Disclaimer : Punya siapa ya? Kalo jadi punyaku boleh nggak? XP bercanda, aku cukup junsu aja /plak. Bercanda ._.v mereka semua milik keluarga masing-masing, dan diciptakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa dan dipopulerkan(?) oleh SM Entertainment.
A/N : Yeay! Ternyata bisa juga! Nah, daripada banyak cingcong, silahkan membaca! ;-)
Happy read!
"Changmin, kau harus membantuku, membuatnya jadi milikku."
"Iya, iya, besok gini.. pst… pst… pst…"
"Oh oke
I'm A Mood Maker
"Teman-teman, besok akan kedatangan klien spesial, dia akan menyumbang untuk perbaikan studio ini jika fotonya bagus. Dia akan datang bersama teman-temannya, jadi kita harus berikan yang terbaik." Ucap Junsu.
"Junsu, bagaimana kau tahu? Diberitahu Changmin ya?" Tanya Jaejoong menggodanya.
"E-Eto… Ukh!" gumam Junsu nggak jelas dengan wajah memerah
"Kyeoptaaaa!" seru Jaejoong memeluk Junsu erat-erat.
"H-hyung, aku nggak bisa napas." Keluh Junsu
"Ah maaf, kau sangat menggemaskan sih." Ucap Jaejoong sambil menjulurkan lidahnya. "Yosh! Mari kita berjuang! Hwaiting!" seru Jaejoong sambil berjalan ke dapur yang ada di studio. Bukan studio milik Changmin namanya kalo nggak ada dapur dan kulkasnya.
"Mau apa hyung?" Tanya Changmin dengan blink-blink di wajahnya.
"Masak dong, masa' di dapur poop?" jawab Jaejoong.
"Yeay! Yang banyak ya hyung! Aku jadi semangat nih!" seru Changmin
"Hyung jorok tapi, masa' bilang begitu?" komentar Junsu sweatdrop.
"hehehe… Kau mau juga Junsu? Yoochun?" Tanya Jaejoong.
"Tentu saja, kalo lapar nggak bisa semangat dong~" jawab Junsu.
"Hm. Aku mau" jawab Yoochun.
"Oke." Seru Jaejoong mengacungkan jempolnya. "Tunggu ne?" ucap Jaejoong sambil mulai memasak.
"Benar-benar mood maker ya? Saat ada Jaejoong pasti suasananya menyenangkan." Komentar Junsu.
"Iya, padahal sebenarnya dia sedang sedih karena Yoo—uwaa! Appo!" seru Changmin.
"Kau bodoh atau gila? Ada Yoochun di sini." Bisik Junsu, Changmin pun nyengir "Hehehe, lupa."
Yoochun sebenarnya merasa bersalah pada Jaejoong, apalagi tadi Changmin sempat berkata begitu, meski ucapan Changmin terpotong karena Junsu mencubit lengan Changmin tapi Yoochun mengetahui lanjutan kalimatnya, maka ia pun berniat untuk mendekati Jaejoong dan mengakhiri semuanya.
"Jae." Panggil Yoochun sambil tertunduk.
"Ya? Ada apa? Bilang saja." Sahut Jaejoong sambil terus memasak.
"Aku ingin kita putus." Ucap Yoochun pelan tapi masih dapat terdengar oleh Jaejoong, terbukti dengan Jaejoong yang cukup terkejut. "Aku sudah ditunangkan dengan anak dari boss appa-ku. Aku minta maaf, aku masih mencintaimu tapi jika aku tidak menikah dengannya maka appa-ku akan dipecat. Aku—"
"Sst, gwaenchana~ aku mengerti." Jawab Jaejoong sambil berbalik menghadap Yoochun dan tersenyum sangat manis meski ada bekas air mata di sudut matanya karena dia sempat menitikkan air mata saat Yoochun mengatakan bahwa dia sudah ditunangkan.
"Jaejoong, kau benar-benar malaikat." Batin Yoochun, Yoochun pun tersenyum. "Kau sangat baik Jaejoong."
"Tentu saja. Siapa dulu? Kim Jaejoong gitu lho!" seru Jaejoong sambil nyengir.
"Hahaha! Dasar." Ucap Yoochun sambil tersenyum.
"I'm a mood maker! Aku harus tetap ceria dan senang. Kalo aku nggak senang bagaimana aku bisa membuat orang senang? Kim Jaejoong, hwaiting!" batin Jaejoong sambil mengepalkan tangannya dan menarik tangannya dari atas ke bawah(?)
"Kau menakutkan hyung/Jaejoong" komentar Yoosumin
"Eh? Kok menakutkan sih?" Tanya Jaejoong bingung
"Kamu berpose hwaiting tapi yang kamu genggam itu pisau hyung." Jelas Junsu.
