Last charpenter
"Hyukkie, aku gak jadi pulang loh, ahjumma bilang aku akan disini beberapa minggu" kata Kibum menumpu wajahnya dengan satu tangannya, menghadap Eunhyuk yang masih membaca dengan sangat serius sambil tiduran disebelahnya. Ya, padahal masih jam 17.30 tapi mereka sudah dikamar.
"umm" Gumam Eunhyuk, belum nyambung
"hah.. gak denger ya? Ah.. aku mau tidur dengan Sungmin hyung sama Kyu saja, disini dicuekin" kata Kibum berguling kearah tepian ranjang, tapi mendengar kata 'mau tidur dengan Sungmin' telinga Eunhyuk merespon
"YA! Kemarin kau menciumku, lalu kau mau tidur dengan Sungmin hyung? Andwae" katanya mengartikan tidur dengan arti yang berbeda, mengingat bagaimana otaknya, emm.. yadong? -Dan tentu saja karna sesuatu yang ia baca-
Eunhyuk menahan badan Kibum yang masih di tepi kasur, Kibum memutar tubuhnya kembali, sekarang hanya tangan Kibum -yang menempel dengan dada Eunhyuk- yang menjaga jarak mereka
"Siapa mencium siapa Eunhyuk?" katanya manis, memainkan tangannya di kancing kemeja Eunhyuk. Eunhyuk gugup. Bukan. Bukan karna posisi mereka saat ini, tapi mata Kibum yang menatapnya tajam sangat kontras dengan nada bicaranya, apalagi Kibum sudah memanggilnya Eunhyuk, bukan Hyukkie atau hyung. Ini tanda bahaya.
"eh.. emm.. n, ne aku" ucapnya dengan kepala menunduk "ayo tidur" Eunhyuk langsung meraih tubuh Kibum yang memang tak jauh darinya, sekarang lengannya melingkar di leher Kibum dengan badan menindih setengah badan Kibum, kepalanya tenggelam dalam leher Kibum.
"euh, hyung, tidur yang benar" katanya sebal yang didengar Eunhyuk terkesan manja "kau mau aku memakanmu sekarang juga, eh?" kata Eunhyuk dengan suara berat yang terdengar mengerikan ditelinga Kibum. Eunhyuk menjilat pelan telinganya, membuat Kibum tersentak lekas bangun dengan teriakan berlebihan "YA! MENJAUH DARIKU NAMJA PERVERT!"
Buagh
Eunhyuk jatuh? Bukan. Kibum yang memang udah hampir ditepian kasur dengan sedikit dorongan udah pasti jatoh dengan posisi enggak elit. Eunhyuk Cuma terhempas(?) ke tepian kasur sebrang(?).
Tiba-tiba terdengar suara dengan aksen kalut "Bummie! Monyet pervert itu ngapain kamu?" Eunhyuk langsung ngejawab sebelum di bully sama Hyungdeulnya "Gwencana hyung!"
"Gwencana?" Tanya Eunhyuk pelan melihat Kibum dari sela lakinya yang masih mengambang ditepi kasur.
" appo hyung…" Kibum sedikit berteriak tertahan
Duk Duk Duagh!
Terlihat segerombol manusia dengan mulut rata2 menganga, mata terbuka lebar melihat adegan didepannya
_sepertinya perlu dilihat kejadian diluar beberapa menit lalu_
"YA! MENJAUH DARIKU NAMJA PERVERT!"
Yang lain masih berada diruang santai yang memang dekat dengan kamar mereka kaget "Siapa sih yang berteriak?" Tanya Siwon "itu Kibum" kata Ryeowook pelan "oh…Kibum" kata beberapa dari mereka "MWO? KIBUM?" teriak mereka berbarengan, bahkan Ryeowook juga
"akan ku jadikan dia Sup Eunhyuk goreng tepung kalau sampai meropes Kibum" kata Ryeowook frontal yang langsung menaikkan imajinasi yang lainnya 'Wookie aja bisa ngomong gitu, gimana Eunhyuk yang the real of yadong itu?'
