The last poetry
Masahi Kishimoto
.
SaiHina
.
Ooc,typo,gaje,au
.
enjoy!
.
Kuhanya melihatmu dari belakang...
Hanya melihat dirimu seorang
Sampai saat itu tiba...
.
"hei!lihat anak baru itu!katanya dia ada hubungan dengan Sai-kun!"kata seseorang
"Konon katanya,anak itu kekasihnya...hanya saja dia dikabarkan meninggal karena penyakit leukimia,tapi anehnya dia kembali hidup...sepertinya dia punya ilmu hitam!"fitnah seseorang
Ya, saat pemakaman berlangsung,yang dimakamkan itu adalah saudara angkatnya
-Midorigo ,saudara angkat...
Tentu kalian menanyakan bagaimana penyakit mereka bisa Yamisanchi-saudara angkatnya-mengalami gagal jantung,sedangkan Hinata mengalami bukan?
"Heeeeeiiiii!lihat pangeranku lewat!"kata seorang siswi
"Tidak...itu pangeranku"bantah seorang siswi-lagi-
"Eh kenapa kau dekat-dekat,jelek?"ejek seorang siswi melihat hinata ada disampingnya
Tentu saja..itu kan kantin...jadi Hinata juga ada disitu untuk membeli makanan
sering disebut pangeran berkuda pemuda dengan rambut ebony,kulit putih pucat,dan pintar dalam hal apapun.
Dan Sai hanya menatap tajam kedua gadis yang mengejek Hinata tadi
.
Rasa terimakasihku tak akan cukup kuungkapkan dengan kata-kata
Atas rasa sayang dan perhatianmu
Atau rasa cinta dan pemberianmu
Seperti setetes air dipadang pasir
Kata-katamu menguatkanku
Aku berharap momen indah ini akan abadi
.
"Jadi...kau Hinata?"tanya Sai
Tentu,Sai tau dari berita yang beredar
"D-dari mana kau tahu?"
"Jangan berbohong"
"Aku..."
"Jangan bilang kau akan menyusul Midori"
"..."
"Jangan pergi lagi"
JLEB!
"HINATA!KENAPA KAU LAKUKAN ITU?"
"Inilah caraku...aku tak kuat lagi"
Tentu,karena Hinata adalah pelampiasan amarah para murid disekolah itu
"HINATA"
"Selamat tinggal,Sai!"
"JANGAN TINGGALKAN AKU!"
"Ich werde liebe dich...fur immer"itu bukanlah kata terakhir Hinata
.
.
.
Tiit...Tiit...
Alat itu masih saja detak jantung seseorang yang akan merenggang nyawa.
"Hinata...kumohon bangun..."pinta Sai
Dan seseorang yang akan meregang nyawa itu masih saja saja tertutup ia tahu apa yang diucapkan oleh orang tersayangnya entah apa yang menahan matanya itu sehingga ia tak bisa membuka matanyawalau hanya sekejab saja.
"Hinata...bangunlah"tak terasa pemuda ini menitikan air matanya
Tiit...tiit...tiiiiiit...
Hanya garis datar saja yang dapat ia lihat dari layar monitor itu
.
Pikiran itu selalu saja datang.
Mengusik Hariku,
Mengusik tidurku,
Mengusik batinku.
Pikiran itu selalu saja datang.
Membuatku Lelah,
Membuatku Resah,
Membuatku Gundah.
Terlalu banyak masalah,
Aku tak tahan lagi!
Terlalu banyak Amarah,
Aku Tak Tahan Lagi!
Ingin akhiri hidup ini,
Keluar dari dunia fana ini,
Menuju satu yang abadi,
Hening, Gelap dan Mati.
Masalah,
Selamat Tinggal.
Hening,
Selamat Datang
Owari
huwaaa...gomen kalo jelek...review dong...
balasan chap 1:
vialesana :maaf ya cliff ngga bisa update cliff banyak tersita waktunya..hehe ini dah kasih review ya
Shyoul lavaen :hehe...kayanya ngga happy end deh...sorry ya...trims reviewnya ya
Nico Ina :haha maklum lah masih 's saran dan review.a yaw
Akhir kata...fic ini selesai dengan 's ya kalau mau baca.^_^
