Make A Wish


"Permintaan ke-dua..." Kirara memandangi bungkus kertas berisi hamburger pesanannya, lalu menatap Gakushuu datar, seperti biasa.

Ia menguap lebar.

"Aku ingin kau memakan hamburger itu."

"Kau yang minta ini!"

"Aku terlalu malas untuk makan. Jin tidak perlu makan. Daripada mubazir, permintaan ke-duaku, kau makan itu."

"Aku tidak makan fastfood! Mereka mengandung komponen karsinogenik!"

Gakushuu mau meledak ketika Kirara menatapnya lagi dengan tatapan yang artinya kurang-lebih adalah; aku-tidak-percaya-ada-idiot-seperti-ini. Setelah tatapan itu, sang jin keriting bergelung lagi di sofa dan mendengkur lembut, tertidur pulas.

Gakushuu tidak paham kenapa ini terjadi. Kalau saja saat itu ia menerima tawaran kursus bahasa Arab, ini pasti tidak akan terjadi. Ia tidak perlu jadi jongos jin kriwil pemalas itu.

Kenapa, dia, Gakushuu Asano, remaja elit, yang sudah berniat untuk menggunakan permintaan-nya agar bisa menciptakan dunia yang ideal, malah harus mendengarkan seorang jin pemalas!? Tragedi konyol macam apa ini? Dan jika tidak, ia malah menjadi Jin dan terjebak di dalam lampu ajaib sialan itu!

Dengan sangat gusar, Gakushuu mengambil piring, garpu, dan pisau roti, membuka bungkus hamburgernya dan meletakkan roti isi tebal itu di atas piring. Ia mengisi gelas dengan air, lalu mulai memakan hamburger itu dengan sendok dan pisau.

Gigitan pertama, Gakushuu sudah mengira ia akan merasakan sesuatu yang menjijikkan.

Tapi matanya terbeliak.

Enak.

Penganan riskan karsinogen, tinggi kadar kolesterol dan tinggi MSG ini ENAK SEKALI!? Ternyata orang miskin punya selera sebagus ini!?

Tapi ia tidak akan mengatakan itu pada Kirara.

Kalau dipikir lagi, mungkin sang Jin terlalu malas untuk peduli.