Capter: 2
Smarting
Story by : Kittyheow
Cast : KOOKV (Jungkook x Taehyung)
Rated : M (Berjalan sesuai cerita)
Warning! Yaoi, BL, Boyxboy, AU! Romance, Mistery, Author masih belajar, Typo berserak, EYD eww, gaje. No! Judge! Gak suka silahkan pergi, gak nerima bash! Keritik dan saran Ok! Yes, Yes Yes.. Seme! Jungkook, Uke! Taehyung. Gak suka? I don't care -_-
.
.
.
Smarting
.
.
.
Dua puluh menit lamanya Jungkook berdiri didepan kamar Taehyung. Kedua mata bulat Jungkook terus menatap pintu bercat putih yang ada di depannya. Sumpah demi apapun ingin rasanya ia menendang pintu di depannya, menunggu seperti ini bukanlah hal yang disukainya. Holly shit! Ini sudah terlalu siang untuk berangkat kesekolah dan orang didalam sana belum juga keluar. Jungkook benar-benar akan memberi pelajaran pada tuan muda yang tidak memiliki otak seperti Taehyung. –catat itu!
'Ckleek'
Baru saja Jungkook ingin mengetuk pintu dan ternyata pintu itu sudah terbuka. Saat ini rasanya Jungkook benar-benar ingin mati saja, setelah menunggu lama dan pemandangan menyeramkan seperti apa yang ada di hadapannya saat ini.
Perutnya mulai terasa mual dan sesuatu didalam sana memaksa keluar dari mulutnya. Sial! Pagi-pagi seperti ini Jungkook harus melihat penampakan super aneh yang merusak moodnya.
Hei Kim Taehyung! Penampilan seperti apa ini! Rambut blonde yang di buat sedikit ikal, eyeliner super tebal, bedak super tebal, dan apa-apaan! Lelaki didepannya juga memakai lip blam super tebal, bibir merah itu membuat Jungkook ingin gila. Dan satu lagi Jas biru tua yang sedikit ketat dengan dalaman kemejah berwarna putih dan dasi merah yang diikat dikera leher kemeja. Hanya kesekolah kan? Lalu untuk apa orang ini berdandan heboh seperti itu. 'Hhmm' Jungkook hanya bisa membuang napas berat, kalau saja bukan karna tugasnya sudah sejak tadi ia pergi dan tidak perlu membuang-buang waktunya untuk hal menyebalkan seperti ini.
"Ada apa!?" Bentak Taehyung saat Jungkook menatapnya dengan tatapan aneh.
"Ti-tidak ada" Jungkook mulai menutup mulutnya dan bertingkah normal seperti biasanya "Kedua orang tuamu sudah menunggu, jadi cepat turun!"
"Hei Tunggu!" Taehyung melangkahkan kakinya mengejar Jungkook yang baru saja meninggalkannya.
'Bruuk'Jungkook menghentikan langkahnya secara mendadak membuat orang di beakang sana menabrak bahunya. "Ada apa?"
"Brengsek! Kau membuat hidungku sakit!"
"Itu salahmu! Katakan ada apa?"
Taehyung akan pastikan lelaki sombong didepannya ini akan menyesal karna telah berprilaku tidak sopan padanya. Lihat dari cara bicanya, ingat Jeon Jungkook kau hanya seorang Butler yang bertugas melayani tuan muda Taehyung. Dan dilihat dari cara bicaramu padanya sungguh itu tidak sopan. Ini masih terlalu pagi dan Taehyung tidak ingin marah-marah karna itu akan merusak mood dan penampilannya, sabar –ya lebih baik Taehyung bersabar. "Apa ayahku belum pergi?"
"Belum" Jawab Jungkook singkat.
"Cepat turun, kita langsung pergi kesekolah" Ucap Taehyung dengan melangkahkan kakinya melewati Jungkook yang tampak masih diam.
