Part 1

MY BOSS, MY BOYFRIEND

Author : diitactorlove

cast : YunJae and other

rated : T

Genre : Romance, Friendship, Humor (?)

Disclaimer : Sudah dii cek di KUA terdekat kalau Yunjae itu pasangan sah suami istri dan Choi Minho dan Yesung juga sah jadi suami author*dibakar*

Warning :BoysLove (BL), EyD yang berantakan, jayus bikin eneg dan muntah pokoknya kalau ga suka jangan baca pada tau bahasa Indonesia kan?

Jung Yunho menatap rumah besar yang berada di hadapannya dengan pandangan shok dan tidak percaya. Bagaimana tidak Shok kalau di pagar depan rumah tersebut terpasang papan besi yang bertuliskan 'RUMAH DISITA'.

Setahu namja bermarga Jung tersebut-yang dua minggu lalu- masih sempat mengantarkan BooJaenya pulang. Rumah tersebut masih milik namjachingunya itu, bahkan Yunho sempat mengobrol dengan Mr. Kim (Appa dari Boojaenya) . Tapi, sekarang kenapa terpasang papan tolol ini.?

"Hyung, ini apa maksudnya,?" akhirnya setelah sekian lama bungkam Jung Changmin(dongsaeng dari Yunho) membuka suaranya..

"Mollayo Min, Aku sendiri bingung? sudah hampir 2 minggu ini BooJae menghilang. Aissshhhh!" Yunho mengacak rambutnya asal terlihat dengan jelas kalau namja tampan itu tengah frustasi., "bersabarlah Hyung, Jae hyung pasti akan segera ketemu" Changmin menepuk pundak Yunho, berharap tindakannya tersebut bisa sedikit menenangkan hyung nya tersebut.

"Ne... gumawo Minnie-ya" Yunho menatap Changmin terseyum kecil memberikan tanda bahwa dia baik-baik saja.

888

"Nah disitu enak Jae..." Jaejoong terseyum kecil menatap seorang nenek -yang dikenalnya- di sauna umum itu tengah keenakan bahunya kini tengah dipijat oleh jemari-jemari lentiknya.

"Bagaimana nek, enak?" tanya Jaejoong memastikan sambil tetap memijat bahu nenek yang diketahui Jaejoong bernama nenek Moon itu.

"Ne Jae... Kau hebat pasti kekasihmu sering kau pijat seperti ini ya." Blushh. Wajah Jaejoong dalam sekejap saja sudah merona heboh membuat Nenek Moon sangat semangat menggoda namja berwajah cantik itu.

"Aih... aih... apa tebakan Nenek benar,?" Nenek Moon menatap Jaejoong yang kini masih memijat nya tapi dengan muka yang menunduk malu.

"Benar kan?" kembali Nenek Moon melancarkan aksinya menggoda Kim Jaejoong, "Anniyo..." Jaejoong mencoba mengelak tapi wajahnya mengkhianati kata-katanya, bagaimana tidak.? Sekarang wajah uri Joongie sudah merah sempurna seperti kepiting rebus yang siap disantap(?), membuat Nenek Moon tertawa geli.

"Aisshhh... Nenek berhenti tertawa seperti itu" pinta Jaejoong masih dengah wajah yang memerah pastinya, "Oh... ne ne mianhae Joongie-ya" Nenek Moon segera menghentikan tawanya karena melihat Jaejoong kini mengerucutkan bibirnya kesal.

"Ngomong-ngomong kau sudah dapat pekerjaan Joongie?" tanya Nenek Moon mengalihkan topik pembicaraan, "Ah masalah itu tenang saja nek... Joongie sudah dapat pekerjaan yang layak kok.." Walau itu adalah Departement Store milik Yunnie, tambah batin Jaejoong. Delima.

"Syukurlah..." lega Nenek Moon, Ya Nenek Moon memang sangat menyayangi Jaejoong walau baru kenal satu minggu ini tapi kepribadian Jaejoong yang hangat serta jangan lupakan kelihaian jemari lentik Kim Jaejoong dalam hal memijat membuat Nenek yang sekarang berusia 60 tahun ini jatuh sayang kepadanya.

