Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama
Rate : M ( NC 21 ) YANG DIBAWAH UMUR HARAP MENYINGKIR!
Genre : Romance, hurt, little angst
Warning : BL, YAOI, MPreg, Typos, cerita pasaran, OOC (mungkin ),jadi mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please
DON'T LIKE DON'T READ
CASTS
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Shim Changmin, Park Yoochun, Kim Junsu, Choi Siwon, Kim Heechul
.
Anneyong,
senangnya bisa update kilat lagi...semoga dapat membuat readers senang dan tetap memberi review berharganya, ohya, di chap sebelumnya saya kelepasan mengetik nama Changmin sebagai nama salah satu model, padahal rencana awal saya, Changmin akan saya gunakan sebagai Anaknya Yunjae, nah untuk itu, saya minta sarannya chingudeul, apakah sebaiknya Changmin berperan sebagai teman model Jaejoong, ataukah sebagai anak Yunjae? kasih sarannya yah...jebbal. Saya sangat berterima kasih atas saran yang diberikan chingudeul semua.
Langsung aja deh, happy reading ne, mian kalau ceritanya tidak memuaskan, tetap dibutuhkan reviewnya, otte?
Dozo...
.
.
.
.
End Previous Chap
.
" Aniya, kau hanya perlu menemaniku malam i-nih, ahhh,,,namja brengsekh i-tuh telah memberi obat perangsang kepadaku...jebbal..a-kuu...membutuhhkanhhmu..mmmh.."
" T-tapi, a-aku..."
BRUKK...
Belum selesai aku menyelesaikan kalimatku, tubuhku sudah didorongnya hingga terguling, dengan cepat ia segera menaiki tubuhku. Ya Tuhan, sungguh berat cobaanku dihari pertamaku bekerja.
End Yunho Pov
.
.
.
.
.
MY DESTINY
.
.
.
.
.
Jae Pov
.
" Shit! dampak dari obat perangsang yang dicekoki Siwon, namja brengsek itu, setelah ia dapat memperdayai Junsu beserta para bodyguardku untuk meninggalkan kami, dan berjanji akan mengantarku pulang tanpa sepengetahuanku. Ketika aku berada ditoilet, ternyata Siwon mengatakan kepada Junsu bahwa kami akan menghadiri undangan salah satu model satu agency kami, dan celakanya Junsu mempercayainya dan pulang begitu saja bersama para bodyguard hyungku, ketika aku menelponnya barulah terungkap kelicikan itu, namun semua terlambat saat ponselku low batt, dan Siwon telah berada dihadapanku, membawa dua gelas wine, saat itu hanya kami berdua yang tertinggal diruang pemotretan tersebut.
Entah didapatnya darimana gelas wine tersebut, yang jelas aku sudah dapat mencium aura kejahatan dari namja yang tidak pernah berhenti mengejarku, semenjak ia mengetahui aku adalah anak dari pemilik setengah saham perusahaan ini. Ummaku adalah mantan model yang merintis perusahaan manajemen artis terbesar, yang bekerja sama dengan temannya yang berasal dari Jepang yang juga mantan model. Sekarang ummaku menekuni profesinya sebagai perancang busana, ia jarang sekali memantau keadaan perusahaannya, ia lebih mempercayakan kepada para karayawan - karyawannya. Aku? sudah berulang kali umma menyuruhku untuk mengambil alih pimpinan perusahaan ini, namun selalu kutolak mentah - mentah karena aku lebih menyukai kehidupan yang glamor sebagai model profesional.
" Gwaenchana?"
" G-gwa-aencha-na, g-gomawo, mmmhh..."
Ternyata sosok yang sama tingginya dengan Siwon itu telah berada didekatku, menanyakan keadaanku, dapat kulihat jelas mata musangnya memperhatikan keadaanku yang saat ini tengah melawan gejolak birahi akibat obat perangsang tadi yang semakin meracuni jalan darahku, desahan yang sekuat tenaga kutahan, kini terlepas saja dari bibirku.
