Chapter ini dan sebelumnya saya rewrite, penjelasannya ada di note paling bawah
Pair : Kyumin
Main Cast : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin,
Other Cast : liat dalem cerita
Genre : Romance , Drama, Hurt
Rate : T-M
Summary :Kehadiran Lee Sungmin yang mempengaruhi hidup Kyuhyun beserta masa lalunya. Ia seakan terancam oleh kebencian dan gairahnya sendiri yang seakan menyatu dan berperang melawan segala perbedaan dihidupnya .
.
.
.
Hari pertamanya bekerja tidak membuat kyuhyun merasa gugup, semua berkat pengalaman dan rasa percaya diri, lagipula kemampuannya tidak bisa dikatakan standar.
Office suit rapih telah melekat di tubuhnya, ia langsung bergegas menuju parkiran apartemen dan melajukan mobilnya menuju kantor.
.
.
Kyuhyun sampai di tujuan dengan tepat waktu, ia segera menuju ruangannya. Ia tak memungkiri dirinya merasa asing dengan suasana sekitar, Meskipun faktanya gedung mewah yang bertingkat tinggi ini milik keluarganya, yang suatu saat akan berada di tangannya.
"yeah.. aku memang hanya perlu beradaptasi" pikirnya
Setiba di depan ruangannya, ia langsung memegang kenop pintu. Sekilas ia melihat papan nama kecil yang terlihat elegan bertuliskan 'Manager Cho Kyuhyun' tergantung di sana. Sebelum akhirnya ia benar-benar membukanya.
Kyuhyun sedikit terkejut dengan kehadiran orang lain di dalam ruangannya, meski sama sekali tidak nampak tanda-tanda apapun di wajahnya. Ditatapnya sosok di sebrang sana dengan datar.
"A..-Annyeong Haseyo Bujang-nim," sambut orang yang berdiri disana dengan sopan, tidak lupa membungkukan tubuhnya sebagai tanda hormat,
"Mianhae aku..."
Ada dua sosok manusia disana namun suasana terasa hening seketika, mereka saling memandang seakan mata mereka bisa saling berbicara.
Kyuhyun yang masih bisa mendengar pelannya suara detik jarum jam. Namun berbeda dengan sosok didepannya, karna seketika suara detak jantunngnya terasa lebih keras dibanding suaranya sendiri saat bicara. Otaknya terasa seperti memproses segala yang terjadi, mungkin saking rumitnya sosok itu jadi tidak mampu bagaimana berpikir yang semestinya.
Untungnya adalah semua itu hanya terjadi kurang dari 10 detik ketika kyuhyun langsung memutuskan pandangannya.
"Jika sudah selesai kau boleh keluar" kyuhyun berucap datar seraya menuju mejanya, dan mulai melihat-lihat tatanan berkas dimejanya. Hal itu berhasil membuat sungmin kebingungan, atau bisa dikatakan dia terkejut.
"mwo ? Ah maaf, kurasa aku belum memperkenalkan diri. Perkenalkan saya Sungmin sekretaris baru anda",
kali ini kyuhyun lah yang terdiam, kepalanya beralih memandang sekretaris barunya. Meneliti penampilannya dari bawah hingga atas, keningnya berkerut samar, nyaris tak terlihat dan pandangannya terhenti diwajah sungmin.
Kyuhyun memandangi wajah itu dengan ekspresi yang tidak sungmin mengerti. Satu hal lagi yang mungkin tidak, atau mungkin belum disadari keduanya bahwa Kyuhyun sedari tadi tidak berkedip selama memandang sungmin.
Untuk pertama kalinya sungmin ditatap dengan ekspresi demikian, terlebih oleh orang yang baru dikenalnya. 'ekspresi macam apa yang dia berikan itu ?, apa aku melakukan kesalahan besar ?', begitulah batin sungmin yang menjadi sedikit was-was hingga ia merutuki keadaannya sekarang.
Apa yang kyuhyun lakukan membuat sungmin ingin melarikan diri, Bagaimana tidak, sungmin mendapat pandangan yang kurang bersahabat dari sang atasan, padahal mereka sama-sama baru bekerja. Dangan lupakan pengusiran telak yang kyuhyun lontarkan padanya beberappa detik yang lalu.
"Kau tidak sedang berbohong dengan mengatakan bahwa kau adalah sekretarisku kan ?", rasa heran membuat intonasi kyuhyun terdengar penuh antisipasi,
"tentu saja tidak bujangnim, kau bisa bertanya pada ketua direktur",
"kau pria ?" ,
"ne ?"
Kali ini sungmin tercengang bukan main dan itu tergambar jelas diwajahnya,
"sangat jelas saya seorang pria" ucapan sungmin cukup sopan tapi kyuhyun bisa merasakan nasa kesal dalam suara sungmin.
"Aku hanya tidak menyangka jika sekretarisku seorang pria", sungmin bungkam lagi
"tidak masalah, kupikir biasanya wanita yang lebih diutamakan untuk posisi ini " lanjut kyuhyun.
"ah, ya begitulah" sungmin kehabisan kata.
"Cho Kyuhyun, kau bisa memanggilku Kyuhyun", kyuhyun mengenalkan diri seraya mengambil segelas air putih yang telah disiapkan OB di atas meja kemudian meneguknya sedikit.
