A/N: Hanya catatan, karena di chapter sebelumnya banyak yang tidak setuju nama Naruto diganti menjadi Shisui, nama Naruto disini aku ganti menjadi Shuichi. Namikaze Shuichi.
.
Namikaze Brothers
Chapter 2: The New Student
.
"Self-sacrifice… A nameless shinobi who protects peace within its shadow… That is a true shinobi."
~ Uchiha Shisui
.
Sudah beberapa minggu semenjak Naruto menjadi murid di Akademi Konoha. Sejak itu juga, Naruto selalu mendapatkan nilai teratas, dan banyak yang memanggilnya prodigy.
Kakaknya, Minato, walaupun mengetahui ia lebih baik daripadanya, tidak merasa cemburu, dan malah semakin lebih keras belajar untuk melampauinya, dan selalu berada di tempat kedua setelahnya. Banyak yang menyebut Naruto dan Minato sebagai dua Namikaze prodigy.
Narutopun juga sudah terbiasa memakai nama 'Shuichi.'
Selama beberapa minggu di Akademi juga, ia berhasil berteman dengan beberapa anak lain. Ada Inoichi, Shikaku, dan Choza, yang Naruto dan Minato sering menghabiskan waktu bersama mereka ketika makan siang. Mereka juga sering bercanda dengan Naruto dan Minato.
Lalu, Naruto juga kadang mengobrol dengan Yoshino dan Tsume, karena mereka memiliki ketertarikan dengan hal yang sama.
Naruto paling sering menghabiskan waktu bersama kakaknya, dan sahabatnya, Mikoto, yang mendeklarasikan ia sebagai rivalnya. Naruto sempat melihat bayangan Sasuke dalam diri Mikoto, dan ia hanya menerimanya saja karena itu akan memotivasinya untuk semakin bekerja keras.
Naruto juga mendapat kabar, bahwa beberapa hari yang lalu, Uzushiogakure dihancurkan. Mendengar itu, Naruto menjadi agak sedih. Dan kalau ia asumsikan, beberapa hari lagi, ibunya, Kushina akan datang kesini.
Ia sudah terbiasa menetap di masa lalu, jadi sekarang ia berpikir bahwa Minato adalah kakaknya, dan mungkin Kushina nanti akan menjadi temannya.
Naruto sempat kaget ketika melihat bahwa di Akademi menawarkan pelajaran Fuinjutsu. Di 'era'-nya, Akademi tidak mengajarkan Fuinjutsu. Naruto tentunya, langsung mendapatkan tempat pertama di Fuinjutsu, sementara kakaknya berada di tempat kedua.
Walaupun begitu, Naruto tidak ingin kakaknya merasa cemburu, dan kadang membantunya mengejarkan pekerjaan rumah. Ia juga membiarkan kakaknya mengalahkannya di arena Taijutsu dan Ninjutsu.
Walaupun begitu, Naruto masih mendapat tempat pertama di Genjutsu, Chakra Control, dan Accuracy. Karena di kehidupan lamanya, chakra Naruto sangat banyak, dan melebihi Kage, Naruto harus melatih chakra controlnya dengan keras.
Ketika kembali disini, kapasitas chakranya menjadi senormal anak seumurannya, jadilah, karena latihan chakra control di kehidupan lamanya, chakra control Naruto paling perfek diantara murid yang lain. Bahkan, Naruto sempat ditawari untuk menjadi Iryonin, alias medic ninja, yang membutuhkan chakra control yang sangat perfek.
Naruto tentunya mengundurkannya, walaupun ia minta diajari beberapa medical jutsu untuk membantunya di masa depan.
Karena chakra controlnya yang sangat perfek, Naruto juga hebat dalam Genjutsu. Banyak yang bilang keahlian Genjutsunya mengalahkan beberapa Uchiha, yang sangat ahli dengan Genjutsu, walaupun tidak seahli seseorang dari Klan Kurama yang sangat spesialis di dalam aspek Genjutsu. Naruto mentargetkan, ia harus bisa memasukan musuh dalam Genjutsu hanya dengan tatapan mata, sama seperti Sharingan.
Naruto dan Minato juga sering ke perpustakaan, ketika mereka habis pulang dari Akademi, untuk mempelajari scroll Ninjutsu yang bisa mereka pakai. Mereka juga pernah mengetes chakra affinity mereka.
Naruto agak kaget ketika melihat kakaknya mempunyai dua affinity, yaitu angin dan petir.
Naruto kemudian mengetes afinitasnya, walaupun ia sudah tahu apa hasilnya, tetapi ia kaget ketika mengetahui ia mempunyai affinitas api dan petir. Iapun menyerah, dan harus mengulangi pelajaran Ninjutsunya dari awal, karena Naruto hanya tahu beberapa jutsu yang mempunyai affinitas api dan petir.