Aku sangat berterima kasih sekali kepada sosok yang sama sekali tak kukenal atau kujumpai ini ( umma sudah lupa sama yunpa waktu ketemu di lift ), yang jelas aku sangat kagum dengan ilmu bela diri yang dikuasainya itu, sehingga mampu membuat namja brengsek itu kabur entah kemana.
" Hey, kau bisa pulang? apa perlu kuantar?"
Mata musang itu kini telah berjongkok dihadapanku, dapat kulihat dengan jelas wajah tampannya dari dekat, tiba - tiba telapak tangannya menyentuh dahiku, menyeka keringat yang membasahinya. Kutebak, dia sama sekali tak mengetahui bahwa aku tengah terpengaruh obat perangsang, ia pasti menebakku tengah mabuk. Entah apa yang merasukiku saat ini, dimataku namja berwajah kecil, bermata musang, berbibir hati ini sepuluh kali lebih tampan dari Siwon brengsek itu, Kutarik pergelangan tangannya kearahku, sehingga tubuh kami menempel, kulihat dia tersentak dengan perbuatanku ini, sejenak tatapan kami bertemu, mata musang itu menjelajahi wajahku, dan tampaknya kami sama - sama tak dapat menguasai detak jantung kami masing - masing, hingga kurasakan ia mulai menarik tangannya dan beranjak dariku, sedikit kecewa kan perlakuannya tersebut, sebab selama ini, tak ada yang mampu menolakku, walaupun aku tak pernah melakukan lebih dari sekedar 'ciuman panas' saja.
" K-kalau k-kau tidak keberatan, m-mari kuantar, k-kajja."
Melihatnya yang benar - benar hendak menjauh dariku, entah menngapa membuatku seakan tak rela, sebelum ia benar - benar menjauh, secepat kilat kukalungkan kedua tanganku dilehernya, sementara bibirku dengan susah payah mengucapkan kalimat yang lebih menyerupai desahan, sebelum kudorong tubuh kekarnya hingga terjatuh.
" Aniya, kau hanya perlu menemaniku malam i-nih, ahhh,,,namja brengsekh i-tuh telah memberi obat perangsang kepadaku...jebbal..a-kuu...membutuhhkanhhmu..mmmh.."
" T-tapi, a-aku..."
BRUKK...
Entah setan apa yang telah merasukiku saat ini, nafsu birahi yang menguasaiku saat ini telah mengalahkan akal sehatku sendiri, tanpa peduli siapa yang tengah berada dibawahku ini, yang ada dalam pikiranku saat ini adalah memuaskan nafsuku. Kutatap wajah tampan dibawahku yang tampak pucat pasi, aneh, sepertinya ia tidak mengenaliku sama sekali, mungkin ia pegawai baru disini, atau mungkin hanya tamu, kutelusuri wajah tampannya tanpa berkedip sedikitpun, dan tatapanku berhenti pada bibir hatinya yang, ahh...sangat seksi menurutku, dan tanpa pikir panjang lagi...
" Hmphh...ahhh...hmmpp..a-apa..y-yang..k-kau..l-lakukan..eunghh...ahhh..."
Jae Pov End
.
Mata musang itu terbelalak lebar saat bibir cherry merah itu menyerang bibir hatinya dengan ganas, tubuh kecil yang berada diatasnya kini semakin menempel saja dengan tubuhnya mempertemukan dada mereka, sementara sipemilik bibir cherry itu masih terus memagut kasar bibir seksi Yunho dengan penuh nafsu, desahan nikmat keluar dari bibir cherry itu tak henti - hentinya.
" Mmphh..eunghh...hmphh...sshhh...aahhhh...hmmpfhh..."
Pada awalnya Yunho hanya terdiam saja, namun saat mendengar desahan merdu dari bibir cherry yang tengah menikmati bibirnya tersebut, lama kelamaan bibir hati itupun membalas perlakuan bibir cherry yang kini tengah mempermainkan lidahnya didalam rongga mulutnya. Yunhopun tak tinggal diam, dihisapnya kuat bibir bawah dan bibir atas milik namja cantik yang berada diatasnya secara bergantian, setelah puas memagut cherry merah tersebut, kini giliran lidahnya mereka bertemu dan bertarung didalam rongga mulutnya, entah sudah berapa kali mereka bertukar saliva, kegiatan saling memagut itu berlangsung selama beberapa menit, kini kedua tangan kekar Yunho telah melingkar erat dipunggung namja cantik yang menempel diatas badannya.