"Baiklah, silahkan perkenalkan diri anda"
"Saya Lee sungmin, kau bisa memanggilku Sungmin"
Suara pecahan gelas tiba-tiba terdengar dan kembali mengejutkan sungmin, suara terserbut berasal dari kyuhyun, sungmin langsung menghampiri ke sumber suara.
"aigoo bujangnim apa anda baik-baik saja ? Ah, Sebaiknya anda menjauh nanti bisa terkena pecahan kaca, aku akan segera meminta OB untuk membereskan semuanya"
Kyuhyun tetap tak bergeming, dirinya shock dan hanya mampu memandang lantai yang dipenuhi pecahan gelas dengan tatapan kosong.
Kakinya terasa lemas sampai pekikkan sungmin terdengar ketika lututnya menyentuh lantai dengan tangan menopang pada pinggiran meja,
"Bujangmin!" sungmin kaget namun kyuhyun masih terdiam.
Sungmin merasa ragu, tapi disaat yang bersamaan ia juga yakin tidak salah lihat bahwa mata kyuhyun berkaca-kaca. Kekhawatirannya perlahan hinggap. Merasa tak mendapat jawaban, sungmin reflek menyentuhkan tangannya ke pergelangan tangan kyuhyun,
"Bujangnim apa kau baik-baik sa- Aww... "
"Menyingkir dariku" kyuhyun berujar dingin, menyentak sentuhan sungmin kasar.
"Mmianhae, maaf aku tidak bermaksud untuk.."
"Bisakah kau keluar Lee Sugmin ?" Ucapan sungmin terpotong perintah kyuhyun
"tinggalkan aku sendiri"
Sungmin melongo dan menghela napasnya 'kali ini apa lagi ya tuhan' gumamnya sedih.
.
.
.
.
.
"berhenti lah cho, kau sudah banyak minum"
"ya ! kenapa kau jadi banyak bicara donghae-ah, kita perlu bersenang-senang",
pemuda yang dipanggil donghae menatapnya gusar. Seketika ia merasa menyesal menerima ajakan kyuhyun untuk pergi ke tempat yang saat ini mereka duduki. Ekspetasinya untuk bersenang-senang di Club malam malah menjadi pengasuh kyuhyun yang mabuk.
"apanya yang bersenang-senang kalau kau mabuk ? sekalinya kembali ke seoul kau malah menyusahkanku"
"sudah kubilang kau hanya perlu bersenang-senang brengsek, lihatlah disana banyak gadis sexy" kyuhyun tertawa samar sambil meneguk gelas minumn beralkohol di tangannya
"lalu membiarkanmu mabuk berat dan melakukan hal yang tidak-tidak ? aku tidak ingin terlibat masalah"
kyuhyun hanya menyunggingkan senyum meremehkan, fikirannya sedang kacau, matanya setengah terbuka, suaranya parau kadang berteriak, ia mabuk.
"sepertinya tuhan sedang berada dipihakku, bukan. hahaha ini sangat gila !"
"ya.. ya…. Sejak kapan seisi dunia tidak berada di pihakmu cho kyuhyun? " donghae menanggapi asal tanpa memandang kyuhyun.
"aku tau orang itu sangat licik, membunuhnya bahkan terlalu mudah untukku, dia harus tau seperti apa dipermainkan hidup, ini akan sangat menyenangkan", rasa penasaran donghae sedikit terpancing
"kalau tidak salh kau baru satu hari bekerja, kekacauan apa yang sudah kau lakukan disana huh ?"
"yang ku lakukan ?. apa kau bilang barusan aku yang melakukannya?" kyuhyun memandang donghae sambil menunjuk dirinya sendiri.
"bukan aku. Tapi dia. Dia yang melakukannya lebih dulu Lee Donghae ! dia yang mengacaukan semuanya, dia pasti menggunakan wajah dan tubuhnya untuk menggoda semua orang", donghae berusaha untuk tidak ikut campur, kyuhyun hanya sedang mabuk, mungkin ia sudah lama tidak ditemani gadis, pikir donghae.
"Cukup. kau benar – benar mabuk. Aku akan mengantarmu pulang brengsek" kali ini donghae akan membawa kyuhyun pulang, selagi kyuhyun belum benar-benar pingsan dan makin menyusahkan .
.
Kyuhyun bangun dari tidur, perlahan ia membuka mata dan mendudukkan tubuhnya, ia memandang sekeliling, yang merupakan kamar apartemennya. Kyuhyun langsung mengambil ponselnya dan membuka pola kunci tersebut.
From Donghae :
Kau mabuk berat, aku mengantarmu sebelum kau makin menyusahkan lagi. Berhentilah bermain-main.
Kyuhyun hanya menyeringgai kecil mambaca pesan darii sahabatnya "aku tidak mabuk berat, dan tidak pernah bermain-main, sepertinya kau salah donghae" ucapnya masih memandang lyar ponselnya.
.
.
.
.
.
.
Sungmin duduk lesehan di depan meja makan kayunya, ia melakukan sarapan bersama sang adik, menyuap makan dengan pandangan kosong dan pergerakan yang lamban, wajahnya tampak tidak seperti biasa, tidak ada senyum ceria disana.
"hyung", panggil sungjin pelan,
"Hyung !" merasa tidak ada jawaban sungjin membesarkan suaranya,
"aish.. Haruskah kau berteriak"
"Kau tidak menjawabku" sungmin diam lagi,
"Kau ini kenapa hyung? apa kimbabnya tidak enak?", sungjin menatap sungmin dan kimbabnya bergantian.
