Title : Lay Is Mine(KrisLay)

Author : Byunir

Main Cast : Kris & Lay

Other Cast : EXO

Genre : find it by your self.

Leght : 2 of 2

Warning : YAOI / Boy X Boy.

A/N : Fic YAOI. Ini hanya fanfiction dari seorang author bernama Byun. Jika ditemukan Typo dan Alur yang kecepetan maafkanlah byun.

If don't like this genre and couple don't read ! Please ..Just go back!

… ©byunir …

Lay berjalan ragu menuju sebuah kamar yang dihuni Kris. Sejak kejadian sarapan pagi tadi Kris sama sekali tidak keluar kamar dan Lay sangat sadar bahwa Kris sedang tidak dalam mood yang baik padanya.

Tokkk..tokkk

Lay memejamkan matanya, bahkan hanya mengetuk pintu membuatnya sangat gugup. Lay masih setia berdiri didepan kamar berharap Kris mendengarnya dan membukan pintu untuknya. Namun setelah sekian menit Lay menunggu tidak ada respon dari dalam kamar bercat putih itu. Apa Kris marah besar padanya? Apa Kris tidak mau bertemu dengannya ? apa Kris bosan padanya? Atau Kris berniat bunuh diri ?

"ANDWAEEEEE!"

Lay berteriak histeris akibat memikirkan hal-hal bodoh. Dan lebih bodohnya dia berteriak ketika Kris sudah membukakan pintu kamar itu otomatis Lay berteriak tepat didepan tubuh Kris.

"Gegeeee…".

.

.

.

Lay menangkupkan kedua tangannya dimulut mencoba menutupi rasa malunya dan takut Kris malah makin marah padanya. Kris menatap datar Lay yang sedang menunjukan ekspresi kaget. Kris ingin sekali memeluk pria yang lebih pendek yang berada didepannya ini namun sepertinya benar pemikiran Kai bahwa dirinya terlalu gengsi untuk mengakuinya.

"Gege, bolehkah aku berbicara padamu sebentar?"

Kris masih menatap dingin Lay yang salah tingkah didepannya.

"Untuk apa? Kenapa tidak dengan member yang lain? Bukankah mereka lebih penting, kenapa tidak berbicara dengan mereka saja?"

DEG

Lay menenunduk sambil meremas kaos V-Neck dibelakang punggungnnya berharap mendapatkan sedikit kekuatan untuk tetap bisa berdiri didepan kekasihnya yang kini hanya memandang dirinya datar. Tidak ada sentuhan, tidak ada sebuah pelukan dan tidak ada sebuah ciuman dari pria didepannya.

"Ini tentang kita,ge. Tidak ada hubungannya dengan yang lain"

"Ahh, tentang kita? Apa sekarang itu penting untukmu,xing? KITA!"

"Gegeee.."

Air mata yang mecoba untuk bertahan agar tidak jatuh kini turun dengan sendirinya dari ujung kedua mata indah Lay. Lay mencoba menghentikan isakannya, dan berharap pria didepannya memeluknya dan mengatakan bahwa yang dia katakan hanya sebuah candaan.

Kris terdiam melihat pria didepannya Lay..kekasihnya..menangis..KARENANYA!

"Yixing, ak~"

"Lay Gege.."

Belum sempat kris melanjutkan kata-katannya Kai datang dan langsung merangkulkan kedua tangannya ke kedua bahu Lay yang sedikit bergetar karena isakannya. Lay langsung dibawa pergi oleh Kai seperti tak ada orang lain disana. Kris terduduk didepan pintu kamarnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

"Apa yang kau lakukan bodoh? Apa yang kau lakukan pada Yixing-mu? Kau membuatnya menangis? Kau membuat Yixing-mu menangis? Kau bodoh Kris sangat bodoh"

Kris menundukkan wajahnya diatas kedua kakinya yang terlipat setelah mengutuk kebodohan dirinya sendiri. Ya, Naga kita memang bodoh.

.

.

.

Rencana yang seharusnya hanya membuat Kris cemburu pada Lay berubah menjadi masalah besar Lay tidak mau keluar kamar D.O sejak Kris sedikit membentaknya. Sama dengan yang dilakukan sang kekasih Kris juga tidak keluar kamar sejak tadi. Kesepuluh member EXO tentu saja ikut khawatir.

