Yosh Update Chapter 2

Sebelumnya maaf kalau fic ini lama Updatenya hampir setahun karena ane dapat ide fic baru jadi ini kgk ke urus

sekali lagi mohon maaf mungkin setelah UAS ane akan Update fic ini beserta fic lain

Terima kasih bagi yang udah review, fav, dan follow

Oke segitu aja selamat membaca ^_^


Previously

"Aku akan mencoba apa yang aku bisa untuk menyelamatkan duniamu." Kata Akio

"Terima kasih! Aku tidak berhak menaru permintaan ini padamu, tapi aku tidak mempunyai seseorang untuk dimintai tolong…"

"Seperti yang kubilang aku akan mencobanya."

"Sebelum aku lupa, aku ingin mengetahui nama yang telah merespon permintaanku."

"Namaku Akio Takahashi, salam kenal."


(Play Justifaiz by ISSA)

Hirogaru uchuu no naka Can you feel?
Chiisa na hoshi no hanashi wo shiyou

Tell me the truth shinjite 'ta mirai ga
Kuzuresarou to shite 'ru

Kanashimi wo kurikaeshi
Boku-ra wa doko e yuku no darou?

Ima hitori-hitori no mune no naka
Me wo samase The time to go
Tsuyoku aru tame ni
Mata mamoru koto to tatakau koto
Dilemma wa owaranai… hashiri-tsuzukete mo
End justifaiz the means


Chapter 02

Akio tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Dia melihat-lihat sekitarnya dan sekarang ini dia berada di kamar seseorang.

'Kenapa kamar ini…semuanya pink?' Pikir Akio sambil merasa gemetaran.

Dinding kamar tersebut dicat pink, tirai dekat jendela berwarna putih dengan design jahitan hati pink, dan selimut yang sedang di pakainya berwarna pink.

Saat Akio terus melihat kamar yang…semuanya berwarna pink, Akio mendengar rintihan kecil yang lembut di sebelahnya langsung berbalik dan melihat wajah seorang gadis di dekatnya.

'Bagaimana dia bisa disini? kenapa kami berada di ranjang yang sama? Dan kenapa dia sangat dekat denganku!?' Teriak Akio di pikirannya.

Gadis itu mengenakan hoodie putih dengan ujung di lengan dan di daerah pinggang yang berwarna ungu dengan dua garis ungu, dua garis biru muda mengalir di lengan, lapisan hood, dan bawah pusat di mana Akio melihat beberapa ritsleting yang berbentuk lingkaran dengan kurva ungu N; ada dua colokan untuk tali hoodie, dan dua saku besar dengan objek melingkar besar dengan ungu Xs. Dia juga mengenakan kalung putih polos, lip rambut warna putih yang terlihat seperti directional pads, stocking ungu dan putih, dan sepatu ungu dengan aksen biru dan putih.

Akio sedikit kesulitan bergerak kerana tangan gadis itu memegang pinggangnya. Tiba-tiba suara alarm yang dekat dengan ranjang mulai berbunyi, Akio mencoba mematikan alarm tersebut dan ketika alarm tersebut dimatikan gadis tadi mulai terbangun.

"Diaaammm! Oh, sial apa aku merusak sesuatu? Dimana aku? Kamarku…?"

Saat gadis itu mulai duduk, perlahan dia membuka matanya yang warna ungunya berbeda dari warna ungu rambutnya, dia melepaskan tangan Akio, melihat sekitar kamar, dan kemudian menyadari remaja laki-laki yang berada di sebelahnya.

"Hey, siapa kau? ini kamarmu? *Gasp* apa kau seseorang yang suka dengan warna pink?"

"Aku tidak suka warna pink!" Teriak Akio. Hanya itu jawaban yang dapat dipikirkannya

"Maaf, aku tidak tahu kalau kau orang yang sensitive tentang orang yang bertanya tentang kamarmu dan juga kau suka warna pink." Kata gadis berambut ungu. Ini membuat Akio kesal dan dia menatap gadis tersebut.

"Pertama ini bukan kamarku, yang kedua aku tidak suka warna pink, dan yang ketiga siapa kau?"

Beberapa saat kemudian gadis tersebut menyadri bahwa dia sedang berbagi ranjang dengan Akio.

"Hey, apa yang kau lakukan di ranjang denganku? Aku menunggu sebuah penjelasan!"

