Celebrity Punishment

Disclaimer : Bleach by Tite Kubo

Pairing : IchiRuki .

Genre : Friendship, romance

Warning : Abal-abal , fanfic pertama dari anak berumur 14 tahun. Masih banyak kesalahan, dan aku tau itu. Maaf kalo ceritanya aneh, ga nyambung dan yang pastinya banyak kekurangan.

A/N : Fanfic ini terinspirasi dari kpop sebenernya, dari boyband FT Island dan dari aku sendiri yang dulu amat sangat tidak menyukai kpop tapi akhirnya luluh. Wkwkwk

Don't like don't read !

Enjoy reading ~


CHAPTER 1 – DAY 1

Rukia terbangun dari mimpi semalamnya, disambut dengan sinar matahari dan kicauan serta nyanyian merdu burung dari luar jendela.

"Kenapa saat tidur waktu cepat sekali, hahh.." Rukia menghela nafas lalu pergi mandi. Hari ini dia izin sekolah, alasannya, ia mau mengantar kakak nya yang akan pergi ke US.

Rukia berdiri di depan meja riasnya dan bercermin. Sambil menyisir rambutnya yang masih berantakan, ia berkata pada dirinya sendiri, "Mulai hari ini dan satu bulan kedepan, i'll be a loner."

"Rukia! Apa kau sudah siap? Cepat, nanti kakak telat nih!"

"Oh! Iya, nii-sama. Sebentar lagi aku turun!"

Rukia meletakan sisirnya, lalu bergegas turun menyusul kakak nya yang sudah ada di dalam taxi.

KRINGGG! Bel tanda masuk di sekolah berbunyi, namun ada yang 'awkward' di sekolah saat itu. Biasanya ramai dan berisik oleh karena obrolan para siswi, namun hari ini sepi, sunyi, senyap sangat hening. Sang guru menelusuri koridor sendirian, ia merasa sedang bekerja di sebuah sekolah anker tanpa penghuni. Ia memasuki ruangan kelas tempat ia mengajar di jam pertama, tepatnya kelas Rukia, tapi disana hanya terlihat siswa, dimana para siswi?

"Keigo, dimana teman-temanmu?" tanya sang guru kepada seorang murid laki-laki yang tengah asyik mendengarkan musik dari ipodnya. "Ermm, pada ke airport kali bu," balasnya santai dan memasang kembali headsetnya. Guru tersebut hanya bisa menggelengkan kepala melihat siswanya yang terlihat tidak niat belajar, bahkan memang kenyataannya tidak niat.

"SHINYS!" Teriak para shinysters di airport, walau belum ada tanda-tanda Shinys melangkah keluar. Tapi para fans sudah terlalu bersemangat menanti kedatangan sang idola. Bahkan mereka bolos sekolah hanya untuk menyambut kedatangannya, padahal belum tentu bisa lihat. Airport, pada hari itu sudah selayaknya seperti sarang semut. Security yang menjaga pun sudah terpental ke langit karena ga bisa mengontrol para shinysters. Begitulah yang disebut Bleach Fever, alias demam bleach. Mungkin demam bleach itu lebih parah daripada demam berdarah. Tidak bisa diukur dengan termometer, bahaya sekali.

Disisi lain, Rukia sedang duduk disebelah kakak nya sambil membawa cola di tangannya. Masih ada 20 menit sebelum penerbangan ke US, sebanyak mungkin sang kakak menceramahi Rukia. #semenjak kapan byakuya bawel 0.0

"Rukia, jaga diri yang baik. Ingat, kalau malam pintu jangan lupa dikunci dan lampu dimatikan semua!" Rukia mengangguk, "Iya nii-sama."

"Jangan lupa juga cuci baju yang benar, pakai mesin cuci biar ga kesusahan. Tapi hati-hati jangan sampai mesin cucinya rusak." Rukia mengangguk lagi dan menjawab datar, "Iya nii-sama."

"Tiap hari lap kaca jendela, jangan sampai ada yang berdebu." Rukia mengangguk lagi, "Iyaaa nii-samaaa." Rukia menghela nafas dan berkata dalam batin, "Sebenarnya yang nii-sama pikirin itu keselamatan adiknya atau keselamatan rumahnya?"

"Nanti kalau ada penagih hutang datang-"

"Memangnya kita punya hutang?" Cegat Rukia. "Ga ada sih.."