"Xing keluarlah, kau belum makan malam."

Enam puluh menit sudah Luhan berdiri didepan pintu kamar berwarna hitam itu berharap seorang pria yang dipanggil 'Xing' itu keluar.

"Xing keluarlah, kau belum makan malam."

"Seratuss.. wah kau berkata 'Xing keluarlah, kau belum makan malam' hingga seratus kali hebat sekali kau,ge"

Sehun mengacungkan jempolnya pada luhan.

Bughhh..

"Kau pikir sekarang waktu bercanda, hun?"

Sehun menggelus kepalanya yang baru saja terkena sebuah sandal yang dilayangkan gege kesayangannya,Luhan.

"Ahh,, aku menyerah. YAK! YIXING JIKA KAU TAK MEMBUKA PINTU INI SEKARANG AKU DAN SEHUN AKAN MENDOBRAKNYA!"

Nafas luhan terlihat terengah-engah setelah memberi sedikit peringatan pada sesosok makhluk yang berada didalam kamar yang tertutup didepan Luhan.

"Sehunnie..ayoo"

Luhan menarik tangan Sehun untuk membuat kuda-kuda sebelum mendobrak kamar yang ada dihadapan mereka.

"Hitungan ketiga, sehunnie.."

Sehun menggangguk mantap.

"Satu.. dua.. tiga….yaaaa"

Brakk.. Bughhhh..

Pintu coklat itu terbuka dengan Yixing yang berdiri tak jauh sambil melihat dua orang yang tersungkur dihadapannya.

"Yixing-ge, jika kau ingin keluar bilanglah jadi kami tak perlu bertindak hal aneh. Lihat perbuatanmu,ge.."

Sehun meringgis diikuti Luhan yang juga meringgis memegang kedua lengan mereka yang menyentuh lantai. Yixing membuka pintunya sebelum Luhan dan Sehun mendobrak dan hasilnya ya beginilah dua orang itu tersungkur tepat dilantai kamar D.O.

"Kau sudah keluar?sekarang kau harus makan."

Suho menarik tangan Lay yang masih melihat kearah Luhan dan sepertinya tidak peduli pada Luhan dan Sehun yang terpenting adalah Lay keluar dan baik-baik saja.

"Ge, sakittt.."

"Kau pikir hanya kau yang sakit,hun?"

Luhan dan Sehun berdiri sambil terus mengelus lengan mereka lalu berjalan mendekati semua member [- Kris] yang berada di ruang tengah.

"Ge, minumlah.."

Baekhyun menyodorkan segelas teh hangat pada lay, lay menerimanya dengan senyuman kecil duduk tepat disebelahnya.

"Ge, kau tidak apa-apa kan?"

Ada seburat kekhawatiran diwajah Kai ketika melihat Lay yang hanya menggengam gelas yang berisi teh yang diberikan oleh Baekhyun tadi. Lay menatap Kai dan mengangguk menandakan bahwa dia baik-baik saja. Tapi semua member yang sedang berada disitu tidak sebodoh dengan apa yang lay pikir mereka tau bahkan sangat tau kalau lay tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Cklekk..

Sebuah pintu terbuka tepatnya pintu kamar Kris. Semua member memalingkan wajah dan menatap kamar itu terkecuali Lay yang malah tertunduk memandang gelas teh yang dia genggam sejak tadi. Lay takut.

Terlihat Kris yang keluar kamarnya sedikit mencuri-curi pandang melihat Lay yang tertunduk disamping Baekhyun dan Suho. Kris berjalan tanpa memperdulikan yang lain menuju pintu utama dorm mereka. Semua member memandang bingung atau mungkin tidak tau harus berbuat apa.

"Kau mau kemana,ge?"

Suara Tao memecah keheningan saat itu, semua member masih memandang Kris berharap mendapat jawaban yang tepat namun nihil Kris tetap diam sambil terus memakai sepatunya.

"Bersifatlah gentleman selesaikan masalahmu, Kris!"

Ada sedikit penekanan dikata-kata Xiumin barusan namun Kris terus saja sibuk dengan sepatunya.

"Selesaikan dengan kalian saja, dia membutuhkan kalian bukan aku."

