Sebelumnya aku balas dulu Reviewsnya: KiriKaNoKarin: 'Haha menarik juga dilanjut...' Balasan: Iya nih. Baru aja

Ya sudah, silahkan membaca

.

.

.

.

Besoknya Menma sudah siap dengan peralatan-peralatan yang ia butuhkan di sekolahnya Akademi Shinobi. Menma pun segera memakai topengnya. 'Buat jaga-jaga supaya tidak terjadi kesalah pahaman,' Batin Menma. Setelah Menma sampai di 'Akademi Shinobi' ia masuk ke kelas dan mendapatkan banyak ilmu tentang cara-cara mengeluarkan chakra seperti elemen-elemen taijutsu, Ninjutsu, dan lain-lain. Menma juga sudah belajar menggunakan Kunai dengan benar dan berlatih jurus seribu bayangan atau bisa disebut 'Kage Bunshin No Jutsu'. Menma juga berkenalan dengan Uchiha Sasuke, Haruno Sakura, Hinata Hyuga, dan masih banyak lagi.

Setelah jam istirahat Menma memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon rindang dekat akademi. "Hei Menma!" Tiba-tiba ada suara Sakura yang membuyarkan kegiatan Menma. "Ya, ada apa Sakura-san?" Kata Menma seraya menoleh ke arah Sakura. "Kamu lihat anak itu?" Kata Sakura sambil menunjuk kearah Naruto yang sedang merenung di bangku taman. "Iya, memangnya ada apa?" Kata Menma mengernyitkan alis. "Jangan dekati anak itu, dia monster!" Kata Sakura lalu melihat Naruto dengan tatapan tidak suka. "Justru kalau dia dijauhi dia akan semakin sedih dan mungkin dia akan benar-benar jadi monster. Menurutmu bagaimana Sakura-san?" Kata Menma tersenyum dibalik topeng. "Apa maksudmu?" Kata Sakura tidak mengerti.

"Ah sudahlah, tidak usah dipikirkan. Oh ya, maaf Sakura-san aku harus membaca buku panduan shinobi sekarang," Kata Menma lalu meninggalkan Sakura yang masih berusaha mencerna apa yang yang dimaksud Menma. 'Ah sudahlah Sakura, tidak usah dipikirkan,' Batin Sakura dalam hati lalu mulai menemui teman-teman lainnya sedangkan Menma asyik membaca buku sambil berjalan. Menma biasanya tidak sadar apa yang ia lakukan bila ia sedang baca buku. Buktinya ia tidak tau sekarang posisinya telah duduk dibangku taman bersama Naruto yang masih termenung disampingnya.

"Kau siapa?" tiba-tiba ada sebuah suara yang membuyarkan Menma. "Ya, eh. Menma," Kata Menma menengok ke arah Naruto. 'Naruto ya, hmm... halo kakek!' Kata Menma dalam hati. "Menma? Aku tanya siapa kau. Bukan mie rebus," Kata Naruto bingung. "Itu memang namaku kok," Kata Menma santai. "E-eh iya. Namaku-" belum sempat Naruto berbicara Menma langsung memotongnya. "Ya, kau Naruto benarkan? Ya sama-sama saja nama kita berdua aneh. Setahuku Naruto adalah ikan yang biasanya dibuat dalam Ramen, begitu pun aku 'Menma' otulah namaku. Padahal artinya mie rebus, aku mienya kamu ikannya," Kata Menma sambil terkikik geli mendengar kata-katanya sendiri. "Benarkah?" Kata Naruto tidak percaya.

Belum sempat Menma menjawab bel akademi sudah berbunyi. Itu tandanya murid-murid harus mengikuti ujian terakhir shinobi yakni 'Jurus Perubahan'. Guru Iruka yang akan menjadi model tiruannya. "UZUMAKI NARUTO!" Kata guru Iruka menyuruh Naruto maju. "HWWAAA!" Teriak para murid dan guru karena Naruto menggunakan 'Sexsy No Jutsu'. "HAHAHA...MIMISAN!" Ejek Naruto pada guru iruka. "NARUTO KAU TIDAK LULUS TESS!" Marah guru Iruka. Naruto duduk kembali dengan muka sedih. "MENMA!" Kata Iruka memanggil Menma. "JURUS PERUBAHAN!" 'Poff..." tiba-tiba muncul seorang gadis berambut merah tomat memiliki mata berwarna biru. "SIALAN!, maaf guru aku salah jurus. Aduh bagaimana ini guru aku memakai jurus perubahan lima jam!" Jerit Menma histeris melihat apa yang dia lakukan.

Bayangkan saja Menma yang dihadapan Iruka seperti bukan Menma melainkan Kushina. "KUSHINA!" Kata iruka kaget. "Biar kubantu," Kata hokage ketiga Sandaime lalu menghilangkan jurus aneh yang dipakai Menma. "Terimakasih Hokage-sama," Kata Menma memberi hormat lalu kembali ketempat duduk. Hanya karena itu Menma lulus. Kenapa? Karena ia bisa meniru orang yang sudah meninggal. Biasanya melakukan jurus perubahan harus ada model yang dilihat namun kalau Menma secara langsung tanpa ada modelnya.

Iruka sekaligus bangga dan banyak pertanyaan dikepalanya. "Kau ini sebenarnya siapa nak?" Kata guru Iruka penuh teliti. "Aku manusia guru," Kata Menma santai. Aduh guru Iruka jadi salah tingkah menghadapi Menma. Guru Iruka akhirnya memutuskan untuk tutup mulut daripada nanti ada kesalah pahaman antara dia dan Menma. Menma lega karena indetitasnya masih terjaga. Semoga, kalau tau-tau besok indetitasnya terbongkar. Wah bisa kacau seluruh desa!