Ditambah dengan cerita kehidupan Jaejoong yang terpaksa tinggak di sauna umum seperti ini gara-gara sang appa yang kabur karena terlilit hutang. Awalnya Nenek Moon menawari Jaejoong untuk tinggal bersamanya tapi Jaejoong menolak, alasanya ya karena Jaejoong tidak mau dikasihani.

"Joongie..." panggil Nenek Moon yang dari tadi tenggelam dalam lamunanya. "Ne?" Jaejoong menatap punggung Nenek Moon, jemari lentiknya masih dengan setia memijat bahu Nenek Moon.
"Apa kau tidak ingin tidur di kamar sendiri?" tanya Nenek Moon yang seketika menghentikan aktivitas Jaejoong, memijat bahu Nenek Moon..

"Kita sudah bahas ini nek" Jaejoong menatap nanar punggung Nenek Moon, sungguh dia tidak bermaksud lancang menolak ajakan Nenek Moon hanya saja dia tidak mau dikasihani, dia tidak mau terlihat lemah oleh orang lain tidak Nenek Moon, tidak Junsu, Yoochun bahkan Yunho sekalipun.

Kim Jaejoong ingin membuktikan kalau dia adalah namja yang kuat, namja yang bisa menyelesaikan masalahnya seorang diri tanpa merengek, menangis dan yang lebih penting tanpa belas kasihan orang lain.

Terdengar egois dan arogan mungkin tapi bagi seorang Kim Jaejoong ini adalah saat pembuktian diri bagi dirinya sendiri bahwa dia bisa menjadi namja yang kuat dan tidak bergantung kepada orang lain.

"Joongie maksud nenek bukan seperti itu nenek cuma ingin menawarkan flat kecil untuk Joongie, kebetulan anak nenek memiliki beberapa flat kecil untuk disewakan." Nenek Moon menjelaskan membuat Jaejoong menatap Nenek Moon.

"Maksud Nenek?" Jaejoong tampak bingung, "maksud nenek kalau Joongie berminat Joongie bisa menyewa flat tersebut harga sewanya cukup murah Joongie." Jaejoong membulatkan matanya tidak percaya..

"Jinja... Nenek tidak berbohong,?" bukannya menjawab Nenek Moon malah memukul kepala Jaejoong, "Appoyo..."ringis Jaejoong. "Sejak kapan Nenek jadi pembohong hah?" Jaejoong hanya tertawa garing lalu tanpa ba bi bu Jaejoong langsung memeluk Nenek Moon.

"Kamsahamida nek. Jeongmal Khamsahamida" Nenek Moon hanya terseyum kecil dalam pelukan Kim Jaejoong.

888

Jung Yunho, namja tampan itu terlihat sangat frustasi. Bagaimana tidak frustasi, kalau orang yang kita cintai tiba-tiba menghilang tanpa jejak, tidak memberi kabar sama sekali. Sudah puluhan, ratusan atau mungkin ribuan kali Yunho mencoba menghubungi Kim jaejoong, dari pesan singkat yang sering disebut sms hingga telepon. Hasilnya tetap sama Jaejoong tidak pernah mengangkat telaepon darinya.

Bahkan saking putus asanya, Yunho pernah menyuruh Jaejoong dalam pesan singkatnya untuk membalas pesan Yunho dengan titik, spasi atau pesan kosong sekalipun hanya untuk memberi tanda kalau BooJaeNYA itu dalam keadaan baik-baik saja, tapi hasilnya NIHIL. Kim Jaejoong tampak tidak mempedulikan semua pesan-pesan singkat -kalau empat halaman ponsel- bisa dibilang singkat. Jangankan membalas, mengankat telepon dari Yunho saja Jaejoong tidak pernah.

"SHIT!" umpat kasar Yunho setelah -untuk entah keberapa kali hari ini- mencoba menghubungi ponsel Jaejoong yang sama sekali tidak dihiraukan oleh namja cantik di seberang sana, dengan emosi yang masih tinggi Yunho menghempaskan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.