" Jebbal, lakukanlah apa saja yang kau inginkanhh...eummphh...jangan buaath a-kuh..tersiksaah.."
Yunho menatap bibir cherry diatasnya yang memohon dirinya untuk melakukan apa saja kepadanya, Yunho baru sadar, bahwa tubuh diatasnya itu tengah terpengaruh obat perangsang, ia sungguh ragu, memikirkan resiko yang akan ditanggungya nanti, jika meneruskan perbuatan mereka, bagaimana jika mereka bertemu lagi nanti.
" Ayooh..apa yang kau tunggu...emmmhhh...ahh..baiklah, k-kalau begituh aku yang akanh memulainya..."
Tampak Jaejoong sudah tidak dapat menunggu lagi, karena saat ini birahinya benar - benar tengah memuncak, didudukkan badannya diatas tubuh Yunho yang masih terdiam dibawahnya, dibukanya satu persatu kancing kemeja yang dipakai Yunho, saat itu yunho sudah berganti pakaian, ia tidak lagi memakai seragamnya. Setelah terlepas semua kancing kemeja itu, dengan tak sabar diepaskannya kemeja itu dari tubuh Yunho, dan sekarang terpampang jelas dada bidang serta kulit coklat milik namja manky tersebut, yang membuat sicantik berkulit putih mulus diatasnya itu langsung menggerakkan kedua telapak tangannya diatas dada bidang tersebut dengan gerakan mengelus, perlahan dicondongkannya kepalanya, dsn akhirnya bibir cherry itu menempel dipermukaan dada bidang tersebut, menyusuri setiap inci kulit coklat dengan lidah basahnya, digigit, dikecup dan dihisapnya permukaan kulit tersebut, termasuk dua tonjolan yang berada diarea dada tersebut teal luput dari sambaran bibir cherry itu, dimainkannya sepasang nipple itu bergantian, membuat namja dibawahnya terangsang hebat.
Jari jemari Yunho tak tinggal diam, dilucutinya kemeja putih milik Jaejoong dari tubuh rampingnya, dan, ketika tubuh mulus itu terekspos dihadapannya, beberapa kali ia menelan salivanya, betapa tidak, dibalik kemeja yang baru saja dilemparnya kesembarang tempat itu ternyata menyimpan pemandangan yang sangat indah, kulit putih, bahkan terlalu putih, sangat kontras dengan kulit coklatnya, dada yang sedikit montok karena otot, dan nipplenya yang merah merekah, ukuran nipple yang sedikit lebih besar dari milik namja pada umumnya, hampir menyerupai milik yeoja, pemandangan ini membuat Yunho berulang kali menelan salivanya, sementara namja cantik yang terduduk diatasnya itu kini sibuk membuka resleting celana jeansnya, dan lagi - lagi Yunho hanya pasarah saja atas perlakuan si cantik yang bahkan namanya pun ia belum mengetahuinya.
" Ahh,,,sshh..nikmathh..ahh..."
Sepertinya Yunho kini telah terbawa permainan sang namja cantik yang sudah polos diatasnya itu, yang kini tengah memberikannya kenikmatan pada benda yang berada diantara selangkangannya, Juniornya kini tengah dimanjakan oleh bibir cherry itu dengan jilatan, hisapan dan kuluman didalam rongga mulutnya, Yunho menerima setiap perlakuan Jaejoong dengan memejamkan matanya, sementara Juniornya dibawah sana semakin bertambah ukurannya.
" Aku..sudah tak sabar...ku-rasa..sudah wak-tunyah..." suara Jaejoong terengah disela kegiatannya diantara selangkangan Yunho.
