Complicated

A Sungmin/Kyuhyun/ZhouMi fic

Romance

Warning : BL/BoyxBoy, OOC, Gaje. Don't like don't read.

Summary : Zhou Mi dan Sungmin memang rival sejak dulu. Sampai sekarang juga. Kini mereka sama-sama menyukai seorang Kyuhyun yang polos bukan main. Bagaimanakah cara mereka berdua untuk mendapatkan hati Kyuhyun? Siapa yang akan Kyuhyun pilih?

Disclaimer : Super Junior belongs to themselves and SMEntertainment. But, this fiction is mine.

Sore hari di tepi pantai, Zhou Mi dan Kyuhyun duduk di sebuah kursi memandangi sunset ditemankan dengan segelas lemon tea.

"Zhou Mi.. Aku mau jadi pacarmu," kata Kyuhyun lembut sambil tersipu malu-malu. Zhou Mi hanya tersenyum nakal memandang Kyuhyun yang salah tingkah.

"Ne, jadi sekarang kau milikku, chagiya. Saranghae," kata Zhou Mi sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan serius. Tangannya tergerak untuk menggenggam kedua tangan Kyuhyun.

Kyuhyun masih tersipu malu dan salah tingkah. Bibir Kyuhyun bergerak mengucapkan sebuah kata tanpa suara.

"Hee, chagiya ngomong apa, sih? Gak kedengeran, nih.." kata Zhou Mi sambil mempersempit jarak antara dirinya dan Kyuhyun.

Ia memperhatikan gerakan bibir Kyuhyun secara seksama.

'Sa-ra-'

BYUUUUUUURRRRRRR!

Zhou Mi terbangun dari mimpinya ketika berliter-liter air menyembur dirinya dan membuatnya tersedak dan terbatuk-batuk. Kenapa tersedak? Karena Zhou Mi tidur dengan mulut terbuka dan berisik. Lagipula kenapa bisa tiba-tiba ada hujan di kamarnya?

"NAH, BABO! CEPAT BANGUN! KAU PIKIR SEKARANG SAATNYA UNTUK BERLEHA-LEHA, HEH? BANTU AKU MEMBERESKAN RUMAH!" lengkingan Henry membuat Zhou Mi terduduk seketika.

"Yah! Apa yang kau lakukan, Henry! Kau merusak mimpi indahku, heh!" teriak Zhou Mi tak kalah galak dibandingkan Henry.

Ternyata Zhou Mi kalah galak dari Henry. Henry melemparkan ember bekas air yang menyiram Zhou Mi tepat di kepalanya, "kau merusak pagiku yang indah dengan desahan-desahan dan suara sok romantismu yang menjijikan itu!"

"Hah, apa maksudmu?" tanya Zhou Mi kebingungan, dilepaskannya ember yang kini menutupi wajahnya. Ia melemparkan ember itu kepada Henry.

"Kau mengigau dan itu sangat mengganggu! Harusnya pagi ini jadi menyenangkan karena ini adalah hari libur!" Henry melempar lagi ember itu tepat mengenai kepala Zhou Mi, "DAN KAU MERUSAKNYA! BABO!"

Henry meninggalkan Zhou Mi dan embernya dengan bantingan pintu yang keras. Zhou Mi memandang heran ember hitam tersebut. "Henry galak banget, sih.."

Tiba-tiba pintu kamar Zhou Mi menjeblak terbuka lagi, "kau bilang apa barusan? Sebagai hukumannya kau harus membereskan seluruh rumah ini dan membuang sampah di dapur! Mengerti?" teriak Henry tanpa berperikemanusiaan.

Pintu tertutup lagi dengan bantingan yang keras lagi. Frame berisi foto Zhou Mi dengan pose peace dan cengiran lebar sehingga matanya tidak terlihat sama sekali yang tergantung di dinding jatuh dan pecah seketika.

Zhou Mi menarik nafas panjang. "Kurasa ini akan jadi hari libur yang... Menyenangkan."

-xoxoxo-

Zhou Mi melangkah keluar rumahnya dengan menenteng dua buntelan plastik berisi sampah dari dapurnya menuju tempat sampah di depan rumah.

Wajahnya terlihat lusuh dan memprihatinkan. Bayangkan saja rumah yang ia tinggali dengan Henry itu tidak kecil. Dan ia harus membersihkan seluruh penjuru rumah itu tanpa debu tersisa sedikitpun.

Sampai sekarang Zhou Mi masih tidak bisa berpikir apa yang kini merasuki Henry sampai ia setega itu padanya.

