A Weak Angel

.

Pair : GaaIno 'n' SasuIno

Disclaimer : Masashi Kishimotto

Rating : T

Genre : Romance 'n' Hurt/Comfort.

Warning : Typo(s), maybe little OOC.

.X.X.X.X.

Chapter 2 :

They Allready Meet

.X.X.X.X

Sasuke, Ino, dan si kembar sedang berjalan mengelilingi mall. Si kembar dengan antusias memandang masing-masing toko yang memamerkan barang mereka. Walaupun ini bukan pertama kalinya mereka pergi ke mall, tapi namanya juga masih anak kecil yang menyukai barang bersinar dan menyilaukan, juga banyak barang baru yang baru dilihat mereka.

Sasuke dan Ino yang berjalan dibelakang mereka hanya tersenyum melihat si kembar sangat antusias. Ino merasa bahagia melihat senyum polos dari kedua malaikat kembarnya dan juga kepada sosok pria yang berada disebelahnya, Sasuke, sahabat sekaligus merangkap sebagai ayah asuh dari kedua malaikat kembarnya.

" Sasuke-kun…" Panggil Ino, menatap Sasuke yang saat itu sedang memperhatikan gerak-gerik si kembar yang bisa dibilang 'agak' hyperaktif itu.

" Apa?" Tanya Sasuke, melirik Ino sekilas dan kembali memperhatikan sikembar. Situasi di mall saat ini bisa dibilang cukup ramai karena weekends, jika ia tidak memperhatikan si kembar, bisa-bisa mereka berdua hilang ditelan lautan manusia yang tak bisa berhenti.

" Arigatou…" Gumam Ino, membuat Sasuke menoleh dengan tatapan bingung pada Ino. Walaupun ini bukan saat yang tepat untuk meminta penjelasan pada Ino, Sasuke tak bisa menahan rasa penasarannya.

" Doushite? Kenapa mendadak begini?" Tanya Sasuke, bingung. Ia dan Ino berhenti mendadak dan saling pandang, Sasuke yang menatap Ino bingung sedangkan Ino yang malu-malu.

" Tidak… Kau terlalu banyak membantuku… Dari Hikaru dan Hikari belum lahir, sampai mereka berumur 4 tahun. Sungguh… Terima kasih banyak, Sasuke-kun… Aku tak tahu harus bagaimana jika tidak ada kamu…" Jelas Ino, memandang Sasuke dengan raut lega dan penuh syukur. Sasuke, tanpa disadarinya ia tersenyum, tipis sekali dann untungnya Ino dapat melihatnya, ia kemudian hendak memeluk Ino namun terhenti begitu ia ingat status Ino yang masih istri orang, sehingga ia berdalih dengan mengelus pelan rambut Ino yang sekarang digerai.

" Itu bukan masalah… Aku senang membantumu…" Balas Sasuke, tersenyum. 'Dan, aku juga menyukaimu…' Tambah Sasuke dalam hati.

" Nee… Arigatou, Sasuke-kun… Aku senang kau ada disini sekarang…" Balas Ino, kemudian ia mengalihkan pandangannya menuju tempat dimana sikembar tadinya berdiri. Namun, ia tidak menemukan siapapun dan itu membuatnya terkejut.

" Sa-Sasuke… Hikaru, Hikari… Tidak ada… Me-Mereka hilang…" Kata Ino agak terbata begitu ia tidak menemukan si kembar.

Sasuke tidak kalah terkejut, ia segera menoleh ke sekeliling mereka, berharap si kembar bersembunyi dibalik mereka dan mengejutkan mereka. Tapi, tidak ada… Tidak ada tanda-tanda sikembar berada di dekat mereka.

" Ayo kita cari, Ino…" Ajak Sasuke, menggenggam tangan Ino dan mencari si kembar.

' Kami-sama… Jangan pisahkan aku dengan mereka, cukup kau ambil dia dariku…' Batin Ino, ia tidak bisa menahan air mata menuruni pipinya yang putih mulus. Ia sangat khawatir dengan malaikat kembarnya, bagaimana kalau mereka diculik? Bagaimana kalau mereka dijual dan dijadikan pengemis? Ino bahkan tak bisa mempertahankan kesadarannya jika itu terjadi.

.

.X.X.X.X.

.

" Gaara-kun… Bagaimana kalau gaunnya warna putih dan violet?" Tanya Hinata pada Gaara yang duduk disampingnya. Mereka saat ini sedang duduk ditoko penyewaan gaun dan memilih gaun pengantin yang akan mereka gunakan saat pesta pernikahan mereka.