Seketika Jaejoong menghentikan kegiatannya, dan ini menyebabkan desahan kecewa dari bibir hati tersebut, lalu ditariknya kedua pergelangan Yunho sehingga posisinya terduduk menyender didinding, junior Yunho yang sudah sangat 'hard' terus dikocoknya dalam genggaman tangannya, sejenak kembali mata doe hitam itu bertemu dengan mata musang Yunho, tanpa sepatah katapun, perlahan kedua bibir mereka bertemu bersamaan dengan diarahkannya benda keras yang berada digenggaman Jaejoong tadi kedalam lubang kecil miliknya, dan..
" AARGGGHHH...hiks..appo...sshhh..."
" G-Gwaenchana? lebih baik hentikan s-saja j-jika menyakitimu.."
Yunho tergagap saat didapatinya tubuh mulus yang berada dipangkuannya sekarang, bergetar hebat saat junior bigsizenya menghujam kedalam lubangnya yang terasa sangat sempit, tentu saja bagi Yunho yang baru pertama kali merasakan hal ini, sungguh nikmatnya luar biasa, desahan keras tak dapat dicegah keluar dari bibirnya, namun ketika melihat sicantik yang telah membuatnya terpesona semenjak bertemu di lift pagi tadi, seperti merasakan sakit yang hebat, Yunho berniat menghentikan saja kegiatan mereka itu.
" Aniya, bila dihentikan akan tambah menyiksakuh...uhhh...eungghh...kata o-rangh..me-manghh menyakitkan untuk yang per-tama kali...ahhh..."
" J-Jadi..?"
" Ne, kau yang pertama..hmmph...bergeraklah...ahh..ppali, aku sudah tak sabarrhh...eunghh..."
Yunho ternganga saat sicantik itu mengaku kalau ini adalah pengalaman pertama kalinya, what the...! itu berarti dia yang telah merampas kesuciannya...aahh...namun pikirannya kembali tersentak saat makhluk cantik itu menyuruhnya bergerak, ragu sejenak, namun kembali bibir cherry itu memaksanya, tidak sabaran.
" Ahhh,,,ahhh...ya begituhh...lebih dalam lagiih..aahhh...ja-ngannh berhentii aahh..."
.
Yunho Pov
Kupandangi tubuh mulus yang tengah bergoyang - goyang naik turun akibat pergerakanku pada bawah tubuhya, mulus, sangat mulus, begitulah saat melihat kulitnya tersebut, dapat kupastikan ia menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk merawat kulit indahnya itu, tatapanku perlahan beralih pada wajah cantiknya yang telah menghipnotisku pada saat melihatnya pertama kali didalam lift, sedikit kecewa karena ia sama sekali tak mengenaliku lagi, mungkin karena aku sudah tidak mengenakan seragamku lagi, terbersit pikiran, bagaimana kalau ia mengetahui kalau pekerjaanku disini hanya seorang Office Boy, kuharap ia tidak akan bunuh diri. -_-
" aahhh...ya disituuhh...aahhh...lebih dalammhh..jebball..."
" N-Ne.."
Suaraku selalu tergagap saat menuruti semua keinginannya, kuhentakkan juniorku sedalam - dalamnya, sepertinya ujung juniorku ini telah menyentuh sesuatu didalam sana yang membuatnya begitu nikmat, sampai - sampai memohon kepadaku untuk memeperdalam hentakanku. Aku masih tak mempercayai apa yang telah menimpaku saat ini, tepat pada hari pertama aku bekerja di perusahaan ini, aku telah 'kehilangan' keperjakaanku dan sekaigus telah 'menghilangkan' keperjakaan seseorang yang sama sekali tidak kukenal. Entah apakah ini 'kesialan' ataukah malah 'keberuntunganku' dihari pertamaku bekerja.
" eunghh...lebih cepathh...aaahh...keluaarrhh...AAHHHH..!"
Tubuh mulus diatasku menegang bersamaan keluarnya cairannya yang membasahi permukaan dada dan perutku, klimaksnya yang pertama, kuraih bibir cherry itu kedalam ciuman panas, agar klimaksnya semakin nikmat, kurasakan bibirku yang tergigit olehnya saat dipuncak nikmatnya, kubiarkan sebentar ia mengatur nafasnya dulu, setelahnya baru kudorong tubuh polosnya, berbalik posisi, giliranku untuk meraih kepuasan tentu saja.
