This fict for readers who want to read and review my story ^^
SmileHyuk
Presents
:::
:::
:::
:::
:::
:::
:::
My Jewel
Rate : T
Genre : Drama,Romance,Hurt/comfort
Warn : yaoi! Alur kecepetan + maksa + berantakan, typo(s),OOC
So, saya sudah peringatkan! Don't like don't read! Saya ga suka flame, saya lebih terima saran, saya mohon jangan sampai ada flame yang masuk! Karna yang flame itu artinya dia gabisa baca.
-share-
"Hyung~~!" sebuah suara memecah keheningan di sebuah rumah mewah milik Choi Siwon. Terlihat seorang namja manis sedang merenggut sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan mempoutkan bibir merahnya.
"Ne.. Hyukkie waeyo?" ucap Siwon lembut sambil menghampiri namja manis itu.
"Hyung! Katanya kita mau jalan-jalan? Katanya Hyung mau mengenalkan aku pada teman Hyung yang baik? Katanya Hyung mau membelikanku es krim 3 scop? Katanya-" ucapan Hyukkie terhenti saat Siwon memotongnya.
"Ya! Hyukkie kau bawel sekali!" Ucap Siwon sambil mengacak rambut Hyukjae gemas.
Hyukjae hanya pasrah menerima perlakuan Siwon yang selalu memperlakukannya seperti anak kecil.
"Hello kamu-kamu yang disana~~" sebuah suara sukses mengintruksi aksi childish Hyukjae dan Siwon.
Terlihat Donghae yang sedang menuruni tangga sambil senyum-senyum ikan (?). Ia berlajan menuju tempat Siwon dan Hyukjae berada –sofa di depan TV- dan mendudukkan dirinya disana.
"Oya Hyung! Kau bilang kau ingin mengajakku dan Hyukkie jalan-jalan?" tanya Donghae sambil melirik kearah Hyukjae.
"Ne Hyung sudah berjanji..!" rujuk Hyukjae seperti anak kecil minta dibelikan permen.
Siwon menghela napas dan mengusap wajahnya. Memang, selama ini Siwon jarang mengajak Hyukjae keluar rumah. Alasannya adalah namja berambut ikal bernama Cho Kyuhyun itu. Namja yang hampir membeli Hyukjae dulu, yang ternyata namja itu sangat terobsesi dengan Hyukjae. Siwon sudah 2 kali memergoki Kyuhyun sedang menguntiti dirinya. Dan sudah 2 kali itulah Siwon berpindah-pindah rumah. Berterima kasihlah pada ayahnya yang menyediakan banyak rumah untuk menunjang karirnya yang terkadang harus pindah dari satu daerah ke daerah lainnya.
"Yah Hyung! Jangan melamun! Atau mukamu makin mirip kuda!" ujar Donghae sukses membuat Siwon menghentikan acara melamunnya.
"Ara,ara.. ayo, kita berangkat!" ujar Siwon sambil menggandeng tangan kedua namdongsaeng nya.
"Ya! Hyung aku bukan anak kecil!" Sahut Hyukjae dan Donghae berbarengan. Sedangkan Siwon hanya tertawa. Ia berharap keceriaan seperti akan selalu hadir ditengah-tengah mereka.
-At Handel and Gretel Café-
"Annyeong!" seru Siwon bersemangat saat memasuki café yang menjadi langganannya. Siwon masuk diikuti Hyukjae dan Donghae.
"Annyeong Siwon-ssi!" sapa seorang namja cantik –Leeteuk- berpakaian khas waitress.
Ia tersenyum pada Donghae namun matanya terpaku pada seorang namja manis dibelakang Donghae. Tanpa sadar, ia menyunggingkan senyum lembutnya pada Hyukjae yang dibalas senyum malu-malu oleh Hyukjae.
"Ayo silakan, Siwon-ssi" Leeteuk mempersilakan SiHyukHae untuk duduk di tempat favorit Siwon dan memberikan daftar menu.
"Silakan Hyukkie, tulis pesananmu disini." Ucap Leeteuk menimbulkan kerutan di dahi Hyukjae.
'bagaimana ia bisa tau namaku?' pikirnya bingung sambil menatap Siwon. Imut. Itulah kata yang paling tepat untuk Hyukjae yang sedang memiringkan kepalanya sambil menatap Siwon bingung dan bibir yang agak dipout. Sungguh imut.
