Chapter 2
Title : Tournament Of Love
Author : Ruby Kim
Cast : Wu Yi Fan (Kris) X Huang Zi Tao (Tao)
Genre : Romance and School Life
Disclaimer : Cast bukan milik saya, cerita asli milik saya. Bertanggungjawab pada dirinya masing-masing. This story is pure fiction, nothing related to real life.
Length : Chaptered
Rated : T
Summary : Kris masih tak berani menyatakan cintanya pada Tao, Tao yang terlalu polos tidak pernah menyadari perasaan Kris. Sahabat mereka sampai gemas melihatnya. Sampai pada suatu kesempatan Kris tanpa sengaja mencium Tao. Apa yang akan terjadi? Apa mereka akan berpacaran atau Tao malah membenci Kris?
KrisTao is here! YAOI!
Warning : This story contains relationship between man and man (Boys X Boys). Do not read it if you do not like it. Please click back.
Author's Note : Terimakasih yang sudah membaca dan memberi review ^ ^. Aku senang sekali kalian menyukai ceritanya, walaupun menurut aku cerita ini agak absurd. Karena konfliknya simpel kayaknya aku tidak akan memunculkan orang ketiga agar ceritanya tidak terlalu panjang. So, hope you like it!
.
.
.
.
.
Suara pantulan bola beradu aspal terdengar jelas bersahutan dengan suara teriakan pemain basket.
Dilain sisi lapangan, sekumpulan namja tengah menghitung langkah gerakan mereka. Suara tongkat, pedang dan senjata lainnya membalas suara pantulan bola.
Siang itu ekskul basket dan ekskul wushu sedang menggunakan setengah lapangan. Karena latihan kali itu penting dan mengharuskan menggunakan lapangan secara bersamaan.
"Lempar bolanya Chanyeol!"
"Angkat tanganmu, Tao" kata Zhoumi, Tao terlihat sangat fokus pada latihannya kali ini. Dia berusaha menghapal gerakannya dengan baik karena dia salah satu orang yang diharapkan akan menang.
"Tao! Awas!"
BUUKK!
Tao dapat merasakan sekelilingnya berputar hebat, tubuhnya limbung ke satu sisi dan seseorang berhasil menangkapnya sebelum dia terjatuh.
"Kris ge?"
Pandangan Tao memburam tapi dia masih bisa melihat bayangan Kris didepannya "Kau baik-baik saja?" tanya Kris memeriksa kepala Tao dengan hati-hati. Tao tidak menjawab, dia mencoba untuk tetap sadar tapi dia tidak bisa membuka matanya.
Kris mengangkat tubuh Tao dan membawanya ke pinggir lapangan, Kris membaringkan Tao diatas bangku kayu dan menidurkan kepala Tao dipangkuannya.
"Tao? Tetaplah sadar. Kau baik-baik saja? Apa kau mau minum?" tanya Kris menepuk pipi Tao, Tao terlihat menggeleng pelan "Kau yakin?" tanya Kris lagi "Aku baik-baik saja" jawab Tao lirih.
"Syukurlah, aku kaget sekali. Tunggu sebentar ya, Chanyeol sedang mengambilkan minum untukmu" kata Kris "Dia baik-baik saja?" tanya Zhoumi datang menghampiri mereka.
"Ya, mungkin masih pusing" jawab Kris "Maafkan aku Tao, aku tidak bermaksud melukaimu" kata Chanyeol, Tao tersenyum tipis dan menepuk tangan Chanyeol yang tengah membantunya untuk minum.
"Dia tidak terluka?" tanya Siwon, Kris menggeleng "Sebaiknya Kris saja yang mengurusinya. Chanyeol, kau kembali bermain" kata Siwon.
"Sekali lagi maafkan aku Tao, nanti aku akan memberimu sesuatu sebagai tanda maafku" kata Chanyeol penuh penyesalan, akhirnya dia kembali ke lapangan begitupun Zhoumi dan Siwon.
"Gege kembali saja, aku tak apa" kata Tao, sepertinya dia sudah lebih baik "Aku tidak akan meninggalkanmu" balas Kris mengacak rambut Tao.
"Masih pusing?" tanya Kris, Tao menggeleng "Tadi kepalaku terasa berputar" jawab Tao tertawa lirih "Istirahat saja dulu" kata Kris mengelusi rambut Tao.
Mereka kembali terdiam, Kris melihat orang-orang di lapangan memperhatikan mereka termasuk Siwon dan Zhoumi.
