Hay hay.. back to chapter dua.. terimakasih yang sudah bersedia membaca dan terimakasih sudah meninggalkan jejak serta memfavoritkan fic buatan Yu.

Yu terharu *gigit sapu tangan* hohoho langsung saja..

Here we go!

Disclaimers : om masashi kisimoto
pairing : SasufemNaru
rate : M
warning : cerita ini ngabal, typo,alur kecepetan, bahsa ga baku, cerita sesuka Yu, OCC, gender switch
don't like don't read..

Complicated (chap 2)

Di pagi yang dingin di kekediaman baru nya bersama Uchiha Sasuke. Melihat suasana diri Naruto yang sudah tak seperti dulu lagi. Di mana dia masih bisa berkeliaran bebas di malam hari berkumpul bersama komplotan nya dan tidak merasa terancam saat berada di rumah sendiri. Sekarang hal yang paling gila nya. Di usia nya yang ke 17 dia harus menikah dengan musuh bebuyutan nya orang yang paling dia benci dan juga orang sudah membunuh Sepupu nya Ino. Dia merasa gila saat dia harus terus merasa was- was dan selalu memasang alaram tanda bahaya saat berada di rumah nya sendiri. Dia benci harus melihat wajah orang yang telah membunuh sepupu nya itu.

.
Lelah naruto berfikir. Di kala malam dia tidak bisa tidur karna terus merasa jiwa nya dalam bahaya. Entah mengapa di kala suami nya itu tertidur pulas, tak ada niat sama sekali di benak Naruto untuk membunuh Sasuke di kala tidur. Entah apa yang membuat nya tak punya hasrat untuk membunuh. Akan lebih baik jika Naruto menyiap kan sarapan untuk diri nya. Mungkin untuk Sasuke juga? Tidak fikir Naruto. Sasuke bukan lah suami nya. Dan dia bukan lah seorang Uchiha. Naruto bukan Uchiha.

.
Sarapan telah siap. Saat dia sedang memasak entak kenapa Naruto dapat menhilangkan rasa was – was nya untuk sementara. Naruto sangat suka memasak. Seraya memasak dia bernyanyi. Kalau di dengar dengar,, Naruto memiliki suara yang sangat bagus. Seperti nya Menurun dari Ibu nya yang seorang pernyanyi muda go international.

.
.

Sasuke pov..

Di kamar. Sasuke terbangun dari mimpi indah nya.
"Aku masih hidup..?" batin Sasuke bertanya. Dia kaget kalau dia masih hidup di kala dia harus satu kamar dengan musuh yang saling membenci itu.
Tiba – tiba Sasuke mendengar senandungan lagu yang di nyanyikan begitu indah. Membuat jiwa Sasuke begitu tenang. Suara dan alunan lagu sangat cocok dan seirama seolah olah suara yang menyanyian itu menyatu dengan lagu.
Sasuke terus mengikuti alunan lagu mencari sang pemilik suara. Mencari tahu siapa yang bernyanyi seindah itu. Alangkah kaget nya Sasuke. Saat melihat Naruto lah yang mengalunkan lagu itu seseorang yang memunggungi nya. Seseorang yang tak di duga – duga sedang memasak seraya mengalunkan lagu yang indah bak bidadari sedang bernyanyi.

Sasuke pov end..

Sarapan pun sudah siap. Naruto heran kenapa dia membuat Sarapan untuk dua orang. Bukan kah dia ingin memasak untuk diri nya sendiri.

"Ah.. sudahlah… hitung – hitung buat kebaikan untuk musuh nya" ucap Naruto dalam hati.

"Aku kaget kalau.. aku mashih hidup" tiba – tiba terdengar suara sorang pria dari arah belakang Naruto.

"Apa kau berharap aku membunuh mu di saat kau dalam keadaan lengah? Aku bukan pengecut" ucap Naruto.

"Tak ku sangka penjahat sepertimu mempunyai kebiasaan memasak sambil besenandung" Sindir Sasuke tidak bermaksud untuk memuji atau bercanda.
"Sial kau brengsek" Bisik Naruto seraya melemparkan beberapa pisau dapur kearah Sasuke. Beruntung seluruh pisau itu tidak mengenai tubuh Sasuke, Sasuke dapat menghindari pisau itu. Salah sedikit saja akibat nya bisa fatal.

"Apa – apaan kau. Hampir saja." Ucap Sasuke.

"Wanita ini benar benar ingin membunuh ku." Ucap Sasuke dalam hati.

"Sudahlah.. aku ini masih punya hati.. aku masih membuatkan mu sarapan. Berterimakasihlah" Ucap Naruto seraya duduk di meja makan.

"Punya hati? Kalau kau punya hati kenapa kau membunuh nya?" Jawab Sasuke menatap Naruto dengan tatapan tajam penuh kebencian. Terlihat sekali dan terukir jelas di mata Sasuke. Kebencian yang di tujukan padanya.

