Chapter 2: Chaos I, pertarungan dengan para Iblis

Disclaimer ;

Naruto ; Masashi kishimoto

High School DXD ; Ichie ishibumi

Serta tokoh lainnya bukan kepemilikan saya

Pair: Naruto X ...

OP Naruto, jinchuriki Juubi Naruto, Doujutsu Naruto.

Summary : Uzumaki Naruto, Shinobi yang hidup dalam kegelapan dunia, terlempar ke dimensi lain sebagai efek dari jutsu terakhirnya dalam menyelamatkan dunia Shinobi dari kehancuran dan terlempar ke dimensi lain, Mampukah ia menghadapi takdir yang menunggunya di masa depan?

Chap 2 start

05.00 am

Suasana yang ada di ruangan itu kini tampak senyap. Tampak dua insan yang kini sedang beristirahat didalam ruangan itu. Naruto, sepertinya dia terlalu larut dalam tidurnya hingga tak menyadari bahwa dirinya kini tertidur di ruangan milik temannya itu. Tangan miliknya juga masih menggenggam tangan milik Kurumi sepanjang malam untuk menenangkan gadis itu.

Kurumi yang kini mulai bangun dari tidurnya, kini mulai memfokuskan penglihatannya. Ia kini dapat melihat, Naruto yang tidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangannya tepat disampingnya. Wajahnya sedikit memerah malu karena mengingat keegoisan dirinya yang menarik tangan Naruto agar tetap berada disampingnya malam tadi. Memandangi wajah tampan yang ditutup surai hitam itu, warna merah di wajahnya kini semakin pekat dan tanpa sengaja, tangan kiri miliknya menyingsingkan rambut yang menghalangi penglihatannya itu untuk melihat wajah Naruto.

"Onee-chan, waktunya bangun. Yuuki sudah lapar nee, Onee-chan. Mari kita buat sarapan pagi ber-..sa-..."

Yuuki, adik perempuan dan satu satunya keluarga yang dimiliki oleh Kurumi itu tampak menjadi pengrusakan suasana pada pagi itu, mematung dan terdiam karna melihat sang kakak kini berada satu ruangan dengan seorang pemuda di kamarnya. Apalagi sang kakak kini hanya memakai dalaman saja dan sedang menggenggam tangan milik pria itu.

"O-oooo-oo-nee...cha-n..n"

"Ehh,..bukan, Yuuki-chan, ini tidak seperti yang kau li-"

"Onee-chan kini sudah menjadi orang MESUMMMMMMMMM"

Yah, pagi yang indah itu kini diawali dengan teriakan kesalapahaman antara adik kakak itu.

"Hoamm, berisik" sementara, pelaku yang membuat kesalahpahaman itu kini kembali tidur dengan nyenyak.

"

"

"

Setelah menyelesaikan kesalahanpahaman tadi, kini Naruto pun bersiap untuk pulang ke apartemen miliknya. Terlihat kini, Kurumi yang berdiri sambil mengantar Naruto hingga ke teras rumah miliknya itu. Ada sedikit rasa khawatir dihatinya, ketakutan bila para makhluk itu nantinya akan menyerang ia dan adiknya. Namun, dirinya tak bisa untuk terus bergantung pada Naruto. Tekad kuat yang ada di hatinya ingin menjadikan dirinya untuk menjadi kuat, demi melindungi dirinya dan juga adiknya itu.

"Jadi, saat istirahat nanti, datanglah ke atap sekolah. Disana aku akan menjelaskan semua, tentang dunia dan makhluk supranatural, serta alasan mengapa makhluk supranatural itu menyerangnya tadi malam."

"Ha-ha'i. Ta-tapi.."

"Tenang saja. Tadi malam, aku sudah memasang sebuah kekkai, yaitu penghalang yang dapat menghalangi setiap makhluk supranatural yang ingin menyerangmu, aku jamin itu. Lalu, kau bisa membawa ini." Ucap Naruto sambil memberikan sebuah kunai hitam padanya.

"Kau bisa menggetarkan kunai ini bila kau dalam bahaya, maka aku akan segera datang kesana untuk melindungimu untuk sementara ini. Jadi, sampai jumpa di sekolah." Ucap Naruto sambil berlari meninggalkan rumah itu

"Ah, ha'i"

'arigatou, Naruto-san'

Xxxxx

Disebuah atap gedung di tengah kota Kuoh, terlihat siluet seseorang yang mengenakan sebuah topeng rubah diwajahnya. Tepat di samping itu, sebuah kilat berwarna ungu tercipta, dan memuntahkan seseorang dari ketiadaan, dia adalah Naruto.

"Ahh, akhirnya kau datang juga, boss." Ucap orang itu sambil membuka topeng miliknya yang ternyata merupakan bunshin milik Naruto.

"Jadi, bagaimana dengan hasil pengintaian mu semalam?"

"Ha'i. Semalam, aku berhasil menemukan salah satu lokasi markas milik musuh, yang didalamnya terdapat beberapa malaikat jatuh dan puluhan exorcist terbuang disana. Setelah menghabisi semua orang yang disana, aku berhasil menemukan sebuah informasi menarik, yaitu tentang membangkangnya salah satu petinggi dari fraksi milik gagak mesum itu yang bernama Kokabiel. Gagak itu sepertinya berencana untuk memulai perang dengan ketiga fraksi dengan cara mengumpulkan Sacred Gear milik manusia, dan memberikannya kepada exorcist liar bawahannya itu. Lalu untuk memperpanas suasana, ia pun berencana untuk menyerang kedua adik raja iblis bodoh itu agar pihak iblis mengira bahwa fraksi malaikat jatuhlah yang memulai perang. Selain itu, mereka juga berhasil mencuri beberapa pedang suci dari Vatikan, Excalibur, untuk semakin memperkeruh suasana dengan fraksi malaikat. Begitulah informasi yang kudapat, boss."Jelas sang bunshin itu.

"Hooh, menarik. Sepertinya rencana milik malaikat jatuh itu cukup menarik. Berencana memulai perang saat ketiga fraksi kini memulai gencatan senjata, tentu akan membuat sebuah kekacauan bagi para kaum supranatural itu."

"Jadi, apa yang akan boss lakukan. Apa boss berencana untuk masuk kedalam permainan ini?"

"Untuk sementara waktu, kita cukup untuk mengikuti alur dari permainan ini. Urusan ini bukanlah urusanku, tapi bila mereka berencana untuk mengusik kita, maka..." Naruto yang membedakan kalimatnya itu kini mulai membuka matanya dan memperlihatkan sepasang mata Rinnegan yang menyala diterpa cahaya matahari yang baru muncul dipagi itu.

"Saat itulah, aku akan mengajari mereka, tentang bagaimana dan dimana posisi mereka yang seharusnya". Ucapnya sambil masuk kedalam portal yang diciptakannya.

Xxxxx

Hari Minggu, bagi orang orang pada umumnya, hari ini tentu hari dimana mereka dapat beristirahat dan melepas lelah setelah selama 6 hari lelah bekerja. Baik para pelajar maupun pekerja, biasanya mereka akan menghabiskan waktu dengan keluarga maupun teman temannya, untuk sekedar beristirahat dirumah, atau melakukan aktivitas lain untuk merilekskan tubuh mereka.

