Cyber: Ehem... #plakk.

Karen : ohok ohok (batuk gak nyelow)

Cyber : Aya mana?

Karen : lagi mandi, ssu... Udah 30 menit gak keluar keluar... Mungkin kekunci #jduag!

Cyber: Biarin aja dah kekunci. #ngek.

Karen : okelah... Jadi,, minna! Dengan ini selesailah chapter 2! Dan kenapa di ending chapter ada Pet Alliance? Ya sesuai judulnya "90% gila plus 10% sakit jiwa" ditambah 25% writer block, maka begitulah #plak!

Cyber: Jadi 125% gitu? #plakk.

Karen : Namanya juga sakit jiwa :v #maksa XD

Cyber: Yang sakit jiwa sebenarnya author atau readers nya? #jduakk.

Karen : karakter di fic ini sakit jiwa semua! #woy!

Aya: ara~ ara~ #nak

Cyber: Ntuh dia makhluknya. #plakk.

Karen : oke! Karena udah komplit, sekarang waktunya balas review!

Aya : nyippo

Cyber: Ntuh ripiu dari Sakuya spesial yang balas saya. #dilempar penggorengan. #plakk.

Karen : Karen : oke! Karen bales reviewnya... 4 review pertama deh XD

Cyber: Saya 4 selanjutnya. Aya bales 6. #ditendang.

Aya : ehh, harusnya yang lebih tua ngalah -w- #nihanak

Cyber: Yang tua itu ndak bisa kerja banyak. #lhu ndak setua itu juga.

Aya: *swt*

Cyber : Saya lima deh biar bisa bales ripiu Sakuya.

#plakk.

Aya : Yey! XD

Karen : Yosh! Kita mulai!

Mitoshi Koro : hohoho~ nanti Karen jadiin butler atau Karen kepang 10 rambut Koro, ssu? XD #dibunuh seketika. Yosh! Arigatou buat baca n' review!

Dere Dere 02 : gomen, di chapter ini gaada KaiKu.. Tapi ada 'sajian' lain, ssu XD yosh! Mind to review again?

Misaki Runo : yup! Beberapa tsundere, tapi sebagian besar edan (?). Arigatou buat fav n' follow! Ini udah update! Mind to review?

Ayuzawa Ryuka : Yo Ryu/Mike! Itu kamera edisi kapal selam (?) yang dihadiahkan Mike kepada Rizu (lah?). Dan kebetulan Karen copet #hush! XD Arigatou buat reviewnya!

Cyber : Giliran saya -_-)7

Hikari Kengo-kun: Yup. Penghuninya emang gila. Sama kayak yang nulis nih fic. #ditendang. Sebenernya sih ndak semua butler. Liat aja deh sendiri. #plakk.

Cherry Minamoto: Ini udah update. Semoga ngakaknya bisa lebih parah dari sebelumnya. #jduakk.

Michi: Kalo masalah kesalahan sih urusannya... #lirik Aya & Karen. #dikeroyok. #jduak. Yah. Ini udah update kok.

Asane Yashi: Sini cium saya aja. #jduakk. #dibantai 'seseorang'. Penasaran? Silahkan baca chap yang ini.

Shirota Sakuya: Lain kali pastikan kalo baca fic ini dalam keadaan sedang tidak ngapa-ngapain bahkan bernafas. #jduakk. Itu masak buat saya? #digeplak penggorengan.

Aya : sekarang Aya!

Moka Aoi: tenang aja Moka-Hime-Sama, Moka-Hime-sama ada kok di fic ini *wink* #plakkk

Kurotori Rei: Yukari adalah peri ajaib yg udah kuliah di bidang akutansi selama 30 tahun #plakkk

Kumo asli dong kalo ngga nanti ga ada KaiKu #plakkk ini sudah lanjut :D makasih fav and follownya

Kagane Mikasa-san05: iya sarap semua kan supaya sama kayak judulnya #ditendang arigatou fav sama follownyaaa :D

Kiriko Alicia: hati-hati keselek(?) Ini udah lanjut :D

Yami Nova: judulnya sesuatu #plakkk ini sudah lanjuut XD

Karen : yak! Kita mulai ceritanya!

Desclaimer : Vocaloid milik Crypton Future Media! Nama nama author di cerita ini adalah Author fandom Vocaloid!

90% Gila, 10% Sakit Jiwa

-Tsukikoshi Chii, Shiroi Karen, Cyber Keju-ma-

Chapter 2 : The Rempongest Terong (?)

Suatu hari cerah, awan mengkilap (?) di langit nan biru. Udara sejuk dengan angin sepoi sepoi dan kicauan burung yang menenangkan hati semua orang, kecuali cowok cowok yang dalam 3 mobil beriringan di perbukitan dengan dongkol.

"Kita sampai... SEMUA KELUAR!" teriak Kai yang menyupir mobil pertama segera memberhentikan mobilnya dan keluar.

"Kai! Kenapa mobilmu berhenti?! Ini sudah sampai?!" teriak sopir 2 mobil dibelakangnya, Nivarox dan Kazuya dari jendela mobil.

"Yuka-hime bilang begitu. Hei Yuka, mana cafe yang kau maksud?" tanya Kai pada Yukari diatas kap mobil. Entah abis ditabrak atau memang faktor kesengajaan belaka (?).

"YAP! Inilah dia cafenya!" Teriak Yukari sambil menunjuk bangunan di pinggir jalan.

