In Earth
Seorang namja sedang memandang langit dengan khidmat, dia seakan – akan seperti sedang bertelepati entah dengan siapa, hingga sebuah suara memecah konsentrasinya.
"Yesung Hyung…sudah pulang? Kenapa bediri saja, cepat masuk di luar sangat dingin"
"Ne,Wookie cagi….. malam ini langit terlihat berbeda, aku merasa khawatir"
"Apanya yang berbeda? Sepertinya sama sajah, hitam dan gelap, apa yang hyung khawatirkan?"
"Entahlah cagi, aku ingin jalan – jalan sebentar ne? sapa tau bisa menghilangkan rasa khawatirku"
"Ne, baiklah hyung hati – hati ne"
Setelah itu sang namja bernama Yesung berjalan – jalan mengikuti kata hatinya hingga dia melihat sebuah tubuh tergletak di tanah, pelan – pelan dia mendekati hingga.
"Teuki Hyung…..ironie….bangun hyung"
"…."
Karena tak ada jawaban Jongwoon pun menggotong Teuki pulang kerumahnya
BRAK
"Astaga Yesung Hyung, kau mau menghancurkan rumah kita? OMO…siapa yang kau bawa hyung? Kenapa dia?"
"Ini Teuki Hyung, Hyungku Wookie….. tolong bawakan baskom dan aer hangat ke kamar tamu ne"
"Ne, hyung"
Yesung pun membawa dan membaringkan Leeteuk di ranjang, tak berapa lama Wookie pun datang, dengan membawa baskom berisi aer panas, yang akan mengompres Leeteuk.
"Ini Hyung, kompres nya"
"Ne, Gomawa cagi"
"Bagaimana dia bisa ada di bumi hyung?"
"Mollayo, cagi, hyung juga tak tau mau tak mau kita harus menunggu dia siuman"
"Ne, hyung… baiklah, aku masakan makan dulu ne hyung siapa tau hyungmu sadar"
"Ne, gomawa cagi"
Tak berapa lama Teuki pun sadar dari pingsanya.
"Engh….."
"Hyung, kau sudah sadar?"
"YESUNG? Kau kah itu?"
"Ne, Hyung aku dongsaengmu"
"Ini dimana? Kenapa aku bisa ada di sini?"
" Ini di rumahku hyung, aku tadi merasakan perasaan tak enak, jadi aku jalan – jalan dan aku menemukanmu terbaring, ada apa hyung? Kenapa kau ada di bumi?"
"Aku mau mencari sayap kanan ku Sungie"
"Ha? Maksud hyung?"
"Kau kan tau sayapku hanya sebelah kiri saja, mangkanya aku turun ke bumi untuk mencari belahan sayapku yang sebelah kanan?"
"Jangan bilang kau kabur dari langit hyung?"
"Aniya Sungie, appa yang menyuruhku, dan memang aku juga ingin memiliki sepasang sayap yang utuh, tapi appa tidak memberitahuku, aku harus mencari dimana"
"Hah…. Appa ternyata tak berubah yah, masih suka berteka – teki. Bumi itu luas loh hyung, kau mau mecarinya dimana"
"Mollayo, hyung saja tak tau mulai dari mana"
Obrolan mereka terhenti saat pintu kamar terbuka, memperlihatkan Wookie yang membawa nampan masuk.
"Yesung Hyung, ini buburnya sudah jadi, sepertinya sudah sadar yah"
"Ne, cagi, Teuki hyung sudah sadar"
"Gomawa Agasshi merepotkanmu"
"MWO? Agasshi?"
"Errr…. Hyung Wookie itu namja hyung"
"Eh…. Mianhe, Jung Jungsoo imnida panggil saja Leeteuk, Wookie-ah"
"Kim Ryeowook, eh salah maksudnya Jung Ryeowook Imnida, panggil saja Wookie, Teuki Hyung"
"Mwo? Kau…?"
"Ne, hyung….. dia jodoh yang appa bilang dulu"
"Woow….. Chukkae ne dongsaeng-ah"
"Hyung makan dulu, nanti buburnya keburu dingin"
Yesung pun mengambil mangkuk bubur yang di taruh Wookie, di meja sebelah ranjang dan memberikanya ke pada Leeteuk, Leeteuk menerimanya, tapi dia tak memakanya. Yesung pun bertanya.
"Kenapa tak dimakan hyung? Kenapa dilihatin saja?"
"Err…. Ini makanan di bumi yah Sungie? Bagaimana memakanya?"
Yesung pun sadar hyungnya kan malaikat langit, makanan di langit dan di bumi kan beda, Yesung pun menpuk jidatnya dan berkata.
"Ne, hyung ini namanya bubur, makanya pake sendok dan masukin ke dalam mulut"
"Waaahhh…. Keren yah, ternyata di bumi makananya macem – macem yah"
"Heheh….gitu deh hyung"
Akhirnya Leeteuk pun makan buburnya hingga abis, setelah habis.
"Sungie…."
"Ne, hyung wae?"
"Gereja dimana yah?"
"Memang mau ngapain hyung ke gereja?"