" AAAhhhh...ahhh...mmphh.."
" Fasterrhhh...eugnhh..."
" Eungghh...nikmathh...lubangmu sempithh...aahhh..."
Mulutku tak hentinya mengeluarkan desahan nikmat saat, hentakan demi hentakan kuberikan pada lubang sempitnya itu, demikian juga bibir ranum menggoda yang tampak bengkak karena ciuman panas kami, desahan demi desahan memenuhi ruangan kosong tersebut, sampai pada akhirnya..
" AAhh...shhh...keluarhhh...AAArrggghh..."
Tubuhku ambruk diatas tubuhnya sesaat setelah kami bersama - sama mencapai klimaks, klimaksku yang pertama, dan yang kedua untuknya. Apakah setelah klimaks ini kegiatan kami ini berhenti? no, tidak jawabannya, demi semua makhluk cantik di dunia ini, ketika melihat tubuh polosnya yang seputih susu itu, tubuh ini memanas kembali, dan bagian bawah ini kembali menegang sempurna, sehingga malam itu, entah berapa kali kami melakukannya, sampai kedua tubuh polos kami benar - benar ambruk tak bergerak, kehabisan tenaga.
End Yunho Pov
.
.
.
.
.
" Eunghh..."
Suara lenguhan halus dari bibir merah Jaejoong, digerakkannya sedikit demi sedikit tubuhnya yang terasa sangat kaku, betapa tidak ia tertidur diatas lantai dingin lantai sepuluh digedung perusahaan milik ummanya tersebut. Dibukanya perlahan bola mata indahnya, diedarkannya pandangannya disekitar ruangan tersebut, perlahan dicobanya menyandarkan punggungnya kedinding, namun.
" AWWW! appo...ssshhh..."
Rasa sakit yang amat sangat pada bagian bawah tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benangpun itu, mengurungkan niatnya untuk menyandarkan tubuhnya. Diliriknya jam tangannya, ternyata sudah jam lima pagi, kini pandangannya bertumpu pada sosok polos tak jauh darinya yang tengah tertidur dengan nyenyaknya dengan mulutnya yang agak terbuka sedikit, seketika ingatannya kembali saat tubuhnya dan tubuh namja tersebut menyatu, dan ia tak tahu berapa kali mereka melakukannya sehingga mengakibatkan rasa sakit yang amat sangat pada bagian bawahnya itu. Perlahan dengan susah payah didekatinya tubuh polos didekatnya itu.
" Heyy...heyyy..ireona..heyyy ireona..!"
Digoyang - goyangkannya tubuh kekar tanpa busana tersebut, bermaksud membangunkannya, mereka harus cepat - cepat meninggalkan tempat itu, sebelum karyawan - karyawan perusahaan itu berdatangan.
" Eunghhh...waeyo? mengantuk sekali...hhmmm..."
" YAH! Hey ireona! kita harus meninggalkan tempat ini secepatnya! hey!"
Teriak Jaejoong tampak kesal, karena sepertinya ia tidak mendapat tanggapan, karena namja tersebut kembali tidur dengan santainya, namun Jaejoong tak habis pikir, didekatkan wajahnya kewajah namja manly tersebut, dan..
" Mmpfhh...hmmphh..eunghhh...hhaaa...haaahh...,YAH! apa yang kau lakukan?" tidak puaskah setelah semalaman hah?"
BLUSH...
Mendadak wajah Jaejoong memerah dengan sukses setelah menuai protes dari namja yang terpaksa bangun, ketika mendapati bibirnya telah disambar kembali oleh bibir cherry merah tersebut.
" Salah sendiri dari tadi dibangunkan, tidak mau! cepat pakai bajumu! sebentar lagi gedung ini akan penuh!"