"Bagaimana aku tahu? Aku baru saja terbangun dan mencoba pergi tapi kau menghalangiku untuk pergi." Kata Akio

Mata gadis itu menatap setengah terbuka

"Heh, seperti aku akan percaya pada cerita itu. *Gasp* Kau melakukan apa yang ingin kau lakukan padaku kan?! Hentai! Apa yang ingin kau lakukan padaku? Apapun yang kau lakukan sebaiknya kau batalkan!"

"Aku tidak melakukan apapun padamu, Chibi!" Kata Akio.

"Sepertinya kalian sudah bangun tukang tidur." Terdengar suara gadis lain

Gadis ini memiliki kulit terang dan mata berwarna pink. Rambutnya berwarna light-cream pink yang panjang dan melengkung. Di belakangnya mengenakan ikat kepala hitam dengan C patch. Dia mengenakan wol tan-putih gaya tank-top dengan leher besar dan lengan terikat dan gaya sepatu bot yang cocok, tapi dengan pita kecil di bagian atas. dia juga memakai rok kotak-kotak merah, kalung hitam dengan hati kecil di atasnya, kaus kaki lutut coklat hitam dengan cahaya merah muda dipotong hati frill, dan sering membawa ikat pinggul hitam yang mengitari pinggulnya dengan C di atasnya, dan tombol berbentuk hati.

Tampaknya gadis aneh itu melupakan keberadaan Akio untuk beberapa saat

"Um ini bukan kamarku huh? Ini kamarmu? mengapa aku terselip di tempat tidurmu?"

"Well, mari kita lihat. Ini semua terjadi semalam. Aku sedang melihat ke atas langit dan melihat sebuah bintang jatuh. Dan itu dirimu." Kata gadis berambut pink.

"Aku adalah bintang jatuh? Apa kau menghentak tali hoodieku? Aku jatuh dari langit?" Tanya gadis berambut ungu.

"Tapi, bagaimana aku berada di ranjangmu?" Tanya Akio.

"Aku menemukanmu tidak sadarkan diri bersamaan ketika aku menemukannya menabrak bumi seperti tombak ." Jawab gadis itu sambil menunjuk gadis berambut ungu.

"Kemudian aku membawa kalian berdua kesini karena kalian berdua sedang pingsan." Lanjut gadis itu sambil tersenyum sopn.

"Semuanya kau lakukan sendiri? Itu keren dan terima kasih! Kau jauh lebih kuat dari kelihatannya." Kata gadis berambut ungu

Bahkan Akio harus mengakui dia cukup terkesan dengan gadis ini, walaupun dia simpan dalam dirinya. Jika gadis ini mampu membawa 2 orang yang sedang tidak sadarkan diri oleh dirinya sendiri maka dia cukup kuat.

"Tentu saja. Aku adalah seorang perawat dalam masa pelatihan. Mengankat badan yang lemas merupakan bagian dari latihan kami, jadi aku sudah terbiasa! Namaku Compa, um…"

"Oh, namaku Neptune. Compa huh? Baiklah, aku akan memanggilmu…Com…uh…terserah. Compa lebih baik." Kata gadis berambut ungu.

"Senang bertemu denganmu, Nept-…Neppee-… Ne-pelvis… Nep…tumor… W-wahh…" Kata Compa mencoba mencari nama panggilan untuk Neptune membuat Akio sweetdrop.

"Oh, apa ini membuatmu bingung? Baiklah, kau bisa memanggilku Neptuna, Nep-Nep, Neppermint, atau yang lainnya."

Selama dua gadis sedang berbincang, Akio tersadar dengan nama Neptune yang langsung menarik perhatiannya.

'Dia bukan gadis yang harus aku cari kan?' Pikir Akio yang meilhat Neptune.

"Baiklah, aku pilih Nep-Nep saja."

Saat Akio masih berpikir, Neptune dan Compa melihatnya dengan ekspresi penasaran yang membuat Akio tersadar kalau dia belum memperkenalkan dirinya.

"Namaku Akio Takahashi, panggil saja Akio dan jangan memberiku nama panggilan yang aneh Neptune." Kata Akio sambil sedikit memelototi Neptune.

Neptune yang membuka mulutnya kembali ditutup saat dia melihat tatapan Akio dan entah kenapa membuatnya sedikit takut.

"Kalau begitu sekali lagi senang bertemu dengan kalian Nep-Nep, Akio-kun." Kata Compa sebelum berjalan sedikit.