" Hmm… Tidak masalah untukku…" Jawab Gaara, merasa tidak tertarik dengan acara memilih gaun ini, ia keluar dari toko penyewaan setelah meminta izin pada Hinata tentunya.

Diluar toko yang berada dalam mall tersebut, ia berjalan menuju pembatas dan menatap kebawah. Ia, entah kenapa masih memikirkan wanita pirang di toko bunga yang kemarin lusa ia dan Hinata datangi, apalagi dengan anak kembar yang sepertinya sudah ia kenal dan sedang ia rindukan beberapa waktu lalu. Sekarang, ia berharap bisa bertemu dengan si kembar yang kemarin lusa baru bertemu dengannya, dan sepertinya Dewi Fortuna sedang berbaik hati padanya.

Tidak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat dua anak kecil yang sepertinya sebaya dengan surai rambut pirang dan merah sedang menatap sekeliling dengan tatapan bingung. Tanpa ba-bi-bu lagi, ia mendekati mereka.

" Kenapa kalian?" Tanya Gaara, melihat gadis kecil bersurai merah dan ber-iris aquamarine sedang menahan tangis, sedangkan pria yang juga sebaya dengan si gadis yang bersurai pirang yang jika kalian perhatikan baik-baik ada sedikit warna merah di ujung rambutnya dan ber-iris turquoise sedang menenangkan gadis kecil tadi. Dan sepertinya mereka adalah kakak-adik yang terpisah dengan orang tuanya.

" Kami telsesat, jii-san." Jawab sibocah lelaki, masih belum memandang Gaara.

" Mau kalian ikut denganku? Kita cari orang tua kalian bersama." Balas Gaara, menyentuh pundak bocah lelaki dan mengelus punggung gadis kecil tadi.

" Tapi, kata kaa-chan kita tidak boleh ikut dengan olang asing…" Balas si gadis kecil, menatap kakaknya kemudian Gaara.

" Ehh… Bukannya Jii-san yang kemalin datang dan beli bunga?" Tanya si gadis kecil sembari menunjuk Gaara dan tersenyum senang. Si bocah lelaki kemudian mengalihkan pandangannya dan tersenyum pada Gaara.

" Iya. Jii-san yang kemarin beli bunga ditoko kalian. Lagipula, bagaimana kalau kita bicara sambil makan? Kalian lapar kan?" Tanya Gaara, memandang mereka satu persatu, entah kenapa ada perasaan hangat disaat dirinya berdekatan dengan sikembar yang padahal baru bertemu dengannya 2 hari yang lalu.

" Kami memang lapal, Jii-san. Tapi, kaa-san melalang kami ikut olang asing…" Jawab sang kakak, mengulangi lagi perkataan adiknya.

" Umm… Namaku, Gaara. Siapa nama kalian?" Tanya Gaara, membantu si gadis kecil berdiri agar tingginya menyamai Gaara yang sedang berjongkok.

" Namaku Hikali… Dan ini, Hikalu-nii…" Jawab si gadis kecil yang bernama Hikari.

" Oh… Hikari dan Hikaru… Sekarang kita sudah berkenalan kan? Ayo ikut Jii-sanJii-san tidak akan menculik kalian…" Ajak Gaara lagi.

" Uhmm… Nanti sekalian cali kaa-san ya, Jii-san?" Tanya Hikaru, masih tidak yakin.

" Iya…" Jawab Gaara, tersenyum tipis.

" Janji?" Tanya Hikari, memamerkan jari kelingkingnya yang mungil.

" Janji…" Jawab Gaara, menautkan jari kelingkingnya pada Hikari.

.X.X.X.X.

Terlihat seorang pria berambut merah sedang duduk dihadapan dua bocah kembar sebaya yang sedang sibuk dengan makan siang mereka. Pria berambut merah tersebut tersenyum tipis melihat dua bocah kembar dihadapannya menyantap habis makanan yang tadi dipesannya.

" Jii-san tidak ikut makan?" Tanya gadis kecil bersurai merah dengan wajah belepotan saus.

" Jii-san masih kenyang. Bisakah kau lebih berhati-hati memakan makananmu, Hikari? Wajahmu penuh dengan saus." Jawab pria berambut merah bernama Gaara yang sedang membersihkan wajah Hikari dengan tisu.

" Ugh… Aku sudah kenyang…" Kata bocah lelaki bersurai pirang disamping gadis kecil yang bernama Hikari.

