Yo minna-san! I bback again! Masih bersama Toshiro Ricky yang genius ini hahahahah!

Hope you like this story!

Disclamire:

Aku tidak memiliki para karakter Bleach atau Naruto mereka semua punya Tite Kubo dan Masashi Kishimoto. Aku mah hanya punya ceritanya aja deh biar garing bin gaje. Ku mah cuma pakai karakternya supaya imajinasi para reader lebih mudah menyerap apa yang ada dicerita ini. Seperti kata petuah Spongebob Squartpant ' kita hanya butuh imajinasi!'

Nah kita mulai ceritanya! dam Dam DAM dum Dum DUM KECESSSS!

"Getsuga Tensho!" Talking

'hmm I think aizen is bisexual?' Thinking

"Apa kau bilang BOCAH!" Demon/Hollow Talking

'hmmp! Bocah itu susah sekali diomongin' Demon/Hollow Thinking

(Di bacok Unohana!) imagenation Author

NARUTO LOST OF SHINIGAMI WORLD

Chapter : 2 Where the heck I am!

Pagi itu di Seiritei cuaca sedang secerah langit biru yang member ketenangan bagi yang melihatnya. Suara burung berkicauan, angin sepoy-sepoy menambah suasana tenang di Komunitas Roh.

Di salah satu asrama akademi dewa kematian. Terlihat seorang lelaki berambut pirang sedang asiknya tidur. Disebelahnya dekat tempat tidurnya terdapat 4 pedang zanpakuto.

"mmmmm…..ramen….miso ramen…beef ramen….mie ayam (WTF!)….." gumam si lelaki itu yang tak lain adalah Naruto Uzumaki. Dia membalikan badannya dan terjatuh dari tempat tidurnya.

BRUUUUUK!

"ite!" Naruto mengusap hidungnya yang terjatuh kelantai terlebih dahulu. Dia pun membuka matanya dan melihat dimana berada. "dimana ini?".

Dia sadar dia sedang berada di sebuah kamar dengan satu tempat tidur, sebuah lemari pakaian dan sebuah meja kecil berada di tengah kamar. Dia pun menoleh ke kiri dan melihat sebuah kamar mandi dan jendela dengan sinar matahri menyinari kamarnya.

"hmmm….sepertinya aku berada di sebuah kamar asrama" ucapnya yang lalu bediri dan melihat 4 pedang zanpakuto berada didekatnya. Dia pun menghampiri dan memegangnya.

"met pagi semuanya… kukira yang kemarin Cuma mimpi" ucapnya sambil tersenyum lebar. Lalu dia mendengar sesuatu.

'tentu saja bodoh! Ini nyata!' terdengar suara perempuan di dalam pikiiran Naruto.

"Wado? Apakah itu kamu?" Tanya Naruto

'bukan aku Tukul Arwana….TENTU SAJA AKU WADO ICHIMONJI!' teriak wado di kepala Naruto.

"aduh…kamu tidak usah teriak sekeras itu kan" ucapnya telinganya.

'kalau begitu berhenti bertingkah bodoh!'

'sudahlah wado-chan kau tidak usah berteriak seperti itu' ucap seseorang dengan bijaknya

'tapi dia yang membuatku kesal Cloud-sensei!' wado pouted

'hihihi…itu percuma saja Cloud-sensei… Wado-chan itu Miss Universe of Scream hihihi…'

Terdengar seseorang sedang di hajar habis-habisan di kepala Naruto. Narrator sweatdropp

"hey hey kalian tahu kalian sedang di kepala siapa?" Tanya Naruto

'sudahlah Naruto biarkan saja mereka' ucap seorang lelaki yang merokok (mangnya bias liat! WTF!)

"ohh Yubashiri… kau ada juga?" Tanya Narutorngusap kepalanya. Yubashiri sweatdrop -_-"

'nah Naruto siap-siap lah bukannya kamu harus mengikuti pelajaran akademi?' Tanya Cloud.

"memangnya ku niat apa masuk ke akademi ini?" jawab Naruto lesu.

