Main Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast: Lee Hyuk Jae, Kim Ryeowook, Lee Donghae, Kim Jong Woon
Bang Yong Guk, Himchan, Zelo (B.A.P)
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
Previous Chapter
"Dia...Cho Kyuhyun,...meski berlidah tajam, tapi banyak yang tergila-gila padanya...dan kau tau? Anak itu menyukai Wookie"
DEG
Apapun itu...detakan jantungnya seolah berhenti. Dan jangan lupakan satu lubang terbentuk lagi di hati Sungmin. Caffe latte...ia butuh minuman hangat itu...namun sayang, tempatnya saat ini membuat secangkir Caffe latte menjadi benda yang mustahil.
"Kyu-Kyuhyun...menyukai Wookie..."
.
.
.
.
Caffe Latte Chapter 2
.
.
Seolah menguap...binar dari dua manik foxy itu mulai meredup. Berkali-kali Sungmin menyangkal perasaannya ,yang mungkin tak di sadarinya semakin tumbuh untuk namja dingin itu...
Ya.., Sungmin telah menaruh hati pada Kyuhyun sebelum bertemu dengannya. Tentunya kalian tau... Foto itu berhasil memikat Sungmin...
Sungmin berusaha bersikap tenang meski hatinya kini bergemuruh...pelan tapi pasti namja cantik itu menoleh pada sosok yang begitu serius menekan-nekan benda hitam di tangannya.
Kedua pasang mata itu bertemu pandang, namun hanya bertahan beberapa detik saja setelah salah satu dari keduanya memilih untuk memalingkan wajah.
.
"Yya! Hyung...berhenti mengatakan yang tidak perlu...semua itu kebohongan".
"Jinjja?...aku dan Sungmin berani bertaruh untuk perasaan Kyuhyun terhadapmu Wookie".
"Kau benar-benar seperti Yeojja, bagaimana mungkin Minnie Hyung mau bertaruh, dia baru saja masuk di kelas ini". Ryewook menghempaskan tubuhnya di sandaran tempat duduk, sedikit jengah memang menghadapi namja blonde di hadapannya.
"Mwoyaa apa hubungannya dengan Yeojja?..seluruh siswa di sini namja, dan begitu pula denganku Wookie! Ming bantu aku...jangan diam saja".
"...".
"Ming...". Eunhyuk mengayunkan tangan di depan wajah Sungmin, begitu menyadari tatapan kosong dari namja cantik itu.
"...".
"Sungmin Hyung...gwaenchana?"
"Ah...ne, waeyo Wookie?". Sungmin sedikit tersentak saat Ryewook menepuk pundaknya, ia tersenyum hambar menanggapi tatapan bingung dari kedua namja manis itu.
"Apa kau sakit?"
"Aniya Hyukkie..aku hanya~
"Wookie...apa malam ini kau ada acara?". Sungmin terkesiap saat suara berat Kyuhyun menyela ucapannya. Ia tertunduk lemah kala kedua obsidian Kyuhyun menatap lembut namja di sampingnya. Hatinya berteriak pilu...benar kata Hyukkie, Kyuhyun memang menyukai Ryeowook.
"Tidak...waeyo Kyu?"
"Temani aku ke game center ~
"Ah permisi...aku keluar sebentar". Sungmin beranjak dari duduknya, kedua tangannya mengepal kuat berusaha menahan nyeri di hatinya. Yang terbesit dalam pikirannya saat ini adalah meninggalkan ruang kelas, sebelum ia terlihat konyol karena menangis.
.
.
TAP...TAP...TAP..
Derap langkahnya begitu keras menggema di setiap sudut koridor sekolah, namja cantik itu menoleh ke kanan dan ke kiri merasa asing dengan tempatnya saat ini, puluhan siswa yang ia lalui menatap aneh padanya...bukan karena penampilannya...melainkan air mata yang tampak menggenang di pelupuknya. Oh ayolah...Sungmin namja, dan ia berjalan di lingkungan sekolah dengan keadaan hampir menangis, beberapa orang akan menganggapnya sebagai laki-laki lemah dan cengeng.