" Kalau begitu, setelah ini kita mencari kaa-san kalian…" Balas Gaara, membuat si kembar dihadapannya tersenyum senang.

" Nahh… Ayo sekalang kita cali kaa-san…" Teriak mereka berdua semangat, mencuri perhatian pengunjung lain yang memberikan senyuman gemas pada mereka berdua.

.

.X.X.X.X.

.

" Sasuke… Mereka hilang…" Gumam Ino, menunduk. Ia saat ini sedang duduk di dekat food court dengan Sasuke duduk disebelahnya, memeluknya dan juga melihat sekeliling, siapa tahu si kembar dekaat dengan keberadaan mereka saat ini.

" Ssstt… Mereka tidak akan kemana-mana… Pasti mereka akan ketemu…" Kata Sasuke, berusaha menenangkan Ino yang mulai menangis.

Sasuke merasa khawatir, walaupun ia buka ayah biologis dari si kembar, ia sudah menganggap si kembar anaknya sendiri. Dan sepertinya, doanya terkabul. Dari kejauhan ia bisa melihat si kembar sedang berlari menuju ke arahnya dan Ino.

" KAA-CHAN!" Teriak si kembar, merentangkan kedua tangan mereka, berlari menuju Ino dan Sasuke. Ino langsung melepas pelukannya pada Sasuke dan berdiri, menerima pelukan dari si kembar.

" Oh… Hikaru-chan… Hikari-chan… Kaa-san sangat khawatir pada kalian… Kemana saja kalian tadi?" Tanya Ino, disela pelukannya dengan malaikat kembarnya.

" Kaa-chan… Tadi kami nyasal dan beltemu dengan jii-san yang kemalin lusa datang ketoko dengan baa-san belambut ungu." Jelas Hikaru, masih memeluk Ino.

" Iya… Tadi kami juga di tlaktil makan lhoo…" Tambah Hikari. Tiba-tiba Ino melepas pelukannya dan menengadah ke atas, tatapannya bertemu dengan Gaara yang menunduk menatapnya.

" Kaa-chan tidak lupa dengannya, kan?" Tanya Hikari, bingung dengan Ino dan Gaara yang masih saling menatap. Tiba-tiba datanglah seorang wanita berambut indigo yang tampaknya habis mengelilingi mall.

" Gaara… *hosh*… Kemana saja kau? Kenapa…" Perkataan wanita tersebut terputus ketika ia melihat Ino, si kembar, Sasuke, dan Gaara.

" Uhmm... Kita bertemu lagi, Yamanaka-san…" Kata wanita indigo tersebut, agak membungkuk. Ino yang masih berpandangan dengan Gaara segera mengalihkan tatapannya.

" Senang bertemu dengan anda lagi, Hyuuga-san…" Balas Ino tersenyum, berdiri dan menggandeng si kembar.

" Apa yang sedang kau lakukan disini, Yamanaka-san? Uchiha-san?" Tanya Hinata, berjalan mendekati Gaara yang diam mematung.

" Hanya refreshing… Anak-anak ingin jalan-jalan…" Jawab Sasuke, mewakili Ino yang hanya tersenyum.

" Kalau begitu kami permisi dulu, ya? Masih ada yang harus kami lakukan…" Balas Hinata, menggandeng tangan Gaara sembari tersenyum.

" Oh… Silahkan…" Balas Sasuke, mengangguk.

" Jii-san… Telima kasih untuk makanannya…" Teriak Hikaru dan Hikari sambil ber-dada-dada ria. Gaara menolehkan pandangannya dan tersenyum.

" Nee… Ayo kita pulang, dirumah nanti jelaskan semuanya pada Kaa-san dan Jii-san. Ok?" Tanya Ino lagi.

" Iya, Kaa-san…" Jawab mereka berdua.

.

.X.X.X.X.

.

Nah… Minna-san… Aku sudah update nih… :D

Aku mau balas review dari kalian, tapi ada yang gak muncul. Apa tidak apa-apa aku balas reviewnya disini? Apa PM saja? Aku agak bingung… .

Oh ya… Aku jelaskan dulu, Hikaru dan Hikari disini marganya Uchiha, karena Sasuke adalah ayah asuh mereka.

Memang di Indonesia belum ada… Dan, tidak boleh. Tapi, kalau tidak salah boleh lho pinjam nama marga orang lain, kayak anak angkat yang pakai marga ayah angkatnya. Disini, anggap saja Sasuke itu ayah angkat mereka ya?

Nah, ahkir kata… Please, Review? :D