Summary:Momo mengetahuinya. Apa ekspresi hitsugaya ketika Momo melihat anaknya? Apakah Momo akan menyebarkan berita ini? Warning: Gaje,typo,abal,oc
Genre: Tragedy/Hurt/Comfort
Disclaimer: Om Tite kubo selaluuu!
Rate: T ajah!
Pairings: Gak ada!
Momo know it!
'Shiro-chan' batin seorang gadis berambut hitam dicepol bernama Momo Hinamori sambil menatap langit senja. 'Akhir-akhir ini dia murung. Kenapa ya?' batinnya lagi. 'Apa dia memiliki masalah?' gadis itu kembali bertanya di dalam hatinya. Berjuta-juta pertanyaan kini ada di benaknya. Pertanyaan tentang Toushiro Hitsugaya. Seorang yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri.
Hinamori kembali menatap langit senja di belakang kantornya. Setelah taicho divisi 5 diganti, dia menjabat sebagai fukutaicho divisi 13. 'Aku akan menayainya besok!' batin gadis berambut di cepol itu lalu pergi pulang.
Keesokan harinya
"Rangiku-san!" panggil gadis berambut cepol sambil membuka pintu ruang kerja divisi 10.
"Ada apa Hinamori? Sepertinya terburu-buru sekali." Orang yang dimaksud –Matsumoto Rangiku- menanggapinya.
"mmm… anu… apakah Shiro-chan ada?" tanya gadis itu.
"mmm… Taicho ya? Dia belum datang. Tumben sekali dia belum datang. Padahal dia biasanya datang lebih dulu dari aku. Aku juga tidak tau kenapa."
"Arigato. Mmm… Rangiku-san, apa kau tau alamat Shiro-chan?"
"Alamat taicho? Kalau tidak salah JL. Seireitei raya . ambil saja kartu namanya." Ujar wanitaitu sambil memberikan kartu nama Toushiro.
"Ah! Arigatou Rangiku-san."
"Doutashimasta."
"Ini rumah Shiro-chan ya? Megah sekali. Dimana bellnya ya? Oh itu dia."
Ting-tong-ting-tong.
"ya, tunggu sebentar!" Terdengar suara Toushiro dari speaker di atas bell. Samar-samar terdengar suara tangisan anak kecil.
'itu suara anak siapa ya? Aku tidak tau kalau shir-chan memilikikeponakan atau saudara.
"Momo!" panggil Toushiro pada gadis di depannya dengan ekspresi kaget.
"Ah! Konnichiwa Shiro-chan." Momo menanggapinya.
"Konnichiwa?" Toushiro bertanya.
"Lho, Shiro-chan! Ini kan sudah jam 12 lewat! Jadi konnichiwa." Jelas Momo. Toushiro melirik ke arah jam tangannya.
"NANII? Aku sudah terlambat! Momo bisa kau sampaikan ke soutaicho bahwa hari ini aku tak masuk kerena flu?" tanya Toushiro penuh harap.
"Boleh saja. Ta…" belum selesai Momo berbicara terdengar suara tangisan anak kecil.
"Huweeeeee!"
mendengar suara itu, Toushiro langsung melesat masuk ke dalam rumah dengan mimik muka khawatir. Karena penasaran, Momo mengikutinya. Momo kaget ketika sudah smapai di dalam. Dia tidak hanya melihat Toushiro, tapi, juga seorang anak berumur sekitar 3 tahun yang sedang menangis dan lututnya memar. Di samping anak itu, Toushiro berusaha menenangkannya.
"Shiro! Sudah okaa-san bilang kau harus tidur! Kau demam! Sekarang, jadilah anak okaa-san yang baik dan berhenti menangis. Ayo kita oabati lukamu." Toushiro membawa anak itu kedalam. Tak berapa lama dia kemabali.
"Dimana anak itu?" tanya Momo.
"Dia tidur." Jawab Toushiro.
Hening…
"Shiro-chan! Siapa anak itu?" tanya Momo tiba-tiba
Deg! Jantung Toushiro serasa di tusuk 10.000 zanpakutou terkuat. *
"Momo kau sudah melihatnya. Kumohon jangan kau ceritakan pada siapapun."
"Baiklah, tapi, siapa anak itu?"
"Dia… anakku." Jawab Toushiro sambil berkata lirih.
"Shiro-chan? Kau serius? Tapi kau kan…"
"Ya! Aku tahu. Bukankah kaupun sudah mempelajarinya di akademi momo? Bahwa, ada sekelompok orang yang memiliki kekuatan hollow. Mereka memiliki beberapa kelebihan. Salah satu kelebihan mereka adalh.. memambuta sesama jenisnya hamil."
"Shiro-chan… jangan berkata bahwa kau…"
"Ya! Aku berhubungan dengan salah satu dari mereka."
"Siapa?"
"Seorang yang kini mennjabat sebagai taicho divisi 5." Toushiro mengatakannya sambil menggertakan giginya. Tanda bahwa ia sangat benci dengan orang itu.
"Maksudmu…" Momo kembali berkata.
"Ya! Lelaki bejat yang tidak mau bertanggung jawab. Kumohon Momo jangan kau bocorkan hal ini pada siapapun. Karena, kalua hal itu terjadi, nyawa Shiro akan terancam.
"Baiklah shiro-chan aku mengerti."
"Arigatou. Momo."
"Yosh! Doutashimasta! Siapa nama anakmu tadi? Shiro? Hmp" Momo menahan tawanya.
"Iya. Memangnya kenapa? Kok kau sampai mau tertwa."
"Karena berarti ada 2 Shiro-chan."
"Lalu kenapa?"
"Nggak. Cuma kalau aku memanggil salah satu dari kalian, nanti dua-duanya nengok lagi. Hahaha." Momo tertawa keras.
"psst Momo! Kau bisa membangunkannya!" Toushiro memperingatkan.
"Ah! Gomenne. Wah! Sepertinya aku harus kembali. Akan kusampaikan alasanmu tidak masuk karena flu."
"Arigato! Hati-hati di jalan ya!" ucap Toushiro sambil mengantar Momo sampai Pintu gerbang.
"Yosh! Eh, tapi kalau obaa-chan tau gak apa-apa kan?"
"Jangan! Nanti obaa-chan jantungan!"
"Hahaha hanya bercanda. Sayonara!"
"Yosh!" jawab Toushiro sambil melambaikan tangan.
DEG! Tunggu, perasaan apa ini? Aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada Shiro. Ya tuhan… kumohon… lindungilah Shiro…
TBC
Zuu-nii: Akhirnyaaaa Fic nista saya selesaiiii! Omong2 yg ada tanda * nya itu maksudnya author ngarang. Soalnya author gak tau pasti ada berapa jenis zanpa.
Toushiro: Dasar author nista!
Zuu-nii: diiihh! Anak kecil ngapain ikutan?
Toushiro: Hyourinmatuu!
Zuu-nii: bentar mau kasih pesan-pesan terkahir dulu.
Toushiro: baiklah…
Zuu-nii:mmmm es the manis ama nasi goreng dong bang! *berkata pada tukang nasgor yang sudah ada disana entah sejak kapan*
Toushiro: SERIIUUUSS!
Zuu-nii:ini jufa uddah selius! *mulut penuh nasgor* oh iya! Satu lagi deh! lieview nya ya! Kalau gak ada lieview gak ada chap 3.
Lieview=Rieview.