"Umm…maafkan aku, aku hanya punya satu tempat tidur. Aku ingin menempatkan kalian berdua di tempat tidur yang terpisah tapi…"

Sekarang Akio mengerti bagaimana dia berada ditempat tidur yang sama, kemudian dia mengingat kembali tuduhan Neptune sebelumnya.

"Compa-san sebagai seorang perawat, kau sering mengcek kami pada satu point kan. Apa kau melihat sesuatu yang terjadi saat kau disini?"

"Aku pikir tidak…oh yeah! Aku melihat banyak pergerakan di tempat tidur."

Neptune menunjukkan jarinra kearah Akio.

"Aku tahu! Kau memang orang mesum!"

"Tapi Akio-kun sedang tidak sadarkan diri."

Neptune berhenti menunjukkan jarinya dan melihat kearah Compa sementara Akio menunjukkan ekspresi penasaran.

"Apa yang sebenarnya terjadi Compa-san?" Tanya Akio.

Sekarang wajah Compa mulai merah padam dan lebih berseret kesekitar.

"Ya…aku melihat Nep-Nep mulai meringkuk ke Akio-kun, kemudian dia menjilat telinga Akio-kun setelah itu menjilat bibirnya…dan mulai menggosok dirinya sendiri berlawanan dengan Akio-kun…terlihat dia mencoba untuk melepaskan…bisa dikatakan dia mencoba untuk melakukan hubungan intim."

Wajah Neptune memerah dari telinga ke telinga setelah mendengra penjelasan Compa.

"Tidak mungkin…apa benar aku melakukan semua itu?"

Compa hanya merespon dengan anggukan terlalu malu memberikan respon lisan. Sementara Akio yang telah mengetahui apa yang terjadi wajahnya sedang memerah.

"Sepertinya tuduhanmu telah menjadi boomerang." Kata Akio dengan nada dingin.

"Ayolah itu sebuah kecelakaan! Dan kita sedang tertidur! Kau harus memaafkanku! Please!" Mohon Neptune.

Akio menyipitkan matanya.

"Kenapa aku harus memaafkan orang mesum sepertimu?"

Gadis berambut ungu hanya mengaruk di belakang rambutnya dengan senyum yang malu-malu.

"Karena aku manis, menawan, dan tidak bersalah?"

'Gadis ini bukan manusia.' Pikir Akio, kemudian dia mendesah tidak ingin memperpanjang masalah lagi.

"Aku akan mencari udara segar." Kata Akio, kemudia dia langsung keluar dari kamar Compa meninggalkan Neptune dan Compa. Sementara Compa akan memeriksa keadaan Neptune.

"Ngomong-ngomong, aku menyadari kau terluka dimana-mana. Biarkan aku menangani ini dengan cepat." Kata Compa.

"Oh yeah, aku agak lecet huh? terima kasih perawat dalam masa pelatihan, aku mempercayaimu dengan tugas penting!" Kata Neptune.

"Tentu, tapi aku baru melakukan ini…dan aku tidak terlalu pintar…dan perbannya lepas." Kata Compa

"Lukamu tidak terlalu buruk." Kata Compa melanjutkan pemeriksaan.

"Tapi luka goresnya perlu diobati. Setelah itu akan aku lilit perbannya, ini mungkin sedikit sakit tapi coba ditahan. Berapa banyak perban yang harus aku gunakan? Sedikit? Banyak?"

"Hmm, gunakan semuanya." Saran Neptune.

"Lilit aku dengan erat agar tidak lepas, selain itu akan percuma saja jika mereka tidak bertahan."

"Oke, kalau begitu, aku akan hanya menggunakan apa yang aku miliki. Tolong katakan saja jika terlalu ketat."


Akio keluar rumah Compa dan mencoba untuk menjernihkan kepalanya, semenjak dia mengetahui bahwa gadis yang tidur dengannya adalah Neptune. Tapi Akio mencoba untuk mengikuti jejak kaki Compa semalam untuk menemukan tempat dimana Akio dan Neptune tidak sadarkan diri.

Dia berpikir ada sesuatu yang hilang, beberapa saat kemudian dia melihat sebuah tas yang tidak asing baginya. Akio segera berlari untuk melihat tas tersebut yang ternyata itu adalah tasnya.

"Pantas saja aku merasa ada yang hilang dan kebetulan sekali masih ada disini." Kata Akio sambil mengambil tasnya.