Naruto diinterupkan dari pemikirannya ketika ia mendengar namanya dipanggil oleh kakaknya.
"Shuichi!" Seru Minato, sedikit khawatir ketika melihat adiknya hanya melamun.
Naruto kemudian kaget, dan menengok kearah Minato, "Ya, Nii-san?" Tanyanya.
Minato tersenyum, "Apakah kau sudah dengar bahwa hari ini akan ada murid baru?" Tanya Minato balik.
Naruto menaikan alisnya. "Benarkah? Well, aku belum dengar itu," Ucap Naruto. "Apakah kau tahu namanya?" Tanya Naruto penasaran.
Sebelum Minato menjawab, Mikoto, yang sedang mengobrol bersama Yoshino menginterupsinya, "Aku dengar dia putri dari klan Uzumaki, tuan prodigy," Ucap Mikoto dengan nada saskartik, membuat Naruto sedikit sweatdrop.
Yoshino, yang duduk bersama Mikoto yang berada di belakang meja Naruto dan Minato terlihat tertarik, "Eh, benarkah? Bukannya klan Uzumaki sudah hancur?" Tanya Yoshino penasaran. Minato, yang mendengarkannya mengangguk.
Naruto menaikan bahunya, "Pasti akan ada beberapa yang selamat. Lagipula, kalau apa kata Mikoto benar, berarti orang ini putri dari klan Uzumaki, yang dikirim ke Konoha untuk berbagai macam alasan. Penandatangan perdamaian antara kedua desa, yang tentunya tidak mungkin karena kalau ia akan ke Akademi, berarti ia masih dibawah umur 15 tahun untuk tahta Putri dari sebuah klan. Mungkin saja dia kesini karena tawaran kontrak pernikahan dari salah satu klan di Konoha, dan ketika ia masih ada disini, Uzushiogakure hancur, dan ia memutuskan menetap disini," Jelas Naruto.
Ketiga temannya menatap kagum dengan analisis Naruto, sampai kemudian Mikoto cemberut, "Kenapa kau bisa tahu banyak aturan klan seperti itu, mengingat kau bukan dari klan, Shuichi?" Tanya Mikoto dengan cemberut.
Naruto tersenyum malu-malu kearah Mikoto, "Hey! Aku membaca buku. Lagipula, aku dan Nii-san merencanakan untuk membuat klan Namikaze!" Seru Naruto.
Minato mengangguk setuju, "Dan mungkin klan Namikaze akan menjadi salah satu klan elit Konoha, seperti klan Senju dan Uchiha!" Seru Minato balik.
"Klan yang berisi prodigy," Mereka mendengar suara Shikaku, dan melihat Shikaku, Inoichi, dan Chouza pergi dari bangku mereka, "Aku sudah cukup melihat dua prodigy. Aku tidak ingin menangani seluruh klan yang berisi prodigy. Troublesome prodigies." Gumam Shikaku dengan malas. Inoichi hanya memukul pundak temannya, dan tersenyum kearah Naruto, Minato, Mikoto dan Yoshino. Sementara Chouza seperti biasa memakan kripik kentangnya.
Naruto dan Minato hanya terkekeh melihat Shikaku, sementara Yoshino terlihat memberi glare kearah Shikaku.
Mikoto, yang menyadari Inoichi, Chouza dan Shikaku pergi dari bangkunya menaikan alisnya, "Kalian ingin kemana?" Tanya Mikoto. Mikoto kemudian menyipitkan matanya curiga kearah mereka berdua, dan melipatkan kedua tangannya di dadanya, "Jangan bilang kalian bertiga ingin bolos…. Lagi," Lanjut Mikoto dengan nada berbahaya. Dan sebelum mereka tahu, Shikaku, Chouza dan Inoichi sudah tidak terlihat, membuat semuanya sweatdrop.
"Jadi," Minato terlihat ingin memulai konversasi baru, "Apa kau pernah melihat Putri Uzumaki ini, Mikoto?" Tanya Minato sedikit penasaran.
Mikoto menggeleng, "Tidak pernah," Ucapnya. "Tetapi kata Tou-san, ia mempunyai temper yang rendah, dan terlihat tomboy." Lanjut Mikoto.
Yoshino menaikan alisnya penasaran mendengar Mikoto, "Ohya? Hm, mungkin kita mendapatkan klon Tsume dengan rambut merah," Ucapnya.
Mendengar itu, membuat Minato gerogi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa seluruh laki-laki takut pada Tsume yang tomboy, dan sering menghabiskan semua orang yang memanggilnya lelaki.
"Tapi tentu, ia tidak seburuk Tsume, bukan?" Tanya Minato gerogi. Naruto harus menahan tawanya ketika melihat kakaknya gerogi seperti itu. Ia tak menyangka Minato sangat takut pada perempuan tomboy.
