"DUARR"
Suara ledakan yang sangat besar muncul dari sayap kanan sebuah kastil, ledakan itu mampu meruntuhkan satu istana -yang merupakan bagian dari kastil tersebut- rata dengan tanah.
"Shanaroo!"
Seorang wanita bersurai merah muda melayangkan tinjunya pada seekor monster setinggi 2 meter yang tengah mengamuk marah. Monster itu bertubuh manusia, berotot besar, berkepala botak dengan menggengam sebilah pedang raksasa di tangannya. Wajahnya sangat mengerikan, ia terlihat seperti bahan percobaan gagal yang menjijikkan.
"Rrraaahhhgggh"
Monster itu mengeram marah saat Sakura berhasil memukulnya mundur. Ia segera bangkit berdiri dan tiba tiba saja sepasang sayap berwarna kecoklatan dengan bulu yang rontok dimana mana muncul dari punggung lebarnya. Ia berteriak keras menampilkan mulutnya yang terdapat potongan kepala manusia yang tersangkut di kedua giginya yang tajam, darah segar merembes keluar dari mulutnya dan detik kemudian ia terbang dan balik meninju Sakura dengan satu kepalan tangannya yang besar.
'BUK'
"Sakuraa!" Naruto meraung marah ketika melihat Sakura terlempar keras sebagai bentuk serangan balasan dari monster menjijikkan yang menyerangnya. Ia baru saja hendak menghampiri sahabatnya yang terkapar di tanah itu kalau saja ia tak melihat sosok hitam yang bergerak cepat menghampiri Sakura. Ia tersenyum tipis.
"Lindungi dia Sasuke" seru Naruto keras. Ia mulai mengeluarkan cakra berwarna jingga dari tubuhnya.
"Kurama, ayo kita selesaikan ini"
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
Ghost Wife
.
.
.
Sasuke menatap tajam seorang gadis berkepala merah muda yang tengah menangis sesunggukan dibawah pohon besar yang menaunginya. Ia sedikit maju dari tempat ia menatap Sakura lalu salah satu iris kelamnya berubah warna menjadi merah darah dengan tiga koma yang menghiasi matanya, Sharingan dan satu matanya yang lain berubah warna menjadi putih keunguan dengan garis melingkar dan tiga koma yang menghiasi matanya, Rinengan.
"Jangan gegabah Sasuke, kau harus sabar. Ini belum saatnya" Sasuke mendengus mendengar suara yang berada di sampingnya, Naruto sang rubah pemillik Kyubi, Kurama. Ia pun kembali mundur dan mengubah iris matanya menjadi seperti semula, hitam.
Naruto benar, ia harus sabar menanti gilirannya tiba. Tapi otak dan raganya tidak sejalan dengan kemauannya, ia sangat ingin mendatangi wanita yang sudah sejak dulu mengusik dunianya. Memeluk dan menenangkan wanita yang tengah menangisi pria selain dirinya.
Rahangnya mengeras saat mengetahui wanita itu telah menjalin hubungan dengan pria lain. Namun ia sedikit tenang sekarang, karena pria yang dikencani Sakura telah mencampakkannya. Ia merasa tenang karena tidak harus mengotori tangannya untuk menyingkirkan pria itu. Ia tahu semua tentang Sakura tentu saja dari Naruto, rubah selalu mengetahui segalanya.
"Lihat, ia lengah sekarang. Gunakan genjutsumu Sasuke" ujar Naruto seraya mundur ke belakang, memerhatikan Sasuke yang tengah melaksanakan aksinya. Ia tersenyum tipis, akhirnya Sakura, salah satu sahabatnya yang berharga sudah kembali.
Ia akan melakukan apapun untuk kedua sahabatnya, termasuk mengawasi setiap gerak gerik Sakura dan melaporkannya pada Sasuke, meskipun Sasuke hanya diam mendengarkan dan tak menanggapinya tapi Naruto tahu bahwa Sasuke peduli. Karena kepedulian dan rasa sayang pada Sakuralah mereka berakhir disini, memerhatikan Sakura yang menatap nanar danau yang membentang diantara mereka.
