A/N: Minna-chan~ Konnichiwa! Aya-chan desu~ hehe, ini dia kelanjutan dari fic "Lemon Collection" hehe, tapi maaf ya kalau jelek, maklum, saia kan author gak mutu~ BUHAHAHA! *plak!* Yosh, tak usah banyak cing-cong, HAPPY READING MINNA!
Disclaimer: Inazuma Eleven itu punyanya Level-5!
Warning: OOC, gaje, abal, mesum, de el el
Lemon Collection
Malam telah berlalu, pagi pun tiba. Pagi itu, Ichirouta terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari yang hangat menyinari wajah "cantik"nya. Dalam keadaan setengah sadar, Ichirouta menatap sekelilingnya dengan tatapan mata yang menunjukkan kalau dia kebingungan.
"Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa berada disini? HAH?" tiba-tiba Ichirouta bangun dari posisi tidurnya dan menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Ichirouta benar-benar shock saat mendapati kalau dia sedang dalam keadaan telanjang bulat.
Ichirouta langsung menangis begitu mengingat kejadian tadi malam. Kejadian yang sangat mengerikan yang telah membuatnya kehilangan harga dirinya.
Tangisan Ichirouta semakin keras saat ingatan tentang kejadian tadi malam bermunculan dalam pikirannya. Dia telah kehilangan harga dirinya… kehilangan harga diri! Memikirkan hal itu saja sudah membuat merinding, apalagi kalau hal itu benar-benar terjadi?
Tatapan mata Ichirouta kemudian langsung tertuju kepada sosok laki-laki bertopeng hitam yang kini tengah tertidur di tikar. Ichirouta menatap laki-laki itu dengan tatapan mata penuh kebencian. Perlahan-lahan, Ichirouta bangkit dari tempat tidurnya sambil menutupi tubuhnya yang telanjang dengan selimut.
Pelan-pelan, dia mendekati laki-laki bertopeng itu. "Gluk!" Ichirouta menelan ludah karena tegang saat tangannya mendekati wajah laki-laki itu. Dan dengan cepat, Ichirouta melepas topeng yang menutupi wajah laki-laki itu.
Betapa terkejutnya Ichirouta saat dia melihat wajah laki-laki yang telah mencuri harga dirinya itu. "Hi-Hiroto!" teriak Ichirouta tanpa sadar saking terkejutnya.
Hiroto yang terbangun karena teriakan Ichirouta terkejut begitu tau kalau Ichirouta telah membuka topengnya. Namun dengan segera dia tersenyum lembut lalu menyentuh pipi Ichirouta.
"Ohayou, Ichirouta-kun~". Sapa Hiroto sambil mengusap lembut pipi Ichirouta. Ichirouta langsung menepis tangan Hiroto lalu menjauhinya.
"Doushita Ichirouta-kun? Kenapa kau menjauh? Bukankah tadi malam kita habis "bersenang-senang"?" Tanya Hiroto sambil tersenyum licik.
Lalu dengan cepat, Hiroto mencengkram bahu Ichirouta dengan keras hingga Ichirouta mengerang kesakitan. "I-ittai Hiroto! Hanase!" teriak Ichirouta sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman Hiroto.
Bukannya melepaskan cengkramannya, Hiroto malah mencium paksa bibir Ichirouta dengan kasar. Hiroto dengan cepat memasukkan lidahnya ke dalam mulut Ichirouta dan menjilati bagian dalam mulut Ichirouta.
"Nggh…Nggh…Hah…Yame-Mmmh!...Ya-Mmmmmh!" Ichirouta berusaha menghentikan Hiroto, tapi tidak bisa. Hiroto telah menguasai mulutnya.
Tak lama kemudian, Hiroto menghentikan aktifitasnya karena dia sudah kehabisan nafas. "Hah…hah… bibirmu nikmat sekali untuk dilumat Ichirouta-kun~". Kata Hiroto dengan nafas terengah-engah.