"Yang penting kamu jaga rumah deh. Nanti setiap minggu kakak kirimkan uang, dipakai baik-baik. ATM BCA kamu aktif kan?"

"Aktif kok. Tenang aja." Jawab sang adik santai.

10 menit lagi sebelum penerbangan..

"Kakak berangkat dulu ya," ujar Byakuya. "Iya. Hati-hati ya." Kedua kakak beradik itu pun berpisah, diwaktu yang sama..

"SHINYS DATANG!"

"GW BISA LIHAT KEPALA URYU!"

Teriakkan histeris Shinysters terdengar dari kejauhan 100 meter dari tempat. Semua ini terjadi karena satu faktor, para member Shinys telah menginjakkan kaki di negara mereka.

Shinys's POV

"Fans disini histeris banget," ujar Hitsugaya, si imut sok cool. Uryu menoleh dan berkata, "Entahlah, bahkan ada yang meneriakkan kepalaku." Dengan tatapan lurus kedepan, Renji menjawab, "Tapi ga apa-apa, kita kan orang populer." Hisagi menggelengkan kepala, "Dasar kalian ini."

"Hehe, bercanda kali," kata Renji, "ngomong-ngomong, Ichigo mana?" Lanjutnya.

End of Shinys's POV

"Aku ga melihat Ichi! Dia dimana?" Salah satu fans nengak-nengok kanan kiri mencari sosok vokalis. Tapi tidak ditemukan, nyatanya..

Ichigo's POV

Aku sudah berjanji! Turun dari pesawat, aku harus mencari makan! Lapar! Bagaimana mungkin, semua makanan yang ku pesan diserbu habis oleh si sok cool ga jelas Toushirou itu. Aku tidak tahu kapasitas perutnya, dalam satu kedipan mata makananku sudah tidak tersisa satu butir nasi pun. Yang ada didepan mata ku hanya sebuah piring kosong dilengkapi sendok dan garpu. Sulit dipercaya, hingga akhirnya aku harus menahan lapar.

BRUKK!

Oh tidak, aku menabrak seseorang dan menjatuhkan kacamata hitamku. Bagaimana ini? Identitasku bakal ketahuan didepan publik begini dong? Shinyster di airport sini masih banyak, aku yakin itu. Tapi ku mohon, jangan sekarang!

End of Ichigo's POV

Rukia's POV

Aku terus menatap keluar jendela hingga pesawat yang ditumpangi kakak ku lepas landas. Dan saat aku berbalik, ada seorang lelaki mengenakan kacamata hitam. hoodie kuning tengkorak, jeans panjang menabrak ku. Kacamatanya jatuh dan pecah, orang ini.. Lumayan ganteng.. Sejujurnya cakep banget sih. Lalu aku menyapanya, ia terlihat shock banget.

"Anda ga apa-apa?" Tanyaku sesopan mungkin. Ia hanya mengangguk, tidak mengatakan sepatah katapun. Dan dia terus menunduk, dasar orang aneh.

"Ngomong-ngomong anda siapa dan kenapa? Kok lari-larian di airport?" Aku penasaran sama kelakuan aneh lelaki ini, jadi kutanya. Tiba-tiba saja, wajah orang ini menjadi penuh kegirangan dan bersinar mengalahkan api matahari.

End of Rukia's POV

"K-Kau..tidak mengenaliku?" Kata Ichigo dengan senyuman lebar terpancar di wajahnya. Rukia bingung, "Maksudmu? Apa aku mengenalimu sebelumnya?"

"Bagus! Kalau begitu, kau harus menemaniku makan!" Ichigo menarik tangan Rukia dan membawanya ke sebuah restoran yang ia lihat pertama kali. Entah itu restoran apa, Ichigo segera mengajak Rukia masuk, duduk, dan memesan makanan.

Saat Ichigo dengan lahapnya menyantap hidangan didepannya, Rukia pun akhirnya berbicara kembali, "Hey! Lebih baik kau jelaskan sekarang juga!"

"Elasin awa?" (Jelasin apa?) jawab Ichigo dengan mulut penuh makanan. "Haishh, telan dulu makananmu, baru kita ngomong lagi!" Dan jujur, Rukia kesal sekali.

"Hehe, maaf ikut menarikmu bersamaku. Soalnya, selain kamu mungkin tidak ada lagi." Rukia dibuat makin bingung, "maksudmu apa? Siapa namamu?"