Sepasang iris kelam Sasuke berubah warna menjadi dua warna yang berbeda, ia mengeluarkan genjutsu dengan memperlihatkan seorang anak kecil berambut hitam legam tengah tenggelam tepat di sisi kanan danau dan sepasang orang dewasa yang tengah asik saling menyuapi satu sama lain.
Jarak Sakura dengan kedua orang itu-sedikit- jauh, ia sengaja melakukannya agar Sakura mau meyelamatkan anak kecil berambut hitam legam itu dan ia meyeringai senang kala keinginannya terwujud.
Naruto sedikit meringis kala ia melihat Sakura terpaku dengan tubuhnya yang bergetar hebat, keringat membasahi dahi dan matanya yang melotot ke arah danau. Efek dari genjutsu sangat mengerikan dan sangat nyata, manusia biasa pasti mati karena tidak akan sanggup menahan efeknya. Tapi Sakura berbeda, Naruto tahu itu dan mulai menyeringai senang kala ia melihat simbol itu mulai muncul di dahi Sakura.
"Kau berhasil Sasuke" ujar Naruto seraya pergi mendekati Sakura dengan Sasuke yang menyusul di belakangnya.
"Apa kau bisa membuatnya tenggelam sebentar? Atau apa saja yang bisa membuat bajunya basah dan pastikan ia menelan banyak air"
"Kau membuatnya tenggelam?"
"Hn, tak ada cara lain untuk memancingnya seperti ini Naruto. Apa kau punya ide lebih bagus?" Sasuke menatap datar Naruto yang memandangnya tak percaya. " Kau bisa melihat hasilnya, ia masih sangat kuat seperti dulu. Sakura akan bertahan Naruto, dia tidak akan mati karena dia tak selemah itu"
Sasuke melirik Sakura yang masih mematung dengan simbol berwarna berwarna hitam yang mengelilingi tubuh wanitanya, simbol itu berasal dari dahi Sakura yang berwarna ungu muda. Kedua iris hijau wanita itu melotot memandang kosong danau yang terbentang dihadapannya, tubuhnya bergetar hebat, peluh membasahi wajah cantiknya.
"Kekuatannya belum sepenuhnya kembali Sasuke. Lihat, dia bahkan tidak bisa mematahkan genjutsumu" Naruto menatap nyalang Sasuke yang hanya diam membuang muka, Naruto khawatir jika Sakura akan menjadi gila jika terus berada dalam genjutsu menggerikan milik Sasuke.
"Lakukan perintahku Naruto dan sisanya aku yang akan mengurusnya" Naruto mendengus gusar, ia mengusap wajahnya kasar seraya mulai merapalkan jutsu yang akan mengabulkan permintaan Sasuke. Cakra berwarna jingga keluar dari tubuhnya bersamaan dengan Sakura yang mulai terangkat dengan air yang menggelilingi tubuhnya.
Sakura yang masih berada dalam pengaruh genjutsu merasakan kakinya kram, ia sudah menelan banyak air dan melihat tak ada satu orang pun yang menyadari dirinya tengah tenggelam. Ia sangat ingin berteriak meminta pertolongan kepada siapa pun yang berada di sekitarnya, tapi tenggorokkannya terasa tercekat dan ia tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya. Detik kemudian ia menutup matanya, pasrah akan maut yang akan menjemputnya.
Sementara disisi lain, Naruto yang tengah melihat Sakura yang akan pingsan mulai merasa khawatir, cakra hijau yang keluar dari tubuh wanita itu tidak cukup kuat menahan kekuatannya. Ia melirik Sasuke yang dengan acuh mengabaikannya dan memilih fokus memandang Sakura yang sudah diam tak bergerak.