"Aish apa yang dilakukan monyet mesum itu pada Kibum" kata Donghae
"Ya! Awas saja dia berani mempraktekan 'pelajarannya' dengan Kibum" kata Leeteuk selaku yang diberi amanat. Sedangkan yang lain hanya berwajah cemas, terutama Sungmin 'apa yang dia lakukan pada Bummie-Ku'
Tok! Tok! Tok!
"Bummie! Monyet pervert itu ngapain kamu?" teriak Sungmin sambil mengetuk pintu gak nyantai, langsung terdengar suara Eunhyuk "Gwencana hyung!"
"Appo hyung.." suara Kibum samar terdengar membuat yang didepan makin kalut
Duk Duk Duagh!
"Ya! Apa yang kau lakukan Hyukkie?" Tanya Donghae shock melihat posisi mereka, badan Kibum terlentang dibawah kasur dengan kaki ngarah keatas, disela kalinya muncul kepala Eunhyuk yang badannya masih dikasur ngeliatin Kibum sambil nyengir.
"Bummie-Ah, gwencana?" Tanya Sungmin langsung berlari kearah Kibum membantunya berdiri dari posisi sulit itu.
"ne" katanya setelah berdiri. Leeteuk juga menghampiri mereka, bukan untuk melihat keadaan Kibum, tapi menarik telinga Eunhyuk sampai bangun dari kasur
"Ah.. Aaah.. Appo Hyung, turunkan tanganmu" katanya dengan muka Aegyeo, Leeteuk memang menurunkan -sedikit- tapi gak dilepas "apa yang baru kau lakukan pada Kibummie, Eh?"
"aku hanya…" Ucapan Eunhyuk diputus Kibum "gwencana Hyung, aku hanya kaget melihat posisi Hyukkie" sahutnya kalem
"kau yakin? Kau sudah mau tidur?" Tanya Donghae masih khawatir "ani, ini masih sore, wae?" Tanya Kibum
"Ayo kita bakar banyak daging dihalaman, perasaanku tak enak kalau kau masih disini" ia menarik lengan Kibum menjauh dari kamar itu diikuti yang lainnya. Hanya menyisakan dua orang namja disana "Hyung, kau sudah sampai mana?" Tanya Kyu dengan seringai jahil
"mwo? maksudnya" Tanya Eunhyuk memasang tampang -sok- innocent
"huh, jangan pura-pura begitu, sudah sampai mana kau 'menyentuh' nya" Tanya Kyu yang sekarang telah berbaring dikasur EunBum
"ani, aku akan melakukannya kalau ia yang memintanya" kata Eunhyuk pelan "hanya akan melakukannya jika ia sudah terang-terangan mengatakan 'saranghae' padaku" lanjutnya lagi
"kau menyukainya hyung?"
"ani, aku mencintainya. Sejak lama, saat kami pertama bertemu, bahkan sebelum ia mengenal cinta pertamanya. Jeongmal saranghae" balas Eunhyuk , tak melihat Sungmin masih berdiri didepan pintu, mau mengajak Kyu keluar karna tadi ia tak melihat Kyu "saranghae, ne?" ia tersenyum lirih, salah satu dongsaengnya mencintai Kibum-NYA, apa itu berarti dulu ia yang merebut Kibum dari Eunhyuk? tapi ia masih Namjachingunya bukan?
"huh.. hah.. ini panas, ah.. enak sekali Wookie, Minnie" kata Yesung yang sudah mengambil daging yang baru matang "Ya! Hyung, jangan makan duluan" kata Ryeowook sebal
"aku hanya mencicipi, lagipula kan enakan panas" katanya lalu mengambil sepotong daging, diulurkan kearah Ryeowook yang menatapnya "kajja, aku pegal" kata Yesung karna Ryeowook tak memakan daging yang ia sodorkan
Ryeowook langsung memakannya, sedangkan Sungmin hanya tersenyum "Wookie, kau lanjutkan ya? Aku mau kesana dulu" kata Sungmin gak jelas, membawa piring berisi daging. Ia mengarahkan kakinya ke seorang namja yang duduk di bawah pohon, tak bergabung dengan yang lain
"Sudah tiga tahun, kau masih tak suka keramaian, Bummie?" Tanya Sungmin seraya duduk Disamping Kibum, menaruh piringnya diantara mereka. matanya mengarah ke langit telah gelap, mengikuti Kibum yang kini memandang Sungmin.
