"Spring is the beautiest seasons because there was a blooming Sapphire flower. Now, we will face Summer. A warm season who can keep us in warmness."
~~~~ #####
A/n : Wuokeh, chapter 2! Setelah chapter 1 selesai dengan kata yang kurang banyak dan Romance yang tinggi. Oke, di chapter 2 ini saya selaku Author (Pico: Baca: Tukang tempe *dilempar botol Maple Syrup*) gak akan terlalu menonjolkan Romance bro, karena kita pasti ingin yang baru bro, bro fist, bro. Peace bro. Oh iya, jangan lupa review bro. Peace lagi, bro.
Rune Factory 4 XSEED Games
Racchi Dolgatari Present
Color of Seasons
Chapter II. Golden Summer
Akhirnya musim panas tiba~
Aku sangat menyukai musim ini -nomor dua setelah musim dingin- karena di musim ini aku bisa meminum apapun yang segar -yang memang kesukaanku, minuman dingin- dan di musim ini juga aku sangat suka berenang. Kalau dibilang aku suka dingin, bukan berarti aku suka berenang di musim dingin. Memangnya mau debus.
Karena hari pertama yang begitu PANAS, dan tidak biasanya di Selfia, aku tidur tanpa selimut. Nggak elit aja, masa karir penyanyi dan Selfia Guardian harus tidur tanpa baju.
Aku langsung mandi karena baru jam 6 pagi saja udah kayak di deket Leon, monster form-nya *dilempar Sphinx*. Lalu aku sarapan dengan waffle coklat mint dan Orange Juice. Aku lihat keadaan di luar, tampaknya pantai baru dibuka dan semua orang ke sana. Jarak antar rumahku ke pantai cukup jauh, sehingga aku tidak bisa melihat keadaan pantai dari balkon rumah ini.
Setelah beberapa menit, aku berpikir untuk pergi ke pantai. Aku memakai baju tipis dan membawa pakaian renang, yang tentunya tertutup dari leher sampai ke lutut.
Sesampainya di sana, SEMUA orang di Selfia ada di sana, ada yang berjemurlah, berenanglah, mancinglah -ini pasti kerjaan Dylas- dan sebagainya.
"Racchi! Yo!" Sapa Kiel yang sedang berjemur dengan Lest dan Doug. Ternyata pangeran gaul juga dengan dua rakyat jelata itu *ditimpuk ensiklopedia Kiel setebal 2m*.
"Ah. Konnichiwa~" Balasku.
"Sini, duduk." Ajak Lest. Aku duduk dekat mereka.
"Eh, kamu udah tahu belum?" Tanya Doug menghadapku.
"Ada apaan?" Tanyaku sambil mengeluarkan Ice Cream.
"Bentar lagi ada lomba tentang seni-seni gitu, pesertanya dari Selfia harus, Sharance ada, Alvarna ada..." Jelas Kiel.
"Oh gitu? Emang siapa aja yang kira-kira bakal ikut?" Tanyaku.
"Sudah jelas: Kau! Sama si Margareth, siapa lagi... Amber... Terus siapa yang jago ngelukis di sini?" Jelas Doug.
"Onee-san (Forte) atau mungkin... Dolce-san..." Jawab Kiel.
"Yeee... Emangnya ini Pekan Kesenian atau Pekan Peperangan atau Pekan Sihir?" Kataku.
"Hahahahaha"
"Renang yuk. Panas banget." Ajak Lest.
"Silahkan aja, yang lama, biar item kayak oli." Kata Doug. Sungguh si lugu dari neraka.
"Aku udah abis Sunblock dua botol nih, berenang aja yuk." Kata Lest lagi.
"Ya, ayo." Kata Kiel.
Aku menghabiskan es krimku, dan aku berenang bersama yang lain. Ternyata waktu sudah menunjukkan angka 3 sore. Kayaknya aku harus selesai berenang dan pulang.
"Minta Shampoo." Kata Lest di sebelah stall untuk mandi.
"Pangeran kok gak punya shampoo." Ejek Doug.
"Soalnya dia gak punya rambut! Hahahaha!" Susul Kiel.
"Sekarep mu." Kata Lest dengan logat seperti orang-ngasih-pendapat-dibantah. Dan juga ngomongnya sedikit 'merakyat'.
"Nih, shampoo." Kata Doug sambil melemparkan botol itu ke stall di mana Lest berada.
"Please deh. Ini botol Orang* Wate* yang kamu minum tadi."
"Isinya shampoo." Kata Doug ngasal. Padahal itu isinya pembersih cat kuku. Kena mata... Habislah sudah.
"Ih, ini pembersih cat kuku. Panas gini Dooouuuug! Awas kau!"
