Author : Miss Galaxy (Laxy)
.
.
Title : Pink Romance Chapter 2
Cast :
Kim Jong In a.k.a Kai
Do Kyung Soo a.k.a Kyungsoo
And other cast
Rate : T
Genre : Gender Switch/GS, Romance, Fluf, School Life
.
.
.
KazekageLaxy present;
Karna saya seorang Kazekage, jadi semua cerita adalah milik saya secara SAH! XDD
DON'T READ IF YOU DON'T LIKE!
Riview?
Thanks All {}
.
.
Enjoy! And Happy Reading ^^
.
.
.
Xiumin hampir menjerit saat mendapati sosok Jongdae tengah bersandar didinding samping pintu saat gadis itu memutar kenop, gadis itu mendelik pada lelaki berwajah kotak yang kini malah terkekeh pelan sebagai reaksi.
"Morning heart," Sapanya dengan senyum culas, kakinya tersilang dengan kedua tangan terlipat didepan dada. Gaya kakak senior yang sook cool –meski Xiumin mengakuinya– Wanita berpipi tembam itu mendengus.
"Ada apa? membuatku kaget saja," Ucapnya dengan pipi mengembung lebar. Bagaimana tidak? Saat dirinya sedang pusing tuju keliling memikirkan progam MOS yang masih belum kelar dipagi buta ini, dia malah dibuat terkejut! Siapa coba yang tidak sebal?
"Lebih baik kau membantu persiapan untuk MOS hari ini, dari pada menggangguku. Ish!" Xiumin mendengus dan gadis itu akan beranjak pergi jika saja tangan sialan lelaki yang notabe pacarnya itu tidak menahannya.
"Kau marah babe,"
"Sudah tahu marah, kenapa membuatku semakin kesal?" Jongdae terkekeh, lelaki itu mengangkat tangannya mengusap pipi gadisnya dengan gemas. "Jangan terlalu memaksakan diri hm, nanti kau jatuh sakit lagi." Xiumin menghela nafas, meski kekasihnya kadang kala menyebalkan, namun ada pula saat dimana dia sangat perhatian. Gadis itu menatap dalam pacarnya sebelum berjinjit dan mengecup bibir Jongdae.
"Omo!"
Keduanya melepaskan pagutan dan tersentak saat mendapati salah seorang junior tengah menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa.
"Oh, tamatlah wibawaku." Sesal Xiumin karna didapati tengah berciuman disekolah oleh adik kelas.
.
.
Cute Pororo
'YAK! Berhenti memanggilku dengan sebutan menggelikan itu KimKJM ! AKU MARAH !'
.
.
KimJ : Pagi :D
Cute Pororo : Pagi juga Misterius Man :P
KimJ : Ck! Aku punya nama,
Cute Pororo : Benar. Tapi tidak pernah kau beritahukan padaku, yasudah aku memanggilmu dengan sebutan itu saja :P
KimJ : Dasar Pororo! Bagaimana dengan sekolahmu?
Cute Pororo : Menyenangkan. Aku masuk kedalam kelas unggulan dan mendapatkan teman baru, dia cantik dan namanya Baekki.
KimJ : Syukurlah. Ada yang menarik disekolah itu?
Cute Pororo : Huh?
KimJ : -_- Adakah yang menarik disekolah itu selain hal tadi? Yeah, maksudku kaukan sedang dalam masa Orientasi. Bagaimana dengan Senior?
Cute Pororo : Uh, itu. Mereka semua sangat galak :3 Tapi tenang, ada salah satu senior yang sangat menarik .
KimJ : Oh, benarkah? Siapakah dia? pasti dia sangat tampan,
Cute Pororo : TAMPAN! KEREN! POKOKNYA PERFECT *Capslockjebol* :P
KimJ : Yeah, mungkin 10 ; 11 denganku :P
Cute Pororo : Mana mungkin? Jangankan menggunakan foto asli, kau bahkan tidak memberitahukan nama, umur dan alamat sekolahmu padaku. Hei, ganti gambar anime naruto itu dari PPmu.
KimJ : Namaku KimJ okay? Dan masalah PP, aku takut jika menggunakan foto asli, kau akan jatuh cinta padaku. Lalu masalah umur dan sekolah, belum saatnya kau tahu. Sudah ya, aku harus off~ Semoga harimu menyenangkan Cute Kyungsoo {}
Blush!
Pipi gembul Kyungsoo merona melihat emotikon terakhir dari teman chatnya yang lumayan lama dia kenal disosmed tersebut, gadis itu menggelang kemudian buru-buru mengetik balasan karna dia sudah mencapai gerbang sekolah. Well, memang sedari tadi Kyungsoo berfacebook ria sambil berjalan menuju sekolah.
Cute Pororo : Curang! Kau bahkan tahu namaku T.T Yasudah, aku sudah sampai sekolah, sampai nanti misterius man..
Dia tak mau memberikan emotikon apapun, dia malu. Gadis manis itu segera menyimpan ponselnya disaku rok sebelum melangkah dengan ceria menuju kekelasnya. Hari yang masih pagi membuat sekolah cukup sepi. Apalagi saat ini seluruh murid kelas sebelas dan duabelas sengaja diliburkan karna kepentingan MOS anak kelas sepuluh. Tentu saja, Kyungsoo memang sengaja datang pagi-pagi karna dia harus membantu Mino membuat madding. Gadis itu baru saja akan memasuki lorong jika saja dia tidak melihat pemandangan 'ehem' dipagi hari.
"Omo!" Kyungsoo yang polos tanpa sadar memekik, membuat dua manusia berbeda jenis kelamin –yang ternyata Senior galak bernama Xiumin dan Jongdae itu menoleh, dan aktifitas berciuman keduanya berhenti– Kyungsoo jadi serba salah sendiri. Dia takut jika mengganggu kegiatan seniornya tersebut, tapi dilain sisi dia sangat malu. Wajahnya memerah padam sampai ketelinga. Astaga! Seumur-umur baru kali ini dia melihat adegan berciuman secara Live –biasanya dia melihat didrama TV – Omo!
"Ma..maafkan aku sunbae.." Kyungsoo membungkuk berulang-ulang sebelum akhirnya berlari kecil meninggalkan Xiumin yang frustasi dan Jongdae yang terlihat santai.