Sebelum mereka melanjutkan percakapan mereka, terlihat Tsume ada berjalan ke arah mereka dan memberi glare kepada Minato, "Minato-chan, aku mendengar sesuatu dari bangkuku tadi. Boleh tahu apa itu?" Tanya Tsume dengan senyuman manisnya, memberi aura tidak enak pada Minato.
Minato hanya tertawa gerogi, "E-eh? Mu-mungkin kau salah dengar Tsume-chan.." Kata Minato dengan gerogi.
Tsume langsung meluncurkan kakinya kekepala Minato, membuat Minato terbang dan menghantam dinding, membuat Naruto, Mikoto dan Yoshino sweatdrop, sementara lelaki yang lain diam-diam menjauhi diri mereka dari Tsume. "Hmph! Tidak ada yang meremehkan indra pendengaran Inuzuka!" Seru Tsume.
"Well, dan sekarang dia pingsan. Tsume-san, apa kau tidak terlalu berlebihan?" Tanya Naruto, melihat kearah tubuh kakaknya yang pingsan.
Tsume hanya tersenyum manis kearah Naruto, "Apa itu, Shuichi-chan?" Tanyanya dengan nada manis yang membuat Naruto tidak enak.
Naruto hanya tertawa gerogi dan menggaruk lehernya, "A-ah, tidak…" Ucapnya dengan gerogi.
Aura gelap dari Tsume kemudian menghilang dan ia menepuk tangannya, "Baguslah kalau begitu!" Seru Tsume dengan ceria, dan kemudian berjalan ke arah bangkunya, meninggalkan Minato yang pingsan, Naruto yang ketakutan, dan Yoshino dan Mikoto yang face-palmed.
"Tsume-chan sungguh bisa mempunyai cara tersendiri untuk menangani laki-laki," Ucap Mikoto sambil face-palmed.
"Yap." Yoshino setuju.
.
-With Kushina-
Sementara di kelas semuanya asik mengobrol, Kushina Uzumaki sedang tidak dalam mood yang bagus. Rumahnya dihancurkan, dan klannya dibantai, membuat ia harus menetap di Konoha.
Ditambah lagi dengan musang sialan yang sekarang disegel di tubuhnya, yang suka memberinya aura negatif, membuatnya semakin tidak mood.
Dan hari ini, ia akan masuk ke Akademi.
Ia mengakui bahwa ia gerogi. Selama di Uzushiogakure, ayahnya yang adalah Uzukage, selalu overprotektif padanya, dan tidak membuatnya keluar rumah, membuat ia tidak mempunyai teman yang seumuran dengannya.
Ia juga hanya mengobrol dengan para maid yang bekerja di Uzumaki Manor, atau ibunya yang sering berada di rumah dan menjaganya.
Bisa dibilang, ini adalah kali pertama Kushina harus memperkenalkan dirinya pada anak-anak yang seumuran dengannya.
Ia mengakui, bahwa ia sangat ingin sebuah teman yang seumuran dengannya. Karena itu, selama beberapa jam ini ia memikirkan untuk harus mengatakan apa pada para teman kelasnya. Ditambah lagi, ia harus memperkenalkan dirinya di depan kelas.
Ia tak suka menjadi perhatian semua orang. Itu membuatnya gerogi! Dan Uzumaki Kushina adalah perempuan yang kuat!
Kushina menghela nafasnya sekali lagi. Chuunin yang ditugaskan membimbingnya hanya tersenyum padanya. Ia kini sedang berjalan kearah kelas barunya.
Ia masih memikirkan bagaimana caranya untuk membuat impresi yang bagus diseluruh murid. Hell! Ia tidak ahli dengan kontak sosial! Orangtuanya tidak pernah mengajarkannya untuk itu.
Tanpa ia sadari, ia dan Chuunin pembimbingnya sudah berada di depan kelas. Di depan pintu kelas juga sudah ada guru yang menunggunya. Iapun semakin deg-degan.
Bagaimana jika ia tidak berhasil membuat teman? Bagaimana jika ia dibenci semuanya? Bagaimana jika ia diperlakukan seperti orang asing? Bagaimana jika—
"Kushina-sama,"
Suara Chuunin itu membuat ia meninggalkan pikirannya, dan melihat ke arah pembimbingnya, dan guru kelas yang menatapnya dengan pandangan prihatin.
"Apa kau tidak apa-apa, Kushina-sama?" Tanyanya.
Kushina hanya mengangguk. Ia kemudian menghela nafasnya, dan memandang pintu kelas dengan penuh determinasi, "Baiklah. Ayo kita selesaikan ini, dattebane." Ucapnya, sebelum matanya melebar. Ia keselip lagi!
Dua chuunin itu hanya terkekeh ketika mendengar itu.