Setelah beberapa detik terdiam akhirnya kini Jungkook melangkah mengejar lelaki didepannya. "Kita tidak bisa pergi. Tuan Chanyeol ingin berbicara padamu"
"Aku tidak ingin bertemu dengannya. Lebih baik kita pergi sekarang"
"Tapi"
Taehyung mengehentikan langkahnya dan mendengus kesal sebelum menatap Jungkook yang ada di belakangnya. "Yakk kau! Apa kau tuli ha? aku bilang pergi sekarang!" Taehyung melangkah mendekati Jungkook membuat jarak begitu dekat dengannya. "Dengarkan perintahku! Ingat itu Jeon Jungkook!" Ada penekanan di setiap katanya. Kedua pasang mata yang saling menatap tajam, sesuatu terasa sakit didalam sana dan ingin rasanya keduanya meluapkan apa yang kini dirasakan. Keheningan terjadi beberapa menit sampai akhirnya Taehyung memilih pergi meninggalkan Jungkook yang masih terdiam dengan tatapan dinginnya.
Dalam hidup Taehyung, bertemu dengan Ayahnya adalah hal yang harus ia hindari, moodnya akan rusak jika pagi-pagi seperti ini harus bertemu Chanyeol. Untuk apa memintanya bertemu jika Ayah-nya hanya akan memarahinya, bukankah dirinya sudah cukup dewasa, jadi kenapa tidak perna ada kebebasan dalam hidupnya. Tidak banyak permintaannya hanya satu yaitu 'kebebasan'!
Jika yang harus menunggu tadi adalah Jungkook, maka kali ini sepertinya Taehyung harus merasakan hal yang sama seperti Jungkook. Cukup lama Taehyung berdiri disamping mobil berwarna merah miliknya, dan Jungkook sampai sekarang belum juga melihatkan batang hidungnya. "Ck! Kemana bocah sialan itu!" Ia berniat menelfon tapi, Oh shit! Taehyung tidak memiliki nomernya.
"Yakk! Darimana saja kau!" Bentak Taehyung pada seseorang yang sejak tadi ditunggunya. Ingin rasanya ia melempar wajah dingin tidak bersalah milik Jungkook. Bagaimana bisa ia bertingkah biasa saja setelah membuatnya menunggu.
"Apa maksutmu?"
"Apa? Kau bilang apa maksutku! Kau bodoh apa berpura-pura bodoh!"
"Kau gila?"
"Kau yang gila! Kau membuatku menunggu!"
"Kalau begitu kita satu sama. Tadi pagi aku lebih lama menunggumu, jadi tidak perlu marah-marah okey!"
"Ka-kau.. Arrggh!" Ingin rasanya Taehyung meninju wajah lelaki di hadapannya. Baru kali ini ada orang yang berani melawannya. Awas kau Jeon Jungkook!
"Menyingkir" Jungkook menggeser tubuh Taehyung yang menghalangi pintu mobil, namun gerakannya terhenti saat Taehyung tiba-tiba menarik tangannya. "Apa yang kau lakukan?"
"Berikan kunci mobilnya" Taehyung berniat merebut kunci yang ada di tangan Jungkook namun tidak berhasil.
"Tuan Cahnyeol melarangmu untuk menyetir. Dan bukankah ini tugasku, jadi lebih baik kau duduk manis dibelakang" Jungkook membuka pintu belakang mobil dan mendorong tubuh kurus Taehyung masuk.
Saat ini Taehyung tidak bisa berbuat apapun. Lelaki didepannya benar-benar membuatnya kesal, bagaimana bisa ia diatur oleh Butlernya. Baru beberapa jam menjadi Butlernya Taehyung merasa Jungkook adalah Butler pertama yang berani melawannya, dan ia tidak akan tinggal diam. Jika seperti ini ia harus memutar otak untuk melawan lelaki berjiwa dingin seperti Jungkook. Dan selama perjalanan kesekolah Taehyung hanya diam dengan terus menatap tajam orang didepannya yang sedang menyetir.
.
.
.
Sesampainya disekolah yang dirasanya adalah sekolah barunya dan sekolah Taehyung, kini Jungkook memarkirkan mobil milik Taehyung di parkiran sekolah.
