papan tersebut tertulis bahwa berang-berang tersebut bernama Marlene. Marlene merupakan seekor berang-berang biasa yang hidup di rawa dan hutan. Keahlian dan kemampuan untuk bertahan hidup mirip seperti berang-berang yang lainnya pada umumnya. Ditempat itu, mereka melihat Marlene sedang memakan kacang kenari. Banyak sekali murid perempuan berkomentar bahwa tingkah laku Marlene imut sekali. Hanya saja, murid laki-laki, baik kelas EXTACY maupun kelas SEMPAK tidak berkomentar 1 katapun karena mereka sering melihatnya di rumah masing-masing. Yaitu, seekor tikus. Tak heran, murid laki-laki tidak tertarik melihat berang-berang itu dan akhirnya meninggalkan banyak murid perempuan dan mengajak agar melihat kandang hewan yang lainnya.
"Kenapa para lelaki tidak mau melihat keimutan aku? Apa aku jelek? Apa aku gak cantik lagi ya? oh... tidak..." ucap Marlene didalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.
Kemudian, EXTACY berjalan lagi ke arah timur, menaiki sebuah tangga dan berjalan ke arah selatan. Mereka menemukan sebuah kandang yang berisikan seekor Gajah. Hanya 1 ekor gajah ditempat itu. Dwi bertemu dengan salah satu adik kelas ditempat itu yang berasal dari kelas SELIMUT yang berkepanjangan Sepuluh Lima Imut. Adik kelas itu bernama Xayud. Bersama teman kelasannya, mereka melihat atraksi yang dilakukan oleh Gajah di kandang itu. Xayud menghampiri Dwi untuk berbincang-bincang.
"Ka Dwi..." kata Xayud sambil berlari-lari menghampiri Dwi
"Eh Xayud... ketemu lagi disini." senyum Dwi
"Iya ka. Ka, tempatnya bagus banget ka, aku baru pertama kali ke luar negeri di tempat ini. Apalagi di negara US." ucap Xayud
"Hahaha, sama de kakak juga. Kakak baru pertama kali ketempat seperti ini. Tempat di tempat ini juga bagus-bagus." jelas Dwi
"Pasti banyak yang tertarik ini ka, aku juga pengen banget bisa melihat-lihat keseluruhannya. Sayangnya kita tour cuma disini doang." kata dan keluh Xayud
"Kakak kurang tau de, apakah kita nanti tour ke tempat lain atau gak, anak IPS aja study tour di Duta Besar US de." kata Dwi
"Penegn ka aku kesana. Ih... sebel deh..." keluh Xayud.
"Ya udah de, nanti kita lihat bagaimana nantinya. Yang penting sekarang kamu kejar nilai IPA kamu itu. Kan kamu mau masuk IPA, jadi mulai penelitian kali ini kamu harus bisa bener-benar serius de. Gak boleh main-main loh, soalnya tugas kali ini gak mudah." jelas Dwi
"Iya kak, tenang aja kok. Aku mau lihat papan deskripsi tetnang gajah itu ka. Mau lihat gak ka?" kata Xayud sambil merayu Dwi
"Okeh deh, kakak juga penasaran tuh sama Gajah yang itu de." kata Dwi
Dwi dan Xayud melihat papan deskripsi. Dijelaskan bahwa gajah tersebut bernama Burt, gajah itu berasal dari Afrika yang merupakan berasal sekumpulan gajah-gajah biasa. Sehingga gajah tersebut sengaja dijadikan objek fauna di kebun binatang itu karena sering berinteraksi dengan hewan lain yang bukan jenisnya di sana. Kelas EXTACY dan kelas SELIMUT termasuk Dwi dan Xayud melihat atraksi yang dilakukan oleh Burt. Dari meniup buah-buahan ke udara, buah berputar, dan gajah berdiri. Tanpa pawang dan pemandu sekalipun, Burt dapat melakukan sendiri. Semua murid kelas EXTACY dan kelas SELIMUT terkagum-kagum dan menyukai atraksi ini. Akhirnya, mereka bertepuk tangan dan memotret atraksi tersebut. Rasa senang menyinari mereka. Membuat rasa jenuh mereka hilang. Burt mengatakan dalam hatinya, "Akhirnya, baru akli ini aku bisa membuat para pengunjung bahagia. Biasanya mereka bosan melihat penampilanku yang besar ini."
EXTACY mulai melanjutkan perjalanannya menuju arah Barat Laut dari tempat kandang Burt. Mereka melewati jalan pembatas kecil yang menghubungkan kadang gajah dengan berang-berang dan pintu masuk Central Park Zoo. Menuruni tangga dan mereka berada di pertengahan wilayah kandang hewan liar utama. Mereka menemukan sebuah kolam dengan bebatuan ditengahnya. Kelas EXTACY berada di kandang pinguin. Mereka juga berpas-pasan dengan kelas SENAM yang berkepanjangan Sepuluh Enam. Disana, mereka melihat pinguin yang sedang melakukan gaya dan atraksi. Yang mereka lihat saat ini adalah pinguin-pinguin sedang melakukan gaya patung air pancoran. Kelas EXTACY dan SENAM mulai tertarik dengan aksi yang dilakukan oleh para pinguin itu.