"Baiklah Kushina-sama, aku akan meninggalkanmu disini. Shuuhei disini," Pembimbingnya menunjuk ke arah Chuunin yang sudah ia ketahui adalah guru di kelasnya, "akan membimbingmu selanjutnya." Pembimbingnya menyelesaikan.
Kushina hanya mengangguk, dan kemudian pembimbingnya pergi.
"Baiklah," Ucap sang Chuunin yang akan menjadi wali kelasnya, "Namaku Rukoshi Shuuhei, dan aku akan menjadi wali kelasmu di kelas ini. Walaupun aku tahu bahwa kau adalah Putri klan Uzumaki, di kelas ini banyak sekali prodigy. Ada putri klan Uchiha, dan Inuzuka, lalu ada pewaris klan Yamanaka, Nara, dan Akimichi. Dan juga ada Duo Namikaze yang menempati posisi puncak." Ucap sang Chuunin dengan pandangan bangga di matanya.
Mata Kushina terlihat bingung ketika mendengar nama Namikaze, "Mmm… Namikaze? Aku tidak tahu ada klan Namikaze.." Tanya Kushina kebingungan.
Sang chuunin hanya terkekeh, "Karena memang mereka berdua bukan dari klan. Walaupun begitu, mereka berdua adalah prodigy, yang mengalahkan Uchiha, Nara, Inuzuka, Yamanaka, dan Akimichi." Jelas sang Chuunin. Kushina mengangguk. "Baiklah, kita akan masuk,"
Dengan itu, Kushina dengan gerogi masuk kedalam kelasnya.
"Ehem!" Kushina mendengar Rokushi-sensei mencoba mendapatkan perhatian. Ia melihat semuanya langsung menatap ke depan, dan ada beberapa yang menatap dengan penasaran padanya, membuatnya semakin gerogi.
Kushina mengambil nafasnya dengan pelan, dan membuangnya. Baiklah, saatnya membuat impresi yang bagus. Tetapi, ia tidak tahu impresi apa yang akan ia buat! Ia tak tahu ingin berkata apa. Karena ia adalah murid baru di Akademi, ia harus meninggalkan impresi yang bagus untuk para murid Akademi.
"Baiklah anak-anak," ia mendengar suara Rokushi-sensei lagi, "Hari ini, kita mendapatkan murid baru yang baru saja pindah ke Konoha," Rokushi-sensei mengumumkan. Ia kemudian mengesturkan Kuhsina untuk menghampirinya, "Baiklah, Kushina, perkenalkan dirimu pada semuanya, dan semuanya akan memperkenalkan dirinya padamu. Ucapkan namamu, dan mimpimu." Suruh Rokushi-sensei.
Kushina mengangguk pelan, "U-uzumaki Ku-kushina…" Ucap Kushina dengan gerogi.
Rokushi-sensei tersenyum, "Baiklah Kushina, apa mimpimu untuk masa depan?" Tanyanya.
Kushina langsung tersenyum. Ia akan memberi impresi yang bagus pada mereka semua! "Aku akan menjadi Hokage perempuan pertama!" Serunya.
Dengan itu, semua suara di kelas drop, dan semua orang melihat kearah Kushina dengan pandangan tidak percaya. Kushina semakin menjadi gerogi.
Sebelum seluruh kelas diisi dengan suara tawa para anak laki-laki, dan beberapa anak perempuan.
"Hokage?! Orang sepertimu menjadi Hokage? Jangan terlalu berharap, tomat!" Seru salah satu lelaki. Ketika mendengar tomat, seluruh lelaki langsung tertawa terbahak-bahak.
Wajah Kushina memerah. Ia sangat kesal! Dan kalau Kushina kesal, jangan harap kau akan selamat! Oh, ia gagal. Tentu saja, mereka semua mentertawakannya. Ia, orang asing, berteriak menjadi Hokage! Ia harus menahan untuk tidak face-palmed.
Rokushi-sensei seperti terlihat marah, "Anak-anak! Diam!" dengan begitu, kelas langsung diam, walaupun ada beberapa yang masih berusaha menahan tawanya. "Baiklah, perkenalkan diri kalian semua!"
Dengan itu, semuanya memperkenalkan dirinya satu per satu, walaupun pada akhirnya, ada beberapa yang mengejeknya. Ada satu Uchiha perempuan yang terlihat tersenyum padanya, lalu ada Inuzuka perempuan yang terlihat tomboy, Nara perempuan, dan lainnya.
Ia kemudian melihat Namikaze yang dibicarakan Rokushi-sensei, memperkenalkan dirinya.