"Kurosaki Ichigo," Rukia diam sejenak, dan mengingat kembali nama itu.. "Ohh, kau Kurosaki Ichigo.."

"KUROSAKI ICHIGO!?-" Ichigo segera mendekap mulut Rukia, "jangan keras-keras! Nanti aku ketahuan!" Setelah melepas tangannya dari mulut Rukia, perlahan ia berkata, "Makanya aku terkejut ketika kamu tidak megenali wajahku. Padahalkan aku cukup populer, sangat populer bahkan." Katanya sambil membanggakan diri.

"Jadi, kau Kurosaki Ichigo anggota Shinys itu?"

"Yeep!" Jawabnya. Rukia menepok jidat, "bisa-bisanya aku bertemu dengan seorang bleach star.."

"Ada apa? Ada apa? Oh ya, siapa namamu?" Tanya Ichigo.

"Ah, aku Rukia."

"Apa kau benar-benar tidak kenal dengan ku?" Tanyanya lagi.

"Tidak. aku hanya sebatas tahu namamu saja, itu pun karena temanku meneriakkan namamu dengan begitu kencang saat di kelas."

"Oh kenapa?" Rukia menatap Ichigo, "dia itu fans beratmu."

"Bukan, maksudku kenapa kamu bahkan tidak tahu wajahku?"

Rukia menoleh ke arah jendela restoran itu, dan menjawab, "Aku tidak suka bleach, karena menurutku lagu-lagu dance seperti bleach tidak cocok denganku."

"Jadi, apa yang kau suka?" Tanya ichigo berkali-kali.

"Sesuatu yang akustik, jazz, atau rock."

Ichigo tersenyum, dan tidak bertanya lagi. Rukia heran, tapi memutuskan untuk diam. Setelah Ichigo makan, ia segera ke kasir dan membayar. Perempuan di kasir itu menatap lekat pada Ichigo, dan itu memberikan firasat buruk baginya.

"Kau.. Kurosaki Ichigo ya!?" seru perempuan kasir itu penuh semangat. "ah.. aku.."

"Kakak! Sudah selesai membayar belum?" Sambar Rukia berpura-pura saat melihat Ichigo yang lagi sweatdrop.

"Ah, ini lagi bayar." Senyum Ichigo kepada Rukia. Perempuan di kasir itu menjadi diam, ia berpikir mungkin ia salah menebak bahwa itu adalah Ichigo. Selesai kejadian itu, mereka melangkah keluar dari restoran. Sebuah ringtone bleach terdengar, hp Ichigo berbunyi, dan tertera nama Renji disana..

(in call) "Wehh Ichigo! Kau dimana?"

Ichigo "Aku habis makan, di restoran dekat bandara."

Renji "Ya ampun! Cepat kembali! Kita masih banyak persiapan untuk fan meeting nanti malam. Kita di hotel Carpe lantai 6 nomor 48!"

Ichigo "Baiklahh."

Setelah menutup telepon, Ichigo menatap Rukia dengan puppy eyes..

"Ada apa?" tanya Rukia datar nyaris tanpa ekspresi. "Hmm, kau tahu letak hotel Carpe tidak?" Ucap Ichigo dengan nada manja.

"Hmm.." gumam Rukia, "Ya aku tahu. Jangan katakan kau mau aku menunjukkan jalan untukmu."

"S-Siapa lagi yang bisa kuharapkan disini?" Tetap dengan puppy eyes.

"Hahh, baiklah. Ayo naik bis."

"J-Jangan bis! Hmm taxi aja ya?"

Rukia menghela nafas, "Ya sudah, kita kembali kesana, disana banyak taxi." Sambil menunjuk arah bandara, "Oh ya, pakai ini!"

Rukia melempar sebuah topi dan kacamata hitam, entah dari mana asalnya atau kapan belinya, yang penting bisa digunakan untuk menyamar.

Sesampainya di hotel, Ichigo turun dari taxi dan mengucapkan, "Terima kasih ya! Kalau tanpamu, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang." Rukia tersenyum dan melambaikan tangannya, "Ya sama-sama. Aku pulang dulu, good luck for your fan meeting!"

Hotel Carpe lantai 6 kamar 48 ..

"Ichigo! Dari mana saja?" Kata Renji. "Maaf, tapi ini semua karena Toushirou!" Protes Ichigo sambil menunjuk Hitsugaya. Mereka pun saling bertatapan, hingga munculah sang leader, Uryu.