"Siapa tau Tuhan mau membantuku menemukan sebelah sayapku"
JDER
Yesung yang mendengarnya sweetdrop ria, sepertinya hyungnya ini bener – bener polos, dia yakin maksud sang appa bukan itu, akhirnya dia pun bertanya kepada Teuki.
"Hyung yakin, appa menyuruh mencari sayapmu yang sebelah kanan? Bukan maksud yang lain"
"Ne, Sungie, appa menyuruh aku mencari pasangan sayapku ini"
"Ya sudah lah, kalau begitu kajja kita Gereja."
In Somewhere
Seorang namja tampan bertubuh sedit berisi sedang keluar dari salah satu toko, dia pun di sapa oleh seseorang.
"Kangin hyung, kenapa kau kelihatan kesal begitu? Kau baru saja buat tato baru ne?"
"Ne, Hyukkie…."
"Tato, gambar apa sekarang hyung?"
Kangin menarik Eunhyuk ke sebuah gang sepi dengan penerangan yang cukup, dia pun membalikan badan dan membuka bajunya.
"H…hyung…. Ma…mau apa kkau? Kenapa….buka baju? Andweee hyung"
"Maksudmu apa Hyuk? Kau ingin melihat tato baru ku kan? Mangkanya otaknya jangan yadong dulu"
"Heheh… aku kira hyung mau ngapain, mana hyung?"
Kangin pun membuka bajunya semuanya dan membelakangi Hyuk, tadinya Hyuk tidak bisa melihat dengan jelas, lalu akhirnya dia sadar gambar apa yang ada di punggung Kangin.
"Sayap? Kenapa sebelah kanan saja hyung? Kenapa tidak sebelah kiri?"
"Gara – gara si bodoh Changmin, masa alatnya mendadak rusak waktu mau yang buat sebelah kirinya? Padahal aku sudah bilang jauh – jauh hari kalau alat itu harus dibetulkan, sekarang rusak kan?"
"Hahaha…. Tapi keren kok hyung, seperti seorang malaikat, bersayap sebelah"
"Huh…. Ada – ada saja kau, masa preman begini kau menyebutku malaikat, tidak cocok kan"
"Dan tidak ada preman yang men tato dirinya dengan gambar sayap hyung"
"Entahlah Hyuk, sedang kepingin saja"
"Dasar kau Hyung"
Sementara di tempat lain, seorang namja tampan dengan senyum jokernya. Sedang makan malam bersama kedua orang tuanya.
"Bagaimana Kabar Choi Fondation Siwon?" Tanya sang appa Choi Hankyung kepada sang anak
"Baik appa, malah sekarang banyak sukarelawan yang membantu baik obat – obatan maupun tenaga medis"
"Wah….kau hebat cagi…..Umma bangga padamu" kata sang umma Choi Heechul
Semua orang tau dengan keluarga Choi yang memiliki perusahaan besar dengan nama Choi Group, dengan bisnis pertanian, pertambangan, advertaising serta fashion, Choi Fondation salah satu yang didirikan oleh Choi Siwon menangani bidang sosial, lebih tepatnya menangani anak – anak penderita kanker.
Choi Siwon namja berumur 25 tahun, tampan,bertubuh atletis memiliki semua yang diinginkan oleh para kaum ibu untuk di jadikan menantu, dia orang yang baik, dia sangat menyukai anak – anak tidak heran bila dia mendirikan Choi Fondation dan dia anak yang taat kepada Tuhan dan sayangnya dia memiliki kekurangan yaitu orientasi sexual yang menyimpang. Sang appa dan ummanya sudah tau mengenai penyimpanganya dan untungnya mereka bisa menerima.
"Woonie….. kau mau kemana? Ini sudah malam nak?"
"Wonnie mau ke gereja dulu umma, Wonnie janji gak akan pulang malam"
"Ne, baiklah cagi…..hati – hati ne"
Siwon pun meninggalkan rumah menuju gereja terdekat, dimana dia sering membantu pastor yang ada di sana, dia pun masuk ke dalam gereja. Siwon langsung menuju bangku paling depan dan berdoa. Dia sempat membuka matanya dan melihat seseorang yang sangat bercahaya melewati dirinya, dia masih belum sadar dia pun kembali berdoa, saat membuka mata dia benar – benar di buat terkejut oleh sosok bercahaya tadi, kenapa? Karena sosok itu sedang duduk di depan patung bunda maria sedang berdoa, dengan melebarkan sayapnya, sayap? Yah sayap yang sangat indah sayangnya kenapa hanya berwarna kiri? Siwon pun penasaran, dia mendekati sosok itu dan menepuknya.
PUK
"Ne?"
DEG
DEG
Tanpa mereka sadari sang takdir mulai mendekati mereka, apakah siwon ataukah kangin?
TBC / END
Author Curcol:
yah... Ri kecewa tanggapanya sedikit, kebanyakan silent readersnya, tapi selama masi ada yang review gpp deh syukur malah
bales review dulu dr
Cul Ah: sudah lanjut cingu, mianhe ceritanya aneh dan gak sesuai harapan
Mohon Review kritik, saran dan masukkanya ne, gomawa :)