Kyungsoo sampai dijung lorong, gadis itu berhenti dengan lutut menekuk sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan efek sehabis berlari. Padahalkan bukan dia yang berciuman, lalu kenapa dia yang malu? Aish! Apa mungkin karna Kyungsoo belum pernah berciuman kali ya? Kkk!
"Hei, sedang apa?" Seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan gadis itu terjengkit kaget, matanya yang bulat itu semakin membulat saja. Dan orang yang baru saja menepuk pundaknya itu terkekeh meliat ekspresi lucu Kyungsoo.
"Kau tak apa?" Tanya lelaki didepannya dengan senyum manis. Kyungsoo mengangguk dan gadis manis itu mengedip-ngedip menatap lelaki didepannya ini. Uh, dia seperti pernah bertemu dengan lelaki ini sebelumnya.
"Namaku Ken." Lelaki itu mengulurkan tangannya dengan senyuman manis. "Aku lelaki yang menyentuh pitamu kemarin." Oh! Benar juga, dia lelaki yang membantunya saat dilapangan kemarin, Kyungsoo menerima ulurannya dengan senyum yang tidak kalah manis pula.
"Namaku Kyungsoo."
"Oh. Kau datang pagi sekali, pasti mengerjakan madding ya?"
"Yep, benar! Kau juga?" Ken mengangguk.
"Ayo kekelas," Ken melangkah pelan dan gadis manis itu mengikutinya. "Aku dikelas sepuluh C! kau?"
"Sepuluh A,"
"Wah hebat, kau pasti pintar!" Kyungsoo tersenyum malu, gadis itu menggelang dengan pipi memerah dan Ken yang melihat itu tertawa kecil. Keduanya masih asik tertawa jika saja sosok Kai tidak datang dari arah yang berlawanan, lelaki itu menyerngitkan dahinya melihat salah satu 'anak kelasnya' bersama anak dari kelas lain.
"Sunbae," Ucap Kyungsoo dan Ken hampir bebarengan, keduanya membungkuk kecil. Dan entah kenapa hal itu malah menimbulkan ketidak sukaan pada Kai.
"Apa yang kalian lakukan?" Kalimat itu dilontarkan dengan nada dingin plus wajah datar. Kyungsoo yang melihat ekspresi itu langsung menunduk, gadis manis itu gugup bukan main karna sedari tadi ekor mata ketua OSIS itu menatapnya.
"Hanya kebetulan akan menuju kelas bersama sunbae, aku mengenalnya." Jawab Ken.
"Siapa yang memegang kelasmu?" Tanya Kai.
"Uh, Chanyeol sunbae."
"Kembalilah kekelasmu," Kyungsoo mendongak menatap Kai yang memasukkan sebelah tangannya kedalam saku sementara tangan yang lain mengusap rambutnya yang masih basah kebelakang. NEPTUNUS! Betapa inginnya Kyungsoo untuk mimisan saat ini juga, gadis itu diam-diam merona melihat betapa berkharismanya Kai, bahkan hanya dengan hal kecil seperti mengusap rambut. "Dan kau Kyungsoo," Kyungsoo tersentak saat Kai menatap tajam kearahnya, gadis itu menelan salivanya gugup.
"I-iya sunbae?"
"Ikut aku! Kau harus segera menyelesaikan pembuatan madding kelas."
"Baik!" Kyungsoo menangguk patuh, dia menatap teman barunya dengan ekspresi menyesal. "Ken, aku duluan ya. Byee.." Kyungsoo melambai kecil pada lelaki yang kini balas melambai kearahnya. Kemudian gadis itu setengah berlari mengejar sosok Kai yang sudah berjalan terlebih dahulu. Keduanya sampai dikelas yang kebetulan sudah ada beberapa murid. Mino, Baekhyun dan Taehyun selaku pengurus kelas sudah datang.
"Pagi sunbae," Ucap mereka serempak. Kai hanya mengangguk pelan kemudian menatap Kyungsoo.
"Kau sudah menyelesaikan puisinya?"
"Sudah sunbae,"
"Biar Kulihat." Kyungsoo membuka tas punggungnya kemudian menyerahkan lima lembar kertas print out pada Kai. Lelaki itu menatap lembaran didepannya dan berdecak kecil, membuat Kyungsoo merasa was-was.
"Seharusnya menggunakan tulisan tangan Kyungsoo,"
"Uh? Maksud sunbae?" Kai membanting kertas print out itu keatas meja dengan kasar, membuat manusia didalam kelas itu menghentikan kegiatannya sejenak demi menatap apa yang terjadi.
"Tim penilai akan mengurangi poin jika semua tulisan ditulis secara instan. Kau harus menulisnya langsung Do Kyungsoo!" Kyungsoo menunduk sambil menggigit bibir bawahnya kuat. Apa ini sosok ketua OSIS jika sedang marah?
"Ma..maaf sunbae. Kukira kriterianya bebas."
"Itu menurutmu kan? Sekarang kau tulis ulang semua ini menggunakan tulisan tangan, mengerti?" Lelaki itu kembali berdecak, Baekhyun yang melihat teman baiknya terkena marahpun maju mendekat.
"Sunbae, biar aku saja yang menulis," Baekhyun mengusulkan diri untuk membantu, namun Kai malah mengeluarkan tatapan remeh.
"Dan membiarkan Kyungsoo tak melakukan apapun sementara kau mendapat pekerjaan tambahan?"
"Aku tak masalah kok sun-"
"Aku ingin Kyungsoo yang menulis semua itu. bukankah itu sudah tugasmu huh? Lima belas menit lagi aku akan kembali dan kuharap aku mendapat hasil yang baik Do Kyungsoo.." Kai menatap sekilas kepala Kyungsoo yang tertunduk sebelum melangkah pergi dari kelas tersebut. Baekhyun segera mendekati Kyungsoo yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Kau taka pa?" Tanya Baekhyun khawatir. Kyungsoo menggelang mengatakan dia Okey, namun tak dipungkiri jika gadis manis itu hampir menagis.