"Bawakan tasku!" Secepat kilat Taehyung melemparkan tasnya kearah Jungkook saat mereka turun dari mobil. Dan dengan lantangnya lelaki berambut Blonde itu melangkah meninggalkan Butlernya.
"Hello tuan muda Kim! Kau bisa membawanya sendiri!" Dengan tidak sopannya, Jungkook melempar Tas ditangannya kepada pemiliknya. –dan yap! Tas itu mengenai punggung Taehyung, hal itu membuat Taehyung dengan cepat menatap Jungkook yang ada di belakangnya.
Kini Jungkook menghampiri Taehyung yang tampak kesal. "Kenapa? Kau marah!" Sebelah alisnya terangkat membuat Taehyung ingin membunuh Jungkook sekarang Juga.
"Jeon Jungkook Kau-"
"Apa? Kau ingin menghajarku! Lakukanlah"
"Dasar Brengsek! Berani-benaninya kau mengabaikan perintahku. Ingat kau hanya Butl-"
"Butler! Aku tau aku hanya seorang Butlermu Taehyung, tapi-" Sebelum melanjutkan kalimatnya Jungkook mengambil tas yang ada didekat kakinya lalu memakaikan-nya pada Taehyung. "Aku tidak mengabaikan perintah tuanku, tapi bukankah tuanku mempunyai kedua tangan untuk membawa tasnya sendiri" Kini Taehyung telah memakai tasnya "Jadi, berhentilah bertingkah manja Kim Taehyung!" Bisik Jungkook sebelum melangkah meninggalkan lelaki berambut Blonde.
Brengsek! Sialan! Keterlaluan! What the Fuck! Jeon Jungkook, Go to hell! Beribu kali Taehyung mengomel tidak jelas. Dan rasanya ia ingin meledak saat ini juga, bagaimana bisa Jeon Jungkook yang hanya seorang Butler bisa memperlakukannya seperti itu. Ini benar-benar sebuah penghinaan terbesar dalam hidupnya. Butler sialan itu sukses membuatnya gila, pertama: Butler itu berani mengabaikan perintahnya, Kedua: Butler itu berani memerintahnya dan yang Ketiga: What the Fuck! Beraninya dia memanggilnya 'Kim Taehyung' ingat, Jungkook itu lebih mudah darinya dan yang paling penting dia itu adalah Butlernya bukankah tidak pantas jika lelaki itu memanggilnya tanpa embel-embel apapun sebelum menyebutkan namanya.
Jeon Jungkook sialan! Awas kau!
Dengan cepat kini Taehyung berlari mengejar Jungkook yang sudah meninggalkannya. "Kau tidak bisa kabur! Seharusnya kau menungguku brengsek!" Saat berhasil mengejar sangbutler dengan cepat Taehyung menarik Jungkook dengan cara menjambak rambut hitam miliknya dari belakang.
"Yak! Apa yang kau lakukan! Lepaskan!"
"Rasakan! Ini karna kau berani meninggalkanku!" Taehyung semangkin kuat menjambak rambut Jungkook membuat lelaki itu menjerit kesakitan. Oh, saat ini Taehyung dan Jungkook berada di depan pintu utama jika ingin masuk kesekolah jadi jangan lupakan puluhan pasang mata yang mengarah kemereka. –dan Taehyung semangkin bersemangat memperlihatkannya pada semua orang yang menatapnya.
"Dasar gila! Lepaskan atau aku-"
"Atau aku apa ha! Jeon Jungkook kau masih ingat apa tugasmu, kan?" Taehyung menarik kepala Jungkook dan mengarahkan telinga lelaki itu tepat di depan mulutnya "Kau hanya perlu mengikuti peraturannya! Dan dengarkan perintahku!" Bisiknya penuh penekanan.
Jungkook hanya bisa tersenyum tipis mendengar perkataan Taehyung. "Kalau aku tidak mau? Apa yang akan terjadi!"
