Warning: sasufemnaru, bahasa kurang dimengerti, kurang kreatif, typos, ooc, au, gj, lol, dll.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Gak suka
Jangan baca

Kesalahan penulis banyak

Rate : T

Genre : family, hurt, romance
.
.
.

"Ugh.. akhrinya dapat juga..." naruto menghempasakan tubuhnya ke sofa karena lelah ke sana ke mari untuk mencari tempat kontrakan yang murah. Saking lelahnya naruto langsung tertidur di sofa. Kontrakan yang naruto tinggali sangat sederhana. Di dalamnya ada sebuah kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dan dapur mini yang di pisahkan oleh lemari. Ia mencari kontrakan yang tidak jauh dari sekolah impiannya yaitu Konoha High School sekolah terbaik di Tokyo. Naruto sudah lama ingin sekolah di sana. Naruto akan berusaha mendapat beasiswa dan meraih cita-citanya.

Setelah pagi menyapa kehidupan naruto yang baru, naruto terbangun dan langsung masuk ke kamar mandi. Karena ini waktu liburan ia hanya menggosok gigi dan membasuh muka. Dengan begitu saja naruto sudah segar. Naruto segera membereskan baju dan barang barangnya. Ia sibuk saat ini karena belum membereskan barang barangnya.

Setelah barang barang naruto tersusun rapi, naruto mengambil sebuah ramen cup instan. Ia memanaskan air untuk memasak remen cup itu. Asap mengepul dari cup ramen itu setelab dibuka. Naruto langsung melahapnya.

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi naruto untuk menghabiskan ramen itu. Sekarang ia keluar rumah untuk mencari pekerjaan. Ia akan bekerja part time. Ia harus mengumpulkan uang untuk kebutuhannya sehari-hari.

Naruto berjalan menelusuri trotoar yang berjejer-jejer berbagai restaurant dan toko. Ia mencari tempat yang membutuhkan tenaga kerja baru. Dan tada... naruto menemukan sebuah cafe yang mencari tenaga kerja baru. Naruto mulai memasuki cafe yang bernama akatsuki itu. Ia sangat gugup saat membuka pintu. Naruto langsung di sambut oleh salah satu pelayan di sana.

"Selamat datang... apa ada yang bisa kami bantu nona?" Sambut pelayan berambut biru dengan ramah.

"Ano... apa boleh saya melamar pekerjaan di sini?" Tanya naruto sedikit terbata.

"Wah... tentu boleh. Kami sangat membutuhkan tenaga kerja di sini." Seru pelayan itu dengan senang.

"Mari saya antar nona ke ruang manajer!" Ajak wanita bernama konan itu.

Tok...tok...tok...

Konan mengetuk pintu ruang manajer.

"Masuk." Balas seseorang dari dalam.

"Uchiha-san, ada yang ingin melamar pekerjaan." Kata konan.

"Siapa namamu?" Tanya itachi.

"Watashi wa naruto desu." Jawab naruto lalu membungkukan badan dan kembali tegak.

"Kalau begitu saya keluar dulu masih ada banyak perkerjaan." Ucap konan dan dibalas anggukan oleh itachi.

"Kau yang ingin berkerja di sini."

"Ha'i"

"Kalau begitu isi formulir ini." Suruh itachi sambil menyodorkan sebuah kertas biodata. Naruto menerimanya dan mulai mengisi. Setelah naruto memberikannya lagi pada itachi.

Itachi mulai membaca formulir yang di isi naruto. Ia mengangkat sebelah alisnya saat membaca umur naruto.

"Benarkah umurmu 16 tahun?" Tanya itachi curiga.

"Itu benar. Memang wajah dan tubuh saya seperti anak kecil tapi saya sudah berumur 16." Jawab naruto dengan sangat gugup. Ia sengaja memalsukan umurnya karena saat melihat brosur di deoan cafe tadi minimal umurnya harus 16 tahun sedangkan naruto masih berumur 14 tahu. Kalau ia jujur maka ia tidak akan dapat kerjaan.

"Hn... baiklah kau kuterima. Mulai hari ini kau akan berkerja dan saat sekolah kau boleh ambil part malam." Ucap itachi sambil menjabat tangan dan di balas naruto. Naruto mengucapkan banyak terima kasih pada itachi.

"Tapi..." kata tapi yang di ucapkan itachi membuat senyum yang berkembang di naruto menghilang.

"Tapi apa uchiha-san?" Tanya naruto penasaran.

"Kau harus kuat untuk menghadapi wakil manajer di sini. Jika ia tidak suka pada salah satu karyawan maka ia akan membuat keryawan itu tidak betah dan akhrinya mengundurkan diri. Aku harap kau sanggup melaluinya." Jelas itachi.