"kau ingat Minnie? Waah.. Minnie bawa daging" Kibum langsung mengambil satu potong daging kedalam mulutnya, mengunyahnya sambil tersenyum.
"kenapa saat datang kau memanggilku Hyung? tadinya aku kira kau sudah melupakanku Bummie" kata Sungmin melihat manik mata Kibum lekat
"mana mungkin? Kau cinta pertamaku Minnie, aku hanya takut kau tak nyaman jika aku memanggilmu begitu. Kau kan sudah jadi penyanyi besar" katanya sedikit menunduk, Sungmin benar-benar menggeser tubuhnya menghadap Kibum. Menarik dagu Kibum lembut, memandangnya dengan tatapan sulit diartikan, mengecup pelan dahi Kibum. tak bisa ia pungkiri, ia merindukan saat-saat bisa sedekat ini dengan Kibum. Yang selama ini masih dicintainya.
Kibum memejamkan matanya. Mencoba merasakan hangat dari bibir Sungmin yang mengecup dahinya cukup lama. Sungmin memeluk Kibum erat, makin mengeratkan pelukannya merasa Kibum meresponnya. Menyalurkan rasa rindunya selama ini.
"can't you see, I'm still loving you? Chagi" kata Sungmin. Mereka masih memejamkan mata, tak melihat. Eunhyuk berdiri dibalik pohon sedari tadi, mendengar percakapan hyungnya dengan Kibum. Orang yang ia cintai. Meskipun tak beranjak, telinganya terasa tak berfungsi, terlalu sibuk dengan hatinya.
Kibum melepaskan pelukan mereka "Mianhae, aku tak tau bagaimana perasaanku saat ini. Bisakah aku bilang, aku tertarik dengan namja lain?" katanya pelan, ia tak merasakan apapun saat Sungmin mencium dahi dan memeluknya tadi, lalu menunduk.
"Hyukkie, ne?" tebak Sungmin pelan, ia mencoba tersenyum, melihat wajah Kibum memerah. Sungmin menghela nafas, ia kembali memeluk Kibum "sebentar saja, tunggu sebentar lagi" kata Sungmin. Kembali mengulang kalimat memuakkan bagi Kibum. Lima kata yang membuatnya masih mengharapkan Sungmin, menunggunya lebih dari setahun, hingga berhenti tepat tiga tahun yang lalu, karna Sungmin terlalu sibuk hanya untuk sekedar melihat kerja keras Kibum menjaga hatinya.
Sungmin merasa bajunya basah. Ya, kibum tengah menangis, tanpa suara. Sungmin makin mengeratkan pelukannya. Sementara Eunhyuk melenggang pergi, Masih sibuk dengan hatinya. Sedih, bingung, marah, dan khawatir, semua jadi satu 'jadi, cinta pertamanya itu, Minnie Hyung?'
"gwencana Hyukkie?" Tanya Kyu biasa yang melihat Eunhyuk memainkan selembar sapu tangan ditangannya. Ia hanya melirik singkat Dongsaengnya itu lalu kembali melihat sapu tangannya yang seakan sangat perlu diperhatikan.
"hyung? Kau kecewa gak bisa ngapa-ngapain Kibummie?" Tanya Kyu asal
"ne, seharusnya aku memang melakukan sesuatu padanya" kata Eunhyuk pelan, membuat Kyu mengangguk-seakan mengerti apa yang dimaksud Eunhyuk-
"kau kan sekamar dengannya, asalkan Teukie hyung gak tau, kau pasti selamat" kata Kyu lagi
"aku hanya ingin menyatakan cinta Kyu, bukan berbuat aneh-aneh" Eunhyuk langsung memberi tahu, karna sepertinya Evil disebelahnya ini pervertnya udah akut
"terus kapan Hyung mau bilang?" tanya Kyu yang sepertinya melupakan jati dirinya sebagai Evil*plak
"sepertinya gak akan pernah. Tadi dia memeluk Minnie hyung, pasti mereka jadian lagi" kata Eunhyuk pelan
"lagi? Si BunnyBoy pernah jadian sama Bummie? Terus siapa yang jadi seme?" Kyu Shock dibalas anggukan pelan Eunhyuk "entahlah, mungkin Minnie. kau diam saja, kali ini jadilah dongsaeng yang baik, aku mau tidur" Eunhyuk langsung meninggalkan Kyu yang masih mangap. uke-ukean-KU jadi SEME? Uke-KU mantan SEME?