"Cukup" ujar Sasuke pelan. Detik berikutnya Naruto langsung menghentikan jutsunya dan menangkap Sakura yang terjatuh dalam dekapannya. Tubuh Sakura yang basah ikut membasahi jubah berwarna jingga yang dikenakannya, tapi hal itu tidak membuat Naruto melonggarkan pelukannya.
"Kau merasakannya? Arah jam lima sekitar 200 meter dari sini" ucap Sasuke seraya merebut Sakura dari dekapan Naruto, menggendongnya dengan posesif.
"Aku akan membereskannya" sahut Naruto, ia memandang Sasuke dan yang ditatap balas mengangguk pelan, memberi isyarat yang hanya mereka berdua mengerti. Dengan satu kedipan mata, Naruto menghilang dengan kepulan asap yang tertinggal disana.
.
.
Sasuke memandang lembut kedua kelopak mata Sakura yang tertutup rapat. Ia sangat merindukan sepasang iris hijau milik wanita ini, sudah cukup lama ia memendam perasaannya dan merelakan wanita ini berkorban demi dirinya. Sudah cukup.
Sudah cukup wanita itu melindungi Sasuke yang lemah dan terbaring menjijikkan saat insiden itu. Ini saat nya ia unjuk gigi memperlihatkan dirinya yang sudah berkembang pesat dan kali ini ia sangat yakin bisa melindungi semua orang yang dicintainya.
Sasuke mengeluarkan sebuah cincin putih bermahkotakan lambang kipas berwarna putih dan merah, itu lambang klannya, Uchiha.
"Hanya istri sah dari seorang Uchihalah yang berhak memakai ini Sasuke-kun, berilah cincin ini kepada wanita yang sangat kau cintai suatu saat nanti. Jaga dan lindungi ia seperti kau menjagaku nak"
Perkataan terakhir Uchiha Mikoto -ibunya- terus berputar dikepalanya, menempel mantap di hatinya. Ini saatnya ia memberi cincin turun temurun dari keluarga nya itu pada wanita yang selalu mengusik pikirannya. Haruno Sakura, dari dulu hingga detik ini hanya wanita itu yang mampu mengisi hatinya yang kosong. Hanya dia dan tidak ada yang lain.
Sasuke melingkarkan cincin berlambang klannya itu pada jari manis Sakura yang masih tak sadarkan diri dan mulai memangut lembut bibir pucat milik wanita bersurai merah muda yang berada di depannya. Sebelah tangannya memegang kepala Sakura, menekannya lebih dalam dan sebelah tangannya yang lain memeluk pinggang ramping wanita itu.
"Uhuk"
Sakura terbatuk lalu mengeluarkan air yang sebelumnya diminumnya. Ia duduk dan mulai mengernyit mencari sosok yang menyelamatkan hidupnya, ia menatap sekelilingnya dan mendapati sepasang mata hitam yang tengah menatapnya datar, lalu- "Kau tak apa?"
Melihat wajah wanita yang disayanginya memucat segera saja Sasuke menangkupkan tangannya di kedua belah pipi wanitanya. Matanya sedikit berkilat menampilkan rasa khawatir yang melingkupinya. Apa genjutsunya terlalu menyakitkan untuk wanita ini? Apa Sakura baik baik saja? Batinnya gelisah.
"Aku baik baik saja, berkat dirimu, terimakasih"
Jantung Sasuke serasa ingin keluar dari tempatnya kala ia mendengar suara jernih itu. Melihat senyum ramah itu. Ia merasa sangat bahagia, rindu yang selama ini dipendamnya kini bisa dilepas kala menatap sepasang mata hijau itu.
