Found His Last Family
T Rated / Canon / Family & Friendship / Naruto Namikaze
Naruto is Masashi's, but Kazuki Namikaze is mine
Author ga banyak bicara. Langsung aja ceritanya.
.
Tsunade yang kaget berdiri dan berjalan pelan menuju Kazuki. Tiba-tiba ia memeluknya. "Konoha no Kaminari Hikari! Akhirnya kau kembali!" seru Tsunade. Shizune tersenyum bahagia. Kazuki hanya bisa tersenyum.
Chapter 2
2 hari kemudian...
"Naruto!" panggil Kazuki di Rumah Sakit Konoha. Ia memasuki kamar rawat Naruto. "Kazuki-san." Naruto memandang penasaran pada Kazuki. "Ng? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Kazuki bingung. "Aku ingin bertanya. Siapa kau sebenarnya? Apa hubungannya denganku, orangtuaku, Sasuke dan keluarganya?" tanya Naruto.
Kazuki menghela nafas dan duduk di samping Naruto. "Namaku Kazuki Namikaze, dan aku disegel ayahmu di tubuhmu agar aku bisa menolongmu saat kamu sekarat. Julukanku Konoha no Kaminari Hikari, karena aku bisa mengatur cahaya juga petir. Gerakanku cepat seperti ayahmu yang dijuluki Konoha Yellow Flash. Ia mengajarkan Hiraishin dan Rasengan padaku."
Kazuki berhenti sebentar, mengambil nafas.
"Aku masih keluargamu, Naruto." Naruto tersentak. Ia bahagia karena memiliki keluarga, bingung kenapa bisa, penasaran, merasa aneh, semuanya bercampur jadi satu. "Aku adalah kakak dari Minato Namikaze. Dengan kata lain... Aku adalah Ba-san mu, Naruto." Tiba-tiba Naruto memeluknya dan menangis. "Naruto? Kau kenapa?" tanya Kazuki.
"Aku.. Aku bahagia. Aku masih memiliki seorang keluarga. Kau adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa. Aku bahagia bertemu denganmu, Kazuki Ba-san.." kata Naruto dalam pelukan Kazuki.
"Hm.. Aku juga bahagia bisa bertemu dengan keponakanku yang sudah besar, Naru-chan." Kazuki membalas pelukan Naruto. Kazuki tersenyum dan menghapus air mata keponakannya itu.
"Hm, kau tahu, Naruto? Walau aku tidak bisa melihat apapun dari dalam tubuhmu, tapi aku mengenal seluruh orang di Konoha sekarang. Aku juga tahu masa depanmu, Naruto."
"Ka-kalau begitu! Siapa yang akan menjadi istriku di masa depan, Ba-san? Sakura-chan bukan?" Wajah Kazuki memerah karena salting. "E-ehehehehe... Ka-kalau soal itu.." Naruto merengut. "Jangan bertele-tele, basan." kata Naruto kesal.
"Gadis itu berkulit putih, bermata lavender, lemah lembut, dan juga menyukaimu sejak dulu. Rambutnya indigo, dan namanya adalah Hinata Hyuuga." ujar Kazuki. "HAAA? HINATA-CHAN?!" seru Naruto. Kazuki langsung menjitak kepala Naruto.
"Jangan berteriak di rumah sakit, Naruto!" omel Kazuki. "Adududuh~ Ittai~ Ba-san segalak Kaa-san, ya." keluh Naruto sambil memegang kepalanya yang sakit. "Hahahahaha! Minato-chan juga mengeluh seperti itu. Kalian benar-benar mirip, ya. Fisik kalian. Tapi sifatmu cenderung ke Kushina-chan." ujar Kazuki lembut.
"Anu.. Ba-san.."
"Hm? Kenapa?"
"Itu... Tolong ceritakan tentang Tou-san dan Kaa-san lebih banyak. Aku ingin sekali mengenal mereka lebih dalam."
Kazuki tersenyum dan menerawang. "Well, sudah wajar kalau kau ingin mengenali orangtuamu." Naruto mengangguk antusias.