"Wih mantap gila tuh pinguin, udah mirip kaya patung pancoran." ucap Engkus kepada teman-teman kelas EXTACY
"Itu bukannya mirip Bernard ya?" ledek Mohawk
"Bapak lu mirip. Itu lu kali, jambulnya aja mirip kaya elu." ledek Bernard
"Ibu lu mirip jambul. Badan gede, rambut alus, mirip noh sama yang diatas. Kaya jamban obok lu." balas Mohawk
"Jamban-jamban... toilet aja lu beser kagak pernah di cebok." balas Bernard
"Eh udah ngapa sesama jamban gak usah ngeledek. Liat tuh pinguin lagi atraksi, lu bukannya nyatet buat penelitian malah saling ngeledek." lerai Jenggot
Namun, para pinguin mendengar ledekan mereka dan merasa sedikit tersinggung dengan ledekan mereka. Skipper yang berada di atas yang berpose seperti patung air pancoran, dibawahnya ada Private yang berpose seperti penari balet, dibawahnya lagi ada Kowalski yang berpose seperti seperti gagangan air pancoran dan dibawahnya ada Rico yang sedang berpose seperti piring genggaman untuk menahan gagangan air pancoran.
"Skippah, siapa yang mirip jamban diantara kita?" tanya Private kepada Skipper
"Sepertinya aku yang diledek sama mereka karena tampangku mirip seperti jamban." tegas Skipper dengan tampang marah daneluar asap di kepalanya.
"Rico juga sepertinya diledek sama yang meledek." ucap Kowalski. Rico menggetarkan dirinya karena emosi diledek orleh mereka.
"Sopan sekali mereka meledekku seperti jamban." ucap Skipper.
"Atiotik." kata Rico
Namun, karena para pinguin itu tersinggung akhirnya pose patung pancoranpun mulai berubah walau masih tetap seperti patung pancoran. Murid kelas EXTACY dan SENAM melihat bahwa pose patung pancuran itu mirip seperti jambang yang mendidih.
"Hei lihat pose jambang yang mendidih." teriak Xenia kepada seluruh kelas EXTACY dan kelas SENAM. Semua murid kelas EXTACY dan kelas SENAM mulai melihat kembali aksi pose tersebut dan bertepuk tangan dan bersorak gembira.
"Sekarang kita semua dibilang jamban." keluh Private
"Private.. kita tidak dibilang jamban melainkan kita berpose seperti jambang." jelas Kowalski
"Jambang itu apa?" tanya Private
"Jambang itu semirip seperti pot buat masak air." jelas Kowalski
"Ambla... ambla... " ucap Rico
"Semuanya, ganti formasi B. Segera!" tegas Skipper untuk merubah formasi pose dan gayanya. Dengan cepatnya, para pinguin membuat gaya dan pose karate. Semua murid kelas EXTACY dan kelas SENAM bersorak dan bertepuk tangan hingga memotret pose pinguin itu.
"Nah ini yang gua suka sekarang." kata Risky
"Iya ki, gua juga sama kok. Kali-kali ini ada pinguin yang bisa karate. Pengen banget punya hewan peliharaan kaya mereka." ucap Rahma
"Ah elu mah gak usah bawa pinguin, mendingan lu bawa kucing dari sini. Hehe." kata Risky sambil senyum-senyum ngeledek
"Sialan lo! Lu sekali ngeledek gua, lu bakal gua kunci mati biar lu gak bisa gerak. Jangan main sama gua lu. Mentang-mentang lu masih sabuk putih. Hey liat... gua udah sabuk biru." tegas Rahma
"Hehehe, sorry-sorry. Gua kan cuma bercanda ma. Gua usah dibawa serius. Snatai aja kali." kata Risky
Sementara itu, para pinguin mendengar percakapan mereka dan berkomentar menegenai mereka dengan pose yang masih sama.
"2 murid itu kelihatannya seorang murid karate. Aku yakin mereka bisa melakukan kemampuan kungfu mereka." ucap Skipper
"Yey.. kita mendapatkan teman yang jago karate. Tapi apa mungkin mereka bisa menjadi teman kita?" kata Private dan bertanya kepada Skipper
"Aku rasa.. mereka cukup tangguh untuk kita. Aku yakin kemampuan mereka dengan kita jauh berbeda." kata Skipper
"Kenapa kita tidak mencoba melawan mereka?" tanya Private.