"Brengsek!" Taehyung semangkin kesal mendengar jawaban dari Butlernya, dan hal itu semangkin membuatnya ingin menguliti rambut Jungkook. "Jeon Jungkook kau benar-benar ingin mati huh!"
Sudah cukup! Jungkook sudah tidak tahan lagi, kepalanya tersa sangat sakit. Hanya perlu sedikit tenaga untuk melepaskan tangan Taehyung dari rambutnya. Dan tentu saja mudah karna tenaganya jauh lebih kuat dari Taehyung. Dan tangan itu kini berhasil menyingkir dari rambutnya. "Dasar gila! Akh sial, kau membuat rambutku berantakan!"
"Aku bahkan belum puas. Aku berencana ingin menguliti rambutmu!"
"Jangan bermimpi bisa melakukannya!" Jawab Jungkook dengan merapikan rambutnya yang sangat berantakan.
"Sekarang kau berjalan di belakangku! Dua meter dariku tidak boleh lebih ataupun kurang! Waktunya masuk kesekolah!" Setelah mengatakannya Taehyung berjalan lebih dulu. Namun setelah beberapa meter melangkah ada sesuatu yang membuatnya harus berhenti. Dan ternyata dibelakang sana-
"Jeon Jungkook!" Teriak Taehyung pada Jungkook yang masih diam diposisinya tanpa bergerak sedikitpun mengikutinya. "Ck!" Dan akhirnya Jungkook terpaksa harus mengikuti tuan-nya, berjalan dibelakang Taehyung dengan jarak dua meter tidak boleh libih ataupun kurang.
Kini Butler dan tuannya melangkah menapaki lantai koridor sekolah. Sosok manis yang berjalan lebih depan, dagu yang sedikit naik dengan kedua kaki jenjang yang melagkah begitu anggun, siapa yang tidak kenal dengannya tentu pesona, ketampanan serta kecantikannya sudah tersebar luas di seluruh punjuru sekolah membuat namanya dikenal banyak orang.
Tidak hanya manis sosok itu juga terlihat cantik, walaupun dia adalah seorang laki-laki namun tidak bisa dipungkiri jika ia memiliki wajah cantik yang mengalahkan wanita sekalipun, eyeliner serta lip blam yang dipakainya semangkin membuatnya terlihat cantik. Dan untuk bentuk tubuhnya, tidak perlu di ragukan lagi dia memiliki tubuh kurus dan tinggi semampai seperti kebanyakan paramodel. Hanya saja dia tidak memiliki dada besar seperti kebanyakan wanita miliki. Bahkan banyak orang yang ragu jika dia adalah seorang laki-laki, -ya itu karna dia terlalu cantik untuk kategori seorang Pria. Tapi perlu diketahui dia tidak suka dikatakan cantik tentu saja, laki-laki mana yang mau di bilang cantik –begitu juga dengan dirinya walaupun kenyataannya dia itu cantik!.
Semua orang yang melihat sosok manis itu tidak bisa memalingkan wajah saat melihat lelaki berwajah tampan yang berjalan mengikutinya. Siapa dia? Banyak orang yang bertanya-tanya karna ini pertama kalinya mereka melihat lelaki tampan itu. Sepasang mata bulat dengan tatapan yang begitu tajam, wajah dinginnya membuatnya semangkin tampan, tentunya para wanita-wanita yang di lewatinya berteriak histeris karna ketampanannya, sungguh sempurna ciptaan tuhan yang menciptakan lelaki berwajah tampan dan imut secara bersamaan, bertubuh tinggi serta Atletis. Siapapun pasti rela bertekuk lutut untuk bisa memilikinya.
Taehyung merasa ada yang berbeda dengan hari-hari biasanya. Biasanya setiap kali ia berjalan semua orang akan tersenyum atau menyapanya, namun kali ini tidak seperti itu. –berbeda, orang-orang yang dilewatinya memang tersenyum dan menyapa tapi bukan untuk dirinya. Taehyung mengikuti arah tatapan orang yang di laluinya dan ternyata semua orang bukan menatapnya melainkan menatap seseorang yang sejak tadi berjalan mengikutinya. Apa? Jungkook! Mereka menatap Butlernya. Apa sekarang pesona Jungkook mengalahkan pesonanya, bagimana bisa, ini benar-benar tidak terjadi kan? Taehyung berusaha mengatakan –ya pada dirinya sendiri.