"Jangan diambil hati Do Kyungsoo, ini masa Orientasi. Kau harus ingat jika kita ini sebagai junior yang masih diuji, kita dalam masa tes apakah kita mampu bertahan disini. Kita masih punya beberapa hari untuk menghadapi keegoisan para senior. Lebih baik sekarang kau mulai mengerjakan apa yang dia inginkan atau masalah akan bertambah lebar." Mino yang kemarin sempat menolak menjadi ketua kelas angkat bicara, lelaki itu menatap Kyungsoo serius sementara teman-teman yang lain melongo tidak percaya karna percaya atau tidak, aura kepemimpinan baru saja terlihat saat dia mewejangi Kyungsoo barusan. Gadis manis itu mengusap matanya dengan punggung tengan sebelum mengangguk dan mulai duduk disembarang kursi dan menulis ulang puisi miliknya. Baekhyun yang merasa kasihan menawarkan bantuan, namun Kyungsoo menolak dengan alasan bahwa nanti Kai akan tambah marah, maka dari itu Kyungsoo mulai mengerjakannya dengan hati-hati dan penuh perasaan. Hal ini bukan sepenunya kesalahannya, andai Kai memberitahu, pasti Kyungsoo akan menulis tangan, bukan memprint out.
'Hiks..ternyata dia sangat galak! Hueee…' jerit Kyungsoo dalam hati.
.
.
Kai orang yang tepat waktu. Karna lima belas menit kemudian Kai benar-benar datang memasuki kelas masih dengan ekspresi yang sama. Lelaki itu langsung memeriksa semua pekerjaan hoobaenya. Mulai dari Mino yang sedang melukis papan madding, Taehyun yang menggunting-gunting gambar, Baekhyun yang membuat origami bintang, Bobby yang membuat bangunan 3D dan Kyungsoo yang masih berkutat menulis dimejanya, lelaki itu mendekat kearah Kyungsoo.
"Selesai?" Kyungsoo mendongak dan sedikit tersentak karna kaget, hei dia tidak merasakan hawa kehadiran Kai saking seriusnya.
"Sun..sunbae. anu, masih satu kertas lagi.." Jawab Kyungsoo menunduk dan gadis itu kembali pada pekerjaannya dengan rasa gugup yang luar biasa. Pasalnya posisi Kai terlalu dekat dengannya, lelaki itu berdiri tepat dibelakangnya dengan posisi punggung yang agak membungkuk, bahkan Kyungsoo sampai dapat mencium aroma maskulin lelaki itu. Anubis, ceburkan Kyungsoo kejurang saat ini juga!
"Sudah bagus," Kai mengamati kertas didepan Kyungsoo. "Tapi coba berikan sedikit gambaran dipinggirnya," Lelaki itu meraih tangan Kyungsoo yang menggenggam pensil kemudian menggenggamnya dan menggerakkannya membuat sedikit ukiran sederhana dipinggir kertas sebagai bingkai.
"Ini lebih bagus," Kai melepaskan tangannya, mengangkat punggungnya dan lelaki itu melipat kedua tangannya didepan dada dengan wajah pongah.
"Kau mendengarkanku dengan baik. Lanjutkan!" Kemudian pergi meninggalkan Kyungsoo yang sumpah! Dia sampai lupa bagaimana caranya bernafas. Gadis itu memegang dadanya yang bergemuruh tidak jelas. Menarik nafas panjang –mengeluarkannya perlahan ;terus berulang; sampai pernafasaannya yang sempat diujung tanduk itu kembali normal. Ya Tuhan, adakah hal yang lebih bahagia dari ini? Tangan lelaki itu besar, cukup kasar namun hangat. Bahkan rasa hangat tangan milik Kai sampai menjalar ke pipi Kyungsoo yang kini mulai merah terbakar. Tangannya yang besar terasa pas ditangan Kyungsoo yang mungil dan selembut bayi. Gadis itu langsung menjatuhkan jidatnya diatas meja sambil menggigit kuat bibir bawahnya agar tidak menjerit! YAAMPUN! KAI SUNBAE MEMEGANG TANGANKU –Kyungsoo menahan jeritan itu dalam hati jika tidak mau dianggap aneh oleh teman-temannya.
"Kyungsoo, apa kau dimarahi lagi?" Baekhyun mendekatinya dengan khawatir.
"Kyung-"
"I'm okay Baekki." Balas Kyungsoo mengangkat wajahnya sejenak dan tersenyum manis berusaha menunjukkan pada Baekhyun bahwa tidak ada yang dikhawatirkan darinya. Namun dahi Baekhyun naik sempurna.
"Tapi Kyungie..Um, wajahmu merah sekali." Jawab Baekhyun jujur dan polos. Sontak Kyungsoo memegang kedua pipinya dan dia tersedak ludahnya sendiri saat semua pasang mata dikelas itu menatap kearahnya.
"Do, mukamu merah? Apa kau demam? Ya Tuhan! Apa Kai sunbae habis memarahimu?" Itu pekikan Taehyun yang histeris, sedangkan Kyungsoo kembali menjatuhkan jidatnya diatas meja.
.
.
"APA?" Xiumin memekik, gadis itu menunjuk lelaki jangkung didepannya dengan pandangan kesal, marah, lelah menjadi satu. Pekikannya barusan bahkan mampu membuat beberapa anggota OSIS yang sedang berkutat diruangan ini menoleh kearahnya.
"Aish. Pelankan suaramu itu Noona," Ucap Chanyeol malas sambil mengorek telinga kirinya, lelaki jangkung itu kemudian menggenggam tangan kanan Xiumin dengan pandangan memohon sementara diujung ruangan Jongdae menghentikan acara mengetik proposal dan menatap Chanyeol dengan pandangan 'Jangan macam-macam dengan pacarku'
"Kau gila ya Park Chanyeol! Apa-apa'an itu? merengek ingin menjadi bagian tim penilai, kau kira mengatur semua itu mudah hah?" Xiumin masih uring-uringan dengan permintaan manja Chanyeol, pasalnya lelaki itu ingin dimasukkan sebagai salah satu anggota tim penilai yang akan menilai madding seluruh kelas sepuluh. Hoel, jangankan menilai sebuah madding yang berisi deretan kata-kata, puisi atau cerpen –lelaki itukan malas membaca– apalagi Chanyeol itukan payah dalam urusan mode. Lagipula mengatur ulang semua jadwal itu tidak semulus jidat lebar milik Jongdae, sangat susah dan memusingkan. Sebuah beban berat bagi Koordinasi acara sepertinya. Xiumin memijat pelipisnya sementara lelaki jangkun didepannya masih merengek-rengek dengan puppy eyes gagal yang sayangnya sangat terlihat aneh dan menjijikkan apabila Chanyeol yang melakukannya. Hoek, Xiumin tak tahan lagi.