"Anio… Kimbabnya enak, sudah lama aku tidak makan kimbab" sungmin menggeleng tidak setuju
"lalu ada apa dengan wajahmu itu ? kemarin kau bersemangat sekali",
"tidak apa-apa sungjin-ah, aku hanya kelelahan sedikit",
"sepertinya kau terlalu banyak bekerja, seharusnya kau juga istirahat yang cukup. Nanti kau bisa sakit hyung, usia mu kan sudah tidak muda lagi"
"hey ! maksudmu aku sudah sangat tua ? orang-orang bahkan mengira kita seumuran sungjin-ah",
"tapi kenyataanya kau memang sudah tua hyung, mereka seharusnya memanggilmu 'Ahjushi' hahahaha",
tidak niat menjawab, sungmin hanya diam mempoutkan bibirnya, sesuatu pasti mengganggu pikirannya.
Tawa lepas sungjin perlahan melemah dan terdiam, wajahnya berubah canggung.
"Ya aku mengakui kalau kau memang terlihat seperti masih berusia 25 tahun, hmm..bahkan kupikir lebih muda lagi." Ucapan sungjin membuat sungmin tersadar dari lamunannya
"Aku juga heran mengapa bisa begitu, wajah dan tingkah lakumu itu sangat cute, untuk pria berumur 32 tahun pikiranmu juga sangatpolos hyung. kau ini curang sekali" lanjut sungjin namun sungmin hanya diam tanpa menanggapi
"sepertinya kau benar-benar sedang dalam keadaan yang buruk, kau bahkan masih diam sedangkan aku sudah berpidato panjang lebar ya tuhan" sungjin berujar frustasi
"jadi kau mengataknnya hanya untuk menghiburku, kau jahat sekali" raut wajah sungmin seperti anak kecil yang tidak diajak bermain bersama temannya,
"tidaaak, kalau yang itu aku memang serius hyung. kau memang terlihat tidak menua"
.
(Sungmin POV)
Sungjin kembali memujiku, lebih tepatnya berkata terus terang. Orang-orang menyangka aku membual saat menyebutkan usiaku 32 tahun, Tapi aku tidak melakukannya, umurku memang 32 tahun, aku pikir mungkin saja karena aku belum menikah, jadi terlihat lebih muda. Bukankah usiaku seharusnya memang sudah menikah, bahkan menjadi ayah.
Seperti rutinitas yang seharusnya, hari ini aku pergi bekerja. Entahlah, rasanya sangat berbeda, setelah kejadian kemarin, aku menjadi sangat gugup, antusiasku berkurang drastis, aku jadi kepikiran bagaimana akan bekerja dan melewati hari-hariku ?.
Mengingat kyuhyun bujangnim yang terlihat sangat marah dan sinis membuat perasaanku campur aduk. Seakan-akan aku telah membuat kesalahan fatal yang menghancurkan hidupnya, tapi apakah separah itu ?, saat itu aku memasuki ruangan hanya untuk memeriksa kedatanganya, apa yang salah dengan hal itu ? dia bahkan mengusirku dengan tatapan dingin dan menusuk. Aku jadi tidak bisa tidue nyenyak memikirkan hal yang tidak seharusnya menjadi bebanku.
Aku mengakui jika jantungku berdebar sangat keras saat pertama kali melihatnya, semoga dia tidak mendegarnya. Yang saat itu terlintas dalam pikiranku adalah 'dia benar-benar tampan', tapi tatapan matanya sangat tajam dan aku langsung menjadi gugup.
Lee sungmin kau bodoh sekali, apa yang kau pikirkan bodoh ! ayolah jangan seperti ini.
Dia bejalan melewatiku begitu saja, bahkan mengusirku sebelum aku memperkenalkan diri !, apa mungkin dia berpikir aku ini Office Boy ?. Hal yang semakin membuatku aneh saat dia tiba-tiba memecahkan gelas, aku reflek menyentuhnya tapi ia menepisku kasar dan terlihat marah. Tapi matanya juga terlihat berkaca-kaca, lalu dia mengusirku lagi. Kyuhyun ternyata berbakat untuk mengusir seseorang. Aku benar-benar tidak mengerti, rasanya ingin menangis saat itu juga. Jadi sebenarnya ada apa ? apa yang salah denganku ?
.
Aku tiba di kantor dan segera duduk di meja kerjaku, aku menyalahkan komputer untuk mulai mengecek data yang harus diinput.
Dan lihatlah, kyuhyun tiba-tiba datang saat akan memulai pekerjaan, ia terlihat akan segera memasuki ruangannya,
"Selamat pagi bujangnim",bersikap sopan adalah yang masih bisa ku lakukan.
"Pagi" dia menjawab singkat, apa aku harus lega ? setidaknya dia tidak mengusirku, lagi. Ya aku patut merasa lega.
"Sungmin-ssi", oh..apa ini ? apa aku salah lagi ? kyuhyun memanggilku sebelum membuka pintu ruangannya, apa dia baru sadar tentang keberadaanku dan akan mengusirku, lagi ?
"ne bujangnim",
"bisakah kau keruangan ku setelah ini" perintahnya,
'tidak mauuuuuu', andai saja aku bisa berkata demikian pasti sudah kulakukan.