"Kami akan lebih hati-hati lagi jika kita menggunakan lapangan seperti ini" kata Kris "Baguslah, aku tidak ingin terkena bola kalian lagi" balas Tao tertawa.
Dia bangkit duduk dan bersandar pada dada Kris "Terimakasih sudah menolongku" kata Tao tersenyum "Aku sudah berjanji pada orangtuamu akan selalu melindungimu, bukan?"
"Aku berharap gege melakukannya bukan karena orangtuaku" lirih Tao, Kris terkejut bukan main tapi karena Tao tidak melihat perubahan ekspresi Kris, dia tidak berkomentar apa-apa.
"Aku akan kembali latihan, aku sudah merasa lebih baik" kata Tao "Baiklah, kau harus lebih hati-hati lagi" balas Kris, Tao kembali ke lapangan sementara Kris tetap ditempatnya karena para pemain berjalan ke pinggir lapangan untuk istirahat.
"Kau berhasil mendapatkannya Kris" seru Chanyeol meninju pundak Kris bersemangat "Apa maksudmu?" tanya Kris bingung.
"Ah... jangan pura-pura tidak tahu begitu, aku tahu kau idiot tapi setidaknya kau pasti mengerti" Chanyeol tertawa melihat wajah Kris yang berubah kesal.
"Kau lebih idiot dariku" kata Kris, Chanyeol duduk disamping Kris sambil tertawa "Menurut pendapatku hubungan kalian sudah mulai mendekati sepasang kekasih"
"Aku tidak begitu yakin" balas Kris murung "Yang benar saja Kris, dia tidur dipangkuanmu dan dia bersandar didadamu. Kau pikir dia melakukannya karena menganggapmu kakaknya? Tidak Kris, kau tahu sendiri semanjanya Tao dia tidak pernah seperti itu pada orang lain"
"Kau benar, dia tidak semanja itu pada oran lain" kata Kris.
"Menurut pendapatku, dia menyukaimu Kris"
#Tao Side
"Hei Tao, sendirian?" tanya Luhan, dia menghampiri mejaku dan duduk dihadapanku "Sebenarnya tidak, tapi Baekhyun hyung sedang menjemput Chanyeol hyung"
Luhan hanya bergumam saja, tidak aneh pada kelakuan kedua namja itu "Kau tidak bersama Kris?" tanya Luhan "Sepertinya gege masih ada dikelas" jawabku sedih.
Luhan kembali bergumam, dia memperhatikan wajahku diam-diam "Well... sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu padamu"
"Apa kau menyukai Kris?"
Wajahku langsung memerah mendengarnya, aku menunduk dalam tak menjawab.
"Kurasa dia menyukaimu Tao" kata Luhan tersenyum padaku "Benarkah?" tanyaku berusaha terlihat biasa saja tapi sepertinya gagal total, aku terlalu senang mendengarnya.
"Ya, aku sudah membicarakannya dengan yang lain. Dan kami sepakat sepertinya kalian sangat cocok jika menjalin hubungan yang lebih serius. Kau tahu? Seperti menjadi sepasang kekasih. Karena aku yang paling tua diantara kalian, aku ditugaskan untuk membicarakan ini denganmu"
Aku terdiam mendengarnya, aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya -kurasa- dan aku tidak tahu bagaimana rasanya, apalagi apa yang harus kulakukan setelahnya.
"Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu" Luhan terkekeh dan mengacak rambutku gemas "Kau terlalu polos dan menggemaskan Tao, seperti Private di film Pinguins Of Madagascar"
"Aku ini panda" rajukku mempoutkan bibirku dan Luhan malah mencubiti pipiku "Karenanya kau akan cocok dengan Naga kami, dia menjadi dewasa jika bersamamu. Sejak bersamamu sifatnya berubah Tao"
Keningku berkerut tidak mengerti, Luhan menyangga kepalanya dan menatapku serius.
"Dia sekarang lebih baik dan ramah, terutama padamu. Dia sangat perhatian dan melindungimu, kau tahu sendiri kan dia tak suka waktunya terbuang untuk sesuatu yang tidak berguna? Dan dia rela melakukannya demi dirimu"
Mataku berkaca-kaca mendengarnya, selama ini aku tidak pernah menyadarinya. Luhan menggenggam tanganku dan tertawa saat aku menangis "Dia mencintaimu Tao, lebih dari dirinya sendiri. Dia memang narsis dan egois tapi dia berubah saat bersamamu"
"Aku tidak pernah menyadarinya" lirihku merasa bersalah "Karena itu aku memberitahumu sekarang sebelum terlambat" balas Luhan "Tapi kami tidak akan memaksamu Tao, pelan-pelan saja"
"Luhan hyung!" Baekhyun berlari kearah kami dan langsung memeluk Luhan sedangkan Chanyeol dan Kris berjalan santai dibelakangnya.