Sebelum Ichirouta sempat menghilangkan rasa shocknya atas ciuman tiba-tiba tadi, dengan cepat Hiroto menyumpal mulut Ichirouta dengan kain dan mengangkat tubuhnya ke tempat tidur.
Hiroto lalu mengikat tangan Ichirouta ke bagian atas tempat tidur dan mengikat kaki Ichirouta ke bagian ujung tempat tidur.
"Mmmph! Mmmph! Mmmmmph!" teriak Ichirouta yang memberontak saat tangan dan kakinya diikat.
"Sssh… sudah diam ya, kau pasti lapar kan? Sebentar ya, aku buatkan makanan dulu untukmu". Kata Hiroto sambil mengelus pelan rambut Ichirouta lalu pergi untuk membuat makanan.
Ichirouta terus memberontak di tempat tidur selama Hiroto sedang membuat makanan. Dia tak henti-hentinya berteriak minta tolong dalam keadaan mulut tersumpal, dan matanya terus mengalirkan air mata karena ketakutan.
"Nah, makanannya sudah jadi~". Kata Hiroto sambil membawa semangkuk bubur buatannya. Hiroto duduk di tepi tempat tidur Ichirouta lalu melepas kain yang menyumpal mulut Ichirouta.
"Aku suapi ya Ichirouta-kun~". Kata Hiroto. Tapi bukannya memasukkan buburnya ke mulut Ichirouta, Hiroto malah memasukkan bubur itu ke mulutnya sendiri. Lalu Hiroto memaksa Ichirouta untuk membuka mulutnya dan menyalurkan bubur yang ada di mulutnya ke mulut Ichirouta.
"Mmp! Mmp! Mmp! Mmp! Mmmmmph!" teriak Ichirouta saat bubur yang ada di mulut Hiroto disalurkan ke mulutnya.
Setelah Hiroto selesai menyalurkan buburnya ke mulut Ichirouta, tampaklah Ichirouta yang mulutnya kini telah dipenuhi oleh bubur yang bercampur dengan saliva Hiroto.
"Kau tampak seksi sekali sekarang Ichirouta-kun~". Kata Hiroto sambil mencium pipi Ichirouta. Ichirouta yang marah langsung memuntahkan bubur yang ada di mulutnya ke wajah Hiroto.
"Brengsek! Kenapa kau lakukan hal ini padaku hah? Dasar sinting! Cepat lepaskan aku!" bentak Ichirouta. Tapi Hiroto dengan santainya mengelap bubur yang ada di wajahnya lalu berbaring di sebelah Ichirouta.
"Aku melakukan ini karena aku mencintaimu Ichirouta-kun~ sejak pertama kali aku melihatmu pada saat pertandingan pertama Genesis melawan Raimon, aku terpesona pada wajahmu yang cantik, dan aku ingin memilikimu selamanya, Ore wa Hime-sama~". Cerita Hiroto sambil mencium kening Ichirouta.
"Kau gila! Maniak! Brengsek! Cepat lepaskan aku!" bentak Ichirouta lagi sambil berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kakinya.
"Tidak akan! Kau adalah milikku! Milikku!" teriak Hiroto sambil mencium bibir Ichirouta dengan penuh nafsu, hingga membuat Ichirouta kesulitan bernafas.
"Hah..Mmp!...Ya-mmp!...hah...mmp!...mmp!" teriak Ichirouta yang mulai kehabisan nafas karena Hiroto.
Kemudian, Hiroto mulai menciumi pundak Ichirouta lalu menggigitnya dengan keras hingga berdarah. "AAAKH!" teriak Ichirouta yang kesakitan.
Hiroto menjilati luka di pundak Ichirouta lalu menciumi dada Ichirouta. "Aah…nggh…ya…yamette…nggh…" desah Ichirouta.