"Kumohon Noona, sekali saja. Waktu orientasikan masih panjang, lagipula pihak sekolah tidak masalah jika kita membiarkan anak kelas sebelas dan duabelas masuk seminggu lagi. kita bebaskan saja hari ini, alihkan pertandingan basketnya satu hari full besok pagi, bagaimana?"
"Kau fikir itu mudah apa?" Xiumin memekik menendang tulang kering Chanyeol yang langsung meringis. Uh, pacar Jongdae ini memang agak sentiment jika sedang marah. Tapi Chanyeol tak boleh menyerah.
"Noona, kumohon.." Puppy menjijikkan itu lagi. Xiumin mengusap poninya sebelum memandang sebal kearah Chanyeol.
"Baiklah-baiklah, kau akan memasukkanmu kedalam tim penilai," Xiumin menghela nafas kasar sementara Chanyeol kini memeluknya bahagia.
"Tujuanmu sebenarnya apa sih?" Chanyeol melepas pelukannya kemudian tersenyum misterius.
"Ada sesuatu yang membuatku tertarik Noona! Hum, terimakasih., Ah, aku sangat menyayangimu Noona.." Kemudian kembali memeluk Xiumin. sementara Jongdae diujung sana mengeram tidak jelas dengan kelakuan Chanyeol.
"Lalu bagaimana dengan ketua? Kau fikir manusia kejam itu mau merombak ulang jadwal yang sudah sah?"
"Jangan khawatir Nonna. Kai kan sepupuku, iyakan?" Chanyeol menaik turunkan alisnya dengan genit sementara Xiumin menjitak kepalanya pelan. Jika saja lelaki ini bukan teman dekatnya, tidak bersudi diri dia bersusah payah menuruti keinginannya.
"Yasudah, sana pergi! Kau itu pengganggu!"
.
.
Madding kelas telah telah selesai dibuat dan kini terpasang dengan indah didinding setiap kelas. Mino selaku ketua kelas menghela nafas lega karna merasa beban berat dipundaknya telah sirna, sementara Kai menatapnya dengan puas lalu menepuk bahunya.
"Kerja bagus Mino," Pujinya.
"Terimakasih sunbae,"
"Oke, sekarang semuanya bersiap dibangku masing-masing karna kelas yang akan dinilai pertama kali adalah kelas kita." Kai berteriak memberi intrupsi dan semua yang ada dikelas itu menurut, duduk dengan manis dikursinya masing-masing.
"Lalu untuk pengurus kelas silahkan maju," Mino menatap Taehyun, Baekhyun dan Kyungsoo bergantian memberi kode agar ketiga temannya maju. Kyungsoo berjalan disisi Baekhyun dengan kepala menunduk, dia masih takut dan agak malu saat bertatap muka dengan Kai.
Klek!
Pintu terbuka dan beberapa senior yang dimaksud sebagai tim penilai datang memasuki kelas, semua yang ada didalam kelas itu sontak menoleh dan memberikan salam. Baekhyun menolehkan kepalanya menatap kearah pintu menatap para senior yang datang, tanpa sengaja kemudian tatapan matanya bertemu pandang dengan mata seorang lelaki yang masuk paling terakhir. Bola mata sipit Baekhyun terbelalak.
"Dia.." Lirih Baekhyun yang didengar Kyungsoo, gadis bermata doe itupun menelan salivanya menyadari situasi.
"Itu senior yang kau marahi tempo lalu," Bisik Kyungsoo takut, kedua gadis manis itupun menundukkan kepalanya. Tak menyadari seringaian yang tercetak disudut bibir orang yang mereka maksud. Sementara Kai menaikkan sebelah alisnya, sesuai proposal yang dia tanda tangani kemarin, dia yakin dia tidak menemukan nama Chanyeol masuk dalam daftar anggota tim penilai. Hell, bagaimana manusia konyol yang sok galak itu berada disini? Diakan sangat payah dalam urusan membaca, apalagi madding. Pasti ada yang tidak beres!
"Annyeong haseyo! Wah.. madding kalian sudah selesai? Kami dari tim penilai akan memberikan penilaian.." Itu suara halus milik senior yang tempo lalu membagikan kertas biography. Uh, jika tidak salah namanya Lay.
"Kami akan mulai memberi penilaian, mohon bantuannya ya.." Lelaki dengan suara berat itu menyeringai dan maju dengan semangat mendekati madding yang dipasang didinding depan –Mino sengaja memindahkan papan tulis untuk sementara– Lelaki itu memegang note kecil dan mulai memasang acting membaca, berfikir sebelum menuliskan sesuatu didalam note –padahal sebenarnya dia sedang pusing dan tidak mengerti apapun tentang deretan kalimat didepannya– namun yang menarik perhatiannya adalah origami bintang yang tergantung dengan manis disetiap sisi madding –bahkan hampir memenuhinya– Ck! Siapapun yang membuat origami tersebut pastilah orang yang sangat terampil, origami tersebut terlihat cantik dan nyata.
"Hei, siapa yang membuat origami ini?" Chanyeol menunjuk origami tersebut dengan telunjuknya. Mino berdehem sebelum menjawab.
"Sekertaris kami. Byun Baekhyun," Mino menunjuk gadis disebelah Kyungsoo.
Chanyeol tersedak ludahnya sendiri. Pujian yang sudah ada diujung lidah itu dia telan kembali secara mentah-mentah kembali kekerongkongannya, dia menatap gadis yang ditunjuk oleh Mino dengan seringaian tipis. Gadis manis yang kini tertunduk dengan malu-malu. Ckck! Gadis berandal sepertinya sangat terampil dan mampu menghasilkan origami indah? Yes! Got it.
"Sayang sekali, hasilnya kurang memuaskan." Komentar Chanyeol barusan membuat semua pasang mata menatap kearahnya. Bahkan Lay yang akan menuliskan angka Sembilan dinotenya terdiam sejenak, menatap Chanyeol penuh pertimbangan. Bukankah origami itu cantik? Kurang memuaskan dari mana?