Siwon hanya tersenyum memamerkan lesung pipinya yang menawan. Dan menatap Donghae yang juga menatapnya bingung.
"Leeteuk Hyung!" panggil Siwon kepada Leeteuk, langsung saja Leeteuk menghampiri SiHyukHae dan tersenyum lembut pada Hyukjae yang dibalas senyum canggung oleh Hyukjae.
"Eum.. aku ingin chocolate cake biasa dan cappucino. Kau ingin apa, Donghae?" tanya Siwon pada Donghae.
"Sama sepertimu Hyung.." ucap Donghae.
"Kau Hyukkie?" tanya Siwon pada namja manis itu.
Hyukkie melihat menu dan mulai menyebutkan makanan yang ia inginkan.
"Eung.. strawberry short cake dan milk shake strawberry.. oya, untuk cakenya strawberrynya dibanyakin yaa." ucapnya sambil memamerkan gummy smilenya.
"Wah,wah.. kau sekali strawberry eoh?" tanya Leeteuk sambil tersenyum mencoba memulai percakapan.
Hyukjae mengangguk semangat.
"Ne! aku suka sekali! Siwon hyung suka membelikanku strawberry dan aku suka sekali memakannya dengan dicelupkan pada lelehan coklat! Enak sekali loh hyung! Hyung suka strawberry tidak?" Hyukjae dengan semangat bercerita.
Matanya berbinar bagaikan seorang anak kecil yang baru saja mendapat 1 peti penuh berisi permen. Leeteuk agak kaget dengan Hyukjae yang kelewat semangat itu. Namun, ia segera tersenyum lembut dan berujar.
"Ne, Hyung juga suka karna strawberry manis seperti mu." Ujarnya sambil mengusap kepala Hyukjae.
"Tapi Hyung, strawberry kan asam?" tanya Hyukjae polos.
"Yah! Hyukkie, biarkan Teukkie Hyung bekerja! Nanti saja jika kau ingin ngobrol dengannya!" ujar Siwon gemas dengan tingkah childish Hyukjae.
Hyukjae hanya mempoutkan bibir merahnya. Sedangkan Leeteuk hanya tersenyum dan pamit untuk membuat pesanan mereka.
"Hyung, ngomong-ngomong bagaimana ia bisa tahu namaku?" tanya Hyukjae. Siwon tersenyum.
"Nanti kau akan mengetahuinya." Ujarnya
"Ini dia.. pesanannya! Silahkan menikmati." Leeteuk datang membawa nampan berisi pesanan SiHyukHae.
Dengan berbinar, Hyukjae menyantap pesanannya. Siwon dan Donghae hanya tersenyum menatap kelakuan Hyukjae yang sangat childish itu.
Setelah menghabiskan seluruh pesanan mereka, mereka memutuskan untuk berbincang-bincang sebentar bersama Leeteuk.
"Hyung.. aku mau ke toilet ya?" tanya Hyukjae.
"Bagaimana jika aku temani?" tawar Siwon sambil menatap Hyukkie khawatir, sedangkan yang ditatap hanya menggembungkan pipinya kesal.
"Yah! Hyung! Aku sudah besar! Aku bisa sendiri!" dengan kesal Hyukjae berdiri dan berkacak pinggang.
Leeteuk tersenyum dan menepuk bahu Siwon pelan.
"Sudahlah, Siwon-ssi.. aku akan meminta Henry untuk menemaninya." Ucapnya.
"Henry-ah! Bisakah kau temani Hyukkie ke toilet?" ucapnya pada seorang namja sipit dan pipi tembem.
"Ne! ayo Hyukkie-ge!" ucap namja bernama Henry itu sambil menarik tangan Hyukjae. Sedangkan yang ditarik hanya tersenyum manis. Sedangkan Siwon, Leeteuk dan Donghae tertawa kecil melihat tingkah kekanakkan Henry.
"Hyung, apa Henry juga bagian dari 'keluarga' mu?" tanya Siwon. Leeteuk mengangguk.
"Ne..aku menemukannya di emperan toko. Saat aku tanya siapa keluarganya, ia hanya menggeleng." Jawab Leeteuk sekenanya.