Dengan langkah berat dia ke kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat mengikuti akademi sambil ngedenger ocehan Wado dan Kenshin.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Di lain tempat, tepatnya di markas pasukan divisi 1. Terlihat Komandan Yamamoto Genryusai sedang mengerjakan berkas tentang keamanan seiritei. Tiba-tiba ada ketukan di pintu kantornya.

Dok dok dok dok!

"hmm siapa?" Tanya Komandan tua ini tanpa meliri sedikit pun.

"saya Sasakibe Komandan Yamamoto! Saya akan melappor bahwa kapten Ukitake dan kapten Kyouraku ingin bertemu anda" Tanyanya dengan tegas.

"persilahkan mereka masuk" jawab Komandan tua itu.

"Baiklah Yamamoto-soutaicho!" lalu sasakibe pergi.

Tidak lama kemudian dua pria masuk ke dalam. Yang pertama berambut putih terlihat pucat dan yang kedua berambut hitam dengan memakai jubah pink bergambar bunga sakura.

"Yo pagi Yama-jiji…" ucap pria berambut hitam itu dengan malasnya. Yamamoto-soutaicho pun menghentikan kerjaanya dan menoleh kearah mereka.

"ada apa kyouraku-taicho pagi-pagi begini kalian ingin bertemu denganku?"Tanya Komandan tua itu.

"Oh itu… bukan aku yang ingin bertemu denganmu aku hanya mengantar Ukitake saja" jawab Kyourau menoleh ke pria berambut putih yang tak lain adalah Ukitake.

"kenapa Ukitake-taichou?" tanyanya lagi. Ukitake maju ke depan.

"aku mau Tanya… apakah benar ada murid akademi baru mempunyai 4 pedang zanpakuto sekaligus?" Tanya pria berambut putih dengan tatapan terdiam sekedap membuat suasana hening.

"benar..." jawabnya simple. Mata Ukitake dan Kyouraku terkejut mendengarnya. Tidak ada selain mereka yang mempunyai dua atau lebih pedang zanpakuto.

"wah wah…berita yang sangat mengejutkan…" ucap Kyouraku dengan malasnya.

"aku tidak percaya ini… " kata Ukitake. Dia tidak bias membayangkan munculnya orang yang punya zanpakuto empat sekaligus. "Tapi komandan… bukanya kita melakukan pemanggilan zanpakuto bila sudah naik ke kelas akademi 2?"

"aku sudah merubah aturan itu…kita sedang membutuhkan para shinigami yang kita bisa dapatkan…."jawab Yamamoto-soutaicho kalemnya. "aku juga tak percaya apa yang kulihat…tapi itulah kenyataannya" Yamamoto terdiam sejenak dan melanjutkan. "tapi yang membuatku terkejut itu dia memiliki zanpakuto yang beda dari satu dengan lainnya".

Dengan pernyataan itu membuat Ukitake shock seperti terkena listrik dari Guntur yang menyambarnya pada siang bolong yang cerah.

"hahaha… bila dia lulus akademi nanti pasti semuanya ingin merekrutnya!" tertawa Kyouraku memegangi topi jeraminya.

"aku ingin tahu siapa orang ini Yamamoto-soutaicho?" Tanya Ukitake yang masih shock. Yamamoto hanya tersenyum.

"Namanya adalah…"

'Naruto! Sudah ku katakan kita belok kiri! Kenapa kau mengikuti roh bodoh ini!' ucap Wado Ichimonji sambil nunjuk ke Kenshin.

"yah mana aku tahu kalian salah! Bangunan akademi ini gede banget juga musingin kaya labirin aja!" ucap Narutor menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memilih jalan.

'hmmmm mungkin tadi itu harusnya belok kiri….' Ucap Kenshin sambil memakai pose berpikirnya Thomas Alpha Edison.

'Diam kamu!' teriak Wado sambil menjitak kepala Kenshin. Yubashiri dan Cloud hanya bisa sweatdropp melihatnya.

"bisakah kalian berdua diam sebentar! Aku jadi tambah bingung milih jalanya!" teriak Naruto membuat Yubashiri dan Cloud sweatdropp lagi.

'Narrator tenanglah… kamu tidak usah berteriak seperti itu, bicaralah dalam hati kami pun sudah mendengarnya…kamu mau dipanggil orang ngga waras ngomong sendiri seperti itu?'