"Private... mereka cukup tangguh. Mungkin kita bakal jadi boneka mereka jika kita kalah." tegas Skipper
"Um... bagaimana kalau kita berkenalan dengan mereka?" tanya Private
"Berkenalan? Ide bagus. Kowalski, bagaimana caranya agar kita bisa berkenalan dengan mereka?" tanya Skipper kepada Kowalski
"Ketika mereka lengah, kita takuti mereka. Saat mereka tidak bisa berkutik barulah kita mulai membuka identitas siapa kita sebenarnya." ucap Kowalski
"Baiklah. Saatnya ganti formasi C" tegas Skipper dan menyuruh temannya mengubah ke formasi yang baru yaitu formasi gaya guruf T.
Kelas EXTACY dan kelas SENAM kaget dengan perubahan formasi yang para pinguin lakukan cukup cepat. Dan saat itulah sorakan dan tepuk tangan mulai banyak dilakukan dan beramai-ramai kepada pinguin itu. Dwi merasa penasaran dengan pinguin itu. Akhirnya dia melihat papan deskripsi didekat kandang pinguin. Pinguin dikandang tersebut merupakan pinguin yang berasal dari daerah kutub. Pinguin spesies biasa ini memiliki keahlian yang unik. Gerakan yang lincah dan formasi kebersamaan menjadi ciri khas pinguin ini. Nama pinguin tersebut antara lain, Skipper, Private, Kowalski, Rico. Skipper merupakan pinguin yang berbadan gemuk dan besar. Private merupakan merupakan pinguin yang berbadang gemuk namun lebih kecil dibandingkan Skipper. Dia merupakan kelinci termuda dari yang lainnya. Kowalski merupakan pinguin yang berbadan kurus dan tinggi. Sementara itu, Rico merupakan pinguin yang hampir sama tingginya dengan Kowalski cengan ciri khas jambul di kepalanya. Dwi merasa dia pernah mengenal mereka dan nama mereka sebelumnya. Namun pikiran dia belum terkoneksi tentang sesuatu yang dia pernah kenali sebelumnya. rasa penasaran timbul didalam diri Dwi.
Tiba-tiba dengan cepat, salah satu murid laki-laki dari SENAM meninju dan menendang Dwi dari belakang. Dia bernama Dexa. Dexa merupakan salah satu murid dari kelas SENAM.
"Dengerin ye... lu jangan sesekali ganggu pacar gua lagi... lu udah putus ngapain lu ganggu pacar gua lagi HEH?" Dexa marah.
"Eh... siapa yang ganggu dia coba. Kan udah dibilang, kalau ini gak bakal ganggu dia lagi." balas Dwi
"Dancok lu, lu tetep aja berani ama pacar gua! Lu emang cowok asu lu!" ucap Dexa sambil marah-marah.
"Eh kurang ajar adik kelas kagak bener. Eh lu itu sebenarnya udah ngerebut dia dari gua. Lu itu sebenarnya maling tau gak? Adik kelas kaya gini tingkahnya udah jelek banget! Gua itu mau kalian itu hubungan kalian berdua itu damai dan baik kedepan. Makanya, gua udah nyuruh lu ke kelas gua lunya kagak mau. Pas lu chatting sama gua, gua mau ngasih doa kebaikan buat lu berdua, lu-nya kagak mau dan ngejek gua dengan akta-kata gak jelas dan kasar. Adik kelas macam apa lu" jelas Dwi
"Argh! lu tau gak, dia itu udah muak sama lu! Udah muak sama tingkah laku lu itu. Tapi lu tetep saja ganggu pacar gua." kata Dexa
"Eh dengerin ya, pacar lu itu sekarang udah mulai berjalan di jalan yang salah! Maka dari itu, gua gak mau dia terkena sesuatu yang buruk sama dia. Gua itu masih care sama dia walau udah putus. Coba liat, gara-gara lu. Musibah selalu menimpa dia. Dia selalu berbohong kepada gua karena KAU! Kau telah mencuri dariku. Lu kagak nyadar apa kesalahn lu sendiri? HAH!" bentak Dwi
Kelas EXTACY dan kelas SENAM mendengar adu mulut mereka berdua. Kedua kelas itu mulai melihat diri mereka berdua dari pandangan pinguin. Sementara itu para pinguin juga juga mendengar perkelahian mulut mereka berdua dan melihat mereka adu mulut.
"MONYET! Lu kakak kelas yang cumannya bisa ngancurin hubungan orang. Lu emang kagak becus, BABI!" ucap Dexa
"Eh SOPAN AMAT ya manggil kakak kelas kaya kebun binatang? Daripada lu, bisanya nyuri pasangan orang. Lu itu emang cowok selingkuh lu. Patut tangan lu dipotong rame-rame lu." ucap Dwi
"Eh emang sebelumnya lu apain cewek gua ampe kaya gitu? Liat dia, dia udah gak semangat buat jalanin hidup! Lu emang lebih baik lu di sambit pake tali lu." bentak Dexa
Semua kelas EXTACY dan kelas SENAM mencoba melerai mereka dan menghentikan perkelahian itu. Namun, Dwi dan Dexa tetap adu mulut dan mulai perkelahian. Semua murid kelas EXTACY dan kelas SENAM menghentikan perkelahian itu.