"Membunuh? Aku membunuh siapa bodoh? Sudah lah. Ibuku bilang kau tidak boleh berbicara macam – macam di depan makanan" ucap Naruto seraya melahap masakan yang sudah dibuat nya. Tanpa mengetahui apa maksud dari perkataan Sasuke.

Sasuke sama sekali tidak tahu apa yang ada di fikiran Naruto. Melihat mata nya yang seolah tidak tahu apa – apa tentang kematian Karin kekasih nya itu. Seolah Naruto tidak memiliki dosa sama sekali. Situasi seperti ini berhasil membuat Sasuke lapar. Akhir nya dia duduk di bangku yang berhadapan dengan Naruto dan menyantap hidangan yang telah Naruto buat.

Betapa terkejut nya Sasuke. Belum pernah dia merasakan makanan selezat ini yang sulit di percayanya itu adalah yang Naruto lah yang membuatnya.
Sasuke hanya bisa diam dan ingin terus menikmati makanan yang dia nikmati sekarang.

"Bagaimana? Tidak buruk kan?" Tanya Naruto.

Inilah pertanyaan yang paling tidak ingin dia dengar saat ini.

"Hn.. lumayan" jawab nya singkat. Menutupi jawaban sesungguh nya yang ada di fikiran nya.

"Makanan seenak ini ku jawab lumayan? Ku rasa aku benar – benar sudah gila" Sasuke mengutuk dirinya sendiri. Lidah memang tidak bisa berbohong..

"Hn syukurlah kau menyukainya." Ucap Naruto pelan. Seolah –olah menahan sesuatu di hati nya.
Naruto pergi kekamar mandi pribadi di kamar nya. Mengisi air hangat untuk membuat fikiran nya rileks kembali. Memikirkan semua nya hingga dia melupakan segalah yang membebani nya.

Memang benar ada nya. Naruto mengingat tentang kematian Sepupu nya. Ino sangat menyukai masakan yang di buat oleh Naruto. Ino adalah orang pertama yang membela nya di saat naruto merasa tertindas kala masa SMP nya. Hanya Ino yang selalu ada untuk nya. Melebihi Ayah dan Ibunya yang selalu sibuk pergi keluar negri demi urusan bisnis dan karir mereka.
Terkadang Naruto merasa ingin hidup normal seperti gadis kebanyakan. Berkumpul bersama keluarga merasakan indah nya jatuh cinta dan berkencan. Bukan nya hidup seperti ini. Berkat kesibukan orang tua nya yang berhasil membuat Naruto menjadi gadis yang nakal terlibat dalam aksi pembantaian dan pembunuhan dan berhasil membuat sepupu nya meninggal dunia dan sekarang dia harus menikah dengan musuh bebuyutan nya dan juga orang yang telah membunuh sepupu nya itu. Naruto tak pernah menyalahkan siapapun atas apa yang menimpa diri nya. Bahkan dia tak menyalahkan Sasuke sepenuh nya atas kematian Ino. Naruto selalu menyalahkan diri nya sendiri. Andai saja saat duduk di bangku SMP dia tidak pernah berfikir untuk mengikuti para mafia karena kesibukan orang tua nya. Mungkin semua ini tak kan terjadi. Tapi semua sudah terlambat. Naruto adalah komplotan mafia yang sedang di buron para polisi. Naruto adalah pembunuh berdarah dingin. Tidak bisa di pungkiri lagi sekarang.

Tanpa Naruto sadari dia menitihkan air mata. Begitu besar penyesalah yang tersimpan di lubuk hati nya. Bahkan sekarang ia tak tahu apa yang harus dia lakukan. Melanjutkan pekerjaan nya itu? Atau berhenti dan melanjutkan hidup seperti sorang istri pada umum nya. Namun Suami nya itu adalah….
Situasi yang membuat Naruto sangat bingung…..

.
Sinar mentari menerpa wajah putih nan cantik milik Naruto. Kepala nya terasa berat dengan rasa sakit yang berdenyut denyut. Tubuh nya terasa begitu panas.

"Apa aku demam?" bisik nya pelan

"Kau sudah bangun? Dasar bodoh. Kau ingin bunuh diri hah?" ucap Sasuke seraya menatap wajah sang istri yang terbaring dengan kompres yang ada di dahi nya.

"Ah?" Naruto bingung dengan perkataan Sasuke, Naruto berusaha mengingat apa yang terjadi barusan.

Flash back…

Rumah terasa terlalu sepi dan terlalu aman bagi Sasuke.

"kemana penghuni nya?" ucap nya dalam hati.

Sasuke masuk kedalam kamar mencari sosok penghuni lain?.
Setiba nya di dalam. Sasuke mendengar suara cucuran air yang terarah dari kamar mandi.