"kau yang tidak memberi tahuku!" teriak Naruto.

'sensei kan baru bilang bicara dalam hati aja….dasar bodoh' ucap Yubashiri sambil mengisap rokok -_-

"hey jangan merokok di kepalaku Yubashri!" teriak Narrator…..lagi -_-"

'terserah aku dong…'jawabnya santai

Cloud hanya bisa tersenyum melihat Narrator dan Yubashiri berargumen dan Wado yang masih memoles (menjitak) kepala orangenya Kenshin.

'Naruto bagaimana jika tanyakan saja ke orang lain tempat kelasmu berada?' ucap Cloud dengan bijak melerai.

"baiklah…tapi kita belok kiri dulu" lalu Naruto yang berlari dan berbelok ke kiri. Cloud pun hanya bisa menghela nafas.

'Dasar dia itu….'

Naruto terus berlari mencari orang untuk memberi tahu kelasnya dimana. Dia memakai yukata putih dengan motif dan bawahan biru muda yang bergelombang terbawa angin. Tiga pedang samurai terlihat pinggang kirinya dan sebuah pedang besar di punggungnya. Dia pun memakai bandana hitam dan sarung tangan hitam yang melihatkan jari tanganya.

"kok dari tadi lari ngga liat orang seorang pun? Sepi banget kaya wc umum yang ngga laku…" ucapnya. Lalu dia berbelok ke kanan tapi terjatuh karena tertabrak sesuatu di depanya. "Aduh!"

Naruto mengusap pantatnya dan membuka mata untuk melihat apa yang di tabraknya. Dia terkejut melihat yang dia tabrak itu adalah seorang perempuan berbadan kecil memakai yukata hitam. Rambutnya hitam yang digulung ddi belakang kepalanya dengan kain putih. Naruto juga melihat tanda wakil kapten dilengan kanannya.

"aduh sakit…."mendengar suaranya seperti mendengar suara bidadari yang turun dari surga. Lalu perempuan itu pun membuka matanya dan melihat Naruto. Narrator hanya bisa terdiam tidak bergerak melihat mata kecoklatan perempuan tersebut.

"Ahh! Maafkan aku tadi menabrakmu!" ucap perempuan itu histeris.

"bukan-bukan! Aku lah yang harusnya minta maaf karena tadi tidak melihat jalan dengan benar!" jawab Naruto membungkuk yang lalu permpuen itu juga ikut membungkuk.

"tidak! Ini salahku! Maafkan aku!"

"ini bukan salahmu! Tapi salahku! Maafkan aku!" ucap Naruto.

"ini salahku!"

"ini salahku!"

Lalu mereka melihat satu dengan yang lainnya dan kemudian tertawa bersama. Kemudian Naruto mengulurkan tanganya ke perempuan itu.

"oh ya namaku Naruto Uzumaki senang berkenalan denganmu" ucapnya.

"namaku Momo Hinamori wakil kapten divisi lima, senang bertemu denganmu Naruto-san" jawab perempuan berambut hitam itu.

"tolong Naruto saja.. tidak perlu pakai honorific hehe.."ucap Naruto tersenyum lebar. "ngomong-ngomong apa maksudmu wakil kapten?"

"Oh! Kamu pasti tidak tahu karena kamu masih di akademi ya?"tanya Hinamori tersenyum.

"yah begitulah hehe…" ucap Naruto dengan malunya.

"tidak apa-apa kok itu wajar hihi…"ucap Hinamori dengan tersenyum. "kita ini berada di Seiritei ( Komunitas Roh ) dan mempunyai pasukan penjaga yang dinamakan Gotei 13 ( Pasukan 13 Divisi ). Yang terbentuk oleh shinigami-shinigami ( Dewa Kematian ) yang sudah lulus dari akademi" jelas Hinamori

Naruto melihat ke pakaian yang dipakainya dan membedakanya dengan pakaian yang dipakai Hinamori.

"Jadi aku masih akademi ya Hinamori-chan?" tanya Naruto sambil menunjuk kearah pakainya dan pakaian Hinamori. Dia tidak sadar menambahkan kata 'chan'.