Chanyeol berdiri menghampiri Kris, berdiri tepat didepan Kris dan langsung menarik kerah Kris dengan sangat kuat membuat Kris mau tidak mau berdiri. Chanyeol menarik kerah Kris sampai tepat disamping kursi yang diduduki Baekhyun Lay dan Suho. Kris seperti tidak punya kekuatan untuk melawan Chanyeol saat itu, pikirannya yang memang sudah berantakan membuatnya tidak bisa berpikir jernih.

"Selesaikan masalahmu,ge!"

Chanyeol melepas kerah Kris, Kris berdiri mematung memandang Lay yang terus saja menunduk sambil terus menggenggam gelasnya erat dan menimbulkan efek getaran digelas bening itu.

"Jangan memaksanya,yeol."

Lay mengangkat kepalanya sambil memandang seluruh member diruangan itu. Lay menaruh teh yang diberikan Baekhyun di meja tepat didepannya. Lay berdiri berjalan menuju kamarnya dan keluar dengan sebuah jaket ditangannya menuju pintu dorm dan menghilang dari pandangan semua member yang saat itu hanya bisa diam.

Kai berdiri menuju Kris yang masih diam mematung.

"Jika kau terus seperti ini jangan harap jika besok Lay masih milikmu,ge.."

Kai menuju kamarnya diikuti semua member yang lain yang beranjak dari duduk mereka.

"Jika hanya hal kecil seperti itu bisa membuat kau seperti anak kecil, lepaskan saja Lay aku lebih baik dari dirimu."

Kata-kata Suho seperti menyadarkan Kris dari kebingungan yang terjadi padanya. Dilihatnya semua member yang sudah masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Tapi Kris kembali diam.

.

.

.

Jalanan kota Seoul sudah sangat lengang jam sudah menunjukan pukul 11 malam, langit pun seperti sedang tidak bersahabat awan gelap seperti mengikuti hati seorang namja yang sedang duduk tertunduk diujung sisi kanan sebuah halte sambil terus menunduk. Dia menangis.

"Bodoh!"

Lay ya pria itu menghapus air matanya yang terus saja mengalir seperti hujan.

"Bodoh berhenti menangis!"

Lay terus mengutuk dirinya yang sejak tadi terus menangis. Menangisi seorang yang bahkan sekarang tak peduli lagi.

Tess… tess…

Lay memandang jalan yang mulai basah dia mendongak menatap langit, hujan turun begitu mendadak mencoba seperti ingin membantu Lay menyembunyikan kesedihannya. Hujan yang semakin lama semakin deras membuat suhu berubah begitu dingin. Lay menghapus semua air matanya lalu mengeratkan jaket tipis yang dia pakai semakin erat ketubuhnya.

"Bodoh.."

"Bahkan aku bisa mendengar suaranya" Batin Lay

"Kau pikir aku hantu?"

Lay terdiam lalu mengarahkan kepalanya kearah kiri mengikuti suara yang didengarnya. Lay melihat sesosok pria yang sangat dia kenal. Kris. Ya Kris yang hari ini selalu membuat dirinya terus menangis.

Kris duduk diujung halte sebelah kiri sambil terus melihat kearah Lay yang sedikit bergetar karena kedinginan. Lay langsung mengalihkan pandangannya kearah lain yang penting tidak memandang Kris. Ditatapnya tetesan hujan yang jatuh didepannya,hujan saat itu masih tidak ingin berhenti dengan menjatuhkan airnya terus menerus kebumi.

"Kau mau mati kedinginan?"

Suara itu cukup mengagetkan Lay seraya merasakan sepasang tangan terkalung diantar kedua lengannya dengan sebuah jaket tebal yang terpasang ditubuhnya membungkus tubuh kecilnya yang mulai menginggil. Lay mendongak menatap sepasang mata yang sedang memandangnya sendu. Ingin rasanya Lay melompat memeluk pria didepannya ini. Lay merindukannya.

"Tidak usah repot, ge."

Lay berdiri dan membuat tangan Kris terlepas begitu saja dari tubuh Lay. Lay beranjak kearah hujan yang terus turun, tanpa memperdulikan Kris yang nampak sangat menyesal. Lay tidak memperdulikan hujan yang mengguyur tubuhnya hingga basah kuyup, dia terus berjalan ke sebrang jalan. Sampai sepasang tangan menggenggam tangan kirinya dan menariknya kuat membuat Lay mau tidak mau harus berbalik, dengan sangat cepat seperti hujan turun sebuah tangan menyentuh tengkuk Lay dan menarik wajah Lay untuk merasakan sesuatu yang dingin menempel dibibir lembut milik Lay. Sebuah ciuman.