Dihadapan para cowok, ada cafe gemilang nan megah ala keraton jogja, malah lebih mirip rumah susun dariada cafe #plak.

Mereka hanya bisa terdiam. Bukan terpesona dengan gedung cafe itu, tapi kepikiran 'Kalau nge pel satu gedung perlu waktu berapa jam?' #plak

"Seyamat datang cyiin~" terdengar suara mematikan dari dalam Cafe itu, perlahan langit yang biru berubah menjadi gelap nan ungu(?) Tiba-tiba pintu cafe itu terbuka, lalu keluarlah beberapa helai rambut berwarna ungu.

"Selamat datang anak muda.." Terdengar anggun suara dari dalam cafe, namun suara kali ini berbeda dari yang tadi(?)

"Anak muda? Emang lu anak tua?" Tanya Len lopos(?) #polosnak

"Enak aja! Panggil aku Hime-sama~" balas suara itu teriak dari dalem. Udah gak ada anggun anggunnya kayak tadi.

"Lhu siapa?!" teriak Rinto dari luar cafe.

"Kalian masuk dulu aja napa?! Kita ngomong seperti orang musuhan teriak teriak! Dan panggil aku Hime-sama!" balas suara "anggun" dibalik pintu cafe itu. Memang sekilas keliatan seperti orang gila.. Bukannya masuk dahulu ke dalam cafe lalu bicara, malah lebih memilih teriak teriak dari luar ke dalam cafe. Entah mereka punya firasat tidak enak atau mereka lebih suka bersama 'si-helai-ungu' di luar cafe?

"Cih! Galak sekali... Ga tau apa aku ini siapa?" Balas si suara anggun sambil membuka pintu.

Seketika keluar lah sebuah makhluk abstrak serba ungu yang sedang menari balet. "Eyke adalah Gakupo cyiin~" makhluk ungu itu memegang tangan Rinto, lalu mengecup tangannnya.

"Hoi.. Kalian jangan bercanda... Aku kesini untuk masalah bisnis. Kalau kau tidak serius, aku pergi dari sini. Dan jangan sebut kata 'hime-sama' itu. Bossy sekali dirimu. Merasa lebih tinggi, eh? Sekali lagi menyebut dirimu sendiri agung, kuhajar kau," jawab Kazuya mulai merasa kesal, sedangkan Rinto kejang kejang berbusa.

"Ya ya ya.. Baiklah. Kalau begitu cepatlah kalian masuk ke dalam dan bertemu dengan aku, sang hime-sam...- ups.." Gadis "anggun" tadi segera menutup mulutnya yang kelepasan bicara.

Kazuya langsung dikelilingi dark aura yang mampu membuat siang jadi malam.

"Oy Kazuya-kun.. Jangan buat aku harus menguras dompet lebih banyak gara gara kau.." kata Mitsu.

".. Tenang saja, Mitsu-kun. Aku tak akan merusak apapun.. Aku hanya akan mengajar adat pada cewek itu agar tidak bossy dan sombong. Aku muak mendengarnya.." balas Kazuya mengepalkan tangannya.

"HIME-SAMA! Kau berteriak dengan siapa tadi?!" teriak sebuah suara dari dalam cafe.

"Ugghh.. CUKUP! Aku muak mendengar kata 'hime-sama' itu!" Kazuya berlari masuk cafe, tapi...

"Apa yang kau...- UWAAAA!"

"Eh?"

BRUK!

...

...

...

"E-etto... Na-namamu Kazuya-san, kan? Bi-bisakah kau..."

"Eh?" Kazuya bingung dengan pertanyaan gadis itu, dan sedetik kemudian ia menyadari posisinya.

Kazuya yang masuk ke dalam cafe dengan amarah secara tak sengaja menabrak gadis 'hime-sama' tadi yang berdiri didepan pintu. Saat ini ia berada diatas, sedangkan gadis itu terbaring dibawahnya dan wajah mereka sangat dekat.

Wajah Kazuya sontak memerah melihat wajah gadis 'hime-sama' yang sangat cantik dari dekat. Rambutnya hitam pekat dengan poni miring ke kiri, memakai jepit beruang dan gaun gothic lolita. Dalam jarak yang sangat dekat, wajah gadis yang terbaring di lantai dengan wajah tegas walaupun wajahnya memerah dan matanya menutup membuat Kazuya lupa diri.

Memang, gadis ini layak disebut 'hime-sama'.

"H-hoi! Bi-bisakah kau me-menyingkir dari..."

"E-ehh? .a-ah iya. T-Tentu saja..." Kazuya pun bangkit dari posisinya dan bersandar di tembok sambil mengatur jantungnya yang berdentum tak karuan. Tak lama kemudian, datanglah 3 orang dari cafe menghampiri sang 'hime-sama'

"Hime-sama! Anda tidak terluka?!"

"Hime-sama! Ada yang sakit?!"

"Hime-sama! Kepalamu ga bocor?!"

"Hime-"

"STOOOP! Aku baik-baik saja," kata 'hime-sama' itu dengan tegas, walau wajahnya masih memerah.

Kazuya memberanikan diri menatap gadis itu. "O-oke.. Dengar aku. Aku cuma mau mengatakan bahwa aku benci kau memanggil dirimu sendiri 'hime-sama', oke? Seperti orang bossy yang sok mengatur," kata Kazuya, walau ia mengakui dalam hatinya bahwa gadis dihadapannya memang secantik seorang putri.