Jaejoong memerintahkan namja yang keadaannya masih polos, tak berbeda dengan dirinya juga, untuk segera bangun dan memakai bajunya. Jaejoong berusaha berdiri, badannya terasa remuk, dengan susah payah akhirnya ia berhasil berdiri, sedang Yunho hanya menatapnya datar, tentu saja ia merasa bersalah, karena perbuatannya semalam, namja tersebut menjadi kesusahan berdiri apalagi berjalan nantinya.
" Owhh...Shit! aahhh..."
Jaejoong mengerang saat tubuhnya telah dalam posisi berdiri, tiba - tiba dari dalam selangkangannya terasa mengalir cairan yang hangat, mengalir disepanjang paha terus menuju betisnya tak berhenti, mata bulatnya terbelalak labar saat melihat cairan putih kental yang berasal dari lubangnyalah yang mengalir deras itu, begitu banyaknya cairan tersebut, hingga menetes dilantai tersebut. Yunho yang menyaksikan itu, hanya berpura - pura menggaruk belakang kepalanya saja, ia menyadari cairan yang keluar itu jelas adalah miliknya, karena selama berapa kali klimaks, ia selalu membuang cairannya didalam lubang sempit tersebut. Mengingat kembali kejadian semalam, menjadikan wajahnya menghangat, merah.
Akhirnya kedua namja yang belum saling mengenal itu, telah sama - sama berpakaian, dan kini sepertinya mereka masing - masing akan kembali menghadapi rutinitas seperti biasanya. Dengan langkah pasti Jaejoong mendekati Yunho yang berada tak jauh darinya, oh..tampaknya sifat angkuhnya telah kembali lagi. dilihat dari wajahnya yang kembali datar, berbeda dengan semalam saat ia memohon kepada Yunho untuk menyentuhnya. Kemudian dihentikan langkahnya tepat dihadapan tubuh yang lebih tinggi darinya itu, ia mulai angkat bicara.
" Jangan sampai ada yang mengetahui kejadian ini, kalau kau masih ingin bekerja disini..."
" Eh?"
Yunho sedikit kaget dan menautkan kedua alisnya saat mendengar ucapan yang berasal dari namja cantik itu. Lalu dilihatnya, namja cantik itu merogoh sesuatu dari kantung belakang jeansnya, dan mengeluarkan dompetnya.
" Ambillah ini, kurasa cukup sebagai rasa terimakasihku karena telah membantuku, kuharap kita tidak usah bertegur sapa, setelah ini."
Deg!
Yunho memegang dada kirinya yang tiba - tiba terasa tertusuk ribuan belati, saat sosok cantik nan angkuh itu memasukkan gulungan tebal uang kertas kedalam saku kemejanya, dan berlalu dari hadapannya dengan langkah yang tertatih - tatih, meninggalkan tatapan sendu mata musang dibelakangnya yang tengah memegang dada kirinya, sakit.
.
Jae Pov
Masih terbayang tatapan matanya saat kumasukkan sejumlah uang kedalam sakunya, tatapan yang membuat aku merasa bersalah, hey! Aku Kim Jaejoong, anak satu - satunya dari Kim Heechul, orang yang paling berkuasa di Tohosinki Enterteinment saat ini, sejak Ayumi obachan ( bibi ), masih sepupu Umma yang mempunyai separuh saham dari perusahaan ini, mempercayakan sepenuhnya pengelolaan perusahaan ini kepada Ummaku, ia hanya menerima bagi hasil yang diberikan umma setiap bulannya saja, karena ia telah banyak memiliki usaha dinegara asalnya Jepang.
Kembali lagi, Aku ini seorang Kim Jaejoong, siapa yang tidak mengenalku di TOHOSINKI ENT. ini, mereka mengenalku adalah sosok model profesional yang dingin, angkuh , dan sombong. Jarang sekali mereka melihatku tersenyum manis, hanya muka dingin dengan dagu terangkat ketika berjalan adalah pemandangan sehari - hari dari diriku yang mereka lihat. Tak sedikit model - model dan artis - artis disini yang mengejarku, dan kebanyakan mereka adalah adalah namja, mengapa? karena wajahku ini sangat cantik, keturunan ummaku yang terkenal kecantikannya sewaktu menjadi model dulu, dan bukan rahasia lagi, ummaku adalah seorang namja! yah namja yang diberi kelebihan semenjak lahir, memiliki rahim seperti milik yeoja pada umumnya, ia dapat membuahi dan dibuahi. Aku terlahir dari rahim ummaku sendiri, walaupun aku tak pernah tahu siapa ayahku.