Kris memeluk pinggang Lay erat tanpa ingin dia lepaskan. Dilihatnya Lay memandangnya dengan tetesan air mata dan air hujan yang bersatu mengalir lembut di wajah cantik Lay. Tidak ada balasan dari Lay, Lay hanya diam. Kris tau jika Lay kecewa padanya.

"Maafkan aku, xing.."

Lay masih diam bahkan ketika Kris dengan sangat tidak rela melepaskan ciuman mereka.

"Aku mengecewakan mu lagi,xing" Lay diam.

"Aku benar-benar menyesal,xing" Lay masih diam.

"Aku minta maaf, xi-

"Naga bodoh naga bodoh naga jahat!"

Lay memotong ucapan Kris dengan berteriak sambil memukul-mukul dada Kris. Air mata itu kembali mengalir di wajahnya namun kali ini air mata itu tertutupi air hujan yang ikut menetes diwajahnya.

"Kenapa kau jahat padaku, ge. Tidakkah kau tau aku terluka."

Kris tidak ada sama sekali ingin menghentikaan Lay dia sadar bahwa dirinya bersalah pada pria didepannya ini. Rasa sakit yang dia rasakan akibat pukulan Lay tidak ada apa-apanya dengan sakit hati yang Lay rasakan dihatinya.

Perlahan-lahan pukulan Lay melemah digantikan isakan yang cukup membuat Kris merasakan rasa sangat menyesal membuat Lay menangis seperti itu. Kau memang jahat Kris.

Kris tidak tinggal diam dengan sekali tarikan tubuh Lay sudah ada di dalam pelukannya. Kecemburuan, rasa sakit hati seperti luntur saat pelukan itu menyatukan dua tubuh mereka.

"Maafkan aku, maaf, maaf aku benar-benar menyesal, xing."

Kris memeluk tubuh Lay seperti tidak ingin melepasnya kembali. Begitu juga Lay kedua tangannya memeluk pinggang Kris sambil terus terisak.

"Jangan seperti itu lagi, ge. Aku takut kehilanganmu,ge"

"Aku tidak akan meninggalkanmu, xing."

"Tapi tadi kau seperti ingin meninggalkanku,ge."

"Aku hanya …"

Kris terdiam. Lay menghentikan isakannya lalu mendongak memandang Kris.

"Hanya apa?"

"Hanya….."

"Hanya apa,ge?"

"Aku hanya… aku cemburu padamu,xing."

Kris memasang wajah cemberut kearah Lay, Lay terkikik kecil.

"Naga bodoh!"

Lay melepas paksa pelukan Kris padanya. Lalu terkikik memandang Kris yang masih cemberut. Lay memegang tengkuk Kris dengan kedua tangannya lalu sedikit menjinjit membungkam bibir Kris. Lay memejamkan matanya diikuti Kris yang memeluk Lay erat.

"Ummphhh.."

Kris melumat bibir Lay sambil memainkan lidahnya didalam mulut hangat Lay. Kris meraba punggung Lay mencoba menerobos jaket juga baju Lay. Dengan cepat tangan kekar itu sudah ada dipunggung halus Lay. Mengelusnya pelan.

"Unghhhh kriss.."

Lay mengigit bibir bawah Kris. Sentuhan Kris membuat tubuhnya merasakan sensasi yang berbeda.

Tittttttt…titttttttt

Lay membelakan matanya melirik kearah kanan, dapat dilihatnya lampu sebuah mobil mendekat kearah mereka berdua. Lay mencoba melepaskan diri dan menyadarkan Kris.

"Emphhh kriss lepash…"

Namun Kris seperti tidak ingin bahkan tidak akan pernah ingin melepaskannya. Sebuah mobil berhenti tepat disebelah mereka berdua. Dengan posisi yang masih sama bibir Kris masih sibuk dengan bibir lembut Lay dan tangannya yang sedang sibuk dengan punggung halus Lay. Oh god!