"Aku tidak mengira bahwa bahwa gadis itu adalah Dewi, apa mungkin Histoire salah tentang deskripsi gadis itu?" Tanya Akio walaupun dia tahu dia bicara sendiri sampai dia mendengar ada yang menjawabnya.

"Kau tidak salah tentang gadis itu Akio-san, dia memang Neptune." Jawab Histoire.

"Histoire!? Bagaimana kau bisa.." Akio tidak melanjutkan kata-katanya.

"Sudah kubilangkan, aku akan menghubungi jika kau sudah sadar."

"Walaupun begitu apa kau yakin dia adalah Dewi? Dari sikapnya dia tidak seperti yang kubayangkan." Kata Akio.

"Aku minta maaf jika dia berkelakuan seperti anak kecil, tapi dia memang seorang Dewi dan aku mohon tolong bantu dia untuk membebaskanku." Kata Histoire.

"Sudah kubilang padamu aku akan mencobanya untuk membebaskanmu dan menyelamatkan dunia ini."

"Terima kasih Akio-san dan sepertinya waktuku untuk menghubungimu sudah hampir habis dan sebelum aku lupa aku membuat semua barang-barangmu berfungsi di dunia ini." Kata Histoire.

Akio yang mendengar itu langsung membuka tasnya dan menyentuh Faiz Driver. Saat menyentuhnya dia terkejut bahwa beltnya asli.

"Bagaimana mungkin ini asli?" Tanya Akio.

"Setidaknya itu yang bisa aku lakukan untuk melindungi dirimu sendiri." Jawab Histoire.

Saat Akio melihat isi tasnya dia sedikit terkejut dia kehilangan beberapa senjatanya yaitu Faiz Edge, Faiz Axel Watch dan Faiz Blaster dan yang sekarang dia punya adalah Faiz Driver berserta Faiz Phone, Faiz Shot dan Faiz Pointer.

"Hebat, sekarang aku kehilangan beberapa koleksiku." Kata Akio sambil menghela nafas.

"Maafkan aku tapi, beberapa barangmu sepertinya tersebar di Gamindustri saat aku mencoba membuatnya dapat berfungsi." Kata Histoire.

"Tidak apa-apa, pasti aku kan menemukan sisa dalam perjalanan ini." Kata Akio.

"Kalau begitu sampai jumpa lagi Akio-san." Kata Histoire dan setelah itu Akio tidak dapat mendengar suaranya lagi.

"Jika ini memang asli aku akan mencobanya." Kata Akio sambil menekan tombol dengan 3 urutan yang berbeda.

1-0-3

Lalu dia menekan tombol Enter.

SINGLE MODE

Akio pun menembak sebatang pohon bertubi-tubi sampai amunisinya habis. Dia sdikit terkejut karena yang dikatan Histoire memang benar. Kemudian dia mengenakan beltnya lalu menekan lagi tombol dengan urutan yang sama seperti saat dia di Rider Convention.

5-5-5

Lalu dia menekan tombol Enter.

STANDING BY

Lalu Faiz Phone mengeluarkan suara seperti dalam keadaan 'STAND BY'. Kemudian Akio mengangkat Faiz Phone keatas seperti pose Inui Takumi.

"Henshin." Kata Akio meletakkan Phonenya pada slot yang ada dibeltnya dan memposisikan Phone tersebut ke samping.

COMPLETE

Kemudian garis merah muncul dan menjalar ke seluruh tubuh Akio lalu garis merah tersebut bercahaya beberapa detik, setelah cahaya itu hilang Akio mengenakan armor yang sama seperti Kamen Rider Faiz.

"Mengagumkan…" Kata Akio sambil melihat sarung tangannya dan menyentuh armornya.

"Aku tidak percaya…sekarang aku seorang Kamen Rider. Sepertinya jika seperti ini aku mempunyai perjalan yang panjang untuk membantu Neptune, menemukan Histoire dan menyelamatkan dunia ini." Kata Akio.


"Huh? Nrrg, t-tahan, pelan-pelan! Hati-hat-"

"Aku tidak ingin perbannya longgar atau kau akan tersandung! Hmph, hah! Di sana."

"Ahh-guuuuh-wooooo! Ini terlalu ketat. Tidak bisa bernafas, tidak bisa…membuat…komentar lagi."

"Huh? Apa yang sedang Terjadi?" Tanya Akio saat dia mendengar suara teriakan. Dia membatalkan perubahannya dan segera menuju ke rumah Compa.