Lalu si surai ungu, mendekati Kazuya dan 'Hime-sama', dilihatnya wajah kedua makhluk itu yg sedang bersemu merah(?)

"Lirikan matamu menarik kaki, senyumanmu bau terasi~ sehingga mem-" nyanyian si makhluk ungu yang mengambang-ambang di tawas- (#salah) maksudnya makhluk ungu itu terhenti ketika ia melihat empat pasang mata yang menatapnya tajam. Setajam! Silet! #plakkk

"Hoi ungu.. Kau mau mati?" tanya Kazuya dingin.

Tak lama kemudian, terdengar bunyi langkah kaki didepan pintu cafe, seiring dengan membukanya pintu cafe.

"Oi! Kazuya-kun, apa yang terjadi dengamu?".

"Apa kau demam?".

"Apa kau tertarik dengan makhluk ungu itu?" #jduag!

"Kazuya-kun Blushing!"

"Urusai. Ini cuma dampak aku terlalu banyak marah," sangkal Kazuya

"Ara~ ara~ sepertinya ada sesuatu yang terjadi," kata Yukari sambil semirk-semirk gaje.

"Eh? Yukari? Sedang apa kau disini? Dan.. Apa ini tamu bawaanmu?" tanya sang 'hime-sama' yang sepertinya mengenal Yukari.

"Yap! Begini.. Jadi perkenalkan, mereka ini adalah bla bla bla bla bla"

Para penguni cafe cengo sekaligus terharu. Mereka tidak dapat mengerti apa maksud dari kata "bla bla bla bla bla"-nya tu, tapi mereka entah kenapa malah merasa terharu #plak

Yukari kemudian mulai menggunakan bahasa normal kembali dan menjelaskan maksudnya datang ke tempat itu. Berawal dari piring dan jadilah begini

"Ah.. Jadi begitu.. Kalau begitu, perkenalkan! Namaku Moka Aoi! Aku adalah pemilik Cyberloid cafe ini! Walaupun cafe ini nyaris bangkrut sih... Sepi pengunjung," kata gadis 'hime-sama' itu.

"Aku Megurine Luka. Satu satunya maid disini. Yoroshiku" kata gadis bersurai gulali itu.

"Nama eyke Gakupo, cyiin~ Butler ter kece sejagat raya~ gemar menyanyi, cinta mati sama Luka, dan melayani tamu dengan penuh kasih sayang dengan prinsip : Malam Minggu Itu Hanya Mitos~" kata laki-laki berambut ungu panjang itu dengan gaje nya.

"Nama saya Tsuciya Mike! Biasa dipanggil Michael! Adik ipar Moka-hime. Aku hanya disini saat liburan dan membantu tugas cafe ini!" kata seorang cowok disebelah Moka.

"Sekarang, mari kita bahas secara santai... Gakupo siapkan hidangan spesial untuk tamu-tamu spesial ini" perintah si 'hime-sama'

"Baik Hime-sama" Gakupo pun bergegas ngacir ke dapur

"Oke... Jadi kau meminta agar cowok cowok ini dijadikan butler di cafe ini?" tanya Moka diikuti anggukan Yukari. Moka menghela napas panjang.

"Hah... Maaf untuk mengatakannya... Sebenarnya aku tak sanggup menggaji kalian semua, dengan gaji serendah apapun. Cafe ini sepi. Tak mungkin ada pekerjaan seperti melayani tamu atau membuat kue. Kalian akan lebih banyak bersantai. Plus aku harus membayar pajak tanah cafe ini. Pajak bulan lalu saja aku masih berhutang di lintah darat," jelas Moka diikuti anggukan Michael dan Luka.

"Tapi.. Kenapa bisa sepi? Gedungmu besar dan indah! Interior sesuai tema dan ditata rapi dan indah! Menu pun disajikan dengan gambar yang amat menarik, dan harganya terjangkau. Apa lagi yang kurang?" tanya Kaito.

"...Sebenarnya, masalah utamanya..." Jawab Michael menggantungkan kalimatnya.

"Apa masalah utamanya... Cyiin?" Tanya Gakupo yang tiba-tiba muncul di belakang Michael dengan dark aura pekat yang mampu membunuh semua orang di ruangan itu

"E-Eh?! T-Tidak ada apa-apa!" Balas Michael

"Oke.. Inilah dia! 'Melanzana La Pastry!" Selamat menikmati!" kata Gakupo tersenyum (yang benar benar) kece para para tamu cafe sambil menyajikan masakan yang tampilan dan nama nya meyakinkan di meja cafe.

"Menarik... Bisa kau jelaskan proses singkat pembuatan makanan ini?" tanya Nivarox langsung masuk chef mode nya melihat sajian Gakupo yang sangat menarik. Beberapa objek makanan digoreng tepung hingga crispy, disiram saus bening seperti kecap asin, dan ditaburi serbuk semacam bawang goreng, hanya saja warnanya coklat muda dan lembut. Mirip ikan cakalang yang dikeringkan dan diserut. Menu ini bisa dibilang mirip tempura, dan aslinya makanan ini enak banget, soalnya author pernah makan di dunia nyata dan rasanya bikin ketagihan. Nivarox mengambil garpu dan menusuk objek crispy itu.