"Ya ampun mereka berkelahi. Apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan mereka Skippah?" tanya Private
"Rico, lempar dinamit ke dua orang yang berkelahi itu!" Skipper memerintah. Rico memuntahkan dinamit dari dalam perutnya dan melemparkannya sambil berkata, " KABOOM!"
Dinamit terlempar di udara dan akhirnya dinamit itu jatuh tepat diantara Dwi dan Dexa. Dinamit itu langsung meledak dan membuat Dwi dan semua murid kelas EXTACYnya terlempar jauh. Begitupun dengan Dexa dan semua murid kelas SENAM terlempar karena ledakan dinamit itu. Alhasil, sebagian murid dari kelas EXTACY dan kelas SENAM termasuk Dwi dan Dexa mengalami luka bakar dan terkena arang dari dinamit itu. Peristiwa ledakan itu mengundang perhatian semua kelas, binatang-binatang, guru-guru, dan para pengurus kebun binatang itu. Akhirnya, semua kelas, guru-guru dan para pengurus kebun binatang itu menolong semua murid kelas EXTACY dan SENAM yang terkena musibah itu dan melarikannya ke ruang pertolongan pertama yang letaknya bersebelahan dengan tempat kantor pengurus Central Park Zoo.
Sementara itu saat semuanya berada di tempat pertolongan pertama, King Julien, Maurice, Mort, dan Marlene menuju ke kandang pinguin untuk mengetahui peristiwa yang terjadi ditempat itu.
"Hey hey hey, ada apa ini? banyak sekali arang-arang bertebaran ditempat ini." kata King Julien sambil berjalan menghampiri para pinguin.
"Debu arangnya gak nahan. Bikin paru-paruku sesak." kata Marlene sambil menutupi hidungnya.
"Hello teman-teman, peristiwa kali ini cukup membuat yang lain berbuah perhatian." ucap Skipper
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi disini Skipper? Sampai arang-arang berjatuhan ditempat ini." tanya Marlene
"Dua murid dari sekolah tersebut melakukan perkelahian, sementara teman kelasan lainnya menghentikannya namun mereka tidak berhasil." ucap Skipper
"Akhirnya, Skipper menyuruh Rico untuk melempar dinamit ke mereka.. dan BOOM! Arang-arang berjatuhan dan beberapa dari mereka mengalami luka bakar ringan." lanjut Private
"Ya ampun, arang-arang ini mengotori tempat kerajaanku. Ini tidak bisa dibiarkan." kata King Julien sambil menunjukan tangannya ke para pinguin
"Ditempatku tidak kotor. Untungnya aku lagi makan kacang kenari." ucap Marlene
"Raja Julien, ini bukan tempat kerajaan kita. Kerjaan kita bersih dari arang. Cuma tempat para pinguin ini yang penuh dengan arang-arang berjatuhan." jelas Maurice
"Oh ya... tempat ini sudah seperti tempat sampah." ucap King Julien.
"Yey... mandi arang." teriak Mort sambil menebar-nebarkan arang ke dirinya.
"Mort, kamu jangan main arang. Nanti tubuh kamu jadi hitam." Marlene menghentikan aksi Mort. King Julien hanya bisa menepukkan jidatnya dan berkata, "Mort, kau seperti monster. Badan kamu jadi hitam semua."
"Monster? Waa! Monster!" teriak Mort sambil lari terbirit-birit dan kecebur kedalam kolam perairan di kandang Pinguin itu. Sehingga, Mort menjadi bersih dan kolam berubah menjadi hitam.
"Hey, kau mengotori kolam kami, semua air ini sudah terkontaminasi dengan arang-arang dari Mort." Skipper marah dengan King Julien dan temannya.
"Iya baik-baik, kami tidak mengotori kolam lagi tapi Rico lah yang membuat arang seperti ini. Jadi tempat kalian kotor seperti sampah." ucap King Julien.
"Aparapap bapap." ucap Rico sambil geleng-geleng kepala.
"Rico mengatakan bahwa dia tidak bersalah, dia sengaja mengeluarkan dinamit itu agar pertengkaran yang dilakukan oleh 2 murid itu tidak semakin menjadi-jadi dan tidak membuat keonaran dikebun binatang ini." jelas Kowalski
"Sebenarnya masalah mereka itu apa sampai mereka berkelahi seperti itu?" tanya Marlene
"Kowalski, analisis peristiwa pertengkaran itu dan jelaskan mengapa kejadian ini bisa terjadi!" seru Skipper kepada Kowalski. Kowalski menganalisis masalah itu, berpikir, dan menuliskan di buku analisisnya.