"Baiklah saya akan mencoba dan berkerja keras." Ucap naruto mantap.

"Sekarang ganti bajumu dengan seragam di ruang ganti. Untuk keperluan lainya mintalah pada konan."

"Ha'i." Balas naruto dan ia langsung keluar dari ruang manajer dan langsung dihampiri oleh konan.

"Bagaimana naruto-san apakah berhasil?" Tanya konan.

"Ya berhasil." Jawab naruto dengan senyum lebar.

"Yokatta, kalau begitu ayo ganti bajumu. Akan kutunjukan." Kata konan dan langsung menggandeng tangan naruto menuju ruang ganti.

"Ini pakailah." Suruh konan sambil menyodorkan sebuah seragam.

"Ha'i." Ucap naruto. Setelah itu naruto memasuki sebuah ruangan untuk mengganti pakaiannya. Ia sangat cantik memakai seragam maid itu. Seragam itu sangat pas di tubuhnya yang ramping.

"Wah... kawai..." puji konan gemas.

"Terima kasih." Balas naruto tersenyum malu.

"Yosh kalau begitu ayo kita kerja!" Ajak konan.

"Ha'i." Naruto mengikuti konan.

Naruto berkerja dengan sangat rajin. Sangking rajinnya ia tidak ada istirahat. Tugas naruto adalah melayani pelanggan. Dan entah kenapa pelanggan hari ini sangat penuh bahkan sampai ada yang mengantri di luar. Dan kebanyakan pengunjungnya adalah wanita muda.

"Naruto sekarang kau boleh istirahat." Ujar konan.

"Ha'i senpai." Naruto yang sudah sangat kelelahan berjalan menuju ruang istirahat dengan menunduk karena sangking lelahnya.

Brugh...

"Itai.."

Karena naruto tidak melihat kedepan ia tidak tahu kalau di depannya ada seseorang dan menabraknya. Karena orang yang ditbrak adalah laki-laki tinggi sedangkan naruto hanya gadis mungil iapun terjatuh sendiri.

"Gomennasai." Maaf naruto merasa bersalah karena tidak melihat ke depan.

"Hn... dasar dobe." Maki orang itu. Naruto mendengar itu sangat marah, kenapa? Karena dia tidak dobe. Perempatan muncul di dahi naruto.

"Aku tidak bodoh. Dasar teme!" Amarah naruto langsung menaik. Ia berdiri sambil memandang laki-laki tersebut. Deg. Naruto terpesona dengan ketampanan laki-laki itu.

"Apa kau bilang huh? Kau berani ya dengan wakil manager." Ucap sasuke arogan. Deg. Wakil manajer. Mati aku. Batin naruto. Naruto tidak bisa menjawab apapun, makian yang akan ia lontarkan sudah hilang karena rasa takut.

"Ternyata baka aniki memperkerjakan gadis cilik sepertimu." Sindir sasuke pada naruto. Naruto hanya bisa membatu ia terlalu takut untuk dipecat di hari pertama ia berkerja.

"Go- gomennasai." Maaf naruto terbata. Sasuke membungkuk dan membjsikan sesuatu pada naruto.

"Aku tahu berapa umurmu yang sebenarnya. Jadi bersiaplah. DOBE." Ucap sasuke santai dan langsung pergi setelahnya. Bagi naruto itu adalah ajakan untuk berperang. Tunggu di tadi di panggil dobe.

"Dasar teme...!" Maki naruto dengan suara yang sangat kecil seperti berbisik sambil mengepalkan tangannya ke udara dan di arahkan ke punggung sasuke yang sudah menjauh.

Sasuke membalikkan badan dan menatap naruto yang seperti ingin memukulnya. Ia tersenyum sangat tipis hingga tidak ada yang menyadarinya. Hn... manarik. Pikir sasuke.

Naruto yang melihat sasuke berbalik langsung menelan ludahnya. Apa dia mendengarku? Tapi tadi sangat kecil suaraku. Batin naruto takut. Ia langsung berbalik dan pergi ke ruang karyawan. Keringat dingin terus mengucur di pelipis naruto. Padahal ia hanya ingin istirahat.

"Hah... " naruto menghela nafas lelah. Apa pun yang terjadi biarlah terjadi. Pikir naruto pasrah.

Skip time

Setelah seharian sibuk mengurusi pelanggan, para pekerja cafe di kumpulkan di ruang istirahat oleh itachi.

"Baiklah minna-san, tujuanku mengumpulkan kalian adalah untuk memperkenalkan kalian pegawai baru." Ucap itachi langsung to the poin.