Namun lain halnya dengan Naruto, yang saat ini tengah berada di atap sekolah Kuoh Academy, untuk memenuhi janji yang dia buat bersama Kurumi, yaitu untuk menjelaskan segala kejadian yang dialami gadis itu semalam, juga segala sesuatu hal hal mengenai makhluk supranatural. Sinar mentari sore kini mulai menyinari tempat itu, pertanda bahwa hari ini telah menjelang petang. Sembari menunggu kedatangan Kurumi, ia pun menghabiskan waktu untuk tiduran ditempat itu, sambil mendengarkan beberapa lagu melalui headset yang ia pakai saat ini.

Beberapa saat kemudian, ia dapat merasakan sebuah getaran di lantai atap itu yang menunjukkan bahwa ada seseorang yang tengah menuju ke tempat Naruto tidur saat ini. Melepas headset yang ia pakai, ia pun segera bangkit dari lokasi ia berbaring dan berdiri tegak, menghadap kearah seseorang yang kini tengah membuka pintu dihadapannya itu.

"Jadi, kau sudah sampai, Tokisaki-san" ucap Naruto membuka percakapan.

"U-umm, gomen karna telah membuatmu menunggu lama, Naruto-san." Ucapnya sedikit gugup, malu karena dirinya yang membutuhkan penjelasan dari Naruto malah membuat teman sekelasnya itu menunggunya ditempat itu.

"Ahh, tak apa. Jadi, katakan apa yang ingin kau tanyakan, sebisa mungkin aku akan menjawab pertanyanmu semampuku."

"Etto Naruto-san, bisakah kau jelaskan, tentang kejadian yang menimpaku semalam. Aku masih belum paham, bahkan aku berharap bahwa semua yang kualami semalam itu hanyalah mimpi. Namun sensasi itu, rasa sakit akibat tusukan makhluk itu terasa nyata, bahkan hingga sekarang aku masih bisa membayangkan, tongkat bercahaya milik paman itu menusuk dadaku, dan juga apa penyebab paman itu ingin membunuhku." Tanpa terasa, air mata miliknya mulai keluar ketika mengingat kejadian yang menimpaku gadis itu semalam. Rasa takut itu kembali menghantuinya, hingga membuat tangan putih itu kembali bergetar

"Hah, baiklah. Akan memakan waktu lama bila aku menceritakan semuanya dari awal, namun aku punya sebuah cara. Tokisaki-san," Naruto yang menjeda kalimatnya tadi, memegang pundak milik Kurumi, lalu mengangkat dagu gadis itu hingga wajah mereka kini saling berhadapan.

"Na-naruto-san..." Kurumi yang diperlakukan seperti itu tentu saja merasa malu, hingga wajahnya kini memerah malu.

"Aku akan memberi semua informasi yang kudapat tentang makhluk supranatural itu, tataplah mataku. "Genjutsu :Sharinggan"

Naruto memakai kekuatan mata miliknya itu untuk memberikan segala informasi yang ingin diketahui oleh Kurumi saat ini. Kurumi yang telah mengetahui informasi itu, amat terkejut, hingga kaki yang menopang tubuhnya itu kini tak sanggup lagi menahan beban tubuhnya hingga ia pun jatuh terduduk didepan Naruto. Naruto yang melihat reaksi milik Kurumi, hanya maklum. Semua orang yang tak tau apa apa pasti juga akan mengalami hal seperti yang dialami Kurumi bila mengetahui informasi yang tak masuk akal untuk manusia normal seperti Kurumi.

"Bohong, i-ini pasti bohong..."

"Itulah kenyataan yang ada di dunia ini. Tak peduli seberapa keraspun kau menolak, hal ini tetap akan menjadi kenyataan di dunia ini. Tak ada yang bisa kau lakukan selain menerima kenyataan ini. Menerima kenyataan tentang penderitaan yang dialami manusia karna karna ulah para makhluk supranatural itu. Bukan hanya kau, ribuan, bahkan jutaan orang mengalami nasib yang lebih buruk darimu. Dimanfaatkan, hingga kehilangan sifat manusia yang dimilikinya, dan dibuang ketika dirasa tak memiliki manfaat lagi bagi mereka. Itulah kenyataan dunia ini. Selama manusia tak bertindak dan bertekad untuk melawan dan membela hak milik mereka, maka kejadian ini akan terus berulang, berulang, dan terus berulang. Yang kuat akan berkuasa, dan yang lemah tentu akan diinjak, itulah hukum yang berlaku di dunia ini. Hanya tinggal masalah waktu saja bagi umat manusia untuk dikendalikan sepenuhnya oleh makhluk supranatural itu, yang mulai mulai muncul ke kehidupan manusia, sedikit demi sedikit" Tegas Naruto menjelaskan keadaan saat ini.

"Ja-jadi..."

"Ya, hanya masalah waktu saja untuk menunggu para malaikat jatuh itu untuk menyerangmu serta adikmu dimasa depan. Tak ada lagi kehidupan normal yang dapat kalian jalani untuk kedepannya, bila tak ada seseorang yang memulai untuk menghalangi dan melawan rencana dari para makhluk supranatural itu. Masa depan sebagai budak, itulah yang menanti kita dimasa depan."

Kurumi yang mendengar hal itu tentu sangat shock, mengetahui bahwa adik yang ia sayangi itu akan berada didalam genggaman para makhluk supranatural. Ia rela melakukan apapun untuk menyelamatkan adik yang ia sayangi itu, walaupun harus mengorbankan nyawa. Demi keselamatan adik yang dicintainya itu, ia rela melakukannya.

Namun, setelah mendengar fakta tadi, ia tak tau apa yang harus ia lakukan. Kebingungan kini melanda hatinya, kala tak menemukan jalan keluar dari masalah ini. Hanya masalah waktu saja bagi para malaikat jatuh itu untuk kembali menyerang dirinya, sementara dirinya saat ini hanya seperti sebuah semut yang berdiri di depan kerumunan gajah, yang menunggu untuk diinjak.

"Hah, aku tau kau masih kebingungan untuk mencari cara bagaimana cara melindungi dirimu dan adikmu itu, kan. Aku punya sebuah cara untukmu agar bisa keluar dari masalah ini dan mampu melawan para makhluk supranatural itu." Naruto yang melihat ekspresi kebingungan terpancar di wajah gadis itu, memberikan Kurumi sebuah solusi sebagai jalan keluar masalah ini. Kurumi yang mendengar hal itu sedikit bernafas lega, karna teman sekelasnya ini memiliki sebuah cara agar ia dapat menyelamatkan adik perempuannya itu.

"Bagaimana caranya, Naruto-san."

"Dengan memanfaatkan kekuatan yang saat ini terdiri didalam tubuhmu itu. Kekuatan yang menjadi incaran bagi para makhluk supranatural itu, sebuah anugrah yang diberikan Kami-sama kepada beberapa manusia yang spesial, Sacred gear"

"Sacred gear.?"

"Ya, aku bisa merasakan ada dua aura yang memancar dari dalam tubuhmu, serta sebuah aliran energi yang masih tertutup didalam tubuhmu itu. Dengan membuka ketiga kekuatan itu, tentu akan membuat dirimu bisa melawan para makhluk supranatural itu dan melindungi adikmu. Namun, untuk membuka Sacred Gear yang ada di dalam tubuhmu itu, tentunya kau harus melewati pelatihan yang keras untuk mengembangkannya. Untuk aliran energimu itu, aku bisa membukanya, namun dengan resiko rasa sakit yang cukup berat. Kau juga harus berlatih keras untuk memperkuat aliran energi sihir pada tubuhmu itu." Ucap Naruto memberi saran. Sebagai seorang Shinobi, membuka aliran chakra tentu hal yang cukup mudah baginya. Ia bisa saja untuk membuat dan memberikan aliran chakra pada tubuh Kurumi, namun ada resiko pada kedua aliran energi itu untuk saling berbenturan, yang dapat membahayakan nyawa sang pengguna.

