Anyeong haseyo~

Saya kembali~

Ini Couple kedua, jadi tinggal dua chapter lagi setelah ini.

Buat yang nanya kapan Kyumin? Saya sudah buat urutannya yah sesuai summary. Jadi bisa ditebak sendiri yah…

Buat yang penasaran chapter satu kemaren Yesung diterima wookie apa engga, bakalan kejawab kok di next chapter.

Jadi ketauan, wookie nerima Yesung, atau relain Yesung buat saya. –abaikan –

Ok, Lets chek this story…

SIBUM

.

Choi Siwon

Kim Kibum

.

Rated : T

.

GS/Typo(s)/Membosankan/Pasaran/Tidak sesuai EYD/OOC

.

Semua Cast milik diri mereka masing-masing, orang tua, dan Tuhan YME.

Saya hanya meminjam nama mereka saja.

.

Don't Like Don't Read

.

Don't Bash The Chara

^Happy Reading^

.

.

.

Believe – Super Junior

.

.

.

'Aku tunggu di café biasa'.

Kibum membatu setelah kalimat singkat yang tertera dilayar ponsel Siwon tertangkap oleh manik matanya. Bukan menjadi topik teratas memang, namun satu minggu ini beberapa situs media entertainment membahas kedekatan suaminya dengan aktris cantik Park Hanbyul, lawan bermain di serial drama terbarunya, Oh my lady.

Awalnya Kibum tak begitu memikirkan berita itu. Media memang selalu membesar-besarkan berita yang belum tentu benar. Namun Kibum patut waspada bukan? dan pesan singkat yeoja yang belum begitu ia kenal, cukup membuktikan jika Siwon memang memiliki hubungan dengan yeoja itu.

Berlebihan memang jika Kibum begitu cepat menyimpulkannya. Namun 'café biasa'? bukankah itu berarti mereka sering bertemu tanpa sepengetahuan Kibum.

"Kibumie~".

Kibum cepat membalikan badannya. mengarah pada Siwon yang baru saja menyelesaikan mandinya. Ia meletakan lagi ponsel Siwon di atas nakas – tempat semula ponsel itu –, memaksakan tersenyum agar namja itu tak curiga.

"Sedang apa?". Tanya Siwon. Namja itu melangkah seraya mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil.

"Tak ada". Jawab Kibum singkat. Kakinya melangkah menuju lemari besar. Dimana semua pakaiannya dengan Siwon tersusun rapih disana.

Siwon mengangguk. Mendudukan tubuhnya ditepi ranjang sembari menunggu pakaian yang Kibum ambilkan. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi mereka.

"Kau mau kemana?". Tanya Kibum. Ia menyodorkan celana hitam panjang yang langsung Siwon kenakan. Memakaikan kemeja berwarna biru tua saat namja itu merentangkan kedua tangannya. Sekali lagi, ini memang sudah menjadi kebiasaan bagi mereka.

"Bertemu dengan Kangin hyung. Ada apa?".

Kibum menggeleng pelan. "Pakai dasi?". Tanya Kibum mengalihkan pertanyaan Siwon.

Siwon tersenyum mengecup kening Kibum. "Tak usah".

Kibum tersenyum hambar. merapikan kembali kemeja yang dikenakan Siwon. "Siwonie?".

"Hm?".

"Kau tak menyembunyikan sesuatu dariku bukan?".

Alis Siwon menaut bingung, tak mengerti apa yang istrinya bicarakan. "Apa yang kau bicarakan?".

"Aku bertanya, kau tak menyembunyikan sesuatu dariku bukan?". Ucap Kibum. ia melangkah mendekat rak kaca sisi kamarnya. Di rak berukuran sedang itu terdapat berbagai jam tangan bermerk koleksi Siwon. Diambilnya jam tangan berbahan steinless yang dibeli Siwon saat mereka berbulan madu di Paris dulu. memakaikannya pada pergelangan tangan Siwon.

"Tentu saja tidak". Jawab Siwon. Sebenarnya namja itu masih nampak bingung dengan ucapan Kibum tadi.

.

.

.

.