"Itu adalah terong yang dipotong persegi panjang dan digoreng tepung," kata Gakupo, membuat seluruh hadirin agak menjauh dari piring, kecuali Nivarox. Ia memakan objek diihadapannya.

Krauk krauk

...

"Errr.. Niva? Kau tidak keracunan, kan?" tanya Kai hati-hati.

"Hum.. Aku akui ini kombinasi bagus. Bagian luarnya renyah, tapi bagian dalamnya terasa meleleh ketika dimakan. Serbuk ikan cakalang ini juga lembut dan harum, sehingga rasanya jadi luar biasa bila dimakan berbarengan," puji Nivarox serius, membuat hadirin ngiler dan tertarik.

"Kalau saus beningnya? Apa dari kecap asin?" tanya Nivarox meengambil sendok dan mencicipi saus bening itu.

"Kalau itu dari coklat T*blerone yang dilelehkan, diberi susu putih dan dicampur air tawashi (kloset) langsung dari alam per-empangan(?) supaya transparan," jawab Gakupo tersenyum bangga. Nivarox langsung memuntahkan cairan di mulutnya, mirip ikan koi nyembur (?). Oke, ini gak masuk resep aslinya, karena harusnya itu kecap asin. Mungkin ini Gakupo yang rada geblek (?) atau pingin sok elit dengan mengganti kecap asin dengan T*blerone dikasih air segala. Mahal, gak enak pula.

Semua menatap horror hidangan dihadapan mereka. Nivarox sang omnivora (?) aja bisa keselek gara-gara sausnya. Apalagi mereka?

"Yap... Sekarang kalian mengerti, kan, kenapa cafe ini bangkrut?" tanya Moka tersenyum paksa, sementara Gakupo cuma menari gaje, bangga abis dipuji Nivarox tadi.

"Bahan baku yang dibeli sangat berkelas dan mahal, tapi terbuang sia sia, tidak enak, dan tidak ada yang mau makan..." kata Koro.

"..."

"Apa kau tidak punya menu lain? Seperti, cake, omelette, atau minuman, mungkin?" tanya Kai.

"Koki kami dulu dapat memasak semua itu. Orangnya juga ramah, cekatan, dan tampan. Karenanya, cafe selalu ramai pengunjung. Tapi saat aku berumur 10 tahun, ia meninggalkan cafe karena masalah kesehatan. Setahun kemudian, Ibuku, IA-Aria, juga meninggal karena penyakitnya. Sejak itu, aku, Luka, dan Gakupo, yang sudah tinggal bersama sejak kecil, memperjuangkan agar cafe peninggalan orang tuaku ini tetap berdiri. Tapi apa daya? Walaupun resep ada, namun tak ada yang bisa memasak. Kami hanya bisa menjual minuman. Mempertahankan cafe hanya dengan menjual minuman saja tak cukup... Belum lagi para debt collector itu yang terus mengejar ngejar ku dengan pajak bunga tinggi..." jelas Mok

Berjuang sendirian melanjutkan hidupnya..

Ditinggalkan Ibunya ..

Diuber (?) debt collector...

Pastinya menjadi trauma dan luka batin mendalam di hati Moka, juga Luka dan Gakupo.

Air mata perlahan jatuh dari mata Gakupo, dengan perlahan Hiroki mengelapnya dengan ibu jarinya (so sweet~ #plakkk)

"Makasih cyiin~" Gakupo berterimakasih

"Sama-sama tapi maaf ngga ada sapu tangan adanya sapu kaki(?). Dari pada pake sapu kaki mending pake tangan, tapi tadi tangannya abis ngupas bawang" jelas Hiroki panjang kali lebar kali tinggi #lhukirarumusvolume?!

"Mai aies~" tangis Gakupo sambil nari balet dengan lemes gemulai(?)

Sisa manusia yang berada di ruangan itu pun hanya bisa sweatdrop melihat Gakupo.

"Err... Gue sakit perut. Ke WC dulu ya. Jaa~" kata Kazuya mngeloyor pergi. Entah beneran sakit perut atau mau menghindari auman si dewa banci (?)

"Ahem! Begini saja Moka. Menurut saya cafe ini pasti akan maju dengan cowo-cowo super kece ini.." Yukari menjelaskan dengan ekspresi yang sangat menjanjikan #ditebas

"Gini aja, sebagai garansi nya gimana kalau sebulan pertama mereka gausah di gaji?" Yukari kembali meyakinkan Moka

"WHAAPA?!" teriak semua orang diruangan itu min Mitsu yang sedang asik dengan Nicole barunya yang belahan roknya kelewat tinggi (?), dan Koro yang asik goyang Dubstep sambil nyembur nyembur gaje (?).

"Hmm.. Boleh juga.." Gumam Moka sambil ngangguk disko

"Kalo gitu namanya pemaksaan!"

"Ohh my pretty face" #salahwoy

"Hell no!"

"Gimana?" Tanya Yukari

"Oke, saya terima mereka bekerja disini" kata Moka sembari melihat calon pekerja di cafe nya dengan tatapan meyakinkan(?)

"Oke... Sekarang pembagian kerja... Disini hanya tersedia pekerja sebagai butler, bartender, dan patissier.. Sekarang, siapa berminat jadi butler?" kata Luka.