"Minato-chan.. Menurut rakyat Konoha, ia hokage terbaik Konoha Gakure. Paras yang tampan, otak yang jenius, dan tentunya kekuatan yang sangat hebat, bisa menyegel bijuu ekor 9 walau mengorbankan nyawanya dan Kushina-chan. Sewaktu di akademi, nilainya selalu bagus. Tapi dia ramah dan sedikit pemalu saat di akademi. Bahkan Kushina-chan menjulukinya Girly Boy! Tidak seperti Sasuke. Yaah, Sasuke mirip Fugaku, tentu saja. Tapi sifat Minato itu menyebalkan! Dia selalu menggangguku! Saking kesalnya, akhirnya kupanggil 'Minato-chan'! Tentu saja dia tidak terima! Akhirnya dia memanggilku tanpa 'Onee-san'. Grrh, mengingatnya membuatku kesal!"
Kazuki jeda sebentar.
"Tapi, bagaimanapun juga dia adik terbaikku. Anak kebanggaan Tou-san dan Kaa-san. Dan juga orang yang paling dicintai Kushina-chan.. Bayangkan! Semua fans girl-nya berdoa agar Minato-chan dan Kushina-chan putus saat di akademi! Saat Minato-chan menolong Kushina-chan yang diculik, aku tersenyum sendiri di rumah. Membayangkan adikku yang sudah lama mencintai seorang gadis tomboy berambut merah menolongnya dan menjadikan dirinya pahlawan di mata gadis itu. Yah, memang sih aku bisa melihatnya dari rumah. Kemampuan khususku. Hohoho, Minato-chan menggendong Kushina-chan dengan bridal style! Dan saat itu juga, Minato menyatakan perasaannya! So sweet~ Kushina-chan udah kayak kepiting rebus. Tapi ia menerimanya. Kemudian, kissing scene, deh~"
Naruto tertawa. "Hahahahaha! Ternyata Tou-san agresif banget!"
"Sedangkan Kushina-chan, menurut Minato-chan dia adalah gadis yang sangat manis. Mata violet dan rambut merah yang memukau Minato-chan. Di akademi, nilainya lumayan bagus. Tapi ia diejek tomat oleh teman-temannya karena rambut merah dan wajah bulat.. Persis tomat! Kushina-chan yang emosi akan sedikit mengeluarkan kekuatan Kyuubi. Rambut merahnya melayang menjadi 9 dan ia menghajar semua anak yang mengejeknya. Hiiy~ Seram, kan? Tapi saat Minato-chan menolongnya dari ninja yang menculiknya, ia merasa bahagia. Apalagi Minato-chan memuji rambut yang dibencinya itu. Saat itulah ia mencintai Minato-chan. Ketika ia digendong Minato-chan, wajahnya memerah dan ia malu. Jantungnya berdegup keras. Saat Minato-chan menyatakan perasaannya, ia bahagia dan tersipu. Akhirnya ia menerimanya walau malu-malu. Dan mereka.. Yah... Kissing scene."
Mimik wajah Kazuki melembut, tapi matanya berubah serius.
"Yang paling parah.. Saat first night mereka. Uukh, sebenarnya aku tidak ingin mengintip adikku sendiri, tapi kemampuan khususku ini sedikit menyebalkan! Saat aku menutup mata sekalipun, aku bisa melihat adegan itu! Tuhan, Mi-Minato-chan.. Terlalu agresif! Aku kasihan pada Kaa-san mu. Ia berteriak terus. Akhirnya aku memutuskan tidur. Tapi... Kemampuan khususku kembali mengusik. Adegan mereka masuk mimpiku! Ya Tuhan!"
Muka Kazuki sudah semerah tomat kesukaan Sasuke. Naruto sedikit terkikik.