Donghae terlihat bingung dengan pembicaraan ini dan ia pun memutuskan untuk bertanya.
"Apa maksud kalian dengan 'keluarga' Hyung ? dan apa hubungan Leeteuk Hyung dengan Hyukkie?" tanya Donghae sambile menatap kedua orang tersebut. Akhirnya keluar juga apa yang ada di dalam pikirannya sedari tadi.
"Oke, aku akan ceritakan satu-satu." Ujar Siwon sambil menyeruput Cappucino nya.
SEMENTARA ITU, DI TEMPAT HYUKKIE.
"Sudah, Hyukkie-ge?" tanya Henry saat ia melihat Hyukjae keluar dari salah satu bilik toilet.
"Ne! gumawo Henry-ah sudah menemaniku!" ucap Hyukkie disertai gummy smile nya yang amat sangat manis.
"Cheonma ^^ . oya,Hyukkie-ge apa kau mau berjalan-jalan melihat sekeliling kafe ini? Aku juga akan mengenalkan mu kepada Hankyung-ge, Mimi-ge, Kangin-ge dan-" ucapan Henry terpotong saat Hyukjae menarik tangannya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi?" tanya Hyukjae sambil cekikikan dan menarik tangan Henry.
Mereka berlari sambil bergandengan tangan dan tertawa. Sungguh pemandangan yang lucu. Namun, Hyukjae tampak mengingat sesuatu.
'tunggu.. apa tadi dia bilang? Kangin-ge? Mungkinkah itu Kangin Hyung? Ah, mungkin hanya kebetulan.' Pikirnya. Tapi ia tidak memperdulikannya dan melanjutkan acara berlarinya.
BACK TO SiTeukHae'S PLACE
"Jadi.." Leeteuk menggantungkan ceritanya.
*FLASHBACK*
Terlihat seorang namja cantik yang sedang berjalan ditengah gelapnya kota Seoul. Ia merapatkan jaketnya berusaha mengurangi dinginnya udara malam yang berhembus lumayan kencang. Saat ia melewati sebuah gang sempit yang gelap, ia mendengar sebuah suara tangisan dan lirih kesakitan dari gang itu. Walaupun sedikit merinding, ia pun memutuskan untuk memasuki gang itu dan mendapati pemandangan yang sungguh menyayat hati. Seorang namja manis berambut merah berusia sekitar 17 tahun, namun ia tak yakin dengan prediksinya mengingat tubuh namja manis itu sangat mungil dan kurus untuk anak seusianya –dan untuk ukuran seorang namja tentunya-. Tubuh namja manis itu dipenuhi luka yang menganga, wajahnya yang manis dipenuhi memar dan luka. Leeteuk –namja cantik itu- berlutut dihadapan namja manis itu dan mencoba untuk mengajaknya bicara.
"Hey.. apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau bisa disini? Hey, apa kau mendengarku?" tanya Leeteuk bertubi-tubi. Khawatir? Ya! Leeteuk sangat khawatir dengan namja yang bahkan belum dikenalnya itu.
Namja manis itu mendongak. Miris. Itulah yang ada dipikiran Leeteuk saat melihat wajah namja itu yang penuh luka dan lebam. Oh, bukan itu yang membuatnya terlihat miris. Tapi sorot mata namja manis itu yang terlihat kosong dan penuh luka. Leeteuk hampir menangis melihat keadaan namja manis itu. Saat ia hendak menyentuh namja manis itu, hanya tepisan kasarlah yang ia dapat.
"JANGAN…! Jangan sentuh aku!" teriak Hyukjae –namja manis itu-. Ia tidak bisa melihat wajah orang dihadapannya karena pandangannya yang mengabur dan juga cahaya yang minim itu.
"Aku.. tidak akan menyakitimu.. percayalah.." Leeteuk mencoba menenangkan Hyukjae.
Hyukjae memberontak. Ia menangis sambil terus berteriak. Leeteuk menangis sambil mencoba menenangkan Hyukjae, ia sungguh tidak tega melihat keadaan Hyukjae. Akhirnya, Hyukjae tidak sadarkan diri. Mungkin karna lelah dengan semua luka dan juga beban batin yang ia dapat. Entahlah. Leeteuk membawa Hyukjae dalam gendongannya, tak menyadari sepasang mata yang mengawasi gerak-geriknya.