"kalian pikir kalian sedang syuting drama? Lakukan itu dirumah kalian jangan ditengah jalan seperti ini!"

Seorang ahjussi mengumpat kesal pada Kris dan Lay. Tapi Kris seperti menulikan pendengarannya, walaupun Lay sudah berusaha melepaskan dirinya. Karena tidak ada tanggapan Ahjussi itu pergi dengan segala macam umpatan untuk Kris dan Lay.

Kris membuka matanya dan melepaskan tubuhnya dari Lay.

"Hampir saja kita melakukannya di tengah jalan,xing."

"Bodoh!"

Kris dapat melihat guratan merah merona dipipi Lay. Dia tertawa kecil melihatnya. Dari hujan yang masih turun hingga hujan mulai berhenti seperti itulah mereka berdua diibaratkan.

Lay berjalan duluan menuju dorm meninggalkan Kris yang masih diam di tengah jalan dekat dorm mereka.

"Kau membiarkan aku disini, xing?"

"Aku tidak peduli padamu, naga bodoh."

Kris tertawa.

"Baiklah aku memang naga bodoh! Tapi ingat kata-kataku. KAU MILIKKU ZHANG YIXING!"

.

.

.

Lay membuka pintu dorm dengan tubuh yang mengigil.

"Gegeeee.."

Tao berteriak kearah Lay sambil seraya memeluk Lay. Lay balas memeluk Tao.

"Kenapa kalian belum tidur, ini sudah larut malam."

"Kami menunggumu, ge."

Suara chen terdengar khawatir. Lay tersenyum kearah semua member.

"Tidurlah, aku sudah pulang kan."

"Gege, mianhae."

Tao kembali memeluk Lay.

"Waeyo?"

"Kami yang membuat hubungann gege sama kris gege jadi seperti tadi."

Tao tampak sangat menyesal. Lay kembali tersenyum.

"Jadi kalian yang merencanakan biar Kris-ge cemburu hm?"

Tao mengangguk.

"Tapi itu ide suho-hyung!" Tao menunjuk Suho lalu diikuti anggukan member lain.

"Hey bagaimana bisa aku? Kalian harusnya ikut bertanggung jawab."

Ceklekkk..

Pintu dorm mereka kembali terbuka semua member menatap takut. Mereka tau siapa yang akan datang siapa lagi kalau bukan Kris. Tao mundur menjauh dari Lay kearah belakang punggung Xiumin. Semua member memandang Kris takut. Kris memasang wajah datarnya lalu berdiri dibelakang Lay.

"Sekali lagi kalian menyentuh milikku, you die!"

Kris menautkan kedua tangannya dipinggang kecil Lay. Lay memandang semua member yang bergidik mendengar Kris bicara seperti itu, Lay tertawa kecil mencoba mengisyaratkan Kris-Hanya-Bercanda.

"Because Lay Is Mine!"

Kris memandang semua member dengan seringainya. Lay hanya bisa diam saja, dia tidak mau kejadian tadi pagi terulang 2 kali. Kris melepaskan tautannya lalu menarik Lay kekamar mereka. Semua member hanya diam melihatnya.

"Habislah kau, ge."

D.O menatap punggung Lay dengan prihatin.

"bersiaplah mendengar paduan suara dari kamar mereka,hyung"

Sehun memandang Semua member. Sedangkan yang lain hanya mengangguk-angguk setuju.

"AKHHH GEGEHHH.."

Semua member mengangga mendengar suara yang baru mereka dengar, suara Lay atau lebih tepatnya desahan Lay. Luhan langsung menutup telinga Sehun yang ada didepannya, Xiumin berbalik dan ikut menutup telinga maknae kesayangan kita Tao.

"hmm. Okee. Hmm.. kit.. kita kembali kekamar masing-masing"

Suho tampak salah tingkah. Semua member mengangguk dan beranjak kekamar mereka masing-masing dengan senyum aneh atau mungkin pikiran-pikiran aneh.

-END-

Terima Kasih sudah menunggu byun lupa pw akun ffn byun masa makanya updatenya lama-_-. Ditunggu komentarnya. Saranghae! Kalau mau request juga boleh tapi request genre aja ya karena pairing yang paling dapet feelnya buat byun cuma KrisLay ^^

©byunir