"Tidak diangkat lagi Hyung,?" Changmin yang dari tadi di ruang tamu bersama Park Yoochun dan Kim Junsu -sahabat Jaejoong sekaligus namjachingu Park Yoochun- memberanikan diri bertanya mengingat emosi Yunho yang akhir-akhir ini sangat labil.

"Seperti biasa," Yunho menatap Changmin datar membuat namja penggila makan itu sedikit takut juga, ''Aku sudah mencari Joongie di tempat-tempat yang sering kita berdua datangi tapi nihil," bisik lirih Junsu, yang juga kalau boleh jujur juga merasa sama khawatirnya seperti Yunho.

"Aku juga sudah mencari hampir di seluruh Hotel di Korea ini tapi hasinya juga nihil," Yoochun ikut melapor, membuat Junsu terisak pelan. Dengan lembut Yoochun merengkuh Junsu, Yoochun tau bagaimana khawatirnya Junsu mengingat Jaejoong dan Junsu sudah bersahabat cukup lama.

"Chunnie ottokade hiks.. hiks... Joongie... hiks apa kita bisa menemukan Joongie...? hiks... hiks..." Yoochun mengelus pelan rambut Junsu berusaha menenangkan namja chingunya itu, "Sssstttt... Su-ie kita pasti bisa menemukan Jaejoong sstttt... sstttttt..."

Yunho menatap nanar ke arah Junsu, andai Yunho bisa seperti Junsu. Mengekspresikan segala kegundahannya menangis mungkin. Anni. Yunho segera menepis pikiran-pikiran tersebut, Dia namja kuat dan tidak sepantasnya menangis.

Kembali Yunho mengambil ponselnya, menekan nomor yang sudah sangat dia hapal di luar kepalanya. Terdengar nada tunggu, Yunho berdoa dalam hati semoga hari ini Boojaenya mau mangangkat telefon darinya.

Satu menit...

Dua menit...

Tiga menit...

Emp...

'Nomor yang anda tuju sedang tidak... '

'PRANG'

Bunyi bantingan ponsel menggema di dalam ruang tamu Jung mansion itu, membuat Junsu yang masih mengisak pelan di pelukan Junsu kaget begitupun Changmin yang masih setia melihat Yochun yang sedang menenangkan Junsu.

"Hyung... " Yunho tidak menggubris panggilan Changmin dengan amarah yang masih meluap-luap dia meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya di lantai dua, tak lupa memberi salam perpisahan kepada tiga orang di sana yang sejujurnya masih kaget dengan...

'PRANG'

Kembali bunyi yang sama tapi terdengar lebih nyaring membuat kembali tiga orang di sana Changmin dan Yoosu couple menahan rasa kagetnya dan pengecualian untuk Changmin, namja tinngi tersebut terlihat sangat shok, melongo dengan suksesnya setelah melihat benda yang kembali menjadi korban (?) kekerasan hyungnya yersebut setelah ponsel mahalnya.

"OMO! Hyung i... itu... itu guci kesayangan Umma hyaaaaa ottokade.." histeris Changmin melihat guci antik dan langka dari dinasti Cheng #ini dii ngarang sumpah/ digorok# sudah menjadi kepingan-kepingan tak berbentuk. Yoochun yang sudah tersadar dari kagetnya melepas pelukannya pada Junsu, menghampiri Changmin. Namja tinggi itu kini nyaris terisak mengingat betapa protectivenya Ummanya tersebut bila sudah menyangkut barang kesayanganya tersebut.

"Huweeeee... Yoochun hyung ottokade. Umma... Umma pasti akan membunuhku," Changmin menatap Yoochun dengan tampang memelas, membuat namja tampan tersebut ikut bingung juga.

"Errr... Minnie- ya kelihatannya kau harus mencari alasan yang tepat kepada ajhuma agar..." kata-kata Yoochun terpotong dengan tidak elitnya saat tiba-tiba Changmin menjerit histeris, sambil berlari ke pelukan Junsu.

"Yak! Jung Changmin. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan lepaskan lumba-lumba KU!" teriak murka Yoochun szmbil berusaha melepaskan Changmin, yang entah kenapa malah makin mengeratkan pelukannya terhadap Junsu. Sementara Junsu, Oh namja imut itu hanya bisa mengerjap imut memproses kejadian yang kini tengah berlangsung di hadapannya.