Yah lupakan kata-kata naas yang mengguncang batin Magnae, sekarang lihat Eunhyuk yang berjalan lesu melewati YeWook yang asik suap-suapan berhenti memandangnya bingung. Ada-apa-dengan-monyet-agyeo-itu-?
Eunhyuk menjatuhkan badannya dikasur, gelap. Yah, ia belum menyalakan lampu, dan sama sekali tak ada niat. 'can't you see, I'm still loving you? Chagi'. Hah.. kata-kata Sungmin sungguh memenuhi kepalanya. tak habis fikir, ia akan keduluan Sungmin untuk kedua kalinya-secara tidak sengaja-
Eunhyuk menutup matanya pelan. Kenapa harus Minnie Hyung? Tak pernah terfikir cinta pertama Kibum sangat dekat dengannya. ia ingat, Mengapa ekspresi Sungmin beberapa hari lalu terlihat sangat senang mendengar sahabatnya akan menginap untuk beberapa waktu.
Sahabat? Ya, sahabat. Itu yang mereka tahu. Tak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri, bahwa seorang Eunhyuk pernah benar-benar mencintai seseorang. Apakah ia salah mencintai seseorang?
"kau berlebihan Bummie" kata Sungmin menepuk kepala Kibum sambil tersenyum, Kibum cemberut. Ya, mereka habis membicarakan perasaan Kibum pada Eunhyuk. Sedetik kemudian, mereka tertawa bersama dimeja makan setelah Kibum membisikkan sesuatu. entah apa. mungkin kata-kata cinta, fikir Eunhyuk sarkastik sambil terus berjalan
Hanya ada 5 kata di tiap inci otak Eunhyuk
.
.
.ha. indah sekali.
.ha. ini menyesakkan.
Memangnya aku bisa apa, uh?
Lebih enak juga nonton yadong
…
Oke, sepertinya yang terakhir harus dihapus. Eunhyuk menghela nafas, membanting tubuhnya diatas kursi depan Kibum –satu-satunya kursi yang tersisa-, ia melirik sekilas Kibum yang tersenyum lalu melongos pelan 'paling karna Sungmin hyung'
Kibum cemberut, kenapa sih monyet satu itu tak membalas senyumannya. Sungmin langsung berbisik "sepertinya moodnya jelek karna kau kemarin tidak tidur dengannya, Bummie" wajah Kibum memerah, memukul pelan tangan Sungmin, lalu berbisik kembali "mana mungkin karna itu Hyung"
Eunhyuk yang lihat tanpa mendengar hanya cemberut tingkat akut. Kyu malah memberinya tatapan kasihan yang diartikan Eunhyuk sebagai RASAIN-LO-HYUNG!. Eunhyuk tambah cemberut, ia meninggalkan meja makan begitu saja, membanting pintu kamar yang memang tak jauh dari meja makan.
"ngapain dia kekamarku?" Tanya Sungmin, yah, emang yang paling dekat dari ruang makan itu kamarnya KyuMin "sudahlah Minnie, dia itu sedang terluka" kata Kyu dengan nada itu-ulahmu-tau.
Sungmin mengerjapkan matanya gak ngerti, mengangkat bahu lalu melanjutkan sarapannya. Member yang lainpun gak ambil pusing, Kyu juga udah dilarang buka mulut, hanya diam menyantap makanannya.