Secara mendadak Taehyung menghentikan langkahnya dan membalikkan badan menatap Jungkook yang juga berhenti melangkah.
"Apa? Kenapa berhenti?" Tanya Jungkook heran.
"Jeon Jungkook cepat mendekat!" Dengan polosnya kali ini Jungkook mengikuti perkataan Taehyung. "Ada apa?" Ulang Jungkook masih heran.
"Ck! Cepat ikut aku?" Jungkook semangkin tidak mengerti melihat Taehyung yang kini menarik tangannya. Dan mau-tidak mau ia harus mengikutinya.
"Siapa dia?"
"Apa hubungan lelaki tampan itu dengan Taehyung?"
"Bagaimana mereka bisa kenal? Apa hubungan mereka?"
"Aku harap Taehyung tidak macam-macam dengan lelaki tampan itu" Begitu banyak pertanyaan dari orang-orang yang melihat Jungkook pergi bersama Taehyung. Dan hal itu membuat Taehyung semangkin kesal, belum lagi para wanita-wanita yang terus berteriak, menyapa ataupun tersenyum pada Butlernya. Walaupun Jungkook tidak membalas tetap saja itu membuatnya kesal. Ia merasa Jungkook telah mengalahkan pesonanya, dan itu tidak akan dibiarkan.
"TAETAE!"
Dengan terpaksa kini Taehyung harus menghentikan langkahnya lagi, saat seseorang didepan sana berteriak memanggil namanya dan tampak berlari kearahnya.
"Park Jimin?" Taehyung tidak bisa kabur kemana-mana, jika sudah bertemu dengan Jimin sahabatnya ia harus siap-siap menutup telinga karna kecerewetan dari sahabatnya. "Apa?" Mengerikan, kini Jimin sudah berdiri di hadapannya dan jangan lupakan cengiran bodoh milik Jimin.
"Haiis! Pagi-pagi seperti ini kau sudah marah" Ucap Jimin dengan memukul pelan bahu sahabatnya, dengan sesekali kedua mata sipit Jimin menatap lelaki yang ada didekat Taehyung, dan ia sedikit heran saat Taehyung memegang tangan lelaki asing itu. "Tae siapa dia?"
"Siapa? Maksutmu dia?" Dan Jimin mengangguk saat Taehyung menunjuk kearah Jungkook.
"Dia Butler baruku" Jimin kembali menampakkan cengiran bodohnya saat mendengar jawaban dari Taehyung, kedua mata sipit miliknya menatap Taehyung dengan tatapan tidak percaya. "Butler baru atau pacar baru? Jangan bohong Tae!" Bisik Jimin membuat Taehyung mengerutkan dahinya.
"Yakk! Dasar bocah, apa maksutmu?" Dan jimin hanya bisa tersenyum. "Lalu untuk apa kau memegang tangannya. Kau tidak bisa mengelak Tae!"
Secepatnya Taehyung melepaskan tangan Jungkook yang sejak tadi dipegangnya. Bagaimana bisa ia membuat Jimin salah paham padanya, benar-benar sial! sudah pasti Jimin akan mengejeknya terus.
"Haii, benar kau pacar baru Taetae? Perkenalkan aku Park Jimin sahabat Taetae. Senang berkenalan denganmu" Dengan semangat Jimin memperkenalkan dirinya pada Jungkook, ia juga menarik tangan Jungkook hanya untuk bersalaman.
'Apa maksutnya, siapa taetae? Ternyata dia sama gilanya seperti Taehyung' Ucap Jungkook didalam lubuk hatinya yang terdalam saat menatap Jimin yang ada dihadapannya.