"Maaf kami terlambat" kata Kris duduk disamping Tao yang tengah menunduk malu dan cepat-cepat menghapus air matanya.
Kris menatap Luhan penuh tanya dan hanya dibalas wink oleh Luhan.
*Tournament Of Love*
"Luhan gege bilang aku seperti Private di film Pinguins Of Madagascar" adu Tao pada Kris saat mereka menuju parkiran.
"Benarkah? Kenapa dia menyamakanmu dengan Private?" tanya Kris "Karena aku polos dan menggemaskan" jawab Tao mempoutkan bibirnya "Tapi memang benar, kau terlalu menggemaskan" Kris malah mencubit kedua pipi Tao dengan gemas.
"Argh! Gege!"
Kris tertawa dan langsung melarikan diri, Tao mengejarnya sambil tertawa tapi sayangnya dia tersandung dan terjatuh.
"Tao, kau baik-baik saja?" tanya Kris membantu Tao berdiri "Aku baik-baik saja, hanya agak sakit" jawab Tao, mereka berdua saling pandang lalu tertawa.
Kris mengangkat Tao dan mendudukkannya diatas motor "Biar kulihat kakimu" kata Kris memeriksa kaki Tao "Kurasa hanya sedikit lecet, kau bisa mengobatinya dirumah"
"Aku akan bilang ke Mama nanti" kata Tao, Kris mengangkat kepalanya dan sungguh dia sampai tak bisa berkata apa-apa.
Dia melihat Tao dengan latar langit senja yang indah, rambutnya terkibas oleh angin yang membelainya dan Tao tersenyum lembut padanya.
Kris menggenggam kedua tangan Tao membuat Tao memandangnya bingung "Ada apa gege? " tanya Tao, Kris terdiam sejenak antara berkata sejujurnya atau harus berbohong "Kau cantik sekali Tao"
Wajah Tao langsung merona saat mendengarnya, Kris mengatakannya dengan mata berbinar penuh cinta "Terimakasih ge" Tao tertawa lirih untuk mengurangi rasa malunya, biasanya dia akan protes jika ada yang menyebutnya cantik.
Kris mendekatkan wajahnya ke wajah Tao, Tao langsung gugup menyadari wajah Kris yang semakin dekat dengannya. Kris menatap matanya dalam, bibirnya menyentuh bibir Tao dengan lembut.
Mereka saling bertatapan dan sangat terlihat rasa cinta terpancar diantara keduanya, bibir Kris mulai bergerak melumat bibir Tao, mengecap rasa manis yang bibir Tao berikan.
Tangan Tao meremas tangan Kris kuat, matanya terpejam saat ciuman Kris semakin intim "Ahh... Kris..." lidah Kris menelusup kedalam mulut Tao, mengajak lidahnya berdansa.
Kris melepaskan ciumannya saat Tao terlihat kewalahan. Tao kembali membuka matanya dan wajahnya lebih merah dari sebelumnya.
Kris tersenyum sesaat sebelum kembali mencium Tao, tangan Tao mengalung dileher Kris dan meremas rambutnya penuh antisipasi.
Cumbuan mesra Kris turun ke leher Tao, menghirup pheromone Tao yang selalu Kris dambakan. Lidahnya menjilat sisi sensitif Tao dan menggigitnya perlahan "Akh! Kris... henti... ngh..."
Seolah tersadar Kris melepas cumbuannya, dia melihat bercak merah disisi kanan leher Tao. Ada rasa bahagia dan bangga dalam diri Kris tapi dia segera menepisnya.
"Maaf... aku..." Kris mengusap tengkuknya dengan wajah merah, sebenarnya dia tanpa sadar mencium Tao tapi dia tidak menyangka Tao akan menerima ciumannya.
"Sebaiknya kita pulang" kata Tao menunduk malu "Ah... iya sudah malam" mereka saling pandang dengan malu-malu dan tersenyum.
Kris naik ke atas motor dan mengendarainya pulang.
Sama sekali tidak menyadari sepasang mata yang tersembunyi dibalik bayangan memperhatikan mereka sejak awal.
.
.
.
TBC
.
.
.
Mind to Review and Comment?
Have Request Couple For New Story?
Please, Don't be a Silent Readers