"O-Oh iya. Aku lupa kalo aku lagi masak! Uwaaa! Masakanku!" seru Jaejoong panik, padahal ya makanannya baik-baik saja.
"Hahaha!" tawa YooSuMin.
~I'm a mood maker~
"Bagaimana?"
"Enak hyung!" seru Junsu yang diamini oleh Yoochun dan Changmin.
"Uwaa kenyangnya~" ucap Changmin senang.
"Permisi."
"Wah orangnya sudah datang! Ayo bersiap!" seru Junsu semangat.
"Iy—eh? Siwon hyung?" kaget YooSuMinJae
"Ah anneyong, jadi ini tempatmu bekerja Joongie? Terlihat nyaman dan menyenangkan, dengan kalian lagi kerjanya pantas betah banget Jae." Ucap Siwon sambil merangkul Jaejoong.
"Kok kamu ada di sini hyung?" koor keempatnya.
"Aku teman Jung Yunho. Baru tahu ya?" Tanya Siwon
"I-Iya." Jawab keempatnya.
"Kalian kompak sekali? Lucu." Komentar Siwon
"Ayo mulai saja Min." panggil Yunho.
"Ah iya."
"Ya, senyum dong~ masa' cemberut gitu tuan Jung?" goda Jaejoong mau tak mau membuat Yunho tersenyum.
CEKREK!
"Yak bagus begitu, sekarang gaya bebas ya~!" seru Junsu.
"Jangan lupa senyum!" seru Jaejoong sambil tersenyum menunjuk pipinya sendiri dengan telunjuknya.
CEKREK! CEKREK!
"Good!" seru Yoochun
"Apa ada request foto sendiri?" Tanya Changmin
"Nanti saja, sekarang aku mau bicara denganmu Min, berdua saja." Ucap Yunho.
"Eh? Okelah."
~I'm a mood maker~
"Cepat kenalkan aku padanya, dia single'kan?"
"t-tapi—kau lihat sendiri 'kan tadi dia itu punya—"
"Nggak peduli, cepet kenalin, nanti batal kukasih sumbangan lho."
"Huh oke-oke, mentang-mentang udah sukses gitu ya sama saudara sendiri."
"Saudara? Kayaknya kita jauuuh banget deh relasinya."
"Tapi'kan kakeknya kakek kita sama."
"Tetep aja. Udah gih."
"Iya, iya." Jawab Changmin mengalah dan keluar memanggil Jaejoong.
"Ada apa Changmin?" Tanya Jaejoong
"Aku ingin kau berkenalan dengan saudara jauhku, Jung Yunho." Ucap Changmin menunjuk Yunho.
"Ohh… Kim Jaejoong." Ucap Jaejoong sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.
"Jung Yunho." Ucap Yunho sambil menjabat tangan Jaejoong.
"Yunho itu udah lama merhatiin kamu, dia semakin kagum karena kejadian kau dan Yoochun itu." Jelas Changmin terlalu vulgar.
"Eh?!" kaget Jaejoong
"Mungkin bagus kalau kalian foto bridal style ya? Apalagi kalo Jae hyung pake dress" gumam Changmin.
"A-Apa aku nggak m—"
"Ide bagus." Gumam Yunho.
"Ayolah hyung, demi studio ini~" bisik Changmin ke Jaejoong, menghasut.
"I-Iya deh." Jawab Jaejoong pasrah, Changmin dan Yunho pun menyeringai, membuat Jaejoong bergidik takut.
~I'm a mood maker~
"Yak, bagus, begitu! Tahan dulu ya~" instruksi Junsu.
"Hana, Dul…"
CEKREK!
"Sekali lagi, ganti pose, Yunho-sshi, rangkul pinggang Jaejoong hyung dari belakang." Instruksi Junsu
CEKREK!
"Wah, mereka cocok sekali ya, Chun?" komentar Junsu.
"Iya."
"Sekali lagi, pose ciuman!" seru Changmin.
"EH?!" seru Junsu dan Jaejoong kaget, Changmin cuma berevil smirk.
"I-Iya deh." Kata Jaejoong pasrah. Yunho menyeringai, mendekatkan dirinya ke Jaejoong dan mengecup bibirnya.
"Uwaa! Perasaan apa ini? Jantungku berdegup kencang sekali." Batin Jaejoong disertai wajah yang memerah.
"Belum juga disuruh, udah main nyosor-nyosor aja." Batin Changmin, sementara Junsu cuma melongo, bingung, ada apa sebenarnya.