"baik bujangnim, saya akan segera kesana", aku benar-benar menahan napas dan berdoa dalam hati.
.
.
aku telah berada di ruangannya,
"permisi bujangnim, apa ada yang bisa saya lakukan" aku bertanya sesopan mungkin.
"silahkan duduk sungmin-ssi"
aku duduk dan berhadapan dengannya, dia terus menatapku. Apa memang seperti ini caranya menatap seseorang ?
"tentang kejadian kemarin…" dia mulai mengungkitnya, tamatlah sudah.
"aku mohon maafkan aku,aku akan bekerja lebih baik lagi, " sebelum terlambat lebih baik aku benar-benar mengatakannya lebih dulu, aku membukuk sopan sebagai permintaan maaf.
"kau memang harus melakukannya, bekerja keras lah" ku angkat kepalaku dan menatapnya,
"kemarin aku hanya terlalu gugup dan.." aku terhenti untuk mencerna
"ne ? bujangnim, kau, tidak akan, memecatku, kan ?" aku bertanya hati-hati",
"kau berharap aku memecatmu ?"
"anii… " aku menggelengkan kepala,
"lalu mengapa kau berkata seperti itu ?"
"itu… karna.. itu, a..aku.. aku hanya gugup"
"jadi aku membuatmu gugup, begitukah sungmin-ssi ?" tunggu, apa barusan aku melihatnya menyeringgai,
"bukan begitu, itu hari pertama aku bekerja sebagi sekretaris pribadi, aku gugup karna itu, iyaa jabatan baruku".
"ku pikir gugup karna melihat ku" apa maksud perkataanya ? dia tidak sedang menggodaku kan ?
"aku minta maaf tentang kejadian kemarin, tiba-tiba aku merasa dalam kondisi yang buruk, dan memang sangat buruk" dia meminta maaf padaku? tapi mengapa dia memandangku seperti itu ?
"ah gwenchana… aku juga minta maaf ne bujangnim"
"maukah kau pergi makan malam denganku, sebagai permintaan maaf. aku juga ingin membahas mengenai pekerjaan untuk kedepan. Ku harap kau mau menerima ajakanku"
Aku tidak salah dengarkan kan ? semoga saja tidak. Aigooooo dia mengajakku makan malam? mengapa aku merasa senang, inikan untuk urusan pekerjaan. aku malah semakin gugup, bagaimana keadaan jantungku sekarang ?
"Akan saya usahakan bujangnim" aku menjawab setelah berpikir sebentar,
"Sungmin-ssi satu hal yang harus kau tau. Aku tidak menyukai penolakan, berikan alamat rumahmu, aku akan menjemputmu",
"Maaf saya tidak bermaksud menolak, tapi, apa tidak apa-apa jika anda menjemput saya ?",
"aku tidak akan menanyakannya jika aku keberatan",
"Baiklah, saya akan mengirimkan alamatnya, terima kasih bujangnim",
aku tidak bisa menahan senyum diwajahku, aku berterima kasih dan membungkuk.
Saat kutegakkan kembali tubuhku, aku tak sengaja melihatnya tengah memandangku lagi, mengapa aku selalu merasa gugup tiap kali dia memandangiku.
"sampai jumpa besok malam. Kau bisa kembali bekerja sungmin-ssi"
(sungmin POV End)
.
.
.
.
.
Setelah jam kerja selesai kyuhyun langsung pergi meninggalkan kantor. Ia berjalan menuju parkiran dan segera melajukan mobilnya. Tidak lupa dengan paperbag berisikak hadiah yang telah kyuhyun siapkan untuk orang yang ia sayang.
Hampir 1 jam perjalanan, kyuhyun tiba di depan gerbang sebuah rumah besar, ia bunyikan klakson sebagai permintaan dibukanya pintu gerbang tersebut. setelah terbuka ia masuk dan berhenti sejenak untuk bicara dengan sang penjaga rumah.
"park ahjushi, apa eomma ada dirumah?" kyuhyun bertanya lewat jendela mobil yang ia buka,
"tuan muda, anda telah kembali. Kebetulan nyonya ada di rumah" pria yang di panggil park ahjushi terkejut melihat keberadaan kyuhyun, ia tetap menjawab dengan sopan,
"terima kasih ahjushi" kyuhyun segera pergi untuk memarkirkan mobilnya.
.
.
Tiba di depan pintu rumah, kyuhyun tidak langsung masuk kedalam, ia berhenti sejenak memandangi pintu.
Ini rumahnya, 16 tahun yang lalu, saat usianya masih 8 tahun. Seketika ingatannya muncul kembali seperti kilsan berurut yang menunjukkan ingatan-ingatan pahit.
Bagaimana sebagian dari hidupnya hilang dalam semalam. Pertengkaran orang tuanya yang ia saksikan sendiri telah mengubah pola pikirnya untuk tidak akan menjalin hubungan yang serius, sebuah ikatan dalam bentuk apapun bukanlah sesuatu yang tepat, bahkan terbilang buruk.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan, mengusir ingatan yang barusan muncul,
"tidak akan kubiarkan hal itu terulang. Bagaimanapun kau harus membayarnya, apapun itu" kyuhyun berucap sebelum menekan bell rumahnya.