"Ehem!" suara familiar itu lagi, "jadi Zhou Mi membabu ya di hari liburnya setelah frustasi foto 'tidak senonoh'nya itu tersebar di dunia maya. Beralih profesi, Zhou?" tanya Sungmin dengan kedua tangan dilipat dengan angkuhnya.

"Oh, ya Tuhan. Look at yourself! Kau memprihatinkan sekali, Zhou!" Sungmin menunjuk-nunjuk wajah Zhou Mi yang memang memprihatinkan tersebut dengan jari tengahnya. Balas dendam, eh?

Zhou Mi menatap Sungmin dengan tatapan setan, "shut up, Sungmin. Aku lagi gak mood bertengkar denganmu, wahai kelinci bau!" dan Zhou Mi meninggalkan Sungmin yang mencak-mencak.

"Katanya gak mood bertengkar tapi malah nyari ribut! Dasar babo!"

-xoxoxo-

Zhou Mi merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya yang empuk. Ia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. Tarik nafas lagi dan buang. Berusaha membuang semua unek-unek akan kesialannya yang mengawali harinya.

"Untung aja tadi malam aku tidur di karpet, jadi kasurku gak basah karena ulah Henry tadi pagi." Gumamnya dan sambil menatap langit-langit kamarnya.

"Sial banget sih aku ini. Udah kecapean ngebersihin rumah segede ini, malah ketemu si kelinci bau. Gaaaaah, parah!"

Zhou Mi berguling ke arah tembok. "Udah gitu aku gak ketemu sama Kyu-bear lagi, kemana ya dia?"

Catatan. Zhou Mi, Kyuhyun dan Sungmin itu tetanggaan. Rumah Zhou Mi dan Sungmin itu sebelah-sebelahan dan disebrang rumah mereka itu rumah Kyuhyun. Setidaknya tiap malam Sungmin dan Zhou Mi bisa melihat Kyuhyun melalui balkon kamar mereka masing-masing.

"Kenapa si kelinci bau itu bisa sebelahan sih rumahnya disampingku. Kenapa juga dulu papa beli rumah yang sebelahnya rumah dia. Sebelah rumah Kyuhyun aja, kek!" racaunya gak jelas. Ia berguling lagi ke kiri.

"Sial sekali aku bisa kenal dengan manusia bernama Lee Sungmin itu. Rawr!" kini Zhou Mi dengan kegajean tingkat tinggi berguling ke kanan dan ke kiri.

"Zhou!"

Pintu kamar Zhou Mi menjeblak terbuka lagi, terlihat sosok Henry di ambang pintu dengan wajah masam.

"Kenapa sih, Henry~? Kau itu ngomel-ngomel mulu dari pagi. Gak takut cepet tua apa?" tanya Zhou Mi malas sambil menyembunyikan wajahnya dengan bantal micky mouse besarnya.

Henry mendekati tempat tidur Zhou Mi dengan langkah dihentak-hentakkan. Henry menarik bantal itu paksa dan menarik badan Zhou Mi agar melihatnya.

Zhou Mi membuka matanya malas, "apaan, sih?"

"KAU BELUM CUCI BAJU! CUCI BURUAN! MUMPUNG LAGI PANAS! CEPAAAAAAAAAT!"

-xoxoxo-

"Sungmin, kau dengar suara barusan? Seperti suara Henry, deh.." tanya Eunhyuk yang sedang main World of Warcraft.

Sungmin yang sedang menyetem gitarnya melirik Eunhyuk sekilas dan kembali terfokus dengan gitarnya, "palingan Zhou Mi lagi disiksa sama Henry," jawabnya enteng.

Sedangkan Eunhyuk hanya ber-oh-ria dan kembali memainkan WoW dengan nafsunya.

-xoxoxo-

"Kyuhyunnie!"

Kyuhyun menoleh kebelakang, ia mendapati Zhou Mi dengan tampang melas dan teraniaya. Ia langsung berjingkat dan mendekati Zhou Mi yang terlihat benar-benar menderita di hari libur yang seharusnya menyenangkan ini.

Zhou Mi memang berniat mengadu kepada Kyuhyun dengan keadaannya yang sudah disiksa habis-habisan oleh Henry. Maka dari itu sekarang Zhou Mi ada di depan rumah Kyuhyun. Sekujur tubuhnya lebam-lebam ketika disuruh menjemur pakaian di loteng dan sukses jatuh dari tangga dengan posisi tidak elit.

"Zhou Mi! Kamu kenapa? Kok badanmu lebam-lebam gini, sih?" tanya Kyuhyun khawatir saat melihat lengan Zhou Mi yang biru-biru lebam.