"Yang ini aja cyiin~" Gakupo menarik tangan Kai

"Y-Yang i-ini juga cyiin~" kata Gakupo seraya menarik tangan Hiroki

"Tangan saya.." Gumam Hiroki

"Tangannya kenapa cyiin~?" Tanya Gakupo

"Abis megang lem..." Jawab Hiroki dengan muka horror

"Bagus cyiin~ kalo gitu kita bisa selamanya bersamaaa~" balas Gakupo ((Aya: dahell! Dahell! Mati lu Gakupo! #plakkk))

"Owh! Cicak!" Hiroki teriak dengan muka Horror

"Lanjut!" Teriak Yukari

"Eyke juga butler yah cyiin~" kata Gakupo sambil menarik Kengo-kun.

"Tiga serangkai ini bisa jadi bartender" kata Michael sambil nunjuk Rinto, Len dan Gumiya

"Yang ini... Tampangnya terlalu baka untuk jadi butler.." Kata Moka sambil menunjuk Kaito

"Ga jadi bartender juga" kata Michael

"Apa keahlianmu?" Tanya Moka

"Menyulap apapun menjadi Aisu!" Balas Kaito

"Yang ini.. Jadi butler aja!" kata Luka menunjuk Koro.

"Luka... Daripada disuruh jadi butler, I lebih milih jadi tukang cuci piring atau tukang kebun..." keluh Koro. (Kisah nyata (?))

"Yaudah, kamu ikut eyke ke dapur aja cyiin~" kata Gakupo

Jadi inilah pembagian tugasnya!

Bartender : Gumiya, Len, Rinto

Butler : Hiroki, Kai, Kazuhiro, Kengo

Patissier : Nivarox, Koro, Kaito

"Yang ini?" kata Moka seraya menunjuk Mitsu

"Hn?" Jawab Mitsu jelas singkat kurang padat dua kata saja 1 ringgit sambil tetap asik dengan Nicole kesayangannya. #ngek.

"Sepertinya cocok jadi manager.. Oke semua bisa kerja mulai besok!" Teriak Moka girang

"Ohh no..."

"Yes ketemu cewe cantik!"

"Sdup! Sdup! Sdup!"

"Tanganku!"

"Tunggu! Kazuya jadi apa?" tanya Moka.

"Gatau. Tanya orangnya aja nanti. Dia lagi di WC. Gak mungkin aku gedor gedor WC buat nanya 'mau jadi apa?!'" jawab Len

"Yaudah. Kita tunggu di mobil aja dulu, sekalian ngecek jangan sampai ada kucing main petak umpet di mesin mobil (?)" kata Gumiya, dan semua segera keluar cafe dengan tenang...

"CIDAK! LEPASKAN TANGANKU, GAKUPO!"

...,- err.. Setidaknya cukup 'tenang'...

Semua sudah keluar cafe, tingallah Moka sendiri. Ia menatap kepergian para pemuda dengan perasaan bersalah.

"Go-gomenasai, minna..." bisiknya.

GREP!

"Eh?"

"'Gomenasai' untuk apa?"

"E-eh! Ka-kazuya-san! Ke-kenapa kau belum pulang?" teriak Moka ketika pergelangan tangannya digenggam oleh Kazuya yang berdiri dibelakangnya.

"Kutanya : 'Gomenasai' untuk apa?" ulang Kazuya. Kemudian perhatiannya tertuju pada sesuatu yang ganjil di lengan tangan Moka yang tertutup kain baju.

"Ti-tidak ada! Mu-mungkin kau salah dengar. Tadi kau habis dari WC, kan? Mungkin ada efek gangguan pendengaran antara air di kamar mandi dengan...- KYAAAA! A-apa yang kau lakukan?" kata Moka terputus ketika Kazuya membuka kancing baju pergelangan tangannya, sehingga lengan baju itu tidak terlalu ketat dan bisa digulung keatas.

"Akh! Ja-jangan dibuka! Ii...ittai..." ringis Moka ketika Kazuya menggenggam erat pergelangan tangannya sambil memperhatikan lengannya. Lengannya berkulit kecoklatan,... namun penuh luka, memar, bekas tusukan, dan goresan.

"Moka. Ini apa?" selidik Kazuya cukup kaget dengan luka memar di tangan Moka.

"..."

"Moka?" Kazuya menjadi tambah heran ketika tangan Moka di genggamannya bergetar hebat.

"A-aku.. itu cuma... m-mereka.. ta-tapi aku.." jawab Moka terbata sambil membuang muka, berusaha menghindari kontak mata dengan Kazuya dan lengan tangannya sendiri.

"Ini... Apa ini ulah para pemungut pajak?" tebak Kazuya. Gadis itu tersentak, detik berikutnya ia terisak kecil. Sepertinya tebakan Kazuya benar. Para pemungut pajak menyewa tukang pukul untuk memaksa Moka membayar hutang secepatnya dengan menggunakan kekerasan.

Diperlakukan seperti itu.. Pastinya menjadi trauma terbesarnya.

"Hiks.. A-aku takut.. H-hiks.. Na-nanti kalau kalian... Hiks... A-ku... Go-gomenasai..." kata Moka terbata bata sambil menahan tangis membuatnya sesak napas.

Kazuya yang semula sempat kesal dengan sikap Moka yang menurutnya sombong dan bossy, sekarang luluh setelah mengetahui perjuangan Moka memimpin agar cafe tetap berdiri.