Dirasa belum ada yang membuka pintu kyuhyun menekan bellnya lagi, "Sebentaaar" kyuhyun mendengar suara seseorang dari dalam sana.
Tidak lama pintu itu terbuka, menampilkan seseorang wanita dengan seragam maidnya.
"Aigooo Tu-" Wanita itu langsung menutup mulutnya sendiri untuk menghentikan teriakannya saat kyuhyun meletakan jari telunjuk di depan bibirnya, mengisyaratkan wanita untuk diam.
"Tuan muda, apa kau kembali tanpa memberi kabar ?, nyonya pasti tidak tau soal ini kan?", pelayannya itu bertanya dengan mengecilkan suaranya.
"Tentu saja, aku ingin memberi kejutan. Dimana eomma sekarang ?",
"Nyonya ada didalam tuan, sepertinya ia sedang menonton TV"
Kyuhyun melangkah masuk, ia meletakan paperbag yang dibawanya di meja.
Benar bahwa ibunya sedang menonton tv, kyuhyun mengambil ponsel, menghubungi ibunya yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Wanita itu langsung mengangkat ponselnya saat dering itu berbunyi,
"Kyuhyun-ah ! kenapa kau baru menghubungi eomma sayang ? kemarin-kemarin kau bahkan tidak mengangkat telfon eomma. Apa kau baik-baik saja ? apa kau tidak merindukan eomma huh?" sang ibu langsung menghujaninya dengan pertanyaan sebagai buah kekhawatirannya,
"mianhae eomma. Tentu saja aku merindukanmu, apa kau juga rindu padaku ?" kyuhyun menahan tawanya,
"kau ini masih bertanya ? eomma tidak akan menanyakan apa-apa jika eomma tidak merindukanmu !",
"kalau begitu jemput aku",
"mwo ? dimana ? Amerika? Atau jangn-jangan kau sudah di Incheon ?",
"Anii…."
"lalu ?",
"Di belakangmu",
"apa maksud.." sang ibu menggantungkan kalimatnya, ia segera berdiri dan membalikan tubuhnya.
Wajahnya berubah terkejut melihat anaknya yang berdiri tidak jauh dari dirinya sedang tersenyum dan merentangkan kedua tangannya menunggu sebuah pelukan
"surprise"
Dengan sedikit berlari wanita cantik itu menghampiri kyuhyun dan segera memeluknya erat, air mata bahagia mengalir dari matanya.
"anak nakal ! sejak kapan kau ada disini",
"halo Nyonya Yoon Eunhye, bagaimana kabarmu ?",
"Ya ! kau masih kurang ajar tuan Cho Kyuhyun" wanita bernama eunhye yang merupakan ibunya langsung melepas pelukannya,
"aku hanya bercanda eomma. Kau bilang kau merindukanku,tapi masih saja memarahiku",
"Eomma kan juga rindu memarahimu kyu" eunhye tertawa sambil mengacak-ngacak rambut anaknya,
"kau benar-benar terlihat dewasa sekarang, Apa sebentar lagi eomma akan punya menantu ?",
"ah menantu ? apa kau sangat membutuhkannya ? sepertinya aku hanya akan membahagiakanmu eomma",
"benarkaah ? kupikir anak ini sudah melupakanku"
"apa yang kau bicarakan eomma. Mana mungkin aku melupakanmu. Melupakan keluarga kita" ucapan kyuhyun membuat eunhye terdiam, begitu pula dengan kyuhyun, untuk beberapa detik mereka saling terdiam.
"apa kau sudah makan malam ?" eunhye bertanya memecah hening
"belum eomma, aku tidak lapar"
"andwae, kau harus makan kyu, kau mau makan apa ? akan eomma buatkan"
Tiba tiba kyuhyun memeluknya dari belakang, menghentikan langkah Eunhye yang hendak menuju dapur.
"eomma aku berjanji akan membuatmu selalu tersenyum, aku akan melakukan apapun bahkan jika harus menyingkirkan orang yang berani membuat eomma sedih" Eunhye membalikan badan melepas pelukan kyuhyun, meletakan satu tangannya di pipi kyuhyun,
"kyuhyun-ah kau tidak perlu melakukan apapun, tetaplah menjadi anak eomma yang baik karna itu sudah menjadi kebahagiaan untuk eomma. Semua sudah berlalu sayang, jangan biarkan hal itu terus membayangimu, maafkan eomma kyu".
"tidak eomma, tidak ada yang perlu dimaafkan, ini bukan salahmu".
"ngomong-ngomong jam berapa kau tiba di seoul ?" eunhye mengalihkan pembicaraan sambil melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti.
"sudah lebih dari 1 minggu aku di Seoul eomma"
"mwooooo ?" eunhye berbalik dengan pisau yang ada dalam genggamannya,
"eomma jangan bunuh aku"
"sudah lebih dari 1 minggu dan kau baru datang ke rumah ? seharusnya eomma tadi mengusirmu saja",
"sengaja, aku hanya ingin memberi kejutan",
"apa menyiapkan kejutan memakan waktu hingga 1 minggu, lalu selama ini kau tinggal dimana ?",
"aku sempat menginap dirumah samchon, sekarang aku tinggal di apartment",
"jadi samchon sudah tau lebih dulu, dan kau lebih memilih apartment dibanding rumahmu ?" eunhye meninggikan suaranya,
"aishh… eomma aku mempersiapkan pekerjaanku. Sekarang aku bekerja di perusahaan keluarga Cho, dan aku memilih tinggal di Apartment karena jaraknya lebih dekat, jadi tidak memakan waktu",
"kau baru datang dan akan pergi lagi, kau ini benar-benar",
"aku akan sering menginap disini, dulu eomma juga sering meninggalkan ku untuk syuting drama, eomma dan appa selalu sibuk" eunhye terdiam lagi, meski ia tau anaknya tengah becanda,
"bagaimana dengan pekerjaanmu disana ?" kali ini kyuhyun yang terdiam dengan pertanyaan sang ibu, namun ia hanya mengeluarkan senyuman yang sulit di artikan.