"Ya! Jung Yunho! Lepaskan dia! Seenaknya saja main cium!" seru Siwon tidak terima, yup sebenernya Siwon dengan suka rela mengangkat Jaejoong menjadi adiknya karena dia menyukai Jaejoong, jadi ya overprotektif gitu. Kalau soal Yoochun itu, Siwon tahunya mereka cuma temenan. Kalo tahu mereka pacaran dan Yoochun menyakiti hati Jaejoong, dapat dipastikan Yoochun tinggal nama.
"Bukannya berhenti malah makin ganas aja tuh nyiumnya." Batin Siwon, Junsu dan Changmin. Karena ciumannya semakin panas, secara refleks Jaejoong memjamkan matanya dan melingkarkan tangannya di leher Yunho.
CEKREK!
"Yak! Sudah selesai." Ucap Yoochun. Tapi Yunho masih saja mencium Jaejoong. Jaejoongnya? Jaejoong mah trima-trima aja karena dia mulai merasa nyaman.
"EHEM!" deham keempatnya. Jaejoong kaget, segera melepaskan ciumannya dan menunduk menutupi wajahnya yang memerah.
"Ck, mengganggu saja." Gumam Yunho
"Kalau nggak dihentikan bisa gawat." Jelas Changmin membuat Siwon melotot nggak terima dan Jaejoong makin tersipu.
"Ya sudahlah, deal. Ini cekmu." Ucap Yunho sambil menyerahkan cek dengan nominal yang tidak sedikit. "Omong-omong, Siwon itu siapa kalian?"
"Hah? Kau sahabatnya dan kau tidak tahu?" Tanya Changmin tidak percaya. "Dia itu kakak angkat Jaejoong."
"Kau sendiri siapanya hah? Main cium saja!" marah Siwon.
"Aku? Aku calon suaminya."
"EEHHH?!" kaget semuanya termasuk Jaejoong.
"Hah, cara melamar apaan seperti itu? Yang layak dong." Komentar YooSuMin
"Aku tidak bisa melamar Jaejoong." Jawab Yunho.
"Kenapa?" Tanya YooSuMin.
"Karena dia belum menerimaku jadi pacarnya."
"Memang kau pernah nembak dia?" Tanya Changmin.
"Ya nggak sih." Jawab Yunho polos, semuanya sweatdrop kecuali Siwon.
"Kalau begitu kenapa kau menciumnya, hah?!" Tanya Siwon nggak nyantai.
"Bukannya tadi di suruh pose ciuman? Lagian kenapa sih? Sewot banget." Tanya Yunho nantang.
"Karena aku suka Jaejoong lebih dari sekedar hyungnya!" jawab Siwon mantap, semuanya-kecuali Yunho- pun langsung membelalakkan matanya tidak percaya.
"Sudah kuduga." Ucap Yunho. "Tapi sayang sekali, sepertinya dia milikku, bukan milikmu."
"Percaya diri sekali." Ucap Siwon.
"Kalau tidak percaya, tanya saja sendiri dia pilih siapa." Balas Yunho PD.
"Jae, siapa yang kamu suka? Aku atau Yunho?"
"Well… aku baru kenalan sama Yunho sekarang, sementara aku sudah mengenal hyung dari lama *Siwon tersenyum* tapi aku terlanjur menganggap Siwon itu hyung, nggak bisa lebih. *Yunho gentian nyengir* Lagipula aku masih… menyukai Yoochun." Ucap Jaejoong.
"APA?! YOOCHUN?!" seru Siwon dan Yunho nggak terima dan langsung menengok ke arah Yoochun dengan aura membunuh di sekeliling mereka.
"Eum… aku… harus kabur!" seru Yoochun ngacir dikejar dua pangeran tampan yang menyeramkan itu. Jaejoong hanya terkikik geli. Semuanyapun ikut tersenyum.
Owari~
A/N : Kecepetan ya kayaknya? Maaf ya? Soalnya aku udah ngantuk dan capek banget waktu ngetik ff ini mudah-mudahan masih enak dibaca. Uh YunJaenya dikit ya? Miaaan! Yang penting'kan ini ulang tahunnya umma Jeje, jadi tokoh utamanya ya umma. Pairnya nggak sesuai harapan gpp ya? Peace ^^v Ya udah deh kuberi tambahan cerita nih, tapi review ya? Onegai(Please)~
Omake
Setahun kemudian…
"Wah akhirnya kalian jadian juga ya?" Tanya Junsu. Jaejoong pun hanya tersenyum.
"Iya, setelah perebutan yang cukup sengit." Komentar Yoochun
"Jadi geli kalo inget-inget dulu, di mana ada Jaejoong pasti ada Siwon dan Yunho." Komentar Junsu lagi.