Salahkah jika Kibum mengikuti Siwon?. Ya sekarang yeoja itu tengah berdiam didalam mobil mewah hitam miliknya. Nafasnya tercekat mendapati Siwon keluar café beriringan dengan seorang yeoja. Walau dua orang itu memakai atribut penyamarannya, tapi Kibum yakin, jika namja yang mengenakan topi dengan kaca mata hitam itu adalah Siwon. Dan yeoja berbalut syal dengan kaca mata hitam yang menutupi matanya adalah Hanbyul.

Sebelumnya Kibum menghubungi Kangin menanyakan apakah Siwon bersamanya. Dan jawabannya tidak. Mereka memang berjanji akan bertemu, namun Kangin menundanya sampai besok. Dan beruntunglah Kibum menjumpai mobil Siwon terparkir di halaman depan café saat yeoja itu hendak membeli kebutuhan dapur di supermarket.

"Siwonie~". Lirih Kibum. ia membekap mulutnya, tak percaya dengan apa yang ia lihat dari kejauhan. Suaminya berpelukan yang menurut Kibum itu sangat mesra. Dengan lancang air matanya mengalir membasahi kedua pipinya. Dan hati Kibum, benar-benar bergemuruh saat ini.

.

.

.

.

"Ceraikan aku!".

Siwon terbelalak kaget. Tiba-tiba saja Kibum berkata demikian saat ia baru saja kembali. Bahkan Siwon belum sempat melepas sepatunya.

"Apa yang kau katakan? Jangan bercanda!".

"Aku tak bercanda. Dan aku memang ingin bercerai denganmu". Kilatan emosi makin tergambar diwajah manis yeoja itu. "Aku tau kau berkencan dengan Hanbyul-ssi kan? Ternyata yang diberitakan tentang kedekatanmu itu memang benar".

"Mwo?". Siwon makin terkejut. "Ya! Choi Kibum. kau bicara apa? Aku tak pernah berkencan dengan siapapun". Ia sedikit meninggikan suaranya, sedikit terpancing emosi karena tuduhan Kibum.

Kibum berdecih. "Kau bahkan membentakku".

"Astaga…". Siwon mengusap wajahnya frustasi. "Sebenarnya ada apa sayang. Kenapa tiba-tiba menuduhku seperti ini".

Kibum terisak, air matanya mengalir membentuk garisan bening dipipinya, membuat Siwon tersentak kaget. Kibum menepis tangan Siwon yang hendak memeluknya. Mengusap kasar lelehan air mata itu.

"Tak usah kau tutupi lagi Siwonie, aku sudah membaca pesan dari Hanbyul-ssi tadi pagi, dan aku melihatmu keluar café bersamanya. Dan kau berpelukan mesra dengannya. Apa itu bukan berarti kau memiliki hubungan khusus?".

Siwon kembali terkejut, matanya mengerjap tak percaya. "Kau membaca pesan Hanbyul-ssi?". Siwon menggenggam tangan Kibum. dan lagi-lagi yeoja itu menepisnya. "Kau salah paham sayang. Biar aku jelaskan".

"Apa yang kau ingin jelaskan. Itu semua sudah terlalu jelas".

Rahang Siwon mengeras, tangannya mengepal menahan emosi. "Choi Kibum".

Kibum membekap mulutnya. Mendadak ia merasa sesuatu mendesak keluar dari mulutnya. Perutnya begitu terasa mual. Dan kepalanya terasa pusing.

"Kibumie, gwenchana?". Ucap Siwon panik. Ia merengkuh tubuh Kibum yang limbung. Kibum tak menolak. Ia merasa tak bertenaga walau sekedar menepis tangan itu.

Sedari pagi Kibum tak memakan apapun. Selera makannya sedang tak baik. Ditambah dengan kejadian sepanjang hari ini. tentu saja ia tak memikirkan waktu makannya.

"hhggg~". Kibum kembali membekap mulutnya. Pandangannya mengabur seiring dengan tubuhnya yang merosot jatuh. Jika Siwon tak menahannya, bisa dipastikan tubuh itu tergeletak lemah dilantai.