"Pertengkaran dan perkelahian tersebut terjadi karena salah satu pihak yang mempunyai pacar tidak mau kalau pacarnya diganggu oleh pihak ketiga. Pihak pertama adalah seorang laki-laki dari kelas SENAM dan pihak ketiganya adalah laki-laki berkacamata dari kelas EXTACY. Tujuan salah satu murid kelas EXTACY tersebut ialah memberikan pacarnya dia itu ajlaan yang benar namun ditolak oleh pacarnya dan laki-laki kelas SENAM itu. Aku rasa, laki-laki berkacamata dari kelas EXTACY itu merupakan pacarnya yang sekarang dimiliki oleh laki-laki kelas SENAM sebelum laki-laki kelas SENAM itu." jelas Kowalski
"Jadi, laki-laki berkacamata itu merupakan mantan pacarnya dulu dan mantan pacarnya direbut sama laki-laki kelas SENAM itu Kowalski?" tanya Private
"Tepat sekali, laki-laki berkacamata itu sebenarnya masih peduli sama mantannya sehingga pada saat itu dia memberikan saran kebaikan dan doa untuk mantannya dan hubungan mereka namun laki-laki itu menolaknya hingga dia mencaci maki laki-laki berkacamata itu bahkan pacarnya sendiri menolak kebaikan dan doa laki-laki kacamata itu." jelas Kowalski
"Ya ampun, kejam banget laki-laki itu. Sampai segitunya dia nolak kebaikan laki-laki kacamata itu dan mengecam laki-laki kacamata itu." kata Marlene sambil geleng-geleng kepala
"Kita semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap 2 lelaki itu sebelumnya. Tapi alangkah baiknya anak laki-laki kacamata itu bisa menjelaskan semuanya. Dan dia tidak punya pertolongan lain untuk menghadapi lelaki kelas SENAM itu." kata Skipper
"Lalu apa yang harus kita lakukan kepada lelaki berkacamata itu Skipper," tanya Private
"Kita akan berkenalan dan bertanya kepada dia di ruang pertolongan pertama." kata Skipper
"Apa kita gak perlu bertanya kepada lelaki yang bukan berkacamata itu?" tanya King Julien
"Aku rasa tidak. Karena ada kemungkinan kita yang menghancurkan hidupnya." jelas Kowalski
"Kowalski benar ekor cincin, lebih baik kita bertanya ke laki-laki berkacamata itu agar semuanya jelas." ucap Skipper
"Okay, aku mengerti aku ingin bertanya kepadanya." kata King Julien.
"Ayo teman-teman mari kita ke ruang pertolong pertama." perintah Skipper kepada smeua temannya ditempat itu. Para pinguin dan para lemur mulai berjalan dan keluar dari kandang pinguin.
"Hey teman-teman, tunggu aku, aku ikut dengan kalian." teriak Marlene dan mengejar para pinguin dan para lemur.
Di ruang pertolong pertama, Dwi dan sebagian temannya yang mengalami luka bakar ringan dirawat ditempat itu sambil berbaring di sebuah tempat tidur perawatan. Sementara itu, temannya yang tidak mengalami luka bakar, hanya bisa menemani mereka ditempat itu. Dwi ditemani teman-teman dari kelas SPATULA yaitu Gyasuku dan teman laki-lakinya yaitu Nivaresta. Sementara itu dari kelas EXTACY yang menemani Dwi yaitu Indut, Amis, Bolor, Ceker, Diana, dan Engkus.
"Dwi, lu gak apa-apa kan?" tanya Amis
"Gak apa-apa teman-teman kok, gua hanya sedikit luka bakar kecil." jawab Dwi
"Ya ampun wi, luka lu itu serius amat. Gak kecil dari yang lainnya, luka lu lebih parah dari yang lain. Kulit lu sampai terkelupas dan lecet gitu." jelas Bolor
"Kalau gak ditangani dengan serius ini lu bakalan gak bisa ngelanjutin acara ini lagi." ucap Indut
"Tenang kok teman-teman, luka gua udah gak serasa sakit lagi. Tadi dokter udah ngasih gua bahan sedative dan morfin. Paling gua masih menggunakan kain putih ini selama 24 jam kemudian. Ya semoga gua gak kena infeksi." jelas Dwi
"Itu kain udah kaya kain kafan waktu praktek agama ya? Hahaha!" tawa Ceker
"Et dah, kain putih gini lu bilang kain kafan. Emang lu kira dia mau di kubur?" kata Indut
"Ya gak lah, kata siapa kita mau ngubur di Dwi. Kita aja ngubur si Jenggot waktu dia jadi mayat pas praktek agama aja kagak jadi. Hehehe" tawa Ceker
"Apa bae dah lu, hahaha." balas Diana
"Wi, sebenarnya kenapa sih kok lu bisa berantem gitu sama adik kelas?" tanya Amis
"Gua lagi malas ngejelasin semuanya, gua malas kalau nanti malah gua yang disalahin." ucap Dwi
"Ih wi, tolong dong kasih tau gua sama teman-teman kita ini. Teman-teman kita ini pengen tau dan pengen bantu lu. Lu jangan nutupin apa yang terjadi pada lu!" tegas Amis
"Iya, kita semua pengen bantu lu. Lu kenapa sih bisa berantem sama adik kelas itu?" tanya Indut
"Daripada lu semua protes nanya dan maksain dia, lu ingetin kata-kata yang dilontarin Dwi ke adik kelas itu. Lu semua masih inget kan?" kata Nivaresta kepada yang lainnya. Semua teman yang ada disitu berpikir dan menemukan apa yang mereka dapatkan didalam pikirannya.