"Lipatannya kurang rapi, dan warna yang dipilih tidak sesuai dengan tema. Lalu tata letaknya sangat tidak beraturan!" Chanyeol menatap Baekhyun dengan senyum remeh. "Kau berniat memberi nilai abstrak pada madding ini kan? Namun gagal karna kau sendiri bahkan tidak bisa mengekspresikan arti abstrak tersebut pada sebuah karya." Chanyeol melipat kedua tangan didepan dada saat mendapati gadis bermata sipit itu menunduk malu karna komentar pedasnya. Ahaha! Dapat inspirasi dari mana ya sampai Chanyeol bisa berkata seperti itu? Semuanya pun terdiam, bahkan Kai kini mulai menerka-nerka bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Chanyeol hingga gaya bahasanya sudah melebihi juri kontestan musik, karna setahunya kan Chanyeol itu selalu mendapat nilai terakhir saat pelajaran Bahasa.
"Um, padahal kufikir aku akan memberikan nilai Sembilan untuk kelas ini." Sahut Lay memecah keheningan. "Origaminya bagus kok, sesuai dengan tema Dreamer yang diambil. Bukankah bintang melambangkan sebuah mimpi? Sesuatu yang bersinar dan diinginkan oleh semua orang?" Baekhyun menghela nafas lega mendengarnya. Dia juga berfikir begitu awalnya. Karna Mino mengambil tema Mimpi, dia berinisiatif membuat origami tersebut sebagai hiasan untuk menambah kesan properti, disamping cerpen yang dan puisi yang menggambarkan sebuah impian. Ck! Pasti hanya senior tiang itu saja yang terlalu bodoh dan kurang puitis. Ish! Awas kau ya, belum pernah merasakan tendangan hakpidoku huh? Akan kutendang Mr. milikmu sampai kau menangis darah! Haha! –sadis Baekhyun dalam hati sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi saat Chanyeol membawa tatapan kearahnya.
"Yeah. Tapi tetap saja aku akan memberi nilai kurang untuk bagian properti. Kuharap ketua kelas lain kali memilih orang yang benar-benar kreatif dan terampil." Chanyeol menekan setiap kalimatnya sambil menuliskan sesuatu dinotenya. Meskipun lelaki itu berkata akan memberikan nilai kurang, namun pada kenyataannya lelaki itu menuliskan angka sepuluh. Dia menyeringai saat Baekhyun menatap sinis kearahnya.
"Dan juga, seleksilah dalam memilih sekertaris ketua kelas,"
"Aku yang memilihnya dan aku yakin dengan pilihanku," Kai menyahut, lelaki itu menatap tajam Chanyeol yang kini menatapnya dengan pandangan penuh arti.
"Kurasa cukup! Silahkan tim penilai meninggalkan kelas," Kai memberi intrupsi, dan tim penilai itu buru-buru menulis nilai yang akan dia berikan untuk anak kelas sepuluh A sebelum berpamitan dan segera keluar kelas sesuai perintah atasan mereka.
"Tentu saja, aku tidak mau berlama-lama melihat madding tidak bermutu ini. Apalagi pembuat origaminya." Chanyeol tersenyum pongah kemudian dia yang berjalan paling belakang, dan dengan sengaja menabrak bahu sepupunya.
"Aku punya urusan denganmu Park," Bisik Kai.
"Begitu juga aku Kim," Balas Chanyeol.
.
.
"Manusia itu sialan sekali sih," Maki Baekhyun sambil menghentak-hentakkan kaki kecilnya. Kyungsoo yang sedang berjalan berdampingan dengannyapun hanya mengulum senyum kecil.
"Jangan diambil hati Baekki. Kau ingat kata-kata Mino kan? Mungkin dia seperti itu hanya ingin memuji mental Juniornya. Lagipula bukankah Lay sunbae bilang origamimu bagus?"
"Tapi Kyungie. Argh! Tiang listrik sialan! Aku bersumpah akan menendangnya suatu saat nanti, Cih." Ucap Baekhyun mengebu-ngebu, sementara Kyungsoo disampingnya hanya terkikik. Gadis manis bermata bulat itu langsung menarik lengan temannya agar berlari kecil menuju lapangan. Kai tadi bilang para senior akan memberikan sebuah pengumuman untuk kelanjutan MOS besok.
Saat semuanya sudah berkumpul, Chanyeol sebagai perwakilan OSIS maju kemimbar menyampaikan pidatonya tentang acara besok. Dan saat Chanyeol memberikan sapaan, Baekhyun langsung memasang pose muntahnya, mual melihat senior sok galak itu.
"Berhubung dengan kelanjutan MOS, jadwal besok pagi adalah pertandingan basket antar kelas. Setiap kelas wajib mengeluarkan satu tim dengan anggota lima orang yang berisi tim campuran pria dan wanita. Satu wanita dan empat pria. Silahkan kalian memilih dan putuskan siapa saja yang akan maju untuk bertanding besok. Aku selaku kapten club basket sekolah akan menjadi juri langsung. Kalian mengerti guys?" Chanyeol berteriak dan disambut sorakan meriah sementara Baekhyun terus mengumpati betapa menyebalkannya lelaki yang kini sudah turun dari mimbar tersebut.
"Cih. Mentang-mentang ketua club basket, aish. Pokoknya aku benci..benci dan benci pada tiang listrik itu! TITIK!"
.
.
"Yongguk, Minsoo, Bobby, aku dan Kyungsoo akan mewakili pertandingan basket besok."
"APA?" Baekhyun memekik, gadis itu berdiri dari kursinya dengan tatapan tidak percaya yang dia tunjukkan pada ketua kelasnya. Well, setelah pengumuman dilapangan tadi, Mino langsung membuat rapat guna membahas pertandingan besok.
"Memang kenapa Byun?" Tanya Taehyun dengan alis mengernyit. Padahal yang ditunjuk kan Kyungsoo, kenapa malah gadis ber-eyeliner itu yang histeris?