"Ya tuhan…". Tanpa menunggu banyak waktu, dengan sigap Siwon menggendong tubuh Kibum.

.

.

.

.

"Ughh~". Kibum meleguh lirih. Mencoba membuka matanya yang terasa berat. Aroma obat-obatan begitu terasa di indra penciumannya, Kibum yakin jika ia tengah berada dirumah sakit.

"Kibumie~ kau sudah sadar?".

"Siwonie~".Lirih Kibum seraya menoleh pada Siwon perlahan. Ia masih ingat jika mereka tengah bertengkar sebelum dirinya jatuh pingsan. Dan ia tak akan lupa apa yang membuat mereka bertengkar. Namun Kibum benar-benar ingin Siwon berada disampingnya saat ini.

"Gwenchana?". Siwon mengusap kepala Kibum lembut. "Kau terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak, makanya kau bisa pingsan seperti tadi".

Kibum tak menjawab. Apa maksud Siwon dengan berfikir yang tidak-tidak? Menurut Kibum itu sudah jelas dan pasti.

"Kau sudah salah paham. aku bisa menjelaskannya"

Kibum menatap Siwon lekat. Menuntut penuh ucapannya barusan.

"Aku dan Hanbyul hanya teman. Aku dan dia terkesan akrab karena kami bermain di serial drama yang sama. Kau tau itu bukan?. Dan siang tadi, Hanbyul menanyakan konsep pernikahan kita dulu. sepertinya dia tertaik".

Dahi Kibum mengerut samar. Masih belum sepenuhnya mencerna ucapan Siwon.

"Hanbyul akan menikah sayang. Jadi yang kau tuduhkan padaku itu salah".

Mata Kibum mengerjap kaget. "B-benarkah?".

Siwon tersenyum. "Tentu saja benar, harusnya aku juga bertemu dengan calon suaminya, tapi dia ada urusan mendadak".

Kibum menatap Siwon dalam dalam, mencari kebohongan di bulatan mata namja itu, dan Kibum tak menemukannya.

"Kau masih tak percaya padaku?". Tanya Siwon.

Kibum mengerjapkan matanya. Menatap Siwon penuh rasa bersalah. Jika Kibum mudah sekali terbawa emosi, begitu juga sebaliknya. Yeoja itu begitu mudah memaafkan seseorang. Dan Kibum begitu beruntung memiliki suami yang sangat mencintainya dan begitu memahaminya.

"Mianhae". Ucap Kibum lirih.

"Tak apa". Siwon tersenyum. "Cukup jangan mengulanginya lagi. Kita bisa membicarakannya baik-baik".

Kibum tersenyum tipis. Membiarkan tangan Siwon mengusap lembut punggung tangannya. "Aku bisa mati jika harus bercerai dengan mu. Membayangkan saja aku hampir gila".

"Berlebihan". Cibir Kibum seraya terkekeh kecil.

Siwon tertawa. Mengecup lama punggung tangan Kibum. "Kau menuduhku menyembunyikan sesuatu, tetapi justru kau yang menyembunyikan sesuatu dariku".

Dahi Kibum kembali mengerut samar. Entahlah, yeoja itu mendadak sulit mencerna ucapan-ucapan Siwon.

"Apa maksudmu?".

"Kenapa tak memberi tahuku hm?".

"Apa?".

"Kau hamil. 11 minggu".

Mata Kibum mengerjap tak percaya, jantungnya mendadak berdetak sangat lamban. "H-hamil. A-aku hamil". Tanganya terulur mengusap perutnya. Sungguh tak percaya jika dalam perutnya saat ini hidup buah cintanya dengan Siwon.

"Iya sayang, kau hamil. Gomawo".

Siwon mengecup lama bibir Kibum. Bibir itu masih tetap sama seperti kali pertama ia mengecupnya. Manis, dan basah. Dan itu sudah menjadi candu untuk namja bermarga Choi itu.

.

.

.

.

.

"Kibumie~ bagaimana memasang dasi ini". Siwon setengah berteriak. Tangannya mengangkat dasi kupu-kupu kecil berwarna hitam.

