Akhirnya lanjut chapter 2 XDD
Ah ... maaf kalo gaje ceritanya TTvTT
Daripada kelamaan, silakan baca~
Disclaimer:
Kuroko no Basket © Fujimaki Tadatoshi
"I'm Happy If You're Happy"
Warning: OOC, typo, yaoi (a bit), OC numpang lewat, alur /kayaknya/ cepat, gaje, AkaKuro numpang lewat.
"Hah ... itadakimasu." desah Nigou sambil memakan sarapannya sendirian. Hari ini ia hanya membuat onigiri yang diisi beberapa irisan daging sapi dan kecap asin Jepang.
"Ah ... aku harus cari kerja hari ini, kalau tidak aku malah jadi tak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hariku nanti." gumam Nigou pada dirinya sendiri. Ia pun menghabiskan sarapannya lalu membawa piringnya ke tempat cuci piring sambil langsung mencuci piring itu. Kemudian ia mengambil air mineral dan meminumnya.
Nigou pun ke kamarnya untuk ganti baju. Setelah selesai ganti baju, ia keluar rumah dan mengunci pintu rumah. Dan bersiap untuk mencari kerja.
Nigou pergi ke supermarket dekat rumahnya, siapa tahu supermarket itu butuh karyawan baru. Dan beruntungnya ia, ada kertas tertempel di kaca supermarket itu yang berisi bahwa mereka membutuhkan karyawan baru. Nigou langsung pulang ke rumah untuk membuat surat lamaran.
Sore harinya, ia pergi lagi ke supermarket sambil membawa surat lamaran. Sampai di supermarket, ia berkata ke salah satu karyawan disitu kalau ia ingin bekerja di supermarket itu setelah melihat pengumuman di kaca supermarket yang tadi pagi ia lihat. Karyawan itu pun menuntunnya ke ruang manager, Nigou mengikutinya dari belakang. Sampai di depan ruang manager, Nigou berterima kasih kepada karyawan itu lalu mengetuk pintunya.
Tok tok
"Masuk." jawab seseorang dari dalam ruang itu. Nigou membuka pintunya lalu menutupnya dan berjalan menghadap ke depan meja manager.
"Duduklah." kata manager itu. Nigou pun duduk.
"Nah, apa urusanmu sampai datang ke ruanganku wahai anak muda?" tanya manager itu sambil menatap Nigou yang membawa amplop berwarna coklat.
"Saya melihat kertas yang tertempel di kaca supermarket pagi ini kalau Anda membutuhkan karyawan baru. Karena itu, saya ingin melamar bekerja di supermarket ini." jawab Nigou.
"Begitu ... apakah kau sudah pernah bekerja sebelumnya?"
Nigou menggeleng, "Tidak pernah, ini pertama kalinya saya mencari kerja." jawab Nigou.
"Hmmm ... berapa umurmu sekarang?"
"18 tahun."
"Muda sekali, boleh saya melihat surat lamaran Anda?"
"Silakan." kata Nigou sambil menyerahkan amplop yang ia pegang kepada sang manager.
Manager itu pun membuka amplopnya dan melihat isi surat lamaran Nigou. Setelah selesai melihat surat lamaran itu, manager itu meng-interview Nigou. Nigou menjawab semua pertanyaan sang manager dengan tenang tanpa grogi sedikit pun. Karena kalau sampai grogi, bisa-bisa Nigou malah tak diterima untuk bekerja di supermarket itu.
"Baiklah ... saya menerimamu untuk bekerja disini. Kuharap kau siap untuk mulai bekerja esok hari. Kau akan bekerja di bagian kasir. Kau boleh pulang sekarang." kata manager itu setelah selesai meng-interview Nigou sambil menatap Nigou. Nigou berdiri dari kursinya lalu membungkuk.
"Terima kasih banyak. Mohon bantuannya untuk besok." kata Nigou yang masih membungkuk dengan perasaan bahagia.
"Ya, sama-sama. Kuharap kau jadi pekerja yang handal dan rajin."
"Ya, saya akan berusaha. Terima kasih banyak sekali lagi, saya permisi dulu." ucap Nigou sambil membuka pintu lalu menutupnya kembali. Ia pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. Nigou jadi tak sabar untuk menunggu hari esok.
Besoknya ...