"sepertinya begitu dengan pakaian yang kamu pakai Naruto-kun" jawab Hinamori tersenyum manis "nah pasukan Gotei 13 memiliki divisi yang mempunyai spesialisnya berbeda-beda satu dengan yang lainnya…setiap divisi di pimpin oleh seorang kapten ( Taichou ) dan wakil kapten ( Fukutaicho ) dan anggota shinigami"

"wah jadi Hinamori-chan punya jabatan yang tinggi dong?" tanya Naruto antusias dengan mata berkilauan.

"tidak juga kok..hihi" tawa Hinamori

'wah manisnya….' Pikir Naruto yang blushing ( memerah ) melihat senyum Hinamori.

'ohoo cinta dalam pandangan pertama ya?' ucap Yubashiri menggoda.

'ohhh enaknya menjadi muda dan cinta..'ucap Cloud.

'sensei kau kan masih muda juga…' ucap Yubashiri sweatdropp.

'Naruto! Aku cemburu…'ucap Wado tersenyum jahil.

'GO NARUTO! Tunjukanlah bagaimana playboy sejati beraksi' teriak Kenshin. .

"BERISIK KALIAN!" teriak Naruto tiba-tiba yang membuat Hinamori terkejut.

"Naruto-kun…"

"oh! Maafkan ku Hinamori-chan itu bukan ke kamu!" ucap Naruto gugup.

'sudah ku bilang bicara dalam hati saja kan…' ucap Cloud.

'dia akan mengiramu ngga waras! Hancurlah sudah imej! hahaha!' ucap Yubashiri.

'Naruto… berteriak ke wanita itu ngga gentleman loh..'tambah Wado.

'iya itu bukan tindakan playboy sejati' tambah Kenshin mengganggukan kepalanya.

'URUSAI!' teriak Naruto dalam hati yang blushing.

Hinamori melihat Naruto yang terdiam dan memerah wajahnya merasa khawatir.

"Naruto-kun…kamu ngga apa-apa?" tanyanya dihadapan Naruto. Naruto pun sadar dan membuka matanya melihat wajah Hinamori ada dekat dihadapanya. Naruto blushing.

"ahaha aku ngga apa-apa kok…."balas Naruto mengusap belakang yang tidak terasa gatal. Hinamori tertawa melihatnya.

"hihihi…"

"kenapa? Kok tertawa? Ada sesuatu di mukaku?" tanya Narrator yang mengecek wajahnya.

"ngga kok…ku tertawa habisnya kamu lucu" jawab Hinamori yang tersenyum manis. Naruto wajahnya memerah kaya lobster yang baru di rebus. Tentu saja ini jadi godaan para roh zanpakutonnya.

'Cieeeeeeeee…..' ucap Cloud dengan gaya Sule Steven.

'lucu my ass…' ucap Yubasiri.

'kawaiiiii!' teriak Wado histeris kaya anak cewe sekolahan yang gila gosip.

'Go Naruto! Itu sinyalnya! Dia juga suka! Langsung tembak!' ucap chibi Kenshin sambil ngibarin bendera orange dengan kata 'Playboy Unite' di tengahnya.

'URUUUSAIIIIIIIIIIIII!' teriak chibi Naruto.

"ngomong-ngomong kenapa kau ada disini?" ucap Hinamori

"well aku sedang mencari akademi itu berada? Tapi tempat ini besar sekali sampai aku tersesat hehehe…." ucap Naruto dengan nervousnya.

"hihi…. Aku juga waktu itu tersesat karena belum mengenal tempat ini…"ucapnya tersenyum manis. "kalau begitu bagaimana jika aku memberuitahumu tempat nya dimana"

"oh… baiklah, tapi apa itu tidak mengganggu waktumu? Kau kan wakil kapten?" tanya Naruto.

"tidak apa-apa… ini tugasku juga untuk memberi pertolongan untuk calon shinigami hihi…" Hinamori lalu menuntunnya dan memberi tahu tempat-tempat yang tidak diketahui oleh Naruto.

"Hinamori-chan kamu dari divisi 5 kan? Bagaimana divisimu?" tanya Naruto yang mengikuti dan mendengarkan Hinamori yang menunjuk kearah bangunan-bangunan didepan mereka. Hinamori menoleh kearah Naruto.