"A-aku sakit.." jawab Zhou Mi dengan mata berkaca-kaca dan menangis sejadi-jadinya di pelukkan Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun memanas tapi Kyuhyun langsung mengalihkan pikirannya. "Ah, ayo ke kamarku! Kau harus istirahat, Zhou Mi!" Kyuhyun memapah Zhou Mi mati-matian karena Zhou Mi sangat berat baginya.

Sesampainya di kamar Kyuhyun, aroma apple tercium oleh Zhou Mi dan membuatnya merasa nyaman. Kamar Kyuhyun sangat-sangat rapi dan bersih bagi Zhou Mi. Ia merebahkan dirinya di tempat tidur Kyuhyun dengan nyamannya.

Sebenarnya, ini Zhou Mi yang bodoh atau Zhou Mi yang buta? Tempat tidur Kyuhyun itu berantakan. Bedcover berserakan di karpet dibawah kasurnya. Kaset-kaset game yang berserakan tertutupi oleh bedcover nya dan charger-an laptop yang dibiarkan begitu saja dilantai tanpa digulung atau diapa-apakan.

"A-ano.. Maaf, kamarku belum dirapikan. Maaf, ya!" gumam Kyuhyun gak enak sambil tertawa sweatdrop.

Zhou Mi malah memejamkan matanya dengan nyaman, "kamarmu rapi kok, Kyuhyunnie. Aku suka," balasnya dengan senyum tersungging di bibirnya.

Kyuhyun tersenyum manis kepada Zhou Mi, "baiklah kalau begitu. Aku mau kebawah sebentar, ya. Akan aku bawakan makanan untukmu, Zhou Mi tunggu disini!"

"Sip, baiklah. Aku akan menunggu. Anything for you, Kyuhyunnie!" balas Zhou Mi semangat dan dibalas dengan senyuman manis Kyuhyun. Zhou Mi meleleh.

"Ah, Kyuhyunnie~ kenapa kau begitu indah dimataku.. Gyaa, saranghae!" Zhou Mi meracau sambil memeluk bantal guling Kyuhyun dengan erat. Ia menghirup aroma tubuh Kyuhyun dalam-dalam.

Masih dengan memeluk bantal guling Kyuhyun, sebuah ide licik terlintas di pikiran Zhou Mi saat itu juga. "Haha, betul juga. Si bodoh itu biasanya kalau liburan gini lagi jalan-jalan keliling komplek! Saatnya balas dendam!" Zhou Mi melompat turun dari kasur Kyuhyun dan bergegas menuju balkon kamar Kyuhyun.

Benar saja, sesuai dengan dugaannya Sungmin ada diluar sedang jalan-jalan keliling komplek. Ia mendapati Sungmin terbelalak ketika melihatnya ada di balkon kamar Kyuhyun.

"Heh, kau! Kau si buruk rupa! Sedang apa kau disana?" teriak Sungmin gak santai.

Zhou Mi menyeringai, "kencan dengan Kyuhyunnie milikku, dong! Dan kau? Lagi ngecengin anjing tetangga, ya?"

Wajah Sungmin memerah seketika. "KAU! TURUN DARI SANA!" teriak Sungmin sambil melepas sepatunya.

"Ogah!"

"TURUN GAK! NGAPAIN LAGIAN KAU ADA DI KAMAR KYUHYUNNIE-KU! KAU PASTI BERBUAT TIDAK SENONOH KEPADANYA! GAK AKAN KUBIARKAN!" Sungmin beranjak dari tempatnya dan menerobos taman rumah Kyuhyun dan sekarang ia berada tepat dibawah Zhou Mi.

"Siapa kau ngatur-ngatur aku!" Zhou Mi melipat kedua tangannya angkuh.

"KAU! TURUN GAK AKU BILANG!"

"Gak mau! Jangan ngatur-ngatur aku dong! Lagian bisa gak sih kalau ngomong itu pelan-pelan aja! Ini rumah orang, woy!" Zhou Mi melempar sebuah kacang kulit kepada Sungmin yang entah ia dapat dari mana.

"Jangan sentuh Kyuhyunnie-ku!" Sungmin melempar kacang itu balik.

"Apa? Coba kau ulang perkataanmu itu!" Zhou Mi memandang Sungmin dengan nistanya.

