Lurus, lewati pertigaan dua kali, sampai di perempatan belok kanan dan lurus lagi. Akashi melangkahkan kakinya menuju kediaman Nijimura dengan wajah tenang, padahal hatinya sedang dag dig dug tak karuan. Efek setelah melihat Malaikat Biru memang mengerikan.

"Pagar rumah di cat pelangi..." Akashi baru saja sampai di perempatan dan berbelok ke arah kanan sembari mencari rumah dengan pagar ber-cat pelangi.

Langkah terhenti saat dia melihat siluet seseorang yang sepertinya tidak asing. Rambut hitam, poni pendek disisir ke samping, tangan memegang sebuah cangkir yang sepertinya berisi teh, dan di mulutnya masih tergigit setangkup roti panggang.

Bukan.. Bukan... Itu bukan siluet gadis remaja yang terburu-buru berangkat ke sekolah sambil menghabiskan roti panggang sarapan-nya seperti yang sering ada di shoujo manga. Lagipula sekarang hari minggu. Itu sepupunya, namanya Nijimura Shuuzou, lebih tua setahun dari Akashi.

"Shuuzou-nii !" Akashi sedikit berlari menghampiri kakak sepupu-nya yang sedang berdiri ganteng sambil mengunyah roti.

"Woogh..! 'gulp' Seijuurou, kau sudah sampai rupanya. Tadi nggak nyasar kan ?" Pemuda ber-rambut hitam yang di panggil Akashi dengan sebutan 'Shuuzou-nii' itu tampak sedikit terkejut dengan kedatangan Akashi.

"Aku tidak mungkin kesasar, dan ngomong-ngomong, itu apa yang kau bawa ?"

"He ? Teh ?" Nijimura menunjukkan secangkir teh yang sejak tadi di bawa-nya. "Mau ?"

"Bukan itu ! Yang itu loh." Akashi menunjuk sesuatu, atau mungkin seseorang yang di seret oleh Nijimura.

"Oh.. Ini ya..." Nijimura dengan entengnya menyeret mahluk malang bersurai abu-abu yang tampangnya nyaris tak berbentuk itu.

"Sampah Hidup, mau ku buang"


Kuroko no Basuke Fanfiction

"Kiseki Kazoku ~The Beginning~"

Kuroko no Basuke by Fujimaki Tadatoshi

Kiseki Kazoku by Eru Arasu

~Saya Hanya meminjam karakternya~

WARNING : OOC, Humor garing krenyes krenyes, bahasa gado-gado, typo, Shounen-Ai, dan segala kekurangan lainnya.

Pair : AkaKuro, dan masih banyak lagi~~

Don't Like Don't Read !


Chapter.01 ~ Dia Juga Di Sini ?! Hidup Itu Indah

Nijimura Shuuzou, 17 tahun, sepupu Akashi dari pihak Ibu.

Orangnya ganteng, tampangnya juga alim... Tampangnya saja sih...

Kenyataan-nya Nijimura adalah orang yang paling di takuti oleh Haizaki Shougo, salah satu penghuni rumah kostnya sekaligus adik kelasnya yang terkenal karena kelakuannya yang sudah seperti pereman pasar.

"Duduklah dulu Sei, kau sudah sarapan ? Mau teh ? Atau roti panggang ?" Atau mau aku ? gak.. gak ! Mohon abaikan yang barusan.

"Aku sudah sarapan, jadi teh saja." Akashi duduk manis sambil memperhatikan sekeliling.

Jujur saja, Akashi agak kaget dengan perubahan rumah Nijimura. Terakhir Akashi main ke sini itu tepat setelah dia lulus SD, ceritanya liburan. Dan saat itu bentuk rumah Nijimura masih normal. Ah bukan, sekarang juga normal, tapi halamannya tidak.

Pagar di cat pelangi, di halaman ada kolam ikan kecil, banyak pot bunga bertebaran di tiap sudut taman, kandang ayam kecil bercat biru muda, dan ada patung matryoshka di tata berjejer di tiap sisi pintu masuk. Oh, dan jangan lupakan eksistensi pohon terung yang ada di pojok kanan halaman yang sekelilingnya dipagari.