"Hahahaha!" Kata Doug sambil kejang-kejang dan taunya dia kepeleset dan suara benturannya besar.
"Karma luh." Kataku kalem sambil handukan dan memakai baju.
Setelah mandi, kami pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Dalam perjalanan, aku memikirkan lomba yang dikatakan Kiel itu. Hmmm... Apa aku ikut serta dalam memainkan seni musik... Biola? Hmmm... Mungkin juga menyanyi... Hm.
~~~~~ ####
"Hari ini pendaftaran terakhir." Ujar Vishnal yang waktu itu sedang makan bersama kami di Porcoline's Kitchen.
"Eh? Lombanya sendiri kapan diadakan?" Tanyaku sambil bersiap makan.
"Mungkin lusa. Jam delapan malam ditutup pendaftarannya, lalu panitia bakal menentukan gimana-gimana buat pesertanya. Besoknya, bakal dipersiapkan settingnya, dan entah-berentah yang lainnya..." Jelas Visnal.
"Racchi! Kamu daftar deh! Soalnya kalau Margareth sama Amber gak lolos, kan kamu bisa dijadiin harapan!" Kata Doug.
"Iya-iya..." Kataku sambil mengambil garpu.
Sesudah makan, kami berpisah, dan aku pergi ke Plaza untuk mendaftarkan diri. Di sana ada Lest dan Frey duduk bersebelahan sambil bergumam sesuatu, nampaknya mereka panitianya.
"Hmmm... Masih kurang satu orang lagi!" Kata Frey gemas.
"Ah, itu ada Racchi!" Kata Lest sambil menunjuk ke arahku.
"Racchi, tolong dong ikutan~.." Rayu Frey.
"Ya... Emang niatnya gitu sih." Kataku kalem sambil duduk di depan mereka.
"Yipppeee! Sekarang isi formulir di sini, ya." Kata Lest.
Aku pun menuliskan nama, pekerjaan (sebetulnya ini agak gak penting), rumah (apalagi ini), dan memilih mau di bidang apa. Aku mencentang bidang Seni musik.
"Wah, seni musik. Bakal ngapain nih? Nyanyi atau main musik?" Tanya Frey.
"Masak." Kataku kalem.
"Eh, seriusan..." Kata Lest.
"Nyanyi sih.." Jawabku.
"Ya iya, kan SouGho!" Kata Frey semangat.
"Iya."
Aku iseng melihat formulir yang lain, Margareth. Di kolom 'Rumah' dia menuliskan "yang ada atapnya". Dasar lugu. Lalu ada Amber, sesuai dugaan. Yang lainnya... Udahlah.
"Jadi nanti lusa kamu datang jam 9 di sini ya." Instruksi Frey.
"Jadi, tuan rumahnya Selfia? Wuah." Kataku kagum.
"Ya iya! Kalau Alvarna sama Sharance kalah! *Dilempar pohon Sharance dan pohon Cherry Blossom, dari Alvarna*" Ejek Lest.
"Tidak baik-tidak baik. Ya udah, aku pulang dulu ya." Kataku dan aku langsung pergi.
"Ya. Sayounara~" Kata mereka serempak.
~~~~ #####
Akhirnya hari itu datang juga.
Sesuai instruksi, aku datang jam 9 tepat. Wuah, di sana banyak sekali dari karakter Rune Factory! Tapi kok cuma dari 2, 3, 4 saja? Masa bodo ah, kuasa Author gini *dilempar pulau perahu dari RF-F*.
Kulihat sekitar, aku berkumpul di barisan 'Selfia-Musik'. Di sana, aku masuk paling akhir. Waw, mereka semua disiplin (Ya iya).
"Kamu lama banget, Racchi-san." Kata Amber yang kenapa pendek-pendek kok di barisan paling belakang *dilempar guci madu*.
"Iya... Gomen-gomen." Kataku.
Setelah pembukaan, kami pun memasuki urutan untuk mulai tampil. Sejak pagi, aku telah bingung memilih lagu. Dan aku memilih lagu Kaze no Travelers ajah (Semua cast RF4 tepuk tangan), soalnya Amber pasti nyanyi yang aneh, terus Margareth bakal main musik, nggak nyanyi.
Dan nomor urut 7! (Angka keberuntungan author :3) Waktunya aku menampilkan lagu ini! Aku memasuki panggung dengan membawa bass (milik Dolce), dan di hadapanku ada 3 juri: Byron, Wells, dan Volkannon (Author istighfar begitu tau Volkannon adalah juri). Dan juga beberapa panitia di depanku.
"Jadi ini vokalis SouGho yang beken itu?" Puji Byron, dan mata Author langsung berkaca-kaca.
"Oh iya. Terima kasih atas pujiannya." Kataku sedikit sembarangan.