"Kau tidak lihat? Kyungsoo itukan mungil, dia sangat kecil. Aku tidak yakin dia tidak akan tenggelam diantara tubuh tiang kalian itu. Lalu bagaimana dengan lawan? Apa kalian mau Kyungsoo yang kecil terjepit hah?" Baekhyun menyuarakan pemikirannya dengan berapi-api, sedangkan Kyungsoo disampingnya hanya mengerucutkan bibirnya. Astaga! Baekhyun berlebihan sekali sih, memangnya dia tidak sadar apa bahwa tubuhnya juga sama mungilnya dengan dia?
"Maka dari itulah. Kita mengambil strategi serang. Kyungsoo yang mungil itu akan berguna karna dia bisa menyelipkan diri diantara manusia-manusia yang kau sebut tiang itu." Mino balas membantah. "Atau kau saja yang menggantikan Kyungsoo?" Mino menyipitkan matanya menatap Baekhyun yang langsung menggelang.
"TIDAK!" Jawab Baekhyun cepat. "Aku tidak bisa! Aku mengalami trauma dengan bola basket," Baekhyun mengibas-ngibaskan tangannya dengan wajah memelas.
"Cari gadis lain dikelas." Usulnya kemudian.
"Mereka menolak dan lebih memilih menjadi pemandu sorak!"
"Kenapa tidak dengan Krystal saja? Dia kan tinggi."
"Tapi aku tidak yakin dia bisa berlari karna bedak tebalnya itu," Cibir Taehyun. "Lagipula kau tidak keberatan kan Do?" Taehyun menatap Kyungsoo yang kini terlihat ragu.
"Aku..um, sebenarnya.."
"Ayolah Do, jika beruntung saat mengambil undian, kita hanya bertanding sekali kok karna sistim pertandingan menggunakan sistim gugur. Demi kelas kita, kau mau ya?" Lelaki dengan wajah cantik itu menangkupkan kedua tanagn didepan dada, memohon dengan mata yang sayangnya sangat imut sampai-sampai Kyungsoo tidak sanggup mengatakan tidak. Gadis bermata doe itu menghela nafas.
"Ya, baiklah.." Putusnya. Semua yang ada disana bersorak sedangkan Baekhyun menggelang-gelang prihatin.
"Kyungie, aku bahkan tidak yakin kau bisa mendrabble bola," Komentarnya yang membuat Kyungsoo sebal karna merasa tersinggung.
"YA! Saat SMP aku juga ikut ekskul basket tahu,"
"Oke, semua siap. Aku akan menemui Kai sunbae tentang rapat ini."
.
.
"Huh? Kau yakin menggunakan Kyungsoo?" Kai menatap kertas berisi strategi ditangannya dan Mino didepannya bergantian.
"Tentu dan Kyungsoopun sudah setuju. Um, bukankah dia cocok untuk strategi kita?"
"Iya. Tapi.. dia bahkan terlihat lemah. Itu bisa membuat lawan terkecoh dan bagaimana jika mereka menyerang Kyungsoo sebagai titik lemah tim kalian?"
"Dalam basket selalu ada serangan sunbae,"
"Aku tahu. Tapi, bagaimana jika gadis itu terluka oleh lawan?"
"Bobby dan Yongguk sebagai tim bertahan akan menjaga Kyungsoo, tenang saja sunbae.." Mino menyipitkan matanya menatap reaksi tak biasa yang Kai tunjukkan. Seperti sebuah perasaan khawatir mungkin? Entahlah, Mino tak pandai menebak ekspresi orang.
"Um.. Kau terlihat menghawatirkannya?" Tebak Mino dan Kai menjawabnya hanya dalam setengan setik.
"Tentu saja," Kai mendongak dengan ekspresi kaget saat kalimat itu terlontar dengan mudahnya dari bibirnya. Ketua OSIS itu berdecak merutuki kelancangan lidahnya saat Mino menatapnya penuh curiga.
"Maksudku, kalian semua.. dan Kyungsoo berada dalam pengawasanku selama MOS berjalan. Aku hanya tidak mau terjadi sesuatu pada kalian." Kai berspekulasi dan sayangnya Mino hanya mengangguk tanpa mau tahu lebih lanjut.
"Jadi.. sunbae setuju?"
"Akan kupikirkan. Sekarang kembali kekelasmu, lima menit lagi bel pulang berbunyi." Mino mengangguk, lelaki itu membungkuk pelan kemudian berjalan pergi keluar ruangan. Setelah kepergian Mino, Kai menghela nafas menatap kertas ditangannya, dia mengambil kertas lain yang sebelumnya tengah dia baca sebelum Mino datang. Lelaki itu mengumpat kecil sebelum berdiri dan berjalan memasuki ruang OSIS. Lelaki itu langsung menuju kesalah satu deretan meja yang berjajar untuk menemui seseorang.
Brak!
Dia melempar kertas print out itu didepan seseorang yang kini mengangkat kepalanya.
"Pertandingan macam apa ini tuan Park? Bukankah kesepakatan awal setiap kelas hanya mengeluarkan satu tim pria saja?"
"Oh! Sabar man," Lelaki yang ternyata Chanyeol itu mengangkat tangannya keudara, tanda santai.
"Bukankah kau yang menyerahkan segala urusan pertandingan basket itu padaku? Hal wajar dong aku ingin kriteria seperti apa," Ucapnya santai tanpa sadar bahwa lelaki didepannya sudah mengeraskan rahang.
"Bulshit! Tapi aku ketua disini,"
"Memang benar," Chanyeol menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan menatap penuh seringaian pada Kai.
"Tapi aku ketua panitia untuk acara besok. Hm, lagipula kau sudah menandatanganinya kan?"
"Rubah peraturan tim dan jangan masukkan satu wanita disana."
"Dan Jongdae akan membunuhku karna harus menulis ulang Proposal huh?"
"Park Chanyeol bajingan!"
"Yeah, Kim Kai Brengsek!" Chanyeol berdecak, lelaki itu tersenyum santai pada Kai.
"Memang apa yang membuatmu ingin merubah peraturan itu huh? Kukira sepupuku yang arogan ini tidak ambil peduli sampai menyerahkannya padaku."
"Ini berbeda Park!"
"Aha, karna apa Kim?" Chanyeol menaikkan sebelah alisnya saat Kai hanya diam tanpa menjawab, lelaki berkulit tan itu melipat kedua tangannya sambil mendecih.