"ya aku dari divisi 5 Naruto-kun… tpi sekarang divisku sedang mengalami krisis karena tidak mempunyai seorang kapten" jawab Hinamori dengan muka sedih. Naruto melihatnya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dia tahu kalau itu subyek yang membuatnya murung.

"oh begitu…oh ya aku ingin tanya? Tentang akademi….memangnya apa saja yang diajarkan disana?" ucap Naruto mencoba mengganti subyek pembicaraan. Hinamori pun tersenyum kecil.

"di akademi kau akan diajarkan cara mempertahankan diri dari serangan musuh" mendengarnya, Naruto jadi bersemangat bahwa yang diajarkan bukanlah pelajaran seperti Matematika atau Fisika dan semacamnya.

"kau akan diajarkan tentang Zanjutsu, Bakudo, Hakudo dan lain-lainya" ucap Hinamori.

"ooh! Apakah Zanjutsu itu pembelajaran teknik pedang" tanya Naruto menunjuk kearah pedang yang tersimpan di pinggangnya.

"benar…Zanjutsu adalah cara teknik pedang yang dipakai oleh semua shinigami" ucap Hinamori. Lalu dia melihat zanpakuto yang berada di pinggang dan punggung Naruto. "hmmm…. Naruto-kun? Kenapa kau membawa banyak pedang? Apakah kau dijahili oleh siswa lain untuk membawakanya untukmu?" ucap Hinamori dengan raut wajah yang sedikit kesal. "laporkan padaku…itu merupakan tindak kriminal!"

"eh! Tidak kok! Aku tidak dijahili! Ini zanpakuto miliki semua!" balas Naruto dengan nervousnya dan menggeleng-gelengkan tangan di depan.

Hinamori terkejut mendengarnya bahwa yang dibawanya itu adalah zanpakutonya. Tidak ada shinigami yang mempunyai empat pedang zanpakuto seekaligus dalam sejarah!

"apa kau tidak membohongiku?" ucapnya dengan terkejut. Naruto hanya tertawa melihat ekspresi Hinamori chibi yang terkejut.

"memangnya ini hal yang aneh ya?" Tanyanya.

"Tentu saja! Ini aneh! Tidak ada dalam sejarah seireitei yang mempunyai dua atau lebih zanpakuto! ( kecuali Ukitake dan Kyouraku karena znpakuto mereka roh kembar )"

"hehe… aku juga tidak tahu soal itu.. aku baru saja direkrut kemarin" ucap Naruto

Dengan menggaruk kepalanya dengan nervous.

"hahaha…kamu memang lucu" ucap Hinamori tersenyum . merekapun tertawa bersama.

Merekapun tidak sadar bahwa sudah sampai di tempat tujuan . mereka melihat bangunan besar dengan halaman yang sangat besar pula. Disana banyak terlihat siswa-siswi yang sedang melakukan aktifitasnya masing-masing. Ada yang sedang mengobrol ada ynga sedang membaca ada juga yang bergosip. ( emang nya ibu-ibu arisan ).

"wah besarnya….."ucap Naruto takjub melihat akademi yang begitu besar.

"Nah Naruto-kun aku hanya bisa mengantar sampai sini… bila kau tidak mengetahui kelas kamu dimana… tanyakan saja ke resepsionis didepan akademi" ucap Hinamori tersenyum.

"itu tidak apa-apa Hinamori-chan! Aku sangat berterima kasih karena kamu mau mengantarkanku sampai sini hehehe" balas Naruto yang tersenyum lebar.

"sampai ketemu lagi Naruto-kun" ucap Hinamori tersenyum lalu pergi.

'ahhh Naruto kenapa kau tidak memberikan ciuman perpisahahan atau bicara 'I'll be back' hehe….' Ucap Kenshin tertawa.

'Urusaina!' ucap Naruto. Lalu Naruto menuju ke akademi. Dia pun menoleh ke arah Hinamori pergi dan tersenyum.

'semoga saja kita bertemu lagi…'

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Yaha! Akhirnya selesai juga! Sekali lagi Maaf updatenya lama banget! Aku tersesat dalam jalan kehidupan hehehe….

See you again…. Please review!

Toshiro Ricky OUT!