"Wi, emang lu berantem sama dik kelas lu karena masalah hubungan pacar?" tanya Indut
"Ya begitulah, gua gak bisa ngejelasin banyak. Intinya kalau lu tau gua nangis dikelas waktu ulangan basa sunda. Itulah alasannya. Apalagi waktu gua sama Bu Vespa. Gua sengaja nangis karena itu" jelas Dwi
"Oh itu toh, gua kira lu nangis karena gak bisa ngejar nilai. Ternyata itu. Pantesan. Jadi pacar lu direbut sama cowok itu wi?" tanya Amis
"Yeah. Gua enek banget sama kehadiran cowok itu dalam hidup gua. Bukannya membuat hidup cewek gua bahagia malah dibuat lebih buruk karena dia. Karena kedatangannya dia, cewek gua jadi sering berbohong, berpura-pura, hingga mencaci maki dengan kata-kata yang gak sopa." jelas Dwi
"Duh wi, kata lu berat banget di hati gua, hahaha! Tapi kok bisa sih cewek lu direbut sama dia?" tanya Indut
"Kagak tau gua juga, mungkin dia udah bosen sama hidup gua dan diri gua ini yang repetitive ini." ungkap Dwi
"Sabar aja wi, dia bukan cewek lu. Masih ada sejuta cewek disini. Ada juga yang menunggu lu, tenang aja kok, yang asli cuma satu. Yaitu jodoh lu sendiri. Jodoh ditangan tuhan, jadi jangan khawatir. Seusaha apapun hidup lu, jodoh gak kemana-mana kok. Tuhan pasti memberikan jodoh yang terbaik buat kita." jelas Amis sambil tersenyum-senyum
"Ciee Amis, bahasa lu lebih berat lagi dari Dwi. Hahaha! Yeah, bener wi, jodoh gak kemana-mana kok. Yang penting jalani hidup lu. Lu punya seribu pacar di hidup lu cuma satu yang jadi jodoh lu. Pacaran terus tapi putus terus mah gak apa kali. Suatu saat lu akan dapat orang yang sesungguhnya dalam hidup lu." jelas Indut
"Gua mah udah tau apa yang lu-lu pada bilang. Bahkan udah beribu-ribu kali gua denger kutipan itu. Tapi disini gua tuh sebenarnya pengen agar cewek gua itu menyadari atas segala kesalahan yang dia lakukan selama ini ke gua pada saat itu. Bahkan selama ini dari flashback hidup dia, dia itu udah melakukan keburukan selama hidupnya dan dia susah hingga tidak mau mengakui kesalahan yang dia perbuat selama hidupnya. Sehingga lihat saja, dia hidup penuh derita. Gua mau menolong hidupnya dari derita yang dia alami tapi semenjak kehadiran cowok brengsek itu. Hubungan gua sama cewek itu jadi putus karena kehadiran dia. Dan parahnya lagi..." jelas Dwi dengan panjang lebarnya.