Lalu tangan Hiroto menyentuh "barang" milik Ichirouta dan mengusap-usapnya dengan lembut, tapi tiba-tiba Hiroto langsung menggigit "barang" Ichirouta dengan keras hingga Ichirouta berteriak kesakitan.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAKH! YAMETTEEEEEEE!" teriak Ichirouta. Hiroto bukannya menghentikan perbuatannya, dia malah makin mengeraskan gigitannya.
"AAAAKH! AAAAAAAKH! SAKIIIIIT! HENTIKAAAAAN! AAAAAAAAAAAKH!" teriakan Ichirouta semakin menjadi-jadi saat Hiroto menggigit barangnya hingga berdarah.
Ichirouta mulai lemas, dia sudah tidak bisa lagi merasakan rasa sakit akibat perbuatan Hiroto. Pandangannya mulai kabur, kesadarannya semakin menghilang. Tepat sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya…
"BUAAAAAKH!" tiba-tiba ada seseorang yang memukul kepala Hiroto dengan kayu hingga pingsan, dan orang itu adalah…
"Shuuya?" gumam Ichirouta pelan saat dia melihat sosok Gouenji Shuuya yang berada dihadapannya.
Tanpa berkata apa-apa, Shuuya langsung melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Ichirouta, lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Kemudian Shuuya menggendong Ichirouta ala bridal style dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Semakin lama, kesadaran Ichirouta semakin menghilang, dan akhirnya, Ichirouta pun tak sadarkan diri…
(Kowai yume…da to…shite…mo…)
Ichirouta terbangun di sebuah kamar yang di dominasi dengan warna putih. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya sambil melihat keadaan di sekelilingnya dengan tatapan mata bingung.
"Ini… rumah sakit kan? Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa berada disini?" batin Ichirouta.
Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka, dan tampaklah Shuuya yang sedang membawa nampan dengan secangkir teh hangat di atasnya.
"Ah, kau sudah sadar ya". Kata Shuuya sambil meletakkan nampan teh hangat itu di meja kecil di samping tempat tidur Ichirouta. Setelah itu Shuuya pun duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Ichirouta.
Mereka berdua terdiam selama beberapa saat, hingga akhirnya Shuuya memulai pembicaraan.
"Bagaimana dengan lukamu? Apakah masih terasa sakit?" Tanya Shuuya.
Ichirouta menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. "Sudah tidak terasa sakit lagi, kau tidak perlu khawatir". Kata Ichirouta.
"Syukurlah kalau begitu". Kata Shuuya sambil ikut tersenyum kecil.
"Shuuya, terima kasih ya, karena kau telah menolongku, entah apa yang akan dilakukan Hiroto padaku seandainya saja kau tidak datang tepat pada waktunya". Kata Ichirouta sambil tersenyum.
"Sudah sewajarnya kan, kita menolong teman kita yang sedang kesulitan? Kau tidak perlu berterima kasih padaku". Kata Shuuya sambil tersenyum kecil. Ichirouta pun balas tersenyum kepada Shuuya.
"Oiya, Ichirouta, kenapa kau bisa sampai di…. Ya kau taulah, oleh Hiroto". Tanya Shuuya hati-hati, takut membuat Ichirouta marah.
Ichirouta terdiam sejenak, sebelum akhirnya dia menghela nafas panjang dan mulai menceritakan apa yang terjadi padanya.
"Saat aku dalam perjalanan pulang ke rumah setelah melaporkan tentang orang yang menerorku ke kantor polisi, aku merasa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Dan ketika aku menoleh, aku melihat Hiroto yang memakai topeng berwarna hitam berjalan mengikutiku, sebelum aku sempat kabur, Hiroto langsung mencengkramku dengan erat dan membekapku dengan saputangan yang telah diberi obat bius. Begitu aku terbangun, aku sudah dalam keadaan terikat, dan Hiroto ada di dekatku, kemudian dia melepaskan kain yang membekapku dan melakukan hal itu padaku… kkh…" Ichirouta meremas selimutnya sambil menundukkan kepalanya begitu dia mengingat kejadian itu.