"Mohon kerjasamanya, semuanya." kata Nigou sambil membungkuk dihadapan para karyawan supermarket.
"Mohon kerjasamanya juga karyawan baru." jawab semua karyawan-karyawan itu.
"Ah, ngomong-ngomong aku akan mengajarimu bagaimana cara kerja di kasir. Ayo ikut aku, Nigou-kun." kata salah satu karyawan sambil pergi ke salah satu kasir. Nigou mengikutinya dari belakang.
Karyawan itu pun menjelaskan bagaimana cara bekerja di kasir, ia menjelaskannya dengan detail. Nigou hanya mengangguk-angguk saja.
"Bagaimana? Kau mengerti kan? Ah, ngomong-ngomong..." karyawan itu mengarahkan tangannya ke arah Nigou, "Namaku Souta Kirihara, salam kenal!" kata karyawan itu yang bernama Souta. Nigou pun menjabat tangan Souta.
"Salam kenal Kirihara-san. Seperti yang sudah kau tau, namaku Nigou Tetsuya, salam kenal lagi." kata Nigou.
"Heh, panggil saja aku Souta." ujar Souta sambil tersenyum. "Ayo mulai kerja, Nigou. Supermarketnya sebentar lagi akan dibuka." lanjut Souta sambil menepuk-nepuk punggung Nigou.
"I ... iya..." kata Nigou lalu dia pergi ke kasirnya.
Nigou menjalani kehidupan sehari-harinya dengan bekerja. Ia senang karena ia juga mendapat banyak teman baru dan juga pengalaman tentunya. Ia juga tak lupa mengirim kabar ke Master-nya lewat e-mail setiap hari agar Master-nya tak terlalu mencemaskan dirinya.
Nigou juga tak pernah mau berkunjung ke rumah Akashi apabila ia diajak oleh Master-nya. Ia selalu bilang ke Master-nya kalau ia sibuk bekerja, tak ada waktu untuk berkunjung. Ia tak berbohong karena itu benar-benar kenyataan. Ia bekerja dari pagi pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam. Lagipula dia juga memang tak berniat untuk mau berkunjung ke rumah Akashi karena dia tak mau merusak kebahagiaan mereka.
Suatu hari, Nigou tiba-tiba ambruk saat ia sedang bekerja. Beberapa karyawan disitu langsung mengerubungi Nigou.
"Hei, ada apa denganmu? Badanmu panas sekali, kalau kau sakit kenapa tidak ambil cuti saja hari ini Nigou-kun?" tanya Souta khawatir. Nigou tak menjawab, badannya terasa panas sekali, kepalanya terasa sangat pusing. Ia sudah tak tahan lagi dan ia pun pingsan.
.
.
.
Perlahan-lahan Nigou mulai membuka matanya. Ia melihat ke sekelilingnya. Semuanya serba putih dengan bau obat-obatan yang tersebar di ruangan itu. Dan ia baru sadar kalau ia berada di rumah sakit.
"Oh, lihat. Nigou-chin sudah bangun." kata seseorang yang berambut ungu. Semua yang ada disitu pun menengok ke Nigou.
"Emm ... kenapa kalian ada disini?" tanya Nigou sambil melihat ke sekelilingnya. Mantan anggota Kiseki no Sedai ada disitu (kecuali Kuroko dan Akashi).
"Kami kesini khawatir karena kau tiba-tiba saja pingsan saat sedang bekerja. Jangan bilang kalau kau sudah lama sakitnya?" tanya Aomine dengan curiga.
"Uhh ... tidak terlalu lama. Hanya kemarin saja sakitnya mulai muncul. Aku sudah minum obat tapi tak kusangka sakitnya malah tambah parah." jawab Nigou.
"Hah ... kau ini. Pokoknya kau harus dirawat di rumah sakit ini. Tidak boleh membantah." kata Aomine dengan tegas. Padahal sebenarnya ia juga tak suka dirawat di rumah sakit.
"Iya ... baiklah." kata Nigou pasrah. Sebenarnya ia tak suka berada di rumah sakit. Ia tak suka bau obat-obatan yang tersebar di rumah sakit. Tapi apa boleh buat, ia hanya bisa pasrah saja agar sakitnya tidak semakin parah.