.
BRUGH...
"Ah...m-mian ugh...". Sungmin terbelalak saat kerah seragamnya di cengkeram, tubuh mungilnya terangkat beberapa centi dari lantai.
"Berani-beraninya menabrakku! kau tak mengenal siapa diriku eohh?!". Sungmin memejamkan matanya saat namja besar itu berucap keras dengan suara berat di depan wajahnya. Sekarang apa lagi...hatinya sudah tersakiti, dan kini...haruskah ia di sakiti secara fisik oleh orang ini.
"Ani...Ukh...a-aku siswa b-baru di sini...lep-phas!"
Namja itu semakin mencengkeram kuat kerahnya, mendorong tubuh mungil itu hingga menghantam tembok di belakangnya. Sungmin memekik saat kepalanya membentur keras permukaan dinding. Namja cantik itu memang tak sendiri...banyak siswa yang menyaksikan kejadian ini, namun tak satupun berniat menolong. Namja yang tengah di hadapi Sungmin saat ini adalah sosok yang paling di takuti di Miracle Senior High School...Bang Yong Guk dan 5 temannya.
"Lepaskan anak itu...kau bisa membunuhnya hyung". Seorang namja manis menarik lengan Yong Guk.
"Dia berani melawanku Zelo, aku tak akan melepaskan bedebah kecil ini!"
"Hyung...!" Tatapan tajamnya memaksa namja garang itu melepaskan cengkeramannya pada Sungmin. Dan benar saja...cengeramannya terlepas meski dengan hempasan.
"Dengar...bukan berarti aku melepasmu, kau masih berurusan denganku!". Yong Guk berjalan menjauhi Sungmin, setelah empat orang temannya menarik paksa lengannya.
...
"Maafkan dia...apa kau takut?". Salah seorang teman Yong Guk yang tertinggal, menolong Sungmin untuk berdiri dan merapikan kerah Namja cantik itu yang kusut dan berantakan. Matanya melirik satu garis di lengan Sungmin.
"Uhm ne...".
"Terlihat jelas dari wajahmu.. ...Aku Himchan, satu tingkat di atasmu...siapa namamu Hobae?".
"Ho-Hobae?"
"Hn...garis di lengan kirimu itu menunjukkan kau Hobae-ku, siapa namamu?". Sungmin menatap lekat namja di depannya, meski sedikit takut...namun senyuman dan nada rendah dari namja itu sedikit membuatnya tenang.
"Ah ne...S-Sungmin".
"Hei...jangan memandangku seperti itu, aku tak sejahat yang kau pikirkan...begitu pula dengan Yong Guk, kau siswa baru...perlu aku menemanimu melihat-lihat Sekolah ini?"
"Tidak... aku kembali ke ruang kelas saja".
"Baiklah...aku pergi, kau akan baik-baik saja... sampai bertemu lagi Sungminnie". Namja ulzzang itu mengacak rambut Sungmin kemudian berlalu dengan senyum yang terkembang di bibirnya. Entah apa yang dipikirkannya, namun wajah Sungmin sedikit membuat desiran halus dalam hatinya.
Sungmin berjalan gontai, benturan tadi membuat kepalanya berdenyut sakit, meski demikian ia cukup berterima kasih dengan denyut sakit itu...aneh memang, namun bagi Sungmin rasa sakit di kepalanya sedikit membuatnya lupa akan lubang di hatinya.
.
.
...
Langit semakin senja...memaksa ribuan penghuni sekolah elit itu berhamburan keluar menuju kediaman mereka masing-masing.
Sungmin menapaki koridor sekolah seorang diri, suasana memang sangat sepi dan gelap namun tak sedikitpun mempengaruhi langkahnya. Rasa pedih yang menjalar di hatinya terlalu besar mengalahkan ketakutannya.
"Minnie Hyuuuung tunggu".
"Wookie".
"Hyung kau sendirian saja?"
"Ne...kau sendiri?"
"Dengan Kyuhyun...tapi anak itu masih mengambil motornya".