"Aku benar-benar ketakutan dan kesakitan, tapi orang itu terus saja melakukan hal itu padaku, aku takut Shuuya…" tangis Ichirouta. Shuuya pun langsung memeluk Ichirouta dan mengusap-usap kepalanya untuk menenangkannya.
"Sudah-sudah, kau tidak perlu menceritakannya kalau kau tidak mau". Kata Shuuya sambil tetap mengelus lembut kepala Ichirouta.
Setelah Ichirouta sudah agak tenang, Shuuya pun melepaskan pelukannya pada Ichirouta dan kembali duduk di kursinya.
"Sudah merasa agak baikan?" Tanya Shuuya. Ichirouta menganggukkan kepalanya sambil mengusap air matanya.
"Ha'I, daijoubu desu, ngomong-ngomong Shuuya, kenapa kau bisa menemukanku di tempat itu? Tempat itu kan sangat tersembunyi". Tanya Ichirouta.
"Tempat dimana Hiroto menyekapmu itu sebenarnya adalah tempat rahasiaku dan Yuuka. Karena Yuuka sudah sembuh dan dia bilang dia ingin bermain di tempat itu, aku pun memutuskan untuk pergi ke sana dan membereskan tempat itu agar Yuuka bisa bermain disana. Saat aku baru saja sampai, aku mendengar teriakan kesakitanmu dan segera mencari-cari darimana asal suara itu, saat aku berhasil menemukan asal suara itu, aku melihat Hiroto sedang melakukan hal itu padamu. Lalu dengan cepat aku mengambil kayu yang berada di dekatku dan memukul kepala Hiroto dengan keras. Setelah membawamu ke rumah sakit, aku menelepon polisi dan polisi kini telah menangkap Hiroto untuk dimasukkan ke tempat rehabilitasi untuk menghilangkan obsesinya terhadapmu". Cerita Shuuya panjang lebar.
"Sou ka, yokatta… semoga dia tidak terobsesi lagi padaku setelah dia keluar dari tempat rehabilitasi…" kata Ichirouta sambil menghembuskan nafas lega.
"Ya, semoga…" timpal Shuuya.
Terjadi adegan diam-diaman lagi antara Shuuya dan Ichirouta.
5 Menit… 10 Menit… 15 Menit…
"Aku pulang dulu ya, istirahatlah dengan baik agar kau bisa secepatnya kembali bermain sepak bola". Kata Shuuya sambil menepuk pelan kepala Ichirouta.
Tapi sebelum Shuuya sempat berdiri dari kursinya, Ichirouta langsung memegang tangan Shuuya dengan erat, membuat Shuuya kebingungan.
"Doushita?" Tanya Shuuya.
"…Tolong temani aku… sebentar saja… aku… butuh seseorang untuk menemaniku…" kata Ichirouta dengan wajah bersemu merah.
Mendengar hal itu, Shuuya tersenyum lembut kepada Ichirouta lalu mengusap-usap rambutnya.
"Baiklah, aku akan menemanimu disini". Kata Shuuya, yang disambut dengan senyum bahagia Ichirouta.
Akhirnya Shuuya dan Ichirouta pun menghabiskan waktu bersama seharian itu.
THE END
A/N: WTH! Kenapa malah jadi Threesome ShuuyaXIchiXHiroto begini? Padahal saia kan mau bikinnya HirotoXIchi! Ya sud lah, asal para readers senang, aku juga senang~ XD Oke, bales review!
Kuroka: Iya! Ichi diperkosa nyooo! *semangat, plak!* tapi ternyata yang nge rape Ichirouta itu Hiroto ya, bukan Kageyama atau pun Kudou, ogah saia masangin Ichi dengan yang bangkotan! Ini sudah saia update~ baca and review~
See you in the Chapter 3~
AYA-CHAN PEEEACEEE! (^0^)V
Kuroi Yume Ya