"KAU! SI BURUK RUPA YANG TULI DAN NISTA! JANGAN SENTUH KYUHYUNNIE-KU DENGAN TANGAN NISTAMU ITU! AKU BISA PASTIKAN KEPALA, TUBUH DAN KAKIMU TIDAK AKAN UTUH LAGI KALAU KAU MELAKUKAN ITU! CAMKAN ITU!" Sungmin melempar sepatu ketsnya tepat di wajah Zhou Mi.

"Zhou Mi? Ada apa? Kok ribut-ribut?" terdengar suara Kyuhyun dari balik pintu. Sungmin kaget bukan main, sama halnya dengan Zhou Mi. Mereka sama-sama bingung harus bagaimana.

"Zhou, aku buka pintunya, ya!"

Zhou Mi terlihat panik, sedangkan Sungmin masih saja mencak-mencak dibawah. Tanpa pikir panjang, Zhou Mi mengambil pot bunga di dekatnya dan melemparkannya kebawah. Tepat di atas kepala Sungmin.

BRUGH

"Zhou, ada apa? Itu tadi suara apa?" tanya Kyuhyun sambil berusaha melirik ke bawah balkon.

"Ah, tidak ada apa-apa, kok. Hanya halusinasimu saja, Kyuhyunnie. Ayo masuk!" elak Zhou Mi dan mendorong Kyuhyun masuk ke dalam kamar. Meninggalkan Sungmin yang tengah meregang nyawa dibawah.

-xoxoxo-

"Untung luka di kepalamu ini gak terlalu serius, hyung. Kok bisa begini, sih?" tanya Henry sambil mengobati kepala Sungmin yang bersimbah darah.

"Dilempar pot bunga sama sahabatmu yang buruk rupa itu, Hen. A-adaw! Sakit!" balas Sungmin dan berteriak ketika Henry menekan-nekan kepala Sungmin.

"Ah, mianhae. Sakit, ya?" Henry memperlembut gerakannya.

Sungmin melirik Henry tajam, "masih nanya lagi. Sakit tauk! Jahat sekali si babo itu!" Sungmin menggosok-gosok kepalanya. "Gomawo, Henry. Kalau kau tidak menemukanku mungkin aku sedang menari-nari dengan para malaikat diatas sana."

Henry beranjak meninggalkan Sungmin untuk mengambil perban dan tertawa kecil, "sama-sama, hyung. Tahan dikit, ya!" kata Henry sambil melilitkan perban di kepala Sungmin.

"Biar ku beri pelajaran si babo Mimi itu!"

-xoxoxo-

Zhou Mi sedang asik-asik melancarkan PDKT dengan Kyuhyun saat tiba-tiba handphone Zhou Mi bergetar. Sebuah SMS dari Henry.

From : Henry-chan

"Mimi..

Pulang sekarang kalau kau masih mau hidup!

^o^"

Zhou Mi melotot seketika membaca pesan dari Henry dan langsung menutup flip handphone nya dengan terburu-buru.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kebingungan, "ada apa, Zhou Mi? Wajahmu pucat, loh.."

"Aku harus pulang sekarang! Bye, Kyuhyunnie! Saranghae!" teriak Zhou Mi sekenanya dan berlari meninggalkan Kyuhyun sendirian di kamarnya dengan wajah yang sukses bersemu merah.

Tak lama setelah kepergian Zhou Mi, Kyuhyun mendengar jeritan-jeritan memilukan dari sebrang rumahnya. Ia bergegas menuju balkon dan melihat kamar Zhou Mi.

"MATI KAU ZHOU MI!"

-xoxoxo-

Sungmin tertawa terbahak-bahak menonton video di handycam yang ada di tangannya dan sesekali mengaduh kesakitan dan memegangi kepalanya.

Eunhyuk yang masih main WoW dari tadi penasaran dan mendekati Sungmin untuk sekedar tahu apa yang sahabatnya tonton itu. "Video apa—astaga.."

Eunhyuk menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika melihat adegan Henry melempari Zhou Mi tanpa henti dengan vas bunga di dekatnya.

"AMPUN HENRY! AKU GAK BAKAL GITU LAGI KE SUNGMIN! I SWEAR!" teriak Zhou Mi di video itu dan dengan lancarnya sebuah ember hitam yang sangat familiar bagi Zhou Mi tergantung menutupi wajah Zhou Mi. Henry masih saja menyiksa Zhou Mi.

"Henry... Aku gak percaya..."

-TBC-

A/N : akhirnya di update juga ini fic, berbekal nekat author nge update fic ini padahal belum belajar sama sekali sedangkan besok ada ulangan ekonomi DX makanya mohon maklumkalo misalkan chapter ini gajelas dan jayus DX

Kritik dan saran sangat dibutuhkan. Mind to review?