Dengan langkah yang tertatih karena menahan sakit diselangkanganku, perlahan kutinggalkan gedung besar itu dengan perasaan yang tak menentu, berbagai pikiran berkecamuk diotakku saat ini, mengapa bisa aku berhubungan intim dengan orang yang sama sekali tidak kukenal, dan mirisnya, ia pun tak mengenaliku sama sekali!
Kuparkir mobil sport putihku dipekarangan luas rumah megah kami, hanya aku dan ummaku yang mendiami rumah besar ini, bersama para maid yang meramaikan suasana rumah ini. Kubanting pintu mobilku sedikit kasar, sepanjang perjalanan tadi aku merasa sangat tersiksa, pasalnya aku harus menahan sakit dibagian bawahku karena aku harus duduk dibelakang kemudi selama beberapa menit perjalanan dari TOHO menuju rumahku. Dengan langkah tertatih, kuseret kakiku menuju pintu masuk rumahku, sejenak aku terpaku melihat sesosok makhluk yang berdiri bersandar dipintu masuk rumah, sosok cantik yang paling kutakuti diseluruh dunia, eh...bukankah tadi kukatakan tak ada yang kutakuti didunia ini? well, kecuali sosok satu ini, memang tak ada yang kutakuti, hehehe.
Jae Pov End
.
Wajah pucat Jaejoong semakin memucat saat langkah tertatihnya semakin mendekati pintu masuk tersebut, sosok cantik yang ditakutinya sedunia itu berdiri dengan angkuhnya, oh, rupanya Jaejoong mewarisi keangkuhan dari sosok tersebut. Mata besar sicantik yang usianya belum genap 40 tahun itu, tak berkedip saat melihat keadaan putra semata wayangnya yang membuatnya tak bisa tidur semalaman lantaran tidak menampakkan batang hidungnya semenjak Junsu mengabarkannya akan pulang bersama Siwon. Dan pagi ini yang didapatnya adalah wajah pucat anaknya dengan rambut dan baju yang acak - acakan, ditelusurinya tubuh kurus anak semata wayangnya yang dilahirkannya disaat ia berumur 17 tahun itu, dari ujung rambut sampai kakinya tanpa berkedip sedikitpun. Usia Jaejoong saat ini baru memasuki 20 tahun, dan dalam usia tersebut ia telah menjadi salah satu model profesional, dikarenakan semenjak kecil, Heechul sang umma rajin membawanya saat ia melakukan pemotretan, sehingga Jaejoongpun sering dijadikan model oleh rumah mode anak - anak saat itu.
Kembali pada sosok Jaejoong, saat ini ia telah memelankan langkahnya, dengan menundukkan kepalanya, berjalan perlahan mendekati sosok cantik seorang Kim Heechul, satu - satunya orang yang ditakutinya didunia ini, yang tengah melipat kedua tangannya didepan dadanya, seraya meneliti tubuh acak - acakan anaknya itu. Lupakan wajah angkuh seorang Kim Jaejoong saat ini, yang ada hanya seorang anak yang berjalan tertunduk pelan, dengan menggigit bibir bawahnya, dan jari jemari yang saling meremas karena ketakutan setengah mati. Saat ini, ia telah berada dihadapan ummanya.
" Jangan katakan kau telah diperkosa secara beramai - ramai...melihat rupamu sekarang ini." suara datar Heechul, membuat Jaejoong tesentak.
" U-Umma, m-mianhe..hiks..aku tidak bisa pulang karena mabuk...hiks..mianhe umma...hiks.."
" Tidak usah memakai senjatamu, aku tidak akan luluh dengan tangisanmu itu! buka bajumu sekarang!"