Kazuya mendiamkan Moka, tidak mau bertanya lebih lanjut, dan membiarkan isakan gadis itu reda.

"Maaf..." Kazuya melepaskan genggamannya, kembali menutupi bekas luka dengan kain baju, lalu membelai rambut gadis itu dengan lembut. Diam diam, ia mengagumi gadis dihadapannya, karena walaupun ia telah menjalani cobaaan berat, ia tidak menangis keras layaknya perempuan cengeng, namun hanya terisak, mencoba tidak menunjukan kelemahannya didepan orang lain.

'Cantik, tapi tegar. Benar benar seorang hime-sama,' pikir Kazuya.

Setelah isakannya berhenti, Moka segera mengatur napasnya dan menghapus matanya yang sedikit berair.

"Ka-kazuya-san..."

"Hn?"

"Jangan beritahu tentang ini pada siapapun ya... Hanya kau, Luka, dan Gakupo yang tahu... Aku.. tidak mau membuat yang lain khawatir..." bisik Moka.

"Daijoubu. Lain kali kalau kau disakiti, jangan sembunyikan. Ceritakan saja padaku," kata Kazuya cuek sambil membuang muka. Moka tersenyum kecil.

"Arigatou, Kazuya-san.. Maaf telah merepotkan dn membuatmu kesal hari ini..." kata Moka tersenyum.

"Tak apa. Aku tidak marah padamu.. Saa, aku pulang dulu. Sampai ketemu besok," jawab Kazuya sambil melangkah pergi

"Ah iya! Kazuya-san! Mengenai pembagian tugas cafe, umm... Apa kau mau jadi butler?" tanya Moka, membuat Kazuya berhenti melangkah.

"Boleh juga," jaawabnya singkat.

"Tapi.. Kau dan teman-temanmu tidak keberatan, kan, jika bekerja tanpa digaji? Ma-maaf kalau aku terkesan memaksa kalian.. Kukira kalian marah.. Sebenarnya,, itu terserah kalian kok.. Aku tidak mewajibkan.." kata Moka menundukkan kepalanya.

Kazuya mendekati Moka dan mengacak-acak rambut gaids itu dengan gemas.

"Aku tidak tahu dengan pendapat mereka. Tapi aku tidak keberatan bekerja tanpa digaji. Yang terpenting bagiku adalah membantumu melunasi hutangmu sebelum tukang pukul itu datang lagi, oke?" kata Kazuya tersenyum, membuat Moka merasa pipinya memanas dan jantungnya berdetak cepat.

"Sampai jumpa besok, ojou-sama..." kata Kzuya sebelum keluar cafe, meninggalkan Moka yang bersemu merah mendengar panggilan terakhir untuknya.

~di luar cafe ~

"Kazuya ke WC lama banget.." gerutu Gumiya.

"Pulang nanti gue beliin y*kult buat tu anak.." timpal Kengo.

"GAKUPO! LEPASIN TANGAN GUE!"

"Biarkan saja.. Sesuatu yang menarik sedang terjadi.~" jawab Yukari sambil semirek semirek gaje.

Tak lama kemudian Kazuya keluar dari cafe.

"Nah! Ini dia anaknya! Kemana aja lu?" kata Len kepada Kazuya yang baru datang.

"Sori sori. WC nya mampet (?)" bohong Kazuya disambut 'oh' singkat.

"Oke. Kita pulang sekarang. Sakuya udah nelpon saya berkali-kali, ngomel-ngomel dia," kata Mitsu

~sesampainya di mansion : malam hari~

"Semuanya, pelan-pelan yah.. Jangan sampe cewe-cewe bangun.." Perintah Mitsu pada kawanan cowo-cowo yang baru pulang dari cafe

Bak maling(?) mereka semua melesat melewati tembok(?). Sesudah sampai di depan pintu masuk kelompok paling gila di mansion itu, Mitsu mengendap-ngendap

"Hn." Mitsu mengangguk, para cowo pun bergegas lari ke kamar masing-masing. Setelah dilihatnya semua cowo udah masuk, Mitsu pun pergi ke kamarnya, tapi di pinggir-pimggir perjalanan(?)

"Cih! Masuk nyelinap, kayak maling aja.." Seseorang menghalangi laju Mitsu

"Hn? Sakuya? Belum tidur?" Tanya Mitsu

"Pergi ga bilang-bilang.. Pulang malem-malem.." Sakuya tidak menjawab pertanyaan Mitsu

"Habis darimana?!" Tanya Sakuya dengan nada tinggi

"Sakuya ndak perlu tahu.." Mitsu berjalan santai ke arah kamarnya

"Menyebalkan sekali!" Gumam Sakuya

Lalu Sakya berlari ke depan Mitsu dan menghalangi jalannya

"Sakuya.."

"abis darimana?! Seenaknya aja bawa 3 mobil?!"

"Saya bilang kan Sakuya ndak perlu tahu.."

"Kasih tau ndak?" Ancam Sakuya sambil memegang penggorengan kesayangannya yang entah muncul dari mana

"Ndak" jawab Mitsu datar

"Cepet baka!"

TUNG!(?)

Sakuya memukul Mitsu dengan penggorengan kesayangannya, tapi sayangnya Mitsu sudah kebal. Lantaran kesal Mitsu tidak menjawab Sakuya terus memukuli Mitsu dengan Penggorengan nya.

"Dasar baka!"

