Between You and I, Coffe, Tattoo, and The Baby
Naruto © Masashi Kishimoto
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rate: M
Pairing: SasuNaru
Warning: OOC, Typos, BL, BxB, Boys Love
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 2
Sasuke yang telah berhasil mendapatkan ice cream untuk sang buah hati tercintanya itu terlihat sedang berjalan menuju bangku taman yang ia dan Ryuu duduki tetapi Sasuke tidak melihat sosok dirinya versi chibi itu. Rasa khawatir pun mulai hinggap pada diri Uchiha bungsu itu.
"Ryuu! Where are Son?!" teriak Sasuke sambil mengarahkan pandangannya kesekitar taman.
Ice cream yang ia beli pun kini sudah tergeletak tak berdaya ditanah, Sasuke memutuskan untuk berkeliling taman tersebut untuk mencari harta yang paling berharga miliknya tersebut. Keringat bercucuran dari tubuh sang papa muda itu, sehingga para lelaki maupun wanita yang melihatnya terpaksa harus menitikan air liur. Dan Sasuke sendiri tak mau diteriaki oleh mendiang istrinya dari surga sana hanya karena ia telah menghilangkan buah hati mereka.
"Ryuu!" teriak Sasuke.
Gurat kekhawatiran sudah nampak pada wajah yang biasanya datar dan dingin itu.
'Kemana kau Son?' batin Sasuke.
.
.
Terlihat pemuda pirang yang menggunakan kaos putih panjang polos dengan jeans hitam belel sedengkul serta sneakers putih gading itu tengah memandang heran bocah kecil dihadapannya yang tidak henti-hentinya memanggilnya ibu.
"Mommy…." ucap Ryuu pelan sambil menatap mata Naruto yang sedang menatapnya juga.
"Aku bukan ibumu bocah!" sungut Naruto kesal.
"Mommy…." ucap Ryuu lagi sambil memasang wajah layaknya anak kucing terbuang itu.
'Cih apa-apaan tampangnya itu' batin Naruto.
"Argggh baiklah terserah kau bocah mau memanggilku apa." tutur Naruto yang sudah menyerah karena melihat wajah Ryuu yang menggemaskan.
"Yeay akhilnya aku punya mommy!" ucap Ryuu senang sambil menunjukkan senyum lima jarinya.
"Siapa namamu bocah?" tanya Naruto kepada Ryuu yang sedang berusaha menaiki kursi taman yang juga diduduki oleh Naruto itu.
"Ugh…. Sucah sekali…." tutur Ryuu kesusahan menaiki kursi yang lebih tinggi darinya itu.
"Haaa sini kubantu bocah." kata Naruto yang gemas sembari membantu Ryuu menaiki kursi taman.
"Yeaaay aligatou Mommy!" ucapnya girang sembari tersenyum lebar kepada Naruto.
"Aku tanya siapa namamu bocah?" ucap Naruto kesal karena pertanyaanya tidak dijawab oleh sang bocah yang sedang duduk disebelahnya serta memandangnya dengan penuh minat, seolah-olah Naruto adalah ice cream raksasa yang siap untuk dinikmati.
'Apa-apaan tatapan bocah ini?' batin Naruto.
"Uchiha L-lyunosuke!" jawab Ryuu semangat.
"Lyuu?" tanya Naruto yang heran karena nama bocah tersebut terdengar aneh ditelinganya.
"Tidak tidak bukan Lyuu tapi L-l-l-l-ryuu." jelas Ryuu yang kesusahan menyebutkan huruf 'R' itu.
"Oh Ryuu…" ucap Naruto sambil menggerakan kepalanya tanda ia mengerti.
Kemudian secara tidak sengaja tangan Naruto yang berada didekat tubuh Ryuu menyenggol dengkul Ryuu yang lecet dikarenakan terjatuh tadi, sang empunya pun meringis tertahan karena perih yang ada dilukanya terasa lagi.
"Aduhhh." ringis Ryuu sambil memegang kedua dengkulnya.
"Errr…. Kau kenapa bocah?" tanya Naruto yang ternyata sedikit khawatir melihat bocah yang mendatanginya serta memanggilnya Mommy tersebut meringis kesakitan.
"Dengkulku cakit Mommy…. Uh" tuturnya sambil memperlihatkan kedua lutunya yang lecet itu.
"Dengkulmu lecet bocah! Kenapa bisa begini?" tanya Naruto yang entah kenapa tiba-tiba menjadi khawatir itu.