"Hoi Haizaki ! Bangun Kampret ! Bereskan kamarmu sekarang atau kau benar-benar akan kubuang ke pembuangan sampah !" Nijimura membawa nampan berisi teh sambil menendang Haizaki, mahluk malang bersurai kelabu yang tersungkur di tengah ruang tamu.

"Nijimura-san... Berhenti menendangku... Tolong..." Buang saja aku ke hatimu /Hush/. Haizaki tampak nelangsa di hajar oleh Senpainya.

Akashi sih, anteng-anteng saja melihat adegan KDKM (Kekerasan Pada Kouhai Maso) di depannya sambil menyesap teh dengan hikmad.

Haizaki akhirnya diusir keluar dengan cara yang tidak elit sama sekali oleh Nijimura.

"Ngomong-ngomong Shuuzou-nii, penghuni rumah ini kemana semua ? Kok sepi..."

"Ah.. Hari ini minggu sih, jadi semuanya pergi main ke luar, ada yang ke super market juga sih, sebentar lagi juga pulang."

"Lalu yang tadi itu ? orang rumah kan ?" Akashi meletakkan cangkir tehnya yang sudah kosong di meja. /Akashi haus banget ya ?/

"Yah.. Yang tadi itu Haizaki Shougo, sudah tinggal di sini sejak pertama rumah ini di jadikan rumah kost. Dia juga sekolah di SMA Teiko, kelas satu. Sebenarnya semua penghuni di sini anak Teiko semua sih." Nijimura membuka sebungkus kerupuk beras sembari menjelaskan.

"Hm.." Dan Akashi hanya membalas dengan gumaman pelan.

Suasana mendadak sepi, hanya ada suara kunyahan Nijimura yang sedang ngemil kerupuk beras.

Sampai tiba-tiba pintu ruang tamu terbuka dengan kerasnya dan menampakkan sosok remaja bersurai kuning /nggak ngambang/ dan seorang remaja lagi yang bersurai navy blue dan berkulit daki- /OHOK...! Ampun Aomine !/ berkulit eksotis.

"TADAIMAAAAAAA ~~~~~" Si surai kuning berteriak begitu keras dengan suara cemprengnya.

"Berisik Kise, pelankan sedikit volum suaramu kenapa.. ?" Si surai navy blue tampak jengah dengan kelakuan teman kuningnya itu.

"Yo, Aomine, Kise, sudah selesai belanja ? Nggak ada yang kurang kan ?"

Si surai kuning –sebut saja Kise- menyerahkan kresek berisi belanjaan kepada Nijimura.

"Nggak ada-ssu. Semuanya komplit ! Tapi tadi Aominecchi beli majalah porno-ssu !"

"WOI KISE !"

Dan benar saja, saat dibuka ada seonggok majalah porno di dalam kresek.

PLAAAKKKK !

Dan detik berikutnya majalah nista itu sukses menimpuk wajah si surai navy –sebut saja Aomine-

"EHEM" suara dehaman menginterupsi kegiatan Nijimura, Kise dan Aomine yang mencak-mencak karena ditimpuk majalah porno.

"Walah hampir lupa ! Kise, Aomine, ini sepupuku yang kuceritakan kemarin, Akashi Seijuurou." Nijimura menepuk jidat karena nyaris melupakan eksistensi adik sepupunya gara-gara majalah nista Aomine.

"WOAH ! Jadi ini Akashicchi yang katanya akan tinggal disini ? Wahaa~~~ Aku Kise Ryouta-ssu~~~ ! Semoga kita bisa akrab ya-ssu~~~!" Kise tampak antusias, atau mungkin agak hyper.

"A.. Akashi Seijuurou desu, yoroshiku..." Akashi jadi kaku berhadapan dengan Kise yang tampak amat sangat bersemangat, sampai ada sparkle di sekeliling Kise.