"Dia adalah uzumaki naruto. Dan dia masih muda. Aku ingin kalian memperkenalkan diri kalian masing2." Ucap itachi sambil menatap seluruh pegawai.

"Mulai dari aku, kenalkan aku konan, senang bertemu denganmu." Ucap konan bersemangat.

"Aku nagato, yoroshiku."

"Kenalkan aku yahiko."

"Obito."

"Sasori. Yoroshiku"

Dan beberapa pegawai lainya hingga yang terakhir. Seseorang berambut pantat ayam yang bersandar di tembok. Orang yang paling di takuti naruto.

"Hn." Orang itu bukannya memperkenalkan dirinya malah menggumam tidak jelas. Hening. Semua orang jadi memandang sasuke termasuk naruto.

"Hehehe naruto dia adalah wakil manager uchiha sasuke. Dia memang dingin. Tapi aku harap kau bersabar dengan sifatnya." Seru itachi memecah keheningan.

"Memang dia terlihat besar dan dewasa, tapi bagiku dia adalah adik kecilku yang imut. Yang selalu memanghilku onii-cha... ya begitulah." Curhat itachi langsung berhenti saat mendapat deathgleer gratis dari sang empunya. Bahkan pegawai lain juga ikut takut melihatnya.

"Minna-san yoroshiku" ucap naruto sambil membungkukkan badan.

"Baiklah minna, kita akhiri perkenalannya. Kalian boleh pulang sekarang."

Para pegawai mulai berhamburan ke ruang ganti. Setelahnya mereka pulang. Naruto pulang terakhir karena antrian ruang ganti.

Sasuke harus menutup cafe karena itachi ada urusan. Melihat naruto pulang sendiri membiat sasuke khawatir. Ck... apa peduliku. Pikir sasuke tidak peduli.

Tapi entah mengapa sasuke membututi naruto dengan mobil. Saat melihat naruto berhenti di sebuah halte, sasuke menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

"Hei dobe!" Panggil sasuke mengagetkan naruto.

"kau menunggu apa? Bis terakhir sudah lewat."

"Benarkah?"

"Naiklah!" Kemudian naruto masuk mobil sasuke.

Hening

Hanya keheningan yang menemani perjalanan mereka. Semua hanyut dalam pikiran masing-masing. Sampai sasuke bertanya pada naruto.

"Jadi yang mana rumahmu?"

"Rumahku yang itu." Tunjuk naruto pada kontrakan kecil yang ia sewa. Dalam hati sasuke miris melihat rumah naruto. Sangat berbeda jauh dengannya yang selalu merasakan kemewahan. Sasuke memberhentikan mobilnya di depan rumah naruto.

"Mampirlah jika anda mau." Tanya naruto dengan nada sopan mengingat kalau dia hanya seorang bawahan.

"Tidak ini sudah malam." Tolak sasuke.

"Kau tinggal dengan siapa."

"Aku tinggal sendiri."

"Dimana orang tuamu?"

"Orang tuaku sudah lama bercerai. ibuku meninggal. Dan aku tidak ingin mengganggu ayahku." Lirih naruto. Sasuke merasa bersalah karena sudah bertanya.

"Kalau begitu masuklah."

"Ha'i. Arigatou gozaimasu." Kemudian naruto masuk kedalam rumah. Dan sasuke langsung pulang. Ia merasa kasihan pada naruto yang harus hidup sendiri.

.

Di tempat lain kyubu sedang mengendarai kobilnya debgan kecepatan tinggi. Setelah melihat isi kotak yang ditinggalkan naruto, kyubi langsung bertanya pada kakashi tentang alamat ibunya. Ia ingin mendengar semuanya langsung dari ibunya.

Aaghr... sial. kenapa jalanan desa jelek sekali?! Raung kyubi dalam hati. Ia meruntuki jalan yang belum di aspal. Karena itu perjalannya memakan waktunlebih lama.

Setelah sekian lama mengendarai, akhirnya kyubi bisa sampai ke alamat yang sudah diberikan kakashi. Kyubi menatap miris rumah yang sudah tak layak pakai bagi kyubi. Jadi selama ini kaa-san ku tinggal di tempat seperti ini. Sedangkan aku selalu dimanjakan dengan kemewahan. Lirih kyubi dalam hati.

Kyubi berjalan menuju rumah itu. Ia mengetok pintu rumah itu dengan pelan.

Tok tok tok

Tidak ada jawaban. Kyubi mencoba sekali lagi.