"Uzumaki?" panggil nya pelan seraya mendorong pintu pelan.

"Tidak terkunci? Dasar bodoh" ucap nya

Begitu terkejut nya Sasuke saat melihat Naruto di dalam bath cup dengan posisi terbaring dengar kepala tenggelam. Dengan reflex Sasuke mengangkat tubuh Naruto mengeluarkan nya dari air.

"Sial dia tidak bernafas" umpat Sasuke.

Akhir nya Sasuke member Naruto nafas buatan tak sia – sia. Naruto pun kembali bernafas.
"Ku rasa kau akan demam Sunrise" bisik Sasuke pelan di telinga Naruto.

Flash back end..

Dia telah mengingat kejadia barusan. Dengan cepat wajah putih Naruto berubah menjadi memerah. Reflex Naruto bangun dari ranjang nya dan melempari Sasuke dengan bantal.

"Apa yang sudah kau lihat brengsek" ucap Naruto. Naruto merasa sangat malu atas kejadian yang barusan.

Mendengar pertanyaan dari Naruto berhasil membuat Wajah pucat sasuke memerah seketika. Mengingat kembali apa yang dia lihat. Tubuh polos Naruto. Yang "begitu sexy" pikir nya.

"Dasar kau.. jangan kau bayang kan brengsek." Ucap Naruto seraya memukul – mukul dada bidang Sasuke.

"Hei – hei.." ringis Sasuke merasakan pukulan Naruto yang tak ada energy sama sekali di pukulan nya.

Tiba tiba Naruto terdiam. Dia tidak lagi memukul atau berteriak. Naruto terdiam di pelukan Sasuke. Suasana Seperti ini benar – benar membuat Sasuke merasa aneh. Dia merasa nyaman Saat Naruto memeluk nya. Yang menjadi pertanyaan nya saat ini. Kenapa Naruto mau memeluk nya?
Di lepas kan pelukan nya lalu melihat Naruto. Begitu merah wajah Naruto. Dirasa nya kening Naruto.

"Sial kau Demam.. sudah ku bilang" ucap Sasuke.

Di perhatkan nya wajan Naruto, tak di lewatkan nya sedikitpun. Wajah polos nan cantik ini harus menjadi mafia dan seseorang yang harus membunuh kekasih nya? Pikir Sasuke mungkin Sasuke sudah gila, fikir nya.
Bahkan jika di perhatikan. Naruto jauh lebih cantik di banding Karin. Namun apa daya. Hati Sasuke telah di rebut oleh Karin. Melihat sikap Naruto membuat rasa benci nya goyah. Berfikir akan menyelidiki lagi tentang kematian Karin dengan cara menyusup kan mata – mata di Blow evil.

"Ino.." Terdengar suara Naruto yang masih dalam pelukan Sasuke itu.

Sasuke tersenyum melihat sikap tidur Naruto. Jika terus seperti ini Sasuke yakin. Mungkin Naruto akan mengambil utuh hati nya. Melihat sikap nya yang tidak seperti yang dia lihat biasa nya. Jauh lebih feminim dan anggun. Sorang Wanita idaman bagi kebanyakan pria.
Sasuke pun membaringkan Naruto di ranjang. Menyelimuti nya. Entah dorongan apa yang membuat Sasuke mengecup sayang kening Naruto. Entah hanya banyangan Sasuke saja, dia melihat Senyuman Naruto setelah Sasuke mengecup nya…

Bersambung…
Mohon Kripik dan Santan nya minna
Bagai mana chapter yang ini?maaf kalau tiadk nyambung.. membuat cerita yang tidak nyambung adalah bakat Yu.

Sesi Jawab menjawab:

Khioneizys: Ia arigato, lain kali Yu akan perhatiin tanda bacanya. Yu memang sedikit kutil alias kurang teliti. Terimakasih sudah bersedia baca.

.

.

Namikaze Eiji: Oke.. akan Yu kasi tanda di setiap paragraph nya. Terimakasih sudah bersedia baca.

.

.

Hyull: Huumm.. nanti kamu akan tau di akhir cerita.. fu fu fu….

Bukan. Ini Sasu sama Yu *di geplak* gomen ini Sasufemnaru kok :'3

.

.

Aiko Michishige: Oke siap laksanakan.

.

.

Veira Sadewa: mereka ga bunuh –bunuhan kok. Cuma saling kill doing :3

.

.

Ichiro Makoto: hummnn.. oke entar di panjangin kalau otak Yu kapasitas nya memungkinkan :v .

Sasuke sudah tahu Naruto itu musuh nya.

Jasmine Daisyno Yuki: Humn.. arigato sudah mau baca. Itu kelemahan Yu. Gomen ^^ .. Yu lagi cara supaya menuangkan feeling dalam tulisan Yu.

Nui Sayaka: tunggu di chap depan