"Oh iya, kuberitahu Kurokocchii untuk menjengukmu kalau kau sedang sakit, ya." kata Kise sambil memencet nomor di handphone-nya.
"AH! Tunggu! Jangan!" seru Nigou. Kise pun berhenti memencet nomor dan menengok ke arah Nigou dengan bingung.
"Eh? Kenapa Nigoucchii?" tanya Kise bingung.
"Uh ... umm... aku tak mau Master mencemaskanku." jawab Nigou dengan gelisah.
"Lho, kenapa ssu? Kurokocchii harus tau hal ini, Nigoucchii." ujar Kise tak setuju.
"Yah ... aku sih tak keberatan, nanodayo..." kata Midorima yang daritadi diam sambil membetulkan letak kacamatanya dengan membawa benda keberuntungannya hari ini di saku jubah dokternya. Ya, Midorima sekarang menjadi dokter dan ia yang merawat Nigou tadi selama Nigou pingsan.
"Apa alasanmu kami tak boleh memberitahu hal ini ke Tetsu, Nigou?" tanya Aomine kepada Nigou.
"Karena aku tak mau merusak kebahagiaan mereka berdua..." jawab Nigou dengan tenang.
"Kenapa ssu? Toh, walaupun Kurokocchii tau kau sakit, hubungan mereka nggak akan rusak, Nigoucchii." kata Kise yang tidak terima dengan jawaban Nigou.
"Kau tak tau, Kise-kun ... aku tak mau kalau Master tau aku sakit lumayan parah pasti ia akan mencemaskanku dan melupakan Akashi-kun sebentar dan yang ada di pikirannya hanyalah diriku yang sakit berbaring di ranjang rumah sakit ini. Akashi-kun pasti akan cemburu dan bisa-bisa ia melempar gunting ke arahku." jawab Nigou. Yang lainnya pun memikirkan muka Akashi yang tenang tapi sebenarnya marah itu dengan death glare-nya yang seram dengan membawa gunting kesayangannya.
"Sudahlah, kita setujui saja usul Nigou!" ujar Momoi sambil memeluk dan mengelus-elus Nigou.
"Etoo ... Momoi-san ... kau nanti bisa tertular lho..." kata Nigou sambil melihat ke arah Momoi.
"Eh ... oh iya ..." lalu Momoi pun melepas pelukannya dari Nigou.
"Ya sudah ... kita setujui saja usulnya. Dia anjing yang baik yang memikirkan perasaan Tuan-nya." kata Aomine. Murasakibara hanya mengangguk sambil memakan snack-snacknya.
"Yah ... aku sih setuju-setuju saja nanodayo. Dan jangan sampai kau makannya berantakan, Atsushi..." kata Midorima sambil melihat Murasakibara yang makan snack-snacknya dengan tenang.
"Baiklah ssu ... aku setuju." kata Kise akhirnya mengalah. Lalu ia melihat ke arah jam tangannya. "Duh, maaf ya Nigou. Aku harus ke tempat pemotretan ssu. Dah semuanya, aku duluan ya ssu!" lalu Kise beranjak pergi dari kamar Nigou dengan terburu-buru.
"Hem ... aku juga duluan ya, Nigou. Cepat sembuh, ya!" kata Aomine sambil keluar dari kamar. Momoi sedikit membungkuk menyatakan kalau ia juga akan pergi lalu menyusul Aomine. Murasakibara juga ikut pergi sambil masih memakan snack-snacknya.
"Cepatlah sembuh agar tak ketahuan Kuroko. Kalau ada apa-apa panggil saja perawat disini. Aku ditunggu pasien-pasienku. Aku permisi dulu nanodayo." kata Midorima sambil beranjak pergi dari tempat Nigou berbaring dan membuka pintu kamar lalu menutupnya.
"... terima kasih semuanya..." gumam Nigou sambil tersenyum kecil. Lalu ia melihat ke jendela yang berada di sebelah kirinya dengan tatapan kosong.
Ohoho gaje ya? maaf... ;~;
Gatau kenapa pengen buat Nigou sakit /jahat.
Yak, chapter 3 silakan ditunggu XD
Review nya silakan~ siapa tau ada beberapa yang salah di chapter 2 ini, maklum masih newbie dan amatir UvU
Jujur saya seneng dan terharu kalo dapet review ;u; /halahlebay (tapi bener loh)