'Nyut'.
Namja manis itu tak menyadari ucapannya membuat hati seorang Lee Sungmin kembali berdenyut sakit. Sungmin menunduk, mencoba menyembunyikan raut kesedihannya di tengah-tengah kegelapan. Mulai sekarang ia harus terbiasa dengan rasa sakit itu.
"Hyung...apa perlu aku menyuruh Kyuhyun mengantarmu pulang?"
"Ah...tidak perlu Wookie, itu akan merepotkan Kyuhyun".
"Kalau begitu...biar aku menemanimu jalan saja, di mana rumahmu hyung?"
"Ah..i-itu~
"Wookie ayo, ku antar pulang". Ucapan Sungmin terpotong saat Kyuhyun datang dan menyerahkan helmnya pada namja manis di sampingnya. kembali ia harus menunduk lemah, tak kuasa menyaksikan sikap lembut Kyuhyun pada Wookie.
"Kyu...aku jalan kaki saja, menemani minnie Hyung".
"Ah...Wookie, a-aku sebenarnya akan pulang bersama temanku, tak perlu menemaniku". Meski sedikit bergetar...Sungmin berusaha menyelesaikan kalimatnya. Di hadapannya saat ini adalah Cho Kyuhyun dan ia harus kuat.
"Wookie kau dengar...dia sudah bersama temannya, kajja pulang...aku tak ingin Kim Ahjumma memarahimu". Kyuhyun menarik lengan namja manis itu untuk segera menaiki motor besarnya, tanpa sedikitpun melihat raut wajah Sungmin.
"Aisshh Arrayooo...minnie Hyung aku pulang dulu ne, berhati-hatilah".
...
Motor itu berlalu dengan kecepatan maksimum menciptakan hembusan yang menghempas rambut dan seragam Sungmin...
Namja cantik itu kembali melanjutkan langkah lemahnya...bukankah ia yang seharusnya berada di posisi Ryeowook. Meski hatinya kini menjerit pilu...itu tak kan mengubah apapun, tak kan membuat seorang Cho Kyuhyun berpaling padanya.
"SRAK...BRUGH Arghhh..."
Sungmin tersentak mendengar suara ribut tak jauh dari tempatnya berdiri, ia mengamati sekitar, mencoba mencari-cari sumber suara debaman dan rintihan seseorang.
Dan betapa terkejutnya pemuda manis itu saat melihat seorang namja terkapar di tengah lapangan basket.
"Yya...Gwaenchana~? Ommoo... Yong Guk?" Sungmin terjengkang ke belakang saat menyadari sosok yang merintih di hadapannya adalah namja yang siang tadi hampir menghajarnya.
"Ahh Appo...". namja itu berguling ke kanan dan ke kiri menahan sakit, pelipis dan sikunya tampak berdarah. Sementara Sungmin berdecak sebal melihat Yong Guk...bukankah itu hanya lecet biasa, tapi namja itu merintih seolah sakitnya luar biasa.
"Berlebihan! Yya irreonna...".
"Mworagoo...kau tak lihat aku kesakitan!" Sungmin menarik paksa tangannya, hingga namja itu terduduk dan memasang wajah garangnya.
"Diam...!"
"Akh sakit bodoh...yak!apa yang kau lakukan ?!" Yong Guk memekik keras saat Sungmin menekan kuat lukanya dengan sesuatu yang menempel erat di pelipisnya.
"Hanya menutup lukamu dengan ini". Namja imut itu...mengulangi hal yang sama pada siku Yong Guk, jarak keduanya begitu dekat...dan itu membuat namja di depan Sungmin tampak terpaku melihat wajah baby facenya.
"Selesai... Ada apa denganmu?" Sungmin menepuk lengan Yong Guk, saat menyadari pemuda itu melamun.
"Ah..apanya yang selesai?"
"Aku sudah selesai mengobati lukamu"
"Oh...YAK! Apa-apan ini?!"
"Wae?...kenapa kau selalu berteriak...itu hanya plester".