"Dan parahnya apa?" tanya Indut
"Cowok itu memaksakan cewek gua untuk memutuskan hubungan silahturahmi gua kepada cewek itu." kata Dwi
"Waduh, itu parah banget wi, itu mah sama saja udah membuat lu sama mereka bermusuhan." ungkap Amis
"Ya makanya itu, kayanya gua percuma aja ngajarin mereka kebaikan kalau ujung-ujungnya seperti ini. Gua emang gak berarti apa-apa buat mereka dan kalian." sedih Dwi
"Gila banget tuh cowok! Maksain suruh putus hubungan silahturahmi. Itu kan dosa besar banget. Itu gak boleh dibiarin begitu aja wi." kata Gyasuku
"Itu dia, gua tuh pengen ngasih saran kebaikan dan doa buat mereka agar hubungan mereka tuh lebih baik tapi tetap aja mereka nolak permintaan gua. Ya udah, akhirnya yang gua takuti, hidup si ceweknya itu justru makin buruk dari sebelumnya. Eh, dia malah protes ke gua kalau gua gak boleh ganggu dia lagi. Ngajak berantem pula. Jelas-jelas gua care sama hidup dia yang buruk itu tapi cowoknya tidak menyadari semuanya yang terjadi pada cewek itu." jelas Dwi
"Ckckckck... ya udah wi sabar aja. Orang kaya gitu lebih baik jangan diladenin daripada tambah panjang masalahanya. Sekarang, kita semua care sama kondisi dan keadaan lu saat ini. Kita akan bantu sebisa kita semua ini. Tenang aja wi, dia ngajak berantem kita turun tangan." saran Indut
"Ya wi, kalau gua pikir memang sih ini masalah akan panjang karena kita dan kelasannya itu ada ditempat yang sama. Terutama ya ruangan ini. Tapi kita tetap bantu lu kok wi buat mengatasi masalah ini. Emang susah sih menyadari orang yang sudah melakukan banyak kesalahan tapi dia sendiri gak mau menyadari kesalahannya sendiri." ucap Bolor
"Tenang wi, teman-teman kelas EXTACY akan bantu lu." ucap simpati Amis
"Dan tak lupa teman-teman lu dari kelas SPATULA ini." kata Nivaresta
"Teman-teman semuanya... aku terharu... teriam kasih kalian mau membantuku dan menolongku ketika aku berhadapan sama mereka. Terima kasih." ungkap Dwi sambil berterima kasih dengan rasa sedih dan senyum kepada teman-temannya
"Yoi sama-sama wi, kita semua akan selalu bersama lu kok. Terutama kelasanmu itu. Kami akan datang kalau kau mengalami masalah sama dia." jelas Gyasuku
"Sama-sama wi. Ngomong-ngomong kau udah bisa jalan sekarang? Kulit lu gak apa-apa kan?" tanya Indut kepada Dwi
"Mungkin gua lagi agak sedikit susah jalan. Mungkin gua harus berbaring dulu. Kulit gua sih udah mendingan." jawab Dwi
"Ya udah wi, sekarang waktunya masih keliling-keliling lihat kebun binatang disini. Nanti kita kasih tau kok apa yang kita lihat bersama disana. Lu tetap disini dulu ya. Teman-teman lu ada kok yang nasibnya serupa kaya lu. Mereka berada diruang pertolongan pertama yang berbeda." jelas Amis
"Oh ya udah deh, gua juga tau kok siapa mereka. Gua bingung, ledakan tadi berasal dari mana ya? Tau gak?" tanya Dwi keapda teman-temannya.
"Gua juga gak tau, tiba-tiba langsung meledak dan kita terlempar semua." jawab Diana
"Yang gua lihat sih datangnya dari atas langit, itupun gua sendiri gak tau sumbernya dari mana." jawab Ceker
"Ada bom kali, gara-gara terrornya Osama Bin Laden." balas Gyasuku
"Osama bapak lu, mana mungkin kebun binatang ini diterror sama Osama. Orang Osama saja udah inalilahi dari kapan tau." ucap Diana
"Hahaha, ya udah wi, gua mau lihat keadaan Risky dan Rahma dulu. Mereka juga abis kena bom dari langit selain lu." pamit Gyasuku
"Sama gua juga wi, mau lihat keadaan yang lainnya, gua dan lainhnya pamit dulu ya wi." pamit Amis
"Oh ya udah, hati-hati ya." ucap Dwi sambil melambaikan tangan kepada mereka.
Teman-teman Dwi meninggalkan Dwi didalam ruangan itu. Saat ini Dwi sendirian dan tak ada yang menemani. Tak lama kemudian, pintu diruangan itu terbuka dengan sendirinya. Awalnya Dwi mengira ada orang iseng yang membuka pintu atau hanya angin lewat yang dapat mendorogn pintu agar pintu terbuka. Akhirnya, Dwi menutup kembali pintu itu dan kembali berbaring ketempat tidur. Namun, ketika Dwi tidur, dia merasakan ada sesuatu yang membuar diirnya terasa berat dan susah untuk bergerak tidur. Saat dia terbangun. Dia dikejutkan oleh hewan-hewan yang berada ditempat tidurnya. Dwi kaget dan hewan-hewan itu jatuh dari tempat tidur Dwi. Hewan-hewan tersebut adalah para pinguin, para lemur dan berang-berang yang ada dikandang binatang Central Park Zoo.
"Waduh nih binatang ngapain masuk ke ruanganku. Huss-huss sana pergi jangan masuk ke ruanganku lagi!" kata Dwi sambil mengusir binatang yang masuk
"Hey tunggu-tunggu manusia, jangan usir kami!" kata king Julien
"Waduh? Baru kali ini ada hewan yang bisa bicara kepadaku." Dwi penasaran dengan mereka
"Kau belum tau ya? kami semua ini dari dulu bisa bicara." balas King Julien. Dwi hanya mengucek mata kepadanya dan membersihkan telinganya dan berkata, "Apakah ini mimpi? Ataukah sudah kiamat?"