"Tapi itu tergantung keputusanmu, bila ingin tetap dalam keadaan seperti ini, atau.."

"Akan kulakukan.."

"Hmm?.."

"Akan kulakukan semua yang kau katakan tadi. Aku tak bisa membiarkan adikku berada dalam kondisi yang berbahaya sepertiku semalam. Aku akan melindunginya, walaupun diriku harus menjalani hal hal yang menyakitkan kedepannya, aku tetap harus bisa melindunginya. Sudah kuputuskan, kumohon, Naruto-san. Bimbinglah diriku agar bisa menjadi lebih kuat dan mampu melawan para makhluk supranatural itu." Naruto bisa merasakan keseriusan yang luar biasa dari kata kata Kurumi barusan. Sorot mata itu, memancarkan tekad yang kuat untuk melindungi sesuatu yang berharga miliknya, yang tak akan dibiarkan terlepas walau nyawa taruhannya.

"Hmm, tekad yang bagus. Aku yakin, dengan tekad sebesar ini, kau pasti bisa melewati seluruh latihan yang sangat keras kedepannya nanti, dan mampu untuk melindungi adikmu dimasa depan. Nah,..."

"Semua, menjauh dari sini..."

'duuuaaarrrrrr'

Naruto tampaknya menyadari bahwa ada beberapa tikus kecil yang menguping pembicaraan mereka saat ini. Pintu yang tadinya berdiri sebagai pembatas pada atap sekolah itu kini hancur berkeping keping dan menampakkan siluet beberapa orang dari balik debu debu yang berterbangan itu.

"Tokisaki-san peganglah pundakku."

"Ah, Ha'i"

Naruto segera menghilang dari tempat itu dan berpindah menuju halaman belakang sekolah yang lebih luas untuk membawa para penguntit itu keluar dari lokasi sekolah yang sempit. Tak lama kemudian, beberapa Li gkaran sihir kini muncul didepan mereka, dan mengeluarkan iblis iblis kecil yang menguping pembicaraan mereka tadi. Menciptakan sebuah bunshin, a menyuruh sang bunshin itu untuk menjaga dan membawa Kurumi keatas sebuah pohon yang tumbuh dihalaman belakang sekolah itu, agar ia dapat melihat dengan jelas, bagaimana cara dirinya dalam melawan sekelompok iblis iblis tersebut.

"Jadi, apakah makhluk makhluk menjijikkan seperti kalian tidak memiliki kerjaan lain, sehingga memilih untuk menguping pembicaraan kami, wahai iblis iblis tak berguna" ucapan dingin Naruto barusan tentu memancing beberapa reaksi dari iblis didepannya ini.

Sona Sitri dan Rias Gremory, kedua iblis kelas atas ini tampaknya tak segan untuk mendatangi dirinya langsung, padahal semalam ia telah memberikan sebuah peringatan pada iblis merah itu. Namun, mereka sepertinya berfikir bahwa dengan jumlah sebanyak ini, mampu membuat diriku untuk sedikit tunduk dan mempertimbangkan permintaan mereka itu. Namun, hal inilah yang kuinginkan agar dapat memperlihatkan pada gadis ini secara langsung, bagaimana wajah para makhluk supranatural itu secara langsung.

"Momo, lakukan sekarang"

"Ha'i, Kaichou"

Sebuah kekkai kini mulai menyelimuti area halaman belakang sekolah itu. Naruto yang melihat kekkai tersebut, tak bergeming sedikitpun. Para Chunin dari desanya bahkan mampu untuk membuat kekkai yang lebih kuat dari kekkai ini.

"Kheh, sebuah Kekkai, kah. Jadi begitu. Bahkan kalian tak berani untuk memperlihatkan diri kalian sendiri pada para manusia diluar sana. Kurasa, sifat pengecut memang pantas diwariskan dari keluarga iblis kalian itu, nee shito-, ah bukan, Sitri-san"

"Cihh, tarik kembali ucapanmu dari Kaichou, sialan. Kalau tidak, aku sendiri yang akan menghajarmu saat ini juga, BANGSAT".

"Saji, tenanglah. Kita disini bukan untuk tujuan itu. Jangan memperkeruh keadaan dengan bertindak gegabah, kau mengerti, saji!" Perintah Sona untuk menenangkan pawn miliknya itu.

"Tapi, Kaichou..."

"Kaichou benar, saji-kun. Tujuan kita disini ialah untuk memastikan tentang apa sebenarnya tujuan Uzumaki-san berada di kota ini. Ini adalah urusan milik Kaichou, jadi jangan coba untuk memperburuk keadaan. Tugas kita disini ialah untuk melindungi Kaichou, kau paham saji-kun"

"cihh."

Melihat sang pawn miliknya kini sudah tak melakukan pemberontakan lagi, kini mereka kembali fokus pada pemuda yang ada didepannya ini. Seorang manusia, itulah yang ada dalam benak heiress dari klan Sitri itu. Tapi, menurut laporan Rias, dia bukanlah manusia sembarangan. Manusia tanpa aura Sacred Gear, yang mampu mengalahkan kelompok Rias hanya dalam sekejap, tentu membuat dirinya tertarik untuk menggali informasi yang lebih dalam dari diri Naruto.

"Kekkai yang kami buat bukanlah memiliki tujuan seperti yang kau katakan tadi, Uzumaki-san. Kami hanya tak ingin, manusia yang ada diluar sana terkena dampak yang membahayakan nyawa mereka dari hal hal yang tak diinginkan dari pertemuan ini. Kami-sama"

"Hoo, jadi maksudmu, tujuanmu ialah untuk melindungi nyawa para manusia agar tak dalam bahaya dan dapat menghindari dampak dari pertarungan kita, yang secara tak langsung kalian semua datang kemari hanya untuk mengeroyokku dan memaksa diriku untuk mengatakan hal halaman yang kalian butuhkan dalam menggali informasi dariku. Namun, ketahuilah..."

'praaannngggggggg'

"Kekkai seperti ini tak akan cukup untuk menekan kekuatanku, iblis bodoh"

"Gudoudama"

Kekkai yang dibuat oleh anggota Peerage dari Sona tadi kini telah hancur berkeping-keping kala 5 buah tongkat hitam yang membentur kekkai itu dan menancap pada 5 sudut dihalaman belakang sekolah itu.

"Iryujon baria: Musekiyojin"

Dari lima tongkat hitam itu, energi yang tak kasat mata langsung bergumul dan membentuk sebuah kekkai ilusi yang mencakup semua halaman belakang sekolah. Sepasang mata Rinnegan kini tercetak dimatanya Naruto, menatap tajam kedua kelompok iblis itu yang berhasil membuat beberapa dari mereka kini bergidik ngeri kala melihat tatapan yang menjanjikan rasa sakit bagi mereka yang melihatnya. Waspada akan pertempuran yang seakan akan bisa pecah kapan saja, masing masing dari mereka kini mulai menyiapkan senjata dan serangan milik mereka masing masing.