-SKIP TIME, AT LEETEUK's HOUSE-
BRAKKK! Terdengar suara pintu yang didobrak. Sontak seorang namja yang berada di rumah itu langsung bergegas menuju pintu. Ia terkejut mendapati Leeteuk tengah menggendong Hyukjae yang tak sadarkan diri.
"Ya! Teukkie-ah apa yang terjadi? Siapa namja ini?" tanyanya sambil menolong Leeteuk menggotong Hyukjae membawanya ke kamar tamu.
"Nanti saja aku jelaskan Kangin-ah! Lebih baik kau bantu aku obati luka-lukanya!" Leeteuk menjawab tanpa memandang wajah Kangin –nama namja itu- dan segera mengambil kotak P3K dan sebaskom air. Dengan cekatan, Ia membersihkan dan mengobati luka Hyukjae. Setelah ia selesai dengan kegiatan mengobati luka Hyukjae, ia menatap Hyukjae sambil menghela napas. Ia menoleh dan mendapati Kangin juga tengah menatapnya dengan pandangan 'siapa dia sebenarnya?'. Leeteuk menghela napas lagi.
"Ayo, kita ke ruang tamu saja.." Leeteuk menjawab sambil berlalu. Kangin hanya mengikutinya dalam diam. Hening. Itulah yang terjadi di ruangan itu. Kangin belum berani membuka mulutnya sedangkan Leeteuk hanya memijat pelipisnya. Tidak tahan dengan keheningan ini, Kangin memutuskan untuk bertanya.
"Hyung.. siapa sebenarnya anak itu?" tanyanya pelan. Tidak ingin mengganggu Leeteuk. Leeteuk menatap Kangin lalu berbicara.
"Aku tidak tahu.. aku menemukannya di gang sempit dekat toko. Aku rasa..dia.. dibuang." Ujar Leeteuk sedih. Ya, ia sangat tahu bagaimana rasanya dibuang. Sakit. Ia dibuang oleh orang yang mengaku ibunya. Huh, ia tidak yakin orang itu adalah ibunya.
"Ssshhh.. sudah Hyung. Lalu, bagaimana dengannya sekarang? Apa kau mau ia tinggal bersama kita?" Kangin mencoba mencairkan suasana.
"Untuk sementara, kita rawat ia sampai ia pulih. Dan kau, cari informasi tentang dirinya. Mungkin, ia masih memiliki kerabat." Ujar Leeteuk sambil beranjak menuju kamarnya. Kangin hanya terdiam memandang punggung Leeteuk yang menjauh.
-ESOKNYA-
"Annyeong Hyung!" sapa Kangin bersemangat. Ia menghampiri Leeteuk yang tengah menyiapkan sarapan. Sebuah senyuman malaikat merekah di bibir Leeteuk.
"Annyeong Kangin-ah!" Leeteuk memberikan Kangin sepiring nasi goreng dan segelas air.
"Hyung, apa anak itu sudah bangun?" tanya Kangin sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya. Ia menatap Leeteuk yang tengah tersenyum.
"Belum. Aku sudah memeriksa keadaannya. Kurasa, luka-lukanya akan sembuh dalam beberapa hari ini, tapi aku tidak tau kapan ia akan sadar.." ujar Leeteuk sambil tersenyum sedih. Merasa tak enak dengan suasana ini, Kangin pun bangkit dan membereskan piringnya.
"Oke Hyung, aku berangkat dulu. Aku akan usahakan pulang cepat dan mencari informasi tentang anak itu. Hyung doakan semoga Kim Sonsaengnim agar ia sakit dan tidak ada mata kuliah hari ini~ pai pai~~!" ujar Kangin bersemangat sambil melambaikan tangannya dan berjalan keluar rumah.
Leeteuk hanya tersenyum menanggapi kelakuan namdongsaengnya itu. Ia pun beranjak menuju dapur untuk mencuci piring dan berjalan sambil membawa senampan makanan dan obat ke kamar dimana Hyukjae berada.
"Hey.. bangunlah.. apa kau tidak lapar?" Leeteuk mengguncang pelan bahu Hyukjae. Ia berharap agar Hyukjae akan bangun dan menjelaskan padanya bagaimana Ia bisa terluka seperti itu.