"Seperti itu saja kau tak bisa". Kibum mencibir yang malah ditanggapi cengiran lebar suaminya. "Gendong Jiwon, biar aku yang memasangnya".

Dengan terampil Siwon menggendong bayi laki-laki yang baru bisa tengkurap. Anak sulung yang dilahirkan Kibum tiga bulan yang lalu itu sedikit memberontak dalam gendongan Siwon, merasa jika ayahnya sudah mengganggunya bermain.

Sulung? Ya. Suami istri itu tak menyangka jika bayi mereka terlahir kembar berjenis kelamin laki-laki. Kibum memang tak ingin melakukan USG saat hamil dulu. dan kelahiran Jiwon dan Jibum menjadi hadiah yang sangat special untuk mereka.

Walau memiliki anak kembar, Kibum tak ingin memakai jasa baby sister seperti ibu muda lainnya. Siwon dan dirinya saja sudah cukup, dan mereka begitu menikmati betapa repotnya mengurus dua bayi. Mengurus suami dan anak-anaknya sendiri adalah impian Kibum sedari dulu. dan Tuhan sudah mengabulkannya.

"Omo~ anak eomma tampan sekali". Puji Kibum setelah mengecup pipi bulat Jiwon. Bayi mungil itu terkekeh geli saat sang ibu juga menggelitik perutnya.

"Tampan seperti appa". Kibum tertawa. Suaminya itu tetap tak ingin kalah dengan dua anaknya.

"Sekarang giliran Jibum". Kibum mengangkat tubuh montok Jibum. Menyerahkan pada Siwon setelah namja itu meletakan Jiwon tengkurap di sisinya.

"Selesai". Kibum mengambil alih Jibum dari gendongan Siwon. Sama seperti saudara kembarnya. Jibum tertawa geli saat Kibum menggelitik perutnya. "Aigoo, kenapa anak-anak eomma sangat tampan".

Siwon menggendong tubuh Jiwon yang tak kalah montok dari adiknya. Mencium gemas pipi bulat itu. "Tentu saja. Mereka mewarisi ketampananku sayang".

Kibum terkekeh geli. beranjak mematut dirinya dicermin tanpa menurunkan Jibum dari gendongannya. Gaun craem pastel terlihat sangat anggun di tubuhnya. Walau masih tampak berisi pasca melahirkan, itu tak mengurangi kecantikan dan pesona Kibum.

Siwon mendirikan tubuhnya. Menggendong Jibum mamatut dirinya dicermin berdampingan dengan Kibum. ibu muda itu amat mengakui, jika Siwon terlihat sangat tampan dengan setelan tuxedo hitam yang dikenakannya.

"Aku benar-benar merasa sempurna, memiliki istri yang begitu cantik dan kedua putraku yang sangat tampan".

Kibum tertawa lirih. "Ya. Aku juga sangat beruntung memiliki suami tampan, dan anak-anak yang tampan pula".

"Give me long kiss baby~". Ucap Siwon seduktif.

Kibum mendengus. Memukul lengan Siwon dengan tangan kirinya. "Ya! dasar mesum". Ucapnya kesal. "Aish… cepat berangkat, atau kita bisa terlambat dipernikahan Eunhyuk dan Donghae nanti". Siwon tertawa geli. berjalan menyusul Kibum yang melangkah lebih dulu.

"Aigo~ eomma kalian sepertinya malu". Ujar Siwon menggoda. Dan see? Kibum kembali mendaratkan pukulannya. Dan kali ini kepala namja itu yang menjadi korban.

.

.

.

.

FIN. FIN. FIN.

Thanks to :

Lee chaRaa :Yuzuki Chaeri : cloudswan : gaemgyu : Zen Liu : cutevilpinkiss : Heldamagnae : dirakyu : Alfia Retno S : yantiheenim : yensianx : Lee'90 : Meonk and Deog : Luvori19 : PaboGirl : Guest : sider imnida : Cho Rai Sa : babychoi137 : tarry24792 : Babyjoy

Mind to Review?

Sampai jumpa di HaeHyuk~ pai~ pai~