"Beberapa hari kemudian, Minato-chan pergi misi menghancurkan jembatan Kanabi. Kakashi sudah menceritakannya padamu, kan? Aku sudah melihat masa depan dan sedikit kaget. Aku berusaha mengacuhkannya, tapi gagal. Saat itu Obito tewas. Ketika aku menyaksikannya, aku langsung menangis. Padahal aku sudah melihatnya dan tahu kebenarannya. Obito Uchiha adalah sepupu Fugaku, dengan kata lain Sasuke menyebutnya paman. Awalnya Minato-chan tidak bisa mempercayai semua itu. Tapi, pada akhirnya ia bisa menerimanya dengan lapang dada. Saat Obito tewas, aku melihat Kushina-chan memecahkan gelas. Tangan dan jarinya sedikit berdarah, maka dia obati. Tapi ia teringat kelompok Minato-chan. Ia berdoa agar mereka selamat."
Semangat yang tadi ada di mata Kazuki meredup. Naruto menatapnya kasihan.
"Berita tewasnya Obito mereka bawa ke Konoha. Yang paling terpukul adalah Kakashi dan Rin. Semua yang hadir di penghormatan akhir itu menangis, kecuali Kakashi. Tapi wajahnya sangat sedih dan murung. Ia sempat bergumam, 'Andaikan waktu bisa diputar balik, aku akan menyelamatkanmu lebih dulu dari kau menyelamatkanku. Kau meninggalkan Rin begitu saja, baka.' Ia sangat menyesal. Minato-chan menangis dalam diam. Sedangkan Kushina-chan menangis terus menerus. Minato-chan memeluk Kushina-chan, berusaha menenangkannya. Baka Otouto, dia sendiri menangis, tapi berusaha membuat Kushina-chan tenang. Mikoto dan Fugaku juga menangis."
Kazuki mengambil nafas sejenak dan menerawang.
"Setahun kemudian, Mikoto melahirkan Ita-chan. (Naruto : Ita-chan? Maksudnya Itachi-nii?) Kushina-chan sangat iri pada Mikoto, ia belum memiliki anak. Saat Itachi berumur 2 tahun, Mikoto hamil lagi, kali ini hamil Sasuke. Kushina-chan tambah iri, tapi dia tidak membenci Mikoto yang merupakan sahabatnya. Seminggu kemudian, Minato-chan dan Kushina-chan kaget."
Kazuki tersenyum kecil. "Hm? Kaget? Kenapa bisa?" tanya Naruto.
"Kushina-chan hamil! Itu membuatnya dan Minato-chan sangat bahagia! Aku sendiri tersenyum bahagia. Aku bisa melihat wajahmu yang manis saat lahir. Juga namamu serta sifatmu. Yang kusayangkan darimu adalah kau sangat jahil, Naruto! Padahal ayahmu sangat kalem dan manis, tapi kau... Astaga. Namamu diambil dari novel milik Jiraiya-sensei. Aku juga melihat saat kau lahir, dan kuakui aku menangis seperti saat kematian Obito. Tobi, atau sebenarnya Obito, mengambil Kyuubi. Aku langsung tahu kalau dia adalah Obito yang diselamatkan Madara."
Sekali lagi Kazuki mengambil nafas panjang.
"Malam itu.. A-aku.. Aku tidak bisa menahan semua perasaanku ini... Malam saat kau lahir, saat Minato-chan dan Kushina-chan.. Me-meninggal demimu. Sesaat sebelum penyegelan dilakukan, aku langsung ke tempat mereka menggunakan Hiraishin. Minato-chan memanggilku. Ia berpesan,
'Ka-Kazuki-neesan, se-setelah ini kami tidak bisa.. Me-menyertai dan melindungi Na-Naruto.. Ku-kumohon, dampingilah dia.. Ja-jagalah Naruto, gantikan kami.. Ha-hanya saja.. Ke-keterbatasan usia sangat mengkhawatirkan.. A-aku akan menyegel Kyuubi kedalam tubuh Naruto.. Saat ia kesulitan mengendalikannya, a-aku dan Ku-Kushina-chan a-akan muncul. Setelah itu, sa-saat ia dalam bahaya, Kazuki-nee akan muncul dan menolongnya, lalu Ka-Kazuki-nee akan hidup normal, dengan usia sekarang. Begitu pula.. Dengan Nii-san..'
Setelah itu, ia melakukan penyegelan kedalam tubuhmu."