Trauma masa lalu lah yang membuat Leeteuk bangkit dan menunjukkan bahwa ia mampu. Ia yang mengalami kekerasan oleh ayahnya sendiri tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan pantang menyerah. Ia tidak mau melihat ada anak yang harus terlantar karna dibuang oleh para orang tua tak bertanggung jawab. Ia memulai kehidupan barunya dari bekerja di café milik Hankyung –Handel and Gretel- juga bekerja di sebuah rumah pelelangan. Young Woon, atau Kangin adalah teman seperjuangan dari dulu hingga sekarang. Mulai dari mereka yang tinggal di emperan toko, hingga seorang namja cantik bernama Kim Jaejoong yang menyelamatkan mereka dari kelaparan sampai Leeteuk yang berniat membalas budi pada Jaejoong. Hanya Kangin lah yang mengerti mengapa Leeteuk bekerja di tempat 'itu' . Bukan, bukan. Leeteuk bukanlah orang yang tertarik dengan perdagangan gelap seperti itu. Keadaan lah yang memaksanya. Keadaanlah yang memaksanya untuk bekerja pada Kim Jaejoong, pemilik rumah pelelangan tersebut. Seandainya Leeteuk tak pernah mempunyai hutang budi pada Jaejoong yang sempat menolongnya kala itu, sungguh, ia tidak akan pernah mau bekerja di tempat seperti itu!
"Aku akan melindungimu.. aku berjanji.. percayalah padaku.." Leeteuk mengusap kepala Hyukjae.
#SKIP TIME at 15.00 p.m
"Annyeeeonnngg! Leeteuk hyungg.. aku pulaanggg..!" seru Kangin sambil membuka pintu dengan tidak berkepripintuan (?)
"Yah! Racoon! Bisa tidak kau pelankan suaramu itu?" seru Leeteuk kesal. Kangin hanya nyengir racoon (?) menanggapi Hyungnya itu.
"Oya Hyung! Aku telah mendapat informasi tentang anak itu!" seru Kangin senang. Ia bergegas menyalakan komputernya dan mulai memasukkan flashdisknya.
"Jinjja? Darimana kau mendapatkannya?" tanya Leeteuk senang. Ia langsung menghampiri namdongsaengnya itu.
"Aku melacaknya dari internet hyung." Jawab Kangin singkat-kurang padat-gak jelas. Leeteuk hanya menganggukan kepalanya dan memfokuskan matanya pada layar komputer.
"Hmm.. Lee Hyukjae anak dari Lee Soo Man, 17 tahun, pernah bersekolah di SM Junior High School, murid pindahan dari Goyangshi, ibunya meninggal saat ia berumur 14 tahun." Kangin membaca data yang tertera di layar komputer.
"Hanya segitu?" Leeteuk bertanya dengan penasaran. Ia ingin mengetahui lebih banyak tentang Hyukjae.
"Aku hanya mendapat segitu, Hyung.." jawab Kangin seadanya.
Leeteuk menghela napas kemudian berjalan menuju kamarnya.
"Kau makanlah dulu.. Hyung akan berangkat kerja. Jaga Hyukjae baik-baik yaa." Kangin menoleh mendengar suara merdu Leeteuk dan mengangguk semangat. Leeteuk pun segera bersiap-siap untuk bekerja di tempat pelelangan itu.
#21.00 p.m
"Haahh.. akhirnyaa.." Kangin merenggangkan otot-ototnya yang pegal sehabis mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.
"Aah.. aku harus melihat keadaan anak itu.." Kangin teringat akan Hyukjae. Ia pun berjalan menuju kamar yang digunakan Hyukjae. Ia membuka pintunya perlahan dan ia sedikit terkejut saat melihat Hyukjae yang sudah sadar dan sekarang Hyukjae duduk di pojok kamar itu sambil menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya. Kangin menghampirinya. Namun, suara teriakan Hyukjae mengintrupsi langkahnya.
"TIDAAK! Pergi kau! Pergi kau, brengsek!" Hyukjae berteriak sambil memeluk tubuhnya makin erat. Kangin hanya terpaku melihat keadaan Hyukjae. Ia mendekat dan menyentuh lembut bahu Hyukjae. Hyukjae menepis. Tapi Kangin terus mencoba. Sampai pada akhirnya Hyukjae tenang dalam pelukan Kangin. Ia merasa terlindungi.