"Kami kesini bukan untuk mencari masalah dan bertarung denganmu, Uzumaki-san. Kami datang kesini hanya untuk mengkonfirmasikan tentang apa-apa"

"Sudah kuperingatkan pada kalian, agar tidak mengusik dan mengganggu keberadaan ku saat ini. Aku yakin, iblis merah itu sudah menyampaikan nya padamu. Tujuanku tidaklah memiliki hubungan denganmu, juga dengan kaum sialanmu itu. Tindakan kalian ini jelas, bahwa kalian ingin mencobanya dan memaksa diriku untuk menuruti kehendak kalian. Namun ketahuilah, kalian bisa mengambil informasi dariku, bila kalian bisa mengalahkanku disini, iblis kecil." Ucap Naruto, layaknya menuangkan minyak kedalam sebuah kobaran api

'trannnnnnggg'

Sebuah sabetan pedang ya g mengarah ke leher dirinya berhasil ditepis oleh Naruto dengan menggunakan sebuah kunai yang dia ambil dari kantung belakangnya.

"Sudah cukup untuk semua penghinaanmu pada Kaichou sama dan Rias sama. Sebagai knight dari keluarga Gremory, aku berhak untuk menahan dandan menangkap dirimu untuk mempertanggungjawabkan perkataanmu tadi." Yuuto Kiba, sang Knight dari Gremory itu tampak sudah memulai serangan. Ia akui bahwa gerakan milik iblis ini cukup cepat. Namun, dimatanya, gerakan milik Kiba itu sungguh dapat dibaca oleh Naruto yang seakan akan tak memiliki sedikitpun rasa khawatir didalam dirinya.

'trannk'

'trannk'

'trannk'

"Hoo, akhirnya kalian memutuskan untuk menyerangnya terlebih dahulu, kah. Maa, baiklah. Dengan ini, aku tak perlu repot-repot lagi untuk memancing kalian agar keluar dari rencana bodoh kalian tadi. Dan kuharap kalian tak akan menyesal karena mengambil sebuah tindakan yang ceroboh saat ini."

Saling adu serangan kini terjadi antara Kiba dan Naruto. Kiba yang bergerak dengan kecepatan knight miliknya terus menyerang Naruto dari segala sisi untuk mendapatkan sebuah celah untuk mendaratkan serangannya pada tubuh Naruto. Namun, dengan kecekatan yang luar biasa, Naruto berhasil menangkis segala tebasan yang diarahkan padanya, dengan kedua kunai yang ada pada genggaman tangannya itu.

Kiba yang merasa serangan miliknya sia sia, mengambil jeda sejenak sambil menjaga jarak dari Naruto, dan kembali ke barisan para iblis itu untuk menerima perintah dan strategi yang telah dibuat oleh Kaichou dan Buchou-nya itu.

"Kau mengerti kan, Rias. Dalam pertarungan ini, kita harus mengutamakan kerjasama tim dan saling menjaga agar dapat meminimalisir dan menghindari korban yang dapat berjatuhan kapan saja. Rias, kau pimpin anggota Peerage milikmu, lalu membagi mereka kedalam 2 bidak yang menargetkan serangan jarak jauh dan jarak dekat. bidak type Rook dan knight memang cocok dalam pertarungan jarak dekat, namun, untuk meningkatkan serangan, kau dan Akeno akan menyerangnya dari jauh dengan serangan terkuat milik kalian, agar konsentrasi miliknya pecah dan kita dapat menyerangnya kembali secara bertubi tubi. Kau bisa memulai seranganmu dari arah timur, sementara aku akan mengepung dirinya dari Arah sebaliknya. Tomoe, Bennia, Tsubasa, bekerjasamalah dengan Issei, Koneko, dan Kiba untuk mengepung dan menyerangnya secara bertubi tubi. Saji, ikatlah Uzumaki-san dengan kemampuan Sacred Gear milikmu ketika kau memiliki sebuah peluang untuk melakukannya. Aku Tsubaki, Momo, dan Reya, akan menyerangnya dari jarak jauh, dan akan ikut bertempur digaris depan bila keadaan bagi kita sudah sangat mendesak. Kita tak bisa meremehkannya, jadi lakukan yang terbaik dan tetap saling menjaga. Sekarang, BERPENCAR"

"Ha'i Kaichou"

Setelah mendengar instruksi dari heiress Sitri itu, semuanya kini mengambil posisi masing masing sesuai yang telah mereka setujui dari rencana ini. Sebuah serangan yang berasal dari rook milik Rias kini mengarah tepat ke tempatnya saat ini, namun Naruto segera melompat kesamping dan mengakibatkan tempat yang tadinya ia pijak kini hancur lebur akibat pukulan dari gadis loli yang bernama Koneko itu.

'trannk' 'trannk' 'trannk''

Baru saja menghindari sebuah serangan, kini Naruto harus kembali menahan beberapa sabetan senjata tajam yang ingin menggores tubuhnya. Kali ini berasal dari Kiba, Tomoe, dan Bennia yang ingin menebas tubuh Naruto menggunakan pedang Naruto, yang lagi lagi dapat menahan serangan mereka menggunakan kedua kunai di tangannya itu. Rinnegan milik Naruto terus bekerja untuk memantau dan membaca setiap gerakan cepat milik knight dari Gremory dan Sitri itu. Tak ingin terus digempur, Naruto pun mengambil sedikit langkah mundur, mengeluarkan sebuah gulungan dan melakukan jurus pemanggil untuk mengeluarkan sebuah katana dari dalam gulungan itu.

"Saa, kuharap kalian mulai bersiap sekarang juga" mengalirkan chakra petir pada Katan miliknya, ia segera melesat dengan cepat kearah 3 knight milik keluarga iblis itu. Kecepatan shunshin milik Naruto tentu mengejutkan Kiba, Tomoe, dan Benia untuk segera refleks menghindari serangan milik Naruto. Saling melesat dan adu serangan kembali terjadi dengan kecepatan tinggi, dimana Naruto mulai menyerang balik dan menggempur mereka satu per satu. Ketiga knight muda itu kini mulai kerepotan dalam menahan laju serangan Naruto yang semakin cepat dan gencar mengincar bagian vital dari tubuh mereka. Kilat kilat petir dan blur dari tubuh mereka kini memenuhi tempat mereka bertarung saat ini.

Karena semakin terdesak akan serangan Naruto, mereka bertiga memutuskan untuk mengambil sedikit langkah mundur untuk memberikan ruang bagi penyerang jarak jauh untuk memulai serangannya. Tampak, luka dan beberapa sabetan kini membekas ditubuh ketiga orang itu yang berdiri beberapa meter dari lokasi Naruto saat ini. Melihat ada sebuah ruang untuk melancarkan serangan, Sona segera memerintahkan tim rRias untuk memulai serangannya.

"Sekarang, Rias..."

"Aku paham, ayo kita lakukan, Akeno."

"Baik, Buchou"

"Power of Destruction/Holy Thunder/Dragon of Water"

tiga lingkaran sihir tercipta dari arah barat, timur dan tepat t diatas tempat Naruto saat ini yang mengeluarkan sebuah bola merah khas kekuatan milik Gremory, kilatan petir, dan naga air milik Sona. Ketiga serangan itu segera melesat menuju Naruto yang tetap berdiam diri ditempatnya saat ini. Merentangkan kedua tangannya, ia pun segera mengeluarkan jurus yang berasal dari kekuatan matanya itu untuk menangkis ketiga serangan itu.

"Shinra Tensei"

'duarrrrrr'

"Akkkhh/kyahhhhhh"

Ketiga serangan tadi langsung menghilang akibat terkena hempasan gelombang yang cukup besar dari jutsu Rinnegan tadi. Ketiga knight yang berdiri beberapa meter dari tempatnya juga ikut terhempas cukup jauh, dan segera kehilangan kesadaran milik mereka. Kawah dengan diameter 10 meter kini tercipta di tempat Naruto berdiri dengan Naruto sebagai pusatnya.