"Siapa namamu?" Dengan sabar Jimin menunggu jawaban dari Jungkook, namun sepertinya percuma karna lelaki itu hanya diam tanpa bersuara sedikitpun, Oke! Jimin sudah terbiasa di abaikan.
"Kau bisa memanggilnya Jungkook. Berhentilah berbicara dengannya karna dia tidak akan menjawabmu" Taehyung menjelaskan pada sahabatnya. Namun bukan Jimin namanya kalau dia menyerah begitu saja. Walaupun tidak mendapat jawaban apapun dari Jungkook ia terus saja bertanyaa –dan semua pertanyaan di jawab oleh Taehyung.
Kini ketiga lelaki itu melangkah menuju kekelas. Dan baru Jimin tahu jika Jungkook satu kelas dengan dirinya dan Taehyung, sungguh hal yang menyenangkan baginya. –tidak bigi Jungkook dan Taehyung!
.
.
.
~Kelas 11-1~
Kini Taehyung, Jungkook dan Jimin memasuki ruangan yang sepertinya kelas mereka. Suara bising dan suasana berantakan menjadi pemandangan yang indah didalam kelas. Jungkook bahkan tidak mengeti tempat apa yang kini di injaknya. Apakah ini sekolah? Jika benar ini sungguh luar biasa –hancur! Banyak mahluk-mahluk aneh seperti Taehyung dan Jimin didalamnya. Dan Jungkook tidak mengerti kenapa bisa berada di tempat menyeramkan seperti ini.
Kini banyak orang berkumpul dimejanya, menanyakan siapa dirinya? Nama? Almat? Dan banyak dari mereka menanyakan Apa pekerjaan orang tuanya. –diam Jungkook lebih memilih diam karna ia merasa tidak perlu menjawab apapun.
"Yak kalian sampah! Menyingkirlah!" Bentak Taehyung yang sudah muak melihat orang-orang yang mengerumuni Jungkook. "Dia Butlerku, jadi menyingkirlah! Kalian benar-benar mengganggu"
Semua orang hanya bisa berdecak kesal mendengar perkataan Taehyung. Jika sudah seperti ini siapa yang berani melawan, -tidak kalau kalian tidak ingin berurusan dengan Kim Taehyung.
Untuk kali ini Jungkook berterima kasih dengan Taehyung karna telah membubarkan kerumunan orang-orang aneh itu.
.
.
Pelajaran selesai, dan waktunya istirahat. Waktu pelajaran tadi mungkin cukup untuk Jungkook memperkenalkan dirinya sebagai murid baru, kini semua tahu bahwa dirinya adalah Butler Taehyung. Dan sepertinya ia tidak sendirian, Jungkook baru tahu ternyata disekolah ini banyak juga yang berstatus Butler, -ya setidaknya ia tidak sendirian.
Taehyung, Jungkook dan Jimin kini melangkah memasuki kantin. –ya lumayan besar dan ramai pikir Jungkook.
"Kita tidak bisa duduk. Semua tempat penuh" Ucap Jimin sedih saat melihat semua meja kantin sudah penuh.
"Kata siapa? Tentu kita masih bisa duduk?" Taehyung menatap salah satu meja yang ada disudut kantin, dan perkataannya tadi membuat Jimin kini menatapnya. "Dimana?"
"Disana!"
"A-apa.. di-disana.." Dengan berat Jimin menelan salivanya, meja disudut yang di tunjuk Taehyung memang tidak terlalu masalah. Tapi, orang yang duduk disana membuat Jimin lebih baik kelaparan berbulan-bulan daripada harus berhadapan dengan orang itu. "Tae lebih baik kita pergi saja" Pintanya dengan menahan tangan Taehyung.
"Kenapa?"
"Bukankah meja itu sudah ada pemiliknya, jadi lebih baik kita pergi saja"
"Jangan katakan kau takut dengan mereka Park Jimin!"