"Namaku Namikaze Minato," Namikaze yang berambut spiky blonde panjang memperkenalkan. Ia memakai jaket berwarna putih dengan 3 strip berwarna biru di bagian lengan. Kushina mencatat, bahwa wajahnya sangat girly. "Mimpiku adalah…" Ia kemudian menaruh tangannya di dadanya dan tersenyum, "Aku ingin diakui oleh seluruh penduduk desa, dan menjadi Hokage yang hebat." Ucapnya dengan tenang. Kushina harus menahan tawa karena dia terlihat seperti girly-boy yang tidak bisa apa-apa, dan mimpinya adalah menjadi Hokage.
Selanjutnya, Kushina melihat kearah blonde satu lagi yang lebih muda dari Minato, dan mempunyai rambut spiky yang lebih pendek darinya. Ia berdiri dan tersenyum kearahnya. "Namaku Namikaze Shuichi," Ia memperkenalkan. Ia memakai baju lengan panjang berwarna putih, dan lengan panjangnya digulung sampai sikunya. Ia memakai celana ninja berwarna abu-abu, "Dan mimpiku, aku ingin membantu kakakku meraih mimpinya, dan menjadi ninja yang namanya ditakuti di dunia." Ia memperkenalkan. Kushina menatapnya dengan tidak percaya. Mana mungkin orang seperti dia menjadi ninja yang ditakuti! Apalagi, nama Shuichi terdengar seperti girly. Ada apa dengan Namikaze dan perempuan?
Setelah beberapa perkenalan lagi, akhirnya Kushina pergi duduk. Ia dengan gerogi berjalan ke arah tempat duduk. Ia tak tahu ingin duduk dimana, melihat semuanya memperkenalkannya.
Ia kemudian melihat salah satu perempuan, yang kalau tidak salah memperkenalkan namanya sebagai Uchiha Mikoto mengesturkan tangannya untuk duduk bersamanya.
Kushina langsung cepatke tempat duduk itu, dan duduk di samping Mikoto, dan satu perempuan lagi yang Kushina ketahui bernama Nara Yoshino.
Setelah ia duduk, ia kemudian tersenyum pada Mikoto, "Terimakasih… Um, Uchiha-san, bukan?" Ucap Kushina, sedikit bingung apakah ia benar atau tidak.
Mikoto mengangguk sambil terkekeh, "Yep," Ucapnya, "Namaku Uchiha Mikoto, dan yang ini Nara Yoshino," Mikoto memperkenalkan, sambil menunjuk ke arah Yoshino yang tersenyum kearah Kushina. Kushina, masih gerogi, hanya mengangguk.
Mereka kemudian kembali diam, dan mendengar dengan inten pada Shuuhei-sensei yang menjelaskan tentang theori Ninjutsu dan Genjutsu.
"Baiklah, apa itu chakra? Ada yang bisa menjawab?" Tanya Shuuhei-sensei.
Kushina melihat tangan Shuichi dan Minato langsung terangkat, dan sepertinya memberi glare satu sama lain.
"Baiklah, Minato." Ucap Shuuhei-sensei lagi.
Minato mengangguk, dan memberi seringaian penuh kemenangan pada Shuichi, membuat Kushina menaikan alis matanya.
"Chakra adalah gabungan dari energi fisikal dan energi spiritual di dalam tubuh. Dengan memanipulasi chakra di dalam tubuh, seseorang bisa melakukan Ninjutsu atau Genjutsu," Jawab Minato. Shuuhei-sensei mengangguk.
"Pertanyaan selanjutnya," Ucap Shuuhei-sensei, "Apa itu Ninjutsu?" Kushina melihat ada beberapa murid yang mengangkat tangannya, termasuk Namikaze Duo, Mikoto, dan Yoshino. Ia juga mengangkat tangannya.
"Hm… Shuichi," Shuuhei-sensei kemudian mengesturkan Shuichi untuk menjawab.
Shuichi mengangguk, "Ninjutsu, adalah istilah yang mengacu pada hampir semua tekhnik yang memungkinkan ninja melakukan sesuatu yang mustahil bagi manusia biasa. Tidak seperti Genjutsu yang membuat ilusi, efek Ninjutsu adalah nyata. Ada banyak variasi Ninjutsu, seperti Ninjutsu untuk merubah penampilan, yaitu Henge, Ninjutsu untuk menghindar suatu serangan, Kawarimi, Ninjutsu untuk membuat replika diri sendiri dari berbagai material. Ninjutsu, sebagian besar dilakukan dengan segel tangan untuk menjadi lebih efektif, walaupun ada beberapa ahli Ninjutsu yang tidak perlu memakai segel tangan untuk mengkesekusi jutsu. Kembali pada topik, untuk melakukan Ninjutsu, ninja harus melakukan segel tangan, untuk memanipulasi chakra yang diperlukan untuk mengkesekusi tekhnik," Jawab Shuichi dengan sempurna.