"sangat menarik, kurasa akan semakin menyenangkan, hidup memang penuh kejutan".
.
.
.
.
Sudah hampir satu jam Lee sungmin mematut diri di depan cermin, beberapa kali dia merapikan penampilannya agar terlihat sempurna. Celana bahan semi jeans berwarna krem dan kemeja biru muda dengan outer sweater putih sebagai penghangat cuaca malam yang cukup dingin. Ia benar-benar siap untuk berangkat bersama manager barunya.
From : Kyuhyun Manager
Aku sudah di depan gang rumahmu, bisakah kau keluar. Maaf sepertinya mobilku tidak cukup untuk melewatinya. Aku juga tidak tau rumahmu yang mana.
Orang yang baru saja ia pikirkan tiba-tiba mengirimkan pesan.
Sungmin memang tinggal dirumah yang sangat sederhana, jalan menuju rumahnya terdapat banyak gang, untuk sampai ke rumahnya harus melewati gang yang tidak begitu besar, sangat sempit untuk kendaraan beroda 4 .
From : Lee Sungmin
Saya akan segera kesana bujangnim
Pesan tersebut telah masuk ke ponsel kyuhyun. Sungmin segera pergi ,
"Sungjin-ah jangan mengunci pintu, sepertinya aku akan pulang malam" pamit sungmin.
"aku ingin makan malam dengan managerku"
"waw, tidak kusangka kau benar-benar menggodanya hyung".
"kau ini sembarangan sekali, kau kan tidak tau apa-apa" tak ingin menambah perbincangan sungmin segera meninggalkan rumah.
sesampainya di luar gang, ia langsung melihat kyuhyun di dalam mobil.
"masuklah" sungmin segera masuk ke dalam mobil,
"apa kau sudah lama menunggu bujangnim ?" sungmin bertanya setelah kyuhyun mulai menjalankan mobilnya,
"tidak juga. Oh ya apa keluargamu tau kau pergi ?", sungmin tersenyum heran, pertanyaan kyuhyun seperti sedang mengajak gadis remaja yang akan berkencan,
"aku hanya tinggal berdua dengan adikku. Aku sudah mengatakan padanya",
"kalian tidak tinggal bersama orang tua ?",
"orang tua kami sudah lama meninggal",
"mianhae, aku tidak bermaksud",
"tidak apa-apa bujangnim, itu bukan hal harus dimaafkan" sungmin tersenyum mengerti
Sungmin terus melihat keluar jendela, seolah ada sesuatu yang menarik disana.
Sejenak kyuhyun mengamati sungmin dengan lekat, ia baru sadar jika pakaian sungmin sangat tertutup. Sungmin duduk tenang dengan kakinya yang disilangkan dan itu membuat sungmin terlihat sedikit anggun dimata kyuhyun.
Pandangan kyuhyun beralih ke wajah dan tubuh sungmin, kemudian terhenti di paha sungmin. Kyuhyun langsung mengembalikan pandangannya kejalan, ia memang seharusnya fokus menyetir dengan benar, bukan waktunya memikirkan bentuk tubuh sungmin.
Kyuhyun langsung mendengus kecil, sedikit tidak terima dengan apa yang telah ia lakukan sendiri.
.
.
Setibanya di restoran , mereka duduk di area outdor yang tidak begitu ramai, dan segera menikmati makan malamnya hingga habis lalu memulai obrolan dengan di temani soju.
Kyuhyun mengambil sebatang rokok dan pematik untuk dinyalahkan, ia menghisapnya dan membuang asap dari mulutnya dengan mata yang tak lepas dari sungmin.
Begitu pula sungmin yang hanya diam seakan pasrah dipandangi kyuhyun. Ada raut takjub dari wajahnya saat memandang pergerakan kyuhyun.
Sungmin tidak mengerti, mengapa dimatanya apa yang tengah kyuhyun lakukan terlihat menawan. Bukankah Kyuhyun hanya sedang merokok ?
"kau ingin menghisapnya juga ?" suara kyuhyun membuyarkan lamunan sungmin, ia mengerjap mengembalikan kesadarannya
"ani bujangnim , aku tidak merokok" sungmin tersenyum canggung,
"sungmin bisakah kau memanggilku kyuhyun jika sedang diluar, sebenarnya aku tidak suka terlalu formal",
"baiklah kyuhyun-ssi",
"tidak perlu ada tambahan lagi setelah menyebut namaku. Lupakan soal jabatan kita diluar perusahaan, Cobalah untuk rileks saat kau sedang berdua denganku" ucapan kyuhyun seakan mempengaruhinya, mungkin sungmin tidak sadar bahwa kyuhyun mencoba memikatnya.