"Ti-tidak! Aku tidak ingin berurusan dengan Yoongi sunbae dan Hoseok sunbae. Kau tau meraka kan, mereka itu-" Merasa tidak penting, akhirnya Taehyung meninggalkan Jimin yang masih diam ketakutan. Sedangkan Jungkook? –lelaki itu mengikuti Taehyung.
"Ta-tae.. Tunggu!" Teriak Jimin namun masih diam diposisinya. Ia tidak tahu harus berbuat apa, dan feelingnya mengatakan akan terjadi sesuatu yang buruk. Jimin tahu jika Taehyung cukup berkuasa bahkan tidak ada yang berani dengannya tapi, ada beberapa orang yang sama sekali tidak takut dengannya termasuk dua orang disudut sana. –tidak, tidak, Jimin terlalu takut untuk kesana. Dan akhirnya Jimin lebih memilih menunggu sahabatnya disini dan berdoa untuk keselamatan Taehyung dan Jungkook. –dasar Park Jimin penakut!
.
.
"Haii, Maaf mengganggu kalian" Sapa Taehyung pada dua lelaki yang duduk disudut kantin.
"Ada apa!" Sebuah jawaban yang tampak kurang menyenangkan dari salah satu pria berambut hitam. Dan hal itu membuat Taehyung tersenyum tipis "Bisakah kalian pergi dari sini!"
'Braakk!' Seseorang tampak memukul meja dengan keras, dan orang itu adalah lelaki berambut Hijau Mint yang duduk dihadapan lelaki berambut hitam. "Katakan sekali lagi!"
"Bisakah kalian pergi darisini! Apa kurang jelas?! Kau tuli ha?"
Namja berambut Mint mengepalkan kedua tangannya, kedua mata kecil itu menatap Taehyung dengan tatapan iblis. "Dasar bocah sialan!" Yoongi –namja berambut Mint kini mencengkram kemeja milik Taehyung "Kau bilang aku tuli! Kau ingin mati huh?!"
'Huh!' Ancaman itu sama sekali tidak membuat Taehyung takut. Mendengarnya hanya membuatnya tertawa. "Singkirkan tanganmu brengsek!" Bentak Taehyung dan mendorong tubuh Yoongi agar menjauh darinya.
Semua yang ada dikantin kini menatap kearah mereka. Termasuk juga dengan Jimin yang semangkin ketakutan.
"Yak kau! Lebih baik pergi sekarang. Jangan membuat masalah!" Kini namja berambut hitam yang berbicara –Hoseok.
"Apa perkataanku tadi kurang jelas? Kalian yang pergi dari sini!"
"Yakk, Kau!"
"Apa!"
Rasanya kini kesabaran Yoongi telah habis, bocah dihadananya ini telah membuatnya kesal. Kim Taehyung dan ia tahu betul siapa orang yang kini dihadapinya. Putra kedua dari tuan Chanyeol dan Baekhyun, bocah nakal yang selalu membuat masalah. Dan Yoongi sama sekali tidak takut dengan orang dihadapannya ini. Keluaganya? Huh, ia sama sekali tidak takut!
"Kau, Kim Taehyung! Pergi sebelum kesabarnku habis" Lagi-lagi Taehyung hanya tersenyum mendengar perkataan Yoongi. "Kau yang pergi!"
"Dasar Brengs-" Saat Yoongi ingin memberi pukulan pada Taehyung dan seseorang menghalangi tangannya.
"Jangan berani menyentuhnya!"
Taehyung tersenyum kemenangan saat Jungkook yang sejak tadi hanya diam akhirnya membelanya dengan menghalangi tangan Yoongi yang akan memukulnya.
Yoongi menatap Tajam kedua mata bulat namja berambut hitam yang telah berani menghalanginya. Melihat temannya dalam bahaya Hosek tidak tinggal diam ia berusaha menyingkirkan tangan Jungkook, namun lelaki itu malah menendangnya membuat Hoseok kini terjatuh dilantai. "Jangan coba-coba melawan! Atau aku akan mematahkan tangan temanmu" Ancam Jungkook dengan menatap dingin Hoseok.