" Andwae umma, j-jangan..hiks..percayalah umma, Jongie tidak melakukan apapun, hiks.." tangis Jaejoong semakin kencang, ia takut kalau - kalau perbuatannya semalam menyisakan kissmark dibadannya, ia lupa memeriksanya tadi.
" Buka kataku! atau aku yang akan membukanya! sekarang!"
" N-Ne umma, hiks.." Jaejoong mulai membuka kancing kemejanya yang kusut itu satu persatu, ia sangat takut melihat ummanya yang terlihat begitu murka pagi ini.
" Mendekat kemari, berbaliklah, berputar, tengadahkan lehermu..."
Demikianlah, kini Jaejoong yang bertelanjang dada, tengah mengikuti instruksi ummanya yang tampaknya tengah memeriksa badan mulusnya kalau - kalau terdapat kissmark. Dengan penuh ketegangan Jaejoong mengikuti instruksi tersebut, berputar, berbalik, dan juga mendongakkan lehernya. Hingga akhirnya...
" Arraso, kau lolos untuk saat ini, aku tak menemukan bekas apapun ditubuhmu saat ini, berani kau tidak pulang lagi nanti, akan kugantung tubuh kurusmu itu, Jongie, kau masih ingat kan yang selalu umma peringatkan?"
" N-Ne umma..hiks.."
" Berhentilah menangis! dasar manja!"
Jaejoong berlalu dari hadapan Heechul masih dengan kepala tertunduk, mendengar sindiran ummanya, bibir merahnya langsung dikerucutkannya sepanjang perjalanannya menuju kamarnya yang berada dilantai dua rumah mewah itu. Dalam hatinya ia merasa lega, kegiatannya semalam tak meninggalkan bekas sama sekali ditubuhnya, wajar saja, semalam dirinya lah yang begitu bernafsu, kemungkinan ditubuh namja itu lah banyak terdapat kissmark hasil karyanya, ' hhhh...' mengingat hal itu, ia kembali terbayang wajah sendu namja tersebut saat ia menghargainya dengan lembaran uang, namun cepat - cepat dihapusnya pikiran tersebut.
Meoooonggg...
" Jiji ah...bogoshipo...kau pasti kesepian semalam ya?"
Seekor kucing abu - abu, menggesek - gesekkan kepalanya dikaki Jaejoong saat ia baru memasuki kamarnya, hewan peliharaan kesayangannya itu semalaman tidur sendiri, karena tuannya tidak pulang. Diraihnya sosok kecil berbulu abu - abu itu, dihadapkan wajahnya dihadapan wajah kecil hewan tersebut, ditatapnya hewan tersebut, entah mengapa saat menatap wajah kecil jiji dan kedua mata tajamnya, mendadak wajah namja yang telah membobol lubangnya berkali - kali itu, kembali muncul.
" Jiji ah, apa aku sudah gila ya..mengapa melihatmu aku jadi teringat dia yah, aishh...sepertinya aku sudah mulai gila..." Jaejoong memijat keningnya kasar, saat ia mengajak jiji nya berbincang.
" Meeooong..."
" Aish, kau hanya dapat mengeong saja, jiji ah, lebih baik aku mandi dulu, badanku ini sangat kotor sekali rasanya.." Jaejoong menyambar handuknya dan segera menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya tersebut.
Sementara didalam kamar mandinya, Jaejoong berusaha membersihkan semua sisa - sisa perbuatannya bersama namja asing itu semalam. Disiramnya banyak - banyak kedalam bagian bawah tubuhnya yang masih meneteskan sisa - sisa cairan milik namja tersebut. Menyadari apa yang diperbuatnya semalam, serta merta ia teringat akan ucapan ummanya yang selalu memperingatkannya satu hal, dan membuat tubuhnya merosot bersandar didinding dibawah pancuran air mandinya.
" Jongie ah, ingatlah, jauhilah bergaul bebas dengan namja, kau tidak bedanya seperti umma, jadi berhati hatilah."
" Umma...hiks...mianhe...Jongie tidak bisa menjaganya...hiks..mianhe ummaa..mianhe.."
.
.
.
.
.
TBC ne?
REVIEW!