Kushina melihat kearah Shuichi dengan tidak percaya. Itu adalah jawaban paling complex yang pernah ia dengar! Ia mungkin hanya menjawab tekhnik ninja atau sebagainya, dan Shuichi menjawabnya dengan sesuatu yang sangat komplex, yang mungkin lebih complex daripada pikiran anak 5 tahun.
Kushina mendengar teman sebangkunya, Mikoto menghela nafasnya. Kushina menatapnya dengan bingung.
"Shuichi dan Minato memang sangat suka memberi penjelasan yang compex. Kau akan terbiasa dengan itu," Jelas Mikoto sambil menghela nafasnya. Kushina mengangguk.
Shuuhei-sensei membatuk untuk mendapatkan perhatian semuanya lagi, "Ehem, baiklah. Pertanyaan ketiga, apa itu Fuinjutsu?" Tanya Shuuhei-sensei.
Kushina dengan semangat langsung menaikan tangannya. Ia melihat Shuichi dan Minato juga menaikan tangan mereka.
"Baiklah, Kushina." Ucap Shuuhei-sensei, mengesturkan Kushina untuk menjawab pertanyaannya.
Kushina mengangguk, dan membatuk untuk mendapatkan perhatian semuanya, "Fuinjutsu, adalah sebuah tipe jutsu yang digunakan untuk menyegel suatu objek, makhluk hidup, chakra, dan hal-hal lainnya." Jelas Kushina.
Shuuhei-sensei mengangguk dan memberi Kushina senyuman, "Yap. Sayangnya, tidak banyak ninja yang ahli dalam Fuinjutsu karena Fuinjutsu sangat complex, dan orang-orang banyak yang tidak punya kesabaran untuk mempelajari Fuinjutsu. Klan Uzumaki adalah klan yang dikenal sebagai Fuinjutsu master," Jelas Shuuhei-sensei.
Mendengar itu, Kushina tersenyum bangga ketika mendengar nama klannya. Setelah menulis beberapa catatan.
Beberapa menit kemudian, ada seorang chuunin masuk kedalam kelas, dan terlihat serius. Kushina menaikan alisnya ketika melihat chuunin itu. Chuunin itu berjalan kearah Shuuhei-sensei, dan membisikan sesuatu pada kuping Shuuhei-sensei. Shuuhei-sensei terlihat serius, dan kemudian mengangguk.
"Kalian semua, tolong jangan keluar kelas dan tetap diam disini dan jangan berisik. Aku akan keluar sebentar," Dengan itu, Shuuhei-sensei dan Chuunin itu menghilang dalam Shunshin.
Setelah kedua Chuunin itu menghilang dalam Shunshin, kelas langsung kembali berisik seperti tidak menghiraukan peringatan Shuuhei-sensei, membuat Kushina sweatdrop.
"Jadi, Kushina-chan, ceritakan pada kami tentang dirimu!" Seru Mikoto. Kushina melihat Yoshino juga memperhatikan konversasi ini, sementara Namikaze Duo di depan mereka mengobrol sesuatu yang Kushina tidak dengar.
Kushina mengetuk dagunya dengan jari telunjuk kanannya, sementara menatap keatas seolah seperti berpikir, "Mm… Aku menyukai ramen! Aku tidak menyukai sayuran." Seru Kushina.
Mikoto sweatdrop, "Baiklah, jadi bisa kau ceritakan tentang Uzumaki? Ayahku selalu bilang bahwa klan Uzumaki adalah salah satu klan terhebat di dunia." Ucap Mikoto, terdengar seperti antusias.
Yoshino menaikan alisnya, "Hm, ohya? Aku tidak tahu banyak tentang Uzumaki, hanya membaca beberapa tentang mereka di buku sejarah. Dan, satu-satunya Uzumaki yang kutahu adalah Mito-sama." Ujar Yoshino.
Kushina menatap Yoshino penasaran, dan kemudian tersenyum, "Oh! Mito-baa-chan? Ia adalah nenekku!" Seru Kushina, membuat Mikoto dan Yoshino melebarkan mata mereka.
"Ohya? Bagaimana bisa?" Tanya Mikoto penasaran, Yoshino mengangguk.
Kushina tersenyum lebar, "Kakekku adalah kakak Mito-baa-chan." Ujarnya, mendapatkan 'Oh' dari Mikoto dan Yoshino.
Mereka ingin melanjutkan obrolan mereka lagi, tetapi mereka diinterupsi oleh sebuah suara.
"Hm, jadi, kau adalah Uzumaki?"
Kushina menengok ke sumber suara itu, dan melihat Shuichi menatapnya dengan penasaran. Kushina kemudian tersenyum manis, "Ya. Apa ada yang salah dengan itu, Namikaze?" Tanya Kushina. Ada nada ancaman di suaranya.
Shuichi hanya tersenyum gerogi dan menggeleng, "E-eh ti-tidak…" Gumam Shuichi takut.