Suasana semangkin panas membuat orang yang berada dikantin terpaksa harus menghentikan aktifitas mereka. Sedangkan Taehyung ia hanya menatap Jungkook, Yongi dan Hoseok dengan sesekali tersenyum.
"Menyingkir! Aku tidak ada urusan denganmu!" Kedua mata Yoongi menatap tajam oarang yang kini ada di hadapannya. Wajahnya terlihat asing sepertinya ia baru pertama kali melihatnya.
"Berani menyentuh Taehyung. Itu artinya kau harus berurusan denganku!" Jungkook semangkin kuat meremas pergelangan tangan Yoongi, membuat lelaki berambut Mint semangkin tajam menatapnya. Melihat hal itu membuat Taehyung semangkin melebarkan senyum kemenangannya, ia cukup puas dengan tindakan Butlernya ternyata tidak sia-sia ia memilih Jungkook.
Yoongi akui jika Jungkook cukup kuat karna sejak tadi ia berusaha menyingkirkan tangannya namun tidak bisa. Yoongi masih terus memperhatikan orang yang kini ada dihadapannya, -dan begitu mengejutkan. Kedua mata Yoongi kini membulat sempurna saat melihat sesuatu dipergelangan tangan-kanan Jungkook yang saat ini mencengkram tangannya. Sebuah tato berhuruf X yang begitu terlihat jelas dimatanya. Yoongi ingat betul, sebuah goresan benda tajam yang sengaja dibuat membentuk huruf X, dan hanya beberapa orang yang memilikinya. jadi kenapa orang dihadapannya ini bisa memiliki tanda yang begitu jelas –dia bukankah. "Kau siapa?!"
"Apa maksutmu?" Tanya Jungkook dingin.
"Tanda itu! Katakan siapa kau!" Ada rasa panas menjalar keseluruh tubuh Yoongi. Ingatannya seperti berputar pada kejadian beberapa tahun lalu yang sampai sekarnag masih jelas di ingatannya. Berbeda dengan Yoongi, Hoseok terlihat lebih santai dan tenang saat melihat tanda –tidak, lebih tepatnya dikatakan 'Segel' ditangan Jungkook.
'DEG!' Detak jantung Jungkook terasa berdetak lebih kencang saat mendengar perkataan orang di depannya, dengan cepat ia menghempaskan tangan Yoongi. –Kini perasaannya mulai tidak enak.
Sekali lagi Yoongi mengulang pertanyaan yang sama. "Kau siapa!" Terdengar pelan dan penuh penekanan, membuat Jungkook semangkin tidak karuan.
Sekilas Jungkook menatap kearah Taehyung yang berdiri disampingnya lelaki itu kini menatapnya dengan tajam, detik selanjutnya Jungkook kembali menatap Yoongi yang semangkin menatapnya dengan penuh tanda tanya. "Kau tidak perlu tahu!" Ucap Jungkook dingin "Taehyung. Lebih baik kita pergi darisini!" Kini Jungkook menarik tangan Taehyung dan membawanya pergi secepat mungkin.
"Tunggu!" Yoongi menahan tangan Jungkook sebelum lelaki itu melangkah lebih jauh. "Kita harus bicara. Pulang sekolah dibelakang gedung sekolah. Aku menunggumu!" Bisiknya pelan sebelum melepaskan tangan Jungkook. Tidak ada jawaban apapun sampai akhirnya Jungkook dan Taehyung benar-benar pergi.
"Aku harap kau bukan salah satu dari mereka!"
.
.
.
TBC~
.
.
.
A/N: Heow... Heow... Jumpa lagi sama Kitty yang cutecute seperti taetae
Hmmm ada yang penasaran gak siapa sebenernya Jungkook? Ada? /Gak ada, yauda I'm gone/.
Makasih banget buat yang uda baca dan nyempatin Review /mumumuc/ Review kalian buat kitty semangat xD.
Oke, sampai jumpa di capter selanjutnya, salam manis dari kitty buat pecinta Kookv :*
Bye, bye, Thank you very much :* /mumumuc/ See you later...
