文豪ストレイドッグス-punya mz asagiri dan mz harukawa, saya minjem chara ya
Warn seperti yang kemarin, kalo lucu ketawa, kalo nggak ya ketawain aja :").
Happy reading /o\
[6]
"Chuuya, kira-kira siapa ya pengawas hari ini?." Dazai bertanya dengan senyum inosen.
Sumpah, Chuuya gak pernah denger sejarah pertanyaan tentang siapa pengawas hari ini pas UNBK.
"Ngapain nanya gituan? Nggak penting."
"Ih, jahat..." Dazai manyun, "Katanya hari ini yang ngawas sepupuku, makanya aku nanya."
serah lu deh, sepupu siapa nanya ke siapa.
"UWOOOOHHHH! ITU, LIAT ITU PENGAWASNYAA!."
"KYAAA GANTENG MAKSIMALL!."
"MIRIP YANG ADA DI ANIME!."
"Tampangnya suami idaman tuh, ganteng ganteng kalem."
Teriakan itu berasal dari bagian aula yang diisi oleh santri perempuan, mereka ulangan di aula yang sama, cuma dibatasi oleh tirai saja.
Sontak Dazai dan Chuuya langsung noleh ke depan.
"Huwoo!, bener kan, sepupuku yang ngawas!," Lalu Dazai melambai cantik, "Mas Odasakuuuu~"
Yang dipanggil hanya menoleh dan mengangkat telunjuk di depan bibir tanda jangan berisik.
buset dah, datar amat ekspresinya. Chuuya sweatdrop, Odasaku beda jauh ama Dazai yang kelakuannya kayak Mas*a endeber.
"Ih, apaan sih itu cowok, berisik banget."
"Tau nih, sok deket sama pengawasnya."
"Cowok emang gak tau malu, maklumin aja."
apa itu? rasanya gua pengen ngelempar selusin kaca.
Chuuya menatap Dazai yang diam seribu bahasa, sepertinya dia memilih ngalah kalo sama cewek.
Namun sepertinya tidak,
"Apaan sih, kalian kali yang dari tadi ribut, dasar cewek genit."
wut.
Chuuya panik, "O-oi! Dazai! Jangan dija—"
"IH, GAKJELAS! RUSUH AMAT! CAPER!."
"BERANINYA NANTANGIN CEWEK, DASAR COWOK SAMPAH."
"APAAN SIH COWOK ITU, CARI MASALAH BANGET."
"SHWJISISKEKEOSKWJWJW."
"HSUSJWJWISKWKWSJEJ."
Sorakan semakin terdengar kencang dari bagian perempuan, dan berhenti saat Odasaku ronda ke area sana.
cewek itu mengerikan.
[7]
Ada dua tipe anak santri kalo lagi UNBK.
Yang pertama, mikirin soal yang nanti bakalan keluar.
Yang kedua, mikirin heartcrush yang ada dibalik tirai pembatas.
ceileh dasar bucin.
Hari ini adalah UNBK mapel bahasa indonesia, butuh konsentrasi penuh dikarenakan jawaban a-b-c-d berasa bener semua.
Belum 5 menit ujian berlangsung, teriakan komplain terdengar dari bagian perempuan.
"Pak! Ini ada yang nggak bisa log-in!."
"Lha, kok bisa? Siapa namanya?."
"Sasaki Nobuko, pak!."
Jeeng...
Dazai yang kenal betul sama nama itu, auto mengeluarkan senyum setannya.
"PAK! INI LAPTOP KUNIKIDA MATI PAK! PINDAHIN KE BAGIAN CEWEK AJA PAK! SAMPING SASAKI!."
Kunikida emosi, hampir saja dia ngelempar kursi kalo aja Ustadz Mori gak ngejitak pala si Dazai.
Adakah yang lebih gila dari Dazai?.
[8]
"Itu apaan, Bang.?"
Atsushi yang sedang (dipaksa) menemani Dazai belajar di masjid terheran dengan tumpukan surat yang ada di samping sang kakak kelas.
"Ini tadi dikasih sama Tanizaki—" Dazai senyum ngeselin, "Kata dia ini dari fanclubku, surat yang isinya gudlak buat UNBK."
Atsushi naikin alis, perasaan santri di pesantren ini tidak sebanyak amplop yang dia lihat sekarang.
"Jadi tujuanku minta temenin belajar sekalian unboxing(?) surat ini juga, bantuin buka ya."
"Ooh, oke deh."
Mereka pun mulai membuka satu per satu. Awalnya, mereka biasa saja, tapi ketika melihat nama-nama pengirimnya, mereka saling berpandangan.
"Kok pengirimnya Akutagawa semua?."
[9]
Hari terakhir UNBK.
yeaayy, hari terakhir, akhirnya gua bisa tidur dengan tenang. Batin Fyodor tenang, pikirannya melayang kemana-mana. Pengen cepet-cepet lulus, liburan dan lain-lain.
Namun halunya buyar ketika mendengar suara kecapan disebelahnya.
Fyodor menatap Nikolai, "Nik, kamu makan di Aula?."
"Belum makan Dos-kun, kamu mau juga nggak?," Nikolai menyodorkan biskuit be*vita.
"Wiiih, enak tuh, aku mau dong!."
Tapi itu bukan suara Fyodor.
"Eeh, ampun tadz Francis, betewe ustadz mau juga, nggak?."
.
.
.
end
.
.
.
balasan review (yang nggak login)
Makhluk pluto: sama, nih… asupan humor itu emang sedikit sekali, makanya sekarang ane ngasup sendiri(?)/garingajabangga.
Terasa nyata karena ini didasarkan oleh kisah nyata :v.
Makasi dah review~~
a/n: seminggu itu lama, maapin saya.
Bukannya ngelanjutin malah bikin yang baru di fandom lain, ngehehehe.
Krisar selalu diterima.. :D
omake:
Atsushi dan Tanizaki mencium bau asap sepulang dari kantin.
"Sumpah itu asapnya tebel banget, siapa sih yang bakar-bakar?." Tanizaki nunjuk-nunjuk asap yang melambung ke udara sambil menutup hidungnya.
Atsushi mengedikkan bahu, "Arahnya dari asrama kelas 9, samperin yok."
Atsushi dan Tanizaki ngintip dari balik dinding.
"Ooh, mereka lagi bakar-bakar."
"Ei, kalian ngapain ngintip."
Atsushi dan Tanizaki berjengit, mereka tercyduk oleh Chuuya yang lagi megang korek api.
"Daripada ngintip doang, mending kalian bantuin kita."
"Emang lagi ngapain?."
Chuuya nyengir lima jari. "Karena coret-coret seragam udah pasaran, kita ganti tradisi itu menjadi bakar-bakan buku paket plus detik-detik."
astaghfirullah, mending bukunya buat kita aja.
.
.
.
end beneran
.
.
.