"Mana mereka kalo barengan suka berantem. Brisik." Komentar Changmin. Jaejoong pun hanya tertawa kecil.
"Lalu bagaimana nasib kuda sialan itu(read : Siwon), boo?" Tanya Yunho
"Dia sudah bertemu belahan hatinya, namanya Kim Kibum. Wajahnya manis sekali lho~" jawab Jaejoong.
"Benarkah? Tapi tetap saja kau lebih cantik , boo~" ucap Yunho menggombal sambil mencuri kecupan dari BooJaenya itu, sukses membuat Jaejoong merona, tapi yang lannya memasang tampang : kalo mau mesra-mesraan tahu tempat dong, ada orang di sini, bukan batu.
"Yun~" Jaejoong merajuk. "Eum daripada itu, bagaimana hubungan kalian, Junsu, Changmin? Ada perkembangan?
"A-Apa maksudmu hyung?" Tanya Junsu balik.
"Eum, aku punya beberapa dana lagi untuk mempekerjakan karyawan, jadi kita tinggal jadi pengelola aja, gimana?" Tanya Changmin mengalihkan pembcaraan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan deh Min." komentar Jaejoong.
"Aku baru sekarang lihat Changmin gugup." Komentar 2U.
"Sudah, jawab saja, mau tidak?" Tanya Changmin mengalihkan perhatian lagi, membuat YunJaeChun tertawa.
"Iyalah mau." Jawab ChunJae yang diamini oleh Junsu.
"Kalau kau mau jadi pengelola juga boleh lho, hyung, kau'kan sudah mendanai studioku banyak sekali." Tambah Changmin.
"Jeongmal?"
"Tentu saja." Jawab YooSuMinJae sambil tersenyum. "Sekarang kau bagian dari kami." Tambah mereka lagi.
"Aku mau." Jawab Yunho.
"Kalau begitu ayo kita ganti nama, masa' namanya masih Changmin Studio? Sekarang'kan ini punya kita bersama." Komentar Junsu.
"Ide bagus." Komentar Yunho.
"Tapi Su, kita'kan tidak menyumbang uang." Ucap ChunJae.
"Kalian'kan menyumbang tenaga, dana awal studio ini'kan juga sebagian aku ngutang Junsu dulu, sementara Yoochun, dana yang yang kuterima tadi atas namamu lho, atas nama Jaejoong juga ada." Jelas Changmin, Junsu nggangguk-nggangguk.
"Loh tapi'kan aku nggak nyumbang?" koor ChunJae.
"Mungkin ayahmu Yoochun, sejak pernikahanmu itu, ayahmu dipromosikan bukan? Kurasa ini bentuk rasa syukurnya." Jelas Changmin lagi.
"Kalau aku?" bingung Jaejoong.
"Mungkin Siwon hyung." Komentar Changmin.
"Tidak mungkin, untuk hidup saja kami pas-pasan."
"Ini kami Jae sayang." Ucap Mr. & Mrs. Kim yang tiba-tiba muncul.
"Umma? Appa? Kalian?" Tanya Jaejoong bingung.
"Kami bersatu lagi, sayang. Jadi, maukah kamu pulang? Kami merindukanmu." Ucap Mrs. Kim. Jaejoong menutup mulutnya tidak percaya. "Umma! Appa!" seru Jaejoong menghambur ke pelukan kedua orang tuanya.
"Ini mengharukan." Komentar Junsu menghapus air matanya. Sementara yang lainnya tersenyum untuk kebahagian hyung/kekasih/sahabat tercinta mereka, yang selalu bisa membuat mereka ceria. Mood maker mereka.
Next day…
"Ke kanan sedikit… yup! Tepat di situ!" instruksi Junsu. "Well bagaimana menurut kalian?" Tanya Junsu.
"Bagus." Jawab YunJaeChunMin.
"TVXQ Studio" baca Jaejoong. "Awal yang baru untuk kita, akan menjadi tempat yang menyimpan banyak kenangan persahabatan kita di keesokan hari." Kata Jaejoong. Mereka pun berangkulan dan tertawa bersama. Hmm… What a lovely friendship they have.
Really end!
A/N : Well meski kayaknya tambahannya tetep dikit momen YunJaenya. Ini malah seperti Friendship. Anyway, this is the end. Seperti narasi tadi, they have a lovely friendship, so, cassie, always keep the faith, ne? Oh iya, dan untuk yang ikut foto itu bukan Cuma Siwon, tapi yang lainnya Cuma peran numpang lewat aja, jadi nggak usah diceritain, oke?
