1
.
.
.
.
Akashi x Fem!Naru
Kuroko no Basuke x Naruto
Alive!MinatoKushina
.
.
.
.
.
.
Chapter 1.
Kise Ryouta
"Aahh, Jepang I'm comeback!" seru seorang gadis memakai kacamata hitam dengan baju yang simple sambil menyeret kopernya.
"Hei sir, bisa kau antarkan saya ke sini?" ujar Naruto kepada seorang supir taksi setelah ia masuk ke dalam taksi.
Sang supir yang masih muda pun menelan ludahnya pelan, seksi, pikirnya melihat dari kaca spion di depannya.
"Hello sir?" Naruto melambaikan tangannya ke kaca spion, karena Naruto lihat sepertinya sang supir ini masih asik dalam pikirannya.
"Ah! Maaf nona," lekas ia langsung meminta maaf pada penumpangnya. Ia pun langsung merutuki kebodohannya yan sempat-sempatnya terpesona.
Naruto pun langsung mengambil secarik kertas dari tasnya dan menyerahkan kertas itu kepada sang supir.
"Tolong ke alamat ini," pinta Naruto, dan taksi itupun langsung berjalan.
Naruto pun langsung turun dari taksi itu setelah tiba di tempat tujuan. Sebelumnya, ia meminta sang supir taksi untuk mengirimkan barang-barangnya ke apartemen milik Kagami. Naruto tidak perlu takut barang-barangnya di curi oleh si supir itu, soalnya ia sudah merekam pembicaraan mereka. Hihihi, Naruto terkekeh. Ia pun langsung melepaskan kaca mata hitamnya.
Banyak orang yang berlalu lalang di depan Naruto karena pertandingan yang akan di mulai. Naruto pun berjalan mengikuti langkah orang-orang ini ke dalam gymnasium.
Banyak yang sedikit melirik Naruto dan bahkan ada yang terang-terangan menggodanya dan Naruto pun hanya membalasnya dengan senyumannya. Tidak menanggapi.
Didalamnya sudah banyak tempat duduk yang sudah terisi, Naruto melihat papan pertandingan dari tempatnya, pertandingan kali ini SMA Fukuda x SMA Kaijo.
Naruto pun mengedarkan pandangannya ke bangku-bangku penonton dan tetap tidak menemukan sepupu jauhnya itu.
"Excuse me miss," Tanya Naruto pada seorang wanita yang kebetulan lewat di hadapannya. Wanita itu menglihkan pandangannya dan menatap Naruto.
"Apa kau melihat SMA Seirin?" Tanya Naruto yang sekarang menggunakan bahasa Jepang yang fasih.
"Ah, SMA Seirin, sayang sekali anda telat nona pertandingan mereka sudah selesai tadi." Jawab wanita tadi disertai senyuman.
"Mereka?"
"Iya, SMA Seirin melawan SMA Yosen kan?" Dan Naruto hanya menanggapinya dengan senyuman kikuknya.
"Aah, ne. Arigatou," ucap Naruto tulus dan wanita tadi pun mengalihkan pandangannya ke tengah lapangan. Di lapangan itu terlihat seorang laki-laki yang sedang memasukkan bola ke ring. Dan Naruto pun mengalihkan pandangannya, dan berjalan pergi untuk keluar sebentar.
Naruto pun berjalan melewati lorong-lorong sampai ia tidak sengaja mendengar teriakan Kagami dari luar.
"Woi! Lepaskan dia!" Teriak Kagami saat melihat Alex, guru basketnya, lehernya di cengkram oleh laki-laki yang memiliki tindik di telinganya.
"Bakagami! Tatsuya!" seru Naruto saat melihat Kagami dan langsung menghampirinya, "eh, Tatsuya! Kenapa dengan wajahmu?!" Teriak Naruto terkejut saat melihat ada laki-laki yang dikenalnya dengan wajah lebam habis di tonjok.
Kagami, Tatsuya, dan laki-laki yang bertindik yang masih mencengkram leher si wanita yang Naruto tidak tahu langsung mengalihkan pandangannya ke arahnya.
"Naruto!" seru Tatsuya dan Kagami.