Melihat ketiga temannya telah berhasil dikalahkan, Issei segera melepaskan sebuah tembakan kearah Naruto yang berasal dari Gauntlet miliknya. Naruto yang melihat sebuah serangan mengarah kepadanya, segera melompat untuk menghindar dari laju serangan itu dan menghindari efek ledakannya. Rambut hitamnya kini berkibar pelan, dan Rinnegan ya terus menyala untuk memantau setiap pergerakan dari setiap iblis iblis itu.

Koneko, Tsubasa, dan Issei segera pergi ke tempat ketiga teman mereka terbaring, dan membawa mereka berkumpul ke tempat Buchou dan Kaichou mereka berdiri saat ini. Dengan segera, Rias segera memerintahkan Asia untuk menyembuhkan mereka bertiga dengan kekuatan Sacred Gear miliknya. Cahaya hijau kini mengalir dari tangannya, dan berjuang untuk menyembuhkan para iblis yang terluka itu.

"Hoo, Sacred Gear type penyembuh, kah. Sepertinya diantara mereka memiliki kekuatan yang unik juga. Namun, berkumpul seperti itu tentu memiliki sebuah kelemahan dan memudahkan ku untuk menyerang kalian sekaligus." Menyiapkan beberapa rangkaian segel, Naruto bersiap untuk mengeluarkan jurus miliknya yang membuat para iblis itu meningkatkan kewaspadaan miliknya.

"Katon : Goukamekakyu..."

gelombang api dengan intensitas besar segera menjalar dan menghanguskan apapun yang ada didepannya. Melihat bahwa mereka tak bisa menghindari serangan sebesar itu, Sona memerintahkan Momo dan Reya, Rias dan Akeno untuk membuat lingkaran sihir pelindung sebanyak mungkin untuk menahan serangan itu, dan dirinya juga menciptakan beberapa naga air miliknya, untuk meredam jurus api milik Naruto itu.

'whusssh'

Asap pekat segera memenuhi tempat itu kala Kedua jurus tadi saling berbenturan. Melihat jarak pandang yang semakin pendek, Naruto segera mengaktifkan chakra sensornya, dan segera melesat menuju tempat para iblis itu berkumpul.

"Issei, Koneko jaga Asia. Momo, Reya, aktifkan sihir sensor untuk melacak keberadaannya, Tsu-"

'duaggh'

'kyaaahhhh'

Sona terpaksa menghentikan perintahnya kala ia mendengar suara Rook miliknya itu yang kini telah terlempar akibat serangan Naruto. Reya, yang merupakan salah satu Bishop milik Sona, menciptakan sebuah lingkaran sihir yang mengeluarkan sebuah sihir angin untuk menyingkirkan kabut yang ada disekitar mereka. Setelah kabut itu menghilang, mereka dapat melihat, Tsubasa, Rook milik Sona itu kini telah terbaring beberapa meter dari tempat mereka dengan sebuah tongkat hitam yang menancap pada kedua tangannya dan tampaknya Kesadaran milik Rook itu telah hilang.

"1 lagi telah jatuh, sekarang tinggal giliran kalian, iblis iblis kecil" ucap Naruto sambil menginjak tubuh gadis itu dengan katana tepat ditangannya.

"SIALANNN, KUPASTIKSN KAU AKAN MEMBAYAR SEMUA TINDAKANMU INI, KEPARATTT"

'boost boost boost boost booster'

"Boosted Gear :Balance Breaker"

Sebuah armor merah yang berbentuk naga kini menutupi seluruh tubuh milik Issei, pertanda bahwa Sacred Gear miliknya itu kini memasuki mode yang ia sebut Balance Breaker. Membentuk sebuah bola energi seukuran bola sepak tepat didepannya, Issei pun segera menembakkan bola energi itu kearah Naruto.

"Dragon Shootttt"

Melihat serangan yang mengarah padanya, Naruto segera membuat beberapa segel dan menghentakkan tangannya ke tanah.

"Doton : Doryuheki"

Sebuah dinding tanah kini tercipta untuk melindungi dirinya dari serangan itu. Ledakan segera terjadi dan debu kini menutupi tempat Naruto berdiri kala kedua jurus itu saling berbenturan.

"Jadi, seperti inikah kerjasama tim yang kalian katakan itu. Memalukan, sungguh memalukan. Kukira kalian bisa menari lebih baik lagi di hadapanku, tapi...-hmm"

'syuuuttt'

Sebuah sulit kini berhasil mengikat tangan Naruto, yang mana sulur itu berasal dari Saji, yang sejak tadi telah mengincar kesempatan untuk menangkap Naruto. Api hitam kini menjalar melalui sulit itu, yang berasal dari Sacred Gear milik Saji yang berupa api kutukan yang dapat mengikat dan menekan kekuatan lawannya.

"Kaichou, aku berhasil menangkapnya. Sekarang saatnya, Kaichou." Ucap Saji dari atas gedung sekolah.

"Kerja bagus, Saji. Tahan dia untuk sementara waktu. Koneko, Issei, Tsubasa, serang dia dengan kekuatan penuh milik kalian, setelah itu, kami akan menyerangnya dengan serangan penghabisan milik kami" perintah Sona pada mereka.

"Ha'i Kaichou. Ayo kita lakukan, Koneko" "Promotion :Rook"

"Baik, senpai"

Mereka bertiga segera melesat menuju Naruto untuk melancarkan serangan serangan jarak dekat pada Naruto. Untuk seukuran manusia biasa, pukulan pukulan yang Naruto terima tentu akan sangat mematikan bila sampai terkena, namun hal itu tak berlaku bagi Naruto. Tubuh yang telah ditempa selama bertahun tahun, tubuh yang telah menerima serangan serangan pahit pada Perang dunia Shinobi, tubuh yang juga telah menerima serangan mematikan yang dilancarkan oleh ayahnya sendiri, tentunya tak semudah itu untuk menjatuhkan tubuh seorang Shinobi itu.

Menangkis seluruh pukulan penuh dari mereka menggunakan tangan kosong, tentu bukanlah hal yang sulit bagi dirinya. Walaupun dengan intensitas pukulan yang kuat layaknya type Rook, tubuhnya masih mampu untuk menahan dan membalas segala pukulan dari mereka bertiga, dan hasilnya, mereka bertiga langsung terhempas sekaligus kala Naruto berhasil mendaratkan pukulan keras ke tubuh mereka bertiga.

"Sekarang, semua..."

Berbagai lingkaran sihir kini tercipta didepan Naruto, yang kemudian memuntahkan berbagai serangan sihir yang diciptakan oleh Sona, Rias, dan Peerage milikmu mereka yang tersisa. Dengan semua kekuatan sihir mereka yang tersisa, Rias, Sona, dan Peerage miliknya itu melepaskannya hanya sihir yang berbasis mematikan. Melihat serangan yang begitu banyak mengarah kepadanya, ia mengaktifkan jurus yang hanya bisa digunakan oleh pengguna doujutsu seperti dirinya. Tulang tulang kini mulai terbentuk di sekitar tubuh Naruto, hingga menciptakan kerangka tubuh susano'o setengah badan yang tercipta untuk melindungi dirinya

"Susano'o..."

Xxxx

Sementara itu, dibagian luar kekkai, kini tampak seorang pria yang tampak berumur kisaran 40 tahunan kini tengah berdiri dan mengamati kekkai yang terpasang pada 5 pilar di halaman belakang sekolah itu. Dengan memakai sebuah pakaian yang berwarna cukup nyentrik, dan rambut aneh yang berwarna pirang pada bagian depannya saja, ia terus mengamati Kekkai yang terpasang pada halaman sekolah itu dengan tampang serius yang tercetak diwajahnya. Bila kalian menganggap bahwa pria itu hanyalah manusia biasa, maka kalian salah besar. Nyatanya, bahwa pria itu merupakan salah satu pemimpin daripada 3 fraksi, tepatnya dari fraksi malaikat jatuh, Azazel.

