Disclaimer: Hideaki Sorachi. this story is a non-profit work


As Time Goes By

a drabble collection

violet autumn


#2 - Milk

Gintoki paling suka susu stroberi.

Takasugi seringkali mengerutkan dahi memperhatikan adiksi berlebihan temannya terhadap minuman manis yang satu itu.

Katsura juga sering mengomentari kebiasaan Gintoki dan menakut-nakuti dengan bilang kalau susu bisa saja merusak otak dan juga jiwa. Tapi tetap saja Gintoki tak pernah berpaling dari susu stroberi kesayangannya. Lagipula, siapa yang akan takut dengan ancaman tak masuk akal dari Katsura itu?

"Takasugi, aku tau kau sering memperhatikanku. Kau mau ini?" ucap Gintoki pagi itu sebelum pelajaran dimulai. Sekotak susu stroberi yang ada ditangan kanannya disodorkan pada Takasugi.

"Tidak perlu. Aku tak terlalu suka minuman bocah begitu."

"Kau juga bocah, Takasugi. Sekarang aku tau kenapa pertumbuhan tinggimu terhambat."

Takasugi tak membalas. Ia sudah lelah dengan semua lelucon tentang tinggi badan yang selama ini seringkali dilontarkan Katsura atau Gintoki padanya. Tinggi mereka tidak terlalu berbeda jauh! Lagipula ia masih dalam masa pertumbuhan, Takasugi yakin ia akan melampaui tinggi badan Katsura atau Gintoki saat mereka sudah dewasa nanti. Ia yakin itu.

Tapi diam-diam ia sebenarnya memikirkan cara bagaimana agar tinggi badan cepat bertambah, juga alasan kenapa ia sedikit lebih pendek daripada teman-temannya sekarang.

Pagi itu, kelas mereka masih sepi saat ia datang pagi-pagi seperti biasa, dan seseorang—yang sudah pasti Gintoki—meletakkan sekotak susu stroberi diatas meja Takasugi.

Benar saja, Takasugi menemukan sosok seorang bocah dengan rambut keriting yang ia kenali terlihat sedang melanjutkan mimpi indahnya tadi malam di pojok kelas. Matanya terpejam dan dipelukannya ada sebilah katana yang memang seringkali ia bawa bersamanya. Anak laki-laki berambut hitam itu kemudian menggeleng lalu menghela napas pelan.

Mau-maunya Gintoki melakukan ini. Apa maksudnya?

Takasugi mengambil sekotak susu stroberi itu dan menemukan sehelai kertas dengan tulisan tangan yang tampaknya ditulis secara buru-buru.

Takasugi membaca tulisan di kertas itu dengan kerut-kerut yang mencerminkan kekesalan diwajahnya. Ia lalu menusukkan sedotan dan meminum susu stroberi pemberian Gintoki cepat-cepat sampai habis karena jengkel.

'Aku tahu kau selalu ingin, dan aku tak biasanya berbagi dengan orang lain. Tapi ini aku berikan untukmu, Takasugi. Kalsium itu baik untuk pertumbuhan, jadi jangan sampai kekurangan kalsium. Aku tak mau melihatmu tetap menjadi Takachibi saat kita sudah dewasa nanti. Gintoki.'

Fin.