"Ada apa sih?" Ucap sang leader, "dan kau Ichigo! Jangan main kabur!"

"Ini semua karena Toushirou!" Kata Ichigo dengan nada kesal. Hitsugaya hanya asyik mengemut lollipop nya tanpa menghiraukan Ichigo.

Memang, si sok cool Shinys ini adalah resmi sebagai orang mengesalkan nomor satu bagi Ichigo. "Ngomong-ngomong, mana Hisagi? Biasanya dia bawel?" Ichigo melihat sekelilingnya. "Oh, dia lagi asyik main PSP di kamar dalam." Jawab Renji.

Setelah basa-basi itu berakhir, para member Shinys dipanggil oleh managernya untuk segera melakukan persiapan untuk nanti malam. Di ruang ganti Shinys..

"Ichigo, selama kau pergi tadi, apa yang kau lakukan?" Tanya Uryuu.

"Ah, aku bertemu dengan seorang perempuan."

Sekejap, para member berteriak bersamaan, "P-PEREMPUAN?" Ichigo mengangguk iya, lalu mulai bercerita. "Anehnya, perempuan ini tidak tahu sama sekali tentang bleach. Jadi saat aku menabraknya tanpa sengaja, aku jadi ga khawatir. Dia tidak suka bleach karena mayoritas lagu-lagu bleach itu untuk dance. Jadi untuk fan meeting nanti, ku harap ia akan menontonnya."

"Perempuan yang unik, tapi saat kau akan menyanyi di fan meeting nanti, apa kau yakin ia akan melihatnya?"

"Firasatku berkata iya, fan meeting ini juga akan disiarkan secara live di tv kan? Aku ingin dia tahu kalau bleach itu ga semuanya untuk dance. Genre Shinys kan beda dengan boyband lain!" Jelas Ichigo panjang lebar.

Waktu menunjukkan pukul 7 malam, Rukia yang baru selesai mandi, sekarang sedang duduk di sofa dan menyalakan tv. Ia terus menekan tombol remot mencari channel tv yang menarik, tapi tidak ada. Saat ia berminat untuk mematikan tv, acara fan meeting Shinys muncul di salah satu channel sehingga membuat Rukia berhenti sejenak untuk menyimak acara.

"Itu dia Ichigo. Agak beda saat memakai dan tidak memakai make up," gumamnya sendirian. Rukia menambahkan volume tv dan memperhatikan serius.

"Konbanwa! Shinys desu!"

MC = Shinys! Bagaimana kesannya datang ke Karakura?

Uryuu = Shinyster disini sangat antusias hahaha

Ichigo = Disini agak panas, dan lebih panas lagi karena Shinyster!

MC = Wah! Apa kalian dengar itu? So, apa yang mau kalian lakukan di Karakura?

Ichigo = Jalan-jalan!

Uryuu = Hmm.. Shopping?

Histugaya = Makan hahaha

Renji = Mencari tempat narsis, maybe?

Hisagi = Main, dan itu harus..

MC = Wah, setiap member punya keinginan yang berbeda-beda ya! Lalu, apa yang akan kalian lakukan sekarang?

Ichigo = Kami akan membawakan sebuah lagu.. dari album terbaru kami..

MC = Baiklah! Ini dia performance Shinyster!

Alunan musik mulai terdengar, dimulai dari drum Toushirou, dan gitar uryuu, diiringi rythm yang timbul dari gitar Renji, dan bass Hisagi secara bersamaan. Ichigo, vokalis band tersebut akhirnya mengeluarkan suara nya..

Rukia menyimak lagu yang dibawakan Shinyster ini, lagu yang.. sedih..

"Ichigo terlihat menghayati sekali, mengagumkan," gumam Rukia.

Rukia berdiri sejenak dan menuju dapur, menyeduh segelas teh hangat dan duduk kembali di sofa. "Eh, ada interview juga ya."

MC = Jadi, selama di Karakura, kegiatan apa saja yang sudah di jadwalkan?

Uryuu =Kita akan menetap di Karakura selama 6 hari lalu melanjutkan tour di negara lainnya.

Ichigo = Tepatnya, kita akan ke Hueco Mundo dan Rukongai setelah menyelesaikan konser di Karakura.

"Wah enak banget ya, aku bahkan belum pernah ke Hueco Mundo. Artis itu curang sekali, hah" gerutu Rukai sambil meneguk teh nya.