"Hmm, kekkai yang sangat stabil, kah. Bahkan diriku saat ini takkan bisa menghancurkan kekkai dengan kepadatan enegi dan kestabilan seperti ini. Tapi, sepertinya, kekkai ini memiliki masa waktu tertentu dalam pengaktifannya. Aku tak tau pertarungan macam apa yang terjadi didalam kekkai ini, tetapi, bila terjadi sesuatu pada mereka berdua, ketegangan antara fraksi malaikat jatuh dengan fraksi iblis akan kembali terjadi dan itu akan menghambat rencana yang telah kami susun bersama. Kheh, susahnya menjadi seorang pemimpin, nee...hmm..."

'zyuuttt' 'zyuutt' 'zyuuutt'

Penyusutan energi pada kelima pilar gudoudama yang berperan sebagai pemancar energi pada kekkai itu kini menyusut secara perlahan, dan menampakkan lingkungan yang hancur lebur akibat pertarungan antara para iblis dengan Naruto yang baru saja terjadi. Susano'o miliknya masih aktif hingga kini, dan terlihat juga para Peerage dan ketua dari kedua kelompok itu kini telah terbaring tak berdaya akibat jurus jurus yang dikeluarkan oleh Naruto untuk menjatuhkan mereka. Beberapa orang dari mereka tampak tak bisa bergerak akibat tongkat hitam yang menancap pada tubuh mereka, seperti Issei. Dirinya terbaring dengan 5 buah tongkat hitam yang menancap ditubuhnya dan menekan kekuatan dari Sacred gearnya itu.

'heh, kekkainya hanya bisa Sampai saat ini saja kah'

"Tampaknya hanya sampai disini saja, kah? Baiklah, kalau begitu..."

"Katon : Ryuen Houka no jutsu"

5 buah jurus api yang berbentuk kepala seekor naga melesat kearah Rias dan Sona terbaring saat ini dan bersiap untuk menghanguskan dan mengantar tubuh mereka ke ketiadaan, andaikata seseorang yang entah datang darimana itu tak menggagalkan serangan milik Naruto barusan. Naruto yang dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang menggagalkan jutsunya itu, menatap tajam siluet yang kini berada dibalik kumpulan debu itu, dan memfokuskan penglihatannya untuk melihat siapa orang itu. Ia kenal dengan orang itu, salah satu pemimpin daripada fraksi malaikat jatuh, Azazel.

Sona dan Rias yang masih memiliki kesadarannya, heran, mengapa seorang malaikat jatuh mau membantu para iblis seperti mereka. Bukankah para malaikat jatuh itu sangat membenci kaum iblis? Msh, pikiran mereka satu satunya saat ini ialah untuk segera memanggil bantuan dari pihak underworld untuk segera mengirimkan bantuan kepada mereka.

"Tenang saja. Aku sudah mengirim pesan kepada raja iblis kalian bahwa telah terjadi sebuah pertarungan di Kuoh Academy. Aku yang tadinya hanya ingin mengawasi pemuda itu sungguh terkejut dengan pertarungan tiba tiba ini. Nah pemuda-kun, bisakah aku bertanya sesuatu padamu?"

"Apa.."

"Tindakanmu kali ini tentu akan memercikkan kembali ketegangan yang pernah terjadi pada ketiga fraksi. Jadi bisakah aku tau, fraksi mana yang mengirimnya kemari untuk melakukan tindakan berbahaya ini? Membuat mereka sampai tak berdaya seperti ini, serta aura Sacred Gear yang tak bisa kurasakan pada tubuhmu, kau tak akan mengatakan bahwa kau ini hanya manusia biasa, bukan?" Azazel masih heran dengan pemuda ini. Energi yang ia rasakan pada orang ini bukanlah energi sihir. Ia bisa merasakan energi lain, energi yang kelam dan sangat stabil yang terpancar dari tubuh raksasa dibelakang pemuda itu. Orang yang dapat membentuk energi sestabil ini, hingga dapat mengambil wujud sesosok raksasa mirip tentu, orang ini bisa ia kategorikan sangat kuat. Tapi setahu dia, baru kali ini ia melihat kemampuan seperti ini, apalagi yang melakukannya hanyalah manusia biasa.

Dua buah lingkaran sihir kini tercipta tepat disampingnya Azazel yang mengeluarkan 3 orang dari dalam lingkaran sihir itu. Tak Azazel sangka, bahwa yang turun langsung untuk menolong adik sang raja iblis ialah raja iblis itu, Sirzech Lucifer dan Seragam Leviathan. Tak lupa juga, sang iblis yang dikenal dengan The Stronger Queen of Underworld, Grafia Lucifuge, juga hadir untuk menemani sang suami

'Lucifer dan Leviatan kah, tampaknya keadaan semakin runyam disini. Lebih baik aku menyuruh bunshinku untuk membawa Kurumi pergi dari sini.'

Melihat kearah sang bunshin yang sedang bersama Kurumi, sang bunshin langsung paham dan langsung menghilang dari tempat itu bersama dengan Kurumi.

'duuuaaarrrrrr'

Sebuah energi merah langsung melesat kearah Naruto yang tubuhnya terbalut dengan susano'o hingga membuat susano'o itu sedikit kehilangan keseimbangan dan sedikit bergeser ke belakang akibat menahan serangan yang berasal dari sang iblis bergelar Lucifer itu. Setelah menepis serangan milik Sirzech, Naruto pun kembali harus berjuang kala seekor naga es dengan ukuran cukup besar muncul dari dalam tanah dan melilit susano'o milik Naruto hingga susano'o itu tak bisa bergerak. Es yang berasal dari naga itu kemudian merambat hingga membekukan seluruh permukaan susano'o dan membuat chakra pada susano'o itu cukup rapuh. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Sirzech langsung melesat kearah Naruto, mengarahkan tinjuan yang dilapisi dengan power of Destruction, hingga membuat Susano'o itu hancur dan menghempaskan Naruto yang ada didalamnya.

"Pukulan yang sangat bertenaga, namun pukulan itu masih tergolong lemah untuk golongan pemimpin sepertimu, naa...Lucifer,, ahh bukan. Kau bukanlah Lucifer. Gelar itu hanyalah hasil curian yang kau dapatkan bersama teman temanmu. Bukan begitu, Gremory..." Ucap Naruto sambil menyimpangkan kedua tongkat hitam didepannya.

"Sirzech, tenanglah. Kita masih harus mengambil informasi dari diri anak muda itu. Jangan langsung menyerang secara brutal, dan dapat membunuh anak itu seperti tadi, kheh, sepertinya dia tak mendengarkan ku ya" Azazel seperti Diacuhkan kala melihat Sirzech yang kembali melesat kearah Naruto dengan Power of Destruction yang menyelimuti raja iblis itu.

"Ucapanmu tadi tak ada gunanya, Azazel. Sirzech tak akan mendengarkan mu setelah melihat apa yang terjadi pada adiknya itu. Jadi, bagaimana keadaan mereka, Grafia". Serafall langsung bertanya pada Grafia mengenai keadaan dari adiknya serta adik dSirzech yang telah diperiksa oleh Grafia.