"Yoroshikuuuuu~~~ Oh iya, Akashicchi nanti juga sekolah di SMA Teiko kan ? Aku juga loh-ssu~~ Aku di kelas 1B-ssu ! Wah~~ Kira-kira nanti bakal sekelas nggak ya~~ OH ! Ngomong-ngomong nanti Akashicchi mau ikut klub apa ? Bagaimana kalau Klub Basket ? Seru loooh~~! Nijimura-senpai, Aominecchi dan teman-teman yang lain juga ikut Klub Basket ! Ramai banget-ssu ! Eh, eh, Akashicchi sudah punya pacar belum ? Punya adik ? Atau Kakak ? OH IYAA~~ Akashicchi pernah baca majalah fashion Zunon Boy ? Aku model di majalah itu loooh~~~ Aku sudah jadi model sejak masih kecil, gara-gara kakak perempuanku sih~~~ Kalau akashicchi mau minta tanda tangan pasti kuberi kok~~ Nggak usah malu-malu~~ Nanti kuberi tanda tangan speci- BUGH.. !"

Ocehan bak kereta express Kise terhenti karena sebuah bantal mendarat mulus tepat di wajahnya. Dan pelaku pelemparannya tak lain dan tak bukan adalah Aomine Daiki.

"AOMINECCHI JAHAT-SSUUU !" Kise histeris, nangis bombay.

Aomine malah korek-korek kuping dengan tampang sok polos /yang malah kelihatan sengak/. Pura-ura nggak tahu. Kise-pun pundung di pojokan.

"Yo ! Aku Aomine Daiki, kelas 1E SMA teiko. Yang bisa mengalahku hanyalah aku sendiri. Yoroshiku na..." Aomine memperkenalkan diri dengan se'enaknya.

Akashi merasa sikap Aomine itu menyebalkan, apa-apaan itu tadi ? 'Yang bisa mengalahku hanyalah aku sendiri'? Beh! Sombong.

"Hitam.. Dekil.. Mesum... Muka Jones..." Akashi dengan muka –sok- innosennya mengejek Aomine.

JLEBB !

Sakit, sakit banget... Apalagi bagian Muka Jones, karena Aomine memang Jones. Jones yang nggak bisa move on... Jones yang nggak di notis sama cem-ceman... NGENES MAKSIMAL !

"Pffft..." Kise menahan diri untuk tidak tertawa lepas.

Tampaknya Aomine dan Akashi tak akan bisa jadi teman dekat.

SREEEK

"Tadaima. Ada apa ini-nodayo ?" Tiba-tiba seorang bersurai hijau berkacamata masuk ke ruang tamu.

"Ooh.. Midorimacchi ! Lihat-lihat ! Sepupu Nijimura-senpai sudah datang loh ! Perkenalkan dirimu gih !"

"Jangan memerintahku Kise." Pemuda bersurai hijau itu –sebut saja Midorima- menaikkan kacamatanya. Matanya menangkap sosok asing bersurai merah yang dudk berhadap-hadapan dengan Nijimura.

"Namaku Midorima Shintarou nanodayo, Yoroshiku." Singkat, padat, jelas.

"Akashi Seijuurou, Yoroshiku."

.

.

Krik

"SHIN-CHAAAANN ! KAMVRET BANTUIN KEK ! BERAT WOOIIIII !"

Tiba-tiba terdengar suara teriakan nelangsa yang menggelegar dari pintu depan.

"Kau yang kalah janken nanodayo, jadi kau yang bawa, Takao." Midorima yang namanya tadi ikut diteriakkan hanya merespon seadanya, tetap stay cool.

"Err... Barusan itu kenapa ?" Akashi sweatdrop mendengar teriakan nelangsa barusan.

"Jangan dipikirkan nanodayo."

"Ebuset gak di bantuin beneran !" Takao Kazunari -orang yang tadi berteriak nelangsa- berusaha membawa patung Tanuki seberat 25 kilo, sambil menyumpahi Midorima.

.

.

"Namaku Takao Kazunari... ! Yoroshiku na~~" Takao memperkenalkan diri kepada Akashi setelah melalui masa-masa berat bersama patung Tanuki. /Beneran berat/

"Ah.. Yoroshiku.. Ngomong-ngomong, patung itu untuk apa ?" Akashi tampak penasaran dengan patung yang tadi susah payah di bawa Takao.