MC = Semoga tour kalian menyenangkan ya! Jangan kesal karena musim di Karakura agak berbeda dengan Seiretei hahahaha.

Ichigo = Aku sih tidak memikirkan cuaca, asalkan ada Uryuu di sampingku untuk membiayai segalanya hahahaha.

Hisagi = Nahhhhh .. betul itu betul, Ichigo bener banget itu ..

Apakah mereka lupa bahwa mereka adalah artis? Bisa-bisanyaa.." Rukia hanya sweatdrop mendengar ucapan Ichigo dan Hisagi lewat tv.

Uryuu = Kau kira aku bank?

Ichigo = Bukankah begitu? Ya ga, Hisagi?

Hisagi = Iyaapp!

MC = Lalu, ku dengar ada program special dalam tour kalian kali ini. Apa itu benar?

Ichigo = Yap benar sekali!

Histugaya = Kurosaki, biarkan aku yang menjawab. Sejak awal kau terlalu bawel.

"Hahahaha! Ekspresi macam apa itu." Tawa Rukia melihat Ichigo yang dibilang bawel oleh Toushirou.

Toushirou = Jadi di konser besok, kita akan menyeleksi 5 shinyster yang akan mendampingi kita di tour nanti.

MC = Whoaa, apakah menyeleksi satu persatu tidak sulit? Shinyster disini banyak sekali lohh..

Renji = Tenang saja, kita lihat besok :D

"Woww," Rukia menelan ludah, "Kalau si kembar Apache dan Milarose itu ikut, kesan Shinys apa ya?"

MC = Baiklah, kita lanjut ke acara selanjutnya! Para shinyster boleh mengantri di depan bias kalian masing-masing.

"Ah, acara nya sudah selesai. Sisanya hanya fan sign biasa."

Rukia mematikan tv, dan beranjak ke kamar tidurnya. Tidak lupa akan nasihat kakaknya, ia mematikan semua lampu dan mengunci semua pintu. Rumah itu sekarang seperti rumah tanpa penghuni. Rukia mengunci pintu kamarnya dan berbaring di ranjang.

"Hari yang tak terbayangkan. Malam ini, aku akan mimpi apa ya?"

Rukia menarik selimut dan memeluk gulingnya, lalu memejamkan mata memasuki dunia mimpi.

CHAPTER 1 END


Nahh akhirnya bisa update chapter pertamanya hehe .. maaf lama ..

kalo ada yang salah lagi , aku benar2 minta maaf T_T ga ada yang marah kan ?

buat prolognya kemarin , aku bener2 minta maaf ..

Awalnya aku mau bikin fanfic korea yang melibatkan FT Island dan Tiffany SNSD , tapi sebelum lanjut ke chapter 1 nya , aku mikir pengen dirombak aja jadi fanfic bleach .. Maka dari itu mungkin jadi banyak yang bingung kenapa ada nama Tiffany .. Honto ni gomenansai :(

Untuk amexki chan :Makasih ya uda mau baca fic nya :) terus aku minta maaf buat kesalahan namanya , seperti apa yang aku tulis di atas , fanfic pertama aku ini , aku rombak dari korea jadi fic bleach . lalu makasi ya uda bilang penulisannya rapi dan bikin penasaran hehehe :)

Untuk Kurosaki Miyuki : Makasi yaa uda baca dan berbagi pendapat . seperti pendapat miyuki-senpai , aku agak ubah cara bicara byakuya , memang bener sih , kesannya jadi lebih enak . hehe . terus iya ini sebenernya hasil fanfic korea , baru jadi prolognya aja sih . tapi di pertengahan mau bikin chapter satu , aku kepikiran mau jadiin ff bleach aja . maaf ya kalo bikin bingung :(

Untuk lalalza : Maaf , sebenernya Tiffany itu Rukia . tapi makasih ya uda mau baca :)

Untuk nenk rukiakate : Makasih ya uda baca n kasi pendapat hehe . terus maaf banget ya buat kesalahannya T_T waktu aku ngerombak fic nya jadi fic bleach , aku ga teliti :( maaf ya .. untuk selanjutnya , aku bakal berusaha lebih baik lagi !

yaapp , untuk keseluruhan aku ucapin makasih sekaligus minta maaf . semoga masih banyak yah yang mau baca fic ini , pertamanya pas update aku takut kalo ga ada yang mau baca .

for this new chapter , review please :)

karna masih banyak kesalahan , aku minta pendapatnya ya . arigatou :D