"Ck. Dan adakah sesuatu yang membuatmu sampai menjadi anggota tim penilai?" Tanyanya balik, yang ditanya hanya menunjukkan seringaiannya sebagai balasan.
"Yeah. Dan kau pasti punya alasan untuk merubah peraturan untuk pertandingan besok. Clam down man. Oh biar kutebak, apa kau menghawatirkan seseorang yang akan mengikuti pertandingan besok? Karna kau tidak mau dia kenapa-napa, makadari itu kau memintaku merubah peraturan tim?"
"Sialan!"
"I Got It. Tenanglah Tuan Kim, gadismu akan baik-baik saja. Okay? Sekarang aku harus pergi kekelasku, sesuai perubahan jadwal, MOS hari ini akan berakhir lima menit lagi bukan?" Chanyeol bangkit menepuk bahu sepupunya. "Aku penasaran siapa gadis itu." Bisiknya kemudian berlalu pergi meninggalkan Kai yang masih diam dengan pandangan datar tak terbaca.
.
.
Bel pulang berbunyi lebih awal tanda berakhirnya MOS untuk hari ini, seluruh anak kelas sepuluhpun satu persatu meninggalkan sekolah mereka untuk menyambut pertandingan besok. Termasuk Kyungsoo, gadis itu berjalan seorang diri keluar kelas karna Baekhyun telah pulang terlebih dahulu dengan alasan memiliki urusan dan tergesa-gesa. Gadis manis itu melewati ruangan kelas sepuluh C dan sedikit tersentak mendapati Ken keluar dari kelasnya secara tiba-tiba.
"Oh. Hai.." Sapa Kyungsoo dengan senyum manis, lelaki tampan itu balas tersenyum.
"Mau pulang?" Kyungsoo mengangguk.
"Mau bersama sampai gerbang depan?" Tawar Ken.
"Tentu saja," Jawab Kyungsoo, diapun melangkah disamping Ken dan kedua manusia itu berjalan beriringan sambil menceritakan pengalaman hari ini. Ken yang dipuji karna cerpennya bagus sedangkan Kyungsoo menceritakan kejadian 'kesalahan puisi' sampai Kai marah tadi pagi.
"Wah, dia marah padamu?" Kyungsoo mengangguk dengan bibir merucut mengingat kejadian tadi.
"Lalu aku tergopoh mengerjakannya. Tapi beruntunglah, aku bisa melakukannya.." Kyungsoo nyengir memamerkan deretan gigi putihnya yang bersih. Ken yang melihat itu jadi gemas kemudian mengusak rambut gadis pendek yang baru dikenalnya tadi pagi. Keduanya asik tertawa tanpa sadar bahwa ada mata lain yang kini tengah mengarah kearahnya. Kyungsoo yang sadar merasa diperhatikan mendongak dan Gotcha! Dia menemukan orang yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka tengah berjalan kearah mereka. Tatapan keduanya bertemu dan Kyungsoo dapat melihat bahwa iris itu tengah menatap tajam kearahnya, Kyungsoo menunduk dan lagi-lagi Ken yang memberi salam.
"Sunbae.." Kai mengangguk pada lelaki disamping Kyungsoo dan beralih menatap Kyungsoo.
"Do Kyungsoo, bisa bicara sebentar?"
"Uh.." Kyungsoo mengangkat kepalanya dengan gugup. "Tentu sunbae," Jawabnya.
"Bagus." Kai menatap Ken "Bisa tinggalkan kami?" Raut wajah lelaki itu terlihat tidak suka namun Ken mengulum senyum kecil dibibirnya.
"Tentu saja sunbae. Kyungsoo-ya, aku pulang duluan ya? Byee.."
"Byee Ken.." Kyungsoo balas melambai, dan setelah Ken hilang dari pandangan mata, gadis itu menatap gugup kearah Kai yang kini masih menatap intens kearahnya. Ayolah, siapa yang tidak salting saat ditatap setajam itu?
"Hum, sunbae mau bicara apa?" Kai masih memperhatikan gadis didepannya dengan teliti. Dari ujung kaki ke ujung kepala, menghitung peluang apakah gadis mungil ini cocok untuk mengikuti pertandingan besok.
"Kau menerima usul Mino untuk ikut bertanding?" Kyungsoo mengangguk sebagai jawaban.
"Kau tidak keberatan?" Kyungsoo menggelang.
"Saat SMP aku pernah ikut ekskul basket kok sunbae,"
"Huh? Tapi tubuhmu itu sangat mungil, bagaimana jika terjadi apa-apa denganmu? Maksudku, lawanmu besok pastilah orang-orang dengan tinggi diatas rata-rata, seperti Mino!"
Mendengar itu Kyungsoo langsung merengut. Kai itu mengajaknya bicara hanya karna masih tidak percaya dia akan mengikuti pertandingan besok karna tubuh mungilnya? Yaampun, kenapa sih tubuh mungilnya ini sangat kontroversial. Dia hanya kurang kalsium kok, dia tidak lemah.
"Tapi aku bisa mendribble bola dengan baik,"
"Dengan tubuh sekecil itu?" Bibir Kyungsoo makin mengerucut karna tanpa sadar Kai baru saja mengatainya kecil. Gadis itu mendongak menatap sebal kearah Kai.
"Aku tidak kecil sunbae! Lagipula aku setuju dengan usul Mino."
"Kalau kau mau aku akan menggantikan dirimu dengan siswi lain," Kai menatapnya sejenak dengan pandangan yang sangat sulit Kyungsoo mengerti, gadis itu menggelang.
"Aku tidak mau mengecewakan teman-teman,"
"Kau serius?" Kyungsoo mengangguk. "Aku okey sunbae, jangan remehkan tubuh kecilku ini ya. Kau lihat saja besok." Kyungsoo tersenyum bangga sedangkan lelaki didepannya hanya tersenyum samar.
"Kita buat perjanjian, bagaimana?" Kai menaikkan sebelah alisnya menatap Kyungsoo. Lelaki itu menunduk menyamakan tinggi badan Kyungsoo yang hanya mencapai sebatas dadanya. Astaga! Gadis ini benar-benar mungil –fikirnya. Sementara Kyungsoo yang merasa jarak wajah mereka terlalu dekat mulai menegang gugup. Mata bulatnya membulat lucu seperti burung hantu. Sekali lagi gadis itu merasa sesak nafas karna aroma maskulin lelaki itu mengambil alih oksigen dan memenuhi paru-parunya Pipi gemuknya perlahan terhiasi goresan rona merah. Dan Kai yang melihat perubahan itu tak henti-hentinya menyeringai.