"Apa kau gila...lihat gambarnya bodoh". Yong Guk menunjuk-nujuk sikunya, lebih tepatnya pada plester yang melekat pada lukanya.
"Kau yang bodoh!...itu gambar kelinci putih dan itu tampak menggemaskan".
"Aisshhh...apa di pelipisku juga gambar yang sama?".
"Uhm..ne, hanya beda warna saja...kelinci di pelipis mu itu berwarna Pink...kau lebih cocok menggunakan itu". Sungmin berujar dengan wajah datar...meski dalam hati ia terkikik geli melihat wajah shock dari seorang preman Sekolah.
" Apa kau sedang menginjak-injak harga diriku sebagai penguasa di sekolah ini?".
"Ani...aku hanya menolongmu,kau tidak sopan sekali Yong Guk-shi".
"Ck...sedang apa kau di sini?"
"Aku ingin pulang...lalu kau sendiri untuk apa berguling-guling di tengah lapangan basket ini?"
"Berguling? Yya...aku menahan sakit...jangan mencari masalah denganku".
"Apa kau terjatuh?" Sungmin melirik papan skate Board di samping Namja tinggi itu.
"Ne...".
"Baiklah aku pulang Yong Guk-Shi...annyeong".
"Ah tunggu...siapa namamu?". Yong Guk setengah berlari, mengimbangi langkah Sungmin.
"Lee Sungmin".
"Biar aku mengantarmu Sungmin". Sungmin menghentikan langkahnya saat pemuda di belakangnya menahan lengannya.
"Tidak perlu...". Sungmin melanjutkan langkahnya, sedikit resah saat melihat langit mendung di atasnya.
"Di depan sana banyak laki-laki hidung belang, kau tau...wajahmu itu terlalu cantik untuk ukuran namja".
Dan ucapan Yong Guk berhasil membuat Sungmin menghentikan langkahnya, namja cantik itu kembali mundur ke belakang mendekati Yong Guk. Tentu saja Sungmin takut...ia belum mengenal kota Seoul dan ibunya benar...Seoul kejam untuk anak seusianya.
"Antarkan aku pulang.."
...
..
...
Dentingan sendok dan piring yang berbenturan tampak mendominasi ruang makan milik Kyuhyun. Dua namja yang tengah duduk berhadapan begitu tenang menyantap hidangan di hadapan mereka. Tenang?...
Sepertinya tidak bisa dikatakan seperti itu, suasana akward terasa kental meliputi keduanya. Sungmin mengutuk saat-saat seperti ini, ia benci jika di acuhkan dan berkutat dengan kegelisahannya sendiri. Merasa tidak tahan...akhirnya ia memutuskan untuk membuka suara.
"Kyu...kau dan Wookie jadi pergi malam ini?"
"Tidak..". Sungmin tersenyum mendengar jawaban singkat dan dingin dari namja di depannya, walau nyatanya senyuman itu terlihat hambar dan dipaksakan. Namun ada setitik kelegaan dalam hatinya mendengar jawaban 'Tidak' . itu berarti Kyuhyun tidak akan pergi dengan sahabatnya.
"Wae?...apa terjadi sesuatu?"
Kyuhyun meletakkan sendok dan garpunya, kemudian menatap tajam Sungmin. Tatapan itu begitu menusuk, berbeda sekali saat ia menatap Wookie yang terkesan lembut.
"Kau senang sekali mencampuri urusanku...apa kau tuli? di luar sedang hujan lebat...aku tak kan mungkin membuat Wookie-ku sakit! Aku selesai!" Brakk
'Jleb'.
Walau tak kasat mata, sebuah pisau menikam ulu hatinya...terkesan berlebihan kah? Tapi memang itu yang dirasakan Sungmin, meski berkali-kali ia mendengar nada kasar dari mulut Kyuhyun, tapi kali ini adalah yang paling menyakitkan. Statement 'Wookie-Ku' membuat lubang di hati Sungmin semakin menganga.
Kursi itu terdorong kasar karena gerakkan Kyuhyun, dan setelahnya ia meninggalkan ruang tersebut menyisakan setengah makan malamnya dengan Seorang namja cantik yang tertunduk lemah.