"Ne Kyuhyun".
"begitu terdengar lebih baik. Oh ya ada yang ingin aku tanyakan?",
"apa itu ?",
"berapa umur mu sebenarnya ?" alis sungmin terngkat mendengarnya,
"bukankah kau punya data profilku? hmm umurku 32 tahun"
"aku sudah melihatnya, aku hanya ingin memastikannya langsung ?"
"Mana mungkin aku memanipulasi identitasku" jawaban sungmin membuat kyuhyun bungkam sesaat. Rasanya seperti ditenggelamkan dengan paksa, terkejut sekaligus sesak. Kyuhyun menarik napas kuat, untunglah dia hebat soal mengendalikan diri.
"sudah berapa lama kau bekerja di perusahaan ini" kyuhyun bertanya sambil menghisap rokoknya kembali .
"sudah lebih dari 13 tahun. Aku direkrut perushaan melalui prestasi sekolah, berawal dari karyawan biasa hingga bisa seperti sekarang",
"cukup keren, 13 tahun bukanklah waktu yang sebentar. Dan." kyuhyun menggantung kalimatnya, ia mengubah posisi duduk menjadi sedikit mencondong ke arah sungmin, serta menumpukan tangannya di atas meja.
"wajahmu benar-benar menipu" kyuhyun menelisik, dan menyeringgai dengan berani
"apa ada yang salah dengan wajah ku?" sungmin bertanya dengan mengerjap polos,
"kau sungguh tidak seperti pria berumur 32 tahun Lee Sungmin. Kita bahkan tampak seumuran, tidak, bahkan kau terlihat lebih muda dariku. Bagaimana bisa ? ",
"berapa umurmu kyuhyun-ah ?",
"24. kenapa ? Apa aku harus memanggilmu 'sungmin hyung' "
"tidak perlu kyuuu.., kau saja tidak mau ku panggil bujangnim" sungmin tertawa renyah dan beraegyo tanpa sadar,
"kau bilang apa ?" kyuhyun bertanya menajamkan telinganya,
"apa?"
"tadi, kau barusan bilang apa?",
"kau tidak mau kupanggil bujangnim ?" sungmin mengulang ucapannya untuk memastikan, .
"sebelumnya. Kau memanggilku apa ?",
"kyuu..?" suara sungmin saat memanggil nama kyuhyun terdengar sangat halus, ia berhasil menyulut kesadaran kyuhyun secara seksual. Jelas sungmin tidak sadar melakukannya, semua berdasarkan nalurinya.
"ah maaf, itu.. aku hanya tidak sengaja"
"Itu terdengar manis" semburat merah menghiasi pipi sungmin, rasa gugupnya yang makin bertambah.
Kyuhyun dapat membacanya. Kegugupan sungmin, dan rona merah tampak samar di wajahnya bisa kyuhyun lihat walau di malam hari,
Meski kyuhyun merasa sedikit tidak yakin.
Bagaimanapun ini pertama kalinya ia melihat seseorang yang merona, belum pernah di Amerika kyuhyun temui seorang gadis seperti itu, apalagi seorang pria. Dan orang di depannya adalah seorang pria berumur 32 tahun.
Satu hal yang dapat kyuhyun yakini adalah ia mengatakannya dengan spontan, kata-kata yang dilontarkan tanpa terencana.
"mengapa kau langsung menerima tawaran untuk bekerja di perusahaan?", kyuhyun kembali bertanya untuk mengalihkan, sambil menuang soju kedalam gelasnya .
"sejak appa meninggal, keadaanku semakin sulit, aku butuh uang untuk tetap bertahan hidup dan membiayai sekolah adikku sungjin, jadi aku bekerja paruh waktu. Setelah lulus , aku membutuhkan pekerjaan tetap. dan langsung menerima perekrutan dari sekolah agar bisa meneruskan kehidupan kami."
Kyuhyun terdiam dengan wajah datar saat mendengar cerita sungmin, meneguk sojunya seperti tidak peduli apa yang dikatakan sungmin.
"kapan eomma mu meninggal ?",
"16 tahun lalu, aku masih di tingkat 2 sekolah akhir" sungmin tidak bisa menutupi raut sedihnya,
Begitupun kyuhyun yang bungkam, dadanya kembali sesak saat telinganya mendengar penuturan sungmin. Ia melampiaskan emosinya dengan menuang soju dan meneguknya langsung hingga habis. Kyuhyun tidak bisa menunjukan apa-apa disini, bahkan meskipun ia sangat ingin.
"kyuhyun-ah jangan terlalu banyak meminumnya, kau bisa mabuk",
"aku bukan orang yang mudah mabuk" Kyuhyun malah menuangkan soju ke gelas sungmin,
"ayo temani aku minum, kau bahkan belum meminumnya kan" Sungmin mengambil gelas untuk bersulang.
Mereka meneguk soju dengan saling berpandangan. Rasa egois telah memenuhi diri mereka untuk sekedar memutuskan tatapan mata masing-masing. Kyuhyun yang menatap dengan penuh pemikiran, dan sungmin yang menatap dengan penuh perasaan.
Suasana membuat mereka lupa, sudah 3 botol yang mereka habiskan. Tidak ada hal yang benar-benar serius untuk di perbincangkan, niatan untuk membicarakan pekerjaan telah menjadi omong kosong belaka, salah satu dari telah mereka benar-benar mabuk.