"Nep-Nep? …apa aku melilitnya terlalu ketat? Tolon tahan dirimu. Aku akan melepaskan lilitannya sekara-ahh!"

"Apa yang terjadi?" Tanya Akio saat dia terburu-buru membuka pintu dan melihat sesuatu yang dapat membuat para kaum pria mimisan.


Akio langsung memalingkan tubuhnya untuk menghindari awkward moment yang moment itu adalah Neptune tidak mengenakan apa-apa kecuali perban dan Compa tidak membantu sama sekali.

"Kenapa aku harus terjebak pada situasi ini?" Tanya Akio pada dirinya sendiri.

"Ini ketat sekarang! Kau hanya menjeratku…HENTIKAN! Berikan aku gunting…berikan sekarang!" Kata Neptune meminta.

Akio yang mendengar Neptune segera mengambil gunting dan memberikannya pada Neptune.

"Ini, apa kau memerlukan bantuan?" Tanya Akio tetap mengalihkan pandangannya.

"Terima kasih, tapi aku akan melakukannya sendiri…" Jawab Neptune.

"Baiklah." Kata Akio

Dia pun menyerahkan guntingnya kepada Neptune dan segera keluar dari ruangan sebelum Neptune menggunting perbannya dan segera mengenakan pakaian.


Setelah Neptune berpakaian penuh, Akio masuk lagi ke ruangan lagi lalu dia melihat jarum suntik yang besar bersandar di dinding membuatnya sedikit merinding membayangkan jika disuntik menggunakan jarum sebesar itu dan dia menyadari dia tidak mau memikirkannya.

"Ahem, ngomong-ngomong aku berpikir saat kau melilitku dengan perbudakan…aku berada dimana?"

"I-Itu namanya perban bukan perbudakan! Kita berada di pusat kota Planeptune." Jawab Compa

Neptune terlihat sangat bingung setelah mendengar jawaban Compa

"Planep…tune? Hmmm, okay, aku mengingat seseorang menyebutnya dunia bawah?"

"Yeah, itu sangat tepat. Ini adalah salah satu daratan utama di bawah Celestia." Kata Compa

"SALAH SATU DARATAN? Jadi ada beberapa daratan?" Tanya Neptune terkejut, walaupun Akio tidak mengatakannya, tapi dilihat dari ekspresinya dia juga terkejut.

"Ya, Ada empat daratan utama mengambang sekitar. Kadang-kadang mereka datang dekat satu sama lain dan hanyut. Ingat?"

"…Tidak, sama sekali tidak. Planeptune? Daratan? Sama sekali tidak ada dikepalaku." Jawab Neptune

Compa melihat Neptune dengan daya tariknya.

"Mungkin kau menderita amnesia. Aku belum pernah melihatnya secara langsung. Mungkin kepalamu terbentur sesuatu…"

"Apakah ada obat atau semacamnya?"

'Dewi ini tidak hanya membuatku gila tapi dia juga terkena amnesia! Aku harap Riku dan Kouta ada disini.' Pikir Akio

"Tidak untuk amnesia, biasanya hanya sementara. Aku yakin ingatanmu pasti akan kembali. Kakekku selalu berkata 'Fancy may kill or cure!' tidurlah, santai saja, dan dalam waktu singkat kau pasti lebih baik."

Kemudian perawat dalam masa pelatihan berbalik dan melihat Akio

"Akio-kun apa kau mengingat sesuatu?"

Akio berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Compa

"Aku tidak kehilangan ingatanku. Aku hanya tersesat dalam perjalan sebelum akhirnya aku tidak sadarkan diri." Jawab Akio. Meskipun alasannya tidak masuk akal tapi hanya itu dapat dipikirkannya. Dia masih belum siap memberitahu kebenarannya.

Setelah menjawab pertanyaan Compa Akio menyadari Neptune melihat kearahnya walaupun dia tidak yakin apa yang dilihatnya.

"Wow…itu sangat menyedihkan." Kata Compa

"Kau pasti membawa barang yang ringan sebelum pingsan." Kata Neptune

Compa mengembalikan perhatiannya ke Neptune

"Tapi Nep-Nep kau harus segera tidur. Kau akan segera lebih baik."

"…Segera Tidur? Aku merasa seseorang memintaku melakukan sesuatu saat aku tidak sadarkan diri…"

Setelah beberapa saat terdiam, Neptune tersentak

"Yeah! Seseorang meminta bantuan…dalam mimpiku."

