~Author Speech~
Vices: Heiyaaa! Chapter 2 updated sesuai janji, 'kan?
All Shugo Chara Cast: …
Vices: Kenape lo pada?
Amu & Tadase: Ah, nggak apa-apa… (entah kenapa mereka ngeliatin gue dengan tatapan bete)
Vices: Boong ah, muka lo semua pada nggak enak gitu. Pasti ada apa-apanya nih -_-
Kukai: Nggak, seriusan kok. Nggak ada apa-apa lagi (sambil ngejuggling bola)
Rima: Kita cuma geli aja denger lo bilang nepatin janji
Vices: Lah, emangnya kenapa? (garuk-garuk kepala dengan tampang bloon)
Rima: lo janji di chapter sebelumnya, chapter 2 bisa langsung diliat. Tapi sekarang lo baru update setelah lewat DUA HARI!
Vices: ehehe… sori, emang gue janjiin begitu sih. Tapi kan…
Utau ngomong sambil numpang lewat: Alibi nggak diterima
Vices: (Sweatdropped) Yaampun, kasih kesempatan gue ngejelasin dulu kenapa sih -_-
Nagihiko: Iya, tuh. Vices pasti punya alasan. Jangan galak begitu, ah (sambil mainin rambutnya Rima)
Rima: JANGAN PEGANG-PEGANG RAMBUT GUE!
Vices: Udah, udah. Yang jelas alasan gue telat ngupdate itu karena gue labik sibuk ngurusin berkas-berkas buat ngelamar kerjaan, jadi nggak ada waktu buat ngupdate
Yaya: Hah? Vices-kun udah kerja?!
Vices: Belom, baru ngelamar aja kok, hehe
Rima: Emang umur lo berapa?
Vices: Rahasia. Yang jelas belom tua :p yaudah sana roll chapter gih
Rima: (masang tampang bete) Yaelah... On The Go, deh -_-
Disclaimer
Shugo Chara! itu punyanya Peach-Pit Sensei. Yang gue punya cuma fic ini, dan OC yang mungkin bakal gue masukin. Kalo kebetulan Peach-Pit Sensei khilaf dan ngasih lisensinya buat gue, Shugo Chara! bakalan gue bikinin episode yang ngalahin panjang episodenya sinetron jam 7 malem.
Warning
Bisa jadi fic ini susah dimengerti, belom juga grammar error yang kebanyakan. Hati-hati juga buat readers cewek, karena bisa dimodusin. Pokoknya lebih baik jangan dibaca kalo masih sayang mata kalian.
Chapter 2:
The Meet Up
Rima's POV
"Hei, itu dia." Kukai menunjuk kearah sosok pink yang berlari menuju pintu masuk Royal Garden. Itu membuatku dan yang lainnya menoleh. Dan gak lama kemudian sosok itu sudah sampai dengan ngos-ngosan bersama charanya mengikuti dibelakang.
"Maaf semua, aku terlambat," Amu menyelesaikan chara-narinya lalu merapikan rambut pinknya dan sweater hitamnya yang berantakan. Entah seberapa cepat dia lari...
"Jangan bicara hal yang sudah jelas," sahutku sambil geleng-geleng kepala. Beberapa hal gak berubah, bahkan setelah tiga tahun kami tak bertemu.
Nagihiko menepuk kepalaku dari belakang, "Hei, bukan begitu caranya menyambut teman yang sudah lama gak ketemu" ujarnya.
"Jangan pegang kepalaku, kepala ungu. Dan jangan sok baik, deh," aku menepis tangannya dari kepalaku dengan jengkel.
"Jangan diambil hati, Amu-chan. Kau gak terlambat, tepat waktu malah. Sekarang jam 9.00 pas," ujarnya mengacuhkanku dan beralih ke Amu.
Tiba-tiba Kukai merangkulku dan Nagihiko dari belakang. "Hei hei, ini 'kan reuni setelah tiga tahun gak ketemu. Jangan rusak suasana dong!" Katanya sambil mengacak-acak rambut kami berdua. "Kalian ini gak berubah juga bahkan setelah lama."
"Biar saja. Kau juga masih kekanak-kanakan, padahal sudah kelas 2 SMA," balasku sambil menjulurkan lidah padanya. Charaku, Kusukusu tertawa geli. Entah kenapa sejak tiba disini dia tertawa lebih sering dari biasanya.
"...kata orang yang tetap saja menyebalkan setelah tiga tahun berlalu." Kata Nagihiko sambil menatapku dari ujung cangkir teh yang sedang diminumnya.
"Oh, jadi kau menantang berkelahi ya?" sahutku sambil melipat tangan. Dia sudah merasa kuat rupanya? aku menatapnya sebal sambil memperhatikannya dari atas sampai bawah. Orang ini...
"AAAH!" tiba-tiba terdengar teriakan mirip bayi yang menyakiti kupingku sampai batasnya, membuatku dan lainnya menengok ke pemilik suara menyebalkan itu. "Bagus, akhirnya kalian berhenti. Yaya paling gak suka kalau ada yang berkelahi, itu memperlambat tujuan kita kesini!" seru Yaya yang sedang charanari bersama Pepe, charanya. "Selain itu, Yaya juga sebenernya gak tau kenapa kita semua berkumpul disini," katanya yang membuat kami semua sweatdropped.
"Oh iya, memangnya ada apa, Rima-chan?" tanya Kairi.