.
.
Sungmin POV
Kyu...taukah kau? ini semua seperti panah yang menyimpang dari sasarannya. Hatiku tak bisa menyentuhmu. Meski selama ini aku melihatmu setiap hari...tapi kau hanya melihat ke tempat yang lain. Apa salahku hingga kau memperlakukanku seperti ini?...
.
.
.
Aku memandang dua cangkir caffe latte di hadapanku, sedikit meniupnya untuk mengurangi panas yang mengepul. Hujan lebat membuat hawa malam ini benar-benar dingin.
"Chaa...sudah agak hangat, Kyuhyun bisa meminumnya". Ku langkahkan kakiku menuju kamar Kyuhyun, ah..aku tau dia pasti akan marahiku. Tapi tak apa...aku lebih memilih Kyuhyun memakiku dari pada tubuhnya kedinginan.
.
Pintunya tidak di kunci...kuputuskan untuk membukanya sedikit, eh~...
Di mana Kyuhyun?...sedang mandikah?...aku meletakkan caffe latte Kyuhyun di meja belajarnya. Kamar ini benar-benar nyaman, semua didominasi warna biru. Dua buah almari berisi kaset game, komik dan buku-buku yang tertata rapi. Ah...ternyata kyuhyun mengoleksi figure karakter One piece, lucu-lucu sekali. Aku mengambil salah satu dari mereka...
"Yyaa...Chopper,lihat dirimu...sangat menggemaskan hihi".
.
.
"Siapa yang menyuruhmu masuk?". Suara itu...suara Kyuhyun, aku menoleh ke belakang. Oh Tuhan...nyatakah ini, aku melihat Kyuhyun Top less?..Tubuh berotot itu membuat jantungku berdetak tak stabil.
Sungmin POV End
.
Author POV
"Yya! Kau bisu atau apa?...siapa yang menyuruhmu masuk!" Kyuhyun mendelik tajam, lalu melangkahkan kaki menuju lemari pakaiannya, mengambil sepotong kaus putih dari kotak besar tersebut.
"...".
"Keluar...!". Sungmin tersentak saat Kyuhyun menarik tangannya kasar, dan mencoba mendorong tubuh mungil itu meninggalkan kamar pribadinya.
"Ah..c-chakaman Kyu, aku membuatkanmu Caffe Latte...minummlah itu bisa menghangatkan tubuhmu".
"Aku tidak butuh perhatianmu Min, keluar!". Kyuhyun semakin mendorong kasar, hingga tubuh mungil itu terjerembab ke lantai marmer yang dingin. Tak ada raut bersalah dari wajah stoic itu, ia hanya memandang datar sosok yang meringkuk di hadapannya.
"Akh appo...hiks kenapa kau memperlakukanku seperti ini Kyu?". Sungmin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, bagaimanapun ia tak bisa membiarkan Kyuhyun melihat air matanya...atau namja dingin itu akan semakin memakinya jika mengetahui Sungmin menangis.
"Wae? Kau tidak suka? Kau ingin mengadukannya kepada ibumu?! Silahkan...!".
"Tidak...tidak seperti itu, a-aku hanya ingin tau...kenapa kau membenciku seperti ini?" .
"Karena kau parasit Lee Sungmin."
"Pa-parasit? Bukankah kau sendiri yang berjanji pada Eomma untuk menjagaku di rumah ini Kyu?". Sungmin menatap nanar sosok angkuh di depannya, harga dirinya seolah terinjak-injak. Apa arti sikap lembut Kyuhyun di hadapan ibunya saat itu...semua hanya kebohongan belaka.
"Cih...yya! Sungmin... itu hanya formalitas saja...aku ingin menguasai rumah ini sendirian tanpamu!".
"Apa maksudmu? Menguasai...?" .
"Yah! Kau bodoh atau apa Lee Sungmin?! apa wanita itu tidak memberitahumu tentang hak kepemilikan rumah dan tanah ini?".