Sementara itu, Mikoto dan Yoshino sweatdrop. "Yap. Kita mendapatkan Tsume versi Uzumaki," Ucap Mikoto. Yoshino setuju.
"Ne, aku dengar klan Uzumaki dihancurkan. Aku hanya ingin memberi simpati," Ucap Shuichi dengan sedih di matanya.
Kushina tersenyum sedih, "Ya. Tidak apa-apa." Ucap Kushina sedih.
Momen sedih mereka tidak berlangsung lama, karena Minato memutuskan untuk memasuki konversasi, "Jadi, Kushina-san, bisa kau jelaskan tentang klan Uzumaki?" Tanya Minato penasaran.
Mendengar ini, Kushina tersenyum. "Klan Uzumaki adalah klan yang sangat spesialis dalam Fuinjutsu. Mereka mempunyai chakra yang sangat besar, dan kemampuan penyembuhan yang lebih baik daripada klan lainnya. Klan Uzumaki juga mempunyai umur yang panjang. Contohnya, ada seseorang nenek tua di Uzushio bernama Uzumaki Chikama yang berumur 200 tahun," Jelas Kushina dengan bangga ketika mendapatkan tatapan kagum dari mereka.
Sebelum Kushina dapat melanjutkan, Shuichi menginterupsi, "Kudengar, semua Uzumaki berambut merah. Apa kau tahu itu kenapa?" Tanya Kushina.
Mendengar pertanyaan itu, Kushina langsung masuk kedalam mode berpikir. Ia menggumam 'hm' beberapa saat, sementara Shuichi dan yangt lainnya menunggu jawaban.
"…Akupun juga tidak tahu," Ucapnya, membuat semuanya sweatdrop, "Hey! Aku tidak pernah menanyakan tentang itu tahu!" Serunya sambil cemberut ketika melihat reaksi sweatdrop mereka. Dan entah benar atau tidak, Kushina melihat pipi Minato memerah.
Sebelum konversasi mereka dilanjutkan, Shuuhei-sensei kembali masuk kedalam kelas.
"Ehem," Shuuhei-sensei membatuk untuk mendapatkan perhatian, "Baiklah. Hari ini, kita akan mengadakan sparring. Dan, ada yang tahu dimana Inoichi, Shikaku, dan Chouza?" Tanya Shuuhei-sensei, seperti baru ingat ketiga orang itu.
Mikoto menaikan tangannya pertanda ia tahu.
Shuuhei-sensei menghela nafasnya ketika melihat Mikoto, "Mikoto, jangan bilang bahwa ketiga anak itu bolos lagi," Ketika mendapatkan anggukan dari Mikoto, dahi Shuuhei-sensei kemudian berkedut, pertanda ia kesal.
Shuuhei-sensei kemudian menghilang dalam Shunshin, meninggalkan murid yang kebingungan.
Beberapa menit kemudian, pintu kelas kembali terbuka dan terlihat Shuuhei-sensei yang mengikat 3 murid yang Kushina asumsikan sebagai Inoichi, Shikaku, dan Chouza yang dibilang tadi.
Shikaku terlihat mempunyai ekspresi bosan dan malas. Inoichi mempunyai ekspresi marah dan memberi glare kepada Shikaku, sementara Chouza mempunyai ekspresi malu.
Shuuhei-sensei meletakan kedua tangannya di pinggangnya, "Akimichi Chouza, Nara Shikaku, Yamanaka Inoichi, apa yang kalian lakukan di atap akademi?" Tanya Shuuhei-sensei dengan nada marah.
"Melihat awan," Jawab Shikaku dengan malas.
"Memakan kripik," Jawab Chouza dengan ceria.
"Menjaga dua anak agar tidak terlibat masalah," Jawab Inoichi dengan glare kepada Shikaku dan Chouza.
Shuuhei-sensei menghela nafasnya, dan memijat keningnya, "Hah.. Kalian bertiga ini. Baiklah, untuk sekarang aku bebaskan. Kelas! Kita akan ke halaman untuk Daily Spar."
Dengan itu, para murid langsung keluar kelas dan menuju ke halaman.
.
-Third Person Point of View- (A/N: Disini Naruto akan dinarasi sebagai 'Shuichi')
Ketika semua murid kelas sudah berada di luar, Shuuhei kemudian mengatur barisan para murid. Setelah selesai, ia kemudian berdiri di depan seluruh barisan dan menghadap kearah murid.
"Baiklah, seperti biasa, hari ini kita akan melaksanakan sparring. Kalian semua tahu peraturannya. Untuk yang tidak tahu," Mata Shuuhei kemudian terarah pada Kushina, "biar aku jelaskan. Perempuan akan bersama perempuan, dan laki-laki akan bersama laki-laki. Aku akan memberi kalian nomor, dan kalian akan dipanggil berdasarkan nomor itu. Contoh, nomor 1 akan melawan nomor 2. Nomor 3 akan melawan nomor 4, dan seterusnya." Jelas Shuuhei. Ia kemudian mengambil sebuah kotak, yang isisnya berbagai macam nomor, dan memberinya pada seluruh kelas.