"Tenang saja.. kami yang disini menyayangimu.. kau harus percaya pada kami.. Ara?" Kangin mengusap lembut punggung Hyukjae. Hyukjae hanya terdiam.
"Aah.. Young Woon imnida.. tapi kau bisa memanggilku Kangin Hyung." Ujar Kangin sambil melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Hyukjae.
"Aku.. bagaimana aku bisa disini?" Hyukjae memberanikan membuka suara.
"Leeteuk Hyung-lah yang membawamu.. aah.. ia sedang bekerja sekarang tapi besok aku akan mengenalkannya padamu.." ujar Kangin sambil tersenyum.
Hyukjae hanya mengangguk canggung. Ia merasa ada secercah harapan dalam hidupnya sampai-
TOK! TOK! TOK!
Terdengar suara pintu diketuk. Disaat yang bersamaan, ia merasakan handphonenya berbunyi. Ia segera mengambil handphone di saku celananya dan melihat siapa yang memanggil.
LEETEUK HYUNG
Kangin tersenyum.
TOK! TOK! TOK!
Ia seakan tersadar dari lamunannya dan menoleh pada Hyukjae yang tengah menatapnya imut.
"Tunggu sebentar, ne? Aku akan membuka kan pintu." Ujarnya sambil mengacak pelan rambut Hyukjae.
Kangin menekan tombol 'accept' di layar handphonenya sambil berjalan menuju pintu.
"Yoboseoyo?"
'Kangin! Hyung mohon bawa Hyukjae keluar dari rumah kita! Aku mohon kalian bersembunyi di tempat yang aman. Sekaa-AARGH!"
Terdengar suara pekikan Leeteuk yang membuat Kangin mengurungkan niatnya membuka knop pintu dan hendak bertanya.
"Yah! Hyung apa yang-"
BRAKK! Ucapan Kangin terputus saat beberapa orang mendobrak pintu itu. Kangin yang sempat menghindar mencoba menghentikan orang-orang itu.
"Yaa! Apa yang kalian lakukan!" Kangin berusaha menghalangi orang-orang yang menggeledah isi rumahnya.
"Cepat cari di kamar itu!" perintah seorang namja berbadan tambun. Mereka langsung masuk ke kamar Hyukjae tanpa memperdulikan Kangin yang mencoba menghalangi. Merasa Kangin sangat mengganggu, mereka pun menghajar Kangin hingga terkapar.
"Hyung! Ini dia yang kita cari!" ucap seorang namja jangkung sambil menyeret Hyukjae yang meronta sebisa mungkin.
"Bagus, Changmin-ah! Ayo, kita sudah tidak punya urusan lagi disini!" namja berbadan tambun itu pun meninggalkan Kangin yang terluka.
"Hyung! Kangin Hyung! Tolong aku! Hiks, jebaal!" teriak Hyukjae kepada Kangin yang terluka.
"Berisik!" ujar Changmin itu sambil memukul tengkuk Hyukjae hingga ia pingsan.
"Jangan kasar padanya! Kau tau kan apa yang akan Jae Hyung katakan apabila 'barang' nya tergores?" ujar namja tambun itu sambil memberikan glarenya pada Changmin.
"Ne.. Shindong Hyung.." ucap Changmin malas.
"Lebih baik kita langsung membawanya ke tempat 'itu'!" ujar Changmin lagi.
#At Jaejoong's place
"Uhuk, uhuk! Sial.." Leeteuk bersusah payah untuk bangkit. Namun, ia merasa tidak bisa menggerakkan seluruh badannya.
"Wah, wah.. Teukie ku yang manis, apa kau butuh bantuan?" ucap Jaejoong sambil mengulurkan tangannya yang langsung ditepis oleh Leeteuk.
"Sudah cukup aku mempunyai hutang budi padamu, Jaejoong!" Ujar Leeteuk sambil mencoba bangkit dan menahan seluruh rasa sakit yang terasa di tubuhnya.
"Kau memang berani, aku sangat tertarik padamu.." Jaejoong mendekati Leeteuk.