Kazuki mengakhiri cerita panjangnya. "Uwaaah~ Ternyata kisah Tou-san dan Kaa-san sangat romantis dan penuh tragedy!" Naruto berdecak kagum. Kazuki mengangguk.
"Sayangnya mereka terlalu cepat pergi. Andaikan aku boleh memutar-balikkan waktu, aku akan mencegah kematian mereka. Aku lah yang menggunakan Fuuinjutsu ; Shikifujin. Akulah yang tewas, bukannya mereka. Jadi kau bisa hidup bahagia dengan orangtuamu." kata Kazuki sedih.
"Eh? 'Boleh'? Memangnya Ba-san bisa membalikkan waktu?" tanya Naruto. "Sebenarnya iya. Tapi Minato-chan melarangku menggunakannya. Tsunade Baa-san juga." jawab Kazuki sambil menopang dagunya.
"Aku setuju dengan Tou-san dan Tsunade Baa-san, Ba-san. Biarlah yang sudah berlalu tetap berlalu. Aku cukup bahagia dengan basan. Lagipula aku sudah menemui Tou-san dan Kaa-san, juga mengenal mereka lebih dalam." ujar Naruto bijak.
"Arigatou, Naruto." kata Kazuki. "Yaah, kalau perlu, anggap saja aku ini Kaa-san mu." tambah Kazuki. "Hehehe, posisi Kaa-san ga akan pernah tergantikan di hatiku! Tapi ga ada salahnya memiliki Kaa-san baru, tetapi tetap menyayangi Kaa-san asli!"
TBC
Chapter 2 : Story about Father and Mother selesai! Udah ketahuan kan beberapa kemampuan khusus Kazuki? Balasan review-nya ditanggung Kazuki dan Naruto!
Kazuki : Kenapa kami?
Author : Udah, cepetan!
Naruto : Hm.. Ada 3! Yang pertama dari.. Namikaze Kokyuu!
Kazuki : Panggil neechan? Ke aku atau author? Kami sama-sama Namikaze Kazuki lho! Alur kecepatan? Cerita kependekan? *ngelirik author*
Author : Apa lirik-lirik? Mau panggil neechan ke kami berdua juga boleh kok! Kalo manggil, panggil aja OC dengan sebutan Kazuki, kalau author.. Kazu-chan/sensei/senpai/neechan/neesan/neesama/sama, asal jangan Kazu-san! Alur nya ga cepet kok. Bagian awal memang sengaja author buat sedikit cepat, supaya chapter lain bisa lebih lama gitu..
Naruto : Alesan tuh! Ya udah! Selanjutnya!
Kazuki : Yang ini lucu deh, profile picture nya! Namanya ayushina!
Naruto : Teme OOC? Malah bagus kaaan.. Si sok keren itu jadi super Out Of Character!
Sasuke :Enak aja! Dasar DOBE! #jitakNaruto
Author : Intinya.. Ayu-chan ga melodramatis kok! Author pengen sekali-sekali Sasuke OOC, supaya ga bosen. Tapi tenang aja, di Konoha, dia tetap cool dan keren!
Naruto : Yang terakhir dari.. Hah? Siapa ini?
Kazuki : WOOOOY! BACA YANG BENER, NARUTO-CHAN!
Author : Makanya, rajin-rajin belajar baca.
Naruto : Habis.. Pake tulisan kanji *?* sih..
KazuKazuki : #sweetdrop
Kazuki : Itu alfabet..
Author : Brian123!
Naruto : Se-seru? Nasibku kan mengenaskan! Coba kalo fic-nya ga canon, AU, tousan-kaasan masih hidup.. Wow! Tapi emang seru sih..
Kazuki : Kan masih ada basan, Naruto!
Naruto : Iya sih. Author kurang kerjaan deh.
Author : Nyalahin nih? Chapter depan menderita!
Naruto : EEH? Jangan dong!
Kazuki : Gimana kalo.. -pssst- #bisikinauthor
Author : Gitu? Boleh juga! Akan kupakai!
Naruto : Apaan sih?
KazuKazuki : Ada aja!
Naruto : Huuh..
All : For the last, review please!
EDITED : Italic Font dan tewasnya Obito