Jantungnya berdegup kencang, tangannya bergetar hebat karena tak sanggup membendung rasa bahagianya dan tiba tiba saja tubuhnya bergerak cepat menarik Sakura yang akan berdiri. Mengecup lembut dahi lebar wanita itu seraya menangkupkan kembali tangannya di kedua belah pipi Sakura. Kecupan itu berlangsung lama, lembut dan sangat hati hati, Sasuke mencurahkan semua perasaannya dalam kecupan itu.
Sekian menit berlalu dan Sasuke menyudahi kecupannya di dahi Sakura kemudian kedua tangannya turun meremas kedua bahu mungil wanita yang berada di depannya. Ia menatap lembut iris hijau teduh wanita itu, lalu- "Kau kembali, aku menemukanmu"
Sasuke menatap datar wajah Sakura yang menatapnya bingung dan tanpa ia sadari matanya berkilat khawatir saat melihat Sakura yang tengah menggigil kedinginan. "Aku tak mengenalmu tuan, kurasa kau salah orang. Aku bahkan tak tahu namamu"
"Aku pergi dulu tuan, dan err.. sekali lagi terimakasih telah menyelamatkanku"
Wajah Sasuke mengerut khawatir, ia sangat takut jika wanita itu akan pergi lagi dari hidupnya. Sudah cukup. Ia tak akan membiarkan wanita itu meninggalkannya lagi. Secepat kilat ia meraih lengan Sakura yang hendak berlalu meninggalkannya, menarik pinggang wanita itu dan menautkan dahinya dengan dahi lebar Sakura.
"Aku, Uchiha Sasuke dan kau Uchiha Sakura, kau istriku" Sasuke menatap datar kedua iris emerald didepannya. Ia melingkarkan kedua lengannya di pinggang sang Istri, gadis- ah tidak wanitanya.
"Aku belum menikah Uchiha dan aku tak mengenalmu, lepaskan aku!"
Sasuke menyeringai kecil mendengarnya. Ia semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Sakura kala wanita itu bergerak gelisah dalam dekapannya, ia sama sekali tidak berniat membuat jarak diantara mereka.
Salah satu lengannya beranjak turun mengengam tangan Sakura "Ini adalah bukti bahwa kau milikku Sakura"
Ia tersenyum miring saat melihat wanita bersurai merah muda di depannya menggeleng keras dan menepuk kedua belah pipinya yang mulai memerah.
"Ini bukan mimpi Sakura, kau istriku, milikku."
Secepat kilat Sasuke langsung memangut lembut bibir wanitanya dan langsung menyeringai senang kala Sakura balas memangut bibirnya. Ia merasa ratusan kupu-kupu terbang mengelitiki perutnya saat Sakura mulai mengalungkan kedua tangannya di leher Sasuke dan menjambak pelan rambut hitamnya.
'Aaarrrrrrgggghh'
Suara geraman itu menginstrupsi kegiatan mereka yang tengah asik saling berpangutan. Dengan cepat Sakura langsung mendorong pelan dada Sasuke yang sedari tadi menempel di tubuhnya. Ia menoleh ke sumber suara dan melihat –sedikit- banyak burung hitam yang menuju ke sumber suara. Tanah yang menjadi pijakkannya -sedikit-bergetar. Raut wajahnya menampilkan rasa bingung dan khawatir. Apa yang terjadi? Apa ada gempa lokal disini? Lalu suara apa yang didengarnya tadi?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tobecontinue
Nb:
Hai,saya kembali;D
kali ini saya mengambil sudut pandang dari Sasuke. Khusus karena 10 hari lagi papa sasuke akan berulang tahunXD
semoga cpt kasih anak laki-laki ya sas! biar ada penerus uchihaXD
terimakasih atas ripiu,fav,follow,sekedar mampir dan silentreader dari kalian semua, itu sangat memotivasi sayaXD
ch kali ini saya buat sedikit lebih panjang, semoga tidak bosan membacanya yaaaXD
terakhir, bagaimana pendapat kalian? teriakkan sepuasnya di kolong reviewXD
See ya!