Padahal Naruto merupakan tipe orang yang tidak suka dengan anak kecil, karena menurutnya anak kecil itu merepotkan tetapi entah kenapa kali ini Naruto merasa khawatir dengan bocah yang mendatanginya secara tiba-tiba dan anehnya lagi bocah tersebut memanggilnya Mommy.
Kemudian Naruto pun bangun dari duduknya dan berlutut didepan sang bocah guna untuk melihat luka Ryuu lebih jelas.
"Uh itu tadi aku teljatuh dari kursi hehe…." jelasnya sambil tersenyum tak berdosa kepada Naruto.
"Ck ini harus segera diobati bocah! Ikut aku akanku obati kau." ajak Naruto sambil berdiri dari posisinya tersebut.
"Um…. Lyuu tak bisa beljalan sakit Mommy kakiku pelih…." jelas Ryuu dengan tatapan sedihnya itu.
"Haaa baiklah kemari aku gendong kau bocah." ucap Naruto yang langsung menggendong tubuh Ryuu.
"Okay Mommy!" seru Ryuu senang.
Lalu Naruto membawa Ryuu
.
.
.
.
.
.
.
Sasuke sudah setengah jam mencari keberadaan Ryuu tetapi ia tidak dapat menemukan sosok anaknya itu, wajah Sasuke juga terlihat sudah sangat kacau. Disana terpancar gurat khawatir dan juga cemas.
'Ck Where are you Son?' batin Sasuke gusar.
Ketika sedang mengelilingi taman tersebut untuk yang ketiga kalinya, barulah Sasuke melihat sosok sang anak tercintanya sedang dalam gendongan seseorang. Seseorang yang sangat mirip dengan orang selama ini telah meninggalkannya, seseorang yang telah menjerat hatinya, seseorang yang telah memberinya anak lelaki yang begitu tampan serta menggemaskan.
"Daddy! Daddy! Itu Daddyku!" seru Ryuu yang melihat sosok ayahnya yang sedang berdiri menatap kearahnya.
Naruto pun langsung mengarahkan kedua bola matanya kearah dimana sosok seorang pria tampan sedang berdiri tegak menatapnya dengan tatapan terkejut sekaligus memancarkan kerinduan yang begitu dalam.
Keduanya saling menatap satu sama lain, onyx bertemu dengan sapphire. Sungguh perpaduan yang indah, seolah ada sesuatu yang menarik dari masing-masing kedua bola mata tersebut untuk saling memandangi keindahan satu sama lainnya.
"Naru…" Bisik Sasuke sangat lirih, bahkan nyaris tidak terdengar seperti sebuah bisikan.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
HALOOO^^
AKHIRNYA SETELAH SEKIAN LAMA HILANG CHOCO KEMBALI *DIGEBUKIN MASA* XD
PERTAMA-TAMA CHOCO MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA KEPADA SEMUA YANG SUDAH MENUNGGU KELANJUTAN DARI CERITA INI. CHOCO TERLALU SIBUK DENGAN KEHIDUPAN CHOCO YANG FANA INI JADI FICT INI TERBENGKALAI HIKS MAAFKAN CHOCO *NANGIS KEJER*
DAN CHOCO JUGA MOHON MAAF KALAU CHAPTER KEDUA INI SANGAT AMAT PENDEK.
CHOCO TERHARU KARENA BANYAK READERS YANG SUKA DENGAN CERITA ABAL PUNYA CHOCO INI HIKS….. TERIMAKASIH SEMUANYA TERIMAKASIH *BUNGKUKBUNGKUK*
TERIMAKASIH CHOCO UCAPKAN KEPADA PARA SENPAI-SENPAI, PARA REVIEWERS, DAN JUGA PARA READERS YANG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN FICT CHOCO INI.
TERIMAKASIH JUGA BAGI PARA SENPAI YANG SELALU MEMBERI CHOCO SEMANGAT DENGAN MENGIRIMI CHOCO PM SETIAP SAAT MAAFKAN CHOCO MEMBUAT SENPAI MENUNGGU MAAFKAN CHOCO. GOMEN SENPAAAAAAAAAI MAAFKAN CHOCO.
NB: CHOCO SEDANG BUTUH PARTNER UNTUK BERBAGI IDE MELANJUTKAN JALAN CERITA FANFICT INI JIKA ADA YANG BERMINAT MENJADI PATNER CHOCO DALAM BERBAGI IDE SILAHKAN KALIAN BISA PM CHOCO. CHOCO TUNGGU YA^^