Tok tok tok

Nihil masih tidak ada jawaban. Kyubi hendak mengetuk pintu yang ketiga kalinya sampai seorang laki-laki tua datang dari rumah sebelah membuat kyubi menghentikan kegiatannya.

"Hei nak! Kau mencari siapa?" Tanya orang itu.

"Saya mencari ibu saya kushina." Jawab kyubi dengan sopan.

"Sayang sekali kau sudah terlambat." Ujar orang itu. Mendengar perkataan orang itu membuag kyubi menyernyitkan dahinya.

"Maaf, maksud anda apa? Saya tidak mengerti."

"Kushina telah meninggal beberapa hari yang lalu."

Deg...

"Tidak... ini tidak mungkin." Lirih kyubi. Ia terjatuh mendengar berita duka tersebut. Kakinya mendadak lemas. Kyubi tidak sanggup menahan air matanya lagi. Sesak yang ia rasakan saat ini. Ia menangis meruntuki nasibnya. Kenapa tuhan tidak memberikanku kesempatan walau hanya sesaat. Batin kyubi menyesal. Ia sangat menyesal karena tidak mencari ibunya lebih awal. Ia menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa. Ia marah pada dirinya. Ia kecewa pada ayahnya.

"Aku turut berduka atas kematian ibumu nak." Orang yang masih setia menemani kyubi membuat kyubi sadar.

"Pak, maukah anda menghantar saya ke tempat peristirahatan mendiang ibu saya?"

"Tentu, tempatnya tidak jauh dari sini."

Kemudian orang itu menyuruh kyubi untuk mengikutinya. Kyubi berjalan sambil menundukkan kepala. Sesampainya di tempat kushina dimakamkan kyubi langsung berlutut dan memeluk kuburan ibunya. Air mata kembali turun dari kedua mata pemuda itu.

"Maaf menggangumu nak, aku masih ada urusan. Ini ada surat peninggalan ibumu. Dia menyuruhku untuk memberikan ini pada anak laki-lakinya." Ucap pak tua itu sambil memberikan sebuah amplop pada kyubi. Kyubi menghapus kasar air matanya dengan punggung tangannya dan menerima amplop tersebut.

"Terimakasih." Ucap kyubi sambil memasang senyuman yang dipaksakan.

"Sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu."

Setelah orang itu pergi kyubi menatal nanar makam ibunya. Ia membersihkan makam itu. Tidak peduli dengan baju mahalnya yang terkena tanah ia tetap membersihkan sambil sesekali bergumam kata 'maaf'.

Hari sudah hampir malam. Kyubi tidak rela pergi saat ini. Ia masih ingin di samping makam ibunya. Ia berdoa sebelum pergi meninggalkan makam.

Sesampainya di mobil ia masuk dan membaca surat peninggalan ibunya. Surat itu berisi...

Anakku sayang, kyubi! Apa kabarmu? Jika kau membaca surat ini berati ibu sudah meninggal. Ibu berharap kau hidup bahagia selama ini. Maaf karena ibu tidak ada di sampingmu. Kau pasti sudah tumbuh menjadi anak yang tampan. Oh iya! Apa kau sudah bertemu adik perempuanmu naruto? Dia cantikkan. Ibu menitipkan naruto padamu dan ayahmu, jadi jaga dia baik-baik ya. Ibu ingin kedua anak ibu merasakan kebahagiaan. Ibu ingin kau menjaga dan menyayangi adikmu. Ibu mencintai kalian, kedua malaikat ibu. Semoga kalian bahagia.

Kushina.

Kyubi menangis untuk kesekian kalinya. Ia yakin kalau yang menghantarkan kotak-kotak kado itu adalah adiknya. Bahkan naruto membencinya dan ayahnya yang hanya bersenang-senang saat dia berduka. Ia mersa hina. Ia merasa menjadi anak dan kakak yang buruk. Ia harus memperbaiki keluarganya. Ia bertekat untuk membawa naruto pulang dan membahagiakan naruto.

"Aku berjanji akan membahagiakan naruto demi ibu." Tekad kyubi.

Ia mulai menghidupkan mesinya dan mulai berkendara untuk pulang.

End
.

.

.

.

.

.
Tapi bo'ong

Kalau pingin lanjut kasih review yang banyak

Saran boleh tapi gak ada flame.

Maaf baru update. Sibuk sekolah soalnya kelas sembilan harus ngadepin ujian, banyak les.

Maaf kalo jelek dan ngecewain.

Kalo udah baca harus tinggalin jejak.

Pesan sasu dan naru

Author : " Selamat tahun baru...?¬リᄎ? ゚リチ? ゚ホᄋ?"

sasunaru : "telat"