"Are? Hehh, ada perempuan asing lagi, apa kau mau bermain dengan ku?" Ucap lelaki bertindik tadi yang sudah melepaskan cengkramannya di leher perempuan tadi. Perempuan itu pun langsung jatuh terduduk, dan mencoba mengambil sebanyak-banyaknya udara untuk memasok paru-parunya yang kehabisan oksigen akibat habis di cekik.
"Teme!" Seru Kagami dan langsung menghampiri Alex yang masih terbatuk-batuk walau sudah sedikit mendingan.
Haizaki pun berjalan mendekat kearah Naruto. "Bagaimana? Apa kau mau?" Lanjut Haizaki saat dirinya sudah tepat di depan Naruto. Naruto pun langsung memasang wajah dinginnya, "Hehh, kau?" Naruto manatap laki-laki di hadapannya dengan seringaian yang tipis.
"Tidak memenuhi kriteria ku," sambung Naruto dengan seringaian yang meremehkan.
"Kau!!" Seru Haizaki di depan Naruto.
Pushhh, tiba-tiba dari arah kiri Haizaki ada bola basket yang melaju kencang dan langsung di tangkapnya.
"Hoi, hoi, kau berani juga melemparkan bola ini kehadapanku Ryouta," ujar Haizaki menatap Kise Ryouta salah satu anggota Kiseki no Sedai. Naruto pun mengalihkan pandangannya menatap laki-laki berwajah cantik yang sebelumnya dilihatnya di saat pemanasan.
"Kise!" Teriak Kagami terkejut.
"Doumo-ssu," ucap Kise.
"Kau kenal dia!" Tanya Kagami sambil menunjuk Haizaki.
"Ya, kurasa begitu," jawab Kise mengalihkan pandangannya kembali kearah Haizaki.
"Dia Haizaki Shogo, dia adalah pemain regular Teiko sebelum aku bergabung. Dan dia dulu pernah di paksa untuk berhenti dari tim oleh Akashi-cchi. Dia punya talenta tapi tidak bisa jauh dari kekerasan, sampai aku menggantikannya." lanjut Kise sambil berjalan mendekat menuju Kagami, yang disampingnya ada Tatsuya dan Alex. Dan berhenti.
"Seharusnya sih begitu, lalu menurutmu apa yang akan terjadi di pertemuan kita?" Tanya Kise kepada Haizaki yang di belakangnya ada Naruto.
"Tidak ada alasan tertentu. Aku juga tidak ingin balas dendam," ucap Haizaki sambil mengayun-ayunkan bola basket di tangan kanannya.
Lalu melanjutkan, "Kalau harus melanjutkan, aku hanya ingin buang-buang waktu." Yang membuat Naruto, Kagami, Tatsuya dan Alex, serta Kise terkejut. Walaupun Kise masih memasang wajah seriusnya.
"Aku tidak peduli dengan basket. Tapi setelah aku berhenti, kalian mulai terkenal dengan sebutan Kiseki no Sedai," ucapnya lagi sambil melemparkan bola basket di tangan kanannya ke sebelah kiri dirinya. Dan mengayun-ayunkan tangan kanannya.
"Jadi aku ingin merebut gelar itu dari kalian berlima," sambungnya disertai dengan tampang yang menyeringai, membuat wajahnya makin tampak mengerikan.
Kise hanya terdiam sambil masih menatap datar wajah Haizaki, Haizaki pun masih melanjutkan perkataannya, "Dari dulu aku adalah pemain regular, jadi jika aku merebut satu, tidak aka nada yang protes. Apalagi kalau lawanku berikutnya adalah kau, Ryouta. Karena kau sendiri belum pernah menang melawanku, dan skor kita belum pernah di tentukan sampai kau masuk sebagai pemain kelima, kan?" Ujar Haizaki memperlebar seringaiannya.
'Kise kalah?' batin Kagami terkejut.
"Kagami-cchi, ada satu hal yang ingin ku pastikan. Siapa cewek pirang cantik itu-ssu?" Tanya Kise menatap ke belakang Haizaki dimana Naruto berdiri. Membuat semuanya mengalihkan pandangannya kearah Naruto.