"Mereka masih hidup Serafall-sama. Namun, air mata Phenex bahkan tak mampu bekerja untuk menyembuhkan mereka. Sepertinya hal ini diakibatkan oleh tongkat hitam ini. Aku bahkan tak bisa mencabut ataupun menghancurkannya dari tubuh mereka. Kalau begini terus, mereka semua bisa mati karena tak mendapatkan penanganan untuk semua luka luka mereka" jelas Grafia setelah melihat keadaan para iblis muda itu.

"Jadi, kita tak punya pilihan lain, selain mengalahkannya untuk menghilangkan teknik anehnya itu ya" Azazel yang mulai paham akan situasi ini kini mulai paham dan mulai menyiapkan kekuatan miliknya untuk segera masuk kedalam pertempuran.

"Ya kau benar, Azazel. Dan juga, sepertinya dia juga merupakan orang yang berbahaya, hingga mampu mengimbangi Sirzech sampai seperti ini. Jadi dia memang harus dimusnahkan disini. Lupakan mencari informasi, kita harus mengalahkannya disini dengan semua kekuatan milik kita. Dua bisa menjadi ancaman yang serius kedepannya bila ia tetap hidup." Aura pekat segera memenuhi tubuh Serafall. Perkataannya tadi cukup membuktikan bahwa dirinya serius ingin membunuh Naruto ditempat ini.

"Baiklah Serafall-sama, aku juga akan membantu untuk melawannya." Grafia yang tadinya masih tenang kini mulai serius juga, dengan aura pekat yang kini berada disekitar dirinya.

Xxxx

Heaven

disuatu tempat, yang dipenuhi oleh nuansa putih dan aura suci, tampak seorang pria berambut pirang panjang, dengan sebuah halo dikepalanya, serta sayap putih yang berjumlah 6 payang dipunggungnya, kini duduk di tengah ruangan itu dengan sebuah altar meja yang berada didepannya. Michael, sang pemimpin dari fraksi Malaikat, tugas itulah yang ia emban semenjak kematian Kami-sama pada Great war yang berlangsung Ribuan tahun yang lalu.

'brakk'

Suasana yang tadinya hening kini pecah akibat suara pintu yang didobrak secara paksa oleh seorang malaikat perempuan dengan jumlah sayap yang sama dengan Michael. Dia adalah Gabriel, Serapah yang merupakan adik dari Michael.

"Nii-sama, kau pasti merasakannya, kan? Ayo, kita segera pergi kesana dan melihat apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Gabriel sambil menyiapkan sebuah lingkaran sihir.

"Ya, aku merasakannya, Gabriel. Ini aura mereka berempat. Sepertinya telah terjadi sebuah hal besar di kota Kuoh, kita pergi sekarang, Gabriel."

"Ha'i, Nii-sama."

Kedua Seraphim surga itu kini menghilang dengan lingkaran sihir yang dibuat oleh Gabriel tadi, dan berangkat menuju Kuoh.

Takahamagara

Disebuah ruangan yang bergaya Tradisional Jepang, kini tengah berlangsung rapat antara dewan fraksi Shinto yang dipimpin oleh sang Dewi matahari, Amaterasu. Sepertinya, rapat yang berlangsung itu kini tengah dalam puncaknya, hal ini tampak pada debat yang kini terjadi antara para dewan dan para petinggi dari kumpulan Dewa Dewi Shinto itu.

Amaterasu yang melihat perdebatan itu, hanya duduk tenang dengan wajah yang kini berpangku pada tangan yang saling bertautan dimeja itu. Disampingnya, kini berdiri sang adik, Dewa Susano'o yang menemani dirinya untuk ikut dalam rapat ini.

"Anee-sama, jangan bertindak seperti itu, lho. Sikapmu itu tak mencerminkan seorang pemimpin dewa Dewi lho anee-sama. Aku tau kau bosan, jadi tolong untuk bersabar sebentar lagi."

"Hah, kau benar. Lebih baik aku menengahi debat ini dan segera..."

'deggg'

Ucapan milik Amaterasu tadi segera terhenti kala ia merasakan sebuah aura pertarungan besar yang terjadi diwilayah Kuoh. Debat yang tadinya memanas kini hening sejenak karena mereka semua merasakan aura kuat itu.

"Aura ini, tak salah lagi, ini adalah aura miliknya. Susano'o siapkan lingkaran teleportasi untuk berangkat ke wilayah Kuoh. Minna, kita lanjutkan rapat ini dilain waktu. Ayo kita pergi susano'o"

"Ha'i, Amaterasu-sama/Anee-sama."

Mereka berdua pun kini menghilang dengan lingkaran sihir, dan pergi menuju kota Kuoh.

xxxx

Kembali ke Kuoh Academy, gedung sekolah yang tadinya masih berdiri dengan kokoh itu kini telah roboh dan hancur kawah dan ledakan ledakan akibat hasil pertarungan kini masih terbentuk di tempat itu. Tampak juga Naruto dengan Rinnegan miliknya kini berusaha untuk terus menangkis seluruh serangan milik para pemimpin fraksi makhluk supranatural yang ia lawan saat ini. Dua tongkat hitam hasil manifestasi gudoudama yang ia buat kembali menangkis serangan peluru Power of Destruction milik Sirzech. Setelah itu, ia pun kembali harus berjuang untuk kembali menghindari serangan sihir dari Azazel serta menghindari tembakan peluru es dan naga es dari Serafall dan Grafia.

Chakra yang ada didalam tubuhnya kini mulai terkuras habis, akibat pengaktifan kembali kekkai yang lebih besar dari sebelumnya, serta jurus jurus yang ia pakai untuk menahan segala serangan dari mereka berempat, membuat dirinya sedikit kelelahan. Dirinya bahkan tak diberi kesempatan untuk membuat beberapa bunshin yang bisa ia perintahkan untuk mengumpulkan senjutsu untuk dirinya. Dirinya hanya memiliki satu bunshin di luar kekkai, namun apakah ia harus menyuruh bunshin itu untuk mengumpulkan senjutsu, mengingat keadaannya kini yang mulai terdesak akibat serangan mereka berempat?

Tidak, tugas bunshin itu hanyalah untuk menjaga kekkai agar tetap stabil dan tidak rusak, karna kalau kekkai itu sampai rusak, maka kehancuran seluruh kota tidak akan terhindari lagi. Kematian banyak nyawa manusia akan terjadi sebagai akibat dari pertarungan ini. Satu satunya cara ialah mengeluarkan kekuatan sesungguhnya dari dirinya. Menggunakan kekuatan Rikudou sebagai jinchuriki Juubi, pasti ia akan mampu mengalahkan mereka dengan mudah, itu pasti. Tapi, masalahnya ada pada kekkai ini yang tak akan mampu untuk menghalangi efek dari serangan mematikan miliknya dalam mode jinchuriki Juubi. Hal ini juga akan berakhir kepada death flag yang ia sebutkan pertama tadi.

Jadi apa yang harus ia lakukan? Menggunakan kekuatan Rinnegan untuk membawa mereka berempat menuju dimensi lain, tentu bukan ide buruk. Dia bisa dengan bebas mengeluarkan seluruh kekuatannya disana, dan menghabisi mereka dengan sekejap. Namun, hal itu butuh waktu sampai chakra yang ada didalam tubuhnya terbentuk kembali. Namun, ia harus mengurungkan niatnya itu kala merasakan sebuah energi sihir yang familiar dengannya diluar kekkai. Sedikit menyunggingkan senyum, ia menatap keatas sambil sedikit berucap

"Kalian sedikit terlambat, nee.."