"Hello laki-laki berkacamata, perkenalkan. Kami adalah para pinguin dari kebun binatang Central Park Zoo. Aku Skipper, selaku pemimpin semua para pinguin ini." Skipper memperkenalkan dirinya dan dia berkata dengan lanjutnya dengan menunjukkan kepada Private, Kowalski, dan Rico untuk memperkenalkan diri mereka, "Ini adalah Private, dia adalah pembantu dan penolong kami ketika ada masalah yang menghampiri. Ini Kowalski, dia menganalisis semua masalah yang terjadi. Dia sangat ahli sekali dalam penelitian. Dan yang satu ini adalah Rico, dia dapat memuntahkan barang-barang dari dalam perutnya." Private, Kowlaski dan Rico melambaikan tangan kepada Dwi. King julien tak mau ketinggalan sehingga dia dan temannya memperkenalkan diri mereka.
"Tunggu dulu, biarkan aku memperkenalkan diriku dahulu karena aku sang raja! Perkenalkan, aku Raja Julien. Raja yang mengatur kebun binatang ini. Dan ini yang temanku yang berwarna abu-abu adalah Maurice. Sementara yang kecil, imut, dan berkuning ini adalah Mort. Mereka adalah pembantuku." jelas King Julien sambil menunjukan jari telunjuknya kepada Maurice dan Mort. Maurice dan Mort hanya melambaikan tangannya saja tanpa mengucapkan kata satupun walau tampang mereka seperti tidak ikhlas akan pembicaraan King Julien. Namun, Marlene pun tak mau ketinggalan untuk memperkenalkan dirinya dan berkata kepada Dwi, " Salam kenal, aku Marlene. Siapa namamu?" ucapnya sambil bertanya kepada Dwi.
"Namaku Dwi, aku pelajar Smantic yang berasal dari negara Indonesia. Salam kenal semuanya. Aku senang bisa berkenalan dengan kalian. Hewan yang bisa bicara. Ngomong-ngomong, kenapa alasan kalian datang kesini? Rasanya cukup aneh, aku kira kalian binatang yang kabur akibat peristiwa munculnya bom itu." Dwi menjelaskan sambil dia garuk-garuk kepalanya.
"Alasan kami datang kesini adalah ingin mengatakan sesuatu padamu mengenai musibah yang kau alami itu." jelas Skipper dengan ekspresi seperti guru
"Musibah? Jadi, apakah kalian lihat darimana asala ledakan itu?" tanya Dwi kepada mereka
"Tidak, kami tidak melihat asal ledakan itu tapi kamilah yang melakukan ledakan itu kepada kamu." jelas Skipper
"Kalian? bagaimana bisa kalian melakukan ledakan itu?" Dwi penawsaran dengan ucapan Skipper
"Ini karena kemampuan yang dimiliki oleh Rico. Rico memuntahkan bom dari dalam perutnya. Dan melemparkan kepada kamu agar perkelahian tidak semakin sengit dan tidak bermasalah lebih lanjut." jelas Kowalski kepada Dwi dan Rico hanya menganggukkan kepalanya.
"Wow... tak aku sungka, kalian menolongku dari bencana itu. Terima kasih. Aku ,erasa tertolong berkat kalia, kalau tidak, mungkin masalahku dengan dia bakalan panjang bahakan aku kena impasnya sama guru-guru konseling." ucapan terima kasih Dwi kepada mereka.
"Itu tak masalah, kita semua akan membantumu dan melindungimu dari masalah yang akan terjadi." kata Skipper denan rasa simpatik kepada Dwi
"Hm... Dwi... boleh aku tanya sesuatu? Mengapa kamu dan dia berkelahi?" tanya Marlene
"Oh itu... Ceritanya cukup panjang. Bahkan panjang sekali. Jika kalian mendengarkan percakapanku dengannya pasti juga sudah tau apa yang sebenanrya aku dan dia katakan." kata Dwi dengan singkatnya
"Tapi kami semua ingin tau mengapa peristiwa ini terjadi pada kamu sehingga membuat kamu dan dia itu bertengkar? Karena dengan mengetahui semuanya, kami akan menolongmu dan melindungimu. Percayalah..." rayu Marlene kepada Dwi.
"Err... " ragu Dwi dan tak bisa mengatakan satu kata pun.
Apakah Dwi bisa menceritakan semua kejadian yang dia alami kepada mereka. Ataukah Skipper dan temannya dapat memberikan alternatif lain agar Dwi tidak tertekan? Kelanjutannya ada di Chapter Ketiga