"Tapi.. anak yang kau bawa kemarin sepertinya lebih menarik perhatianku.." Jaejoong melanjutkan kata-katanya sambil menyeringai.
Bersamaan dengan itu, terdengar lah bunyi pintu dibuka dan masuklah sekelompok namja yang menyerang Kangin. Shindong –namja berbadan tambun- masuk sambil menggendong Hyukjae ala bridal style.
"Wah, wah.. Shindong, kau sangat tau bagaimana memperlakukan uri 'jewel' dengan baik.." Jaejoong menjauhi Leeteuk dan mendekati Shindong –lebih tepatnya Hyukjae- dan membelai wajah Hyukjae, menyingkirkan poni rambut yang menutupi sebagian wajahnya.
"Lihatlah.. ia adalah 'jewel' terindah yang pernah aku lihat.. dia.. kelihatan sangat..mahal." Jaejoong menatap Leeteuk sambil menyeringai.
"Apa maksudmu!" Leeteuk kalap. Ia merasa kalau Jaejoong tengah mempermainkannya.
"Yah.. kau tau lah maksudku.. berikan ia padaku, lagipula hitung-hitung ia sebagai pengganti dirimu.." Jaejoong mengusap lembut wajah Hyukjae seakan Hyukjae adalah permata yang amat sangat berharga.
"Tidak! Biarkan aku yang menggantikannya! Jangan ambil ia! Aku mohon!" Leeteuk berteriak dan menangis memohon pada Jaejoong.
"Tidak, Teukkie.. ia pasti akan bernilai jual lebih tinggi dibanding dirimu.." Jaejoong melangkahkan kakinya meninggalkan Leeteuk.
"Tidak! Kumohon!" Leeteuk berusaha menggapai Hyukjae yang berada di dalam pelukan Shindong.
"Beri dia pelajaran!" Jaejoong berkata pada Changmin yang langsung menghajar Leeteuk lagi.
Diambang kesadarannya, ia mendengar sayup-sayup suara Jaejoong terdengar.
"Cukup!" lalu, ia mendengar suara pintu yang ditutup. Dalam gelap, ia menangis. Ia merasa tidak berguna untuk melindungi orang lain. Ia merasa gagal. Perlahan, kesadaran pun meninggalkannya.
#END OF FLASHBACK
"Hahaha.. bodohnya aku sampai aku tak menyadari adanya Jaejoong saat itu.." Leeteuk tertawa pahit. Ia merasa gagal menepati janjinya untuk menjaga Hyukjae saat itu.
"Sudahlah Hyung.." Siwon berusaha menenangkan.
"Lalu.. bagaimana denganmu, Siwon Hyung? Apa yang kau lakukan di tempat 'itu'?" Donghae membuka suara setelah sekian lama ia terdiam mendengar cerita Leeteuk.
Siwon hanya tersenyum pahit sambil memandang kearah luar jendela café.
TBC or END?
Kjfffffmxsm vvekm ew! Apa ini? Gyaa! Hancurr! Maksaa! Mian kalo ceritanya makin mengecewakan, Lii bener2 lagi mentok. Kalo cerita ini mengecewakan,konflik ga dapet klian bisa PM ke Lii dan minta Lii hapus fict ini semoga pertanyaan Readerdeul terjawab ya, siapa Leeteuk itu ^^ buat yg nnya kenapa Siwon ke pelelangan, kenapa Siwon nyerahin Hyuk ke Hae, dll akan terjawab di next chap. Lii lagi males :p jadi updatenya kapan2 aja yaa yg chap berikutnya #dilemparinEmber
Gamau cuap banyak-banyak deh, Special thanks to :
Kamiyama Kaoru|Shi Shiryo|nyukkunyuk|ShinNa Daniel|Thania Lee|Chwyn|DonghaEndaHyukjae|Arit291|leeminralovehyuknyet|Rifafika|ressijewelll|Sung tae| Lucifer.
Gumawo yang udah review :') tnpa kalian, Lii tidak akan sanggup melanjutkan ni fict :') #lebay dan saya tekankan. SAYA TIDAK TERIMA FLAME DALAM BENTUK APAPUN! #tebarDdangkoma *dihajarYesung kekeke~ tapi Lii bner2 seneng kalo ada yg mau kasih saran dan ksih tau ada kesalahan apa hehehe
Mind to review?