Tapi Kibum masih saja melihat makanannya dalam diam, sepertinya selera makannya hilang karna Eunhyuk gak merespon senyumnya "haah…" ia menghela nafas ketara "Bummie-Ya sepertinya kau selalu tak bisa sarapan" kata Kyu, mengingat dari kemarin namja ini gak sarapan.
Kibum menatap Kyu, tapi alih-alih menyambung pembicaraan, ia mulai bertanya "Apa kau tau kenapa Hyukkie? Aku sungguh mencemaskannya" Kibum menatap Kyuhyun yang memang tak jauh darinya.
Kyu mendengus "haruskah aku memberi taumu Bummie? Apa kau tak bisa berfikir bagaimana setressnya hyungku yang memang dari awal udah setress itu?"
"maksudmu? Bicaralah yang jelas Kyu"
"huh! Tanyakan saja pada namjachingumu" kata Kyu langsung berlalu, "namjachingu? Aku? Bagaimana dia tau aku suka namja?" Kibum menunjuk dirinya sendiri
"Bummie, kau pernah punya seme selain aku?" Tanya Sungmin bingung "andwae hyung, selain denganmu, aku tak pernah pacaran dengan namja lain hyung" kata Kibum dengan wajah bingung, yang lain juga bingung
"Minnie pernah jadi seme?" kata Leeteuk yang berperi-keuke-an(?)
"aku kira bummie namjachingunya Hyukkie" kata Siwon menimpali
"Hae, bagaimana nasib kita sebagai seme, kalau anggota barunya seperti uke?" Yesung udah OOT
"kalian? Pacaran? Kapan?" Tanya Donghae shock
"aku sekarang tau kenapa Hyukkie hyung terlihat kacau kemarin" gumam Ryeowook pelan, namun cukup terdengar karna posisinya yang disebelah Kibum. Kibum dan Sungmin langsung menengok kearah Ryeowook "kau bilang apa tadi Wookie?"
"ada apa dengan hyukkie kemarin?" Tanya Kibum. Ryeowook memandang Sungmin dan Kibum bergantian "aku harus jawab yang mana dulu?" tanyanya dengan wajah innocent
"aish.. sudahlah katakana padaku, kemarin Hyukkie kenapa?" Tanya Kibum memaksa
"emm.. dia berdiri di depan pohon yang dituju Minnie hyung waktu itu cukup lama, tiba-tiba pas aku liat lagi udah di pojokan ngomong berdua sama Kyu, terus dia pergi ngelewatin aku sama Sungie hyung, mukanya kusut banget" terang Wookie sambil mengetuk-ngetuk jarinya di dahu. Aish neomu kyeopta.
Kibum dan Sungmin terdiam, tiba-tiba Kibum tertunduk lesu "apa dia mendengar kata-kataku waktu itu hyung?" tanyanya lirih "apa dia marah karna aku menyukainya?" Tanya Kibum lagi, air mata sudah menggenang dipelupuk matanya. Langsung saja Sungmin memeluk Kibum. Jiwa semenya kan sudah terlatih(?)
Tanpa mereka lihat Kyu mengamati mereka dari jauh, ia hanya mendengar pertanyaan hyungdeulnya yang berteriak kearah SuBum, selain itu ia hanya memperkirakan dari apa yang ia lihat. Ia melebarkan matanya melihat Sungmin memeluk Kibum "mereka itu… pasangan yang terlalu polos atau kelewat pabo?"
Kyu langsung bangkit, mengarahkan kakinya kearah kamarnya-yang sedang ada Eunhyuk didalamnya-. saat melewati ruang makan ia berhenti mendengar hyungnya berbicara panik, di tengah suara-suara berisik itu, telinganya mendengar suara Donghae yang bisa dibilang paling keras "sudahlah Bummie, akan kumarahi monyet satu itu kalau dia menjauhimu karna kau menyukainya"
Kyu mengerjapkan matanya, ia berbalik kearah meja makan, membalik tubuh Donghae yang mengerumuni Kibum –dipelukan Sungmin- bersama hyungdeulnya "tadi kau bilang apa Hae?"
