oke. saya cuma jalan-jalan di profil FFn dan sedang… ehm, membersihkan segala sesuatu dan ngelihat fic morning. setelah perdebatan batin, akhirnya yang satu ini terbentuk. ampun, saya terlalu lama di fandom English, alhasil bahasa Indo saya agak kaku ;_; /pundung/

Disclaimer: Vocaloid © YAMAHA

Warning: bahasa kaku asdfghjkl, AU, OOC, plotless&absurd u3u


Time of a Day
—afternoon—
© mistrada


"Jadi," kata Miku Hatsune hati-hati, "untuk apa kau memanggilku ke sini, Luka?"

Wanita bersurai pink yang dipanggil Luka tak merespon Miku sama sekali. Ia menjulurkan tangannya dan meraih secangkir cappuccino hangat lalu menyeruputnya dengan nikmat. Setelah beberapa saat, ia meletakkan cangkir berwarna neon pinkitu di atas meja.

Ketika Luka tak merespon sama sekali, Miku memutuskan untuk lebih… mendekati topik yang ia rasa Luka ingin bicarakan hingga ia memanggilnya ke sini—cafè dekat tempat Luka bekerja sekaligus tempat les vokal Miku.

"Apa ini…" Gadis berambut teal itu memberi jeda, "soal Gakupo?"

Deathglare yang seketika Luka tujukan pada cangkir neon pink di depannya menjawab pertanyaan Miku. Gadis itu menghela nafas panjang—masalah Luka dan tsundere-nya yang kumat saat ia berada dalam radius lima meter dari lelaki berambut ungu itu terkadang membuat kepalanya pusing.

"Cangkir ini," kata Luka tiba-tiba. Pandangan matanya terkunci pada cangkir cappuccino-nya, "punya warna yang sama dengan cangkir kopi Gakupo."

Miku menggaruk pipinya, cukup kaget dengan deklarasi Luka yang secara mendadak. "Oh ya?" tanyanya, "kupikir cangkir kopi Gakupo itu berwarna ungu—melihat obsesinya pada warna ungu dan terong, tentu saja."

Luka menggeleng. "Itu dulu. Tapi sekarang tidak." Ia membantah, "Gakupo pernah bertanya padaku, beberapa bulan lalu, mengenai warna cangkir yang cocok padanya semenjak ia memecahkan cangkir lamanya."

"Lalu?"

"Kusarankan ia membeli warna pink karena sikapnya sama dengan warna pink: terlalu feminim, menyebalkan, menyakitkan mata yang melihatnya—" Luka mulai membeberkan keburukan warna pink, yang membuat Miku sweatdropped.

"Tapi, Luka, warna rambutmu juga pink," celetuk Miku. Luka tak menanggapinya dan terus berbicara.

"Keesokan harinya, ia memamerkan cangkir pink yang ia beli dari toko cangkir yang ada di ujung jalan. Sepertinya ia benar-benar mengikuti nasehatku—"

"Luka."

Nada suara Miku membuat Luka berhenti. Ia mengerjapkan matanya tiga kali dan menatap Miku. "Ada apa?" tanyanya.

Miku memasang tampang bosan. Ia menopang dagunya dengan telapak tangannya. "Apa kau sadar bahwa kau sedang menceritakan aku mengenai Gakupo dan… cangkir kopi pink-nya?" tanyanya.

"Apa yang kau maks—oh." Luka merasakan bahwa pipinya memerah. "Aku tidak menceritakanmu mengenai Gakupo. Aku hanya sedang… memberitahukanmu mengenai kebobrokannya."

"… kau menyangkalnya."

"Tidak."

Miku menatap Luka dengan malas. "Kata orang, denial is the first sign of falling in love—penyangkalan adalah tanda pertama saat jatuh cinta," ujar Miku. Ia meraih cangkir teh herbal yang ia pesan dan menyesapnya.

Wajah Luka makin memanas. Ia tak mungkin memerah hanya karena… Gakupo dari tujuh miliar orang di dunia. Mungkin itu hanyalah efek dari cuaca yang panas. Ya. Cuaca yang panas.

"Dari wajahmu, aku menarik kesimpulan bahwa kau sedang menyangkal apapun-yang-kau-pikirkan, benarkah?" tanya Miku sambil meletakkan cangkir yang telah tak ada isinya.

"Aku tidak menyangkal apapun," sergah Luka.

"Benarkah?" balas Miku sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Ya."

Miku menatap skeptis ke arah Luka untuk sesaat—sebelum ponselnya berdering. Panggilan dari Kaito. "Kurasa aku harus mengakhiri acara sore yang indah ini. Kaito telah memanggilku," kata Miku. "Tapi, akan kulanjutkan ajang interogasi ini, Luka." Ia beranjak berdiri. "Kuharap kau tak lama-lama menyangkal perasaanmu pada Gakupo. Kasihan juga kulihat maniak terong itu." Dan Miku pun berlalu.

Luka menatap cangkir cappuccino-nya dan memikirkan perkataan Miku. Sesaat kemudian, wajahnya memerah.

"Aku tak menyukai samurai jejadian itu!"


end


iya, iya, saya tahu mereka berdua OOC, saya tahu W(OAOW) tadinya juga saya mau berhenti ngetik terus cancel Microsoft Word. tapi… ga jadi. makanya makin ke bawah ceritanya makin ga jelas (_._) maklumilah hal itu.

er… apa lagi ya? oh, kritik&saran selalu dinantikan :3 see ya!

Indonesia, 1 Juni 2014

- mistrada