"Lucky Item-ku hari ini nanodayo." Yang di tanya siapa, yang jawab siapa.

'Lucky Item ?' Akashi mengerutkan dahinya mendengar jawaban Midorima. 'Buat apa ?'.

Mereka ber... eh.. enam, mulai berbincang-bincang. Dan tampaknya tak sulit bagi Akashi untuk beradaptasi dengan orang-orang yang baru di kenalnya itu. Mereka semua asyik berbincang sampai Aomine bertanya

"Nah.. Tetsu kemana ? Dari tadi tidak kelihatan."

Nijimura sebagai satu-satunya penghuni rumah yang tidak kemana-mana sejak pagi pun menjawab.

"Tadi dia peri keluar, mau ke toko buku katanya."

"Kalau Shougo-kun ? Tadi dia dirumah kan ?" Ganti Kise yang kepo.

"Haizaki kusuruh membersihkan kamarnya yang sudah seperti kapal pecah."

"Tetsu ? Siapa itu ?" Kepo itu menular.

"Kuroko Tetsuya, dia juga tinggal di sini. Tadi dia pergi keluar sebelum kau datang Sei."

"Akashicchi pasti suka deh sama Kurokocchi ! Soalnya Kurokocchi itu baik, kalem, imut dan lucu-ssu~~~. Dia juga teman baikku-ssu~~." Kise tampak antusias dengan pembicaraan 'siapa itu Kuroko Tetsuya'.

"Heh ! Apanya yang teman dekat ! Kau itu seperti hama buat Tetsu tahu !" Aomine tiba-tiba nyolot. Tampaknya tak terima Kise menyebut Kuroko sebagai teman baiknya.

"Halah ! Kau sendiri juga seperti kain lap bekas buat Kuroko kan ? Dasar mantan."

"Takao benar nanodayo. Kau bahkan tak bisa move on setelah putus dan sekarang malah nggak di notis sama cem-ceman. Kasihan."

Duo Midorima dan Takao malah membully Aomine. Meskipun sebenarnya apa yang mereka katakan itu fakta sih.

"Kau itu seperti sudah lupa kalau pernah mencampakkan Tetsuya dan membuatnya menangis. Dan ngomong-ngomong, kau masih belum ku maafkan lho." Oke, bahkan Nijimura juga ikut-ikutan.

"Benar-suu ! Aomine bego banget deh ! Padahal dapat pacar seimut dan sebaik Kurokocchi, tapi malah putus ! Mengecewakan-ssu !"

KRETEK KRETEK KRETEK

Kokoro Aomine remuk seketika. "Kenapa kalian semua malah membullykuu ?!" #AomineRapopo

Akashi hanya diam memperhatikan Nijimura, Kise, Midorima, dan Takao yang sekarang asyik membully Aomine yang sudah mulai memutih.

'Jadi, Kuroko itu mantannya Aomine ? Berarti humu dong ? Kuroko laki-laki kan ? Syukurlah.. Setidaknya ada humu lain selain aku. /heh/ Orangnya seperti apa ya ? Kelihatannya dia dekat dengan Shuuzou-nii.'

Akashi malah membatin bahagia karena merasa akan mendapat teman sesama humu yang kelak bisa diajak curhat. Aomine gimana ? Kan humu juga ? Bodo. Akashi terlanjur ilfil dengan eksistensi Aomine.

Akashi mulai membayangkan bagaimana rupa seorang Kuroko Tetsuya. Sampai suara pintu di geser mengusik pendengaran orang-orang di ruang tamu itu.

Detik berikutnya bola mata Akashi membulat sempurna. 'Bohong..'

"Hoh ! Tetsuya... Sudah pulang ternyata." Nijimura yang pertama menyambut kedatangan sesorang pemuda yang membuka pintu ruang tamu.

"Hai.. Tadaima.." Suara lembut meluncur mulus dari bibir pemuda yang berdiri di ambang pintu itu.

"Yo ! Tetsu !" Aominepun ikut menyapa.

"Aomine-kun kenapa ? Berantakan begitu." Ekspresinya tampak datar tapi terselip nada penasaran di kalimat yang diucapkannya.