Dibagian laki-laki, terlihat Shuichi mendapatkan nomor 1, Minato mendapat nomor 2, Shikaku mendapat nomor 3, Chouza mendapat nomor 4, Inoichi mendapat nomor 5, Shibi mendapat nomor 6, dan seterusnya.
Shuichi melihat kearah Minato dengan senyuman besar di wajahnya. Begitupun juga Minato.
Shuuhei membatukan dirinya lagi untuk kembali mendapatkan perhatian, "Baiklah! Pertandingan pertama dari laki-laki. Namikaze Shuichi melawan Namikaze Minato."
Dengan itu, kedua kontestan langsung masuk ke arena.
Keduanya mempunyai senyuman lebar di wajahnya. Mereka berdua menunduk sebegai tanda hormat, dan kemudian bersalaman. Setelah itu, mereka berdua langsung masuk kedalam kuda-kuda yang diajarkan di Akademi.
"Siap?" Tanya Shuuhei. Kedua kontestan mengangguk.
"Hajime!"
Tanpa basa-basi lagi, Shuichi langsung melakukan roundhouse kick kearah kepala Minato, yang dengan mudah di blok Minato.
Sementara kaki Shuichi masih diatas, Minato mencoba memukul perut Shuichi, tetapi Shuichi dengan mudahnya menghindar kebelakang. Minato kemudian langsung berlari melesat ke arah Shuichi, dan kemudian mengayunkan tangan kanannya ke wajah Shuichi.
Shuichi menangkap tangan kanan Minato dengan tangan kanannya. Masih mempunyai satu tangan lagi, Minato kemudian mengayunkan tangan kirinya ke perut Shuichi. Tetapi Shuichi menangkap pukulan Minato dengan tangan kirinya, membuat tangan mereka merdua menjadi terkunci.
Masih mempunyai kaki, Minato mencoba menghantamkan lututnya ke perut Shuichi, tetapi Shuichi lagi-lagi membloknya dengan lututnya sendiri.
Minato dan Shuichi sama-sama tersenyum. Mereka berdua memperlihatkan gigi satu sama lain.
"Kenapa kau tidak menyerah saja, adikku?" Ucap Minato, seperti dengan nada menantang, walaupun posisi mereka berdua saat ini dalam deadlock. Mencoba menoverpower satu sama lain.
Shuchi membalasnya dengan senyumannya sendiri, "Oh? Sepertinya kau yang harus menyerah, Nii-san."
Dengan itu, mereka berdua sama-sama loncat ke belakang untuk terlepas dari deadlock. Tidak memberikan lawan mereka kesempatan, mereka langsung melesat kearah satu sama lain lagi.
Naruto mengayunkan tangan kanannya ke wajah Minato, tetapi Minato hanya menunduk, dan membalasnya dengan mengayunkan tangan kanannya sendiri ke wajah Shuichi yang hanya diblok Shuichi.
Shuichi kemudian melakukan sweepkick, tetapi Minato hanya meloncat, dan melakukan reverse roundhouse kick. Naruto dengan mudah menunduk.
Shuichi kemudian melakukan tendangan ke perut kakaknya, dan Minato hanya menghindar dengan melakukan side-step. Minato kemudian melakuan roundhouse kick ke kepala Shuichi.
Shuichi hanya menunduk. Melihat kesempatan, Shuichi kemudian menyelinap ke belakang Minato, dan kemudian melakukan sweepkick ke kaki kanan Minato, membuat Minato jatuh kebelakang. Dengan cepat, Shuichi langsung berada di atas Minato, dan mengarahkan kepalan tangannya ke wajah Minato.
"Menyerah?" Tanya Shuichi.
Minato hanya menghela nafasn, tersenyum dan kemudian mengangguk.
"Baiklah, pemenangnya adalah Namikaze Shuichi!"
To Be Continued…
A/N: Chapter 2, dimana Kushina melakukan debut. Apa Kushina terlalu OOC, ya? Ah, sudahlah. Untuk pairing, banyak yang ga setuju Naruto/Mikoto. Jadi, apa aku ganti aja ya? Aku juga mempunyai rencana untuk mempair Naruto sama OC.
Lalu, untuk yang bingung apakah akan ada Sasuke dan Itachi kalau Naruto sama Mikoto, ya tentu ada. Sasuke dan Itachi bakal jadi anak dari Naruto dan Mikoto.
Hanya itu yang aku ingin sampaikan. Sampai jumpa di chapter selanjutnya!