"hah?" Donghae gak tau mau ngerespon apa ke saengnya ini "tadi kau bilang Bummie-hyung menyukai Hyukkie hyung?"
Pletak
Ujung sendok mendarat mulus dikening Kyu "kok aku dipukul sih? Kan Cuma nanya" kata Kyu mengelus kepalanya, sambil manyun kearah Donghae
"kau memanggil Hyukkie bahkan Bummie dengan kata Hyung, tapi aku tidak? Huh dasar magnae gak sopan" katanya membuat Kyu mendelik "gak usah protes deh, Bummie, tadi apa yang ku katakan benar tidak?" tanyanya mengarah pada Kibum yang sudah lepas dari pelukan Sungmin.
Wajah Kibum memerah, ia mengangguk pelan "omo… jadi Hyukkie salah mengira?" teriaknya gak nyantai
"wae Kyunnie? Ngomong yang jelas" Tanya Sungmin "Hyukkie hyung kira Minnie sama Bummie jadian lagi kemarin" kata Kyu "aish jinjja, kenapa dia gak dengerin sampe akhir sih" Sungmin mulai mencak-mencak
"hah?" Kyu gak connect "gini ya Kyunnie… kemarin aku dan Bummie sudah resmi putus setelah Bummie mengatakan ia menyukai Hyukkie" jelas Sungmin, dia merengut "Aku ditinggalkan"
"uljima, kau denganku saja, kita kan KyuMin" kata Kyu merangkul Sungmin yang masih duduk, setelah sebelumnya mendorong badan Hae yang menutupi jalannya. Hae malah tambah cemberut
"yes. Nama seme gak tercemar lagi karna uke ter-agyeo kita gak jadi seme" pasti sudah bisa ditebak ini ucapan siapa. Ya, si art of voice itu.
Tiba-tiba Kibum berdiri, masuk ke arah dapur, entahlah apa yang dilakukannya tapi terdengar suara trek, prak, tok tok samar disana "Wookie, Kibum tau cara menggunakan kompor kan?" Tanya Yesung langsung
"ne, wae hyung?" Tanya Wookie
"ani, aku hanya takut kau pingsan seperti saat Kyu mencoba masak sesuatu" jawab yesung, lalu menarik Ryeowook kearah pintu, sebelum keluar dia berkata pelan, agar tidak sampai ke telinga Kibum dan Eunhyuk tentunya. "ayo ke lotte world, kalian tak mau mengganggu kan?" katanya sambil berbalik
Kyu cemberut "aku mau lihat drama romance disini hyung~" yesung menatap Kyu, ia lepaskan jemarinya dari tangan Ryeowook "sekali ini saja Kyu, tak bisakah kau mengalah pada Hyukkie?" Yesung langsung menarik Kyu setelah sebelumnya ia mengatakan pada Leeteuk "Aku tunggu dimobil"
Kibum melengang keluar dapur –yang bisa ditebak ia membawa nampan-, bolamatanya sedikit bergerak melihat sekeliling. Sepi. Sepertinya ada yang sadar Ia berencana memutuskan semua urat malunya. Dilangkahkan kakinya dengan pelan tapi pasti kearah kamar KyuMin –yang dibajak Eunhyuk tentu saja-
Diputar perlahan kenop pintu. Tidak terkunci, Kibum menghirup udara banyak-banyak dan menghentakkannya pada satu keluaran nafas. Dilihatnya Eunhyuk sedang duduk membelakanginya, meski dari belakang terlihat sekali nafasnya tak beraturan.
Kibum menaruh makanan yang ia bawa dibuffet dekat kasur –tempat Eunhyuk duduk- tanpa mengindahkan warna pink bertebaran -mengingat ini kamar Sungmin- ia naik keatas tempat tidur, berjalan pelan menuju tepian kasur satunya, matanya terfokus pada satu titik. Eunhyuk.
Kibum melingkarkan tangannya pada perut Eunhyuk, menempelkan mereka yang hanya dibatasi baju yang mereka kenakan, menyandarkan dagunya pada bahu Eunhyuk. Kibum bisa merasakan nafas dan detak Jantung Eunhyuk masih memburu.