"Kurokocchiii~~~~" Kise menerjang hendak memeluk tubuh mungil si pemuda tapi malah jatuh tersungkur karena yang akan dipeluk sudah menghindar duluan. "Hidoi-ssu~~~"

'Tunggu, tunggu ! Tetsuya ? Tetsu ? Kurokocchi ? Jangan bilang...'

"Ng ?" merasa diperhatikan, pemuda itu menoleh ke arah Akashi. Surai baby bluenya bergoyang pelan.

Akashi hanya diam, terlalu bingung harus memberikan respon seperti apa.

Suara itu.. Ekspresi datar itu... Tubuh mungil itu... Surai biru itu...

Tidak salah lagi ! Akashi tidak mungkin salah ! Dia.. dia...

"Lho ? Orang yang tadi..."

Malaikat Biru yang tadi di temuinya ! Yang seenaknya mencuri hatinya !

"Ah.. Dia sepupuku yang kemarin kuceritakan, Akashi Seijuurou. Mulai sekarang dia akan tinggal di dini bersama kita. Ngomong-ngomong, kalian saling kenal ?" Nijimura memberi penjelasan singkat pada pemuda mungil itu dan agak penasaran karena mereka terlihat seperti sudah pernah bertemu sebelumnya.

"Sou... Tadi aku sempat berpapasan dengannya di jalan."

Pemuda mungil itu mendudukkan diri di depan Akashi. Kemudian memperkenalkan diri sembari tersenyum tipis.

"Namaku Kuroko Tetsuya. Yoroshiku ne, Akashi-kun."

Kata orang Jodoh itu nggak kemana. Dan hari ini Akashi Seijuurou mulai meyakini kalau pemuda manis yang dia juluki Malaikat Biru itu jodohnya. Bertemu karena kecelakaan kecil, kemudian jatuh cinta pada pandangan pertama, tak lama kemudian bertemu lagi di rumah sepupunya.

Klise. Tapi cukup membuat Akashi merasa begitu bahagia mengetahui Malaikat Birunya yang ternyata adalah mantan Aomine, Kuroko Tetsuya, tinggal di rumah yang sama dengannya.

Akashi mendapat firasat kalau masa SMAnya akan menjadi masa-masa paling indah dalam hidupnya.

.

.

.

To Be Continued


Woooooggghhh... Berapa lama saya menelantarkan fanfic ini~~~~~ T0T

16 hari yah ? /hitung kalender/ Ma'afkan sayaaaa~~~ Sumimaseeeen~~~ /bungkuk/

Yah... Krisis kuota internet itu mengerikan. 2 mingguan cuma punya modal bonusan, padahal ini chapter dua udah selesai tepat seminggu setelah saya post chapter 1nya... /ngenes/

Ah... sebentar... Sebenarnya ini baru chapter satu karena yg sebelumnya itu baru prolog. :'v

Terimakasih buat para reader yang udah fav follow dan review... /ketcupsatusatu/

Semoga chapter 2 ini nggak membosankan.. ^^ Oh, dan ngomong-ngomong, saya kepengen buat versi doujinnya fanfic gaje ini mumpung udah nggak artblock... Tapi masih bimbang.. Bikin gak ya... :'v /halah/

Yahsudahlah, dibawah ini balesan buat yang udah review~~~~

Rive Eve Akashi : Ahaha XD Ini chapter 2 sudah update~~ Terimakasih sudah mampir dan baca ff gaje saya~~ :'v

qqyo : Wah... Terimakasih sarannya ^^ semoga chapter 2 ini lebih baik dari yg sebelumnya~~ ^^ Terimakasih reviewnya~~

ichi Ten-ku : Haha... Mamah Shiori kan hebat ! :v Satu setengah kilo itu pergi sendiri lho... kalo sama orang tua ya udah sampek kemana-mana :v Iya~~ Saya kadang suka bikin fan'art atau komik kalo lagi senggang ^^

Yak ! Review yang lain dibalas lewat pm ya~~~ Chapter selanjutnya Insayaalloh diupdate minggu depan /tapisesempatnya:v/

Sampai jumpa di chapter berikutnya~~~ ^^