"Entah, yang kutahu tiba-tiba Tsukasa menghubungiku dan menyuruhku untuk pulang ke Jepang kemarin dan memintaku untuk menghubungi kalian. Katanya dia punya tugas buat kita semua," jelasku sambil meminum tehku.
"Eh, dia juga menghubungiku kok. Makanya aku buru-buru pulang," timpal Nagihiko.
Yang benar saja... "Gak usah ikut-ikutan, deh," sahutku sinis. Nagihiko menghela napas dan menggaruk kepalanya, kurasa dia frustasi. Baguslah.
"Begini ya, Rima..."
"PAKAI HONORIFIC, KEPALA UNGU!"
"Masa bodoh," Tukasnya. "Dengar ya, pendek. Kita bisa berkelahi lain kali, tapi aku cuma bicara hal yang sebenarnya. Saat Tsukasa menyuruhku kesini katanya aku diminta bersiap-siap untuk sebuah tugas. Aku gak tau apa tugasnya, tapi dia bahkan membelikan tiket buatku dan bilang aku gak perlu memberitahu orangtuaku kalau aku pulang ke Jepang. Apapun tugasnya, kurasa ini hal penting." Jelasnya panjang lebar, membuatku sejenak melupakan kekesalanku padanya.
"Yah, dia juga bilang begitu padaku..." ujarku, membuat kami semua berpikir apa sebenarnya yang mau dilakukan Tsukasa.
"Ngomong-ngomong, Tsukasanya mana?" tanya Kukai memecah keheningan.
"Ehem," sebuah suara laki-laki terdengar dari arah pintu.
Normal POV
"Lama tak bertemu ya, semua," sapa Tadase sambil tersenyum yang datang bersamaTsukasa di belakangnya. Charanya, Kiseki, duduk dengan tegap di bahunya. Dia udah nggak terlalu keliatan sombong lagi.
"Hei, Tadase-kun. Tumben belakangan?" ujar Amu tersenyum balik padanya.
"Tsukasa mampir sebentar ke rumahku dan menjelaskan tentang tugas untuk kita, Guardian." jelasnya lalu duduk.
"Jadi, apa tugasnya? Yaya penasaran, nih," ujar Yaya yang terlalu semangat, bahkan dia sampai melompat-lompat. Yah, kalian kenal Yaya...
"Ehm, kurasa lebih baik menjelaskannya di kantorku saja," jawab Tsukasa lalu berjalan kedalam kantor Seiyo Academy diikuti para Guardian.
~Time Skip~
"Kurasa kalian sudah tahu apa alasanku meminta kalian berkumpul disini," ujar Tsukasa memulai percakapan yang diikuti anggukan para Guardian, "Yang jadi soal, apa kalian bersedia melakukannya? Karena hal ini membutuhkan dedikasi dan kesabaran yang tinggi, dan hanya bisa dilakukan kalau kalian benar-benar percaya dengan diri kalian yang sebenarnya." jelasnya lagi.
"Apa ini seperti tugas Guardian dulu, Tsukasa-san?" tanya Ran penasaran.
"Mungkin ya, mungkin tidak. Tapi lebih mungkin ya." jawab Tsukasa tersenyum penuh teka-teki.
Mereka saling berpandangan dengan bingung, "Maksudnya?" tanya Amu.
Tsukasa tersenyum, lalu menunjuknya, "Amu, berapa lama kau dulu menjadi seorang Guardian?" dia bertanya balik.
"Mmm... kalau dihitung dari aku pindah sekolah, kira-kira dua tahun."
"Dan dalam prosesnya, apa yang telah kalian alami selama itu?".
Amu terdiam sejenak, memikirkan tahun-tahun saat dia masih sering berkumpul bersama teman-temannya dan menjadi seorang Guardian, "Kurasa aku jadi mengerti arti persahabatan, dan pentingnya mengejar cita-cita. Dan juga aku belajar mengetahui siapa diriku yang sebenarnya." jawabnya dengan tersenyum.
Tsukasa mengangguk paham, lalu mengambil telepon genggam dari sakunya dan menatapnya sejenak. "Nah, bisa kubilang itu tujuan dari tugas kalian nanti," ujarnya lalu mengetik sesuatu di telepon genggamnya.
"Jadi sebenarnya apa tugas kami?" tanya Rima yang sudah keliatan tak sabar.
"Aku akan menjelaskannya nanti, setelah mereka datang," jawabnya tenang.
"Mereka itu siapa?" tanya Kairi.
"Teman lama. Mereka juga ikut dalam tugas ini."
"Cowok atau cewek?" Kukai ikut-ikutan bertanya.
"Dua-duanya."
"Kalau begitu, kapan mereka datang?" Nagihiko juga keliatannya juga gak sabar.
"3...2...1..." Tsukasa menghitung, dan setelahnya terdengar suara langkah kaki beberapa orang yang berhenti tepat di depan pintu kantor.
"Ah, terima kasih karena kalian sudah mau datang," ujar Tsukasa tersenyum senang melihat kedatangan mereka. Yang lainnya berpaling untuk melihat tiga orang yang sudah tidak asing buat mereka...
~Author Speech~
Vices: Oke, that's it. Chapter 3 bakal di update secepetnya, kalo ada kesempatan. Tapi cerita ini nggak bakal gue biarin berhenti di tengah jalan. Segala macem Review, Flame, apapun diterima. So, kita harus bilang apa Yaya?
Yaya: Please RnR semuaaaa! :D