"Dalam mimpimu?" Tanya Compa yang di balas anggukan si gadis berambut ungu

"Kalau begitu itu tidak nyata."

Sementara Akio apa yang terjadi. Histoire berbicara padanya sebelum dia dibawa ke dunia yang ini

"Oh, kau tidak akan pernah tahu! Ini benar-benar sangat aneh…aku yakin itu, seseorang dari jauh seperti 'pa-choo'" Neptune membuat gerakan aneh pada point ini dengan 'sound effect'

"Dan mengirimku pesan telepati kau tahu?"

"Umm…Compa-san aku pikir Neptune mengatakan yang sebenarnya karena aku juga mempunyai mimipi yang hampir sama sebelum aku pingsan dan ini bukan kebetulan." Kata Akio

"Itu mungkin ... Sebenarnya, banyak tempat, termasuk Planeptune, sedang terancam oleh monster yang semakin banyak akhir-akhir ini. Pasukan militer gagal agar mereka tidak muncul ... Kami hanya bisa membela diri dan menjaga mereka di teluk sekarang." Kata Compa yang menjelaskan situasinya dengan ekspresi sedih dari wajahnya

"Lalu…pasti ada karakter boss yang membangkitkan semua monster itu di suatu tempat di dunia ini! Aku yakin misi kita adalah untuk pergi dan mengalahkan boss itu dan menyelamatkan dunia." Kata Neptune membuat Akio sweetdrop

"Misi kita?" Tanya Akio

"Yeah, kau dan aku! Kita satu-satunya yang akan bertim dan menyelamatkan dunia." Kata Neptune.

"Kau mungkin benar tentang bossnya, tapi tidak seorang pun yang melihat atu mendengar tentang itu. Bagaimana kau akan mencarinya? Ini tidak rasional, berbahaya dan benar-benar mustahil." Balas Compa

"Tidak akan ada yang mengalahkan boss itu jika kita hanya duduk disini kau tahu? Seseorang harus berinisiatif! Itu aku dan Akio! Plus aku tidak bisa mengabaikan ini saat aku telah mengetahuinya. Apa kau pernah mendengar 'strike while the iron's hot'?"

Perkataan Neptune tadi membuat Akio merasa kagum melihat betapa seriusnya Neptune sekarang.

"Aku yakin kakek mengatakan sesuatu seperti itu. Ya itu benar. Aku ingin menjadi perawat untuk menyelamatkan orang. Jadi, mengapa menyelamatkan orang yang terluka tapi tidak yang teramcam oleh monster? Maaf jika aku berkata kasar tadi! Nep-Nep, Akio-kun, aku tidak kuat tapi aku akan membantu kalian. Tiga lebih baik dari dua."Kata Compa

"Kau akan membantu kami? Tapi bukannya kau harus sekolah? Kau sedang tidak liburan di pertengahan musim panas kan?" Tanya Neptune

"Itu benar, tapi… penduduk kota ini telah menurun akibat monster memakan mereka. Para murid meninggalkan sekolah karena takut, jadi itu ditutup untuk saat ini. Kelas ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut."

"Oh itu menyebalkan, tapi itu berarti kau dapat bergabung dengna kami kan? Goodie! Ayo mencari dungeon dimana bossitu telah menunggu."

Neptune menoleh perhatiannya ke Akio

"Kau juga akan membantuku kan?"

Akio tahu dia akan menyesali ini, tapi setelah mendengar cerita dari Compa dia tidak bisa diam, belum lagi sekarang dia juga sudah menjadi Kamen Rider di dunia ini dan apa gunanya dia menjadi Kamen Rider jika dia tidak mau menyelamatkan orang-orang. Plus dia juga sudah berjanji akan membantu Neptune dan membebaskan Histoire.

"Baiklah aku akan membantumu karena aku sudah berjanji akan membantu dalam perjalananmu tapi untuk sekarang kita beristirahat terlebih dahulu." Kata Akio

"Tapi mengapa?" Tanya Neptune sambil cemberut

"Kalau sekarang kondisi kita tidak memungkinkan, jadi kita perlu istirahat agar dalam kondisi prima." Kata Akio

Meskipun kurang suka tapi Neptune menuruti perkataan Akio, tapi entah mengapa Neptune merasakan sesuatu yang aneh saat melihat Akio walaupun tidak yakin apa itu.


Yosh sekian chapter sekarang tolong jika bisa berikan pendapat minna-san

tapi jangan FLAME

Sampai Chapter depan