Perkataan Kyuhyun semakin terdengar absurd di telinganya, dan karena ini.. ia yakin ibunya telah menyembunyikan sesuatu selama ini. Kalau tidak...mana mungkin namja tampan itu berbicara angkuh dan menyangkut ibunya.
Kyuhyun mendesah berat melihat wajah bingung di hadapannya...ia melangkah masuk kedalam kamarnya setelah sebelumnya mengeluarkan umpatan kecil untuk sosok yang masih terduduk di lantai itu.
.
'SRAKK'..."Baca itu Lee Sungmin!". Kyuhyun menghempaskan beberapa lembar kertas putih bertinta di hadapan Sungmin. Dan ia tau...apa yang ada di hadapannya saat ini adalah kertas-kertas berharga.
"i-ini..."
"Benar...sertifikat itu mengatakan bahwa kepemilikan rumah ini atas nama kita berdua! Dan kau tau apa yang membuatku semakin membencimu?!"
"...". Sungmin memilih untuk bungkam, mengantisipasi kata-kata yang akan menusuk hatinya lebih dalam lagi. Sepasang manik foxynya menatap sendu wajah tampan yang semakin mengeras menahan emosi.
"Perjodohan kita...aku muak dengan mu Sungmin-shi!"
"A-apa? Perjodohan?". Namja cantik itu terkesiap mendengar penuturan Kyuhyun...apa yang sebenarnya tengah terjadi saat ini? Sungmin berharap semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk. Namun sosok dan suara Kyuhyun terlalu nyata untuk menyadarkannya.
"Jangan berpura-pura kau tidak tau akan hal ini...kau menikmati semua ini bukan?!"
"T-tidak!...aku benar-benar tidak mengetahuinya Kyu...".
"Cih...Dengar, jangan pernah bermimpi aku akan mencintaimu Lee Sungmin...itu tidak akan pernah terjadi!" BLAMM
Kyuhyun membanting keras pintu kamarnya membuat Sungmin tersentak dan semakin terisak. Namun lambat laun tangisannya mengeras dan terdengar pilu, ia merasa terinjak sekaligus dikhianati. Hanya Sungmin yang tak mengetahui semua fakta ini...dan seseorang memberitahunya dengan cara yang menyakitkan.
Haruskah ia senang dengan perjodohan ini? meskipun Sungmin menjawab iya. Namun separuh hatinya mengingkari semua itu...Karena Kyuhun teramat membencinya, dan ia tau...cinta yang di paksakan hanya akan menyakiti satu sama lain.
"Jadi ini...yang membuat Eomma bersikeras memaksaku tinggal di rumah ini? Kenapa kau membohongiku Eomma Hiks". Sungmin semakin meringkuk dengan meremas kuat sertifikat di tangannya. Semua ini terlalu menyakitkan .
"Kyu mianhae...sungguh aku tak mengetahui semua ini".
.
.
.
.
TBC
Chaa...Caffe Latte Chap 2 Hadir.
Mohon Masukannya ya chingu ^^
ah sedikit cerita sama promosi Mv sedikit...gara -gara author liat Mv nya B.A.P (Rain Sound), yang super nyesekk itu, malah nginspirasiin author buat masukin 3 personilnya ke dalam Fict ini. yang dah liat siapa?
Untuk:
Cho Na Na, Iam E.L.F and JOYer, chikakyumin, chanmoody, Cul Ah, dessykyumin, sun young, PumpkinSparKyumin, Park Min Rin, is0live89, 137Line, MinniMinStrategy, joyersV.A, Joyer Quint, Yunnieah, ming0101, horsiwon, evil vs bunny, ,Diavolos, andin, JOYmin137, Yefah KyuminShippClouds, Kyurin Minnie,GaeMing, Hye99, Princess Pumkins ELF, , kim kyuna,dedo, bunyming, Qhia503, MissELFVIP, winecoup137, Lee minlia,
Gomawoo udah review...dan kasih masukannya ^^
Author mengharap review readers...untuk mengembangkan Fict ini ^^
Annyeong...
Hugh :*
Kamshaheeee