Kekkai yang menyelimuti lingkungan sekolah itu kini sedikit demi mulai menghilang. Melihat hal ini, Azazel segera menyiapkan serangan yang cukup kuat, dengan memunculkan puluhan lingkaran sihir yang siap menghujani Naruto dengan ratusan tombak cahaya miliknya

"Sirzech, Serafall, Grafia, sepertinya dia sudah kehilangan seluruh energinya setelah bertahan dari semua serangan kita. Inilah saat yang tepat untuk menghabisinya. Kalian, serang dirinya dengan sihir skala besar sekaligus dan musnahkan dia ditempat sekarang juga." Azazel yang tak menyia-nyiakan kesempatan langsung menembakkan ratusan tombak cahaya ke arah Naruto.

"Ya, kau benar Azazel. Dengan ini, dia takkan bisa untuk bertahan lagi setelah menerima seluruh serangan kita." Sirzech juga menyerang dengan Kekuatan Power of Destruction miliknya yang membentuk seekor naga besar dan melesat ke tempat Naruto, diikuti oleh naga es Serafall dan serangan meteor es milik Grafia yang jatuh tepat diatas Naruto.

'whusssh'

'duuuaaarrrrrr'

Ledakan besar segera terjadi, namun bukan itu yang membuat Azazel dkk terkejut. Sebuah api hitam muncul tepat mengelilingi Naruto, dan melindungi dirinya dari serangan mereka. Mereka yang mengetahui teknik itu milik siapa segera menghentikan gempuran serangan mereka. Api hitam itu langsung padam kala serangan itu telah berhenti, lalu muncul 2 buah lingkaran sihir tepat disampingnya Naruto yang mengeluarkan Amaterasu dan Susano'o, juga 2 buah lingkaran sihir yang muncul disamping mereka berempat yang memunculkan Gabriel serta Michael.

"Jadi, kau kembali terlibat masalah lagi ya, Naruto-kun..." Amaterasu, sang Dewi matahari dari aliran Shinto itu berucap dengan senyum cantik yang mengembang diwajahnya. Naruto yang melihat senyum milik Amaterasu, juga membalasnya dengan senyum tampan miliknya yang membuta membuat wajah cantik Amaterasu sedikit memerah.

"Hanya masalah kecil, aku hanya ingin menghilangkan kebosanan ku dengan bermain bersama mereka berempat tadi. Tapi, sepertinya, aku sedikit kelewat batas , ya.."ucapnya sambil memandang sekelilingnya yang hancur berantakan

"Hah, kau sama sekali tak berubah, Naruto-san. Sepertinya kau memang merupakan sumber dari semua masalah, Naruto-san". Kali ini, dewa susano'o juga ikut nimbrung dalam pembicaraan itu.

"Ahh, itu berarti, kau masih mengharapkan sebuah pukulan dari si sumber masalah ini, sama seperti waktu itu.. Bukan begitu, Susano'o-san."

"A-ahh, tidak terimakasih."Ucap dewa Susano'o sambil tersenyum kecut kala dirinya mengingat salah satu ingatan pahit yang pernah disarangkan Naruto padanya.

"Amaterasu-sama, bisakah Andah jelaskan, mengapa anda melindungi pemuda itu. Dia itu adalah manusia berbahaya, yang dapat mengancam dunia ini dimasa depan. Tindakannya dalam menyerang adik dari raja iblis merupakan tindakan yang tak bisa dimaafkan, dan tindakannya yang menunjukkan pedangnya kepada kami harus mendapatkan ganjaran yang setimpal. Jadi, bisakah kau jelaskan tujuanmu, mengapa kau melindunginya, Amaterasu-dono?" Azazel, yang mulanya terkejut akan tindakan dari pimpinan fraksi Shinto itu memulai pembicaraan, tentang alasan dari Sang Dewi matahari itu.

"Ara, sepertinya kau keliru mengenai satu hal didalam pertanyaannya itu, Azazel-dono. Aku bukanlah melindungi dirinya, melainkan melindungi kalian semua dari tindakan bodoh kalian tadi. Bukankah Naruto-kun sudah mengatakan tadi, bahwa dirinya hanyalah bermain dengan kalian? Dia bisa saja membunuh kalian berempat dengan cepat bila ia serius, Azazel-dono." Amaterasu menjawab pertanyaan milik Azazel tadi dengan ekspresi serius yang tercetak diwajahnya.

"Mengenai pertanyaanmu tadi, bukankah hal yang wajar bila seorang rekan melindungi rekan miliknya? Naruto-kun merupakan sahabat bagi Takamagahara, jadi bila kami dalam kesusahan, dia akan datang untuk menolong kami, begitu juga sebaliknya. Yah, walaupun aku tak tau apa yang bisa membuatnya dalam kesusahan."

" Tapi, kurasa itu mustahil, Amaterasu-dono, bahkan dengan serangan kami tadi, dia bahkan sudah terpojok dan terdesak oleh kami. Kau mengatakan bahwa dia bisa membunuh kami dengan mudah, kurasa kau sedikit berlebihan, Amaterasu-dono." Azazel yang masih tak percaya kembali menjawab pernyataan dari Amaterasu. Kepala batu, itulah peryataan yang pantas disematkan pada mereka berempat. Tetap keras kepala dan tak mau mendengarkan perkataan orang lain, walaupun sudah berumur ratusan bahkan ribuan tahun, sifat kekanak-kanakan itu masih juga ada dalam diri mereka berempat. Yah, hal ini mengingatkan dirinya akan sifat keras kepala yang dimiliki para tetua desanya dahulu.

Tekanan udara yang tadinya normal tiba tiba terasa sangat berat dirasakan. Goncangan keras tiba tiba terasa pada kerak bumi yang mengagetkan mereka semua ditempat itu. Keadaan yang berubah secara spontan ini diakibatkan oleh Naruto yang mengaktifkan mode jinchuriki Juubi miliknya, yaitu Mode Rikudou enam jalur dengan kekuatan penuh yang ada dalam tubuhnya. 10 buah bola hitam muncul dibelakang punggungnya. Kulit yang tadinya berwarna putih kecoklatan kini berubah berwarna putih pucat dengan dua tanduk didahinya. Mata yang tadinya berwarna ungu khas Rinnegan kini telah tergantikan oleh Sharrinegan merah dengan 9 Tomoe mengelilingi pupil matanya. Baju yang tadi dipakainya kini telah berubah menjadi jubah Rikudou khas klan Otsutsuki dengan pola Tomoe dipunggungnya. Tongkat pertapa dia pegang tepat ditangan kanannya, berdiri tegak sambil menatap tajam mereka berempat.

"Si-sial, tekanan kekuatan apa ini. Sangat berat dan...Sesak..."

"Kalian terlalu meremehkan ku, makhluk Sialan. Sekarang, Maukah Kalian Mencobanya Sendiri..."

TBC

YOOO, SEMUA. Kembali lagi dengan saya author baru ini.

Kali ini author kembali dengan mengupdate chapter 2 dari fic ini. Saya harap dapat memenuhi ekspektasi kalian semua, yaa

Review dan sarannya harap dimasukkan, demi kemajuan fanfic ini dimasa depan.

Bagi kalian yang ingin mengikuti chapter chapter selanjutnya, silahkan tekan tombol Fav dan Follow yang tersedia dibawahh, terimakasih...

Bagi yang ingin mempertanyakan seputar ff ini, kalian bisa mem-Pm akun ini, bila ada kesempatan, author akan menjawabnya sebaik mungkin

Yah, itu aja. Sekian dari Author baru ini. Salam dan tetap semangat untuk semua...

Author Believe my Sword, Out...