Dihirup dalam-dalam aroma tubuh Eunhyuk yang memabukkan itu. hah, ini sungguh menenangkan. Kibum menggesekkan pelan hidungnya dileher Eunhyuk, masih memeluknya, perlahan Kibum mengecup leher samping Eunhyuk, terus naik hingga bawah telinga.
Eunhyuk diam. Dia takut. Terlalu takut untuk jatuh lebih dalam pada pesona seorang Kim Kibum. Hanya menutup mata atas 'pekerjaan' Kibum, merasakan setiap bibir lembab itu menyentuh kulitnya "tidakkah kau memikirkan sesuatu Hyukkie?" terdengar suara khas Kibum lirih tepat ditelinganya.
"Euuhh" Eunhyuk mendesah pelan merasa Kibum meniup telinganya "mianhae, jeongmal mianhae" kali ini suara Kibum sedikit tertahan, ia menyelinapkan wajahnya dilekukan leher Eunhyuk. Sekali lagi dikecup spot -yang kemarin ditemukannya sebagai spot sensitive Eunhyuk- itu berkali-kali.
"kenapa harus meminta maaf Bummie?" kata Eunhyuk sedikit berbisik, ia menikmati kecupan dan rengkuhan Kibum. "mianhae, karna aku mencintaimu Hyukkie" kata Kibum pelan, terdengar nada kesungguhan disetiap katanya.
Eunhyuk terdiam. Entah mengapa, ia ingin menangis saat ini juga. 'Jadi, perasaanku terbalas Uh?'
Namun tiba-tiba rasa bersalah menyelimuti hatinya "lalu, Minnie hyung?"
"bukankah aku baru saja menyatakan cinta padamu? Bagaimana bisa kau berfikir aku tak menyelesaikan hubunganku dengan Sungmin Hyung?" Kibum membalikkan wajah Eunhyuk menghadapnya-masih dengan satu tangan melingkar di badan Eunhyuk-, setelah sebelumnya menggeser sedikit tubuh Eunhyuk, ia tak mau leher namja ini tak bisa kembali kearah semula kan?
Kibum tersenyum. Cukup untuk membuat Eunhyuk mempercayainya. Dijatuhkannya badan Kibum. Posisi yang sanggup melayangkan fikiran Eunhyuk. Ya, seorang Kibum berada dibawah Eunhyuk*ketawa Evil
Eunhyuk mengelus tiap inci wajah Kibum yang memejamkan matanya, kini kedua tangannya tengah memeluk Eunhyuk, sedangkan satu tangan Eunhyuk masih sebagai bantalannya dibawah sana.
"tak taukah kau, posisi ini berbahaya?" bisik Eunhyuk, tangannya tengah mengusap bibir mungil Kibum yang kini perlahan tertarik kesamping. Membentuk sebuah senyum tipis "aku tau. Lalu kenapa?" Tanya Kibum kini membuka matanya sekilas, mengecup bibir Eunhyuk yang ternyata tepat berada di depan bibirnya.
Eunhyuk benar-benar menjatuhkan badannya. Ia mengecup sekali telinga Kibum "saranghae Bummie, jeongmal saranghae" meski lembut suara Eunhyuk terdengar gemetar kali ini
"Nado hyukkie. Nado saranghae" cukup. Kalimat itu sudah cukup untuk membuat Eunhyuk menghilangkan ke-alimannya. Direngkuhnya wajah Kibum. Membawanya dalam ciuman lembut. Berbeda dengan waktu itu. kali ini tanpa nafsu, namun masih penuh dengan cinta.
FIN~
Yah, beneran. Daripada ngeganti ratednya jadi M? kan gak boleh ya? saya masih dibawah umur gituuuh…*bilang aja gak tau caranya*
Buat alerginya Kibum.. emm.. saya tau dia punya alergi, soalnya Kibum pernah bilang yang abis syuting episode pertama filmnya. Tapi gak disebutin alergi sama apa*jadi kesempatan buat ngarang*
Gomawo buat yang review~
Saya gak ngira bakal ada yang review meski Cuma dua
Salam kenal, annyeong!