"Jadi sekarang mulai aja. Mau nyanyi lagu apa?" Tanya Wells.
"Kaze no Travelers." Jawabku kalem.
"Weeeee! Kaze no Travelers!" Lest histeris begitu Selfia Guardian bakal menyanyikan lagunya.
"Mulai aja ya." Kataku.
Setelah memberi isyarat, aku mulai bernyanyi... Hhhh...
Futari no omoi wo kaze ni nosete
Mirai kiri hiraite yukou!
Di bagian itu aku teringat sesuatu...
Nan nimo kawaranai mainichi
Ikiteru dake ja mottainai kara
Kyou koso kudaranai jibun to
Sayonara suru toki ga kitanda
Ingatanku begitu jelas... Sedikit buram, memang.
Kimi to boku to de
Hontou ni taisetsu na nanika wo
Mitsuke dasetara
...
Yume mo kibou mo aisuru hito mo
Daiamondo mitai ni kagayaki hajimeta
Bouken shiyou futari de kaze ni notte
Mirai kiri hiraite yukou!
...?
Doko made mo tsuduku aozora
Mabushii hodo no taiyou no shita de
Omoikkiri shinkokyuu wo shinagara
Pawaa zenkai nishite hashiri dasou yo
Sedikit jelas...
Kimi to boku to ha
Saikyou no jiryoku ni tsumugarete
Umarete kitanda
...!
Kako mo ima mo mirai made mo
Yagate hitotsu no monogatari he to kawaru
Bouken shiyou futari ha ryoute hirogete
Kaze no toraberaa de ikou~
Tsukareta toki ha kono ude de
Tsuyoku dakishimete ageru yo
Soshite mata tachiagatte
Futari chikara awasete
Zendai mimon no sutoorii
Egaki tudukeyou
Yume mo kibou mo aisuru hito mo
Daiamondo mitai ni kagayaki hajimeta
Bouken shiyou futari de kaze ni notte
Mirai kiri hiraite yukou!
Kako mo ima mo mirai made mo
Yagate hitotsu no monogatari he to kawaru
Bouken shiyou futari ha ryoute hirogete
Kaze no toraberaa de ikou~
...
Akhirnya terlihat jelas...
Padahal aku tak mau mengingat hal itu...
Sedang di depan, aku bisa melihat, Lest & Frey nganga, Byron, Wells, dan Volkannon terpesona, semuanya...
"Wooo~ Hooo~!"
Aku sedikit bingung apa yang baru saja terjadi, aku menerima tepuk tangan itu, dan aku berkata, "Arigatou!"
Di seberang tatapanku, Dolce dan Pico yang menonton ternyata sedang tersenyum lebar dan Pico melakukan tepuk tangan yang menggelegar. Dan aku tersenyum kepada mereka sambil melambai-lambaikan tanganku ke arah mereka.
~~~~ #####
Akhirnya tiba untuk pengumuman.
Aku ingat waktu itu aku konultasi sama Lest, pemenang hadiahnya adalah piala emas dengan bentuk bidang seni yang 'dianut'nya.
Dan the result is:
Seni rupa
Juara I. Daria. Judul karya "Nako 3" (Author garuk kepala)
Juara II. Tanya. Judul karya "Sword of Justice"
Juara III. Gaius. Judul karya "Besi lope lope" *Dilempar platina*
Wah, dari Selfia mana? Malu-maluin banget lah.
Tapi lihat di hasil berikutnya!
Juara I. Racchi. "Kaze no Travelers"
Juara II. Margareth. "Near- L 3.5 ED"
Juara III. Amber. "Honey Honey Honey!"
Whoa, aku juara pertama ternyata. Bukan cuma itu, juara di bidang seni musik dari Selfia semua. Edaaaan.
Aku menggenggam piala berbentuk fondasi bangunan yang di atasnya ada ikon Not... Mayor gitu.
Aku melihat matahari musim panas yang waktu itu (sekitar jam 5 sore) sangat terang, berwarna emas.. Dan kayaknya aku membuat momen tahunan yang begitu penting di tahun ini.
Aku dapat piala emas... Matahari siang hangat emas... Kebahagiaan emas...
Mungkin aku akan menamakan ini 'Golden Summer'.
Tunggu dulu.
Kemarin itu merah muda... Dan sekarang... Emas?
Ingatanku sepertinya ingin pulih... Tapi sejak kejadian 'itu', aku tidak ingin mengingat semuanya...
Kalau begitu, aku hanya perlu menunggu apa yang sebenarnya mengganjal di pikiranku...
~To Be Continued!~
Oh well... Keep help me solve my memories! See the credits on the Final Chapter! Thanks for time for reading! Arigatou!