"ayo minum lagi" kyuhyun masih memiliki kesadaran, bahkan sangat sadar.
"Ayoo bersulang. Tapiii,,aku sudah ngantuk kyuhyun-ah" meski pandangan sungmin mulai mengabur ia masih berusaha mengangkat gelasnya.
"sepertinya kau sudah mabuk"
"tidak, jangan bilang begitu, aku harus pulang.. aigoo kepalaku, tolong pegangi aku kyuhyun" sungmin mabuk. Ia tidak menyadari apa yang telah dan akan ia katakan, sungmin bahkan masih menuang kembali soju ke dalam gelasnya.
"sialan kau tidak bisa seperti ini sungmin" Kyuhyun berani mengumpat karna ia sangat yakin sungmin telah mabuk. dengan reflek kyuhyun bergerak kesamping sungmin sebelum tubuh itu terjatuh, ia langsung merampas gelas yang sungmin pegang.
"jangan kyuhyun, aku masih ingin" sungmin mengulurkan tangannya mencoba menggapai gelas dari tangan kyuhyun dengan setengah sadar. Badannya lemas dan hampir terjatuh jika kyuhyun tidak segera menahannya dengan kuat.
"mengapa wajah tampanmu jadi buram begitu". Meski cukup terkejut kyuhyun hanya diam membalas tatapan sungmin padanya.
"aku tidak akan membiarkanmu mabuk jika tahu kau seperti ini. Setidaknya jangan sekarang sungmin",
"hoekk…." Sungmin menahan sesuatu yang ingin keluar dari mulutnya,
"damn it."
.
.
Sungmin berada didalam mobil kyuhyun bersama pemiliknya, matanya sudah terpejam pertanda ia telah berada di alam mimpinya.
Kyuhyun segera melajukan mobilnya dan memutuskan untuk membawa sungmin ke Apartment karena ia tak tau dimana letak rumah sungmin.
Sepanjang jalan kyuhyun teringat perbincangan yang mereka lakukan beberapa saat lalu. Apa yang telah sungmin katakan, bagaimana gesturnya tiap kali berbicara. mengingatknya membuat kyuhyun menancapkan pedal gas nya lebih dalam, mempercepat laju mobilnya.
Mereka telah sampai, sebelumm turun kyuhyun menatap Sungmin yang terlelap di sampingnya.
"kau benar-benar harus membayar semuanya" ujar kyuhyun sebelum mengeluarkan sungmin dari mobil menuju kamar, kyuhyun membopongnya, meletakan sebelah tangan sungmin di puntaknya.
"untuk ukuran pria kau cukup ringan".
.
.
Setelah susah paya membawa sungmin, akhirnya merek tiba di kamar apartemen kyuhyun. Ia segera merebahkan tubuh sungmin di ranjang.
kyuhyun segera melepaskan coat yang dipakainya dan membuka satu kancing teratas kemeja nya. Ia memandangi sungmin yang tengah terbaring.
"kau benar-benar berada di hadapanku. Saat ini juga aku bisa memusnahkanmu dengan tanganku. Tapi itu terlalu mudah untukku, ah tidak, Itu terlalu mudah untuk kita."
"kalau kau langsung mati semua tidak akan ada artinya lagi. Tidak cukup Lee Sungmin, kau sangat berbahaya, dan sadarlah akan hal itu" ,
Detik berikutnya kyuhyun dikejutkan dengan kemunculan wajah sungmin yang tersenyum dengan semburat merahnya, kyuhyun langsung menahan napas dan mengeluarkannya perlahan. Entah kenapa tubuhnya menjadi lelah. Bukan tidak wajar, ia juga bukan orang dengan emosional yang stabil, emosinya terbilang buruk, tapi ia tipikal orang yang memendam dan pandai mengendalikan diri, karena baginya masih banyak pelarian yang bisa ia lakukan. Tapi tidak untuk saat ini. Ia tidak yakin kemana harus melampiaskannya.
Setelah beberapa detik termenung, kyuhyun reflek mendekati sungmin dan mencengkram wajah terlelap itu dengan satu tangannya
"Jangan bermain-main denganku, atau aku yang akan mempermainkanmu, karna aku tidak seperti appa. Kau harus tau itu Bitch !"
TBC
Lanjut / Tidak ?
NOTE :
Ada salah satu readers ada yang pm saya buat nanyain kelanjutan ff abal ini, dan saya cukup terkejut, karna saya pikir udah gak ada yang minat, ngeliat angka angka reviews dan views yang jomplang abis :') sedih sebenernya tapi yaudah lah ya gapapa...
Jadi intinya saya galau, bingung mau lanjutin ff ini apa engga, chapter ini sudah saya re-write karna yang kemaren nulisnya gak pake perkiraan, main ketik aja yang ada di pikiran jadi bahasanya kurang pas gituu, dan yang lainnya juga akan saya rewrite 'kalo' masih berminat, semua tergantung respon readers mau di lanjut ap engga niiich ? karna aku menulis juga untuk kalian para joyers yang masih bertahan atau mungkin yang sekedar ingin baca ya monggo... karna apapun yang terjadi sampe detik ini, saya yakin kalau kyumin is real, entah gimana bentuk hubungan mereka sekarang, sulit dijelaskan deh.
saya tunggu jawaban readers, tengkyuu