"Ya saya emang baka"

"Cepetan kasih tau! Saya cape!"

"Kalau capek ya berhenti saja."

"Arrrggghhh!" Sakuya menhempaskan(?) Penggorengannya ke tanah

Pranggg!

"Apa sih mau mu?! Pergi seenaknya! Bawa 3 mobil! Ndak ada kamar?!" Tanya Sakuya

"Saya bilang Sakuya ndak usah tau.." Jawab Mitsu

"Akacchi!" Sakuya memanggil Sando kesayangannya. Wait.. Ini kenapa jadi nyasar ke game Pet Alliance?

"Serang dia!" Perintah nya pada Akacchi

"Hn?" Akacchi pun mulai berlari ke arah Mitsu tapi tiba-tiba,

"Sakuya!" Mitsu memanggil Nicole kesayangannya yang belahan rok nya kelewat tinggi, setelah dipastikan ternyata itu bukan Rok #dibakar

"Apa?" Balas Sakuya

"Bukan Sakuya yang ini, tapi yang itu" Mitsu menunjuk Nicole nya dengan muka polos

Dengan kekuatan sepuluh tangan(?), Nicole melindungi Mitsu dari serangan Akacchi #digeplakNicole

"Serang lagi Akacchi!" Sakuya memerintahkan Akacchi untuk lembali menyerang Mitsu, tapi dengan lincah pula Sakuya melindungi Mitsu dari serangan Akacchi

"Akacchi! Keluarkan seluruh kemampuanmu!" Teriak Sakuya menyemangati Akacchi

Akacchi pun mengeluarkan jurus andalannya (apa namanya lupa #ditendang), bola api melesat menuju Mitsu, tetapi serangan itu dapat ditangkis oleh Nicole Mitsu dengan mudah

"Akacchi! Bakar saja dia!" Perintah Sakuya

Brssshhh!

Dengan sekejap api muncul di sekitar Mitsu

"Stop!" Terdengar suara cempreng(?) (#ngaku) dari arah belakang Sakuya

"Kerorin-chan!" Tiba-tiba seorang gadis yang diikat twintail dan membawa payung muncul entah dari mana

"Jangan berantem! Nii-san! Saku!" Teriak Ayaka yang muncul dari belakang Sakuya

"Aya" gumam Sakuya dan Mitsu secara bersamaan

"Kerorin! Turunin hujan!" Perintah Ayaka pada Frocess nya yang menurutnya super duper kawaii itu

Dengan segera turunlah tetesan air di atas Mitsu

"Nyohohohoho~ aman!" Teriak Ayaka sambil loncat-loncat #nak

"Aman sih, tapi Nii-san jadi basah" gumam Mitsu sambil memegangi rambut panjang kecenya yang basah.

#jduakk.

"Aya, jangan ganggu" kata Sakuya sambil sweatdrop

"Nanti kebakaran Saku~" balas Ayaka

"Hmm.. Bener juga.." Gumam Sakuya

"Akacchi balik..." Perintah Sakuya, Sando kesayangannya, Akacchi pun menghilang, begitu juga Nicole Mitsu

"Awas aja ya, lain kali kayak gini lagi..." Sakuya mengambil penggorengannya lalu masang muka datar

"Hm." Mitsu pun berjalan santai ke kamarnya, Sakuya juga pergi ke kamarnya.

~Turut Berduka Cita (?)~

BONUS!

Sekarang kita persembahkan ... BEHIND THE SCENE CHAPTER 2 -level 1-! Kenapa level 1? Karena 'the top 'behind the scene'' tidak dimasukan kesini karena dapat mengundang amukan 'seseorang', jadi the top behind the scene akan dipublish setelah fic ini tamat. Biar tewas nya belakangan #jduag!

Oke! Mulai!

BEHIND THE SCENE 90% Gila, 10% Sakit Jiwa

-On the way to Cyberloid Cafe-

'Suatu hari cerah, awan mengkilap (?) di langit nan biru. Udara sejuk dengan angin sepoi sepoi dan kicauan burung yang menenangkan hati semua orang, kecuali cowok cowok yang tengah berjalan di perbukitan dengan dongkol'

Mitsu : Naik mobil gitu kek biar keliatan punya uang dikit.

Tinggal di mansion besar tapi ndak punya mobil.

#jduakk.

Karen : wakakkaak! XD yosh! kita kasih mobil... Re-take!

'Suatu hari cerah, awan mengkilap (?) di langit nan biru. Udara sejuk dengan angin sepoi sepoi dan kicauan burung yang menenangkan hati semua orang, kecuali cowok cowok yang tengah berkendara mobil di perbukitan dengan dongkol.

"Kita sampai... SEMUA KELUAR!" teriak Kai yang menyupir mobil dan segera keluar.

"Woi! Buka pintunya!"

"Gabisa! Tangan gue kedudukan di Gumiya"

"Pake kaki!"

"Gelo lu!"'

Mitsu : Cuma 1 Mobil?!

Astaga...

Ajaib banget itu mobilnya bisa nampung seluruh cowok 1 mansion. -"

Karen : dompet nya lagi nipis XD

Mitsu : tunggu.. Jumlah cowok di mansion ada berapa?

Karen : Hum... *liat daftar* 12 orang

Mitsu : Yang bener aja.

12 orang 1 mobil? -"

Ntah mungkin Kazu, Hiro, dan beberapa yang lainnya badannya dilipat terus diselipkan di kursi.