888

Jaejoong tampak terseyum sumeringah bagaimana tidak sumringah kalau sekarang Kim jaejoong sudah resmi tinggal di sebuah rumah kontrakan walau hanya flat kecil yang sering di lihatnya di drama-drama TV, tapi entah kenapa mengingat ini semua hasil jerih payahnya sendiri membuat kebahagiaan Kim Jaejoong berlipat ganda.

Seyum Jaejoong kembali mengembang mengingat hari ini adalah hari pertamanya bekerja, Jaejoong merasa ini adalah awal yang baik untuk hidupnya yang baru, ya benar-benar baru. Tapi seyum Jaejoong kembali memudar setelah kambali Jaejoong diingatkan dimana Dia bekerja sekarang.

"Aku kembali lupa aku bekerja di ShinKi Departement Store, ottokade?" Jaejoong menggigiti kuku-kuku jarinya tampak berpikir. "Apa aku tidak usah berangkat ya,? Anniyo, aku kan juga butuh uang aigo Joongie bingung.?" Jaejoong kembali berpikir kali ini lebih keras dengan mengerucutkan bibirnya lucu.

"Seingatku Yunnie akan ke Departement Storenya setiap hari senin dan kamis saja" Jaejoong tampak mengingat-ngingat kebiasaan namjachingunya itu dalam mengunjungi Departement Store milknya tersebut.

"Lagipula aku yakin Yunnie tidak akan berkeliling ke seluruh Departemant Storenya dan menghafal karyawannya satu-satu, yang harus aku lakukan adalah bersikap tidak mencolok dan kalau bisa sembunyi saat Yunnie datang iya seperti itu saja. OMO...!" Karena terlalu banyak berpikir Jaejoong tidak sadar kalau jam di dinding flat kecilnya sudah menunjukan pukul setengah delapan pagi. Secepat kilat Jaejoong menyambar handuk lalu berlari ke arah kamar mandi.

"Yosshhhh... Kim Jaejoong Kau harus Semangat Hwaiting!" seru Jaejoong dari dalam kamar mandi tanpa menyadari apa yang nanti akan dihadapinya di tempat kerjanya.

TBC...

dii Curcol Area:

anneyong chingudeul masih inget sama dii kan pasti masih kan*dilempar sendal*,,, dii datang lagi nih dengan part 1 nya My Boss, My Boyfriend nie sorry nunggu lama banget salahkan pekerjaan dii yang tumpuk menumpuk di toko dari Januari kemarin sampai awal Februari, sebenarnya dii udah mau publish chap ini kemarin tapi tapi setelah dii ketik semua chap satunya tinggal nyimpen aja tiba-tiba server hangup dan data dii ilang semua padahal di draft awalnya mau bikin Yunjae langsung ketemuan tapi setelah dii ketik ulang malah jadi begini hyaaaaaaa mianhe chingu kalau feelnya ilang coz dii udah bad mood duluan dari kemarin mianhe chingudeul*bowbowbow* dan dii juga minta maaf sekali lagi cz gak bisa blas ripiu satu-satu miane chingudeul tapi dii makasih banget sma:

ajjulle, saya-asty , Arisa Adachi, Park Ri Byul, Key-Yeong Gi-Key, Luo HanSiBum, Princess yunjae, RizmaHuka-huka, ryu cassie, js-ie, Hime Aigaara, Enno KimLee, WidiwMin males login, Phie-Desu, jung hana cassie

so untuk chap ini bersediakah chingudeul kembali ripiuw?

Oh ya dii juga berencana bikin ff YunJae yang full NC,,,ceritanya behind the true story dari temen dii di tempat dii kerja waktu pertama kali dia yeah know what lah sma ceweknya, tapi tenang aja walau crta aslinya itu straight tapi dii bakal tetep bikin ntu ff YAOI kok XD~ adakah yang mau? kalau berminat bisa langsung komen aja dan dii usahain bakal cepet buatnya.

Oke untuk yang terakhir kalinya ripiuw plisss jangan jadi silent reader oke...