Hm? Naruto terkejut, Naruto pikir bocah kuning di depannya mau bertanya yang penting, eh, malah bertanya tentangnya. (Naruto lupa kalau dia sendiri juga pirang_-)
"Bukan itu masalahnya! Dia sepupuku!" Teriak Kagami kesal.
Naruto pun berjalan mendekat mengabaikan ucapan Kagami dan melewati Haizaki menuju kearah Kise, yang di sampingnya ada Kagami, Tatsuya dan Alex.
"Doumo, Naruto desu," salam Naruto saat sudah berada tepat di hadapan Kise disertai senyuman manisnya.
"Ki-Kise Ryouta desu, salam kenal Naruto-cchi," salah satu tangan Kise menggaruk lehernya yang tidak gatal. Entah mengapa mendapat senyuman manis dari Naruto Kise mendadak gugup.
"Ara ara, baiklah sepertinya kau harus menyelesaikan masalahmu terlebih dahulu Kise-kun?" Ucap Naruto menatap Kise sebelum mengalihkan pandangannya kearah Haizaki.
"Aku benci mengatakan ini, tapi bisakah kalian tidak ikut campur? Aku mengerti situasinya, tapi aku benar-benar ingin bertanding melawanmu di babak selanjutnya. Aku yang akan bertanggung jawab dan akan ku hajar dia nanti," ucap Kise pada Kagami dengan air muka yang serius.
"Aku tidak peduli dengan nama Kiseki no Sedai, aku sudah pernah mengatakannya padamu Kagami-cchi. Meski begitu, aku tidak mau dengan mudah memberikannya pada orang sepertimu, Shogo-kun." Naruto pun mengalihkan pandangannya mengikuti arah pandang Kise yang kembali menatap Haizaki.
"Aku juga tidak memintanya. Sudah kubilang, Ryouta. Aku ingin merebutnya, jadi aku ingin agar kau menyerahkannya, bodoh." Ujarnya dengan seringai di wajahnya. Fix, Naruto benar-benar ingin menghajar pemuda di depannya, dan menghilangkan seringai meremehkannya itu.
Haizaki membalikkan pandangannya dan langsung menuju tangga dan berjalan turun menjauhi Kise, Naruto, Kagami, serta Tatsuya dan Alex.
"Gahhh! Rasanya aku ingin meninju muka jeleknya itu, ttebane!" Teriak menggebu Naruto, sambil mengepalkan tangan kanannya. Geram Naruto.
Semuanya menatap Naruto.
"Huwaa! Naruto-cchi lucu ssu," Kise agak terkejut dengan gadis disampingnya ini, tapi setidaknya ia sedikit terhibur dengan kelakuan Naruto,
"Ah, gomen gomen. Hisashiburi danne Tatsuya, Bakagami," Naruto membalikkan badannya menatap kedua orang yang dikenalnya itu.
"Hisashiburi Naru-chan, seperti biasa kelakuanmu tidak berubah," ucap Tatsuya sambil tersenyum.
"Mouu, Ta-kun," Naruto menggembungkan pipinya yang malah terlihat imut.
"Dan kenapa kau kemari Taiga?" Tatsuya menatap Kagami yang masih menatap Naruto. Kagami membalikkan badannya dan menghembuskan napasnya.
"Maaf, kita bicara lagi lain waktu," jawab Kagami sambil tersenyum. "Pasti," lanjutnya.
"Kise!" Kagami membalikkan badannya lagi mentap Kise, "pokoknya kau tidak boleh kalah!" sambungnya lagi yang dibarengi dengan angin yang datang entah darimana membuat rambut Kise menari-nari.
"Tentu saja!" Jawab Kise sambil tersenyum menatap Kagami, matanya memancarkan bahwa ia tidak akan kalah. Naruto yang melihatnya pun hanya tersenyum dan ikut menambahkan.
"Ganbatte ne, Kise-kun!" Ucap Naruto menatap Kise dengan senyuman yang manis, Kise pun mentap Naruto dan berkata, "Arigatou Naruto-cchi,"
TBC
Ini masih baru permulaan ya?? Akashinya belum keluar guys, mungkin beberapa chapter dari ini baru Akashinya keluar...
Please comment nya ya, karena saya masih tergolong newbie disini.
Allya out
07.07.2017