#jduakk.

Karen : oke XD re take lagi! XD

-MitsuxSakuya moment

Mitsu : Oh yah.

Ntar saya berantem sama Sakuya sampe geplak-geplakan pake penggorengan yah. -_-)b

#jduakk.

Lebih tepatnya saya digeplakin.

#plakk.

Aya : Tanpa penggorengan rasanya kurang lengkap #jduakk

Mitsu : Coba Aya buat contohnya.

Aya : Jadi begitu Nii-san pulang..

BRAKK!

"Aduh!"

"Mitsu-kun! Abis dari mana aja?! Pergi kok ga bilang-bilang?!"

"Hn? Itu urusan saya" ((ooc ga? #nak))

"Baka! Bikin khawatir tau ga?!" Sakuya kembali memukul Mitsu dengan penggorengan

"Heh Sakuya" panggil Mitsu

"Nani?" Balas Sakuya sambil mengembungkan pipinya

"Telor nya saya makan ya?" Jawab Mitsu sambil mengambil telor yang ada di kepalanya

#jduakkkk

Udah gitu dipukul lagi pake panci sambil bilang "baka"

Dan entah kenapa jadi tsun tsun -w-

Mitsu : Tapi jangan telor...

Berantemnta lanjut terus.

#plakk.

-MitsuxSakuya moment 2

Mitsu : Sama waktu pulang ke mansion, ketika cowok-cowok masuk, mereka mendapati mansion yang super berisik.

#jduakk.

Mitsu : Gini aja.

Saya bilang "STOOPPP!".

Terus dilanjutin dengan "Tolonglah yah, kepala saya sudah pusing. Kalau memang mau cari masalah, ayo berantem sama saya."

#jduakk.

Aya : "Jangan lempar"an piring! Kalo piring pecah lagi mau makan pake apa?" Akhirnya mereka naro piring di tempatnya trs bawa piso #jduakkk

Mitsu : Setelah semuanya diam karena saya suruh.

Tiba-tiba Sakuya marah-marah sama saya.

"Kau pikir kepalamu saya pusing hah? Kepalaku juga pusing melihatnya!".

"Jika kau pikir begitu, kenapa tidak kau tenangkan dari tadi hah?".

"Memangnya siapa kau berani menyuruhku?".

"Apa masalahmu?".

"Kau yang bermasalah, baka Mitsu!".

Dan terjadilah perang hebat antara saya sama Sakuya yang tidak bisa dihentikan -lebih tepatnya mereka semua tidak berani memghentikannya.

#jduakk.

Jadi ntar berhenti perangnya begini.

"Sudahlah, saya tidak punya waktu untuk hal ini." ucap Mitsu mulai malas sambil berlalu meninggalkan Sakuya.

"Yah, pergi saja kau. Aku juga tidak punya waktu untuk ini." balas Sakuya yang juga sudah malas.

#plakk.

"Baka! Baka! Baka!" Gumam Sakuya sambil terus memukul Mitsu dengan penggorengan kesayangannya

"Sakuya penggorengannya nanti bolong" Mitsu ((ga tau lanjutin apa))

"Biarin! Baka! Baka! Baka!" Sakuya terus memukul Mitsu dengan penggorengan, Mitsu pun hanya bisa pasrah

"Suruh siapa pergi ga bilang-bilang?!"

"Saya minta maaf deh, Saya bilang kan itu urusan saya, jadi Sakuya ga perlu tau"

"Ya se-engga nya ngomong dulu kalo mau pergi! Seenaknya ngilang gitu aja sama semua anggota cowo! Disini cewe-cewe pada khawatir tau ga?! Gimana sih katanya pemimpin?!"

"Ya saya tau, saya kan udah minta maaf! Udah cukup gausah diperpanjang!"

"Siapa yang memperpanjang?!" Sakuya membanting penggorengannya ke lantai

"Udah saya cape!" Bentak Sakuya(?)

"Sakuya pikir saya ndak cape?! Saya juga cape baru pulang langsung dimarah-marahin!"

"Siapa suruh pergi ga bilang-bilang?! Pulang malem-malem gini?!"

"Ya saya juga ndak mau pulang malem-malem gini! Ini cuma gara-gara saya sama cowo-cowo ada urusan!"

Behind the scene : off!

Aya: pertama-tama, arigatou yang udah baca *bow 360 derajat* #plakkk

Cyber: Ficnya agak aneh. Makin ngawur. #plakk.

Aya: seperti judulnya #plakkk XD

Cyber: Jadi yah harap maklum aja.

Aya: terus jangan bunuh kamii! .

Cyber: Aya tenang aja. Ada Nii-san kok. #jduakk.

Aya: nyippo Nii-san.. Ngomong-ngomong, Karen kemana? #jduakkk

Cyber: Ayo kita panggil. Sebut namanya 3x. #dihajar.

Aya: KAREN!

Cyber: 3x Aya. #plakk.

Aya : KAREN! KAREN! KAREN! #nak

Cyber: Kalo ndak muncul kita tinggalin aja. #jduakk.

Aya: *swt* A-Aku tak bisa meninggalkan Karen... #apaansih?!

Cyber: Sudahlah Aya. Karen sudah... #digeplak.

Aya: udah ahh nanti ni A/N kepanjangan! . Bye Minna! *ngilang* #nihanak

REVIEW PLEASE!