"Kau mau bernegoisasi denganku?"
"Y-ya. Sunbae takut?" Kai menarik sudut bibirnya, dia tersenyum remeh.
"Bukankah seharusnya kau yang takut padaku?" Kyungsoo balas mendecak kecil, dia tahu apa yang dimaksud kata takut disini. Posisinya sebagai Junior dan Kai sebagai ketua OSIS.
"Jika aku menang, kau harus menggendongku."
"Dan jika kau kalah?" Balas Kai.
"Aku akan menuruti apapun kata-kata sunbae." Satu seringaian samar tercetak dibibir lelaki tan tersebut. Kai memasang pose berfikir tampan sementara Kyungsoo masih menunggu dengan perasaan gugup luar biasa. Sial! Jatungnya sedang marathon. Lagipula entah ide darimana tiba-tiba dia langsung mencetuskan perjanjian barusan. Padahal dia adalah tipe gadis pemalu dan rendah diri. Kyungsoo! Seharusnya kau ingat siapa manusia yang sedang kau ajak bermain.
"Oke. Setuju!" Kai mengangkat kepalanya sehingga gadis bermata bulat itu kini bisa menghirup nafas dalam-dalam dan mendapat pasokan oksigen. Kyungsoo menyodorkan tangannya yang dibalas oleh Kai dengan senyum cerah sementara lelaki tan itu hanya tersenyum seadanya.
"Lihat saja besok ya, aku jamin kau akan menggendongmu didepan semua orang sunbae."
"Coba saja," Kai mengerling dengan tatapan yang –sumpah!– Kyungsoo ingin menanam dirinya hidup-hidup dibawah tanah karna tidak kuat melihat tatapan lelaki tersebut. Yaampun Kai sunbae, kau tampan sekali! Kyungsoo menggigit bibir bawahnya agar kalimat memalukan itu tidak seenak jidat nyeplos keluar.
"Sekarang pulanglah. Jangan berhenti ataupun mampir untuk hal tidak berguna lainnya. kau harus pastikan untuk istirahat agar besok berstamina saat pertandingan. Hati-hati.." Lelaki itu berbalik pergi dengan kedua tangan masuk kedalam saku celana. Meninggalkan Kyungsoo yang langsung mencari dinding terdekat untuk membenturkan kepalanya disana. Yaampun! Dia baru saja menatang Kai. Woi, catat! KAI. Demi cat kuku cantik milik Byun Baekhyun, dia harus segera pulang dan pergi berlatih bersama Kris –kakaknya–
"Oh." Kyungsoo mengangkat kepalanya yang baru saja dia benturkan kedinding, mata gadis itu langsung membulat saat tersadar oleh sesuatu. Entah karna efek benturan dinding dikepalanya tadi, daya ingatnya tiba-tiba menjadi sangat kuat sehingga dia mampu mengingat seluruh kata-kata yang diucapkan Kai barusan. Kalimat tersebut terngiang-ngiang dengan manis didalam otaknya.
'Sekarang pulanglah. Jangan berhenti ataupun mampir untuk hal tidak berguna lainnya. kau harus pastikan untuk istirahat agar besok berstamina saat pertandingan. Hati-hati..
Blush!
Pipi gemuknya semakin merona hebat saat sadar bahwa kalimat terakhir yang Kai katakan adalah pesan special –menurut Kyungsoo sih– bukankah artinya lelaki itu menghawatirkannya? Kyaaa! Dia ingin sekali menjambak rambut pirang milik Krystal Jung saat ini juga. Kyungsoo menggigit dasi sekolahnya saking gemasnya. Apakah pesona seorang ketua OSIS bernama Kim Kai baru saja memporak-porandakan seorang Do Kyungsoo? Apakah itu artinya Kyungsoo punya perasaan khusus untuk lelaki tersebut?
.
.
.
TBC!
.
.
.
Haii..
Bertemu lagi di chapter 2 ^.^ Maaf updatenya enggak kayak Jin, pan Laxy manusia xDD
Gimana? Kurang sweet? Kurang fluff? Kurang greget? U.u =)) Semoga suka dengan kelanjutannya ya, semoga ngga bikin kecewa. Dalam beberapa chap masih dalam mode/? MOS, setelahnya baru sekolah normal ^^ Yang nanya HunHan, mungkin ada kali ya *ngga janji* nyelip-nyelip dikit. Cuz entar kalo kebanyakan pair, pan pusing pala Barbie ;V
Ahya, omong-omong KimJM itu siapa hayoo?~ ada juga yang ngira KimJ itu Kim Jongin. Iya nggak? Wkwkwk, gimana kalo bukan? KimJ bisa kan Kim Jaejoong, Kim Jaehyun, Kim Jong Woon, Kim Jiwoo lho. Haha ^.^ Simpan teka-tekinya sampai chap depan *ketawanista* Mereka kan temen sosmed *hihi :P Kira-kira Kai itu teman lamanya Kyungsoo? Emang iya? :D Wkwkwkwk!
Okai. See you next chapter! ^.^
.
.
Terimakasih buat yang sudah membaca, mem-follow dan mem-favoritkan ff abal ini :P
Thank's to : [NopwilineKaiSoo], [anjanidisyacita], [xobechan56], [kyungsoo28], [ .96], [reru95], [aqila k], [ryaauliao], [ashano], [kim93], [Naya Nasriyaa], [Kaisoomin], [KaisooSquishy], [iyla], [yufor0420], [yaya], [kezia], [9394Ks], [guest28], [syifa], [open88], [guest], [kyungbee], [asmaul khusna], [parksoora9997], [Shun Akira], [Kim YeHyun], [ 9493], [xoxo0293], [ericomizaki13], [Kyungra26], [Kaisooship], [nazeeza72], [MbemXiumin], [qie kaisoo 2], [chochohazelnut07], [hanacocho], [Baby Crong], [Byul Hun.K], [EveInSoo], [pcymas7], [PreciousLu], [Ocha Soo], [Kaisoo32], [loveHEENJABUJA].
